Profile cover photo
Profile photo
Shinta Gebby
12,834 followers -
Jangan Lupa Follow yak !! ^_^}
Jangan Lupa Follow yak !! ^_^}

12,834 followers
About
Shinta's posts

Tuhan.. Terima kasih untuk hari ini, apapun kejadian hari ini aku tetap bersyukur. Semoga besok menjadi hari yg lebih baik lagi. Amin

Yang nama-nya Cinta & Sayang itu gak bisa dijual ataupun dibeli. Catet

Aku ingin menjadi orang yang kamu ceritakan dengan bangga kepada teman temanmu dan "berkata itu pacarku". 

Yg udah sahur, monggo disimak Baik-baik... 
___
Jika kekasihmu pergi ke surga, kejarlah dia dengan amal baik .
Jika kekasihmu pergi ke laut, kejarlah dia dengan perahu.
Jika kekasihmu pergi ke pelukan orang
lain, Kejarlah dia dengan . . . . . . ?
*Lanjut kawan... 
udah gitu doank 

Post has attachment
Brazil VS Netherlands
kamu dukung yang mana ?

#wordcup2014   #pialadunia2014   #brazil2014   #brazilvsbelanda  
Photo

Post has attachment
Menurut kalian gimana ???

#manfaatkopi   #sehatalami  

Renungan Pagi 
___
Seorang pemuda duduk di hadapan
laptopnya. Login facebook. Pertama
kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak
pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2
dua pesan yang selama ini ia abaikan.
Pesan pertama, spam. Pesan
kedua….. dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa
bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya:
“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama
Bapak mencoba menggunakan
facebook. Bapak mencoba menambah
kamu sebagai teman sekalipun Bapak
tidak terlalu paham dengan itu. Lalu
bapak mencoba mengirim pesan ini
kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai
mengetik. Ini pun kawan Bapak yang
mengajarkan.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang.
Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih
ingat pertama kali kamu bisa ngomong.
Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak,
Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya
anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara
dengan kamu walaupun kamu mungkin
tidak ingat dan tidak paham apa yang
Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau
5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan
Ibumu bicara dengan kamu sangat
banyak sekali. Kamulah penghibur kami
setiap saat.walaupun hanya dengan
mendengar gelak tawamu.
Saat kamu masuk SD, bapak masih
ingat kamu selalu bercerita dengan
Bapak ketika membonceng motor
tentang apapun yang kamu lihat di kiri
kananmu dalam perjalanan.
Ayah mana yang tidak gembira melihat
anaknya telah mengetahui banyak hal
di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja
keras mencari uang untuk biaya kamu
ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali.
Menyenangkan. Bapak sangat
mengiginkan kamu menjadi anak yang
pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat
pertama kali kamu punya HP? Diam2
waktu itu Bapak menabung karena
kasihan melihatmu belum punya HP
sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah
mulai punya banyak kawan-kawan
baru. Ketika pulang dari sekolah kamu
langsung masuk kamar. Mungkin kamu
lelah setelah mengayuh sepeda, begitu
pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya
pada waktu makan saja setelah itu
masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika
akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita
dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah
mulai melanjutkan ke jenjang sekolah
yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari
kami saat perlu2 saja serta
membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun
sikap kamu sama saja dengan
sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. 
Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk
dengan HP kamu, dengan laptop kamu,
dengan internet kamu, dengan dunia
kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam
hati. Adakah kawan2mu itu lebih
penting dari Bapak dan Ibumu?
Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma
diperlukan saat nanti kamu mau nikah
saja sebagai pemberi restu? Adakah
kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu
sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah
merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah
diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak
sekuat dulu lagi.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau
kamu berada di sisi bapak. Berbicara
tentang hidup kamu. Meluapkan apa
saja yang terpendam dalam hati kamu.
Menangis pada Bapak. Mengadu pada
Bapak. Bercerita pada Bapak seperti
saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya
waktu samasekali berbicara dengan
Bapak, jangan sampai kamu tidak
punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cintamu pada
seseorang didalam hati melebihi
cintamu kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak,
namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Maafkan Bapak atas segalanya.
Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini.
Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata,
terisak. Dalam hati terasa perih tidak
terkira................... 
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca
setelah 3 bulan beliau pergi untuk
selama-lamanya."" 
udah gitu doank 

Renungkan. . .
___

Seorang pemuda terpelajar dari Solo
naik pesawat ke Jakarta.
Disampingnya duduk seorang ibu
yg sudah berumur. 
Si Pemuda menyapa, n tak lama
mereka terlarut dalam obrolan
ringan.

“Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?”
tanya siPemuda. 

“Oh… Saya mau ke Jakarta terus
“connecting flight” ke Singapore
nengokin anak saya yg kedua”
jawab ibu itu. 

“Wouw….. hebat sekali putra ibu,
pemuda itu menyahut n terdiam sejenak. 
Pemuda itu merenung. 

Dengan keberanian yg didasari rasa
ingin tahu pemuda itu melanjutkan
pertanyaannya: 
“Kalau saya tidak salah, anak yg di
Singapore tadi, putra yg kedua ya Bu?
Bagaimana dg adik-adiknya?” 

“Oh ya tentu”, si Ibu melanjutkan
ceritanya,, 
“Anak saya yg ketiga seorang
Dokter di Malang, yg keempat
Kerja di Perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi Arsitek di Jakarta, yg keenam menjadi Kepala Cabang Bank di madiun. yg ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.” 

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini,
bisa mendidik anak anaknya dg sangat
baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.
“Terus bagaimana dg anak pertama ibu?”

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab.

“Anak saya yang pertama menjadi Petani di Godean Jogja nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yg tidak terlalu lebar”

Pemuda itu sgera menyahut : 
“Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dgn anak pertama ibu, adik-adiknya
berpendidikan tinggi n sukses di pekerjaannya, sedang dia hanya menjadi seorang petani ?” 

Dengan tersenyum ibu itu menjawab, 
“Ooo …tidak tidak begitu nak… Justru saya sangat bangga dg anak pertama
saya, karena dialah yg membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani” 
___ 

Pesan Moral: 
Semua orang di dunia ini penting dan berharga ! 
Buka mata Anda ... 
Hati Anda... 
Pikiran Anda... 
Sudut pandang Anda... 
Karena kita tdk bisa menilai kualitas suatu buku hanya dari membaca sampul luarnya saja. 
Kita tdk bisa menyimpulkan seseorang hanya dari pekerjaan rutinnya sehari2. Kita perlu mengenalnya lebih dalam utk bisa menilai dan menghargainya secara lebih baik. 

# Like_dan_Bagikan jika anda Merasa Artikel ini Bermannfaat..

SUBHANALLAH . . . .

udah gitu doank 

Sambil sahur Nonton Bola
Belanda vs Argentina

ayooo siapa yg menang... kamu dukung mana ??

#pialadunia2014   #fifawordcup2014   #messi  

#sahur  
Wait while more posts are being loaded