Profile cover photo
Profile photo
Hannif Andy Al Anshori
Lets go traveling while chasing the dreams
Lets go traveling while chasing the dreams
About
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Selamat Rolasan, sedulur.

Sudah pernah mendengar nama Desa Wisata Gubugklakah? Nah, di sana, kamu bisa cobain river tubing Ledok Amprong. Gimana sih serunya? Simak di artikel terbaru saya, ya!

https://insanwisata.com/river-tubing-ledok-amprong-gubugklakah/

Post has attachment
Selamat Rolasan, sedulur.

Sudah pernah mendengar nama Desa Wisata Gubugklakah? Nah, di sana, kamu bisa cobain river tubing Ledok Amprong. Gimana sih serunya? Simak di artikel terbaru saya, ya!

https://insanwisata.com/river-tubing-ledok-amprong-gubugklakah/

Post has attachment
Selamat Rolasan, sedulur.

Sudah pernah mendengar nama Desa Wisata Gubugklakah? Nah, di sana, kamu bisa cobain river tubing Ledok Amprong. Gimana sih serunya? Simak di artikel terbaru saya, ya!

https://insanwisata.com/river-tubing-ledok-amprong-gubugklakah/

Post has attachment
Selamat Rolasan, sedulur.

Sudah pernah mendengar nama Desa Wisata Gubugklakah? Nah, di sana, kamu bisa cobain river tubing Ledok Amprong. Gimana sih serunya? Simak di artikel terbaru saya, ya!

https://insanwisata.com/river-tubing-ledok-amprong-gubugklakah/

Post has attachment
Selamat Rolasan, sedulur.

Sudah pernah mendengar nama Desa Wisata Gubugklakah? Nah, di sana, kamu bisa cobain river tubing Ledok Amprong. Gimana sih serunya? Simak di artikel terbaru saya, ya!

https://insanwisata.com/river-tubing-ledok-amprong-gubugklakah/
Add a comment...

Post has attachment
Rahmad berhasil menorehkan kesan mendalam. Jalan kekayaan yang ia yakini bukan hanya lewat perdagangan. Namun kekayaan hati melalui kasih sayang sesama manusia. Saya melihatnya demikian di wajah maestro lurik Pedan.

“Bukanlah pantun sembarang pantun. Pantun digubah para pujangga. Bukanlah tenun sembarang tenun. Tenun tangan pujaan bangsa”, tulis Rahmad, pahlawan dan maestro lurik Pedan yang tak ingin dikenal.

Tulisan terbaru tentang sejarah lurik Pedan sudah tayang. Yuk dinikmati
Add a comment...

Post has attachment
Rahmad berhasil menorehkan kesan mendalam. Jalan kekayaan yang ia yakini bukan hanya lewat perdagangan. Namun kekayaan hati melalui kasih sayang sesama manusia. Saya melihatnya demikian di wajah maestro lurik Pedan.

“Bukanlah pantun sembarang pantun. Pantun digubah para pujangga. Bukanlah tenun sembarang tenun. Tenun tangan pujaan bangsa”, tulis Rahmad, pahlawan dan maestro lurik Pedan yang tak ingin dikenal.

Tulisan terbaru tentang sejarah lurik Pedan sudah tayang. Yuk dinikmati

Post has attachment
Rahmad berhasil menorehkan kesan mendalam. Jalan kekayaan yang ia yakini bukan hanya lewat perdagangan. Namun kekayaan hati melalui kasih sayang sesama manusia. Saya melihatnya demikian di wajah maestro lurik Pedan.

“Bukanlah pantun sembarang pantun. Pantun digubah para pujangga. Bukanlah tenun sembarang tenun. Tenun tangan pujaan bangsa”, tulis Rahmad, pahlawan dan maestro lurik Pedan yang tak ingin dikenal.

Tulisan terbaru tentang sejarah lurik Pedan sudah tayang. Yuk dinikmati

Post has attachment
Rahmad berhasil menorehkan kesan mendalam. Jalan kekayaan yang ia yakini bukan hanya lewat perdagangan. Namun kekayaan hati melalui kasih sayang sesama manusia. Saya melihatnya demikian di wajah maestro lurik Pedan.

“Bukanlah pantun sembarang pantun. Pantun digubah para pujangga. Bukanlah tenun sembarang tenun. Tenun tangan pujaan bangsa”, tulis Rahmad, pahlawan dan maestro lurik Pedan yang tak ingin dikenal.

Tulisan terbaru tentang sejarah lurik Pedan sudah tayang. Yuk dinikmati
Wait while more posts are being loaded