Profile cover photo
Profile photo
Bustamin B TaTo
113 followers -
aku terlahir dari keluarga yang sederhana di sebuah kampung yang bernama desa batetangnga, mottoku sekrang adalah dimana ada penindasan dan penghisapan disitulah keberadaanku sebagai pelopor perjuangan rakyat tertindas, belajar selagi muda berjuang selagi bisa. aku pernah kuliah di perguruan tinggi swasta di makassar mengambil jurusan teknik elektro dan alhamdulillah aku dapat menyesaikannya pada tahun 2011 dengan masa study 6 stengah tahun dengan indeks prestasi 3.05.. yah lumayan..
aku terlahir dari keluarga yang sederhana di sebuah kampung yang bernama desa batetangnga, mottoku sekrang adalah dimana ada penindasan dan penghisapan disitulah keberadaanku sebagai pelopor perjuangan rakyat tertindas, belajar selagi muda berjuang selagi bisa. aku pernah kuliah di perguruan tinggi swasta di makassar mengambil jurusan teknik elektro dan alhamdulillah aku dapat menyesaikannya pada tahun 2011 dengan masa study 6 stengah tahun dengan indeks prestasi 3.05.. yah lumayan..

113 followers
About
Bustamin B's posts

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Rejim Jokowi Semakin Keji dan Brutal Terhadap Aksi-Aksi Rakyat
 
KPO PRP
 
Kebijakan menaikkan harga BBM oleh Jokowi–JK, menunjukkan bahwa rejim Jokowi–JK memang tak ada bedanya dengan pemerintahan neoliberal sebelumnya. Tapi bukan hanya itu, komitmen Jokowi untuk tetap mempertahankan demokrasi justru terlihat mulai “diberaki” oleh dirinya sendiri.  Hak-hak rakyat untuk bersuara dan melawan sekuat-kuatnya kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan rakyat banyak adalah HAK DEMOKRASI yang harus dijaga dan dilindungi oleh pemerintah beserta aparat keamanannya. Perlawanan terhadap kebijakan Jokowi-JK menaikkan harga BBM, adalah bagian dari hak demokrasi rakyat.
Tetapi yang kita saksikan, walau pemerintahan Jokowi-JK baru memerintah kurang dari dua bulan teramat banyak aksi-aksi rakyat yang terus direpresif oleh aparat hingga telah mengambil nyawa para pejuang rakyat. Arif seorang rakyat sejati yang melawan dengan gagah berani bersama kawan-kawan  mahasiswa Makassar telah gugur akibat kekerasan aparat. Atas gugurnya Arif, respon Presiden Jokowi, sungguh memalukan dengan menyatakan, “itu adalah urusan polisi”. Padahal dirinya dan semua orang tahu bahwa kepolisian berada dibawah kekuasaannya. Sehingga layak kiranya kita beritahu, “Hei, Jokowi, anda tidak bisa lepas tangan, anda lah yang harus bertanggungjawab atas gugurnya Arif.”
Tindakan keras aparat dalam menghentikan aksi-aksi demonstrasi tak berhenti akibat gugurnya Arif. Bahkan polisi saat ini bak layaknya sekelompok geromboran yang haus darah dan terlihat semakin keji dan brutal. Sementara perlawanan atas kenaikan harga BBM walau terus direpresif telihat bukannya surut, melainkan terus berlanjut.
Lagi-lagi aparat merepresi aksi ini. Data sementara  tidak kurang dari 9 orang  kaum muda-mahasiswa yang dengan gagah berani melawan, di tangkap dan sejumlah lainnya terluka berdarah-darah.
Jokowi–JK harus segera bertanggungjawab untuk menghentikan seluruh tindakan brutal dan tindakan haus darah yang dilakukan oleh apara kepolisian, bawahannya. Kekerasan yang dilakukan terhadap para rakyat tidak akan pernah membuat perlawan surut melainkan semakin memperkuat keyakinan, bahwa rejim Jokowi-JK adalah rejim ANTI RAKYAT, sekaligus ANTI DEMOKRASI.
Kita sadar bahwa, perlawanan rakyat terhadap kenaikan BBM, bangkit ditengah pertikaian para elit politik saat ini, yang telah terbagi menjadi kubu KMP (Koalisi Merah Putih) dan KIH (Koalisi Indonesia Hebat).
Kami nyatakan bahwa para elit di negeri ini, seluruh parpol di negeri ini (baik parpol di KMP maupun KIH) justru menjadi sumber kehancuran dan kebobrokan negeri ini. Telah lama mereka menjadi tempat bersarangnya para perampok uang rakyat; mereka tak pernah bersuara di saat jutaan buruh mogok, menuntut kesejahteraan, hak mendapatkan pekerjaan (penghapusan sistem kerja kontrak-outsourcing) dan lainnya. Sehingga perseteruan antara partai-partai di KMP dengan partai-partai di KIH bukanlah urusan rakyat, melainkan persoalan para elit negeri ini, dan persoalan segelintir elit di relawan Jokowi dan segelintir elit di barisan pendukung Prabowo.
 
Kita lihat seluruh kebijakan ekonomi dan politik Jokowi, justru menunjukkan bahwa Jokowi hanya peduli pada modal, pada masuknya investasi asing. Sementara terhadap rakyat: penggusuran, upah murah, sistem kerja outsourcing, represif, penarikan/penghapusan subsidi dan kebijakan neoliberal lainnya terus berlanjut. Sementara disisi lain “tampilan populis” Jokowi tetap dilakukan untuk menutupi semua kebijakan anti rakyat ini, dengan tujuan “rakyat” terus tersihir bahwa ia adalah presiden rakyat.
Kita harus sadar, bahwa negeri ini tidak boleh digantungkan pada figur semacam Jokowi. Kita dapat belajar dari pengalaman bagaimana rakyat terilusi oleh Megawati, yang dianggap sebagai figur yang membawa perubahan karena dia adalah keturunan Soekarno. Rakyat pun tersadar bahwa Megawati pro rakyat hanyalah ilusi, begitu pula pengalaman bagaimana rakyat terilusi dengan SBY. Dan kini ilusi Jokowi sebagai agen perubahan, secara cepat mulai lenyap seiring dengan praktek-praktek kebijakan ekonomi neoliberalnya.
 
Menentukan sikap kita
 
Pertama, dari perjalanan pemerintahan selama ini sejak Soeharto hingga Jokowi-JK saat ini membuktikan bahwa pemerintah dan partai-parti politik yang ada terus mempertahankan kebijakan ekonomi kapitalisme neoliberal.
Kedua, bahwa untuk merubah keadaan, tidak dapat mengandalkan pada figur tertentu seperi Jokowi, atau Prabowo.  Kesimpulan ini harus menjadi prinsip perjuangan itu. Keadaan hanya dapat kita berubah jika kita memang memiliki kekuatan politik sendiri, yang dikenal dengan partai politik
Ketiga, terus melancarkan perjuangan massa terus menerus saat hak-hak kita dirampas, saat kesejahteraan kita tidak meningkat, disaat penindasan terus terjadi. Terus memperbesar persatuan, solidaritas dan perlawanan massa seperti bentuk-bentuk mogok nasional atau mogok massal atau perlawanan massal serentak nasional baik tuntutan ekonomi maupun politik.Bottom of Form
 

SUMBER PROFIT DAN ALAT HEGEMONI
Oleh: Bustamin Tato
Berangkat dari perbincangan dengan salah satu kawan di jejaring sosial mengenai kualitas pendidikan di Indonesia pada era kapitalisme neoliberalisme ini. Kita juga sedikit memperberbincangkan soal durasi kuliah yang tidak begitu efektif, dan banyak mahasiswa menurutku terjebak dalam lingkaran tersebut. Berlama-lama kuliah dianggapnya akan menambah kualitas ilmu pengetahuan didalam kampus, namun itu adalah mitos dan tidak pernah terjadi dalam prakteknya, yang ada malah akan menambah pendapatan dan keuntungan pihak pengelolah kampus, sebagaimana kita ketahui bersama dan mungkin sudah diketahui hamper seluruh mahasiswa yang ada dalam kampus, bahwa pendidikan telah mengarah pada komersialisasi dan kurikulum didalamnya dibawah kekuasaan hegemoni kapitalisme.
Berlamah-lamah dikampus yang katanya mematangkan pengetahuan dan pengalaman, kini tak efektif lagi, mengapa demikian? Itu dikarenakan sisitem pendidikan seperti aku katakan sebelumnya, pendidikan mengarah pada komersialisasi, bukan membuka pengetahuan baru akan tetapi, mengkonstruk pikiran kita tetap dalam lingkaran dan keinginan ideologi kapitalisme. Muncul pertanyaan berikutnya, yah kalo gitu kenapa harus kuliah kalo sisitem pendidikan sekarang ini berbauh kapitalistik? Ini sama halnya ketika orang berkata, yah..karena sisitem kapitalisme itu buruk, jadi kita gak usah memakai/mengkonsumsi produk-produk kapitalisme. Kita juga tidak sampai pada kesimpulan seperti itu, ketika kita membenci kapitalisme, maka kita juga harus membenci produk-produknya, akan tetapi ada batasan-batasan tertentu yang harus kita tolak, seperti akumulasi modal, produksi anarki, eksploitasi, ekspansi Negara dunia ketiga, menghilangkan demokrasi sejati, menimbulkan konflik sosial sampai perang antar Negara, melahirkan sisitem kompetisi yang tidak sehat dan masih banyak lagi yang bisa ditimbulkan dari penerapan sisitem kapitalisme ini. Dari semua hal negative yang ditimpbulkan oleh ideology kapitalisme ini di pertahankan, dan dimapankan dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan sebagai alat ideology telah diambil alih oleh kapitalisme jadi, apapun kebijakan dari kapitalisme ini, akan dipertahankan dan dibenarkan dalam dunia pendidikan sebagai pasar barang-barang komoditi, dan juga sebagai lembaga sumber profit.  
Pendidikan tinggi di Indonesia dibawah kontrol Negara yang telah kehilangan kedaulatannya karena rezim yang berkuasa, menjadi perpanjangan tangan dari kepentingan korporasi internasional. Negara-negara imperialis Menjadikan Indonesia sebagai ladang untuk merauk profit yang banyak, dan masyarakat yang cenderung konsumtif, beserta sumber daya alam yang kaya raya. Dengan mengejar keuntungan yang melimpah ruah, penindasan, perampasan hak, penghisapan, diskriminasi, dan lain sebagainya, telah menjadi pemandangan buruk dan kita tidak bisa berbuat apa-apa atas perbuatan semenah-menah para penguasa negeri ini. Mengapa demikian?
Perbuatan semenah-menah itu terjadi dikarenakan lembaga hegemoni telah sepenuhnya dikuasai oleh kepentingan kapitalisme, baik itu politik, ekonomi, bahkan sampai pada persoalan agama telah dikuasai kepentingan kapitalisme melalui bentuk politik tertinggi yang disebut negara. Negara dalam hal ini menjadikan Pendidikan bukan hanya sebagai penyumbang keuntungan yang melimpah kepada kapitalis, tetapi juga dijadikan sebagai lembaga yang terus-menerus mempengaruhi manusia, mengkonstruk pikiran manusia untuk tunduk dan patuh atas apa yang dilakukan oleh kapitalisme, menganggap penindasan, perampasan hak, penghisapan, sampai pada pelanggaran HAM, perang, sebagai hal yang wajar-wajar saja dilakukan.     
Mengejar profit (keuntungan), layaknya barang komoditi yang diperjual belikan dengan menawarkan kurikulum dan pengetahuan yang kemudian akan berbentuk ijaza, begitulah fakta yang terjadi dalam dunia pendidikan. Bukan hanya itu, lembaga pendidikan terkhusus pada pendidikan tinggi di Indonesia, telah bertransformasi menjadi indutri jaza sejak masuknya intervensi asing melalui WTO (world trade organization) organisasi perdagangan dunia 1995 dengan mengelompokkan pendidikan sebagai industri jaza  (khusunya sektor tersier).
Sektor ekonomi tersier mencakup industri-industri untuk mengubah wujud benda fisik (physical services), keadaan manusia (human services) dan benda simbolik (information and communication services). Karena pendidikan dianggap sebagai lembaga yang bergerak untuk mentranformasikan manusia yang tidak berpengetahuan menjadi berpengetahuan, menjadikan manusia yang kurang terampil menjadi terampil, maka pendidikan dikategorikan sebagai sektor ekonomi tersier pada industry jaza.
Ada juga hal yang menarik untuk dibahas dalam sistem pendidikan Indonesia bahkan Negara-negara lain mempraktekkan hal yang sama dalan menjalan pendidikan. Mengubah manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang kurang terampil menjadi terampil. Dalam pendidikan untuk mencapai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, haruslah melalui jenjang pendidikan yang telah disediakan. Jadi dalam logika sederhananya adalah kita, sejak pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi sudah menyumbang kepada kapitalis keuntungan yang besar dalam pendidikan. System pendidikan yang berjenjang ini sangatlah menguras dan tidak efektif dilakukan, tetapi mengapa itu dijalankan?
Pendidikan berjenjang ini adalah salah satu strategi kapitalisme untuk mengklasifikasikan bukan hanya pada strata sosial, tetapi juga penentuan upah bagi pekerja ditentukan dari jenjang pendidikan. Bukan seberapa banyak yang diproduksi oleh buruh, dan seberapa kebutuhannya dalam mempertahankan hidup tapi berdasarkan jenjang pendidikan menjadi salah satu syarat dalam penentuan upah. Buruh yang berpendidikan hanya sampai pada pendidikan dasar (SD) akan mendapatkan gaji dibawah gaji buruh yang berpendidikan dan berijaza (SMP), dan begitu seterusnya. Semakin tinggi sekolah maka akan semakin tinggi uapah yang akan deterimah, begitulah logika yang tertanam dalam masayarakat awam hari ini.
Logika jenjang pendidikan ini, didunia kapitalisme, atau para borjuasi yang ada, tidak mempraktekkan hal seperti itu, mereka telah sadar bahwa pendidikan yang berjenjang ini tidak begitu penting, contohnya saja mentri kelautan dan perikanan ibu puji astuti yang hanya berpendidikan atau berjaza terkhir SMP mampu menjadi mentri dengan gaji yang berpuluh-berpuluh juta, pengusaha apple juga bukan dari pendidikan yg berjenjang ini dan bahkan dikelurkan dari kampus mampu menghasilkan prodak yang laku dipsaran dan  menjadi pengusaha.
Pendidikan kini telah diatur oleh orang-orang yang menginginkan pendidikan sebagai sarana merauk keuntungan, membentuk stratas sosial, sampai pada penentuan upah bagi pekerja melalui jenjang pendidikan yang telah dilaluinya. Perdagangan ijaza sebagai sertifikat yang legal untuk mendapatkan pekerjaan bagi manusia telah diperdagangkan, baik dalam pendidikan maupun diluar pendidikan. Persoalan ini telah menjadi virus, dan seolah-olah itu sudah menjadi hal yang wajar-wajar saja dilakukan. Hal yang wajar-wajar saja ini telah dibangun oleh ideology kapitalisme dan di mapankan oleh beberapa alat ideology seperti lembaga pendidikan, agama, dan sebagainya untuk membentuk, mengkonstruk pikiran manusia bahwa logika, atau ideology kapitalisme sudah tepat dan benar adanya.

Post has attachment

Membuat Traffic Light 3 Simpang Menggunakan Aplikasi PLC Zelio
Perkembangan teknologi dari tahun ketahun selalu mengalami pengembangan, contohnya saja teknologi otomasi, atau system pengontrolan baik itu di industry maupun di rumah kita sendiri, mengontrol alat elektronik secara otomatis sudah bisa kita rangkai dengan mengunakan teknologi mikrokontroller, seiring perkembangannya. Ditemukanlah suatu teknologi yang paling sederhana dan mudah digunakan baik itu yang ahli maupun yang belum. Tekonologi otomasi ini sering disebut Programmable Logic Controller (PLC). Nah, sekarang kita akan mengaplikasikannya dengan mengontrol lampu lalu lintas (traffic light). Disini kita akan merancang traffic light 3 simpang seperti gambar dibawah ini. 

Nah, gak perlu berlama-lama, kita langsung membuat rangkaiannya dengan menggunakan aplikasi PLC. Disini kita akan memakai PLC zelio. Langkah pertama buka aplikasi zelio yang telah terinstal pada laptop/PC anda seperti gambar dibawah. Klik “create new program” untuk memulainya


Setelah mengklik “create new program” maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah. Setelah itu pilih kategori modul yang kita ingin gunakan dalam pembuatan program, misalnya, disini saya menggunakan zelio dengan 26 I/O  

Setelah mengklik salah satu pembuat program PLC-nya maka akan muncul gambar dibawah

Setelah itu pilih tipe zelionya yang ada dibawah pada gambar diatas, disini saya menggunakan zelio dengan tipe SR3B261BD. Silahkan dipilih dan klik. Setelah itu klik next sampai pada tampilan dibawah ini

Disini saya ada dua pilhan dalam pembuatan program nantinya, ada yang menggunakan ledder diangram, ada juga FBD. Disini saya menggunakan ledder diagram untuk lebih memudahkan kita dalam membuat program traffic light-nya. Silahkan “klik” untuk melanjutkan pada layar pepmbuatannya seperti gambar layar dibawah

Buatlah rangkaian seperti dibawah ini:

Dimana I1 sebagai switch on, I2 sebagai off programnya dan M sebagai pengunci, sedangkan T1-T6 adalah timer yang akan menjalankan waktu lampu menyala. Dan setelah rangkaian diatas telah dibuat maka rangkain berikutnya untuk mendesain atau memprogram kapan lampu menyala pada lampu hijau, kuning dan merah. 

Setelah itu, dalam traffic light yang biasa kita lihat di jalan-jalan biasa pada pukul 23;00 lampu hijau dan merah padam, yang menyala hanya lampu kuning yang berkedip-kedip. Maka dari itu kita tambahkan rangkaiannya seperti gambar rangkaian dibawah ini

Setalah membuat rankaian diatas maka silahkan simulasikan dengan menklik sibol S yang terletas dipojok kiri atas, kemudian run untuk melihat hasilnya. 
Jadi, traffic light sudah bisa dijalankan dan dipasang di jalan-jalan yang memerlukan traffic light difungsikan. Selamat mencoba. 

Negara Kapitalisme Merampas Tanah

Oleh : Bustamin Tato

Perampasan hak atas tanah rakyat (pribumi) telah dipraktekkan sejak zaman kolonialisme Eropa (Portugis, Inggris, dan Belanda) kemudian di susul oleh koonialisme Jepang, sekarang kolonialisme berubah wujud menjadi globalisasi. Istilah globalisasi yang mengubah gaya penjajahan itu sehingga nampak bahwa, bukan hanya penjajahan dari luar akan tetapi juga dari dalam (dijajah oleh bangsa sendiri). Sejak zaman penjajahan, perampasan tanah rakyat sampai sekarang masih saja terjadi perampasan baik secara paksa maupun dengan sogokan. dengan gaya yang baru, dengan memakai otoritas Negara sebagai bentuk legitimasi atas hak-hak dasar rakyat yaitu tanah telah menjadi alat secara legal untuk merampas tanah rakyat. Undang-undang dasar sebagai landasan hukum Negara telah membeku kaku tidak memiliki kekuaan apa-apa, dan hanya sebagai pajangan konstitusi Negara berdaulat. dengan sekian banyaknya intervensi Negara asing atas politik, ekonomi dan sosial budaya maka, kerang kapitalisme-neoliberali telah terbuka di negara ini dengan mempertahankan Negara sebagai pelindung dari adaya aksi perlawanan rakyat yang telah dirampas sumber penghidupannya. 
Aksi perlawanan atas kesemenah-menahan pemerintah yang pro terhadap pemodal, baik pemodal asing maupun pemodal dalam negeri telah terjadi di berbagai pulau/daerah di Negara ini, petani dan buruh tani yang tergusur tanahnya oleh pembangunan melakukan demo besar-besaran atas hak-haknya yang telah dirampas dan tidak sedikit yang menjadi korban banjir darah atas keganasan aparatus keamanan bersenjata Negara. kasus perampasan tanah petani Rembang Karawang, perampasan tanah oleh PT Lonsum di bulukumba Sulawesi Selatan contohnya, Dan dari data KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria), konflik agraria yang terjadi pada tahun 2011 melibatkan 69.975 kepala keluarga dengan luasan areal konflik mencapai 472.048,44 hektar. Dari 163 konflik agraria tahun 2010, rinciannya 97 kasus di sektor perkebunan, 36 kasus di sektor kehutanan, 21 kasus di sektor infrastruktur, 8 kasus di sektor pertambangan, dan 1 kasus di wilayah tambak atau pesisir. Dari sebaran konflik, Jawa Timur sebagai wilayah yang paling banyak dengan 36 kasus, disusul Sumatera Utara 25, Sulawesi Tenggara 15, Jawa Tengah 12, Jambi 11, Riau 10, Sumatera Selatan 9, dan sisanya tersebar di sejumlah provinsi (kompas.com). 
Perjuangan melawan kemiskinan dan kelaparan bukan saja merupakan kewajiban moral, ataupun sekedar kebijakan arif negara, melainkan lebih mendasar dari itu kewajiban negara untuk mewujudkan pengakuan hak-hak asasi manusia. Kewajiban ini secara legal diakui dan didukung oleh mayoritas negara-negara di dunia sebagaimana tercermin dalam dokumen-dokumen hukum international. Pasal 25 dari Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia 1948, menyatakan bahwa “Setiap orang mempunyai hak untuk memperoleh taraf hidup yang layak bagi kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya, termasuk pangan, sandang, perumahan dan perawatan kesehatan. Dst” Dengan diteimanya Deklarasi HAM tersebut di atas, maka lahirlah berturut-turut dua perjanjian internasional yaitu Perjanjian tentang Hak-Hak Sipil dan Politik; dan Perjanjian tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (HESB),1996, (rumahkiri.net). 
Dari rentetan kasus diatas menunjukkan bahwa, konflik perampasan tanah rakyat telah bayak terjadi, dan perampasan itu, di dukung oleh aparatus Negara sebagai perantara yang berpihak pada investor, baik investor asing maupun dalam negeri. Kapitalisme telah bekerja sama sebagai mitra dengan Negara dalam program MP3EI untuk mengakumulasi modal hasil dari perampasan tanah rakyat, kerja buruh dengan upah rendah, penjualan asset-aset vital dan sumber daya alam Negara. Komersialisasi sumber daya alam, dan tidak berlandaskan pada asas kemanusiaan merupakan bentuk Negara-negara kapitalis menjajah Negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia. Perang saudara, konflik antar warga, perang antar Negara, pengrusakan lingkungan, perampasan tanah, dst. adalah syarat mutlak gerak ekonomi kapitalisme, sepakat atau tidak bersepakat, dunia telah memperlihatkan kita bahwa kapitalisme-neoliberal telah merancang system dengan konsekwensi kepunahan umat manusia dan telah gagal sebagai teori ekonomi umat manusia dan ideologi yang memanusiakan manusia.   
Kepemiikan Negara atas industri manufaktur dan industri mineral melalui kebijakan word trade organization (WTO), Negara kita Indonesia telah kehilangan kepemilikannya artinya, bahwa perusahaan-perusahaan Negara telah di swastanisasikan dengan alasan mengejar pertumbuhan ekonomi dan ketergantungan atas utang Negara yang membuat pemerintah harus tunduk dan patuh pada keinginan kapitalisme global. Negara Indonesia seperti yang ditulis oleh Bonnie Setiawan dalam bukunya “WTO dan Perdagangan Abad 21” Indonesia menuju pada titik kehancuran baik secara ekonomi maupun politik. Kita telah hidup di tanah yang bukan milik kita lagi tapi, milik para pemodal besar. 
Kepemilikan atas tanah yang bukan milik rakyat lagi, maka persatuan perlawanan kaum tertindas harus diwujudkan. mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus melawan dan merebut kembali hak-hak kita yang telah mereka rampas dengan segala tipu daya Negara. Seperti yang saya kemukakan sebelumlanya ini bukanlah soal moralitas, bukan menunggu kebijakan arif dari pemerintah yang pro terhadap pemodal, tetapi ini adalah soal kemanusiaan dan soal mempertehankan hidup selayak-layaknya. System kapitalisme telah memperlihatkan keburukannya, telah merampas hak mayoritas umat manusia. System kapitalisme bukanlah system yang memanusiakan-manusia melainkan sebuah system dimana penguasaan atas hajat hidup orang bayak yang dikontrol oleh segelintir orang yaitu kapitalis (pemodal). Sosialisme jalan sejati pembebasan rakyat tertindas, dan panjang umur perlawanan!        
“Penulis adalah  kader (Kongres Politik Organisasi Perjuangan Rakyat Pekerja) KPO PRP”

 Test of English as A Foreign Language atau yang biasa disingkat TOEFL sudah bukan hal asing lagi, terutama untuk para pemburu beasiswa. Bahkan, sekarang sudah semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia yang mewajibkan calon mahasiswanya memiliki nilai TOEFL. Apalagi kalau jurusan yang akan diambilnya adalah jurusan sastra Inggris atau semacamnya. Tentu saja penguasaan bahasa Inggris sangat diutamakan.

TOEFL begitu pentingnya sampai-sampai banyak buku diterbitkan untuk membahas masalah ini. Tidak hanya itu, banyak juga kursus-kursus persiapan TOEFL yang diselenggarakan. Bahkan ada juga yang melayani secara online. Semuanya tentu membutuhkan uang yang tidak sedikit. Bagaimana untuk kawan-kawan yang keuangannya terbatas? Salah satu solusinya ada di sini.

Kali ini Paman ingin berbagi soal latihan TOEFL yang bisa didownload dengan gratis tanpa biaya sedikit pun. Soal ini sebenarnya Paman dapatkan dari internet sudah lama sekali. Tapi baru kali ini ada kesempatan untuk memperbaiki beberapa bagiannya, terutama dari segi tampilan. Namun, untuk kawan-kawan Paman, akan disediakan listening script yang Paman buat sendiri hasil dari mendengarkan file listening yang juga bisa didownload gratis.

Sama dengan soal TOEFL pada umumnya, soal latihan TOEFL gratis ini terbagi menjadi 3 (tiga) bagian: Listening, Structure and Written Expressions, dan Reading Comprehension. Setiap bagian memiliki alokasi waktu pengerjaan tersendiri. Jadi, tidak diperbolehkan mengerjakan bagian lain ketika sedang berada pada alokasi untuk mengerjakan bagian tertentu.

Tidak usah terlalu berpanjang-lebar, silakan kawan-kawan download file soal latihan TOEFL, listening, dan listening script pada link-link berikut ini:
Wait while more posts are being loaded