Profile cover photo
Profile photo
Amir Syafrudin
About
Amir Syafrudin's posts

Post has attachment
Keberhasilan implementasi Scrum di pemerintahan harus dimulai dari menegaskan urgensi Scrum kepada para eselon. Para eselon perlu menyadari bahwa pendekatan yang sequential dan all-at-once tidak cocok untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang bersifat dinamis dan seringkali belum jelas. Dalam kondisi tersebut, pendekatan yang iterative dan incremental sudah selayaknya menjadi pilihan utama. Artikel ini membahas hal-hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari para eselon tersebut.

Pertama kali dipublikasikan di Majalah InfoKomputer Maret 2017.

https://www.scribd.com/document/343476699/Scrum-di-Pemerintahan-Urgensi-Dukungan-Koalisi-Eselon

Post has attachment
Seberapa pun maksimalnya peran Product Owner atau Scrum Master, tidak ada artinya tanpa tim pengembang yang dapat memastikan bahwa output dari proses pengembangan aplikasi akan sesuai dengan kebutuhan. Untuk mencapai itu, tim yang dibutuhkan adalah tim pengembang yang mandiri dan bertanggung jawab. Artikel ini membahas hal-hal yang perlu dilakukan untuk membentuk tim pengembang dengan karakteristik tersebut di dalam instansi pemerintah.

Pertama kali dipublikasikan di Majalah InfoKomputer Januari 2017.

https://www.scribd.com/document/341835148/Scrum-Di-Pemerintahan-Tim-Pengembang-yang-Mandiri-dan-Bertanggung-Jawab

Post has attachment
Satu hal yang penting untuk ditekankan dalam konteks scrum master ini adalah bahwa scrum master bukan project manager. Kedua peran tersebut, walaupun sekilas terlihat sama, merupakan peran yang berbeda. Artikel ini membahas hal-hal yang perlu dilakukan untuk membentuk Scrum Master yang cocok untuk instansi pemerintah.

Pertama kali dipublikasikan di Majalah InfoKomputer Desember 2016.

https://www.scribd.com/document/341834606/Scrum-Di-Pemerintahan-Scrum-Master-Bukan-Project-Manager

Post has attachment
Panduan singkat lapor SPT Tahunan menggunakan e-Form.

Post has attachment
Implementasi Scrum mengenal 3 peran. Salah satu peran tersebut adalah Product Owner. Untuk menjadi product owner, seorang perwakilan pengguna harus memiliki 2 karakteristik, yaitu aktif dan fleksibel. Artikel ini membahas hal-hal yang perlu dilakukan untuk membentuk pengguna-pengguna dengan karakteristik tersebut di dalam instansi pemerintah.

Pertama kali dipublikasikan di Majalah InfoKomputer November 2016.

https://www.scribd.com/document/334055645/Scrum-di-Pemerintahan-Product-Owner-yang-Aktif-dan-Fleksibel

Post has attachment
Tidak semua investasi besar memberikan hasil yang besar. Tanpa didukung perencanaan dan implementasi yang memadai, organisasi terkait harus siap menanggung kerugian besar. Investasi besar itu selayaknya ditujukan untuk mencapai salah satu kekuatan yang dapat dinukil dari Porter’s Five Forces, yaitu menghadang pendatang baru, mengalahkan produk alternatif yang muncul, mengurangi daya tawar konsumen, mengurangi daya tawar pemasok, atau mengalahkan pesaing dalam industri. Seandainya satu dari 5 manfaat tersebut dapat dicapai, kemungkinan besar investasi TI skala besar tetap layak untuk dilakukan. https://www.scribd.com/document/331497343/Jorjoran-Investasi-TI-Bijak

Artikel teknologi informasi lainnya (yang pernah saya tulis) dapat ditemukan di sini: https://www.scribd.com/collections/15420772/Information-Technology

Post has attachment
Tanpa adanya penerimaan negara dalam bentuk apapun, manfaat TI sektor pemerintahan yang diidentifikasi cenderung bersifat kualitatif sehingga rantai manfaat TI di instansi terkait akan sulit terbentuk. Kondisi tersebut dapat diatasi melalui penerapan kerangka Kesejahteraan Digital. Bagaimana langkah-langkahnya? Artikel yang dipublikasikan di Majalah InfoKomputer September 2016 ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Post has attachment
Salah satu alat bantu yang dapat mengatasi sifat subjektif dalam pengukuran manfaat TI adalah Ranti's Generic Information Systems/Information Technology Business Value Table (Ranti's Generic Table). Ranti’s Generic Table pada dasarnya adalah sekumpulan manfaat TI generik yang berhasil disusun oleh Dr. Ir. Benny Ranti, M.Sc. berdasarkan berbagai proyek implementasi TI di Indonesia. Dengan menggunakan Ranti’s Generic Table, proses identifikasi manfaat TI akan lebih terarah karena setiap pihak yang terlibat cukup mengacu pada daftar manfaat TI yang ada di dalam tabel tersebut. Bagaimana langkah-langkahnya? Artikel yang dipublikasikan di Majalah InfoKomputer Agustus 2016 mencoba menggali lebih dalam untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Post has attachment
Variasi kesiapan TI sektor pemerintahan dengan rentang yang begitu lebar menunjukkan bahwa masih ada sebagian TI sektor pemerintahan yang "tidur". Akibatnya pengembangan TI di instansi pemerintah terkait pasti berjalan lambat dan cenderung bersifat insidental; untuk kasus-kasus tertentu, mungkin stagnan. Apa yang bisa dilakukan agar TI sektor pemerintahan bisa segera bangun dan menjadi motor penggerak? Artikel yang dipublikasikan di Majalah InfoKomputer Juli 2016 ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
Wait while more posts are being loaded