Profile cover photo
Profile photo
Suhaila Misman
9 followers
9 followers
About
Posts

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment



السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Seringkali, orang kufar mencoba mengganggu iman kita dengan bertanya, mengapa Qur’an sering guna kata KAMI untuk ALLAH? Bukankah kami itu banyak? Itu bermakna Qur’an pun mengakui “Tuhan” bapa, “Tuhan” anak & “Tuhan” roh! 

Bagaimana kita nak jawab soalan macam ni???

Nombor 1 yg kena diingat ialah, Bahasa Arab ialah bahasa paling sukar didunia. Sedang bahasa paling sukar nombor 2 ialah Bahasa China.

Hal ini disebabkan kerana dalam 1 kata, bahasa arab memiliki banyak makna.

Contoh: Sebuah gender, dalam suatu daerah boleh bermakna lelaki, tapi dalam daerah lain boleh bermakna perempuan.

Dalam bahasa Arab, dhamir 'NAHNU' ialah dalam bentuk jamak yang bererti kita atau kami. Tapi dalam ilmu ‘NAHU’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya.

Terkadang kita sering terjebak dengan pertanyaan macam ini. Pertanyaan boleh bermula dari tidak tahu, namun banyak pulak para kufar yg berusaha untuk membodohi umat Islam yang ramai tak faham dengan bahasa arab. Pertanyaan seperti ini sering dijadikan senjata melawan umat Islam yang sikit ilmunya.

Tapi bagi mereka yang faham bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya dengan makna dan kandungan seni serta balaghah dan fashohahnya, Pertanyaan ini macam lucu dan jenaka.

Bagaimana mungkin aqidah Islam yang sangat logik dan kuat itu mau ditumbangkan cuma dengan bekal logik bahasa yang setengah-setengah.

JIKA MEMANG Jika memang “KAMI” dalam Qur’an diertikan sebagai lebih dari 1, lalu mengapa orang arab yg jauh lagi faham akan bahasa arab tidak menyembah lebih dari 1 ALLAH?

Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastera tingkat tinggi.

Selain kata 'Nahnu", ada juga kata 'antum' yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna `antum` adalah kalian (jamak).

Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan 'antum', maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan 'anta'.

Kata 'Nahnu` tidak harus bermakna erti banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT. Ini dipelajari dalam ilmu balaghah.

Contoh: Dalam bahasa kita ada juga penggunaan kata "Kami" tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang Guru Besar Sekolah dalam pidato sambutan berkata,"Kami sebagai wakil sekolah berpesan . . . ".

Padahal guru besar hanya dia seorang dan tidak beramai-ramai, tapi dia menggunakan "Kami". Lalu apakah kalimat itu bermakna jika guru besar sebenarnya ada banyak atau hanya satu ?

Kata kami dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak biasa diserap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.

Kalau rakan diskusi kita yang christian itu tak boleh faham rasa bahasa ini, harap maklum saja, kerana alkitab bible mereka memang telah kehilangan rasa bahasa. Bahkan bukan hanya kehilangan rasa bahasa, tapi pun kehilangan kesucian sebuah kitab suci.

Seperti yg sudah diketahui ramai orang, alkitab christian merupakan terjemahan dari terjemahan yang telah diterjemahkan dari terjemahan sebelumnya.

Ada sekian ribu versi bible yang antara satu dan lainnya bukan sekedar tidak sama tapi juga bertolak belakang. Jadi wajar bila alkitab christian mereka itu tidak punya balaghoh, logika, rasa dan gaya bahasa. Dia adalah tulisan karya manusia yang kering dari nilai sakral.

Di dalam Al-Quran ada penggunaan yang kalau kita pahami secara harfiyah akan berbeza dengan kenyataannya. Misalnya penggunaan kata 'ummat'. Biasanya kita memahami bahwa makna ummat adalah kumpulan dari orang-orang. Minimal menunjukkan sesuatu yang banyak. Namun Al-Quran ketika menyebut Nabi Ibrahim yang saat itu hanya sendiri saja, tetap disebut dengan ummat.

Sesungguhnya Ibrahim adalah “UMMATAN” yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif . Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan. (QS. An-Nahl : 120)

Sahabat sekalian jika ada orang kufar berani mengganggu iman Islam, maka katakanlah yg HAQ itu HAQ & katakan pulak yg BATHIL itu BATHIL. Sampaikanlah dengan hikmah & cara yg baik.

Qs. 29 Ankabuut: 46. Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka…

Post has attachment

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded