Profile cover photo
Profile photo
Muktadi Amri Assiddiqi
53 followers
53 followers
About
Posts

Post has attachment
"Hujan dan Rindu"
Hujan menimang rindu Rindu meminang waktu Keduanya menyatu Menjadi kamu Itulah yang kutahu
Add a comment...

Post has attachment
"Ritual Kopi"
Kopi tak peduli pada tamu yang menghampiri Entah sekedar dinikmati Dihindari maupun dijiwai Sebab Ia telah merelakan diri Dalam sebuah meditasi Ia tak pernah mencaci maki Menikam sesuka hati Apalagi memuja diri Sebab sunyi dan mencecapi adalah ritual suci Y...
Add a comment...

Post has attachment
"Ah, Ternyata"
Ternyata Rembulan punya sisi gelap Yang berlindung Di balik gemilang cahaya Dan ternyata Awan berwajah muram Menimang kesuburan Dalam rahim hujan Ah, ternyata Sisi mengemban isi Isi mendekap sisi Ah, ternyata Keduanya laksana teka-teki
Add a comment...

Post has attachment
"Romantika Pekat"
Tempelkan bibirmu    Pada bibirku Kemudian Tinggalkan jejakku    Pada hatimu Agar kau tahu Betapa dalamnya diriku Rekatkan hasratmu    Pada pahitku Kemudian Derapkan tekadmu    Pada pekatku Agar kau mengerti Betapa indahnya menjadi murni Romantika pekat Ter...
Add a comment...

Post has attachment
"Museum Tua"
Museum tua Di sudut desa Membeku Menanti dikubur waktu
Add a comment...

Post has attachment
"Mengejar Angka"
Dunia terbagi ke dalam angka Angka-angka menjadi rebutan Merasuki kehidupan sang aktor utama: manusia Angka telah berkuasa Berhasil meracuni aktor utama Dengan berbagai cara Angka mengatur apa saja Bahkan mengukur siapa saja Dari yang terdalam hingga terlua...
Add a comment...

Post has attachment
"Beranda Kita"
Di balik tenangnya kopi Tertulis kisah terperi    Tentang rasa yang dijaga    Tentang janji yang dibina    Tentang makna yang ditata    Tentang citra yang diungkap indera Hingga terbaring di dasar rasa Akhirnya kita menjauhi beranda Dengan warna yang terluk...
Add a comment...

Post has attachment
"Gus Dur dan Seorang Pengembara"
Kala hari sedang terik Seorang pengembara bernyanyi asyik Berarak epik bernada apik Di tengah rimba dia berjumpa gus dur: Hai kisanak! Hendak ke manakah paduka beranjak? Pakaianmu kumal tak seperti artis terkenal Wajahmu asing bagai turis keliling Bawaanmu ...
Add a comment...

Post has attachment
"Ruang Bersama"
Dia, kau, dan aku bercengkrama Pada lingkar meja yang sama Sembari menyusuri kitab berbeda Hening sementara Bagai palung terdalam samudera Selama keheningan Tak satupun berbisik Tak satupun mengusik Sampai kita kembali Dengan sepenuh jiwa Dia membuka suara ...
Add a comment...

Post has attachment
"Catatan Berserat"
Kayu lapuk tampak pucat Serat-seratnya kehilangan daya pikat Sampai tak kuat tuk saling ikat Padahal jaraknya begitu dekat Kini kayu itu telah layu Tak seperti dulu
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded