Profile cover photo
Profile photo
Soviyan Munawar
59 followers
59 followers
About
Posts

Peluang yang hakiki adalah kesempatan ibadah dengan senantiasa berbenah diri memperbaiki karakter dan akhlak mulia. terus upayakan transformasi diri dengan cara merespon dan berani ambil keputusan yg walau ada resiko.
Kekuatan diri :
Memiliki prinsip dan tujuan hidup sebagai insan pengabdi pembangun dan pendidik maka kuatkan keimanan, kesabaran, kasih sayang, keberanian dan kedermawanan.
Capai kesejahteraan dengan kinerja yg baik
Capai kebahagian dengan nurani yg suci
Jadi sosok yg berkarakter dan berpengetahuan
Bangun bisnis dengan moralitas
Jadi sosok yg berpengetahuan namun tetap humanis
Giatlah ibadah dengan ikhlas.
Add a comment...

Terbang dengan mimpi,
lari dengan ilmu dan Latihan,
melaut dengan harapan juga keyakinan
Berlabuh dan mendarat dengan syukur dan cinta
Add a comment...

Pencapaian Perubahan, kemajuan, Tujuan, Perbaikan, Pembangunan, tidak akan tercapai jika tidak bisa menjawab pertanyaan, kegelisahan dan tantangan situasi zaman, realitas kehidupan masyarakat.

Maka kita alangkah baik, bila kembali kepada akar, Aqidah, Konstitusi, Kultur, prinsip, tekad, pengorbanan : yg benar, baik, sehingga menjadi pijakan Pola kebijakan, Epistemologi, Target, kualitas, mekanisme, Pembaharuan yg akurat, disiplin, terkendali, tuntas, terukur.

Mari kita gunakan Pengetahuan, Ilmu, Teknologi, Informasi, sistem untuk mempercepat Pencapain kemajuan peradaban masyarakat.


Semuanya itu agar mampu menjadi solusi & berdampak bagi kesejahteraan, kebahagian, Perdamaian, Kemerdekaan Umat/Rakyat.

Jakarta, 1 Maret 2017
Soviyan Munawar, ST., MT
Add a comment...

Post has shared content
Kepemimpinan perubahan mereka mampu merubah tantangan dan keterbatasan menjadi peluang dan kekuatan.

Pemimpin yg memahami dinamika dan seluk beluk kehidupan masyarakat dan tangguh membina dan menggerakan segenap potensi dan sumber daya menjadi energi dan karya monumental dari peradaban, dan menjadi sejarah keluhuran bangsa, sumber inspirasi generasi penerus.

Mereka mampu mengukir indahnya kemajuan bangsanya dengan keringat, darah, luka, jiwa, tekad, keyakinan, kebersamaan, cinta kasih, keteguhan, ketulusan, keberanian, kebijaksanaan, keluhuran budi dan kebeningan hati.
Add a comment...

Kepemimpinan perubahan mereka mampu merubah tantangan dan keterbatasan menjadi peluang dan kekuatan.

Pemimpin yg memahami dinamika dan seluk beluk kehidupan masyarakat dan tangguh membina dan menggerakan segenap potensi dan sumber daya menjadi energi dan karya monumental dari peradaban, dan menjadi sejarah keluhuran bangsa, sumber inspirasi generasi penerus.

Mereka mampu mengukir indahnya kemajuan bangsanya dengan keringat, darah, luka, jiwa, tekad, keyakinan, kebersamaan, cinta kasih, keteguhan, ketulusan, keberanian, kebijaksanaan, keluhuran budi dan kebeningan hati.
Add a comment...

Demokrasi

1. Alun-Alun Demokrasi sebagai sebuah wahana, Media, Momentum Melahirkan Gagasan dan Merespon terhadap Aspirasi Rakyat dengan peran aktif dari Pejabat dan Lembaga Perwakilan Rakyat untuk mendengar, menggagas dan menyatukan tekad dan menampilkan kinerja terbaik Bagi Pencapaian Kedaulatan dan Kesejahteraan Rakyat Indonesia. 2. Alun-Alun Demokrasi menjadi Forum Dialogis antara Rakyat dan Pemimpinnya secara Terarah, Terukur dan Terasa Manfaatnya Bagi Kemajuan Peradaban Demokrasi dan budaya kenegarawanan yang Peka dan Pro Kepentingan Publik. 3. Alun-alun demokrasi sebagai Kawah Candra dimuka dan podium bagi tampilnya Generasi Muda Yang cerdas, kritis, peduli dan bertanggungjawab bagi kemajuan bangsa dan rakyat Indonesia. 4. Alun-alun Demokrasi sebagai jembatan emas Antar Generasi dalam membangun komitmen bersama dalam mengambil langkah strategis, dan Inovatif dalam mencari jalan keluar permasalahan kebangsaan dan kenegaraan dan upaya mewujudkan Cita-cita kebangsaan dalam Konstitusi.

Add a comment...


HUBUNGAN ULAMA DAN AKADEMISI DALAM RANGKA MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BERAKHLAK DAN BERJIWA PEMBAHARU 

Perjalanan sejarah kondisi umat manusia di zaman ini begitu kompleks penuh dengan kegersangan oleh nilai, prinsip keadilan, kejujuran dan moralitas yang baik.

Para pemimpin caruk maruk, berpoya-poya menikmati kemewahan dan merasakan begitu banyak fasilitas dari rakyat yang mereka nikmati, rumah dinas, kendaraan dinas, biaya kesehatan, biaya rumah tangga sampai biaya perjalanan yang paling sering mereka nikmati.

Namun ironis di sekitarnya, umat yang hidup dalam ketidakpastian, kekurangan, ketidakmampuan, kehausan dan kebodohan menyelimuti mereka. Untuk makan saja mereka harus kesana-sini mencari belas kasihan orang lain. Waktu mereka isi dengan kesedihan, kebingungan dan kebimbangan karena mereka tidak memiliki pekerjaan atau sekedar aktivitas yang bermanfaat.

Banyak dari saudara kita mengambil keputusan untuk menjadi "budak" di negeri orang lain dengan resiko mendapat perlakuan kekerasan dari tuan pemiliknya. Sebagian saudara wanita kita, dengan keputusasaan berani menjual diri mereka agar bisa bertahan hidup.

Pada sisi dunia lain yang berada di pelosok maupun di kota, sahabat kita yang taat beragama semakin asik dengan kehidupan dan perasaan penyendiriaannya, dengan aktivitas ritualitas keagamaannya.

Pada khazanah ilmiah yang terletak di dalam kampus, para cendikiawan, ilmuan terasikan dengan kebiasaan ilmiah dan riset dan diskusi kajiannya. kesibukan mengajar yang padat telah membuat meraka lupa waktu .

Sedangkan kita paham bagaimana fungsi ulama juga akademis dalam menjaga Kehidupan yang lebih baik.

Ulama dengan kemampuan dasar dan pemahaman tingkat tingginya terhadap keagamaannya memiliki keharusan untuk mengawal, melindungi dan memberikan arah dan pedoman realitas hidup ini kepada umat yang awam.

Akademisi memiliki segudang teori yang mapan memberikan arah dan kerangka berfikir dan bertindak untuk manajemen hidup manusia.

Namun ulama berjalan sendiri ke arah yang berbeda dengan akademisi
dan akademisi memilih jalan yang menurut mereka akurat.


Ulama memberikan pedoman nilai agama dalam hal ini
Sedangkan dosen memiliki kemampuan manajemen modern, namun sering pula miskin nilai agama
kampus sebagai tempat menimba ilmu ternyata kering akan nilai-nilai islam,
Pesantren dan Pondokan sebagai pusatnya akhlak dan sumber nilai-nilai agama ternyata kurang dikelola dengan baik.

Keegoan dan ketidakharmonisan antara keduanya merupakan sumber malapetaka kemunduraan peradaban umat manusia.

Seharusnya ada hubungan yang sejalan, sinergis, ikhlas antara Ulama dan Akademisi.
Juga diperlukan generasi yang mampu menjadi motor penggerak dan pengawal serta pengkritik kebijakan yang tidak adil, pembangun dan pemecah masalah umat.

Jika ulama secara aktif memberikan contoh yang baik, dan bila akademisi memberikan pandangan mengenai realitas sosial dan ekonomi dengan tepat maka itu akan sedikit merubah kondisi ini, tetapi ada harapan besar yaitu harmonisasi antara ulama dan akademisi agar mampu mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berjiwa pembaharu dengan bergandengan tangan, merapatkan barisan, menyatukan hati dengan kesungguhan dan kerja keras bila itu bisa dilakukan juga dilengkapi dengan energik dan rasa optimisme dan kreativitasnya generasi muda maka semua itu akan membuat "penjajah akan lari ketakutan, pencuri akan pergi tanpa hasil, Bangsa yang merampas hidup dan kemanusian kaum tertindas akan merinding bulu romanya dan akan membuat mereka kencing dan menangis ketakutan dan mati terkapar".

Diposkan 24th July 2010 oleh Soviyan Munawar

Add a comment...

Revolusi Kesadaran Bangsa"

Untuk bisa melakukan "perubahan yang mendasar" maka ada prasyarat :

1. Pengorbanan,

2. Pembelajaran akan masa lalu yang membuahkan sebuah cita-cita yang lebih baik yg mesti diperjuangkan.

selanjutnya perlu ada konsensus, komitmen akan agenda perubahan apa yang harus dilakukan.

sehingga tersusun sistem yang menjamin tujuan perubahan bisa tercapai. tetapi sistem itu akan bisa berhasil jika : aktor - aktor dalam sistem memiliki knowledge, attitude sebuah hasil dari pemahaman dan implementasi sebuah keimanan dan ideologi. yang pada akhirnya komunitas yang terbentuk kokoh dan menjadi struktur sebuah bangsa yang kuat yang memiliki harga diri, mampu bernegosiasi dengan pihak manapun dengan cerdas, berwibawa dan menguntungkan.

Diposkan 22nd August 2014 oleh Soviyan Munawar

Add a comment...

Post has attachment
Terbang dengan mimpi, 
lari dengan ilmu dan Latihan,
melaut dengan harapan juga keyakinan
Berlabuh dan mendarat dengan syukur dan cinta
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Motivator ;

Prestasi : kepuasaan memberikan sumbangan berati.Penghargaan : pujian, dihargaiMinat : kesempatan mempraktekkan keterampilan dan kecerdasan pada pekerjaanTanggung jawab : cerdas terampil menerima tanggungjawab dan kekuasaanKemajuan : tantangan dan solusi peningkatan upaya
Photo
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded