Profile

Cover photo
Elisa Permata Utami
Worked at CippyShop.com
Attended Universitas Islam Indonesia
Lives in Kudus
1,175 followers|669,967 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Elisa Permata Utami

Shared publicly  - 
 
haii haii lama gak on nih :D
1
Moehammad Majid's profile photoAde Priyatna's profile photo
2 comments
 
SIAPA YA?
 ·  Translate
Add a comment...

Elisa Permata Utami

Comedy Videos!  - 
 
simak yuk
 ·  Translate
1
Add a comment...

Elisa Permata Utami

Join ~ ►Smile ☺  - 
 
nihh kocakk banget :D
 ·  Translate
4
Add a comment...

Elisa Permata Utami

Shared publicly  - 
 
kocakk :D
 ·  Translate
1
Add a comment...

Communities

26 communities
 
Tips Ampuh untuk Menghilangkan Bau Cat Baru

Rumah yang baru dicat seringkali berbau menusuk hidung sehingga menyebabkan rasa pusing dan mual. Banyak orang yang tidak tahan dengan bau rumah yang baru dicat ini. Untuk mengurangi bau cat rumah baru ini, bisa dicoba beberapa langkah mudah berikut:

1. Anda bisa mencoba untuk meletakkan beberapa mangkuk berisi larutan air dan garam di beberapa tempat dalam ruangan yang baru dicat.

2. Bila air dan garam masih belum mampu mengurangi bau cat tersebut, kita beralih ke cuka. Sifat cuka yang asam diharapkan dapat menetralisir bau cat yang tajam. Caranya dengan menuangkan cuka secukupnya pada sebuah mangkok dan letakkan cuka tersebut di tengah ruangan yang baru saja dicat.

3. Beberapa orang juga tidak menyukai aroma cuka, dan lebih memilih untuk menggunakan kopi. Campurkan bubuk kopi dan bubuk vanili ke dalam satu mangkuk. Aduk rata, kemudian letakkan mangkuk tersebut di sudut-sudut ruang yang baru dicat. Bila ruang yang dicat cukup besar, letakkan beberapa mangkuk tersebar di tiap-tiap sudut ruangan. Bila memungkinkan, Anda juga bisa memasukkan 2 sendok teh vanili bubuk ke dalam tiap 1 liter cat yang akan digunakan agar nantinya bau cat tersebut bisa tersamarkan oleh bau vanili bubuk.

4. Bila anda tidak berkeberatan dengan aroma bawang bombay, Anda bisa mencoba mengiris-iris bawang bombay lalu masukkan ke dalam air dan letakkan wadah berisi air rendaman bawang bombay ini ke ruangan yang baru dicat.

5. Untuk aroma yang lebih segar, anda bisa meletakkan sejumlah potongan buah nenas di setiap ruangan. Nenas dapat mempercepat menghilangkan bau cat, sekaligus juga dapat menyebarkan aroma segar. Aroma segar juga bisa diperoleh dengan cara meletakkan kulit jeruk, kulit lemon ataujeruk bali di dalam ruangan. Aroma jeruk yang segar dapat menghilangkan aroma cat dengan efektif.

Artikel Lainnya :

http://bangunharga.blogspot.com/2016/10/harga-batako-hebel-terbaru-bulan-ini.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/10/harga-seng-gelombang-rangka-atap.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/10/harga-seng-galvalum-atap-terbaru-bulan.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/10/harga-atap-baja-ringan-terbaru-bulan.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/10/harga-atap-spandek-terbaru-bulan-ini.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/10/harga-atap-galvalum-terbaru-bulan-ini.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/10/harga-genteng-keramik-terbaru-bulan-ini.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/10/harga-genteng-jatiwangi-terbaru-bulan.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/09/harga-genteng-metal-terbaru-bulan-ini.html
http://bangunharga.blogspot.com/2016/09/harga-genteng-sokka-terbaru-bulan-ini.html
 ·  Translate
3
Add a comment...
 
humorr banget
 ·  Translate
1
Add a comment...

Elisa Permata Utami

Prσмσcιση dє Cαηαℓ ←  - 
 
kocakk
 ·  Translate
1
Add a comment...

Elisa Permata Utami

Promote Your Video  - 
kocakk :D - Elisa Permata Utami - Google+
3
Add a comment...
 
Kisah Muallaf seorang anak Amerika

Kisah spiritual anak amerika yang memeluk islam hanya karena dia baca mengenai buku Islam, setelah sebelumnya orang tuanya memberinya semua buku semua agama yang ada di dunia, Orang tua mutusin agar anaknya sendiri yang memilih agamanya.

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.

Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.

Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”

Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.

“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”

“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan

Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”

”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”

Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”

”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.
 ·  Translate
2
1
Add a comment...
Communities
26 communities
Story
Tagline
All about me is nothing found in this quotes
Bragging rights
reseller tas branded itu keren
Education
  • Universitas Islam Indonesia
Basic Information
Gender
Female
Collections Elisa Permata is following
Work
Occupation
Seller Tas Branded
Skills
Management Tas Branded, Jualan Tas Branded
Employment
  • CippyShop.com
    Admin
    Saya Cuma sekedar jadi admin yang juga sekaligus management penjualan tas branded
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Kudus