Profile cover photo
Profile photo
Wong Edan Bagu
190 followers -
Sederhana. Jujur apa adanya. Romantis.Tidak Suka Ribet, tidak suka neko-neko dan Suka Berpetualang. Suka Berspiritual. Suka Berkelana. Suka Bergaul dan Suka BerTuhan.
Sederhana. Jujur apa adanya. Romantis.Tidak Suka Ribet, tidak suka neko-neko dan Suka Berpetualang. Suka Berspiritual. Suka Berkelana. Suka Bergaul dan Suka BerTuhan.

190 followers
About
Wong Edan's posts

Post has attachment
Proses Nglungguhake Asmo Sejati atau Memperkenalkan Guru Sejati Kepada Dua Anak Balita. Yang Masih Polos, maksudnya, belum memiliki banyak beban dan kemelekatan duniawi. Yang Lelaki usia 7 tahun dan memiliki kemampuan melihat alam ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Ghaib (indigo). Yang Perempuan usia 10 tahun dan memiliki ketajaman hati, untuk mengetahui seuatu hal yang bersipat halus dan lembut dengan menggunakan Wahyu Panca Ghaib (indera ke’enam).

Post has attachment
Proses Nglungguhake Asmo Sejati atau Memperkenalkan Guru Sejati Kepada Dua Anak Balita. Yang Masih Polos, maksudnya, belum memiliki banyak beban dan kemelekatan duniawi. Yang Lelaki usia 7 tahun dan memiliki kemampuan melihat alam ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Ghaib (indigo). Yang Perempuan usia 10 tahun dan memiliki ketajaman hati, untuk mengetahui seuatu hal yang bersipat halus dan lembut dengan menggunakan Wahyu Panca Ghaib (indera ke’enam).

Post has attachment
Cara Wong Edan Bagu Sowan Di Siti Hinggil Laut Kidul

Post has attachment
Memahami lika liku Laku Spiritual Dengan Filosofi Candi Gedong Songo

Post has attachment
Memahami lika liku Laku Spiritual Dengan Filosofi Candi Gedong Songo:
Memahami
lika liku Laku Spiritual Dengan Filosofi Candi Gedong Songo: Oleh:
Wong Edan Bagu Putera
Rama Jayadewata Tanah Pasundan Ungaran
Semarang. Hari Minggu Wage. Tanggal 14 Maret 2017 Para
Sedulur dan Para Kadhang Kinasihku sekalian... Pada Hari Minggu W...

Bahasa Hidup:
Brebes. Hari Jumat. Tgl 12 Mei 2017.
Ada Puluhan Putero Romo yang mengaku sudah teramat mumpuni dalam kesepuhan laku. Sehingga perlu menanyakan tentang seberapa hebat pengetahuan Wong Edan Bagu bab Wahyu Panca Ghaib. Ada pula Puluhan orang yang mengaku ahli kejawen dan ma'rifat. Sehingga merasa harus mempertanyakan tentang artikel-artikel yang saya sebar di internet. Tentang laku murni menuju suci (sempurna).

Tapi sejauh itu, saya tidak tergugah untuk menanggapinya. Karena saya sudah capek berdebat adu argumen. Sekarang sudah waktunya saya meresponnya, sebab tiada hentinya menantang saya.

Dan maafkan... Saya menanggapinya secara umum. Bukan pribadi, yaitu diberanda facebook saya, karena saya ingin yang lainnya bisa ikut mengetahui dan memperoleh Hikmahnya.

Tulisan Saya di bawah ini. Merupakan Jawaban dari kumpulan berbagai macam Pertanya'an Tentang Wahyu Panca Ghaib. Yang ditanyakan kepada Saya melalui Inbox di facebook dan email.

Maaf...
Kalau menurut saya pribadi Wong Edan Bagu. Wahyu Panca Ghaib itu, bahasa hidup, jadi, kalau kita masih uplek mulek mempelajari ma’rifat dengan logika kita berfikir, kita tidak akan pernah mendapatkan essensi dari yang dimaksud Hidup di Wahyu Panca Ghaib tersebut.

Mau tidak mau, rela tidak rela, suka atau tidak suka, kita harus meruntuhkan dulu logika kita berfikir, barulah kita bisa memahami essensi dari yang dimaksud Hidup di Wahyu Panca Ghaib.

Kalau kita masih sibuk mengulas nya dengan kitab itu, buku ini, pengalaman si A, pengalaman si B si C dll, filosof si anu, menurut kiyai ini dan ustadz itu, hadist ini hadist itu, dawuh itu dawuh ini, menurut praktisi itu dan teori ini.
Kita masih sibuk membaca berbagai macam buku dari kisah Khulafa’ur Rasyidin, sajaknya Jalaludin Rumi, para imam, Rabiah Al Adawiyah, Al Hallaj hingga Siti Jenar, Romo Semono, dari Buddha, Tao, para rabi, para dewa, pertapa dan berbagai macam ajaran spiritual lalu membandingkannya dengan Wahyu Panca Ghaib. Heeemmmm.... Tangeh lamun jeneng siro bakal tumekan kadhangku.

Sang Hidup di Wahyu Panca Ghaib itu, tidak lagi pake logika berfikir dalam mencintai mengasihi menyayangi Dzat Maha Suci Hidup.

Pikiran sudah larut dalam kekosongan. Tak ada lagi logika, tidak ada lagi akal dan okol, suwung tan ono opo-opo.

Untuk memahaminya, ya kita mesti mengalaminya. Bukan beretorika, berteori, beropini.

Sibuk membandingkan logika berfikir kita kesana dan kesini. Sibuk menguasai jalan dan mendalami rambu-rambu jalan, tapi tidak pula jalan-jalan dari tempat semula. Seakan-akan semua orang yang bertentangan dengan kita, adalah salah, kita sendiri yang benar.

Tepatnya kita kira kita ini benar, padahal kita terjebak sendiri di dalam logika pikiran, tak menemukan pintu keluar, kita terbelenggu dan terikat dengan berbagai macam teori dan konsep logika kita berfikir.

Padahal si Wahyu Panca Ghaib itu sudah lenyap semua kata dan istilah, lenyap semua suara, lenyap semua berbagai macam cara, teori, konsep, teknik. Lebur semua logika. Tak dapat didefinisikan, kosong, suwung. Ora ono opo-opo-Tidak ada apa-apa.

(Ucapan jujur saya ini saja, baru masih sebatas mendekati Wahyu Panca Ghaib-Belum Wahyu Panca Ghaib yang di maksud). Apa lagi yang masih neko-neko sama saya.... Hem, tak encepi thok sambil udud.

Dibagian inilah, yang tidak bisa saya jelaskan seaslinya dan seutuhnya. Kalau saya membongkar ini. Berati saya ikut campur urusan Dzat Maha Suci (cawe-cawe). Semua Putero Romo harus Tahu ini, dan tahunya harus tahu sendiri, bukan katanya siapapun dan apapun. Dan lagi... Untuk mengetahui ini secara langsun sendiri. Itu, harus menjalankan Wahyu Panca Ghaib dengan menggunakan Wahyu Panca Laku. Kalau tidak.... Saya bisa pastikan akan capek berakhir kecewa yang tiada pangkal ujungnya. Percayalah...!!!

Apa yang saya uraikan berupa artikel di internet itu, itu merupakan bentuk bimbingan saya untuk yang minta bimbingan dari saya, bukan berati saya masih dalam proses pencarian, jangan tertipu oleh wajah saya didalam photo yang terlihat madih ABG. Bro.... Katanya Ahli... Katanya Sepuh. Mumpuni... Kok tidak tahu dalamnya saya. Malah tertipu oleh wajah ABG saya. He he he . . . Edan Tenan.

Namun Biyar Bagaimanapun...
Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup...../\..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Kisah Dibawah inilah. Yang membuat seorang Wong Edan Bagu selalu mampu dan kuat berdiri. Walaupun mengalami Jatuh Berulang kali
Para Sedulur dan Para Kadhang kinasihku sekalian, cobalah renungkan kisah Inspirasi Al-hikmah berikut ini.

Suatu hari keledai milik seorang petani, jatuh ke dalam sumur. Hewan itu berteriak dan menangis dengan memilukan, selama berjam-jam, sementara si petani, memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua, dan sumur juga perlu ditimbun, karena berbahaya, jadi tidak berguna untuk menolong si keledai.
Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan cangkul, lalu memulai menyekop dan mencangkul tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia tambah berteriak dan menangis penuh kengerian.

Tetapi beberapa saat kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya, agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri.

Pesan WEB;
Para Sedulur dan Para Kadhang kinasihku sekalian. Kehidupan dunia ini, terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran yang menimpa kita itulah, anak tangga, untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, keterpurukan, penderitaan, masalah dan lain sebagainya), dengan terus menguncangkan laku kedalam rasa, segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) di sadari atau tidak disadari, secara otomatis kita melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakannya.

Setiap masalah-masalah kita, merupakan satu batu pijakan untuk melangkah naik tahta Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus belajar dan belajar tanpa mengenal lulus, jangan pernah berhenti laku.
Ingatlah laku sederhana tentang Kesempurnaan ini;
1. Bebaskanlah hidupmu dari pamrih.
2. Bebaskanlah dirimu dari ego.
3. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan.
4. Bebaskanlah hatimu dari kebencian.
5. Hiduplah sederhana.
6. Memberilah lebih banyak.
7. Menujulah hanya kepada Tuhan.
8. Tersenyumlah.
9. Miliki teman yang bisa membuatmu tersenyum.

Entah ini waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini. Maka... Sadarilah dengan kemurnian Iman kita.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup...../\..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi pengingat tidak hanya untuk diriku sendiri, tapi juga bagi setiap orang yang membacanya.

Jika setiap kali temanmu melakukan kesalahan kecil, membuatmu emosi dan mengingat kesalahan-kesalahannya yang lain, itu tandanya hatimu masih kotor.
Jika setiap kali Dzat Maha Suci turunkan ujian kecil, lalu dengan mudah membuatmu berprasangka buruk terhadap sesamamu, itu tandanya hatimu masih kotor.

Jika sedikit saja teguran teman demi kebaikanmu, membuatmu berwajah masam, itu tandanya hatimu masih kotor.

Jika perbedaan orang lain yang tidak sepaham, kau anggap sebagai lawan bahkan musuh, itu tandanya hatimu masih kotor.

Jangan-jangan hati kita. Hatiku. Hatimu. Memang masih begitu kotor. Mari terus beranjak meluar dari limbah kotoran itu, dan jangan lelah memperbaiki diri.

Membalas dengan senyuman iman, kepada orang yang mengejek kekurangan kita, tidak menjadikan kita seorang yang lemah. Hal demikian justru membuktikan bahwa kita berpikiran terbuka dan jujur mengakui bahwa sejatinya tidak ada manusia yang sempurna, jika tanpa Dzat Maha Suci di dirinya, dan kalau Dzat Maha Suci didirinya. Pasti akan salih asah asih asuh.

Untuk itu dan karena itu. Mari kita sama-sama belajar dan terus belajar menggali rasa yang meliputi seluruh tubuh kita, dengan Wahyu Panca Ghaib yang di ibadahkan dengan menggunaka Wahyu Panca Laku. karena di dalam tubuh kita, ada firman Dzat Maha Suci, yang bisa menjamin jiwa raga kita, lahit bathin kita dan dunia akherat kita.

Hingga pada akhirnya, kita tahu dengan kesadaran murni kita sebagai seorang Puterane Roso Manunggal. Bahwasannya, apa yang selama ini kita anggap beban masalah, justru akan menguatkan kita selama di perjalanan yang hanya kepada-Nya.

Karena di depan sana, akan ada lebih banyak duri yang terinjak. Ada lebih banyak tikungan yang membuat kita harus berpikir lebih matang dan dewasa, akan selalu ada orang yang tidak menyukai kita hingga akhir hayat nanti, yang harus kita jadikan batu pijakan untuk menuju-Nya.

Hari ini, atas semua yang terjadi, kita telah menjadi lebih bijak dan dewasa lahir bathin dari sebelumnya. Menjadi lebih toleran dari hari kemarin. Menjadi lebih pengertian pada hal-hal kecil yang kadang masih sering menyakiti perasaan.
Semua yang saat ini kita jalani adalah alur cerita sinetron terbaik yang telah Dzat Maha Suci tuliskan tempo hari, untuk kita bintangi.

Untuk itu... Tersenyuman dengan Wahyu Panca Ghaib. Bersyukurlah dengan Wahyu Panca Laku. karena hari ini kita telah menjadi Bintang yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih segalanya, dari sebelumnya. Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup...../\..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Post has attachment
Lungguhe atau Hakekatnya. Roh Kudus-Ruh Suci Atau Roh Sejati-Sejatining Roh. Atau Guru Sejati-Sejatining Guru:
Lungguhe atau Hakekatnya. Roh Kudus-Ruh Suci Atau Roh Sejati-Sejatining Roh. Atau Guru Sejati-Sejatining Guru: (Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling). Oleh:
Wong Edan Bagu Putera
Rama Jayadewata Tanah Pasundan Cilacap
Jateng. Hari Rabu. Tanggal 10 Mei 2017 Par...

Post has attachment
Mari BELAJAR ILMU RASA Bersama saya Wong Edan Bagu
Mari BELAJAR ILMU RASA Bersama saya Wong Edan Bagu: (Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling). Oleh:
Wong Edan Bagu Putera
Rama Jayadewata Tanah Pasundan P angandaran. Hari
Senin. Tanggal 0 8 Mei 2017 Saya sering Baca Artikel Tulisan Pak WEB, yang
berbicara soal ...
Wait while more posts are being loaded