Profile

Cover photo
Anto Ardiansyah
Works at sekolah alam auliya
Attended stmik akakom
Lives in Kendal, indonesia
14 followers|8,465 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
semoga kita termasuk orang yang terus ber Istighfar
 ·  Translate
  Pagi itu adalah Ramadhan memasuki hari keempat. Seperti seharusnya maka sehabis sahur maka siap2 untuk jamaah subuh di masjid. Pagi ini aku agak sedikit terlambat, adzan telah terdengar berkumandang sedang aku mas...
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
Waktunya Action !!
Pagi datang dengan cerah, mentari hangat menyapu seluruh celah di bumi hari ini. Pagi itu seperti biasa di rumah seorang Kyai kondang di salah satu sudut kota Jogjakarta. Nampak, Pak Kyai sedang duduk di meja makan menikmati ...
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
Semoga Bermanfaat
 ·  Translate
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh, Bissmillahirohmanirrohimi. Bersamaan dengan penerbitan perdana Majalah Sekolah Alam Auliya Kendal ini. Salah satu dari Rubric nya adalah tentang Bisnis atau Entrepreneurship...
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
Menaklukkan atau Ditaklukkan



Oleh M. As`ad Mahmud, Lc

Setiap satuan waktu memiliki maknanya sendiri. Tergantung seperti apa kita menilainya. Allah memberi nikmat waktu, lalu kita ditantang memaknainya.

Di titik ini, semuanya memiliki hak setara. Raja Fir`aun, Nabi Muhammad, Imam Syafi`i, saya dan anda. Tapi pada titik yang sama, tak semua memiliki kesudahan yang seragam. Ada yang melesat derajatnya, tapi ada juga yang terjerumus ke titik terendah, serendah-rendahnya. Ada yang menjadi mulia, tapi adapula yang kehilangan jatidirnya sebagai manusia. Maka, bagaimana kita bersikap dalam satuan waktu, disitulah kualitas diri ditentukan.

Sekarang kita berada di ambang tahun 2014. Tiba-tiba, kita disadarkan tentang cepatnya laju waktu, memaksa kita berlomba dengan limit takdir yang Allah tuliskan untuk kita. Hasan Al Bashry berkata; “Sejatinya setiap kita adalah kumpulan hari-hari. Ketika hari-hari berlalu, maka semakin habis pula bagian dari diri kita”

Setiap satuan waktu memiliki ibrohnya sendiri. Tergantung seperti apa kita membacanya. Peristiwa isro` mi`roj, misalnya. Salah satu ibrohnya adalah tentang waktu, yang sangat relatif. Bentang panjang masjidil haram – masjidil aqsha – sidratul muntaha – masjidil haram oleh Allah dipersingkat sedemikian rupa. Melampaui limit logika orang ramai.

Alkisah, Abu jahal begitu semangat menjadikannya sebagai modus baru pendustaan terhadap risalah Muhammad. Tapi Abu bakar Ash shiddiq membaca peristiwa lintas batas ini dengan keimanan lintas batas pula, "Kalau Muhammad yang mengatakan itu, maka itu pasti benar".

Begitulah, perbedaan cara membaca waktu melahirkan perbedaan orientasi. Pepatah sekuler berujar "time is money", yang menunjukkan orientasi mereka dalam memanfaatkan waktu. Tapi para ulama memaknainya dengan lebih akurat, "al waqtu huwa al hayah". Waktu adalah kehidupan. Ia adalah wadah untuk diisi, sarana untuk mengabdi. Kualitas isinya bergantung pada orientasi kita dalam mengisinya. Imam syafi`i berkata, "Jika engkau tidak menyibukkan diri dengan kebenaran, maka engkau akan disibukkan kebatilan”.

Setiap satuan waktu memiliki momentumnya sendiri. Tergantung seperti apa kita memanfaatkannya.

Analoginya, uang miliaran rupiah di bank tetap tak bernilai, kala tak bertemu momentum yang tepat untuk dibelanjakan. Sebaliknya, sepuluh ribu rupiah untuk yang membutuhkan, pastilah tiada tara nilainya. Begitupun waktu. Semakin banyak merebut momentum, semakian sukses hidup kita.

Maka, aktifitas yang segunung tak mesti jaminan. Perlu planning detail, sedikit mengerutkan kening sembari menggantung tanya, apakah momentumnya sudah tepat? Ini penting, agar selamat dari jebakan; rasanya sudah sibuk sekali, tapi sebenarnya hidupnya belum beranjak jauh. Tidak efektif waktunya. Atau tidak barakah umurnya.

Maka, kalau bekerja tidak tepat momentumnya saja dianggap kerugian, bagaimana dengan membuang waktu untuk hal yang nirfaedah? Ibnu Qoyyim berkata; “menyia nyiakan waktu itu lebih berbahaya daripada kematian. Sebab kematian hanya memisahkanmu dari dunia. Sedangkan menyia-nyiakan waktu akan menjauhkanmu dari Allah”.

Setiap satuan waktu memiliki pahalanya sendiri.

Ini istilah dari Abu Bakar Ash siddiq RA. Dan ini dia prinsip orang beriman; bertambahnya waktu harus beriring dengan bertambahnya amal, kualitas maupun kuantitasnya. Termasuk sekarang, di ambang pergantian warsa yang ke sekian, sabda baginda layak kita baca ulang; sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya, dan bagus amalnya. Dan seburuk - buruknya adalah yang panjang umurnya dan buruk amalnya (HR Attirmidzy).

Surat Al Hadid (57) berkisah tentang bani isroil, diturunkan al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, tetapi hati mereka menjadi keras. Dari masa ke masa, dari rasul ke rasul, dari generasi ke generasi, tak banyak yang berubah pada bani israil.

Bandingkan dengan Abu bakar RA. Masa berislamnya hanya sekira 25 tahun. Tapi efektif hidupnya, barakah umurnya. Baru subuh hari, sudah sekian kebajikan ia tuntaskan. Qiyamullail. Berniat puasa. Menjenguk si sakit, bahkan mengantar jenazah.

Imam syafi`i juga. Baru sekira 50 tahun kala beliau wafat. Tapi ilmu ushul fiqihnya membantu semua generasi memahami kitab dan sunnah. Efektif hidupnya. Barakah umurnya. Beliau tetap berbagi manfaat, meski raga sudah berpulang dalam hitungan abad.

Nah, bagaimana jika saat hidup saja tak sanggup berbagi bajik, apatah lagi kalau sudah menjadi tanah?

Sekarang tinggal kita bertiga; saya, anda dan waktu. Mau menaklukkan waktu, atau ditaklukkan?

Wallahul musta`aan.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
Budayakan LISA (LIhat Sampah Ambil)..!!!
 ·  Translate
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
kelu.. tak bisa berkata apa2 lagi. Harapan agar semakin bermanfaat bagi "Universe". Agar lebih banyak lagi pohon-pohon yang berdo'a untuk turunnya hujan, membuat bumi ini subur kembali, Hijau kembali. Mengobati para mereka yang rindu suara nyanyian Kodok dan aroma daun di pagi hari. Agar makin banyak anak-anak yang tau betapa nikmatnya susana itu.. betapa Indahnya Menghabiskan detik demi detik bersama Keluarga di tengah alam yang "memberi dan diberi manfaat".
 ·  Translate
1
Add a comment...
Have him in circles
14 people
Fiqi Kurniawan's profile photo
watira suldy's profile photo
zuraida bahasyim's profile photo
Ardhi Hidayanto's profile photo
Mahdalena syahriani's profile photo

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
Kita selaku manusia adalah makhluk social dan juga selaku makhluk yang berkubutuhan, kita tidak bisa lepas dari kegiatan setiap harinya, bahkan hampir-hampir semua waktu kita habisa kan dengan beraneka ragam kegiatan. Sebut...
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
Selamat Membaca !!
 ·  Translate
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
Wajah politik negeri ini dalam versi saya..
 ·  Translate
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
tulisan ini di muat di Majalah Sekolah Alam Auliya Kendal
 ·  Translate
SEBUAH KERANGKA Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh, Bissmillahirohmanirrohimi. Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan  Maha Melihat hamba-hambanya, Maha suci Allah, Dia-lah yang menciptakan bintang-...
1
Add a comment...

Anto Ardiansyah

Shared publicly  - 
 
ayoo dong.. nulis lagi.. moodnya kok gak muncul2 nih.
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
Have him in circles
14 people
Fiqi Kurniawan's profile photo
watira suldy's profile photo
zuraida bahasyim's profile photo
Ardhi Hidayanto's profile photo
Mahdalena syahriani's profile photo
Education
  • stmik akakom
Basic Information
Gender
Male
Work
Employment
  • sekolah alam auliya
    pembantu umum, 2008 - present
  • tiga raksa satria
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Kendal, indonesia
Previously
Jogjakarta, Yogyakarta, Indonesia - Jalan Baturaja - Muara Dua, Simpang, Sumatera Selatan, Indonesia - Balikpapan, Indonesia
Links