Profile cover photo
Profile photo
Aden Zaied Alfarobi
495 followers -
Jika kamu dikalahkan oleh seseorang dalam urusan dunia, maka kalahkan ia dalam urusan akhirat (Imam Hasan Al Bashri)
Jika kamu dikalahkan oleh seseorang dalam urusan dunia, maka kalahkan ia dalam urusan akhirat (Imam Hasan Al Bashri)

495 followers
About
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment

Post has shared content
Surat Untuk Seluruh Mahasiswa Indonesia


Para mahasiswa, Kalian di mana?

Kapada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan. Sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia.

Bolehkah aku beritahu, Negeri tidak dicita untuk lucu lucuan sebagaimana stand up comedy yang kalian gandrungi.
Indonesia tidak semestinya dikelola dengan cengengesan, Karena ia diperjuangkan dengan sepenuh hati dengan darah, air mata, jiwa dan raga para pahlawan kita

Para mahasiswa, kalian di mana?

Ketika subsidi BBM dibegal entah ke mana. Mungkin dialihkan ke BUMN yang tengah dahaga. Atau ke gedung DPR untuk jatah parpol berpestam. Tinggallah minyak yang kapan saja bisa naik harga. Rupiah tumbang kehilangan keperkasaannya. lalu kalian masih bicara semua baik-baik saja…

Para mahasiswa, kalian di mana?

Ketika banyak orang diperdaya pencitraan. Ketika hukum dinista dengan benderang. Ditafsirkan sekenanya untuk beroleh kekuasaan Bukan berpihak pada kebenaran. Para penegaknya disandera dan diadu laiknya domba
Lihatlah betapa KPK disandera, diperdaya dan dilumpuhkan

Para mahasiswa, kalian di mana???

Ketika harga-harga melambung tak terkira. Dari beras hingga tarif kereta. Dari listrik hingga pajak yang mencekik. Dari materai hingga cabai, pun pula petai. Semua seolah berlomba untuk berganti harga.

Bagaimana kalian tetap gembira menimba ilmu tatkala rakyat kalian menimba lara? Bagiamana kalian bisa tanpa gundah kuliah, sedang rakyatmu tengah berkalang resah?
Bagiamana kalian bisa tanpa resah kuliah, sedang rakyatmu tengah berkubang gundah? Sungguh kami tak mengerti, karena kami tak pernah ajarkan itu kepadamu….

Tidakkah engkau tahu. bahwa negara mensubsidi ongkos kuliahmu? Tidak, bolehkah aku beritahu bahwa rakyatmu lah yang mensubsidi sekolahmu lewat pajak yang sebagian lalu dikorupsi berjamaah itu. Ya, pajak yang dibayarkan dengan terengah2, dalam sengal nafas kaum papa. Dalam duka kaum miskin yang kian terhimpit harga-harga yang melangit. Dalam rintih yang melirih, karena meraka tidak tahu kemana mesti mengadu

Para mahasiswa, kalian di mana???

Apakah jalan terjal kuliah itu membuat idealisme kalian lantas punah? Apakah teori-teori itu lantas membuat hati kalian menjadi mati?
Apakah peliknya skripsi membuat kalian kelu hati? Apakah deretan angka-angka itu membuat akal sehat kalian binasa? Apakah kurikulum yang mesti kalian tempuh membuat jiwa kalian menjadi lumpuh? Apakah diktat-diktat yang tebal itu membuat otak kalian justru menjadi bebal? Apakah sibuk mengejar nilai itu membuat kalian lantas kehilangan sistem nilai dan jati diri? Apakah tugas-tugas yang besok mesti terkumpul itu membuat otak kalian menjadi tumpul?

Lalu, kalian bertumbuh menjadi generasi rapuh. Belajar berdiskusi perihal rakyat di kafe-kafe yang mewah. Belajar problem solving di tengah hingar bingar musik diskotik yang hedonis. Belajar soal kebangsaan di mal-mal kota yang kapitalis. Belajar perihal cinta bangsa dari drama-drama Korea yang sok romantis. Belajar nasionalisme sekedar dari menyusuri luasnya lapangan futsal

Para mahasiswa, kalian di mana???

Indonesia kembali memanggilmu
Rakyat kembali merindumu
Nusantara mendamba hadirmu
Pertiwi mengundang baktimu

Kalian tidak lagi berperang angkat senjata. Kalian tidak berperang melawan Belanda. Tapi, sempatkan sedikit waktu untuk belajar berperang. belajarlah tentang perang asimetrik. Ketahuilah bahwa negeri ini diincar dari segala penjuru, bukan sekedar belajar peran-perangan ala Clash of Clans itu

Para mahasiswa, kalian di mana???

Sempatkan diri untuk lebih serius berlajar. Belajarlah berempati pada rakyatmu yang tengah kesrakat. Bukan sekedar bermain PS empat
Belajarlah cerdas berorasi. Bukan sekedar hingar-bingar musik pensi. Belajarlah tajam menganalisis. Bukan sekedar berfoto narsis.
Belajarlah tampil menginspirasi. Bukan bangga dikerjai jadi penonton acara live di studio TV

Para mahasiswa, kalian di mana???

Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi pribadi kebanggan bangsa, jika kepada dosenmu kalian telah tanggalkan etika dan tatakrama

Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi mahasiswa juara, jika bangunmu masih saja kesiangan karena begadang nonton bola.

Bagaimana kalian akan menjadi hebat jika kalian telah tanggal semangat. Bagaimana akan menjadi benteng kokoh rakyat jika hatimu masih saja rapuh. Bagaimana pula menjadi pembela jika hatimu masih saja lara tersebab asmara. Bagaimana kalian akan menjadi mahasiswa dengan prestasi kemilau jika hatimu masih saja galau

Para mahasiswa, Kenakan kembali jas Almamater Kebanggaanmu
Apapun warnanya, bersatu padulah membisik bangun kekuatan moral intelektual.

Buang jauh-jauh tongsismu Kantongkan sejenak gadgetmu. Bubarkan klan CoC mu. Tanggalkan PS mu. Campakkan PB mu
Tinggalkan medsosmu
Shutdownkan games online mu
Sesaat saja, kali ini saja. Senyampang masih ada waktu,
Kenakan Jas Almamatermu dengan bangga dan sukacita, apapun warnanya

Para mahasiswa,

Jaga amanah Tuhan bernama status muliamu sebagai Mahasiswa
Karena ia tidak Tuhan sematkan pada semua manusia. Ingatlah bahwa agen of change bukan sekedar mantra-mantra berbusa.
Sosial kontrol bukan sekedar soal omong kosong yang tolol belaka.
Iron stock bukan sekedar cerita gagah-gagahan yang dusta. Cerdas cendekia bukan di otak semata, tetapi di laku yang mulia

Para mahasiswa,

Cerdaslah, pandailah, kritislah, bijaklah dan beranilah! Toyor pemerintahmu jika kalap menaikkan pajak dan upeti. Tegur pemerintahmu jika mereka merampok dan membegal kekayaan negeri ini.
Tampar pemerintahmu jika mengobral kekayaan negara kepada kapitalis asing. Bela rakyatmu, bela negaramu, bela bangsamu, dan bela tanah airmu. Kritisi pemerintahmu jika berlaku tidak amanah, culas dan menipu saudaramu

Berdirilah gagah di barisan terdepan menjaga Indonesia, Anak Muda
Hadapi dengan watak ksatria para penjajah dan para pengkhianat bangsa. Karena, pada pundak kalian lah, kelak negeri ini akan dititipsejahterakan. Di jiwa dan raga kalian, Republik ini akan dipertaruhkan. Mana darah juangmu, intelektual muda?
Mestinya kalian di sini, Mahasiswa
Membersamai saudaramu, rakyat Indonesia…

Bangkitlah para mahasiswa serukan perlawanan dan perjuangan terhadap semua ketidak-adilan.

(voa-isalm.com)
Photo

Post has attachment
Surat Untuk Seluruh Mahasiswa Indonesia


Para mahasiswa, Kalian di mana?

Kapada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan. Sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia.

Bolehkah aku beritahu, Negeri tidak dicita untuk lucu lucuan sebagaimana stand up comedy yang kalian gandrungi.
Indonesia tidak semestinya dikelola dengan cengengesan, Karena ia diperjuangkan dengan sepenuh hati dengan darah, air mata, jiwa dan raga para pahlawan kita

Para mahasiswa, kalian di mana?

Ketika subsidi BBM dibegal entah ke mana. Mungkin dialihkan ke BUMN yang tengah dahaga. Atau ke gedung DPR untuk jatah parpol berpestam. Tinggallah minyak yang kapan saja bisa naik harga. Rupiah tumbang kehilangan keperkasaannya. lalu kalian masih bicara semua baik-baik saja…

Para mahasiswa, kalian di mana?

Ketika banyak orang diperdaya pencitraan. Ketika hukum dinista dengan benderang. Ditafsirkan sekenanya untuk beroleh kekuasaan Bukan berpihak pada kebenaran. Para penegaknya disandera dan diadu laiknya domba
Lihatlah betapa KPK disandera, diperdaya dan dilumpuhkan

Para mahasiswa, kalian di mana???

Ketika harga-harga melambung tak terkira. Dari beras hingga tarif kereta. Dari listrik hingga pajak yang mencekik. Dari materai hingga cabai, pun pula petai. Semua seolah berlomba untuk berganti harga.

Bagaimana kalian tetap gembira menimba ilmu tatkala rakyat kalian menimba lara? Bagiamana kalian bisa tanpa gundah kuliah, sedang rakyatmu tengah berkalang resah?
Bagiamana kalian bisa tanpa resah kuliah, sedang rakyatmu tengah berkubang gundah? Sungguh kami tak mengerti, karena kami tak pernah ajarkan itu kepadamu….

Tidakkah engkau tahu. bahwa negara mensubsidi ongkos kuliahmu? Tidak, bolehkah aku beritahu bahwa rakyatmu lah yang mensubsidi sekolahmu lewat pajak yang sebagian lalu dikorupsi berjamaah itu. Ya, pajak yang dibayarkan dengan terengah2, dalam sengal nafas kaum papa. Dalam duka kaum miskin yang kian terhimpit harga-harga yang melangit. Dalam rintih yang melirih, karena meraka tidak tahu kemana mesti mengadu

Para mahasiswa, kalian di mana???

Apakah jalan terjal kuliah itu membuat idealisme kalian lantas punah? Apakah teori-teori itu lantas membuat hati kalian menjadi mati?
Apakah peliknya skripsi membuat kalian kelu hati? Apakah deretan angka-angka itu membuat akal sehat kalian binasa? Apakah kurikulum yang mesti kalian tempuh membuat jiwa kalian menjadi lumpuh? Apakah diktat-diktat yang tebal itu membuat otak kalian justru menjadi bebal? Apakah sibuk mengejar nilai itu membuat kalian lantas kehilangan sistem nilai dan jati diri? Apakah tugas-tugas yang besok mesti terkumpul itu membuat otak kalian menjadi tumpul?

Lalu, kalian bertumbuh menjadi generasi rapuh. Belajar berdiskusi perihal rakyat di kafe-kafe yang mewah. Belajar problem solving di tengah hingar bingar musik diskotik yang hedonis. Belajar soal kebangsaan di mal-mal kota yang kapitalis. Belajar perihal cinta bangsa dari drama-drama Korea yang sok romantis. Belajar nasionalisme sekedar dari menyusuri luasnya lapangan futsal

Para mahasiswa, kalian di mana???

Indonesia kembali memanggilmu
Rakyat kembali merindumu
Nusantara mendamba hadirmu
Pertiwi mengundang baktimu

Kalian tidak lagi berperang angkat senjata. Kalian tidak berperang melawan Belanda. Tapi, sempatkan sedikit waktu untuk belajar berperang. belajarlah tentang perang asimetrik. Ketahuilah bahwa negeri ini diincar dari segala penjuru, bukan sekedar belajar peran-perangan ala Clash of Clans itu

Para mahasiswa, kalian di mana???

Sempatkan diri untuk lebih serius berlajar. Belajarlah berempati pada rakyatmu yang tengah kesrakat. Bukan sekedar bermain PS empat
Belajarlah cerdas berorasi. Bukan sekedar hingar-bingar musik pensi. Belajarlah tajam menganalisis. Bukan sekedar berfoto narsis.
Belajarlah tampil menginspirasi. Bukan bangga dikerjai jadi penonton acara live di studio TV

Para mahasiswa, kalian di mana???

Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi pribadi kebanggan bangsa, jika kepada dosenmu kalian telah tanggalkan etika dan tatakrama

Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi mahasiswa juara, jika bangunmu masih saja kesiangan karena begadang nonton bola.

Bagaimana kalian akan menjadi hebat jika kalian telah tanggal semangat. Bagaimana akan menjadi benteng kokoh rakyat jika hatimu masih saja rapuh. Bagaimana pula menjadi pembela jika hatimu masih saja lara tersebab asmara. Bagaimana kalian akan menjadi mahasiswa dengan prestasi kemilau jika hatimu masih saja galau

Para mahasiswa, Kenakan kembali jas Almamater Kebanggaanmu
Apapun warnanya, bersatu padulah membisik bangun kekuatan moral intelektual.

Buang jauh-jauh tongsismu Kantongkan sejenak gadgetmu. Bubarkan klan CoC mu. Tanggalkan PS mu. Campakkan PB mu
Tinggalkan medsosmu
Shutdownkan games online mu
Sesaat saja, kali ini saja. Senyampang masih ada waktu,
Kenakan Jas Almamatermu dengan bangga dan sukacita, apapun warnanya

Para mahasiswa,

Jaga amanah Tuhan bernama status muliamu sebagai Mahasiswa
Karena ia tidak Tuhan sematkan pada semua manusia. Ingatlah bahwa agen of change bukan sekedar mantra-mantra berbusa.
Sosial kontrol bukan sekedar soal omong kosong yang tolol belaka.
Iron stock bukan sekedar cerita gagah-gagahan yang dusta. Cerdas cendekia bukan di otak semata, tetapi di laku yang mulia

Para mahasiswa,

Cerdaslah, pandailah, kritislah, bijaklah dan beranilah! Toyor pemerintahmu jika kalap menaikkan pajak dan upeti. Tegur pemerintahmu jika mereka merampok dan membegal kekayaan negeri ini.
Tampar pemerintahmu jika mengobral kekayaan negara kepada kapitalis asing. Bela rakyatmu, bela negaramu, bela bangsamu, dan bela tanah airmu. Kritisi pemerintahmu jika berlaku tidak amanah, culas dan menipu saudaramu

Berdirilah gagah di barisan terdepan menjaga Indonesia, Anak Muda
Hadapi dengan watak ksatria para penjajah dan para pengkhianat bangsa. Karena, pada pundak kalian lah, kelak negeri ini akan dititipsejahterakan. Di jiwa dan raga kalian, Republik ini akan dipertaruhkan. Mana darah juangmu, intelektual muda?
Mestinya kalian di sini, Mahasiswa
Membersamai saudaramu, rakyat Indonesia…

Bangkitlah para mahasiswa serukan perlawanan dan perjuangan terhadap semua ketidak-adilan.

(voa-isalm.com)
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Karena di Prediksi kalah, pendukung jokowi bikin hoax, klaim ust Abdus Somad sbg pendukung Jokowi. :)
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded