Profile cover photo
Profile photo
izmy azhary
12 followers -
Belajar Sabar
Belajar Sabar

12 followers
About
Posts

" TIGA HAL YANG MENYEDIHKAN "

Assalamu’alaikum
Warahmatullah
Wabarakatuh


ثلاثة اشياء من الحزن
1.رجل لم يدخل المسجد الا جنازته
2. امرءة لم تغطی عريتها الا عند كفانها
3. رجل لم يسبق صدقة الا عند مايكون فی قبره الصدقة العائلية علی اسمه.

1. Seorang Lelaki yang tidak pernah masuk Masjid
kecuali Jenazahnya.


2. Seorang Wanita yang tidak pernah menutupi Auratnya
kecuali ketika dikafankannya.


3. Seseorang yang tidak pernah mau sedekah
kecuali ketika keluarganya sedekah atas namanya ketika di Alam Kubur.
Itupun jika Keluarganya Peduli.

' IA SELALU TERLAMBAT BAGAI SEBUAH PENYESALAN '

Tetapi ia begitu cepat dan sigap perkara DUNIA.

Firman Allah Ta'ala :

بل تؤثرون الحياة الدنيا

“Sedangkan kamu lebih mengutamakan kehidupan dunia...”
(QS Al-A'la: 16)

Demikianlah sikap kebanyakan manusia :

1. KITA Biasanya masuk ke tempat kerja sebelum Waktunya.


2. KITA Biasanya tiba di lapangan terbang sebelum Waktunya.


3. KITA Biasanya datang (menunggu giliran) di rumah sakit sebelum Waktunya.


4. KITA Biasanya berada di dalam stasiun kereta api, 2 atau 3 jam sebelum berangkat.


AKAN TETAPI tatkala KITA mendengar Azan KITA Seringkali bersantai TANPA merasa BERSALAH APA-APA..

استغفرالله العظيم



" MUHASABAH "
Add a comment...

DI PENGHUJUNG WAKTU
Seorang salaf pernah menangis, kemudian istrinya ikut menangis. Ia bertanya kepada istrinya mengapa menangis. Sang istri menjawab, “Aku melihat dirimu menangis, lalu aku pun ikut menangis.” Sang suami pun berkata, “Aku dikabari bahwa aku pasti mendatangi shirath, tetapi tidak diberitahu apakah aku bisa melewatinya.”
Allāh Ta'ālā berfirman:
ﻭَﺇِﻥْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﺍﺭِﺩُﻫَﺎ ۚ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻰٰ ﺭَﺑِّﻚَ ﺣَﺘْﻤًﺎ ﻣَﻘْﻀِﻴًّﺎ .
"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan." [QS. Maryam:71]
Tidak hanya itu, Abū Hurairah radhiyallāhu 'anhu seorang sahabat mulia periwayat hadits terbanyak, yang hidupnya selalu lekat dengan Nabi. Ketika berada di atas tempat tidur menghadapi kematian, ia menangis. Maka ditanyakan kepadanya: Apa yang membuatmu menangis, wahai Abu Hurairah?” Beliau menjawab, ”Sesungguhnya aku tidaklah menangisi dunia kalian. Namun aku menangis karena jauhnya perjalanan, sedangkan perbekalanku amat sedikit. Aku sekarang berada dalam tangga yang curam, antara surga dan neraka. Aku tidak pernah tahu ke arah mana aku berjalan dari keduanya..."
Pepatah Arab mengatakan:
ﻟٙﻦْ ﺗَﺮْﺟِﻊَ ﺍﻷَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟﺘِﻰ ﻣَﻀَﺖْ • ﻣَﻦْ ﻋَﺮَﻑَ ﺑُﻌْﺪَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮِ ﺍِﺳْﺘَﻌَﺪَّ •
Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu. Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan, dia akan bersiap-siap.
Semoga diriku semakin menyadari singkatnya hidup ini sebagaimana singkatnya Ramadhan ini. Semoga aku semakin menyadari untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal yang cukup. Semoga Allāh menerima amal ibadah kita semua. Aamiin..
Add a comment...

Asy-Syibli pernah ditanya tentang kecemburuan (ghirah), maka ia mengatakan,
"Bahwa cemburu itu ada dua jenis:
Cemburu manusiawi (basyariyyah) dan
Cemburu Ketuhanan (Ilahiyyah).
Cemburu manusiawi adalah cemburu terhadap individu,
sedangkan cemburu Ilahiyyah adalah sikap cemburu terhadap waktu, dimana ia tidak ingin menyia-nyiakannya untuk selain kepentingan Allah SWT."
Add a comment...

Post has shared content
Sesuatu Yang Kau Anggap Baik Belum Tentu Baik di sisi Allah
Bisa jadi yang buruk itu baik bagi-mu, dan yang kau sukai buruk bagi-mu.
Allah ta’ala berfirman: (yang artinya)

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)

Didalam ayat ini terdapat beberapa hikmah, rahasia-rahasia, dan kemaslahatan bagi seorang hamba. Sesungguhnya hamba tatkala mengetahui bahwa sesuatu yang dibenci kadang datang berbarengan dengan hal-hal yang dicintai, dan hal-hal yang dicintai kadang datang dengan hal-hal yang di benci. Dengan hal ini seseorang Tidak aman tatkala mendapatkan kesenangan akan selalu diiringi dengan sesuatu bahaya, dan sesuatu yang bahaya akan diiringi dengan hal-hal yang kebahagiaan kerena tidak ada seorangpun yang mengetahui hari esok , sesungguhnya Allah maha mengetahui dan kalian tidak mengetahui. Sehingga mewajibkan bagi seorang hamba mempunyai beberapa perkara, yaitu:

1. tidak ada yang hal mendatangkan manfaat, kebahagiaan kecuali ia harus melakukannya walaupun ia anggap itu berat dan menyakitkan. Karena pada akhirnya ia akan mendapatkan kebaikan, kebahagiaan, kelezatan, dan kegembiraan, walaupun jiwanya sangat membenci hal itu tetapi hal itu lebih baik baginya, sebaliknya tidak ada hal yang sangat membahayakan kecuali tatkala ia melanggar larangan-larangan Allah walaupun hawa nafsunya sangat cinta, dan selalu mendorong kepada hal itu. Karena pada akhirnya akan membuahkan kesakitan, kepedihan, kesedihan, keburukan, mushibah. Sedangkan tugas akal ini adalah mengemban hal-hal yang ringan untuk mendapatkan kelezatan yang sangat besar, kebaikan yang banyak dan menghindari kesenangan yang semu karena pada akhirnya akan mendatangkan kesengsaraan yang lama dan keburukan yang panjang.

Orang yang bodoh hanya melihat sesuatu itu pada permulaannya saja, seakan-akan perkaranya selalu susah, sengsara dari awalnya sampai akhir. Sedangkan orang yang yang pintar berakal melihat sesuatu perkara pada tujuan akhirnya. Dia melihat akhir semua perkara dan kemaslahatan dari perkara itu. Bahwa dibalik itu semua ada kebaikan yang besar bagi dirinya.

Dia melihat larangan-larangan Allah ibarat makanan yang lezat yang terdapat racun yang membahayakan. Setiap kali ia ingin memakannya maka ia tahan karena terdapat racun didalamnya. Sebaliknya tatkala ia melihat perintah-perintah Allah ibarat obat yang pahit yang membawa kesembuhan dan kesehatan, setiapkali ia menghindari dari obat tersebut hatinya selalu mendorongnya untuk meminum obat tersebut karena terdapat kesembuhan dan kesehatan didalamnya. Akan tetapi didalam hal ini seseorang harus mempunyai bekal ilmu pengetahuan yang sangat mendalam dari permulaanya, disertai dengan kesabaran yang sangat kuat didalam menjalani terapi yang sangat pahit dan berat ini, hingga ia mendapatkan hasil yang memuaskan, dan kesembuhan yang sempurna. Apabila keyakinan dan kesabaran hilang darinya akan luput pula kesembuhan tersebut. Dan apabila keyakinan dan kesabarannya menguat akan semakin ringan bebannya didalam mencari kebaikan yang abadi dan kelezatan yang kekal selamanya.

2.Diantara rahasia dari ayat ini adalah, mewajibkan bagi seorang hamba untuk selalu menyerahkan perkaranya kepada Yang Maha Mengetahui hal-hal yang ghoib, mengetahui perkara yang akan datang, serta ridho terh -adap keputusan-Nya, serta menjalankan ketentuan yang Allah pilih baginya diiringi dengan mengharapkan pahala dan kebaikan dari Allah azza wajalla.

3. dalam hal ini ia tidak boleh mencela, membantah ketentuan Allah azza wajalla. Tidak boleh mengatakan “Allah tidak adil didalam hal ini” , “kenapa Allah berbuat kepadaku seperti ini”, dan lain sebaginya dari kata-kata membantah terhadap ketentuan Allah azza wajalla. Karena bisa jadi kehancuran dan kebinasaannya itu dari apa yang ia senangi tetapi ia tidak mengetahui. Tetapi ia harus meminta dan terus meminta kebaikan kepada Alla azza wajalla terhadap musibah yang menimpanya. Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat selain daripada itu.

3.apabila ia telah menyerahkan semuanya kepada Allah, dan telah ridha dari ketentuan yang Allah pilih baginya, maka Allah akan menolongnya dengan kekuatan dan kesabaran, akan Allah palingkan baginya segala mushibah dan malapetaka dari dirinya. Dan Allah tampakan padanya kebaikan yang banyak yang sebelumnya belum pernah terjadi padanya.

4. Allah perlihatkan bagi diri hamba tersebut keburukan-keburukan setelahnya pada setiap keinginannya. Sehingga ia bisa konsentrasi menerima taqdir dan ketentuan dari-Nya dan mentadaburi ketentuan Allah yang kadang ia sadar terkadang juga tidak menyadarinya. Akan tetapi iapun tidak bisa keluar dari takdir Allah azza wajalla. Kalu seandainya ia ridho menerima ketentuan Allah terhadap dirinya maka ia akan menjadi hamba yang bersyukur dan terpuji dan kalau tidak, maka ia tetap dalam ketentuan Allah, tidak bisa keluar darinya dan diapun menjadi tercela dan celaka karena ia memilih ketentuannya sendiri. Selama ia menyerahkan semuanya kepada Allah serta ridho kepada-Nya maka Allah akan meringankan terhadap musibahnya.
Photo
Add a comment...

Akan ada hal baik yang tak akan kamu sangka kedatangannya. Bisa jadi itu hadiah dari Allah untukmu, atau mungkin saja itu jawaban doamu yang selama ini tertunda.

Pada Allah, tetaplah berbaik sangka. Selagi kamu yakin Dia akan memberimu yang terbaik, maka yang datang nanti pun pasti yang terbaik.
Add a comment...

Post has shared content
DOA, ADALAH BUKTI CINTA
______Di antara sekian banyak kebaikan yang berlimpah faedah, doa. Doa merupakan ibadah yang paling utama bahkan 'ad-Du’au mukkhu al Ibadah', 'doa adalah inti dari ibadah' itu sendiri. Doa adalah senjata dan tameng bagi orang mukmin. Tidak ada kesulitan, kegelisahan, bencana, malapetaka dan musibah lainnya yang bisa dihilangkan atau diringankan melebihi kekuatan doa. Karena yang diminta adalah Dzat yang memiliki langit dan bumi. Dzat yang menguasai jagad raya ini. Tidak ada sesuatu yang sulit bagi Nya. Semua amat mudah bagi Nya semudah Allah mengatur milyaran planet yang ada di maya pada.

Dan orang mukmin adalah orang yang paling peka terhadap keadaan di sekitarnya. Tidak ada kesedihan dan kegelisahan yang lebih menyakitkan hatinya melebihi melihat kemungkaran yang merajalela. Perkosaan, perzinaan, pencurian dan kemaksiatan lainnya lebih menyesakkan batinnya daripada musibah dunia yang seberapapun besarnya. Terlebih bila hal itu dilakukan oleh saudaranya, yakni ketika dia alpa. Oleh karenanya, orang mukmin berkewajiban untuk mengingatkan saudaranya dengan nasehat-menasehati dan juga mendoakan kebaikan serta memohon ampunan kepada Allah untuknya. Inilah salah satu keistimewaan CINTA KARENA ALLAH. Mendapatkan ampunan dari Allah karena doa saudaranya. Subhanallah.

Diriwayatkan oleh Abu Darda’, beliau berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidaklah seorang muslim mendoakan kebaikan untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya kecuali malaikat berkata, “Dan kamu juga mendapat yang serupa.” (HR. Muslim No. 4912)

Shofwan meriwayatkan, “Ketika sampai di Negri Syam, aku bermaksud menjumpai Abu Darda’ di rumahnya. Tetapi aku tidak bertemu dengannya dan hanya bertemu dengan Ummu Darda’.

Lalu ia bertanya kepadaku, “Apakah engkau akan menjalankan haji pada tahun ini ?”

“Ya” jawabku.

“Kalau begitu, doakan kami semoga selalu baik-baik saja. Sesungguhnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya itu mustajab, karena di atas kepalanya terdapat para malaikat yang setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, mereka berkata, “Amin, dan semoga engkau mendapatkan kebaikan seperti itu pula.” (HR. Muslim)

Kalau cerdas, kita pasti melaksanakan perintah ini. Ketika kita ingin doa kita segera terkabulkan, maka kita tidak akan melupakan doa untuk saudara-saudara kita. Bukankah dengan doa yang kita lantunkan untuk saudara kita sebetulnya kita juga tengah berdoa untuk diri kita sendiri. Bahkan doa yang kita lantunkan akan diamini oleh para malaikat, makhluk yang senantiasa dekat dengan Allah.

Al Qodhi Iyadh mengatakan, “Ada sebagian salaf yang jika hendak berdoa untuk kebaikan dirinya, ia justru mendoakan saudaranya dengan doa tersebut karena doa itu pasti akan diijabahi dan ia akan mendapatkan hal yang sama.”

Hal serupa juga diriwayatkan oleh Ka’ab Al-Ahbar bahwa beliau berkata,

“Berapa banyak orang yang Qiyamul lail dikaruniai rasa syukur oleh Allah dan berapa banyak orang yang tidur terlelap diampuni oleh Allah, yaitu pada dua insan yang saling mencintai karena Allah kemudian salah seorang dari keduanya melaksanakan sholat malam lalu Allah meridhoi sholat dan do’anya sehingga Dia tidak menolak do’anya sedikitpun. Di sela-sela do’anya di kegelapan malam, dia mengingat saudaranya yang tertidur dengan berdo’a, “Ya Allah, ampunilah saudaraku, fulan.” Allah pun mengampuni saudaranya padahal dia dalam keadaan tidur. (Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim : 6/31 dan Al-Faiq karya Az-Zamahsyary : 3/234-235).

Betapa indahnya kondisi orang-orang mukmin, bahkan ketika tidurpun mereka bisa mendapatkan ampunan dari Allah lantaran doa yang dilantunkan oleh saudara-saudaranya seiman. Kalau orang yang tidur saja mendapat pahala sedemikian besarnya, ampunan Allah lantas bagaimana dengan orang yang mendoakan.

Syaikh Utsaimin menjelaskan bahwa orang yang bahagia mendapatkan doa malaikat ada dua, yaitu pertama : orang yang didoakan oleh saudaranya secara ghaib karena malaikat yang ada di samping si pendoa mengatakan, “Amin. ”Yang artinya, “Kabulkanlah doa orang ini untuk saudaranya.” Dan yang kedua, orang yang mendoakan, karena malaikat akan menyahutnya dengan mengatakan, “…wa laka bi mitslin. Dan engkau juga mendapatkan yang serupa.”

Diriwayatkan oleh Ubadah bin Shomit, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barang siapa beristighfar untuk orang-orang beriman (laki-laki dan perempuan), maka Allah akan menuliskan untuknya satu kebaikan pada setiap mukmin dan mukminah.” (HR. Thabrani. Haitsami dalam Majma’u az Zawa’id (10/94) mengatakan, hadits ini sanadnya shahih)

Kegembiraan kita akan membuncah dan melayang ke angkasa tatkala kita merenungi hadits ini. Satu istighfar yang kita lantunkan untuk kaum mukminin dan kaum mukminat bernilai pahala. Satu orang mukmin dihargai satu pahala. Padahal, berapa milyarkah jumlah kaum mukminin pada saat ini. Artinya, sebanyak itu pula pahala yang akan kita dapatkan.

Sekarang, mari kita membiasakan diri untuk senantiasa mendoakan kebaikan untuk saudara seiman kita, dan juga beristighfar untuk mereka. Semoga Allah memberikan taufik-Nya. Amin.

Photo
Add a comment...

KISAH

Suatu pagi, Tsabit bin Nu’man berjalan di kota Kufah, tiba-tiba sebuah apel jatuh dari sebuah kebun. Tsabit mengambil dan memakan separuh. Seketika itu Tsabit sadar bahwa apel itu bukan miliknya. Ia pun langsung masuk kebun dan menceritakan apa yang telah terjadi kepada tukang kebun.

“Maafkan aku dan ambillah sisanya!”

“Aku tak bisa memaafkanmu. Ini bukan kebunku, tapi kebun majikanku.”

“Di mana rumah majikanmu? Aku akan memintanya memaafkanku.”

“Perjalanannya sehari semalam dari sini.”

“Aku akan tetap menemuinya sejauh apapun rumahnya!” kata Tsabit dalam hati, “Aku tak boleh memakan sesuatu tanpa seizin pemiliknya. Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

“Setiap tubuh yang tumbuh dari makanan yang haram akan dimasukkan neraka.” [HR. Baihaqi]

Tsabit lantas berjalan kaki hingga tiba di rumah si pemilik kebun.

“Tuan,” ujar Tsabit usai mengucapkan salam, “Maafkan aku, Aku telah memakan appel Anda, dan ini sisanya!”

Pemilik kebun itu menatap penuh keheranan.

“Aku tidak akan memaafkanmu!” tukasnya, “Kecuali dengan satu syarat!”

“Apa itu?” Tanya Tsabit.

“Kamu menikahi puteriku!”

“Inikah syaratnya?” Tanya Tsabit dalam hati, “Aku makan separuh buah apelnya dan agar dia memaafkanku, aku harus menikahi puterinya?”

Dan sebelum Tsabit sadar dari kebingungannya, si pemilik kebun menimpali.

“Sebelum kamu menikah dengannya, aku akan memberitahukan ciri-cirinya agar kamu tak menuduhku telah menipumu. Anakku itu buta, bisu, tuli, dan lumpuh!”

Tsabit bin Nu’man semakin bingung. bagaimana mungkin ia harus menikah dengan gadis yang buta, bisu, tuli dan lumpuh? Semua itu hanya supaya ia mau memaafkan karena separuh apelnya yang telah ia makan? Ketika Tsabit dalam kondisi seperti itu, si pemilik kebun menegaskan.

“Tanpa memenuhi syarat ini, aku tidak akan memaafkanmu!”

“La haula wa la quwwata illa billah!” gumam Tsabit.

Lagi-lagi si pemilik kebun mengatakan, “Aku tadi lupa memberitahumu bahwa puteriku itu jelek! Aku harus mengatakan semua ini karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Orang yang menipu kami bukan termasuk golongan kami.”

Tsabit menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sambil menggumamkan ayat, “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali).” [Qs. Al-Baqarah: 156]

“Bagaimana?” tanya pemilik kebun.

“La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.”

“Itu kalimat terbaik,” kata pemilik kebun, “tapi maksudku, apa jawabanmu untuk penawaranku ini?”

Tsabit bingung dan terkejut bukan karena harus menikahi gadis jelek, buta, bisu, lagi lumpuh itu. Tapi, ia heran memikirkan rahasia senyuman yang menyungging di bibir ayah gadis tersebut! Akhirnya, Tsabit menerima tawaran tersebut. Ia berharap si pemilik kebun itu mau memaafkannya. Ia hanya mengharapkan pahala sempurna ketika mau menikahi gadis yang jelek, buta, bisu, tuli dan lumpuh tersebut. Dan sebelum itu ia tak pernah membayangkan akan menjadi menantu pemilik kebun itu!

Tsabit bersiap-siap menemui isterinya. Ia tak memikirkan keburukannya sedikitpun. Ia masih bingung memikirkan arti senyuman ayahnya yang mengembang di bibirnya sesaat sebelum ia mau menerima menjadi menantunya. Apakah ia heran pada keluguannya yang telah berjalan kaki sehari semalam hanya untuk mendapatkan maaf gara-gara separuh buah apelnya yang telah dimakannya?

Tsabit masuk ke kamar pengantin. Tampaklah seorang gadis membelakanginya.

“Mengapa aku tidak mengucapkan salam terlebih dahulu?” tanyanya dalam hati, “Tapi, ayahnya telah mengatakan bahwa ia tidak bisa mendengar? Lebih baik aku tetap mengucapkan salam saja. Kalaupun ia tak menjawabnya, aku akan tetap mendapatkan sepuluh kebaikan dan jawaban dari para malaikat.”

“Assalamu ‘alaikum!” ucap Tsabit.

“Wa ‘alaikummussalam warahmatullah wa barakatuh”

Sebuah jawaban yang sangat lembut terdengar. Tsabit menoleh ke kanan-kiri. “Apakah para malaikat menjawab salamnya dengan suara yang bisa didengar?” tanya-nya dalam hati, “atau, apakah ada dayang gadis ini yang datang?”

Tak ada satupun di situ. yang ada cuma istrinya yang membelakanginya.

“Mengapa aku tidak mengatakan sesuatu? Tapi, apa yang harus kukatakan? Salam lagi?

Dan sebelum Tsabit sempat mengucapkan salam, terdengarlah suara yang sangat merdu.

“Apakah kamu sudah shalat Isya’?”

Tsabit kembali menoleh kanan-kiri. Benar, ternyata istrinyalah yang berbicara. tapi bukankah ayahmu telah menyebut bahwa ia tuli dan bisu. Istrinya menoleh ke arahnya. tampaklah seraut wajah yang teramat cantik laksana bulan purnama.

“Ayahmu telah memberitahuku bahwa kamu…”

“Aku jelek, buta, bisu, dan lumpuh,” timpalnya meneruskan kata-kata Tsabit.

Gadis itu berdiri. Ia tidak lumpuh. Kemudian ia mengulurkan tangannya kepada Tsabit. ia juga tidak buta.

“Tapi mengapa ayahmu mengatakan kamu buta, bisu, tuli, dan lumpuh?”

“Ayahku telah berkata benar.”

“Telah berkata benar?”

“Ya. Aku buta karena aku tidak pernah melihat segala sesuatu yang diharamkan Allah. Aku bisu karena aku tak pernah menggunjing, mengadu-domba, dan berkata dusta. Dan aku lumpuh lantaran kakiku hanya aku pakai untuk menaati Allah.”

Tsabit menggeleng-gelengkan kepada dan tersenyum lebar karena telah mengetahui rahasia di balik senyum mertuanya.

Dinukil dari “Biografi Imam Abu Hanifah: Kehidupan, Sikap dan Pendapatnya” karya Abdul Aziz Asy-Syinawi
#Media Muslim Indonesia
Add a comment...

Bagaimana #puasa Anda hari ini? Tetap semangat?

Gabriel Cousens, MD, Founder Tree Of Life Rejuvenation Center, mengakui bahwa mereka yang berpuasa akan mengalami peningkatan konsentrasi, kreativitas, dan ketenangan.
Btw, terkait bulan puasa, hanya segelintir orang yang tahu bahwa hal-hal berikut ini beneran terjadi:
- Sadarkah kita, ternyata Fatahillah merebut kembali Sunda Kelapa (Jayakarta) ketika bulan puasa.
- Sadarkah kita, ternyata NKRI tercinta ini merdeka ketika bulan puasa, tepatnya Jumat 9 Ramadhan.
- Sadarkah kita, ternyata Peristiwa Badar dan Peristiwa Tabuk dimenangkan ketika bulan puasa.
- Sadarkah kita, ternyata Penaklukkan Makkah dan Pembukaan Andalusia terjadi ketika bulan puasa.
- Sadarkah kita, ternyata Salahuddin Al-Ayyubi membebaskan kembali negeri-negeri yang dikuasai musuh ketika bulan puasa.
- Sadarkah kita, ternyata pendirian Universitas Al-Azhar, Kairo (salah satu kampus tertua), terjadi ketika bulan puasa.
Demikianlah. #Ramadhan disebut-sebut bulan yang penuh berkah.
Apa sih ciri-ciri keberkahan itu?
Salah satunya, dengan waktu yang sedikit terhasilkan manfaat yang banyak. Oleh karena itu, berpuasa janganlah dijadikan dalih untuk bermalas-malasan.
Ini sama sekali tidak cocok dengan semangat Ramadhan itu sendiri.
Sejarah sudah berkali-kali membuktikannya. Ramadhan hendaknya menjadi bulan yang efektif (karena banyak hal hebat yang dicapai) dan efisien (karena banyak hal rutin yang dihemat).
Ramadhan memang hebat, tiada duanya.
Add a comment...

Post has shared content
KEIMANAN KEPADA ALLAH
_______Iman, bagaikan air sumur zamzam. Sumber yang dipancarkannya tidak akan pernah kering dan habis sepanjang sejarah peradaban manusia.

Iman itulah yang memotivasi pemiliknya untuk istiqomah (konsisten), mudawamah (berkesinambungan), istimroriyah (terus-menerus), tanpa mengenal lelah, dengan sabar, tegar, teguh, tekun, tawakkal, mengajak kepada kebaikan dan mencegah segala bentuk kemungkaran tanpa tendensi apapun, pura-pura dan pamrih (balasan, upah). Tidak mengharapakan pujian, ucapan terima kasih dan balasan serta tidak takut celaan orang yang mencela.

Imanlah yang menjadikan seseorang terus bergerak menyemai kebaikan-kebaikan di taman kehidupan ini tanpa kenal letih. Karena, ia yakin dalam setiap gerakan yang dimotivasi oleh nilai-nilai keimanan itu tersimpan potensi kebaikan-kebaikan melulu (barakah). “Taharrak fa-inna fil harakati barakah” (bergeraklah, karena setiap gerakan ada tambahan kebaikan). Dan kebaikan yang ditanam itu akan ia panen (dapat dituai, dapat hasil), kembali kepada dirinya. Baik secara kontan (langsung) ataupun secara kredit (tidak langsung). Bukan dipanen orang lain. Justru, jika berhenti bergerak, potensi yang dimilikinya tinggal sebuah potensi. Tidak tumbuh dan berkembang. Air yang tidak mengalir, akan menjadi sarang berbagai kuman yang mematikan.

Imanlah yang menjadikan seseorang terus aktif membendung/menghalangi berbagai pengaruh negatif kejelekan, kefasikan, kezhaliman, kemungkaran. Karena, semua perbuatan dosa dan maksiat akan menghancurkan dirinya sendiri. Manusia yang bergelimang dalam perbuatan dosa, di dunianya tersiksa, sedangkan di akhirat siksanya lebih menyakitkan.

Imanlah yang mencegah pemiliknya untuk mengelola hawa nafsu (syahwat), nafsu perut dan nafsu kelamin. Karena kedua nafsu duniawi itu semakin dicicipi dengan cara yang salah bagaikan meminum air laut. Semakin di minum, bertambah haus.

Ali bin Abi Thalib mengatakan:

"Tiga hukuman bagi orang yang berbuat maksiat, yaitu penghidupan yang serba sulit, sulit menemukan jalan keluar dari himpitan persoalan, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pangannya (makanan-nya) kecuali dengan melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu wa-ta’ala."

Dipetik dari artikel Delapan Indikator Keislaman Seseorang oleh: Shalih Hasyim

Photo
Add a comment...

ﺍﻟﺼﻮﻡ ﺻﻮﻣﺎﻥ : ﺻﻮﻡ ﻟﻸﺭﻭﺍﺡ، ﻭﺻﻮﻡ ﻟﻸﺑﺪﺍﻥ . ﻭﺻﻮﻡ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﺑﻼ ﺃﺑﺪﺍﻥ ﺇﻫﺎﻧﺔ، ﻭﺻﻮﻡ ﺍﻷﺑﺪﺍﻥ ﺑﻼ ﺃﺭﻭﺍﺡ ﺇﺳﺎﺀﺓ .
" Puasa itu ada dua bentuk; Puasa Rohani dan Puasa Jasmani. Puasa rohani tanpa jasmani adalah sebuah pelecehan, sedangkan puasa jasmani tanpa rohani adalah sebuah ketidakberadaban ."
# ﺍﻟﺤﻜﻢ _ ﺍﻟﻔﻄﺮﻳﺔ
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded