Profile cover photo
Profile photo
ioanes rakhmat
Liberated from the cage forever and then still entrapped by infinity...
Liberated from the cage forever and then still entrapped by infinity...
About
ioanes's posts

Post has attachment
BY MANAGING THE MIND, YOU MANAGE THE SELF ENTIRELY.
Photo

Post has attachment
Puisiku: Kugapai Sang Rembulan
Photo

Post has attachment

Post has attachment
DARI IBU SAENI PEMILIK WARTEG DI SERANG HINGGA TEORI KONSPIRASI

Ini tulisan terbaru saya yang sdh diterbitkan di Kompasiana tadi siang.

Gub. Ahok dipersalahkan lagi gara-gara kasus Ibu Saeni yang semua dagangannya di kedai nasinya disita Satpol PP Serang, Banten, lantaran dia jualan di siang hari saat Ramadhan.

Bahkan Ahok dan Jokowi pun diteorikan sebagai antek-antek PKC RRC. Ini teori konspirasi orang yang suka melamun di siang bolong.

Kata mereka juga, di NKRI sebetulnya sedang terjadi proxy war. Perang apa ini?

Seru! Bacalah jauh lebih lengkap di sini

http://m.kompasiana.com/ioanesrakhmat.blogspot.com/dari-ibu-saeni-pemilik-warteg-di-serang-hingga-teori-konspirasi_575e422e319373ca04c325ba

Foto: Ibu Saeni sedang pegang uang Rp 10 juta yg menurut berita disumbangkan kepadanya oleh Presiden Joko Widodo.
Photo

Post has attachment

Post has attachment
PERTARUNGAN MODEL SOSIOLOGIS MARXIS dg MODEL SOSIOLOGIS PANCASILAIS

“Model” adalah suatu representasi yang disederhanakan atas realitas apapun yang sebetulnya rumit dan pelik, supaya orang dapat mudah membayangkan, memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan realitas ini, dan memprediksi akan ke mana dan bagaimana realitas ini bergerak ke depannya.

Semua ilmu pengetahuan memerlukan model-model, termasuk sosiologi. Dalam fisika, misalnya, ada model komputer, model matematis, dan lain-lain. Dalam sosiologi, seluk-beluk masyarakat yang sebetulnya rumit disederhanakan minimal dalam tiga model, yakni model konflik, model fungsionalisme struktural, dan model interaksi simbolik.

Berhubung dalam masyarakat Indonesia di hari-hari belakangan ini ada kalangan yang mengklaim diri kalangan “pembela Pancasila” yang dengan gencar “sedang memerangi” apa yang mereka sendiri persepsikan sebagai kalangan “PKI gaya baru” atau kalangan Marxis komunis, ada baiknya kita sekarang mengkaji dinamika sosiologis ini dari perspektif model-model sosiologis yang sedang bertarung.

Dengan pas kita dapat melihat dinamika ini sebagai suatu pertarungan model konflik dengan model fungsionalisme struktural.

Sederhana saja, kalangan Marxis menganut model sosiologis konflik; dan kalangan Pancasilais menerapkan model fungsionalisme struktural. Dua model ini berbeda.

Selengkapnya :

http://www.kompasiana.com/ioanesrakhmat.blogspot.com/mendagri-tjahjo-kumolo-aku-tak-mau-mengikuti-genderang-kivlan-zen_5755d178a8afbd2d0baf54df

Silakan share seluasnya. Thank you.

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
SELUK-BELUK ORIENTASI SEKSUAL LGBT (Bagian 1)

Tulisan ini panjang, penting dan perlu diketahui, dibaca dan dipahami banyak orang dalam masyarakat Indonesia, dan disebarkan. Untuk dapat dipublikasi dalam ruang Kompasiana yang terbatas ini, saya membaginya dalam dua bagian terpisah. Bagian pertama fokus pada temuan-temuan sains modern tentang “orientasi seksual” (OS) LGBT. Bagian kedua menguraikan aspek-aspek keagamaan dan yuridis kalangan LGBT.

Silakan bagian pertama ini dinikmati dulu. Untuk bisa menerima manfaat tulisan ini dengan penuh, lepaskan semua prakonsepsi anda tentang LGBT yang selama ini anda pertahankan berdasarkan doktrin-doktrin prailmiah keagamaan anda apapun yang sudah tertanam dalam benak anda.

Read more http://www.kompasiana.com/ioanesrakhmat.blogspot.com/seluk-beluk-orientasi-seksual-lgbt-bagian-1_57287b99ec9673971ea4bc44

Post has attachment
ANTARA KAPITALISME DAN SOSIALISME: DI MANA POSISI GUBERNUR AHOK?

Menurut garis besarnya, dalam kapitalisme, berlaku kompetisi dalam suatu perdagangan di pasar bebas. Kepemilikan perseorangan diakui. Akumulasi kekayaan juga diperkenankan. Tetapi tentu saja, tidak ada pasar bebas yang sebebas-bebasnya. Pemerintah dalam suatu negara kapitalis manapun tetap berperan, setidaknya sebagai wasit, untuk membuat persaingan bisnis berlangsung dengan bebas tetapi juga bertanggungjawab dan sehat; dan juga untuk memungut pajak demi roda pemerintahan dan pelayanan publik dan pembangunan bangsa dan negara dapat berjalan.

Dalam sosialisme, sebaliknya, kepemilikan pribadi tidak diperbolehkan. Akumulasi kekayaan personal dilarang. Perdagangan bebas tidak dijalankan. Semua kegiatan usaha dikendalikan oleh suatu oligarkhi sosialis yang menentukan ke arah mana perekonomian negara akan dibawa. Konon, para pembela sosialisme membayangkan suatu masyarakat tanpa kelas akan dicapai. Setiap warga negara akan diperlakukan dengan adil, lewat pendistribusian kekayaan yang adil yang diatur oleh oligarkhi sosialis dan lembaga-lembaga lain yang membantu mereka.

Nah, dalam mengelola kota DKI, di mana posisi Gubernur Ahok di antara dua pilihan ideologi dan sistem ekonomi itu? Saya berusaha menjawabnya dalam tulisan saya yang tidak panjang di Kompasiana. Silakan dibaca dan disebarkan. Terima kasih.

Ini link-nya http://www.kompasiana.com/ioanesrakhmat.blogspot.com/antara-kapitalisme-dan-sosialisme-di-mana-posisi-gubernur-ahok_5725a2c450977318048b4582
Wait while more posts are being loaded