Profile

Cover photo
lalu La
Attends PTIQ
Lives in Jakarta
12 followers|3,363 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

lalu La

Shared publicly  - 
 
Banyak yang bertanya tapi tidak mau menjawab
banyak yang menjawab namun enggan bertanya
 ·  Translate
1
Add a comment...

lalu La

Diskusi  - 
 
Kawaan 
Bagaimana kalau sekiranya pemikiran-pemikiran pra Sokrates kita renaisans kmbli
 ·  Translate
1
Edi supriadin jurdin's profile photoSyamsul Hidayat's profile photo
2 comments
 
Tidak perlu, karna filsafat senantiasa berkembang hingga kini.
 ·  Translate
Add a comment...

lalu La

Shared publicly  - 
 
Sejarah akan lahir dari perjalanan hidup dengan di barengi dengan seni yang terimplemantasi dalam kehidupan yang real
 ·  Translate
1
Add a comment...

lalu La

Shared publicly  - 
 
hhhh
1
Add a comment...
In his circles
159 people
Have him in circles
12 people
khairul Leon's profile photo
Marzoan Hafiz's profile photo
musthofa ridho's profile photo
Hendri Susanto's profile photo
Lambang MH's profile photo
Annisa Febrina's profile photo
Agus Irawan's profile photo
Syahril Mubarok's profile photo
Adlan Mz's profile photo

lalu La

Shared publicly  - 
 
Orang terbodoh selamanya
 ·  Translate
1
Add a comment...

lalu La

Shared publicly  - 
 
Filsafat Menyesatkan Namun Meluruskan
Oleh: Lalu Ihya Ulumiddin
Filsafat mempunyai sejarah yang sangat panjang. Filsafat lebih tua dari semua ilmu dan kebanyakan agama . Filsafat adalah pelajaran yang membingungkan, membuat orang stres, ilmu yang tidak mempunyai awal dan ujung, ilmu yang tidak mempunyai arti sama sekali. Kata-kata ini sudah biasa didengarkan oleh sebagian orang yang baru mulai belajar filsafat. Sehingga muncullah problem kalau filsafat itu adalah ilmu yang mengawang-awang. Interpretasi ini keluar dari orang-orang yang sinis dan memandang sebelah mata filsafat. Sehingga filsafat itu adalah ilmu yang membuat orang gila, asumsi yang mereka lontarkan memang mempunyai alasan, karena ada beberapa faktor membuat mereka memberikan interpretasi yang negatif. 
Memang bahasa filsafat tidak semudah bahasa yang sering kita dengar setiap kali kita belajar disiplin ilmu lainnya atau pada saat berkumpul dengan teman-teman kita. Sehingga dengan susahnya difahami bahasa filsafat sering kali membuat orang menjadi ngelantur, gila. Namun, dibalik kegilaan yang dialami oleh seorang filosof bukan berarti benar-benar sinting, dibalik kesintingannya para filosof, mereka dapat memberikan bagaimana cara berpikir yang produktif. Berangkat dari judul artikel ini tidak serta merta kita memberikan penilaian yang negatif terhadap ilmu filsafat itu. Karena bagaimanapun, secara tidak sadar filsafat itu akan selalu kita pelajari dan memberikan kita suatu pembelajaran tentang alam ini. Sehingga tanpa filsafat kita tidak akan pernah mengerti apa yang dimaksud dengan alam mikro, makro, apa itu substansi, bentuk?
Filsafat adalah mengerti semua eksistensi alam, dan pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak akan bisa di jawab oleh ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan bersifat metodis, sistematis, dan koheran tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan, sedangkan filsafat adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheran tentang seluruh kenyataan. Melihat definisi ini kita bisa membedakan bagaimana besarnya pengaruh ilmu filsafat terhadap kehidupan umat manusia untuk mengenal alam semesta ini. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan sulit dijawab apabila mengandalkan semata. Karena indra itu sifatnya kamuflase, memandang dengan indra belum tentu benar sesuai dengan substansi bentuk materi tersebut. Dan inilah tugas para filosof untuk mengklarifikasikan hal-hal yang tidak bisa dipandang dengan cara indra melainkan mengetahui substansinya. Ilmu fisafat kadang kala bisa menyesatkan, karena kenapa? Sebagian para filosof yang tidak bisa merasionalkan sesuatu yang sifatnya tidak bisa di rasionalkan. Misalkan untuk merasionalkan Tuhan, karena ketidak mampuan mereka merasionalkan sesuatu yang memang tidak bisa di rasionalkan, ini akan memberikan faktor untuk tidak percaya akan adanya yang menciptakan, sehingga mereka lebih memilih ateis dari pada percaya akan adanya yang meng-Ada, dan mengadakan sesuatu yang sudah ada menjadi ada. Tapi belajar filsafat tidak selamanya membuat orang tersesat, justru dengan tidak berfilsafat kesesatan akan mendekati kita. Abu Nadim al-Jisr dalam bukunya Para Pencari Tuhan mengatakan filsafat bagaikan samudra yang luas, jikalau hanya berjalan ditepinya saja kita akan tersesat, akan tetapi jika  sudah berada di dasarnya akan menemukan keindahan yang tidak ada bandingnya. 
Menyelam ke samudra filsafat bahkan menyelamatkan seseorang dari dogma, dan kesesatan, dengan filsafat keadilan akan menyatu dalam diri dan pribadi sesorang. Sokrates yang lahir di Athena pada tahun 470 SM dan meninggal pada tahun 399 SM menurut kata teman-temannya, beliau ini begitu adil, sehingga ia tidak pernah berlaku zalim, ia begitu pandai menguasai dirinya, sehingga ia tidak pernah memuaskan hawa nafsu dengan merugikan kepentingan umum. Ia begitu cerdik, sehingga tak pernah khilaf dalam menimbang buruk dan baik . Ini menggambarkan betapa dalam filsafat beliau, sehingga kearifan dan kharismatik  dalam menjalani hidup sangat terorganisir. Di lain kali beliau mengatakan mengetahui itu adalah hakikat hidup, mengetahui itulah kebahagiaan yang sejati.
Jika hakikat hidup tidak kita ketahui maka kehidupan penuh dengan dogma dan tahayyul. Konklusinya filsafat adalah ilmu yang meluruskan paradigmatis untuk menjalani hidup ini. Karena kalau kembali melihat arti filsafat itu sendiri, ada tigal hal mendorong manusia untuk berfilsafat yaitu keheranan, kesangsian, dan kesadaran akan keterbatasan akan terasa. Semakin kita terpukau oleh ketakhinggaan sekelilingnya, semakin ia heran akan eksistensinya. Kalau kembali kemakna filsafat itu sendiri, niscaya akan mendapatkan kembali eksistensi cara memandang arti hidup. Kata filsafat berasal dari Yunani yang berarti “cinta akan hikmat” atau “cinta akan pengetahuan”. Seorang filsuf adalah seorang pencinta, pencari (philo) hikmat atau pengetahuan (sophia) Philosophy solution in the me life. 
Namun perlu diketahui manusia tidak akan mampu mencapai penegetahuan secara keseluruhan walaupun menghabiskan semua umurnya.  Para penulis sejarah filsafat berasumsi bahwa orang yang pertama menggunakan kata filsafat adalah Pythagoras (w. 497 SM). Kata ini digunakannya sebagai reaksi terhadap orang yang menamakan dirinya ahli pengetahuan . Oleh sebab itu, yang pantas bagi manusia ialah pecinta ilmu pengetahuan (filosof) sehingga terkenal ungkapannya


لست حكيما لان الحكمة لاتضا ف لغير الهة وما انا الا فيلسو ف محب الحكمة
Saya tidaklah ahli pengetahuan, karena ahli pengetahuan itu khusus bagi Tuhan saja, saya adalah filosof, yakni pecinta ilmu pengetahuan. 
Akan tetapi, kata filsafat populer pemakaiannya sejak masa sekolah Sokrates dan Plato. Namun yang pasti, kata filsafat ini telah ada sejak masa filosof Yunani. Berfilsafat tentunya menggunakan akal yang sehat, dan akal merupakan anugrah Tuhan yang paling istimewa bagi manusia. Sudah sifat bagi akal manusia yang ingin tahu terhadap segala sesuatu, termasuk dirinya sendiri dan alam sekitar. Pengetahuan yang dimiliki manusia bukan dibawa sejak lahir karena manusia ketika dilahirkan belum mengetahui apa-apa sebagaimana yang diterangkan dalam al-Qur’an dalam surat an-Nahl ayat 78.
    •               
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.


DAFTAR PUSTAKA
Hamersan, Harry. Pintu Masuk ke Dunia Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 2008.
Hatta Muhammad. Alam Pikiran Yunani, Jakarta: UI Press, 2006.
Zar, Sirajuddin. Filsafat Islam, Jakarta: Rajawali Press, 2012. 



  

   
 

 ·  Translate
1
Add a comment...

lalu La

Shared publicly  - 
 
Sampai akar-akarnya
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
In his circles
159 people
Have him in circles
12 people
khairul Leon's profile photo
Marzoan Hafiz's profile photo
musthofa ridho's profile photo
Hendri Susanto's profile photo
Lambang MH's profile photo
Annisa Febrina's profile photo
Agus Irawan's profile photo
Syahril Mubarok's profile photo
Adlan Mz's profile photo
Education
  • PTIQ
    Ushuluddin, 2011 - present
Basic Information
Gender
Male
Other names
Lalu Sokrates Ghozali
Story
Tagline
Manusia yang tak pernah pinter
Introduction
Merasa pinter akan merusak repotasi belajar
so aku hanya orang yang selalu bodoh
Bragging rights
Filosof
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Jakarta
Links
YouTube