Profile cover photo
Profile photo
S1 RPL ITTP
1 follower -
Bringing Technology for Humanity
Bringing Technology for Humanity

1 follower
About
Posts

Post has attachment
tahukah kamu ?

Dengan perkembangan Internet yang sudah sedemikian cepat, masyarakat banyak mengenal istilah layanan-layanan yang ada pada internet, salah satu layanannya adalah layanan berbasis cloud. Sebagian masyarakat yang berkecimpung di dunia teknologi informasi sekiranya sudah tidak asing lagi dengan istilah komputasi awan atau sering disebut dengan cloud computing.
Bisnis menjangkau para stakeholders melalui berbagai channel, secara tradisional, maupun elektronik. Elektronic Channel (e-channel) menjangkau para stakeholders melalui web, mobile phone, Internet TV, connected car, maupun berbagai appliance seperti set-top-box dan game-console. Business to Business (B2B) memerlukan konektifitas dua arah sehingga dapat bersinergi dan memberikan layanan terbaik bagi konsumen. Sedangkan interaksi Business to Consumer (B2C) terutama melalui media social menjadi lebih kaya daripada hanya sekedar pertikaran data dan informasi seperti dalam B2B.

Mekanisme pertukaran data dan informasi melaluui e-channel atau sering disebut dengan digital channel, dapat dilakukan dengan berbagi cara. Cara yang umum dilakukan pada era digital saat ini adalah melalui API (Application Programming Interface). API merupakan kumpulan fungsi, protocol, serta tools (dalam bentuk perangkat lunak) yang tersedia untuk tujuan tertentu yang menjadi kompnen penting dalam pengembangan aplikasi.

Berbagai layanan berbasis cloud ini tersedia melalui antarmuka aplikasi sebagai API. Sebuah staement yang berkata “APIs drive the digital economy and companies that do not emrace the API Economy will be left behnd”, suatu statement pada publikasi berjudulu “The Power of the API Economy” (IBM 2014) yang mengingatkan kita tentang pentingnya membuka diri (pada bisnis) untuk berinteraksi dengan external stakeholders. API merupakan komponen penting dalam berinteraksi dengan berbagai layanan berbasis cloud. API Economy didefinisikan sebagai “commercial exchange of business functions, capabilities or competencies as services using web APIs” atau jika diterjemahkan, API Ekonomi adalah pertukaran komersial dari sebuah bisnis berdasarkan funsionalitas, kemampuan atau kempetensi sebagai sebuah penyedia layanan menggunakan web APIs.

API Ekonomi membuka banyak peluang baru untuk dapat bersaing di era digital ekonomi melalui berbagai inovasi layanan berbasis cloud untuk memasarkan digital product. Para pebisnis di industry ritel misalnya dapat memberukan akses kepara para supplier dan distributornya melalui API untuk melihat ketersediaan produk secara REALTIME (waktu nyata). Pada industry perbankan, bank dapat membuat API seperti ATM locator, branch locator, akses ke payment data, kurs foreign exchange saat ini untuk aplikasi travel dan berbagai hal lainnya.

Belajar mengenai Ekonomi API menyenangkan bukan. Tidak hanya mempelajari untuk menambah ilmu secara pribadi, tetapi juga kedepannya dapat diterapkan untuk memajukan bangsa Indonesia yang masih dikategorikan sebagai negara berkembang. Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak IT Telkom Purwokerto merupakan salah satu instansi yang akan mengarahkan Anda menjadi seorang software developer yang memiliki ritme cerdas dalam pembuatan sebuah aplikasi serta pengetahuan yang mendalam mengenai perkembangan teknologi perangkat lunak (software) secara up to date.

Segera daftar di Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto. Untuk pendaftaran silahkan kunjungi http://pmb.st3telkom.ac.id, khusus siswa/siswi lulusan SMK RPL akan mendapat potongan 50% dana pembangunan. Segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.

Kuliah bergengsi prospek kerja pasti.
Come & Join Us!
Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.
Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)


#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #institutteknologitelkom #API #EkonomiAPI #produksidigital #InstitutTeknologiTelkomPurwokerto #YourICTCampus #ITTelkomPurwokerto
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Taukah kamu?

Peran dosen sangat penting dalam mencetak lulusan yang berkompeten. Sejumlah penelitian menyatakan lulusan perguruan tinggi Indonesia kompetensinya masih di bawah negara lain. Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak (Prodi S1 RPL) menerapkan acuan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), ACM (Association of Computing Machinery) dan IEEE – Computer Society dalam menyusun kurikulum untuk menghasilkan lulusan kompeten.

Pelatihan peningkatan keterampilan dasar teknik instruksional (Pekerti) bagi para dosen Prodi S1 RPL dilaksanakan di Institut Teknologi Telkom (ITT) Purwokerto. Secara teknis, Pekerti berlangsung selama 75 jam yang dimulai dari 24 Juli sampai dengan 28 Agustus 2017, dengan tujuh orang narasumber yang ahli di bidangnya.

Topik yang disampaikan antara lain mengenai Paradigma Pendidikan Tinggi dan Kebijakan Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Tim Teaching, Ragam Media dalam Pembelajaran, Penilaian Hasil Belajar dan Konstruksi Butir Soal, Latihan mengkonstruksi Butir Soal Obyektif dan Essay, Presentasi Hasil Latihan Konstruksi Butir Soal Obyektif dan Essay, Pengelolaan dan Analisa Soal, Latihan Menganalisa Butir Soal, Presentasi Hasil Latihan Analisa Butir Soal, Ketrampilan Dasar Mengajar dan Komunikasi, Sistem Penjamina Mutu, Penjelasan Tugas Mikro Teaching dan Tugas Mandiri.

Pelatihan Pekerti ini bertujuan untuk memperkuat mutu dan meningkatkan kompetensi profesi dosen. Selain itu, dalam pelatihan ini dosen diberikan kemampuan dalam menyiapkan bahan ajar, memberi kuliah dan menilai pembelajaran. Lulus dalam pelatihan ini menjadikan para dosen Prodi S1 RPL ITT Purwokerto memiliki sertifikasi Pekerti yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Jenderal Soedirman (LP3M Unsoed).

Keseluruhan dosen yang bersertifikat Pekerti pada Prodi S1 RPL ITT Purwokerto dapat meningkatkan kualitas dosen mengajar di ruang kelas dan cakap mengajar agar memudahkan mahasiswa menerima materi pembelajaran. Prodi S1 RPL ITT Purwokerto, Selalu Terdepan!

Kuliah bergengsi prospek kerja pasti.
Come & Join Us!
Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.
Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #institutteknologitelkom #pekerti #pelatihan #peningkatan #keterampilan #dasar #teknik #instruksional #InstitutTeknologiTelkomPurwokerto #YourICTCampus #ITTelkomPurwokerto
Add a comment...

Tahukah kamu ?

Seperti yang tertulis pada unggahan artikel sebelumnya mengenai Industri 4.0 :
http://rpl.st3telkom.ac.id/ready-revolution-artificial-intelligence-industry-4-0/
Dunia mulai melakukan sedikit demi sedikit revolusi terhadap bagaimana cara Industri 4.0 bekerja. Dengan menggunakan konsep dari Industri 4.0 tersebut maka diharapkan tingkat dari kinerja serta produksi sebuah Industri akan menjadi lebih baik. Tidak hanya sebatas industri saja, konsep dasar dari industri 4.0 yang berbasis cerdas secara sengaja / tidak sengaja, akan diterapkan pada bagian pembangunan kota. Contohnya adalah pembangunan Smart City.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, sering kita dengar atau baca dari media dan berita tentang konsep Smart City yang mulai diterapkan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Balikpapan, Makasar, dan Surabaya. Konsep ini merupakan impian bagi hampir seluruh kota-kota di Indonesia. Konsep ini diyakini dapat menyelesaikan berbagai masalah perkotaan seperti kemacetan, kriminalitas, banjir, pemborosan energi, dan insiden yang berpotensi menggangu keamanan dan kenyamanan penduduk kota secara lebih cepat, tepat dan efisien.

Lalu, bagaimanakah bentuk konsep Smart City itu sendiri?

Smart City merupakan konsep kota cerdas di mana masyarakat bisa ikut serta dalam membantu pengelolaan sumber daya yang ada dan berpartisipasi dalam memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat lainnya atau lembaga pemerintahan terkait sehingga informasi atau aduan tersebut dapat segera ditangani dan diantisipasi sebelum menjadi kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan. Selain mengumpulkan informasi dari masyarakat, konsep Smart City juga diharapkan mampu mengumpulkan berbagai macam data dan informasi dari berbagai sensor dan CCTV (Closed Circuit TeleVision) yang terpasang di setiap sudut kota. Kemudian data tersebut diproses dan disajikan sesuai dengan kebutuhan dari lembaga terkait untuk dipantau lebih lanjut dari pusat komando dan kendali kota (Command Center). Dengan adanya pengumpulan data atau informasi secara terpusat, lembaga pemerintahan yang mengelola kota dapat lebih mudah untuk mengambil tindakan secara real-time terhadap keadaan darurat. Metode yang digunakan untuk membuat Smart City ini adalah berbasis IoT (Internet of Things). Salah satu contoh perangkat lunak yang dapat digunakan untuk solusi dari pengembangan Smart City adalah aplikasi IoC (IBM Intelligent Operations Center). IoC sendiri merupakan salah satu aplikasi perangkat lunak dari IBM yang mampu menampilkan dashboard berisi informasi lengkap tentang situasi darurat kota yang disertai dengan berbagai kemampuan. Beberapa kemampuan yang dimiliki oleh IoC adalah sebagai berikut:

1.Memberikan rekomendasi prosedur serta penentuan personil, aparat, atau lembaga keamanan untuk penanganan peristiwa.
2.Analisis untuk mengidentifikasi kemungkinan keterkaitan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya dengan teknologi SPSS yang sudah diintegrasikan di dalam software IoC.
3.Pengelolaan peristiwa yang dapat ditampilkan dalam bentuk KPI (Key Performance Indicator).
4.Melakukan data modelling dan penyaringan data dari berbagai sumber data.
5.Kolaborasi antara masyarakat, operator, dan lembaga penanganan peristiwa untuk berbagi informasi dengan aplikasi citizen collaboration yang pengembangan perangkat lunaknya (SDK, Software Development Kit) telah disediakan di dalam software IoC.

Setelah mendapatkan secercah pengertian serta contoh dari smart city, dapat disimpulkan tidak semua dari penerapan dari industry 4.0 digunakan dalam smart city. Hanya berupa konsep yang merupakan integrasi secara terpusat pada suatu sistem yang kemudian sistem tersebut akan dikelola secara pintar oleh sistem. Tetapi dalam kasus Smart City, dalah sistem Smart City masih menggunakan peran masyarakat untuk objek pengumpulan data oleh sistem. jadi apakah konsep Industri 4.0 dan konsep Smart City adalah sama ? Jawabannya adalah hampir sama.

Belajar mengenai pembuatan aplikasi pintar untuk penerapan dalam Smart City dapat diperoleh di Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Segera daftar di Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Untuk pendaftaran silahkan kunjungi http://pmb.st3telkom.ac.id, khusus siswa/siswi lulusan SMK RPL akan mendapat potongan 50% dana pembangunan. Segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.

Kuliah bergengsi prospek kerja pasti.
Come & Join Us!
Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.
Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #institutteknologitelkom #cerdas #sistemcerdas #smartcity #kotapintar #industry4.0 #InstitutTeknologiTelkomPurwokerto #YourICTCampus #ITTelkomPurwokerto
Add a comment...

Taukah kamu?

Data science berarti pengambilan wawasan atau pengetahuan dari jumlah data yang sangat besar, baik yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur.
Data scientist merupakan satu bidang ilmu atau profesi yang dalam beberapa tahun belakangan ini mulai menjadi perhatian, dan sering kali disebut sebagai pekerjaan paling seksi di abad kedua puluh satu ini. Di saat tuntutan dan permintaan akan data scientist meningkat drastis, dunia justru kekurangan data scientist. Sebuah riset yang dilakukan oleh McKinsey & Company menunjukkan bahwa pada tahun 2018, akan terdapat 140.000 sampai 190.000 lowongan pekerjaan data scientist yang belum terisi. Menurut Indeed.com, situs search engine untuk lowongan pekerjaan terbesar di dunia, melaporkan terdapat peningkatan sebesar 57% di kuartal pertama 2015 untuk jumlah lowongan pekerjaan sebagai data scientist, dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Seorang data scientist harus memiliki kemampuan untuk mengolah, mengeksplor, menguak, menginvestigasi, dan memvisualisasikan data. Data scientist pun harus mampu menguraikan hasil analisa dan mengkomunikasikannya kepada para pengambil keputusan tentang bagaimana hasil analisa yang diperoleh dapat diaplikasikan pada berbagai area bisnis.

Dalam dunia bisnis, apa hubungannya big data dengan data science? Jika dilihat dari sudut pandang teknologi, big data adalah sebagai enabler dan promoter untuk aktivitas data science, terutama untuk data-data yang sebelumnya sulit atau belum pernah diproses dan digali nilainya.

Big data dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) masalah, yaitu pertama adalah volume data yang sangat besar, kedua tipe datanya yang berbeda-beda, kemudian yang ketiga adalah datangnya data yang sekarang ini mendekati realtime, atau near-realtime. Kedatangan data yang near-realtime tersebut menjadi tantangan bagaimana mengolah data tersebut menjadi sebuah informasi yang berguna.

Teknologi yang berhubungan dengan big data akan memudahkan proses pengumpulan data-data yang sebelumnya tidak bisa / mudah untuk dikumpulkan. Dan ketika data-data tersebut sudah terkumpul dan sudah ada kebutuhan untuk mendapatkan insight yang baru, data scientist juga bisa menggabungkan data yang ada di data di platform data konvensional dengan big data, dan menggunakan sebanyak mungkin data (bukan sampling dalam jumlah kecil) untuk menghasilkan informasi atau insight yang akurat dan berguna.

Pada Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak IT Telkom Purwokerto, tidak hanya diberi keterampilan menjadi data scientist yang profesional, namun juga membekali lulusannya dengan jiwa technopreneur. Sehingga tidak hanya mendapatkan penghasilan dari bekerja di perusahaan, namun dirinya sendiri dapat menciptakan perusahaan yang dapat memperkerjakan orang lain.

IT Telkom Purwokerto merupakan Institut Teknologi yang pertama di Jawa Tengah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom dan disupport secara penuh oleh PT. TELKOM Tbk. Salah satu tujuan didirikannya Prodi RPL oleh IT Telkom Purwokerto adalah untuk menyelenggarakan pendidikan berbasis ICT yang terdepan di area Jawa Tengah khususnya.

Jadi tunggu apalagi, segera daftarkan diri anda atau putra-putri anda ke IT Telkom Purwokerto. Untuk pendaftaran silahkan kunjungi http://pmb.st3telkom.ac.id, khusus siswa/siswi lulusan SMK RPL akan mendapatkan potongan 50% dana pembangunan. Segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.

Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.
Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu
#ittelkom #datascience #datascientist #cerdas #sistemcerdas #artificialintelligence #revolutionofartificialintelligence #ITTelkomPurwokerto #YourICTCampus
http://rpl.st3telkom.ac.id/data-science-dalam-dunia-software-engineering/
Add a comment...

Post has attachment

Tahukah kamu ?

Perkembangan industri manufaktur mengalamai perkembangan dari tahun ke tahun. Tidak seperti dulu, sebuah industri dapat berjalan / beroperasi dengan mengandalkan tenaga air, uap, dan lain sebagainya. saat untuk mendapatkan keluaran yang lebih efisien, banyak perusahaan industri yang menggunakan teknologi kmputer serta software pendukungnya untuk menjalankan sebuah industri. Sebagai gambaran sederhana sejarah singkat tentang dunia industri adalah sebagai berikut :

1. Industri 1.0 (Industri Generasi Pertama)
Perkembangan awal generasi industri pertama, dimana sistem produkasi masih sangat bergantung pada mesin dan tenaga manusia. Seperti contoh peggunaan mesin menggunakan tenaga uap atau air untuk membuat produksi sebuah radio.

2. Industri 2.0 (Industri Generasi kedua)
Perkembangan generasi ke dua pada dunia industri, dimana sistem produksi menggunakan listrik sebagai sumber tenaga penggerak mesin dan jenis produksi yang dilakukan yaitu Mass Production (produkasi masal).

3. Industri 3.0 (Industri Generasi ketiga)
Perkembangan generasi ke tiga pada dunia industri, dimana sistem produksi sudah mulai menggunakan otomatisasi pada mesin, serta komputer untuk mengoperasikannya. Tenaga manusia (buruh) sudah mulai berkurang dan hanya menggunakan tenaga-tenaga manusia yang ahli dalam mengoperasikan komputer untuk produksi mengguanakan otomatisasi mesin produksi.

4. Industri 4.0 (Industri Generasi keempat)
Perkembangan generasi ke empat pada dunia industri, dimana sistem produksi sudah terintegrasi secara terpusat pada satu tempat yang kemudian diolah secara cyber / online. Sistem yang digunakan untuk mengoperasikan Industri 4.0 termasuk dalam ketegori sistem cerdas (artificial intelligence). Tenaga manusia hampir tidak dibutuhkan lagi karena semua proses penggunaan mesin sudah di atur oleh sistem cerdas itu sendiri. Sistem yang digunakan pada Industri 4.0 ini tidak hanya berupa perangkat keras saja (contoh: robot tangan), akan tetapi kedepannya dapat dikolaborasikan dengan software / perangkat lunak yang dapat dihubungkan dengan sistem terpusat secara online. Sistem terpusat secara online yang dimaksud adalah sistem yang dapat diakses dimana-mana secara real-time seperti contoh penggunaannya adalah IoT (Internet of
Things) atau CLoud Computing.

Berdasarkan penjelasan terhadap sejarah singkat dari perkembangan Industri dapat dikatakan bahwa pada Industri 4.0, memiliki peluang pengembangan perangkat lunak (Software) berbasis cerdas dan terpusat (IoT), sangatlah besar. Hal ini bisa menjadi terobosan baru bagi para software developer untuk bersaing serta berlomba-lomba membuat sistem cerdas yang nantinya dapat diterapkan dalam industri-industri yang telah menerapkan model Industri 4.0 di dalamnya.

Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto merupakan salah satu instansi yang akan mengarahkan Anda menjadi seorang software developer yang memiliki ritme cerdas dalam pembuatan sebuah aplikasi.

Segera daftar di Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto. Untuk pendaftaran silahkan kunjungi http://pmb.st3telkom.ac.id, khusus siswa/siswi lulusan SMK RPL akan mendapat potongan 50% dana pembangunan. Segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.

Kuliah bergengsi prospek kerja pasti.
Come & Join Us!
Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.
Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #st3telkom #revolution #cerdas #sistemcerdas #artificialintelligence #revolutionofartificialintelligence #industry4.0 #ST3TelkomPurwokerto #YourICTCampus


Photo
Add a comment...

Post has attachment
Taukah kamu?

Pengelolaan proyek yang tepat sangat penting untuk menyelesaikan proyek perangkat lunak dan orang yang bertanggung jawab untuk itu disebut manajer proyek. Untuk melakukan pekerjaannya secara efektif, manajer proyek harus memiliki beberapa keterampilan tertentu. Artikel ini membahas tanggung jawab pekerjaan manajer proyek dan keterampilan yang dibutuhkan olehnya.

1. Melibatkan dengan manajer senior dalam proses penunjukkan anggota tim.
2. Membangun tim proyek dan menugaskan tugas ke berbagai anggota tim.
3. Bertanggung jawab atas perencanaan dan penjadwalan proyek yang efektif, kegiatan pemantauan dan pengendalian proyek untuk mencapai tujuan proyek.
4. Bertindak sebagai komunikator antara manajemen senior dan orang-orang lain yang terlibat dalam proyek seperti tim pengembang dan pemangku kepentingan internal dan eksternal.
5. Secara efektif menyelesaikan masalah (jika ada) yang timbul antara anggota tim dengan mengubah peran dan tanggung jawab mereka.
6. Memodifikasi rencana proyek (jika diperlukan) untuk menangani situasi.

Meskipun keterampilan aktual untuk manajemen proyek yang efektif berkembang dengan pengalaman, setiap manajer proyek harus menunjukkan beberapa keterampilan dasar yang tercantum di bawah ini.

1. Harus memiliki beragam pengetahuan tentang teknik manajemen proyek seperti manajemen risiko, manajemen konfigurasi, teknik estimasi biaya, dll.
2. Harus memiliki kemampuan untuk membuat penilaian, karena manajemen proyek sering kali membutuhkan pengambilan keputusan.
3. Harus memiliki kekuatan menggenggam yang baik untuk mempelajari teknologi terkini agar sesuai dengan kebutuhan proyek.
4. Harus cukup terbuka untuk menerima gagasan baru dari anggota proyek. Selain itu, ia harus cukup kreatif untuk mengemukakan gagasan baru.
5. Harus memiliki kualitas interpersonal, komunikasi, dan kepemimpinan yang baik agar bisa bekerja dari anggota tim.

Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto merupakan salah satu instansi yang akan mengarahkan Anda menjadi Manajer Proyek Perangkat Lunak (Software Project Manager). Kurikulum Prodi S1 Rekayasa Perangkat Lunak menuntun mahasiswa menjadi ahli yang handal di bidang software engineering.

Segera daftar di Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto. Untuk pendaftaran silahkan kunjungi http://pmb.st3telkom.ac.id, khusus siswa/siswi lulusan SMK RPL akan mendapat potongan 50% dana pembangunan. Segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.

Kuliah bergengsi prospek kerja pasti.
Come & Join Us!
Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.
Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #st3telkom #ST3TelkomPurwokerto #YourICTCampus
Add a comment...

Post has attachment
Tahukah kamu ?

Zaman saat ini kebanyakan orang mendengar kata "aplikasi" akan merujuk ke program yang ditanamkan pada komputer, laptop, tablet, PC, dan smartphone. Sehingga secara sederhana, dapat dikatakan "aplikasi" merupakan sesuatu yang menjadi kebutuhan manusia saat ini. Contoh sederhana adalah aplikasi chatting Whatsapp. Menurut pengakuan dari pendiri Whatsapp, Jan Koum mengumumkan bahwa jumlah pengguna aktif setiap bulan pada tahun 2016 telah menyentuh angka 1 miliar pengguna. Itu artinya, satu dari tujuh orang di dunia menggunakan layanan whatsapp.

Dari sini, mulai muncul ide-ide dari banyak kalangan, mulai perusahaan software kecil hingga besar, berlomba-lomba untuk membuat aplikasi yang semenarik mungkin dikarenakan lahan usaha yang sangat menjanjikan di bidang aplikasi software. Salah satu contoh bidang pembuatan aplikasi software yang diminati hampir separuh dari pengguna smartphone adalah aplikasi permainan (game).

Aplikasi permainan (game) merupakan aplikasi yang sangat digemari. Tidak hanya golongan anak kecil dan remaja saja, bahkan kalangan dewasa pun ada yang menggunakan game ini sebagai sarana untuk menyegarkan pikiran / otak (refreshing) ditengah kesibukan pekerjaan yang sangat padat dan menjenuhkan. Para perusahaan pembuat game tidak hanya secara acak / asal-asalan dalam pembuatan game. Sebelum membuat, perusahaan menetukan beberapa faktor yang harus diperhatikan melihat dari konsumen yang nantinya akan menjadi sasaran penjualan. Faktor tersebut adalah:

1. Pahami jenis-jenis perilaku konsumen (pemain).
pemain "game free-to-play" memiliki perilaku yang berbeda dengan pemain game "premium". Oleh karena itu sebelum membuat game, suatu game developer harus menentukan jenis game yang akan dibuat. Akankah itu berbasis "free (gratis)" atau "premium (berbayar)". Setelah berhasil menetukan jenis game yang akan dibuat, kemudian mempertimbangkan tentang bagaimana minat konsumen pada game tersebut. Tentu saja dengan adanya "free" dan "premium" akan memiliki perbedaan yang sangat besar (jika dilihat mayoritas orang Indonesia lebih memilih "free" daripada "premium"). Tetapi jangan salah, belum tentu permainan yang free tersebut tidak membayar. Para perusahaan pembuat game free, biasanya memakai metode menjual konten utama. Seperti contoh game COC (Clash of Clan), dimana game tersebut gratis, akan tetapi untuk mendapatkan beberapa barang (item) tertentu pemain harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkannya. Meskipun tanpa membayar, barang (item) tersebut dapat diperoleh tetapi memerlukan waktu yang sangat lama. COC merupakan salah satu contoh game "free" sukses yang menerapkan konsep "penjualan konten utama" di dalam game-nya.

2. Pahami cara mempertahankan minat dari game yang telah dibuat.
Setelah berhasil memunculkan minat pemain terhadap game yang dibuat, bukan berarti pekerjaan developer telah selesai. Justru langkah selanjutnya akan lebih berat lagi yaitu mempertahankan minat pemain yang sudah ada. Salah satu contoh sudah dijelaskan pada poin pertama yaitu dengan cara "menjual konten utama". Contoh lainnya adalah menumbuhkan rasa / keinginan untuk pamer atau biasa disebut dengan "bragging rights". Seperti contoh untuk game COC, salah satu contoh sederhananya mempamerkan lvl markas atau seberapa kuat markas dapat bertahan dari serangan musuh. Hal ini dapat memicu pemain tersebut untuk mempamerkan hasil permainannya, biasanya melalui media facebook, google+, instagram dan lain sebagainya. Dari sini muncul sebuah kompetisi antar pemain yang itu sekiranya sudah cukup menjadi alasan salah satu game tersebut dapat dipertahankan di kalangan masyarakat.

Bagi anda yang tertarik ingin belajar tentang Pengembangan Aplikasi Permainan lebih dalam, maka bergabunglah ke Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak (S1 Software Engineering) ST3 Telkom Purwokerto. Pembelajaran lebih dalam mengenai penerapan pengembangan aplikasi permainan, strategi dan peluang terhadap game yang dibuat secara kompetitif dan edukatif, serta lain sebagainya yang berkaitan tentang pengembangan aplikasi permainan, bisa Anda dapatkan di S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto.

Jadi tunggu apalagi, segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.
Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.
Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #st3telkom #permainan #aplikasipermainan #pengembanganaplikasipermainan #ST3TelkomPurwokerto #YourICTCampus
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Aplikasi Komponen Perangkat Lunak

Rekayasa perangkat lunak berhubungan dengan tiga jenis entitas dasar seperti proses, proyek, dan produk. Proses perangkat lunak (software process) adalah metode pengembangan perangkat lunak. Proyek perangkat lunak (software project) adalah proyek pengembangan dimana proses perangkat lunak digunakan. Dan produk perangkat lunak (software product) adalah hasil dari proyek perangkat lunak.

Setiap proyek pengembangan perangkat lunak dimulai dengan beberapa kebutuhan dan (harapannya) proyek dimulai dengan beberapa perangkat lunak yang memenuhi kebutuhan tersebut.

Proses perangkat lunak menentukan rangkaian aktivitas abstrak yang harus dilakukan agar sesuai kebutuhan pengguna sampai menjadi produk akhir. Tindakan aktual dalam menjalankan aktivitas untuk beberapa kebutuhan pengguna tertentu adalah proyek perangkat lunak. Dan semua output yang dihasilkan saat aktivitas sedang dieksekusi adalah produk (salah satunya adalah perangkat lunak terakhir).

Ketiga entitas ini membutuhkan proses yang berbeda. Proses utama yang berhubungan dengan produk adalah proses pengembangan yang bertanggung jawab untuk memproduksi produk yang diinginkan dan produk lainnya (misalnya manual pengguna, dan spesifikasi kebutuhan). Tujuan dasar dari proses ini adalah mengembangkan produk yang akan memuaskan pelanggan.

Sebuah proyek perangkat lunak jelas merupakan entitas dinamis di mana kegiatan dilakukan dan proses manajemen proyek diperlukan untuk mengendalikan aktivitas dinamis ini secara tepat. Proses pengembangan menentukan kegiatan pengembangan dan penjaminan mutu yang perlu dilakukan, sedangkan proses manajemen menentukan bagaimana merencanakan dan mengendalikan kegiatan ini sehingga tercapai tujuan proyek. Untuk menangani perubahan yang tak terelakkan dan permintaan ulang proses lain yang disebut kontrol konfigurasi perangkat lunak (software configuration control), proses yang umumnya digunakan.

Tujuan dari proses komponen ini adalah terutama menangani perubahan pengelolaan, sehingga sasaran biaya dan kualitas terpenuhi dan integritas produk tidak dilanggar meskipun ada permintaan perubahan ini. Ketiga proses penyusun ini berfokus pada proyek dan produk. Sebenarnya, semuanya dapat dianggap sebagai proses rekayasa produk, karena tujuan utamanya adalah menghasilkan produk yang diinginkan. Proses manajemen berhubungan dengan proses software. Tujuan dasarnya adalah memperbaiki proses software. Dengan perbaikan berarti kemampuan proses menghasilkan produk berkualitas dengan biaya rendah semakin meningkat. Manajemen proses berkaitan dengan keseluruhan proses pemahaman proses saat ini, menganalisis propertinya, menentukan bagaimana memperbaiki dan kemudian mengimplementasikannya.

Penjelasan mengenai software process, software product, dan software project ini dapat kalian pelajari lebih dalam pada mata kuliah penjaminan kualitas dan manajemen konfigurasi perangkat lunak di Program Studi S1 Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto. Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan diri menjadi bagian dari ribuan mahasiswa di bawah naungan yayasan pendidikan telkom. Pendaftaran mahasiswa baru dibuka sampai 8 September 2017. Khusus kalian lulusan SMK jurusan RPL mendapatkan FREE 50% Dana Pembangunan.

Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.

Website: www.st3telkom.ac.id

Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id

Fan Page: ST3 TELKOM

Instagram: pmbst3telkom

Line: st3telkom

WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #st3telkom #softwarequality #softwareconfigurationmanagement #ST3TelkomPurwokerto #YourICTCampus
Add a comment...

Post has attachment
Tahukah kamu ?

Suara manusia merupakan media berkomunikasi yang efektif serta paling sering digunakan selain bahasa isyarat dan tulisan. Suara manusia pada dasarnya memiliki ciri khas tersendiri, sehingga dapat dikatakan suara manusia satu dengan yang lain berbeda. Ada semacam karakteristik yang membentuk kekhasan suara manusia yaitu Pitch, Formant dan Fomant Bandwith. Pengembangan aplikasi pada saat ini tidak hanya terbatas pada pengembangan tingkat aplikasi yang monoton, dimana konsumen atau pengguna menggunakan aplikasi dengan mengandalkan tombol atau sentuhan pada layar perangkat pintar (telepon genggam, tablet serta PC). Saat ini pengembangan aplikasi yang memiliki tingkat lebih interaktif, seperti contoh menggunakan suara (voice) atau gerakan (motion) sudah semakin banyak.

Pengembangan aplikasi untuk tingkat pengenalan suara tidak semata-mata hanya mengerti dasar dari pemrograman, tetapi pengembang aplikasi (developer) harus mengerti bagaimana metode serta algoritma dari pengenalan suara (voice recognition) tersebut. Seperti contoh metode pencocokan suara autocorelation dan euclidean distance. Walaupun ke dua metode tersebut diterapkan akan mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda, tetapi ke dua metode tersebut memiliki ciri khas dan algoritma tersendiri yang perlu dikaji lebih dalam.

Sebagai penjelasan singkat, Autocorrelation merupakan cross-correlation dari suatu sinyal kepada sinyal itu sendiri. Pada pemrosesan sinyal cross-correlation merupakan metode pengukuran dari 2 gelombang sinyal sebagai fungsi jarak waktu antara 2 sinyal tersebut. Autocorrelation dapat digunakan untuk mendeteksi pitch (fundamental frekuensi) pada suatu sinyal periodic. Sebuah cara untuk medeteksi pitch pada sinyal suara diperlukan suatu nilai autokorelasi. Nilai autikorelasi suatu sinyal suara akan menunjukkan bagaimana bentuk gelombang itu membentuk korelasi dengan diri sendiri sebagai fungsi perubahan waktu. Bentuk yang mirip (memiliki korelasi) pada setiap lag waktu tertentu menunjukkan perulangan bentuk (periodik) pola sinyal suara. Berdasarkan pola tersebut nantinya akan didapatkan nilai estimasi dari pitch (fundamental frekuensi).

Euclidean distance merupakan metode perhitungan 2 buah titik dalam Euclidean space. Euclidean space berkaitan dengan Teorema Phytagoras dan biasanya diterapkan pada suatu template array yang berbasis 1, 2 atau 3 dimensi. Pada penelitian Damayanti Eva, beliau berhasil menerapkan Euclidean distance sebagai metode pencocokkan suara. Seorang Mahasiswa Indonesia bernama Aris, telah melakukan penelitian terhadap penggunaan metode pencocokan autocorelation dan euclidean distance pada pengenalan suara. Dihasilkan pada kedua metode tersebut untuk kasus yang sama, mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda. Pada metode autocorrelation, tingkat keakurasian mencapai 35% sedangkan untuk metode euclidean distance mencapai 30%.

Bagi anda yang tertarik ingin belajar tentang Pengenalan Suara (Voice Recognition) lebih dalam, maka bergabunglah ke Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak (S1 Software Engineering) ST3 Telkom Purwokerto. Pembelajaran lebih dalam mengenai penerapan Pengenalan Suara (Voice Recognition) dalam pengembangan perangkat lunak bisa Anda dapatkan di S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto.

Jadi tunggu apalagi, segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.

Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.
Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #st3telkom #voicerecognition #pengenalansuara #ST3TelkomPurwokerto #YourICTCampus
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Taukah kamu ?

Istilah error digunakan dalam dua jenis yang berbeda. Ini mengacu pada perbedaan antara nilai yang dihitung, diamati, atau terukur dan nilai benar, ditentukan, atau secara teoritis benar. Hal tersebut adalah kesalahan yang mengacu pada perbedaan antara output aktual perangkat lunak dan keluaran yang benar. Fault adalah suatu kondisi yang menyebabkan suatu sistem gagal dalam melakukan fungsi yang disyaratkan. Fault adalah alasan dasar untuk kerusakan perangkat lunak (software malfunction) dan identik dengan istilah bug yang umum digunakan. Failure adalah ketidakmampuan suatu sistem atau komponen untuk melakukan fungsi yang dibutuhkan sesuai dengan spesifikasinya. Kegagalan perangkat lunak (software failure) terjadi jika perilaku perangkat lunak berbeda dari perilaku yang ditentukan/dispesifikasikan.

AYO LANJUTKAN minat, potensi, cita-cita dan passion mu di bidang rekayasa perangkat lunak (software engineering) dengan bergabung bersama kami di S1 Rekayasa Perangkat Lunak (S1 RPL) ST3 Telkom Purwokerto. S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom berkomitmen untuk mencetak software engineer yang akan memenuhi kebutuhan dunia industri.

Pendaftaran mahasiswa baru dibuka sampai 8 September 2017. Khusus kalian lulusan SMK jurusan RPL mendapatkan FREE 50% Dana Pembangunan.

Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.

Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

#perangkatlunak #rekayasaperangkatlunak #rpl #s1rekayasaperangkatlunak #s1rpl #s1softwareengineering #softwareengineer #software #softwareengineering #tahukahkamu #st3telkom #ST3TelkomPurwokerto #YourICTCampus
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded