Profile

Cover photo
Agam Rosyidi
3,191 followers|89,063 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Ini dia yg aku cari selama ini. Mouse yg ukurannya jumbo.
130*55*45mm
pas banget di tangan.
 ·  Translate
1
Prayudi Aji Murtolo's profile photoAgam Rosyidi's profile photoDwi Pramudo's profile photo
3 comments
 
+Agam Rosyidi gimana kbre rek??
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Sandal aja punya pasangan, masa kamu engga ?
 ·  Translate
5
Kharisma Dwi Laksono's profile photoadnan Sumbawa's profile photo
2 comments
 
Gimana kalo ana yg cari in.....xixici
 ·  Translate
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
4
1
Alva Kristianto's profile photoAgam Rosyidi's profile photoKusaeni Doang's profile photoFirman Herdiansah's profile photo
3 comments
 
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
+yunan musiyanto Hari ini speed di kampusku lebih dahsyat lagi lho :D
Kapan ya internet rumahan bisa secepet ini..
 ·  Translate
1
Agam Rosyidi's profile photoKusaeni Doang's profile photo
13 comments
 
Iya VPN, tipo
 ·  Translate
Add a comment...
Have him in circles
3,191 people
Eshan Babu's profile photo
Abdul Kadir Ba'abdullah's profile photo
Deddy Citra Alam Online Marketing's profile photo
noviana indrayani's profile photo
Fahmi Rizwansyah's profile photo
Husaidi Harun's profile photo
COVER BANSEREPMOBIL's profile photo
Andy Baskoro's profile photo
Dara Puspita's profile photo

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Just finished workout day 23 with Seven! #SevenApp market://details?id=se.perigee.android.seven
1
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Jawaban yang paling bijak dari pertengkaran "anak kecil"
 ·  Translate
(Tabloidbintang.com) - BEBERAPA waktu lalu, dua putra Ahmad Dhani, Al dan El menantang Farhat Abbas untuk bergulat di ring tinju di acara Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier.
1
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Jaman kecil dulu seneng banget ama game Baby Jo. Ternyata masih ada juga downloadannya.
Nostalgia dulu ahh...
 ·  Translate
1
Mantus Balaputra's profile photo
 
Wah bisa pakai emulator nih hehe 
 ·  Translate
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Lucu banget bule ini. Aneh juga Durian yg enak banget, tapi di barat gk da yg suka
 
Video Selamat Hari Kemerdekaan RI dari Memphis, Tennessee dengan testing makan durian :-)
 ·  Translate
1
petra kohani's profile photo
 
Indonesia punya duren sama petai yg g d sukai bule.. wakakakkkk
 ·  Translate
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Game Stronghold dari waktu ke waktu bukannya tambah bagus, tapi malah tambah jelek.
Game ini dulu populer banget. Kalau kebanyakan game RTS main di tembak2an. Game ini justru fokus di perang kolosal, dng pedang dan panah.

Tapi cuma Stronghold 1 dan Crusader aja yg bagus. Selanjutnya malah jelek.
Di stronghold 2 malah lebih ke arah sim city krn ngatur crime, rat, dll.
Di stronghold 3 lebih parah lagi, baru kali ini nemui game RTS gak ada skirmishnya.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Tutorial Hijab 2013
2
Faisal Anwar's profile photopetra kohani's profile photo
2 comments
 
Hahai... ninja boy kah?
Add a comment...

Agam Rosyidi

Shared publicly  - 
 
Cerita inspiratif.
 
PASSPORT
oleh Rhenald Kasali pada 09 Agustus 2011 di Jawa Pos

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.

Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.
Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.

"Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?"
Saya katakan saya tidak tahu. Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.

Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.
Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.

Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.

The Next Convergence
Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.
Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.

Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.

Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing.

Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.
Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara.

Rhenald Kasali
Guru Besar Universitas Indonesia
 ·  Translate
3
1
M.H.Farouqi Al-minkabawy's profile photo
Add a comment...
People
Have him in circles
3,191 people
Eshan Babu's profile photo
Abdul Kadir Ba'abdullah's profile photo
Deddy Citra Alam Online Marketing's profile photo
noviana indrayani's profile photo
Fahmi Rizwansyah's profile photo
Husaidi Harun's profile photo
COVER BANSEREPMOBIL's profile photo
Andy Baskoro's profile photo
Dara Puspita's profile photo
Links
Other profiles
Contributor to
Basic Information
Gender
Male
Apps with Google+ Sign-in
  • Dragon Hills