Profile

Cover photo
Nadia K. Putri
Attended SMAN 1 Bekasi
Lived in Bekasi Jawa Barat
457,971 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
This bird is going to be endangered, let save this exotic bird for harmonious life and future :)
Cacatua sulphurea or yellow-crested cockatoo is one of species of birds that including to the category of critically endangered. The global illegal trade of endangered species, such as The Yellow-Crested Cockatoo is one of some scarcity factor of this exotic bird. However, illegal arresting also part of it, that makes this exotic bird become a lethal yet carnage threat towards the sustainable existance of this exotic bird. Let us save thi...
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
 
Nikah Muda atau Nikah Nanti? (1/2)

Dahulu ketika saya masih di kampus IPB, selepas menjadi Muslim pada 2002 dan selepas mutusin pacar, saya langsung bergabung dengan BKIM IPB, Lembaga Dakwah Kampus, lalu mempelajari Islam, berorganisasi dan berdakwah

Usia saya 18 tahun saat itu, baru putus pacaran karena baru tau di dalam Islam nggak ada pacaran, masih muda banget, tapi alhamdulillah karena punya kesibukan baru dalam dakwah, alhamdulillah bisa move-on

Sesama aktivis dakwah kampus, kita sering banget ngumpul, rapat sampai tengah malam, makan capcay jam 1 atau 2 malem sudah rutinitas nyaingin puasa senin-kamis, maklum kata kakak kelas, belum aktivis dakwah kalau belum tipes

Dan seinget saya, jarang banget diantara kita ngobrolin tentang akhwat, atau pernikahan, ada sih kadang-kadang yang bandel ngobrolin akhwat, tapi biasanya langsung ada yang negur, "mas, jangan obrolin perkara yang nggak manfaat"

Terus mendadak situasi jadi hening, tik.tok.tik.tok gitu hehehe.. Begitulah memang kondisi zaman dulu, aktivis dakwah kampus memang penuh dengan ghirah dan pergerakan, keras dan heroik

Sampai-sampai ada kakak kelas saya punya slogan "Perempuan itu penghambat revolusi" yang satu lagi bilang "Aku sudah menikahi ideologi", yang satu lagi ngomong "Aku nggak bakal nikah sebelum Khilafah tegak" hahaha..

Yang jelas wanita nggak ada dalam daftar bahasan kita, nonton Meteor Garden waktu itu dianggap aib dan kelemahan, nggak pantes bagi aktivis dakwah, ketemu akhwat nyari jalan lain, jadi akhwat itu kayak gak beda ama setan, dijauhi

Karena belum ada sosial media, kalau punya waktu selain kuliah, ya kita baca buku, datengi pengajian, atau datengin adik kelas, ngajakin ngaji, atau sweeping orang pacaran, atau sekedar tidur di peraduan

Sekali lagi, kita nggak pernah sekalipun bicarain wanita, pantang mendayu-dayu, apalagi denger nasyid tema nikah, woooo bisa dibully sebulan. Setau saya, dulu di kampus yang puitis, dan munsyid romantis cuma 1 orang,@asepfakhri

Tapi Asep ini kejem dan nggak berprikemanusiaan, suka negur orang kalau dia ngeliat yang nggak bener, yang suka ngomongin cewek, langsung ditegur ama dia "Nikah itu bukan perkara yang harus dibicarakan, tapi dilakukan"

Pokoknya Asep ini tipe penghancur momen banget deh, ya maklum ceritanya dia kan ketua BKIM IPB, jadi harus berwibawa gitu, nggak kayak saya yang bagian bawahan Asep, bagian yang dimarahin gara-gara main Age Of Empires

Tapi coba, kagetnya kita, ternyata si Asep ini paling cepet nikah di angkatan kita, sadiiiss, ngeriii, diem-diem makan dalem, salut. Begitulah aktivis dakwah angkatan kami, nggak banyak ngomong soalan cinta, tiba-tiba nikah aja

Hebatnya Asep ini nikah belum lulus lo, modalnya juga cekak, sekarang aja agak makmur karena sudah jadi trainer hehehe.. Keren ya, di kampus dia jadi ketua lembaga dakwah, nikah duluan lagi, ini bari aktivis dakwah

Tapi bagaimana sama kita yang ditinggal Asep nikah? Biasa aja. Nggak baper. Kita malah seneng karena Asep sekarang jauh dari kita, kan bisa maen Age Of Empire lagi hahaha.. Nggak ding, maksudnya, kita santai aja kok

Kan sudah ditulis tadi di awal, kalau aktivis dakwah di masa itu nggak banyak ngomongin seputaran cinta dan nikah. Yang kita bahas dakwah, dakwah, dakwah. Gimana caranya agar semakin banyak orang tau Islam

Bersambung ke postingan selanjutnya, foto diatas, saya dan @asepfakhri yang sudah ndut 😂😂😂 Nah, siapakah Asep ini? Tunggu lanjutannya 😊😊😊
 ·  Translate
4 comments on original post
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
 
Liputan Power Talk Metro Xinwen, Perjalanan Hidup Felix Siauw >> http://video.metrotvnews.com/xinwen/MkMYOQDk-perjalanan-hidup-ustaz-felix-siauw

Semoga manfaat :)
 ·  Translate
Felix Y Siauw lahir di Palembang tahun 1984 dalam keluarga multi beragama. Sebelum memeluk agama Islam bahkan dirinya sempat menjadi ateis.
3 comments on original post
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
Thriller~~ I just can't stop loving you~~ You make me feel lala~ Semua terpadu dalam Pentatonix! :)
 ·  Translate
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
Sebentar lagi akan Imlek! :)
 ·  Translate
Akhirnya, sampai juga di museum replika terbesar di Jawa Timur, Museum Angkut. Di sini, tidak hanya menampilkan replika mobil, bus, bahkan motor antik saja, tetapi bangunan-bangunan khas negara-negara. Salah satunya Cina. Kebetulan, foto ini dipotret di daerah replika Pecinan Batavia. Salah satu momen unik, seluruh bangunan ini benar-benar menarik saya ke pelajaran masa lalu: hikmah para pendatang yang pernah berinteraksi damai dengan pribumi...
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
 
Bali, Indonesia: Rice Fields and Volcanoes from Above

Wow what a country! I had so much fun exploring and can't wait to go back. We should do a photo adventure there, eh? Go with a fun group of photographers? It's so amazing... and the Indonesian people are so warm and welcoming! Anyway, if you're interested, get on the newsletter list over at http://www.StuckInCustoms.com/news !

I took this from the air with the Inspire One... did a lot of flying there... had so much fun. The pesky volcanoes erupting (not these) in other parts of Indonesia made flying there hard because of the ash cloud, but once I landed, all worries went away and I was in full Bali-mode.

And yes, this was made with #AuroraHDR ! I finished this one last night around midnight while watching some crazy episode of True Blood.  Well they are all actually pretty crazy, come to think of it haha :)
14 comments on original post
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
Amazing!
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
 
Nikah Muda atau Nikah Nanti? (2/2)

Nah, nikah muda atau nikah nanti? Kita nggak bisa nyamain antara dulu sama sekarang, antara satu orang dan orang yang lainnya. Kayak Asep dia memang sudah niatan nikah muda, saya pun sudah niatan nikah muda

Tapi ada orang lain disana yang nyaman sendiri dulu, belajar Islam dulu, maksimal mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan-Nya, berdakwah hingga mungkin tak sempat berpikir dulu tentang cinta dan nikah

Ini pun kita maklumi, dan juga bukan sebuah dosa, bahkan bisa jadi jalan yang semua orang tidak mampu menjalani, pahala tersendiri, yang tentu saja jadi jalan hidayah bagi sebagian aktivis dakwah yang lain

Yang pengen saya sampaikan sih, bagi anak muda masa kini, dengerin deh

Jangan terlalu banyak ngomongin cinta dan nikah kalau memang belum siap. Habiskan aja dakwah di jalan Allah. Sebab cinta karena Allah itu baru akan berwujud apabila

Kita mencintai Allah lebih daripada segalanya
Kita mengetahui Allah lebih dari selain Dia
Kita habiskan waktu dengan Allah lebih daripada selainnya
Kita mengharapkan Allah lebih daripada segalanya

Kalau nggak, jangan-jangan kata-kata "Mencintai karena Allah itu cuma modus aja" hahaha..

Saya salut sama orang-orang kayak Asep yang sudah terbukti mencintai Allah lebih dari yang lainnya, insyaAllah saya saksikan begitu pas di kampus. Dan dia memilih nikah muda sebab sudah menjalani lebih dulu jalan dakwah, baru jalan nikah

Saya juga salut sama yang memilih nggak bicarakan nikah, tapi konsisten dalam dakwah. Dunia nggak bakal tegak kalau nggak ada orang-orang kayak gini, mereka-mereka yang habiskan waktu di jalan dakwah lebih dari yang lain

Bagi yang cuma seneng ngomingin nikah, diskusiin nikah, padahal tau dirinya belum siap, saya doakan semoga lebih banyak habiskan waktunya di jalan dakwah, hingga bener-bener tau "Cinta Karena Allah"

Akhukum Felix Siauw
 ·  Translate
7 comments on original post
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
Nice post!
 
Apa persiapan terbaik untuk khitbah-ta'aruf?

Bagi saya tidak ada persiapan lebih baik untuk pernikahan, ketimbang mengkaji Islam dan mendakwahkannya

Ini yang jarang diperhatikan, bahwa pernikahan itu SANGAT-SANGAT perlu ilmu, perlu iman, perlu kedewasaan, dan kesemuanya didapatkan dari mengkaji Islam dan mendakwahkannya

Ada kalimat yang perlu direnungkan bagi pencari pasangan yang taat, "mau dibini baru dibina, atau dibina baru dibini?"

Maksudnya, mau cari pasangan itu yang sudah di-bina dengan Islam, di-bina dengan dakwah, lalu baru kita jadikan bini (pasangan) atau mau yang awam, belum di-bina, dijadikan pasangan lalu baru di-bini?

Bagi saya, pasangan yang masih awam dengan Islam lalu dinikahi sangat beresiko, walau mungkin secara fisik menarik. Tapi ketertarikan jangka panjang itu sebab ketaatan, bukan fisik

Lha nyatanya, yang sama-sama berada dalam jalan dakwah saja punya masalah, apalagi yang tak memahami Islam sama sekali?

Maka kajilah Islam yang baik, jadikan cinta kita nomor satu kepada Allah dulu, sang pemilik cinta, pemilik hati-hati manusia. Jadikan diri kita pengemban dakwah yang terpercaya, dakwahkan Islam secara serius

Ini yang paling ideal, menggabungkan diri dalam jamaah dakwah, dalam barisan pengemban dakwah di gerakan-gerakan dakwah. Kaji dan dakwahkan Islam disana

Gerakan dakwah yang mana? YANG MANA SAJA selama Islam adalah dasar gerakannya, Al-Quran dan As-Sunnah adalah pegangannya. Banyak kok, di kampus-kampus apalagi

Nah, kalau sudah siap nikah, minta tolong ke ustadz/ah-nya, murabbi/ah-nya, musyrif/ah-nya untuk membantu mencarikan pasangan yang juga sudah siap dan sudah terbina

Bila sudah begitu, insyaAllah bukan hanya pernikahan biasa, tapi pernikahan yang barakah, pernikahan yang sakinah, dan membentuk bukan keluarga biasa, tapi keluarga pengemban dakwah

Alhamdulillah, selesai juga seri khitbah-ta'aruf ini, semoga manfaat ya, dan sekali lagi JANGAN BAPER. Kalau masih punya energi, habiskan buat dakwah dan ibadah
 ·  Translate
12 comments on original post
1

Nadia K. Putri

Shared publicly  - 
 
be dasein!
 
there's one in every crowd. #penguin
1
Work
Occupation
Pelajar, blogger, dan fotografer lepas
Employment
  • Pelajar, present
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Previously
Bekasi Jawa Barat
Links
Other profiles
Story
Introduction
Learner, bookworm, and photo-hunter
Education
  • SMAN 1 Bekasi
    IPA
Basic Information
Gender
Female