Profile cover photo
Profile photo
Haqi Kusanagi
63 followers -
Pure editor.
Pure editor.

63 followers
About
Posts

Post has attachment
Haqi Kusanagi commented on a post on Blogger.
Revisi Kurikulum 2013 (Per November) yang untuk SMP/SMA belum ada?
Add a comment...

Mereka bilang aku gila. Sebagian lain justru memuji-muji dengan mata berbinar. Sebagian sahabat terang-terangan mendukung, sementara yang lain mencibir. 
Add a comment...

Post has attachment
Cuma curhatan kecil.
Afirmasi
Afirmasi
lionkusanagi.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Afirmasi
Aku bisa menulis jutaan puisi dan berlembar-lembar surat
cinta untuk kamu baca. Namun, aku yakin kamu tetap tidak akan mengerti
perasaanku yang sebenarnya. Ini bukan masalah komprehensi, bukan juga tentang
inteligensi. Ini soal rasa yang tidak terjangkau lo...
Afirmasi
Afirmasi
lionkusanagi.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Tentang "Birdman" yang katanya gak pantes dapet Oscar.
Mengapa “Birdman” Film Terbaik?
Mengapa “Birdman” Film Terbaik?
lionkusanagi.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Mengapa “Birdman” Film Terbaik?
Mengejutkan. Tidak masuk akal. Tidak layak. Itulah yang
dipikirkan banyak orang ketika “Birdman” dinobatkan sebagai film terbaik 2015.
Mengapa film ini yang terpilih? Apa bagusnya? Banyak yang bilang “Birdman” hanya dapat dinikmati seniman
dan sineas tulen....
Mengapa “Birdman” Film Terbaik?
Mengapa “Birdman” Film Terbaik?
lionkusanagi.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
After looong time, here's my newest rant.
Add a comment...

Post has attachment
"Once Upon a Time in Shanghai", Underrated yet Riveting Movie
Setelah menonton beberapa film gagal Donnie Yen--sebut saja "Monkey King", "Special ID", atau bahkan "The Iceman"--aku disajikan "Kung Fu Jungle" yang ternyata memang menjadi ajang come back sang maestro. Namun, mungkin banyak yang belum tahu bahwa beberapa...
Add a comment...

Dewasa ini, banyak orang Indonesia yang menyalahgunakan ungkapan insya Allah. Mereka akan bilang insya Allah dan dengan begitu mereka ga perlu merasa bersalah ketika mengingkari janji. Jadi, fungsinya udah bergeser jauh dari "berserah diri kepada Allah" menjadi legitimasi pengingkaran janji.

Aku pribadi sangat menghindari ungkapan ini diucapkan orang Indonesia karena fungsi yang udah bergeser itu. Well, meski ada beberapa gelintir orang yang masih paham betul konsep insya Allah, but I won't taking any risk.

What do you think? 
Add a comment...

Malam itu dingin. Tanpa jaket, aku duduk di atas batu besar di luar rumah sewaan di pinggir desa, mengasingkan diri. Tiba-tiba, ringtone My Love is Puzzle memecah keheningan. 

Selama beberapa saat, aku terpaku. Aku tahu benar untuk siapa ringtone ini ku-assign. Kupikir aku tidak akan mendengarnya sepanjang hidup karena gadis itu tak mungkin meneleponku.
Namun, kini ringtone itu berbunyi dengan lantang.

Aku menelan ludah dan menjawab telepon itu. “Ha... halo?”

“Hai,” sapa suara lembut di seberang sana.

“Hai,” sahutku apa adanya.

“Apa kabar?”

“Umm... beberapa saat sebelumnya, aku masih agak tidak enak badan. Tapi sekarang aku merasa sangat sehat,” jawabku jujur.

“Ha ha ha,” gadis itu  tertawa kecil. Tawanya basah, namun renyah. “Kok tiba-tiba bisa sehat?”

Karena aku mendengar suaramu.

“Ya. Entahlah,” aku tidak berani menyuarakan isi hati.

“Emm, bagaimana selama KKN di sana? Apakah menyenangkan?” 

Sama sekali tidak, sampai hari ini ketika kamu meneleponku.

“Yaah, beginilah. Kewajiban mahasiswa yang harus ditunaikan,” lagi-lagi aku berbelok.

“Ha ha. Tampaknya kamu tidak menyukainya.”

Tidak ada hal lain yang kusukai selain dirimu.

“Tentu saja tidak. Kamu yang paling tahu kalau aku benci tugas kelompok,” aku terus mengoceh sambil tetap menyelubungi kata hati.

“Oh iya. Waktu SMA dulu kamu ngotot meminta Pak Edi supaya kamu mengerjakan tugas sendirian saja. Padahal itu ‘kan banyak sekali,” suaranya kini lantang. Bersemangat.

“Mengejutkan. Ternyata kamu masih ingat...” aku tak bisa menyembunyikan kegembiraanku.

Kami pun berbincang lama. Entahlah dengan dirinya, tetapi aku benar-benar melepas rindu. Aku tak peduli alasannya meneleponku dan aku tak mau banyak berharap. Aku hanya tahu bahwa saat ini aku merasakan kebahagiaan yang menggetarkan kebekuan jiwaku.

Mungkin Tuhan telah mengirimkan surga melalui suaranya...
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded