Profile

Scrapbook photo 1
ratna jingga
Worked at REPSTUDIO
Attended IKIP
Lives in MATARAM
40 followers|4,244 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

ratna jingga

Shared publicly  - 
 
 
Hafila Daeng Nginga (82 tahun) Merana di Saat Tua

Bayangkanlah seandainya dia adalah nenek kita.
Sudah tua, badannya tidak sekuat dulu tatkala muda
Uang pun dia tak punya.
Anak cucu entah ke mana.
Di umurnya yang sudah renta, cuma bisa duduk di ranjangnya sahaja.
Itu pun sebuah ranjang yang berada di sisi sebuah kamar mandi terbuka.
Saat malam, dinginnya tak terkira.
Saat siang, nyaris tak ada bedanya.
Oh, betapa malangnya nasibmu nenek tua.
Pemerintah ini memang tidak bisa mengurus warganya yang menderita.
Apalagi SBY paling bisanya cuma bilang "Saya prihatin" saja

http://goo.gl/dSXFF
1
Yogi Arta's profile photo
 
yah bgtulah............uang pajak rkyat yg d amanatkan tlah d mkan koruptor........jga pmerintah,hnya bsa merealisasikan pmbangunan..tpi rkyt tak d hiraukn...
 ·  Translate
Add a comment...

ratna jingga

Shared publicly  - 
 
 
#UNTUK PERTAMA KALINYA DALAM SEJARAH SAYA MENYEBUT NAMAMU ....hal yang belum pernah kulakukan padamu sejak km menjadi presiden d negara ini#

YANG TERHOTMAT WAHAI ENGKAU "BAPAK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO".

dengarlah ini....!!!!

Cuplikan surat dari Penulis Fahd Jibran untuk Bapak Presiden di Kompasiana...tentang harga BBM.

Pak Presiden yang baik,

Kelak bila harga BBM naik, dengan gagah dan baik hati konon Bapak akan memberi kami kompensasi: Bapak akan membuat kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak merasa kesulitan. Tapi, pikiran kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak suka melihat kami mengantre—pan...jang-mengular dari Sabang sampai Merauke? Kami tidak suka itu, Pak. Kami tak suka terlihat miskin, apalagi menjadi miskin. Kalau memang Bapak punya uang untuk dibagikan kepada kami, pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon sedang gawat itu. Tak perlu naikkan BBM, pakailah uang kami itu: kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan bangsa!

Hidup kami sederhana, disambung lembaran-lembaran uang recehan. Ilmu hitung kami kelas rendahan: berapa untuk makan sehari-hari, uang jajan anak sekolah, biaya transportasi, biaya listrik bulanan, dan kadang-kadang cicilan motor, dispenser atau DVD player. Tak perlu kalkulator. Bila sedang beruntung, kami bisa punya sisa uang untuk jalan-jalan di akhir pekan. Bila sedang sulit, kami tidak kemana-mana, Pak: Kami mencari kebahagiaan gratisan di televisi—meski kadang-kadang justru dibuat pusing dengan berita-berita tentang beberapa anak buah Bapak yang korupsi.

Bila perlu, berdirilah di hadapan kami, katakan apa yang negara perlukan dari kami untuk menyelamatkan kegawatan bencana ekonomi negara ini? Bila Bapak perlu uang, kami akan menjual ayam, sapi, mesin jahit, jam tangan, atau apa saja agar terkumpul sejumlah uang untuk melakukan pembangunan dan penyelamatan perekonomian bangsa. Bila Bapak disandra mafia, pejabat-pejabat yang bangsat, atau pengusaha-pengusaha yang menghisap rakyat, tolong beritahu kami: siapa saja mereka? Kami akan bersatu untuk membantumu melenyapkan mereka. Tentu saja, semoga Anda bukan salah satu bagian dari mereka!

Pak Presiden yang baik,

Dengarkanlah kami, berdirilah untuk kami, berbicaralah atas nama kami, belalah kami: maka kami akan selalu ada, berdiri, bahkan berlari mengorbankan apa saja untuk membelamu. Berhentilah berdiri dan berbicara atas nama sejumlah pihak—membela kepentingan-kepentingan golongan. Berhentilah jadi bagian dari mereka yang ingin kami benci sampai mati. Jangan jadi penakut, Pak Presiden, jangan jadi pengecut!

Buanglah kalkulatormu, singkirkan tumpukan kertas di hadapanmu, lupakan bisikan-bisikan penjilat di sekelilingmu! Lalu dengarkanlah suara kami, tataplah mata kami: tidak pernah ada satupun pemimpin di atas dunia yang sanggup bertahan dalam kekuasaannya jika ia terus-menerus menulikan dirinya dari suara-suara rakyatnya!

Pak Presiden,

Sekali lagi, tentang kenaikan harga minyak, barangkali kami memang tak pandai berhitung. Tapi, sungguh, kami tak perlu menghitung apapun untuk untuk memutuskan mencintai atau membenci sesuatu; termasuk mencintai atau membencimu!
 ·  Translate
1
Add a comment...

ratna jingga

Shared publicly  - 
 
coz everything is gonna be ok..
1
Add a comment...

ratna jingga

Shared publicly  - 
 
TRUST IS IMPORTANT
3
Add a comment...
Have her in circles
40 people
Imtiaz Ahmed Bahar's profile photo
Alvien Kambing's profile photo
Nur samsu's profile photo
yofie ofie's profile photo
summaiya nisar's profile photo
Alub Stories's profile photo
susanto sorongan's profile photo
asa hanslen c.tasano's profile photo
dery anggara's profile photo

ratna jingga

Shared publicly  - 
 
 
#UNTUK PERTAMA KALINYA DALAM SEJARAH SAYA MENYEBUT NAMAMU ....hal yang belum pernah kulakukan padamu sejak km menjadi presiden d negara ini#

YANG TERHOTMAT WAHAI ENGKAU "BAPAK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO".

dengarlah ini....!!!!

Cuplikan surat dari Penulis Fahd Jibran untuk Bapak Presiden di Kompasiana...tentang harga BBM.

Pak Presiden yang baik,

Kelak bila harga BBM naik, dengan gagah dan baik hati konon Bapak akan memberi kami kompensasi: Bapak akan membuat kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak merasa kesulitan. Tapi, pikiran kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak suka melihat kami mengantre—pan...jang-mengular dari Sabang sampai Merauke? Kami tidak suka itu, Pak. Kami tak suka terlihat miskin, apalagi menjadi miskin. Kalau memang Bapak punya uang untuk dibagikan kepada kami, pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon sedang gawat itu. Tak perlu naikkan BBM, pakailah uang kami itu: kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan bangsa!

Hidup kami sederhana, disambung lembaran-lembaran uang recehan. Ilmu hitung kami kelas rendahan: berapa untuk makan sehari-hari, uang jajan anak sekolah, biaya transportasi, biaya listrik bulanan, dan kadang-kadang cicilan motor, dispenser atau DVD player. Tak perlu kalkulator. Bila sedang beruntung, kami bisa punya sisa uang untuk jalan-jalan di akhir pekan. Bila sedang sulit, kami tidak kemana-mana, Pak: Kami mencari kebahagiaan gratisan di televisi—meski kadang-kadang justru dibuat pusing dengan berita-berita tentang beberapa anak buah Bapak yang korupsi.

Bila perlu, berdirilah di hadapan kami, katakan apa yang negara perlukan dari kami untuk menyelamatkan kegawatan bencana ekonomi negara ini? Bila Bapak perlu uang, kami akan menjual ayam, sapi, mesin jahit, jam tangan, atau apa saja agar terkumpul sejumlah uang untuk melakukan pembangunan dan penyelamatan perekonomian bangsa. Bila Bapak disandra mafia, pejabat-pejabat yang bangsat, atau pengusaha-pengusaha yang menghisap rakyat, tolong beritahu kami: siapa saja mereka? Kami akan bersatu untuk membantumu melenyapkan mereka. Tentu saja, semoga Anda bukan salah satu bagian dari mereka!

Pak Presiden yang baik,

Dengarkanlah kami, berdirilah untuk kami, berbicaralah atas nama kami, belalah kami: maka kami akan selalu ada, berdiri, bahkan berlari mengorbankan apa saja untuk membelamu. Berhentilah berdiri dan berbicara atas nama sejumlah pihak—membela kepentingan-kepentingan golongan. Berhentilah jadi bagian dari mereka yang ingin kami benci sampai mati. Jangan jadi penakut, Pak Presiden, jangan jadi pengecut!

Buanglah kalkulatormu, singkirkan tumpukan kertas di hadapanmu, lupakan bisikan-bisikan penjilat di sekelilingmu! Lalu dengarkanlah suara kami, tataplah mata kami: tidak pernah ada satupun pemimpin di atas dunia yang sanggup bertahan dalam kekuasaannya jika ia terus-menerus menulikan dirinya dari suara-suara rakyatnya!

Pak Presiden,

Sekali lagi, tentang kenaikan harga minyak, barangkali kami memang tak pandai berhitung. Tapi, sungguh, kami tak perlu menghitung apapun untuk untuk memutuskan mencintai atau membenci sesuatu; termasuk mencintai atau membencimu!
 ·  Translate
2
1
Anah Tofanah's profile photo
Add a comment...

ratna jingga

Shared publicly  - 
 
as long as you love me,i'll stay by your side.i'll be your companion your friend and your guide.
2
Add a comment...

ratna jingga

Shared publicly  - 
 
i miss u...
1
1
asa hanslen c.tasano's profile photoratna jingga's profile photoKARTHICHINNA K's profile photoamar agarwal's profile photo
10 comments
 
very super look
Add a comment...

ratna jingga

Shared publicly  - 
2
1
ratna jingga's profile photo
Add a comment...

ratna jingga

Shared publicly  - 
 
 
This is not a good man. Flex your internet muscles. http://youtu.be/Y4MnpzG5Sqc #KONY2012
1
Add a comment...
People
Have her in circles
40 people
Imtiaz Ahmed Bahar's profile photo
Alvien Kambing's profile photo
Nur samsu's profile photo
yofie ofie's profile photo
summaiya nisar's profile photo
Alub Stories's profile photo
susanto sorongan's profile photo
asa hanslen c.tasano's profile photo
dery anggara's profile photo
Work
Employment
  • REPSTUDIO
    SEKRETARIS, 2012
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
MATARAM
Story
Tagline
santai,serius,sukses..
Education
  • IKIP
    ENGLISH EDUCATION AND ART
Basic Information
Gender
Female