Profile

Cover photo
Abdel Malik
Worked at Banten Pos
Attends IAIN SMH Banten
Lives in DKI Jakarta, Indonesia
233 followers|28,524 views
AboutPostsPhotosYouTube

Stream

Abdel Malik

Shared publicly  - 
 
Silat dan Ketangguhan Budaya Nusantara
Suguhan jurus tarian kipas dalam gathering blogger bertajuk Maha Karya Indonesia 'Jiwa Indonesia mengingatkan saya pada Kam Bu Song yang ahli dalam Lo-hai-san-hoat (jurus kipas) pada serial cerita Silat Bu Kek Sian Su karya Asmaraman Khoo Ping Hoo. Ujaran-u...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Abdel Malik

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Abdel Malik

Shared publicly  - 
 
Salam. Sahabat-sahabatku yang terhormat, berikut saya kirimkan undangan Pembukaan Asean+Youth Assembly For Asean Community 2015, yang diprakarsai Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII). Dihelat mulai tanggal 26-29 Agustus 2013, di Hotel Mercure, Ancol. Terimakasih atas perkenan dan kehadiran sahabat.
Wassalam.
 ·  Translate
1
Add a comment...
Have him in circles
233 people
sonny majid's profile photo
Leonard Leo's profile photo
Pasar Iklan UKM's profile photo
Ikhsan Ahmad's profile photo
machfudz chan's profile photo
ChaveLa Murod's profile photo
Ahmad eMKa eMKa's profile photo
Sulhi Ciomas's profile photo
Muhammad Sanusi's profile photo

Abdel Malik

Shared publicly  - 
 
Enter to win a FREE watch from Cadence Watches
1
Add a comment...

Abdel Malik

Shared publicly  - 
 
Khataman Qur’an dan Imtihan di Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon.

 

Belajar Tafsir Kontemporer Hingga Pertandingan Bola Api

 

Oleh Abdul Malik Mughni,

 

Sanad Muttasil Wajib Dalam Pembelajaran Al-Qur’an

 

Puluhan santri bersimpuh di panggung. Wajah tegang, rona bangga, ceria, terpancar dari raut anak-anak usia belasan tahun yang hendak mengkhatamkan Al-Qur’an secara bergantian itu. Bangga, karena berhasil merampungkan hafalannya. Tegang lantaran harus melafalkan hafalan itu secara fasih, di hadapan para kiai, orang tua dan tetamu yang hadir menyaksikan Khatmil Qur’an ke XXVIII  Pondok Pesantren Assalafie, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Rabu-Kamis (12-13/6).

 

 

Khataman Al-Qur’an menjadi tradisi rutin di berbagai pesantren di negeri ini. Termasuk di Pesantren Assalafie, Babakan, Ciwaringin, Cirebon. Pesantren yang didirikan oleh Alm. K.H Syaerozie Abdurachiem itu menghelat rangkaian Khataman Al-Qur'an  sejak Selasa (11/6) sore hingga Kamis (13/6) malam. Sebanyak 116 Khatimin (santri putra) dan 136 khatimat(santri putri), membaca hafalan mereka secara bergantian. Dari surat terpendek, hingga surat-surat panjang di dalam Al-Qur’an.

 

Menghafalkan Al-Qur’an itu butuh perjuangan yang lumayan berat. Terlebih, mereka wajib membacanya dengan makhraj (suara) yang fasih dan nada yang tartil. Lagam Kempekan, begitu biasanya nada bacaan Al-Qur’an itu disebut. Sebelum tampil, para santri peserta Khataman itu harus mengikuti seleksi berlapis. Seleksi awal dilakukan oleh para Ustadz, dengan mematangkan praktik bacaan Al-Qur’an yang sesuai dengan teori tajwid. Setelah itu, mereka wajib mengikuti Sema’an, memperdengarkan bacaan atau hafalan mereka di hadapan Ustad z dan sejumlah santri. Lolos dari dua seleksi tersebut, para santri ini masih harus mengikuti pentashihan (pengesahan) bacaan Al-Qur’an mereka oleh para Kiai. Dalam pentashihan bacaan itu, biasanya sang Kiai menguraikan sanad atau urutan pembelajaran Al-Qur’an mereka dari para guru sebelumnya hingga kepada Nabi Muhammad SAW.

 

“Sanad atau ijazah bacaan ini disampaikan berurutan dari guru ke guru hingga Rasulullah SAW. Sanad Al-Qur’an ini dianggap penting, karena para ulama berpendapat bahwa belajar Al-Qur’an harus dilakukan kepada guru yang benar. Belajar membaca Al-Qur’an ini tak bisa dilakukan secara otodidak,” papar salah satu pengasuh Pesantren Assalafie, D.R K.H Arwanie Syaerozie.

 

Pembelajaran Al-Qur’an dan Hadist, dalam tradisi pesantren, kata Arwani, mensyaratkan sanad yang muttasil. Sehingga bacaan dan tafsir yang disampaikan tidak sembarangan, tetapi sesuai kaidah yang berlaku dalam metodologi ilmu keislaman. “Menjaga sanad ini menjadi salah satu keistimewaan Islam. Di mana dua sumber utama ilmu, yakni Al-Qur’an dan Hadist harus memiliki sanad yang muttasil dan tepelihara sampai ke Rasulullah,” paparnya.

 

Tafsir Serampangan Bisa Menyesatkan

 

Dalam rangkaian Khataman tersebut, Pesantren Assalafie menurut Arwani juga menggelar Akhirus Sanah, dan Rojabiah, untuk memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. “Kami juga menggelar seminar Al-Qur’an untuk membedah tafsir kekinian yang menghadirkan pakar dari Universitas Malaya, Malaysia dan Institut Ilmu Al-Qur’an, Jakarta,” tutur Arwani.

Dalam seminar yang dihelat Selasa (11/6) tersebut, Dr. KH. Amin Maulana, MA intelektual muslim dari universitas Malaya, Malaysia, yang juga alumnus pesantren setempat menguraikan kerisauannya tentang maraknya penyalah gunaan tafsir Al-Qur’an yang dilakukan sejumlah kelompok Islam.  Sejumlah kelompok tersebut, kata Amin menafsirkan Al-Qur’an secara serampangan untuk melegitimasi upaya makar, korupsi, terorisme dan kejahatan terhadap sesama manusia.

 

“Padahal, dari berbagai dimensi pemahaman, Al Qur’an sama sekali tidak mengarahkan umat manusia pada tindakan korup dan makar terhadap sebuah Negara. Mereka yang melakukan dua hal tersebut bertentangan dengan Al Qur’an, karena  nilai-nilai Al Qur’an menganjurkan umat Islam kepada kejujuran dan kesetiaan kepada suatu Negara,” tandas Amin.

Intelektual yang kini aktif dalam sejumlah forum keulamaan di Malaysia itu juga menguraikan, Al-Qur’an, baik bacaan, hafalan maupun tafsirannya, seharusnya justru membawa dampak positif bagi kehidupan manusia di bumi ini. Hal itu sesuai dengan esensi ajaran islam sebagai rahmatan lil’alamin (penebar kasih bagi seluruh alam).

 “Nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an apabila dihayati dan difahami dengan benar akan memberikan dampak positif bagi masyarakat pembacanya, sebagaimana akan memberikan imbas kesejukan dan kedamaian”.

Ia juga menyesalkan dengan banyak umat Islam di Indonesia yang tertipu dan terjebak dalam kelompok yang menjadikan agama sebagai kedok kejahatan mereka.

Di sisi lain, Akademisi Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) Jakarta, Ustadz Ali Mursyid, MA, mengulas sejumlah esensi Al Qur’an yang bisa berperan dalam pengetasan kemiskinan. Dalam prolognya ia mengungkapkan sebuah pertanyaan ; “Kenapa kemiskinan selalu saja melilit umat Islam?” Melalui makalahnya ia memaparkan jawaban dari Al Qur’an, tentang apa itu miskin, apa saja faktor penyebabnya, dan bagaimana menyelesaikannya. Inti pembahasannya adalah bagaimana dapat mengentaskan kemiskinan dengan berlandaskann ayat-ayat Al-Qur’an.

Ali Mursyid menjelaskan bahwa jalan pertama dan utama yang diajarkan Al Quran untuk pengentasan kemiskinan  adalah  kerja dan  usaha yang diwajibkan atas setiap individu yang mampu. Puluhan ayat yang memerintahkan dan  mengisyaratkan  kemuliaan bekerja. Segala pekerjaan dan usaha halal dipujinya, sedangkan segala bentuk pengangguran dikecam dan dicelanya. ”Apabila engkau telah menyelesaikan satu pekerjaan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (pekerjaan yang lain, agar jangan menganggu), dan hanya kepada Tuhanmu  sajalah hendaknya kamu mengharap”.  Ujarnya mengutip Surat Al-Insyirah, ayat 7 dan 8.
Rajab, Pestanya Kaum Santri

 

Menurut Arwani, khataman Al-Qur’an itu banyak dilakukan oleh berbagai Pesantren di perkampungan hingga di Kota-Kota besar di Indonesia, sebagai bentuk pelestarian tradisi, meningkatkan rasa cinta terhadap Al-Quran. “ Juga sebagai bentuk tasyakur karena para santri telah menuntaskan pembelajaran Al-Quran,” ujarnya.

“Di MHS (Madrasah Alhikamus Salafiyah,red) yang juga berada di lingkungan pesantren Babakan Ciwaringin juga digelar Imtihan, atau kenaikan kelas,” paparnya.

 

Tak heran jika bulan Rajab menjadi salah satu bulan istimewa bagi para santri babakan Ciwaringin. Rajab datang, libur pun menghadang. Selain itu, di bulan Rajab pula lah, puluhan Pesantren di Desa Babakan Ciwaringin biasa menggelar Khataman, Imtihan, Akhirus Sanah dan sebagainya. Artinya, banyak pesta dirayakan di Bulan Rajab.

 

Khusus di MHS, sebagai Madrasah yang menjadi rujukan seluruh Pesantren di Babakan Ciwaringin, perayaan Imtihan itu biasanya juga dirayakan dengan penampilan permainan Bola Api, oleh para Mutakharijin (lulusan) Aliyah MHS. Bola api ini dibuat dari butiran kelapa beserta serabutnya, yang sebelumnya telah direndam dalam minyak tanah atau bensin. Sistem permainannya, seperti sepak bola biasa, Bedanya, Bola kelapa itu dibakar dan menjadi obyek permainan.

 “Sebelum bermain bola api, kami harus berpuasa dan membaca dzikir tertentu untuk mohon perlindungan,” kata Ahmad Syafiq, salah satu alumnus MHS, dan Pesantren Assalafie, yang kini mengasuh Pesantren di Pasar Minggu Cirebon.

Permainan Bola Api itu, kata Syafiq bukan bermaksud unjuk kesaktian, tetapi sebagai pembelajaran bagi santri kelas akhir, dalam meyakini kekuasaan Allah, Swt. “Tradisi ini merujuk pada mukjizat Nabi Ibrahim, yang diselamatkan Allah, Swt dari kobaran Api yang dibakar oleh Raja Namrudz. Saat itu, Nabi Ibrahim membaca do’a ya Naaru kuuni bardan wa salaman. Wahai Api, mendinginlah dan selamatkanlah,” ujarnya.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Abdel Malik

Shared publicly  - 
 
“Aku tidak bisa begini terus. Kamu semakin sering sakit dan menolak hasrat seksualku. Kamu harus membiarkanku menikah lagi,” cetusmu entah untuk kali ke berapa.”Lagipula, aku sudah tak ada rasa, apalagi cinta dan sayang kepadamu. Yang ada hanya rasa kasihan, sementara aku merasa terpenjara dalam ...
1
Add a comment...

Abdel Malik

Shared publicly  - 
 
Anak Ningrat, Pekerja Keras Lahir pada 21 September 1965  di tengah keluarga Diplomat dan mafhum perihal pendidikan, membuat Gita Irawan Wirjawan dan keempat saudaranya tumbuh sebagai pribadi yang cakap dalam menghadapi ...
1
Add a comment...

Abdel Malik

Shared publicly  - 
 
UNDANGAN PELIPUTAN,
Kepada sahabat-sahabat Pers, PB PMII mengundang pada acara penutupan kegiatan ASEAN PLUS YOUTH ASSEMBLY For Asean Community 2015. Pertemuan dihadiri 14 Negara, 77 Delegasi.
Agenda:
1. Penutupan 
2. Deklarasi Ancol ASEAN Youth Assembly (Poin-poin rekomendasi)
3.  Deklarasi ASEAN Youth Network

Waktu & Tempat :
Hotel Mercure, Ancol, pukul: 10.00 Wib-11.00 Wib

Ditutup oleh : Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Bapak Helmi Faishal Zein

Terimakasih,

A. Malik Mughni                                                      Muhammad Zaid
(Publish Coord.)                                                       (Chief of Committee)

Addin Jauharudin                                                   A. Jabidi Ritonga
(Chairman)                                                              (General Secretary)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Abdel Malik

Shared publicly  - 
 
Sukseskan Asean Youth+9 Assembly For Asean Community 2015, 26-29 Agustus 2013 di Mercure Hotel Ancol.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Abdel Malik

Shared publicly  - 
1
supriadi hd's profile photoAbdel Malik's profile photo
2 comments
 
Alhamdulillah, bae bang
Add a comment...
People
Have him in circles
233 people
sonny majid's profile photo
Leonard Leo's profile photo
Pasar Iklan UKM's profile photo
Ikhsan Ahmad's profile photo
machfudz chan's profile photo
ChaveLa Murod's profile photo
Ahmad eMKa eMKa's profile photo
Sulhi Ciomas's profile photo
Muhammad Sanusi's profile photo
Work
Occupation
Journalist
Employment
  • Banten Pos
    Redaktur
  • Banten Raya Post
    Reporter
  • Lakpesdam NU Kota Serang
  • Lingkaran Banten
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
DKI Jakarta, Indonesia
Previously
Palembang, Sumatera Selatan - Serang, Banten, Indonesia - Cirebon, Jawa Barat, Indonesia - Jogjakarta, Indonesia - Cilegon, Banten, Indonesia - Tangerang, Banten, Indonesia - Bandung, Jawa Barat, Indonesia - Karawang, Jawa Barat, Indonesia - Solo, Jawa Tengah, Indonesia - Pandeglang, Banten, Indonesia - Lebak, Banten, Indonesia - Tasik, Jawa Barat Indonesia - Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia - Bekasi, Jawa Barat, Indonesia - Bogor, Jawa Barat Indonesia
Story
Tagline
Meretas Tradisi Kritis
Education
  • IAIN SMH Banten
    Jinayah Siyasah, 2004 - present
  • SMAN 1 Palimanan
    2003
Basic Information
Gender
Male
Apps with Google+ Sign-in
  • Duet
  • Racing Fever