Profile cover photo
Profile photo
PT. Caputra Mitra Sejati
288 followers -
ABOUT PT. CAPUTRA MITRA SEJATI
ABOUT PT. CAPUTRA MITRA SEJATI

288 followers
About
Posts

Dicari Segera untuk posisi :
IT Support
- Menguasai Networking
- Menguasai Maintenance Hardware
- Menguasai Web design
Syarat :
Pendidikan S1, Sehat fisik, Pria.

Kirimkan lamaran via email : office@caputra.com

Regards,
PT. Caputra Mitra Sejati
Jl. KH. Hasyim Ashari No.2
Jakarta Pusat - 10130

Dicari Segera untuk posisi :
IT Support
- Menguasai Networking
- Menguasai Maintenance Hardware
- Menguasai Web design
Syarat :
Pendidikan S1, Sehat fisik, Pria.

Kirimkan lamaran via email : office@caputra.com

Regards,
PT. Caputra Mitra Sejati
Jl. KH. Hasyim Ashari No.2
Jakarta Pusat - 10130

Post has attachment
Photo

Post has attachment
Pan Maritime Operasikan Crew Boat Baru

Perusahaan pelayaran nasional PT. Pan Maritime Wira Pawitra (PMWP) menambah kekuatan armada berupa dua unit kapal baru jenis crew boat masing-masing berkapasitas 200 tempat duduk (seats).
Peluncuran sekaligus peresmian pengoperasian crew boat tersebut dilakukan di galanganpembuatnya, PT Caputra Mitra Sejati (Shipyard & Shipbuilding) di kawasan Pulomerak, Carita, Banten oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Kapal berbahan dasar plat aluminium yang dibangun senilai lebih dari Rp.100 miliar per unit ini menjadi kebanggaan PMWP karena kedua unit kapal ini merupakan kapal terbesar dalam jajaran armada crew boat milik PMWP. Selain itu, pembuatan kedua kapal seluruhnya melibatkan tenaga-tenaga ahli Indonesia.

Nova Mugijanto, Managing Direktor PMWP mengungkapkan, kedua unit kapal crew boat yang diberi nama Pan Marine 18 dan Pan Marine 19 ini dioperasikan guna mendukung operasional perusahaan minyak dan gas multilateral China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) yang beroperasi di Indonesia.

Post has attachment
Berjayalah di Lautan, Indonesia

Indonesia memiliki wilayah laut lebih dari 5 juta kilometer persegi. Tak pelak sebutan negara maritim pun disematkan ke negeri ini. Julukan yang harus mampu dijabarkan dalam perumusan dan pelaksanaan pembangunan di segenap sektor, tak terkecuali industri maritim.
Kerap disinggung bahwa pelaksanaan asas cabotage, yang merujuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional, cukup efektif mampu meningkatkan jumlah kapal berbendera Indonesia dari tahun ke tahun.
Kementerian Perindustrian mencatat, sejak terbitnya Inpres No 5/2005, jumlah armada kapal nasional berbendera Indonesia meningkat cukup berarti. Periode 2005-2013, jumlah kapal naik dari sekitar 6.000 unit menjadi 11.500 unit.

Kondisi tersebut ditengarai akan meningkatkan pula kebutuhan komponen dan jasa industri maritim pendukung lainnya. Selain banyak pembangunan armada kapal baru, industri galangan kapal nasional dituntut harus bisa juga merawat dan memperbaiki kapal.

Menteri Perindustrian MS Hidayat, dalam sambutannya pada peresmian kapal penunjang kegiatan lepas pantai jenis aluminium di galangan kapal PT Caputra Mitra Sejati, Merak, Banten, pekan lalu, menegaskan, kemampuan industri maritim nasional harus ditingkatkan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri maritim nasional. Tak terbantahkan, suatu jenis industri akan mampu tumbuh berkelanjutan di suatu tempat jika ada pasar bagi produk industri tersebut.

Terkait hal ini, menurut Hidayat, perlu ada dorongan bagi pelaku industri pelayaran, pelaku niaga, dan instansi pemerintah pengguna kapal. Mereka harus didorong untuk mempercayai galangan kapal nasional dalam membangun dan mereparasi kapal.

Sebagai perbandingan, industri otomotif jenis kendaraan penumpang dan niaga tumbuh kuat ketika ada pasar besar untuk jenis kendaraan itu. Dengan demikian, perakitan, layanan purnajual, dan pembuatan kendaraan dengan persyaratan kandungan lokal semakin meninggi juga digenjot di dalam negeri.

Pemerintah berpendapat, keberpihakan dan kecintaan pemangku kepentingan untuk menggunakan produk dalam negeri akan mampu mewujudkan cita-cita membangun industri maritim. Dalam hal ini industri maritim yang kuat dan berdaya saing tinggi akan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini sesuatu yang jelas dapat dinalar.

Alangkah membanggakannya saat ribuan armada kapal yang berbendera Indonesia itu sepenuhnya buatan galangan kapal dalam negeri dengan kandungan lokal setinggi mungkin. Bukan kapal berbendera Indonesia, tetapi sejatinya kapal impor.
Patut dicamkan bahwa para leluhur kita pada zamannya sudah membuktikan kepiawaian dalam membuat kapal. Saatnya bagi kita di zaman ini untuk mampu membuktikan bahwa semangat kebaharian nenek moyang itu masih lestari hingga kini dan era nanti.
C Anto Saptowalyono – Kompas.com

Post has attachment
INILAHBANTEN, SERANG – Perusahaan galangan kapal milik anak bangsa Indonesia ternyata sudah mendapat nama di kalangan owner mancanegara. Beberapa kapal sewa milik asing, ‘docking’ (berlabuh -red) untuk reparasi di perusahaan galangan negeri kita.

PT. Caputra Mitra Sejati yang berlokasi di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang dalam kurun 6 tahun terakhir telah menerima kepercayaan dari owner kapal pesiar asal Australia.
“Sejak 2008 tahun yang lalu kami menerima docking Kapal Pesiar Indies Trader 1 dan 4. Kapal ini yang pernah digunakan pemeran Charlie Angels, Cameron Diaz ketika digunakan liburan keliling Eropa,” ungkap Listiyo P. Subiakto sebagai Commercial Manajer dari Caputra, Jum’at (7/3/2014).

Menurut Hasriadin, Site Manajer dari Caputra berdasarkan keterangan dari owner kapal pesiar tadi, kapalnya ini sering juga disewa artis Hollywood lainnya. “Pernah juga disewa Jennifer Lopez, Kelly Clarkson dan artis Hollywood lainnya. Kami juga pernah dapat order docking kapal Win World dari Hawaii, perjalanan mereka sampai ke sini 28 hari,” tuturnya.

Tercatat dalam dokumen Caputra, pemilik kapal pesiar Indies Trader 1 dan 4 juga Win World adalah Indies Trader Marine Adventure yang pemiliknya berdomisili di Australia.

Selain itu, ada juga proyek docking yang ditangani Caputra untuk kapal-kapal pesiar kecil dan crew boat yang pemiliknya berasal dari mancanegara.

Nama-nama kapal tersebut di antaranya Swisco Spirit dari Singapura, Motor Vassel Haruku dari Australia, Schwalbe dari Southampton Inggris, Bentram dari Australia, dan Razan dari Australia. (Ibc)
- See more at: http://inilahbanten.com/2014/10/05/galangan-kapal-dari-merak-sudah-terkenal-di-kalangan-owner-mancanegara/#sthash.8auG4WVE.dpuf

Post has attachment
Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat menekan tombol sirine pada pelepasan Crew Boat Pan Marine 18 dan 19 produksi PT. Caputra Mitra Sejati senilai Rp200 Miliyar yang dapat menampung 200 orang yang dipergunakan untuk transportasi pengeboran lepas pantai di Merak-Cilegon, 6 Desember 2013

Post has attachment
Caputra Tingkatkan Kualitas Penanganan Docking

Galangan nasional PT Caputra Mitra Sejati (Shipyard & Shipbuilder) meningkatkan kualitas penanganan kegiatan repair atau docking dengan dukungan fasilitas dan sumber daya manusia professional guna memberikan layanan prima kepada costumer.

Peningkatan layanan itu dilakukan sejalan dengan meningkatnya jumlah armada perkapalan nasional yang membutuhkan space untuk kegiatan repair, baik kapal-kapal penunjang kegiatan operasi penambangan minyak dan gas lepas pantai (offshore support vessel), kapal-kapal pengangkut material tambang seperti tug boat & barge (kapal tunda dan tongkang), maupun jenis kapal lainnya.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah kapal niaga nasional sejak penerapan azas cabotage bertambah secara signifikan dari 6000 unit pada tahun 2005 menjadi 11.500 unit pada tahun 2013, baik kapal berbahan dasar baja maupun berbahan dasar aluminium.

Secara berkala, sesuai dengan peraturan, kapal-kapal yang dioperasikan diwajibkan menjalani docking tahunan dan docking berkala. Untuk penanganan docking, kapal berbahan dasar aluminium membutuhkan penanganan yang berbeda dibandingkan dengan kapal berbahan baja. Untuk penanganan kapal berbahan aluminium, galangan harus memiliki fasilitas khusus, seperti ketersediaan hanggar, dan dukungan SDM yang bersertifikasi untuk pekerjaan aluminium.

Galangan PT Caputra Mitra Sejati (Shipyard & Shipbuilder) yang berbasis di kawasan Salira, Merak, Banten merupakan salah satu galangan yang memiliki fasilitas lengkap untuk kegiatan docking, baik untuk kapal aluminium maupun kapal berbahan baja.
“Kami mempunyai slipway yang dilengkapi dengan transfer car dimana kami
dengan mudah memobilisasi kapal yang docking ditempat kami. Selain mempercepat proses naik turun air, fasilitas ini memungkinkan kami menampung
kapal lebih banyak. Sebagai gambaran kami dapat menampung crew boat maupun tug boat ukuran 30-an meter hingga 14 unit. Selain slipaway dan transfer car, kami juga memiliki area untuk rubber airbag untuk mengakomodir kapal yang lebih besar hingga 365 feet tongkang dan kapal jenis lain seperti SUV, LC, SPOB, Cargo danTanker,” jelas Listiyo P. Subiakto, Commercial manager dan Hasriadin, Site Manager Caputra Shipyard & Shipbuilder yang ditemui di lokasi galangan beberapa waktu lalu. (Lengkapnya baca majalah BANDAR MEDIA edisi nomor 102 / Januari 2014)

Post has attachment
Launching Ceremony Quicksilver IX di PT. Caputra Mitra Sejati, Merak - Cilegon - Banten. Sukses selalu..BISA...BISA..BISA !!!!!!

Post has attachment
Peluncuran sukses Quicksilver IX PT. Caputra Mitra Sejati
Wait while more posts are being loaded