Profile

Cover photo
Tony Sujarwo
Worked at PT. Karya Daya Rekatama
Attended STIBA Jakarta
Lives in Temanggung-Central Java
54 followers|35,014 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
SELAMAT HARI KARTINI

Kartini memang berkebaya. Tapi, dia tetap lincah dengan kebayanya. Bahkan, dia dapat berlari kencang dengan tetap berkebaya.

Kartini patuh dan hormat pada akar budayanya, dan bersedia menjadi bagian dari akar budaya. Karena itulah, dia tetap berkebaya setiap harinya.

Tapi, kebaya tidak dapat mengekang hasrat Kartini untuk mendobrak. Dia berusaha melompati pagar dengan kebayanya. Bukan untuk lari atau mendobrak akar budaya, tapi untuk lari dari keterbelakangan dan mendobrak keterkukungan.

Fiber optic

Kartini hanya seorang putri Bupati Jepara yang setiap harinya hanya memiliki ruang lingkup sebatas kota tempatnya tinggal. Tapi, kota kecil Jepara tak dapat mengukung Kartini.

Jiwanya terbang melintas samudera dan benua. Pikirannya berkelana sampai jauh, padahal pada masa itu belum ada serat optik (fiber optic) atau gadget canggih terkini.

Pikiran, jiwa dan hati Kartini bagaikan gelombang elektromagnetik yang dapat mengirimkan informasi secara cepat. Tidak terbendung oleh luasnya pantai Jepara. Bahkan, passion, pikiran, serta kerisauannya tertransmisi secara cepat sampai ke Negeri Belanda, sebuah negeri tempat tinggal kawan baik Kartini yang siap menjadi receiver dari apa yang ditransmisikan oleh Kartini.

Tak cukup menggambarkan Kartini sebatas emansipasi. Tidak berimbang jika Kartini "hanya" diposisikan sebagai pahlawan perempuan. Kartini adalah refleksi perempuan multidimensi.

Kartini adalah perempuan yang memegang teguh budaya dan kearifan lokal. Dia bahkan menempatkan hal tersebut di atas segalanya. Itu terbukti dengan "menyerahnya" Kartini menjadi selir.

Kartini adalah perempuan yang melakukan transformasi dan lompatan pemikiran. Ia sosok progresif. Ia adalah perempuan yang sadar bahwa sebuah momentum memerlukan gerak.

Gagalkah Kartini?

Pada akhirnya Kartini memang "menyerah" pada adat, pada kepatutan. Tapi, pikiran, dan jiwa progresifnya, yang sudah di-relay tetap ada dan tertransmisi dengan baik ke semua perempuan Indonesia.

Pikiran, jiwa, hasrat, passion Kartini bagaikan sel mitokondria yang seharusnya termutiplikasi di semua rahim perempuan Indonesia. Penelitian sudah membuktikan bahwa sel mitokondrialah yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan seorang anak. Sel itu hanya dimiliki oleh perempuan.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Ibumu, ibumu, ibumu!! Perempuan adalah supreme! Karena dia menjadi penentu sebuah peradaban yang dikandung di rahimnya, yang disusuinya, yang diasuhnya dan yang dididiknya!

Jadi, ada pilihan kalimat 'mengapa ibumu?' Karena, memang dialah orang yang paling "patuh", tapi dia juga orang yang paling progresif mendobrak batas-batas dengan kekuatan cinta, jiwa, dan hasrat. Dialah yang melakukan transformasi dari gelap menjadi terang, dari sesat menjadi terarah, dari mustahil menjadi nyata.

Jadilah Kartini

Kartini adalah kepatuhan pada kebaya, kecepatan dan kelincahan mentransmisi nilai-nilai, passion dan inspirasi bagi anak-anaknya. Kartini adalah mitokondria bagi bangsa ini, yang mewariskan progresifitas dan keunggulan cara berpikir yang merupakan modal bagi pembentukan manusia unggul dan kompetitif.

Jadilah perempuan Indonesia yang luwes berkebaya, tapi mampu berlari secepat dan sejauh gelombang elektromagnetik pada serat optik dan mewariskan inspirasi "mitokondria' bagi generasi penerus bangsa.

Selamat memaknai Hari Kartini!
 ·  Translate
1
Add a comment...

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
KOMPAS.com Studi menyimpulkan, karyawan berusia 40 tahunan lebih efektif dan maksimal dalam performa kerja ketika waktu kerja mereka tiga hari dalam satu pekan.

Peneliti mempelajari perilaku 3000 karyawan pria dan 3500 karyawan wanita di Australia. Ternyata, bekerja selama lebih dari 25 jam dalam satu pekan, hanya membuat kinerja karyawan usia 40-an semakin menurun, terkait dengan fungsi kognitif tubuh.

Studi ini menyarankan agar Anda yang telah berusia 40 tahunan, memilih kerja paruh waktu. Tujuannya untuk menyeimbangkan kebutuhan pikiran dan kebugaran tubuh.

Peneliti menambahkan bahwa para karyawan usia 40-an mencapai nilai dan performa kerja paling tinggi ketika mereka bekerja kurang dari 25 jam/minggu.

Kemudian, hasil studi juga memaparkan bahwa para responden yang bekerja lebih dari 40 jam, memberikan hasil yang tidak teliti dan kurang baik. Hal lebih parah terjadi ketika mereka bekerja lebih dari 55 jam setiap minggu.

Bekerja seperti dua mata pedang. Satu sisi, menstimulasi otak untuk terus aktif, tetapi bekerja dalam durasi yang terlalu lama, justru menciptakan stres dan tubuh superlelah, yang berpotensi menghancurkan fungsi kognitif, jelas Colin McKenzie, seorang peneliti dan profesor jurusan ekonomi di Japans Keio University.

Karyawan berusia 40 tahunan atau lebih, kata McKenzie, lebih tepat bekerja paruh waktu, jika ingin menyeimbangkan fungsi kognitif tubuh agar bertahan lama dan berusia panjang.


 ·  Translate
Kompas.com is Indonesia leading & most credible news and multimedia portal. Previously known as Kompas Cyber Media or Kompas Online. Established in 1995, Kompas.com was reborn in May 2008 with improved contents and architecture. Kompas.com is an affiliate of Kompas Gramedia Digital Group
1
Add a comment...

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
Dreaming of all Indonesian classes can be like this
1
Add a comment...

Tony Sujarwo

Beautiful Earth  - 
 
A great landscape with an amazing view of Sindoro and Sumbing Mountain. Shot by #Xiaomi camera phone #temanggung #centraljava
10
Add a comment...

Tony Sujarwo

Beautiful Pictures  - 
4
Add a comment...

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
Edgorado in action
1
Add a comment...
Have him in circles
54 people
Arum Jani Wardani's profile photo
sida guna's profile photo
Yanti Ariesty's profile photo
Gathot Suwarno's profile photo
Venus Archives's profile photo
Prakash RP's profile photo
tika dj's profile photo
Rachtika dheje's profile photo
firdaus khanafi's profile photo

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
Perdebatan kasus Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Harry Azhar Azis dapat dijadikan langkah awal menelisik sumber ketidakwarasan negara dalam mengelola kekuasaan.

Penelusuran melalui sejarah filsafat politik terhadap fenomena tersebut ditemukan dalam dialog Plato dengan teman diskusinya, Glaukon, dalam dialog tentang Republik, Buku VI-X, terutama Bab VIII, sekitar abad ke-4 sebelum Masehi (penerjemah dan editor Chris Emlyn-Jones dan William Preddy, Harvard University Press, 2013).

Kerumitan Plato dalam menjelaskan audit forensik psiko-politik gerak hasrat kuasa dipaparkan dengan baik sekali oleh Ito Prajna- Nugroho di majalah Basis, (Nomor 01-02, tahun ke-65, 2016, halaman 22-28).

Intinya, menurut Plato, siklus kekuasaan mulai dari yang paling ideal, aristokrasi, sampai dengan kediktatoran yang lalim, tirani, dan akan kembali ke tatanan semula, adalah pertautan antara gerak jiwa yang menghidupkan struktur kekuasaan tersebut.

Kesimpulannya, kualitas moral dan hasrat manusia yang hidup dalam rezim tersebut menentukan tatanan dan mutu tertib politiknya.

Dalam perspektif makropolitik, pendapat umum hampir dapat dipastikan sepakat bahwa pengelolaan negara dewasa ini mencerminkan gerak hasrat jiwa yang tidak sesuai dengan kemuliaan kekuasaan.

Penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi telah merusak, mengorup, dan nyaris membangkrutkan negara.

Secara metafor, kasus Rumah Sakit Sumber Waras sedang melakukan audit psiko-politik terhadap kualitas moral dan gerak kesakitan dari hasrat para pemegang kekuasaan negara di negeri ini.

Panggung politik menampilkan pertarungan para hulubalang negara yang mengungkapkan tarik-menarik antara hasrat jiwa yang didorong oleh jiwa rasionalitas dan kebijakan (logistikon) serta keberanian dan kehormatan (thumos), berhadapan dengan hasrat jiwa yang didorong oleh epithumia (rendah, urusan di bawah perut).

Pada setiap kubu pada dasarnya melekat ketiga jenis hasrat tersebut.

Namun, melalui pemberitaan media massa terbangun persepsi bahwa kubu yang satu, berbekal hasrat logistikon dan thumos serta berpijak kepada data, fakta, dan logika, dengan gagah berani membela diri secara ofensif.

Sementara itu terhadap kubu lain terbangun persepsi sebagai kelompok yang didominasi oleh hasrat epithumia.

Persepsi publik mendapatkan validasinya karena menurut survei yang dilakukan Charta Politika, Maret 2016, dan beberapa survei dari lembaga sejenis, bahwa tingkat kesukaan publik terhadap Basuki di atas 80 persen, sementara elektabilitasnya hampir 45 persen.

Sosok lain dalam bursa Pilkada DKI Jakarta berada di bawah 10 persen. Oleh karena itu, gerak jiwa yang diekspresikan oleh Basuki memberikan kesan bijak, harga diri tinggi, serta sangat percaya diri.

Sementara itu, sosok Harry Azhar Azis, Ketua BPK, menanggung beban moral sangat berat karena tuntutan bagi pegawai BPK sangat tinggi sebagaimana diekspresikan dalam moto: Tri Dharma Arthasantosha.

Lambang Garuda dan cakra emas bermakna keluhuran dan keagungan BPK sebagai lembaga tinggi negara. Adapun warna putih dan kelopak teratai adalah simbol kesucian, kebersihan, dan kejujuran yang harus menjiwai setiap pegawai BPK.

Oleh karena itu, tuntutan bagi pimpinan BPK adalah sosok setengah manusia, setengah malaikat.

Tuntutan tingkat kesucian dan martabat yang sedemikian tinggi itu membuat masyarakat secara kategoris mengharuskan sosok tersebut seperti itu sangat harus menjaga martabat agar pantas dihormati publik.

Ibaratnya, wibawa yang terpancar dari tokoh tersebut membuat orang merasa berdosa, bahkan kalau hanya menduga yang bersangkutan melakukan sesuatu yang kurang terpuji.

Oleh karena itu, kalau tokoh yang dibayangkan mempunyai marwah dan martabat selangit, misalnya, lupa menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara, akan menjadi bulan-bulanan publik.

Respons publik dapat menjadi liar, contohnya ketika muncul berita yang bersangkutan masuk dalam daftar Panama Papers yang menghebohkan, media massa dengan mudah merontokkan martabatnya.

Oleh karena itu, tokoh semacam itu diharapkan pula cermat merespons media. Ketergesaan akan membuka kotak pandora yang dikhawatirkan akan mengungkapkan hal-hal yang selama ini kurang nyaman diketahui publik.

Misalnya, pembelaan terhadap perusahaan dengan cepat direspons oleh media dengan menampilkan namanya dan alamat kantor lembaga negara di mana yang bersangkutan bertugas.

Konflik kepentingan terkuak, padahal kualitas hasrat yang bersangkutan mungkin tidak sesuram yang dipersepsikan oleh publik.

Kemungkinan pemahaman publik juga bias karena yang bersangkutan tokoh partai politik, institusi yang mempunyai perilaku buruk di mata publik.

Tentu saja gerak jiwa dari kedua sosok tersebut masih sangat dinamis. Masyarakat juga ingin tahu kualitas tokoh mana yang gerak jiwanya lebih kuat unsur logistikon dan thumos-nya daripada hasrat epithumia-nya.

Oleh karena itu, bangsa ini tidak boleh membiarkan hasrat liar penguasa tanpa kendali karena akan mengakibatkan runtuhnya bangunan struktur dan tatanan politik kekuasaan yang hendak dibangun.

Pendidikan hasrat menjadi agenda yang sangat mendesak bagi calon pemegang kekuasaan agar tidak terjebak ke dalam kubangan hasrat kuasa yang merusak tatanan peradaban politik.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
Gerhana matahari sebagian 9 Maret 2016 Ambarawa Semarang, Ceantral Java
 ·  Translate
1
Add a comment...

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
Hunting for Mr. Jateng-1 tomorrow #ganjarpranowo
1
Add a comment...

Tony Sujarwo

Beautiful Pictures  - 
1
Add a comment...

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
Ollyvia Putri Angella DM when she is directing a song on scouting competition
1
Griya Sehat Martini's profile photo
 
Nangendi kui?

Add a comment...

Tony Sujarwo

Shared publicly  - 
 
An eving in Boja, Kendal, central java, Indonesia
1
nor khoni's profile photo
 
cuaca mendung ya disana
 ·  Translate
Add a comment...
People
Have him in circles
54 people
Arum Jani Wardani's profile photo
sida guna's profile photo
Yanti Ariesty's profile photo
Gathot Suwarno's profile photo
Venus Archives's profile photo
Prakash RP's profile photo
tika dj's profile photo
Rachtika dheje's profile photo
firdaus khanafi's profile photo
Work
Occupation
Private Teacher
Employment
  • PT. Karya Daya Rekatama
  • Dhe~Je Course
    owner
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Temanggung-Central Java
Previously
Jakarta - Semarang - Ambarawa
Story
Tagline
I am a man who loves technology
Collections Tony is following
View all
Education
  • STIBA Jakarta
    Pendidikan Bahasa Inggris
  • IKIP Veteran Semarang
    Pendidikan Sejarah
Basic Information
Gender
Male