Profile cover photo
Profile photo
Dudy A. Soedjantoko
93 followers
93 followers
About
Posts

Ungkapan "Indonesia itu kaya" sesungguhnya tidak ada artinya. Apa artinya bukit emas di sebelah rumah kalau tidak ada modal, sumber daya untuk mengambilnya dan menjadikannya produk yang bisa digunakan dan bermanfaat bagi orang? Retorika kampanye kedua capres sekarang ini semakin lama semakin mengerikan. Yang satu ingin menutup investasi asing dan menggantikannya dengan mengeluarkan obligasi. Apa dia kira semua orang di sini punya uang nganggur yang bisa dipakai untuk beli utang pemerintah? Atau apa dia kira investor obligasi asing masih mau membeli obligasi kalau investasi langsung sudah tidak dibolehkan? Jalan satu-satunya adalah cetak uang. Kalau sudah begitu siap-siaplah jadi seperti Zimbabwe atau Republik Weimar. Sedangkan yang satu lagi ingin mendorong pertumbuhan ekonomi,...wait for it, dengan cara membatasi investasi asing di sektor tertentu. Orisinil ya? Protectionism does not work, ever. Somehow the idiocy of holding on to that idea just never dies.
Add a comment...

Post has attachment
I wonder how Prabowo would feel if his brother's oilfields in Kazakhstan and Azerbaijan could not be owned by a "foreign national"
Add a comment...

I'm finding the idea of voting for somebody you don't know and have never met, whose ideas you have a sketchy picture of at best, and you find repulsive at worst, whose only effort to persuade you is plastering the entire city with his face, and giving him a license to conjure up ways to make your and everybody else's lives more difficult, tell everybody how they should live their lives, or take your and everybody's hard earned money to spend on things he approves of, unappealing.
Add a comment...

Post has attachment
Child labor ban leads to more child labor? Who'd a thunk it.
Add a comment...

Kemacetan kan sama dengan antrian, dan antrian mana-mana sebabnya cuma satu: Harga terlalu murah.
Add a comment...

Post has attachment
Ini orang beneran pengikut Bernankeisme ngawur. Rasio kredit 100 persenan itu namanya model pembangunan gak sustainable dan bikin bubble di mana-mana. Kalo produktivitas tumbuh, tingkat simpenan tinggi, investasi lancar karena gak dihambat birokrasi dan campur tangan pemerintah, gak perlu mikirin stimulus-stimulusan segala.
Add a comment...

Anak-anak yang (kelihatannya) begitu cinta ibadah sampai mereka gabungin dengan kegiatan yang mereka sukai malah dicaci-maki, dihujat, dikeluarkan dari sekolah dan dirusak masa depannya. Tapi aparat negara yang main hakim sendiri dan memanfaatkan monopoli senjatanya secara sewenang-wenang justru didukung dan disanjung bak pahlawan. Apa maunya masyarakat ini?
Add a comment...

Kalo aparat negara tewas bertugas itu risiko pekerjaan bos. Kalo orang sipil dianiaya aparat negara nah baru itu pelanggaran hak asasi. Memangnya siapa yang memonopoli senjata?
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded