Profile cover photo
Profile photo
Iyang alfaroeq
62,448 followers -
Mencari Kebahagiaan dengan Ilmu, ilmu adalah kekayaan meski tanpa harta, kekuatan meski tanpa keluarga, ilmu adalah kekuasaan.
Mencari Kebahagiaan dengan Ilmu, ilmu adalah kekayaan meski tanpa harta, kekuatan meski tanpa keluarga, ilmu adalah kekuasaan.

62,448 followers
About
Iyang alfaroeq's posts

Post has shared content


Dari awal ikut kajian sirah nabawiyah mengajarkan saya bahwa islam di sebarkan Rosulullah Shallallahu wa salam dengan berbagai macam cobaan dan ujian.

Wajarlah kita di ejek ngikutin Ustad wahabi Nabi Muhammad saja di hina sebagai seorang penyihir.

Post has attachment
(Kisah Ibn Jud’an) Amal Kebaikannya di Dunia Sia-Sia, Karena Ia Bukan Muslim!

Siapa yang tidak suka dengan orang yang berbuat baik?

Sudah naluri, bahwa orang yang berbuat baik, disukai oleh orang. Tidak pandang bulu. Siapapun itu.

Akan tetapi, jika berbicara sedikit lebih spesifik terkait masalah berbuat baik ini dalam konteks agama, maka sekali-kali, janganlah mereka, yang mengaku dirinya sebagai kuam muslimin, tertipu dengan jenis kebaikan oleh orang-orang di luar Islam tersebut.

Tertipu? apakah mereka menipu kita dalam arti berpura-pura ketika berbuat baik? (Bahkan) lebih dari itu. Yang mereka tipu, adalah Sang Penguasa Alam Semesta, yakni Allah Azza wa Jalla. Ketika Allah menyeru mereka untuk mentauhidkannya, akan tetapi mereka justru menyembah kepada sesembahan selainNya.

Lebih jauh daripada itu, mereka menuduh Allah mempunyai anak. Wal iyadzubillah.

Kesalahan yang mereka perbuat ini, justru sangat merugikan mereka nanti di akhirat kelak. Karena apa? karena apapun amalan kebaikan yang mereka kerjakan, tidak akan ada nilai kebaikannya sedikitpun di hadapan Allah ta’ala, lantaran akidah mereka yang menyimpang dari Islam.

Kita bisa membaca firman Allah 1400 tahun lalu, ketika mengutus Nabi Muhammad, untuk menyebarkan risalah kenabiannya kepada ummat manusia, dimulai dari kafir Quraisy.

[25.23] Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.

Debu yang tak ada nilainya sama sekali disisi Allah. Kebaikan yang mereka harapkan bisa menolong mereka, ternyata sia-sia. Tak berguna, karena mereka tak mempunyai kunci surga. Dan kunci surga itu adalah kalimat syahadat. Persaksian bahwa hanya Allah saja yang patut diibadahi dengan haq dan Nabi Muhammad adalah utusan dan rasulNya.

Begitulah nasib yang dialami oleh paman Nabi, Abu Thalib. Orang yang semasa Nabi hidup, begitu besar jasanya pada Nabi dan penyebaran Islam. Akan tetapi, ketika di akhir hayatnya, ternyata Abu Thalib, menolak untuk memeluk Islam, dan justru mempertahankan bisikan setan agar tetap dalam agama nenek moyangnya.

Dari Sa’id bin Al-Musayyab dari bapaknya radiyallahu anhu berkata, Pada saat ajal Abi Thalib telah tiba maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendatanginya, beliau mendapatkannya bersama Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Al-Mughiroh. Maka Rasulullah berkata kepadanya :

Wahai pamanku katakan: لا إله إلا الله suatu kalimat yang bisa aku saksikan pada hari kiamat. Maka Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata,

Wahai Abu Thalib, apakah engkau benci terhadap agama Abdul Muththalib?.

Maka Nabi senantaiasa mendakwahinya dan mengulangi permintaannya, sehingga Abi Thalib berkata di akhir ucapannya: Dia masih tetap berada pada millah Abdul Muththalib dan enggan mengucapkan: لا إله إلا الله maka Rasulullah bersabda, Demi Allah aku pasti memintakan ampun baginya selama aku tidak dilarang mengerjakannya. 

Lalu Allah menurunkan firmanNya: 

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang bereiman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam. QS. Al-Taubah: 113.

Maka, Abu Thalib yang merupakan orang yang banyak jasanya pada Islam itu pun, masuk ke dalam neraka, dan bukan surga. Dari Al-Abbas radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallambersabda, “Penghuni api neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib, dia memakai dua sandal dari neraka lalu dengannya otaknya menjadi mendidih” (HR Muslim)

Dan begitupun dengan kisah orang yang bernama Ibnu Jud’an yang dijadikan judul dalam postingan ini. Ibnu Jud’an adalah orang yang baik kepada sesamanya. Ia memberikan makanan yang dipunyainya kepada orang lain yang membutuhkannya.

Kemudian, ia membantu kaum yang lemah. Senantiasa ia berada di garda depan untuk membela ‘wong cilik’. Dan begitu banyak kebaikan yang diperbuat oleh Ibnu Jud’an. Suatu perbuatan, yang barangkali di saat sekarang, juga kita jumpai dari segolongan orang (di luar Islam).

Yakni mereka berbuat baik kepada sesamanya, memberikan makanan kepada orang yang sedang kelaparan. Membantu ketika terjadi musibah, baik itu banjir, tanah longsor gempa bumi ataupun tsunami. Pokoknya, kebaikan yang barangkali ada segelintir kaum muslimin justru tertinggal daripadanya.

Pertanyaannya adalah, apakah nanti amalan mereka bernilai disisi Allah?

Maka, istri Nabi yang paling dicintai Rasulullah, bertanya kepada Nabi dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, berikut ini:

Aisyah radhiyallahu ‘anha suatu hari pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Abdullah bin Jud’an yang mati dalam keadaan syirik pada masa jahiliyah, akan tetapi dia orang yang baik, suka memberi makan, suka menolong orang yang teraniaya dan punya kebaikan yang banyak. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: 

“Semua amalan itu tidak memberinya manfaat sedikitpun, karena dia tidak pernah mengatakan: ‘Wahai Rabbku, berilah ampunan atas kesalahan-kesalahanku pada hari kiamat kelak.” (HR. Muslim no. 214)

Maka, demikianlah contoh-co
ntoh dari kisah masa lalu yang bisa kita ambil hikmah dan pelajaran di dalamnya. Begitu tingginya nilai tauhid di sisi Allah. Bahwa semua amalan baik, tidaklah akan berharga di hari nanti terkecuali, si pemilik amal itu telah berikrar dengan dua kalimat syahadat, dan senantiasa memelihara persaksiannya itu, dari bahaya syirik yang selalu mengancamnya.

Mudah-mudahan berguna, wallahu a’lam.

Source:
https://thetrueideasreborn.wordpress.com

#Tauhid #islam 
Photo

Post has attachment
Suram itu adalah :

Si ahok sudah resmi dan di sahkan sebagai penista agama tapi yang mengaku muslim masih membelanya.

Jadi kaum munafik mana yang kau ragukan!


#Salam2tahun #dicipinang 
Photo

Post has attachment
MENGGUGAH GHIRAH

by JEJAKISLAM1 

Di zaman merdeka ini, mengapa sebagian dari kita ragu atau bahkan enggan menentang ketika agama dan negara dilecehkan? Hati terasa hambar, otak masa bodoh, tekanan darah rendah, otot kendur bergerak, tangan kaku menulis kritik, dan lidah kelu membela.

Kalau dulu, sebagaimana dituturkan oleh Buya Hamka dalam bukunya “Ghirah dan Tantangan terhadap Islam”, Tuanku Imam Bonjol awalnya hendak mengundurkan diri dari medan perang. Namun setelah melihat masjid diambil dan dijadikan kandang kuda, api tauhid di dalam dadanya berkobar-kobar, beliau akhirnya tak jadi mundur. Beliau lalu menyentak pedangnya, walaupun beliau sudah tua! Tak dihitungnya lagi menang atau kalah, hidup atau mati.

“Tak melawan itulah yang mati. Sebab tak ada lagi ghirah (cemburu),” tegas Buya Hamka.

Lebih lanjut, Buya Hamka menceritakan semasa penjajah Belanda berkuasa, dibuatlah propaganda bahwa Islam itu fanatik! Orang-orang yang terdidik dengan cara Belanda pun, lantaran cap yang telah diberikan itu, merasa dirinya rendah kalau kelihatan fanatik. Akhirnya anak-anak muslim yang telah terdidik secara Barat pun turut pula menuduh bangsa dan kaumnya fanatik!

Pangeran Diponegoro dengan niat hendak mendirikan kerajaan Islam di tanah Jawa dan beliau menjadi Amirul Mukmininnya, dituduh fanatik! Perlawanan Imam Bonjol selama 16 tahun dengan gerakan Paderinya yang terkenal itu, dituduh fanatik! Perlawanan rakyat Aceh selama 40 tahun dituduh fanatik! Kiai yang mengerahkan santri untuk menyerang Belanda, lalu semua santri disikat habis oleh mitraliur dan berakibat dua belas pemuda, anak-anak dari umur 20 tahun, bergelimpangan jasadnya. Mereka itu semua dituduh fanatik! Bahkan selama umat Islam masih belum mau menerima penjajahan, selama itu pula mereka dituduh dan harus dicap fanatik!

Barulah, kata Buya Hamka, akan hilang cap fanatik itu bila ghirah agamanya telah hilang. Baik hilang dalam dirinya, maupun masyarakatnya. Barulah dia tidak dicap fanatik, kalau dia duduk bersama-sama Belanda atau yang didikan Barat di waktu Maghrib, malu dia hendak shalat. Maka terpujilah ia sebagai orang yang “berwawasan luas” dan “toleran”.

Baru dipandang sebagai orang yang berwawasan luas bila dia tak datang shalat Jum’at di masjid. Padahal orang Belanda tetap ke gereja pada hari Minggu. Dan dia akan dicap fanatik kalau di rumahnya masih ada tikar sembahyang! Dan namanya akan dipopulerkan di mana-mana sebagai orang Islam yang maju dan berwawasan luas serta progresif kalau dia telah turut pula menjelek-jelekkan kiainya, mencela kehidupan santri bahwa kaum santri itu kotor dan gudikan!

“Tuan tahu apa sebabnya? Sebab pesantren itulah sumber tenaga kekuatan Islam di Indonesia selama ini. Maka pengaruhnya mesti dihilangkan, mesti ditimpakan kepadanya tuduhan-tuduhan dan dicap fanatik,” ungkap Buya Hamka.

Baru mendapat pujian dan bintang kalau “ulama” atau “kiai” bersedia memberikan fatwa yang menyenangkan hati “kanjeng” seperti melarang rakyat melawan penjajah atau menerima peraturan baru yang merugikan Islam. Tapi kalau mereka tegak lurus dalam ketentuan gama, mereka dituduh fanatik. Banyak ulama dan kiai yang dibuang dari negerinya, sebab dituduh fanatik (Buya Hamka, Dari Hati ke Hati tentang Agama, Sosial Budaya, Politik: Dari Hal Fanatik, hlm.117 )  

“Tuan boleh menuduh kaum muslimin itu fanatik. Tapi tuan harus membenarkan kata hati tuan sendiri bahwasanya fanatik umat Islam itu modal yang sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia. Agar tuan tahu itu bukanlah fanatik! Itulah yang bernama ghirah!”

Buya Hamka kemudian menerangkan, ghirah itulah yang telah diwarisi turun temurun dari nenek turun ke ayah. Dari ayah turun ke anak dan dari anak turun ke cucu. Seketika perlawanan umat Islam di Aceh di zaman melawan Belanda, menurut cerita Zentgraaf yang dikutipnya, rumah orang digeledah oleh serdadu patroli Belanda. Laki-laki tak kelihatan dalam kampung sebab pergi bergerilya –ber”muslimin” kalau kata orang Aceh –. Serdadu sampai ke halaman sebuah rumah. Seorang perempuan yang sedang menumbuk padi, ditegur oleh sedadu,

“Hai, ada laki-laki di rumah ini?”

“Tidak ada tuan!”

“Kemana laki-laki?”

“Semua pergi berperang tuan!”

“Boleh saya periksa ke rumah?”

“Boleh tuan!”

Rumahnya lalu digeledah. Tiba-tiba kedapatan seorang laki-laki bersembunyi di bawah tempat tidur. Di dibawa ke halaman. Perempuan itu ditanyai,

“Kenapa bohong? Tadi mengatakan laki-laki ada di rumah! Padahal ada. Awas ya!”

“Saya bicara yang benar tuan! Yang laki-laki semuanya telah pergi. Saudara saya ini takut lalu tinggal di rumah. Oleh sebab itu, dia tidak turut berjuang. Dia bukan laki-laki.”

“Tuan boleh menuduh kaum muslimin itu fanatik. Tapi tuan harus membenarkan kata hati tuan sendiri bahwasanya fanatik umat Islam itu modal yang sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia. Agar tuan tahu itu bukanlah fanatik! Itulah yang bernama ghirah!”

Maka resapilah pekikan ghirah seorang Bung Tomo hari ini, 70 tahun silam, yang telah mengobarkan semangat juang dan meneguhkan kebesaran Allah tuk pertahankan kemerdekaan Indonesia. “Slogan kita tetap sama: Merdeka atau Mati. Dan kita tahu, Saudara-saudara, bahwa kemenangan akan ada di pihak kita, karena Tuhan ada di sisi yang benar. Percayalah saudara-saudara, bahwa Tuhan akan melindungi kita semua. Allahu Akbar..Allahu akbar..! Yakinilah dan mauilah mempertahankan kemerdekaan agama dan negara ini yang sedang dilecehkan.

Oleh : Muhammad Cheng Ho – Penggiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB)


Photo
Photo
05/05/17
2 Photos - View album

Post has attachment
#Repost
@sulaemankhan212

Belajar dari sejarah...

ULAMA MENYESATKAN ITU TERUS ADA.

Umat Islam tak akan pernah aman sampai mereka yang memimpin peradaban. Umat Islam senantiasa hendak dipecah belah, salah satunya memasukan Ulama, Da'i, Ustadz dsb yang berfungsi untuk menyesatkan, memecah belah Umat Islam dan menjual Agama Allah.

Snouck Hurgronje adalah Agen Belanda yang sangat cerdas, masuk Islam, fasih Berbahasa Arab, hafal Al-Qur'an, sudah Haji & menikah dengan muslimah. Jangan coba-coba berdebat dengannya. Ilmu keagamannya jauh lebih hebat ketimbang kebanyakan Da'i pada saat itu.

Namun tetaplah kembali ke hati, bahwa tujuannya adalah untuk memecah belah Umat Islam, memurtadkan, dan meredam Umat Islam untuk tidak menerapkan Syariat Islam, menyuruh Umat Islam agar tak mencampuri politik & agama.

Alhasil banyak Ulama Tertipudaya. Akhirnya Aceh mampu dikuasai & tercerai berailah rakyat Indonesia akibat seruan fatwa sesat dari agen ini.

Maka Ulama palsu seperti ini akan terus ada. Yang tujuannya memecah belah Umat Islam dan menghancurkannya dari dalam.

Oleh sebab itu Letak Iman itu bukan berada pada pengakuan "Saya Islam, saya Sholat, Saya Ngaji, Saya Punya Pesantren, Saya Santri, Saya Pengurus Ormas Islam". Mengaku begitu tapi pandangannya, cara hidupnya, tingkah lakunya jauh dari Islam, menyerempet kepada Liberal & Komunis, menolak Syariat Islam, bahkan mendukung penista Islam.

Kalau hanya seperti itu Snouck Hurgronje adalah sangat beriman sebab telah menguasai dan sangat paham tentang Agama Islam.

Namun letak Islam itu juga pada Sikapnya, cara pandangnya, langkahnya, keberpihakannya, niatnya yang tulus untuk memperjuangkan Agama.

Tak pernah dalam pemikirannya mengambil pemikiran lain selain Hukum Allah, yang ia anggap sebagai hukum terbaik... Inilah Letak Islam itu sesungguhnya.

Sebab tak mungkin seseorang yang mengaku ISLAM tapi membela Penista Agama Islam. Maka jelas banyak Ulama, Kiyai, Da'i dan Umat Islam menyebut pembela penista Agama sebagai kaum munafik karena telah memenuhi kriteria kemunafikan yang diungkap Al-Qur'an dan As Sunnah. .


MozaikIslam.com 
Photo

Post has shared content

Post has attachment

Sekarang saatnya berhijrah.
Saya berlepas diri dari siapapun yang membela penista agama saya.


Photo

Post has attachment

Di Bandingkan dengan presiden Ergodan dan Raja Salman, kita ini apa, kontribusi apa yang sudah anda berikan untuk umat ini?? apa??

Tabayyun???
Apakah karena Assad bermusuhan dengan Israel itu artinya assad punya hak membunuh muslimin???

PAKE OTAK!
Apakah tidak mungkin Assad dan Iran memusuhi Arab Saudi sekaligus turki pun menjadi musuh Israel ?? Tidakkah itu lebih mungkin!??

Tabayyun??? Mengapa pemimpin yang begitu banyak jasanya pada umat kita fitnah sementara manusia yang jelas jelas membunuh saudara kita, bayi,anak anak, perempuan, orang tua kalian bela??

Wallahi keberpihakanmu akan di pertanggungjawabkan di hadapan-NYA.


#Repost from @rachmatthidayat - .

~•{ Khilafah 2 Aleppo }•~
.
Arab Saudi menerbangkan jet-jet tempurnya untuk menyerang Yaman tahun lalu, namun jet-jet itu terparkir saat Aleppo dibombardir, tak ada pasukan diturunkan disana

Perbatasan Turki hanya berjarak 25 KM dari Aleppo, Namun tentara-tentara Turki berdiam diri saat Muslim Aleppo dihabisi, terutama setelah hubungan dengan Rusia dinormalisasi

Sementara kita tak kalah parahnya, hanya disini berdoa, menulis, kadang memberi donasi, sambil berpikir dan sesekali berkomentar, tentang lemahnya kita bisa berbuat sesuatu untuk mereka

Kita tak menyalahkan Salman, sebab mungkin ketika kita berada dalam posisinya, kita tak bisa lebih baik darinya. Kita tak bisa menuduh Erdogan, mungkin dia punya banyak pertimbangan

Kita hanya bisa mendoakan, semoga Salman memahami negerinya adalah tempat lahirnya Nabi Muhammad, dan Nabi takkan suka bila ummatnya dibiarkan dibantai tanpa pertolongan

Kita hanya bisa mendoakan, semoga Erdogan terkabul doanya bahwa dia akan "Membangkitkan Islam dari tempat runtuhnya", mengembalikan kekuasaan Islam dari Istanbul

Yang kita seringkali salahkan adalah lemahnya diri, lambatnya kita mengemban amanah dakwah, ketidakseriusan dalam urusan agama, hingga ummat tak kunjung bangkit dan berjaya

Kalaupun ada teriakan-teriakan pada Salman dan Erdogan, itu terlebih sebuah lengkingan harapan, karena tak tahu lagi kemana mengadu, sebab sudah lama ummat melihat kedzaliman

Sementara pemimpin kita bermesra dengan Iran yang mengambil porsi besar dalam pembantaian, sambil membicarakan masa depan kedua negara, kemungkinan kerjasama dan saling sokong

Memang paling bagus berharap pada Allah, sebab takkan kecewa, memohon agar Allah datangkan pemimpin yang menyatukan seluruh Muslim, dan memimpin mereka dengan sistem Islam

Yang kelak tak terbelenggu tangannya oleh dunia, apalagi didikte negara adikuasa, yang menjadikan dirinya sebagai perisai ummat, dan mengumandagkan jihad pada musuh Allah dan Rasul-Nya

Aleppo membuka mata kita, bahwa tanpa persatuan, kaum Muslim tak ada harganya. Bukan persatuan basa-basi, tapi persatuan oleh aqidah, ukhuwah dan kepemimpinan yang satu. Khilafah Islam

by: @felixsiauw via @ngajicerdas 
Photo

Post has attachment
#Repost from @fauzanazkhan

Muslim yang seperti ini adalah Muslim yang SAKIT JIWA seperti yang dikemukakan Prof.Yunahar Ilyas,Lc,MA (Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia) Ngakunya Islam tapi setiap Jalan Islam selalu ditentang , tapi setiap Pendapat lain dan Fitnah kepada Islam dia selalu Sependapat/Senang.☝
.
Mereka ini adalah Orang yang diragukan Keimanannya , ngaku Islam tapi menentang Islam terus, selalu curiga terhadap saudaranya (muslim) (Demo Bayaran, Demo Politik Dll) tetapi Selalu Berpikir Positif Kepada Orang Yang Melawan Agamanya (Ahox Tidak Menistakan Agama, Niatnya Tidak Seperti itu) Bersikap Keras(menentang) Saudaranya Umat Islam tetapi Lembut(Sopan Atas Nama Kebhinekaan) kepada Orang-Orang Yang Menentang & Menghina Agamanya, Merekalah Orang Yang Keimanan terhadap Islamnya diragukan (Kemunafikan) & Sakit Jiwa Seperti Kata Profesor Yunahar . 😈
.
Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (QS 2:8) .
Bahasan Dan Arti Jihad itu Luas , Tapi Mereka tidak Paham, Mungkin mereka lupa Kemerdekaan Negara ini dicapai karena Jihad , Kehidupan Aman Melawan Komunis itu juga Karena Jihad , Kehidupan Sekarang Hasil Buah dari Jihad , Pendidikan Kesehatan yang bisa kita Nikmati sekarang adalah Hasil dari Jihad , Lalu mereka asal bicara tentang 'Jihad'.🙈
.
Tapi bagaimana kita bisa meyakinkan mereka , tohhhh Firman Allah Ta'ala saja Mereka Abaikan , Apalagi kalau mereka Islam, Duh Kelewatan Bro .... 😅

Pic inspirasi dari : @pemuda_indonesia_bangkit.
Photo

Post has attachment
TANGISAN IBU BERHONDA FREED "SAYA MENYESAL HANYA BAWA 500 BUNGKUS NASI"

Sungguh tak habis cerita yang menyejukkan, mengharukan bahkan menggedor-gedor nurani hingga tak disadari air mata pun menetes. Membuat kita makin yakin Islam itu indah dan makin bangga sebagai muslim.

Seperti yang dikisahkan oleh Olivia Maria tentang Aksi Damai 212 yang berlangsung kemarin di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Olivia mendengar cerita suami ketika perjalanan pulang balik dari kantornya di Sudirman, sepanjang jalan kanan kiri banyak mobil-mobil mewah berhenti.

"Kirain parkir," batin suami Olivia. Usut punya usut ternyata bagasi mereka terbuka, di sana banyak terisi dengan makanan. Makanan tersebut dari restoran Padang Sederhana yang seperti kita tahu harganya nggak bisa dibilang sederhana. Bahkan nasi bungkus isinya ada empal.

Lalu di ada lagi ibu-ibu paruh baya menangis sesenggukan. Ia menangis di samping Honda Freednya. Lalu, ditanya akhwat-akhwat yang lewat, "Kenapa Bu?"

Ibu setengah baya itu menjawab, "Saya membawa nasi 500 bungkus. Saya pikir cukup, ternyata kurang," kata Ibu itu.

Ibu itu mengaku ia ada duit untuk membeli dalam jumlah banyak.

"Duitnya ada, tapi saya pesan kemana-mana di sekitaran Thamrin city sudah kehabisan nasi semua. Tahu gitu saya memesan 2000 bungkus nasi tadi pagi. Nyesel banget nyesel," katanya dengan muka penuh penyesalan.

Mendengar kisah itu Didin Kristinawati, seorang pengguna media sosial, ikut merespons kisah indah itu, "Kelas menengah muslim Indonesia jumlahnya nggak main-main besarnya dan bisa melakukan dua hal: membiayai dakwah sekaligus memboikot yang terus-terusan memusuhi Islam
Biarkan uang bicara bagi pemusuh Islam yang mengejar uang!" katanya.

[Paramuda/BersamaDakwah]

#AksiBelaIslam3 #212 #BelaAlquran

Hukum sejati seorang muslim untuk kaya sebenarnya bukan menabung tapi bersedekah (mengeluarkan di jalan Allah) karena insyaallah kita akan memanennya di saat kita sendirian di hadapkan Pada-Nya, sementara tabungan yang menggunung tak kan bisa memberi pertolongan apa apa.
Photo
Wait while more posts are being loaded