Profile

Cover photo
skripsi matematika
5 followers|31,796 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

skripsi matematika

Shared publicly  - 
 
BABIPENDAHULUAN 1.1.LatarBelakangPendidikan merupakansuatu usaha atau kegiatan yangdijalankan dengan sengaja, teratur dan terencana dengan maksud mengubahatau mengembangkan perilaku yangdiinginkan. Sekolah sebagai lembagaformal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Melaluisekolah, peserta didikbelajar berbagai macam hal.Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 pada Bab 2 Pasal 3, TentangSistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa :Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan danmembentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi pesertadidik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang MahaEsa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadiwarga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[1] Berdasarkanundang-undang di atas dapat dipahami bahwa fungsi dari pendidikan nasionaladalah membentuk watak serta kepribadian bangsa, serta bertujuan mengembangkanpotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, serta mampu mengembangkan dayapikirnya agar menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.Belajar menunjukkan adanyaperubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapatketerampilan, kecakapan dan pengetahuanbaru. Hasil dari belajar tersebuttercermin dalam prestasi belajarnya. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkanproses belajar.Masalah utama yangdihadapi oleh guru matematika SMP Negeri 1 Sungkai Selatan Lampung Utara adalahmasih rendahnya prestasi belajar siswa. Hal ini diketahui dari hasil observasipendahuluan didapatkan gambaran yang menunjukan bahwa prestasi belajar pesertadidik pada mata pelajaran matematika jauh dari yang diharapkan. Dari hasilujian semester sebanyak 80 peserta didik SMP Negeri 1 Sungkai Selatan LampungUtara memiliki nilai rata-rata matematika 4,68 dimana peserta didik yangmemperoleh nilai ≥ 6,0 hanya 19orang.Hasil ulangan tersebutmasih dikatakan rendah hal ini berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang dipakai di SMP N 1Sungkai Selatan Lampung Utara yaitu 6.Berdasarkan standar nilai di atas, maka dapat di lihat bahwa PrestasiBelajar yang di peroleh oleh Peserta Didik di katakan kurang, Oleh karena itu,dalam penelitian ini akan diteliti lebih mendalam apakah keberhasilan bidangstudy matematika memiliki pengaruh dengan menggunakan model pembelajaran makea match.Model mengajarmerupakan salah satu komponen pengajaran dalam menyampaikan materi pelajaranmatematika, oleh karena itu seorang guru harus pandai untuk menggunakan metodemengajar yang tepat dalam menyajikan materi pelajaran matematika dan memberikankesempatan pada peserta didikuntuk berperan aktif dalam proses pembelajaran.Seorang guru mempunyaistrategi yang berbeda – beda untuk menyampaikan materi yang diberikandiantaranya yaitu pendekatan pengajaran, tehknik mengajar dan model mengajar.Salah satu strategi yang dapat digunakan agar peserta didikdapat berperan aktifdan lebih termotivasi adalah model pembelajaran make a match. Karenapada model pembelajaran make a match peserta didikdapat aktifberinteraksi dengan guru bidang studi, peserta didikdengan peserta didikhinggaakhirnya terjalin komunikasi yang baikdalam pembelajaran tersebut. Dengan aktifnya peserta didikini diharapkan dapatmemahami materi pelajaran yang diharapkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.Semakin aktif dankreatif peserta didik di kelas diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajaryang selama ini masih kurang memuaskan karena kurang aktifnya peserta didikdalam proses belajar mengajar dan kurangnyamotivasi peserta didikuntuk belajar. Tugas guru harus berperan sebagaipembimbing yang baik sehingga peserta didikakan termotivasi untuk ikut aktifdalam proses belajar mengajar. Guru mempunyai peranan yang besar dalamkeberhasilan belajar, salah satu strategi yang dapat diandalkan adalah modelpembelajaran, diantaranya adalah belajar dengan make a match (mencaripasangan) yang merupakan kegiatan untuk menciptakan suasana belajar mengajaryang menyenangkan dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mempelajarimatematika, dan membuat peserta didiksaling mengenal satu sama lain.Berdasarkan permasalahandi atas, untuk mengetahui secara pasti apakah mengajar dengan menggunakan modelpembelajaran make a match (mencari pasangan) ini dapat meningkatkan prestasibelajar peserta didikdalam bidang matematika.Atas dasar inilah maksuduntuk meneliti tentang “Hubungan Antara Model Pembelajaran MakeA Match (Mencari Pasangan) Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pesertadidik Kelas VII SMP N 1 Ketapang Sungkai Selatan Lampung Utara. 1.2.IdentifikasiMasalahBerdasarkan latarbelakang masalah tersebut di atas, maka penulis mengidentifikasikan masalahsebagai berikut :1. Motivasi danaktivitas belajar matematika peserta didik kelasVII Semester Ganjil SMP Negeri 1 Sungkai Selatan Lampung Utara Masih rendah.2. Pembelajaranyang dilakukan masih searah, yang didominasi oleh guru sehingga peserta didik kurang aktif.3. Hasil belajarmatematika peserta didikkelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 1 Sungkai SelatanLampung Utara belum maksimal4. Kurangnya minatpeserta didikuntuk lebih mempelajari bidang study matematika, hal inidisebabkan karena strategi yang digunakan masih monoton dan membosankan parapeserta didik. 1.3.PembatasanMasalahAdapun batasan masalahdalam penelitian ini adalah :a. ModelPembelajaran dengan menggunakan make a match (mencari pasangan)b. Prestasi belajarmatematika peserta didikkelas VII Semester ganjil di SMP Negeri 1 KetapangSungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara. 1.4.RumusanMasalahMenurut Prof.Dr Sugionomasalah adalah “penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benarterjadi”.[2]Sedangkan Winarno Surakhmad merumuskan definisi masalah sebagai “Setiapkesulitan yang menggerakan manusia untuk memecahkannya”.[3]Dalam penelitian ini penulis merumuskanmasalah sebagai berikut:Berdasarkanidentifikasi masalah di atas maka dapat dirumuskan masalahnya adalah ”Apakahada pengaruh model pembelajaran make a match terhadap prestasi belajarpeserta didikdalam bidang studi matematika kelas VII SMP Negeri 1 KetapangKecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara”. 1.5.TujuanDan Kegunaan Penelitiana. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap atau mengujibahwa prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakanmodelpembelajaran make a matchlebih baik dengan yang tidak diajar menggunakan modelpembelajaran make a match. b. Kegunaan Penelitian1) Hasil penelitian di harapkan menjadi salah satualternatif pemecahan masalah dalam rangka peningkatan prestasi belajar matematika peserta didik2) Sebagai bahan pertimbangan bagi Pendidikkhususnya bidang studimatematika dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik 1.6.RuangLingkup PenelitianAgar lebih terarahpenelitian ini dan untuk menghindari kesimpangsiuran maka penulis membatasiruang lingkup sebagai berikut :1. Ruang lingkupmasalah penelitianDalampenelitian ini penulis harus membatasi masalah pada ada atau tidaknya pengaruhpenerapan model make a match terhadap prestasi belajar matematika padapeserta didikkelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 1 Sungkai Selatan LampungUtara2. Ruang LingkupTempat PenelitianPenelitian dilakukan di sekolah SMPNegeri 1 Sungkai Selatan Lampung Utara.3. Ruang LingkupObjek PenelitianPadapenelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Efektivitas Penerapan makea match dan Prestasi belajar matematika.4. Ruang LingkupSubjekPadapenelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah peserta didikkelas VIISemester Ganjil SMP Negeri 1 Sungkai Selatan Lampung Utara5. Ruang LingkupWaktu PenelitianWaktu penelitiandilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011.

BABIILANDASAN TEORI 2.1.TinjauanPustaka Sesuai dengan latar belakang masalah, tujuan dan kegunaanpenelitian maka penulis meninjau beberapa teori dan pendapat para ahli gunamemperkuat pendapat dalam penelitian ini. Sebagaimana kita ketahui bahwatinjauan pustaka adalah merupakan analisis masalah secara menyeluruhmenggunakan pustaka adalah merupakan analisis masalah secara menyeluruhmenggunakan landasan – landasan teori yang dikemukakan para ahli dan diambildari berbagai pustaka. 2.1.1. PengertianMatematikaDefinisi matematika adaberaneka ragam dan definisi tersebut tergantung pada sudut pandang pembuat definisi. Di bawahini ada beberapa definisi matematika sebagai berikut :Matematika adalahbahasa simbolis untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dankeruangan, yangmemudahkan manusia berpikir dalam memecahkan masalah dlm kehidupansehari-hari[4].Pendapat lain mengungkapkan bahwa :1. Matematikaadalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematik 2. Matematikaadalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi 3. Matematikaadalah pengetahuan tentang penalaranlogik dan berhubungan dengan bilangan 4. Matematikaadalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruangdan bentuk 5. Matematikaadalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik 6. Matematikaadalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.[5] Berdasarkan beberapa pendapatdi atas matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak yang terorganisir secara sistematik yang di dalamnyaterkandung penalaran yang logis dan berhubungan dengan simbol – simbolperhitungan yang teliti. Karena matematikatersusun secara teratur, maka untuk mempelajari matematika harus secara urutdan sistematis. Dalam belajar matematika ada persyaratan tertentu yang harusdipenuhi sebelum suatu konsep tertentu dipelajari. Persyaratan tertentu yangharus dipenuhi sebelum suatu konsep tertentu dipelajari. Persyaratan itu merupakan prasyarat misalnya: penjumlahan merupakan prasyarat bagiperkalian, differensial merupakan prasyarat bagi integral, dan sebagainya. 2.1.2. PengertianModel PengajaranUntuk mendapat hasilyang tepat sesuai dengan target yang ingin dicapai pada sebuah pengajaran,seorang pendidik harus dapat atau bisa mengkondisikan proses kegiatan belajarsebaik mungkin sehingga peserta didikatau peserta didik dapat terlibat langsungsecara aktif pada materi pengajaran yang sedang berjalan, misalnya dengan modelpembelajaran make a match.Para peserta didikdanguru dalam interaksi belajar mengajar ditentukan oleh strategi ataupun metodebelajar mengajar. Dalam pengajaran, perumusan tujuan adalah yang utama dansetiap proses pengajaran senantiasa diarahkan untuk mencapai tujuan yang telahditerapkan.Dari uraian di atasbahwa model pengajaran adalah suatu kegiatan atau upaya untuk membantu parapeserta didikmengembangkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dalamproses belajar mengajar serta harus menggunakan metode yang tepat sesuai dengan materi yang akandiajarkan. 2.1.3. PengertianModel Make a MatchMake a match adalahsuatu model pembelajaran yang beorientasi kepada peserta didikdimana gurumenyiapkan kartu yang berisi persoalan dan kartu yang berisi jawabannya, setiappeserta didikmencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusahamenjawabnya. Setiap peserta didikmencari kartu jawaban yang cocok denganpersoalannya masing – masing, peserta didikyang benar mendapat nilai reward.Model Make a Match(mencari pasangan) ini adalah strategi yang cukup menyenangkan yang digunakanuntuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian, materibarupun tetap bisa diajarkan dengan model pembelajaran make a match ini dengancatatan peserta didikdiberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebihdahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan.Belajar dengan cara ini membuat peserta didikaktif dan lembih mengenal temansesama kelas.Berdasarkan pengertiandi atas bahwa model pembelajaran make a match adalah suatu modelpengajaran yang di dalam pelaksanaannya belajar sambil bermain. Bermain adalahpura – pura, bermain bukan suatu yang sesungguh – sungguh dalam duniapendidikan (siswa), bermain dapat membentuk dunianya sehingga seringkalidianggap nyata, sungguh – sungguh, produktif dan menyerupai kehidupan yangsesungguhnya. Bermain dalam tatanan sekolah dapat digambarkan sebagai suaturentang rangkaian kesatuan yang berujung pada bermain bebas, bermain denganbimbingan dan berakhir pada bermain dengan arahan.Bermain di atasbertujuan untuk menyampaikan suatu informasi, memberikan kesenangan, danmerangsang pikiran anak yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan pembelajarnaitu sendiri. Cara kerja model pembelajaran make a match adalah diberikansebelum mulai pelajaran, dengan tujuan untuk meninjau ulang materi pelajaran,cara ini memungkinkan peserta didikuntuk berpasangan dan memberi pertanyaankuis kepada temannya sesama siswa. Sistem intruksional peserta didikterbimbingmenetapkan tanggung jawab belajar pada diri peserta didiksendiri.Pendidik tidak berperansebagai penyaji, tetapi menjadi salah satu sumber belajar bagi para pesertadidik bilamana diinginkan, pendidik bertindak sebagai penasehat bagi pesertadidik mengenai apa dan bagaimana belajar, tetapi keputusan terakhir ditentukanoleh peserta didik itu sendiri.Berdasarkan hal di atasmaka model pembelajaran make a match (mencari pasangan) sangatlah cocokdigunakan dalam pembelajaran matematika yang ada pada diri peserta didiktelahtertanam bahwa matematika adalah model pembelajaran yang baru misalnya makea match karena di dalam model pembelajaran ini terdapat proses mentaldimana peserta didik berusaha mencari pasangannya sendiri dan diberikantenggang waktu. Tanpa terasa dengan berlomba sesama peserta didik memecahkanmasalah atau mencari pasangan sendiri – sendiri, peserta didik tanpa sengajaakan belajar tentang materi yang terdapat dikartu make a match. Namun, tidak semua yang diutarakan di atas dapat berjalan dengan baikmaupun menyenangkan karena tidak semua peserta didik senang bermain, karenabermain atau bergurau hanyalah menghabiskan banyak waktu yang ada. Oleh sebabitu kelemahan pada model pembelajaran ini adalah banyak menghabisakan waktuyang belajar, sedangkan kelebihannya adalah kegiatan belajar mengajar dapatberfariasi dan menyenangkan serta bisa juga digunakan sebagai pemanasan sebelumdimulainya kegiatan belajar mengajar.Langkah– langkah make a match1. Pendidik membuat potongan –potongan kertas sebanyak jumlah siswa/i yang ada dalam kelas.2. Bagi kertas – kertas tersebutmenjadi dua bagian yang sama3. Tulis pertanyaan tentang materiyang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telahdisiapkan, setiap kertas berisi satu pertanyaan, pada seperuh kertas yang laintulis jawaban dari pertanyaan – pertanyaan yang tadi dibuat.4. Kocok semua kertas sehingga akantercampur antara soal dan jawaban.5. Beri setiap siswa/i satu kertas.Jelaskan kepada peserta didikbahwa ini aktifitas yang dilakukan berpasangan.Separuh peserta didikmendapatkan soal dan separuh lainnya akan mendapatkanjawaban.6. Minta peserta didik untukmenemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan minta merekauntuk duduk berdekatan, terangkan juga agar mereka tidak memberi tahu materiyang mereka dapatkan kepada teman lainnya.7. Setelah siswa/i menemukanpasangan dan duduk berdekatan minta setiap peserta didikbergantian untukmembacakan soal yang diperoleh dengan keras dengan teman – teman yang lain.Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan yang lain.8. Akhiri proses ini dengan membuatklarifikasi dan kesimpulan 2.1.4. PengertianPrestasi Belajar Menurut Soebandijahbahwa prestasi belajar adalah “Penampilan pencapaian seorang peserta didikdalam suatu bidang studi berupa kualitas dan kuantitas hasil kerja pesertadidik selama periode waktu yang telah ditentukan yang diukur dengan tesstandar”.[6]Sedangkan menurut Muhibbin syah menjelaskan bahwa “Prestasi belajar adalahproses perubahan tingkah laku seluruh ranah yang diakibatkan pengalaman danproses belajar siswa”.[7]Selanjutnya, Soepartinah Pakasi mengatakan “Prestasi belajar adalah hasil yangdicapai oleh murid-murid sesudah ia menjalankan usaha belajar”.[8]Berdasarkan beberapapendapat tersebut di atas maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalahtingkat perubahan yang dialami seorang murid sesudah ia menjalankan usahabelajar. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan kearah yang lebih maju darisebelumnya, baik perubahan yang bersifat psikis (kejiwaan), misalnya pemikiran,hafalan, pemecahan masalah, ide, karangan dan dapat memahami kandungan Al Qur’an dan Hadits serta dapat mengimplementasikan di kehidupanbermasyarakat,selain dari itu peserta didik mempunyai kemampuan yang bersifatfisik misalnya kemampuan kerja, keterampilan tertentu dan tingkah laku. Semuaaspek tersebut bergerak dinamis setelah mendapatkan binaan dan latihan dalamproses belajar di bawah bimbingan guru baik secara langsung maupun tidaklangsung. Hal ini dipertegas dengan Sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :عَنْمَالِكِأَنْهُبَلَغَهُأَنَّ رَسُوْلِاللهِ صلىالله عليهوسلم قَالَتَرَكْتُفيْكُمْشَيْئَيْنِلَنْتَضِلُّوْامَا مَسَكْتُمْبِهِمَاكِتَابَاللهِوَسُنَّةَنَبِيِّهِ(رواه مالكابن عباس)Artinya : “Dari Malik, bahwasannya telahsampai kepadanya bahwa Rasulullah SAW bersabda : Telah aku tinggalkan padamu(Umat Islam) dua perkara dan kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguhpada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al – Qur’an) dan Sunnah Nabi (Hadits)”[9] Ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku serta keterampilan kerja ini merupakansasaran utama dalam proses perkembangan belajar seseorang sehingga meliputiketiga aspek tersebut dan sekaligus semua dikembangkan secara seimbang. Hasilbelajar ini diharapkan juga dapat ditransfer dalam kehidupan sehar-harisehingga hasilnya benar-benar bermanfaat, misalnya cara menghitung, caramenyelesaikan masalah, bertindak dan bersikap dalam suasana tertentu dansebagainya.Dengan demikian, hasilbelajar atau prestasi belajar juga merupakan kemampuan peserta didikyangdiperoleh dari belajar secara formal di mana kemampuan itu juga bersifatoperasional yang dinamis yang berguna bagi kehidupan peserta didikkelak. Karena bila tanpa pengajaran dan belajar kehidupan didunia akan menjadi tidak terarah dan tidak teratur seperti pada zaman Jahiliyaholeh sebab itu manusia harus belajar untuk mengembangkan potensi yang ada dalamdirinya. Seperti yang terkandung dalam Surat Al Alaq Ayat 1 – 5 :ù&tø%$#ÉOó™$$Î/y7În/u‘“Ï%©!$#t,n=y{ÇÊÈt,n=y{z`»|¡SM}$#ô`ÏB@,n=tãÇËÈù&tø%$#y7š/u‘urãPtø.F{$#ÇÌÈ“Ï%©!$#zO¯=tæÉOn=s)ø9$$Î/ÇÍÈzO¯=tæz`»|¡SM}$#$tBóOs9÷Ls>÷ètƒÇÎÈ Artinya :“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yangMenciptakan, Dia Telah menciptakanmanusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantarankalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”(Al Alaq : 1 –5) 2.1.5. KriteriaPengukuran Prestasi Belajar Peserta didikPrestasi belajarmemiliki aspek yang lengkap yang harus dipelajari terlebih dahulu olehseseorang dalam proses belajar mengajar. Aspek yang harus dimiliki pesertadidiktersebut adalah “aspek ilmu pengetahuan, aspek sikap dan perilaku, sertaaspek keterampilan kerja bidang-bidang tertentu atau keahlian khusus”[10] Ketiga aspek kemampuan pesertadidiktersebut dapat diukur melalui proses evaluasi yaitu “Upaya mengetahuitingkat (kadar) kemampuan murid-murid dan sampai taraf mana mereka telah dapatmenyerap pelajaran yang dierikan dan hasil evaluasi tersebut dapat dilihat padanilai-nilai”.[11]Dengan demikian nilai merupakan cerminan tingkat kemampuan peserta didikdalambelajar menguasai ilmu pengetahuan, menguasai sikap dan perilaku yang sesuaiserta menguasai bidang keahlian kerja atau skill atau keterampilan, di manaketiga aspek tersebut harus dikuasai secara seimbang. Adapun Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang dipakai di SMPN N 1 SungkaiSelatan Lampung Utara adalah 6.Dari angka-angka tersebut diharapkan semua peserta didikakan mampu mencapaiprestasi baik ≥ 6 yang menunjukan bahwa penguasaan anak-anak terhadappelajaran yang dipelajarinya sudah memadai untuk bekal kehidupan kelak setelahmenamatkan sekolahnya. 2.1.6. Faktor-Faktoryang Mempengaruhi Prestasi Belajar Secara global,faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didikdapat kita bedakan menjaditiga macam, yaitu : 1) Faktorinternal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan atau kondisi jasmani danrohani siswa. 2) Faktoreksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. 3) Faktorpendekatan belajar (approach to learning), yakni jelas upaya belajar pesertadidikyang meliputi strategi dan metode yang digunakan peserta didikuntukmelakukan kegiatan mempelajari materi-materi pelajaran. 1.) FaktorInternal Peserta didikFaktor yang berasal dari dalam diri pesertadidikmeliputi dua aspek yakni : a. AspekFisiologis (yang bersifat jasmaniah) Kondisi jasmani dantonus (tegangan otot) yang menandai tanda kebugaran organ-organ dansendi-sendinya, dapat berpengaruh terhadap semangat intensitas siswa, dalammengikuti pelajaran. Contoh, kondisi tubuh yang lemah seperti pusing kepaladapat menurunkan ranah cipta (kognitif). b. Aspekpsikologis Faktor-faktor rohaniahyang pada umumnya dipandang lebih esensial dalam mempengaruhi kuantitas dankualitas perolehan belajar peserta didikdi antaranya : 1. Intelelegensi pesertadidikadalah kemampuan psikofisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikandiri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. 2. Sikap siswa,adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untukmereaksi atau merespons dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang,barang, secara positif maupun negative. 3. Bakat siswa,adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilanpada masa yang akan datang. 4. Minat siswa,adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besarterhadap sesuatu. 5. Motivasi siswa,adalah keadaan internal organism baik manusia atau hewan yang mendorong,memotivasi untuk berbuat sesuatu.[12]M.Ngalim Purwanto, menyatakan bahwa faktor internal tersebut meliputi : 1. Kematangan /pertumbuhan 2. Kecerdasan /intelegensi 3. Latihan dan ulangan 4. Motivasi 5. Sifat-sifatpribadi.[13]Dari penjelasan tersebut maka jelaslah bahwa faktor yang mempengaruhiprestasi belajar yang berasal dari dalam diri individu yang belajar cukup banyak, pada intinya yang berkaitandengan kegiatan belajar adalah : 1. Jelastidaknya tujuan belajar yang ditempuh 2. Minatdan perhatian belajar siswa. 3. Kebiasaan/ cara belajar yang kurang efektif. 2.) FaktorEksternal Faktor eksternal yaitufaktor yang berasal dari luar diri individu yang biasanya berupa lingkunganbelajar yang ada pada seseorang yang belajar itu. Lingkungan belajar pesertadidikdapat dibedakan menjadi tiga macam sebagaimana yang dikemukakan oleh A. Muri Yusuf, yaitu : 1. Lingkungankeluarga. 2. Lingkungansekolah 3. Lingkunganmasyarakat.[14] a) LingkunganKeluarga Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa,karena keluarga merupakan tempat di mana anak hidup dan berkembang serta dalamlingkungan keluarga itulah anak menghabiskan waktunya. b) LingkunganSekolah Lingkungan sekolahmerupakan lingkungan formal dimana di dalamnya mengatur secara kurikuler dalamsemua kegiatan baik kegiatan guru maupun kegiatan siswa. Semua kegiatan sekolahpada dasarnya adalah untuk memupuk kemampuan murid baik berkaitan denganpertumbuhan akal jasmani maupun akhlaknya yang ditinjau dari segi hasilevaluasi belajar yaitu prestasi. Dengan demikian makaprestasi belajar cukup besar dipengaruhi oleh faktor kondisi sekolah, bagaimanaguru mengatur dan membimbing murid-murid serta memberikan pengarahan yangpositif kepada siswa. c) LingkunganMasyarakat Lingkungan masyarakatmerupakan lingkungan yang bebas dimana orang tua lepas control jika anak sedangbergaul dalam lingkungan masyarakat sekitarnya. Pengaruh orang lain (temannya)sangat turut dalam membentuk kebiasaan dan moralitas anak. Karena itulah orangtua dan guru hendaknya turut memberikan pengawasan yang baik kepada anak agarmereka selalu bergaul dengan anak yang baik akhlaknya, rajin belajarnya hinggaberpengaruh positif. 3.) Faktorpendekatan belajar Faktor pendekatanbelajar dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan pesertadidikdalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses mempelajari materitertentu. 2.2. Kerangka Pikir








Ada hubungan prestasi belajar, dimanapembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Make a Match dibandingkandengan model pembelajaran yang tidak menggunakan pembelajaran make a match. 2.3. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitiantelah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.[15]Dari pendapat diatas dapat disumpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari permasalahan yang perlu di uji kebenarannya melalui analisis. Makaberdasarkan uraian diatas, penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut : 1. Hipotesis PenelitianHipotesis Penelitian diartikan sebagai jawaban sementaraterhadap rumusan masalah penelitian dengan membuktikan kebenarannya melaluidata yang terkumpul.[16] H0 : Prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakanmakea match ada hubungannya dengan yang tidak diajarmenggunakan model pembelajaran make a match.H1 : Prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakanmakea match ada hubungannya dengan yang tidak diajarmenggunakan model pembelajaran make a match. 2. Hipotesis Statistik Hipotesis Statistik diartikan sebagai pernyataan mengenai keadaan populasi(parameter) yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh darisampel penelitian (satistik)[17]. Hipotesis dalam statistik penelitian ini adalah sebagai berikut : H0 : dan H1 :
BABIIIMETODE PENELITIAN 3.1.PengertianMetode PenelitianMetode merupakanalat bantu yang berguna untuk memperlancar pelaksanaan penelitian, oleh karenaitu agar penelitian ini bersifat ilmiah maka perlu menggunakan metode. Denganmenggunakan metode peneliti akan memperoleh data sesuai dengan tujuan yangtelah ditetapkan dan hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkankebenarannya.Sejalan denganhal tersebut, yang dimaksud dengan metode penelitian menurut sugiyono adalahcara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.[18]Menurutsuharsimi arikunto yang dimaksud metode penelitian adalah cara yang digunakanoleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian.[19] Dari pendapat diataspenulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode penelitian adalah carayang diperlukan dan dipergunakan oleh seorang peneliti dalam mencari,menemukan, dan mengumpulkan data data penelitian untuk mencapai tujuanpenelitian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian deskriptifkuantitatif, karena hasil akhir penelitian berupa angka dan analisis yangdipergunakan adalah analisis statistik.3.2.VariabelPenelitianMenurut sugiyono vartiabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat ataunilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yangditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.[20]Variabeldalam penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Variabelbebas (X), yaitu variable yang berhubungan atau menjadi sebab timbulnyavariable terikat (Y). Adapun variable bebas dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Make A Matchatau X.2. Variabelterikat (Y), Yaitu variable yang berhubungan atau menjadi akibat dari variablebebas (X). Adapun variable terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajarmatematika atau Y. 3.3.Populasidan Sampel3.3.1. PopulasiPopulasi yang digunakandalam penelitian ini adalah dua kelas siswa-siswi kelas VII semester Ganjil SMPNegeri 1 Sungkai Selatan Lampung Utara yang terdiri dari 7 kelas. Table 2Populasi Peserta Didik kelas VII SMPNegeri 1 Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten LampungUtara Tahun Ajaran 2009/2010 No Kelas Jumlah Peserta Didik Jumlah Putra Putri 1 VII A 20 20 40 2 VII B 24 16 40 3 VII C 15 18 33 4 VII D 13 20 33 5 VII E 10 22 32 6 VII F 17 14 31 7 VII G 12 18 30 Jumlah 239 Sumber : TU SMP Negeri 1Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara 3.3.2. SampelSampel adalahsebagian atau wakil populasi yang diteliti.[21]Sedangkan pendapat lain menyatakan salah satu hal yang menakjubkan dalampenelitian ini adalah kenyataan bahwa kita dapat menduga sifat-sifat suatuobyek penelitian hanya dengan mempelajari dan mengamati sebagian dari kumpulanitu, bagian yang diamati itu disebut sampel [22].Untukmenjelaskan sampel, Arikunto menjelaskan bahwa, apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baikdiambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Selanjutnyajika jumlah subyeknya besar, dapat diambil antara 10 – 15 % atau 20 – 25 % atau lebih.[23]Berdasarkanpendapat di atas maka sampel yang diambil sebanyak 80 responden, yang terdiri dari 40 responden sebagai sampel eksperimen dan 40 responden sebagai sampel kontrol. a. Teknik Sampling Tehnik yang dipakai penulis ddalam menentukan jumlah sampel adalahNonequivalent control group desaign. Teknik ini hampir sama denganpretest-posttest control group design, hanya pada desain ini kelompokeksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random[24]. 3.4.TeknikPengumpulan DataUntuk mengumpulkan data yang diperlukan penulis menggunakan atau menempuhcara sebagai berikut :a. Teknik Pokok Untuk menguji kebenaran dari hipotesis, maka penulismengumpulkan data yang berbentuk angka-angka atau nilai dengan teknik tes yangberupa sejumlah soal yang harus dijawab oleh peserta didik, guna mengetahuihasil belajarnya. a) ObservasiPengertianobservasi menurut Pauline V Young sebagai berikut :“ Observation may be divined as systematicviewing compared with consideration of the see phenomena “.[25]Maksudnya adalah : observasi dapat di artikan sebagai suatu sistematikapengamatan yang di hubungkan dengan gejala-gejala. Sedangkan menurut SutrisnoHadi : “ observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematisfenomena-fenomena yang di selidiki “.[26]Hasil observasi didapat dari penelitian ini adalah observasi langsungmengenai proses belajar – mengajar untuk mendapatkan informasi tentang objekdalam penelitian. b) DokumentasiDokumentasi tentang data-data keadaan sekolah, peserta didik dan lain-lainnyadiperoleh dari petugas tata usaha. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaansekolah, peserta didik dan lainnya sebelum diadakan penelitian langsung. c) InterviewMetodeinterview disebut juga metode wawancara. Menurut Sutrisno Hadi interview : “Merupakan alat pengumpul data dengan jalan Tanya jawab secara lisan antara duaorang atau lebih yang berhadap-hadapan “.[27] Sedangkanmenurut William J. Good bahwa : “ interviewinghas become of greater importence in contemforary interview “.[28]Maksudnya bahwa interview menjadi kepentingan yang lebih besar pada waktupenelitian, disebabkan untuk menetapkan wawancara.RalphTaylor mengatakan bahwa : “ Interview toconverse with exchanging question and answers “.[29]Maksudnya bahwa interview adalah berbicara dengan seseorang, pertukaranpertanyaan dan jawaban.Daribeberapa pendapat di atas dapat di pahami bahwa interview adalah salah satumetode yang dapat di pakai untuk memperoleh data dengan cara Tanya jawab secarsaface to face terhadap seseorang ataukelompok tertentu.Wawacara harusdilaksanakan dengan efektif, artinya dalam kurun waktu yang sesingkat –singkatnya dan dapat diperoleh data sebanyak – banyaknya. Bahasa harus jelas,terarah. Suasana harus tetap rileks agar data yang diperoleh merupakan data yangobjektif dan dapat dipercaya.[30]Untuk mendapatkan data melalui interview maka peneliti mengambi dari sumberyaitu pendidik dan para peserta didik. 3.5. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomenaalam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebutvariabel penelitian [31]a. Definisi Konseptual a) Definisi Make A Match Makea match adalah suatu model pembelajaran yang beorientasi kepada peserta didikdimanaguru menyiapkan kartu yang berisi persoalan dan kartu yang berisi jawabannya,setiap peserta didikmencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusahamenjawabnya. Setiap peserta didikmencari kartu jawaban yang cocokdengan persoalannya masing – masing, peserta didikyang benar mendapat nilaireward. b) Definisi prestasi Belajar Menurut Soebandijah bahwa prestasi belajar adalah“Penampilan pencapaian seorang peserta didik dalam suatu bidang studi berupakualitas dan kuantitas hasil kerja peserta didik selama periode waktu yangtelah ditentukan yang diukur dengan tes standar”.[32] b. Definisi Operasional Definisioperasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengancara memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan atau memberikan suatuoperasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Nazir, 1988 :152). Sedangkanpendapat Singarimbun dan Sofyan Effendi (1989 : 46) mengungkapkan bahwadefinisi operasional adalah petunjuk tentang bagaimana variabel diukur denganmelihat definisi konsepsional variabel suatu penelitian, maka seseorang akanmengetahui suatu variabel yang akan diteliti. 3.6. Metode Analisis Uji Instrumen Tesa. Uji Validitas UkurSuatu alat ukur dikatakan validbila instrumen-instrumen tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur[33].Dengan kata lain bahwa sebuahtest dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium, dalamarti memiliki kesejajaran antara hasil test tersebut dengan kriterium.Teknik yang digunakan untukmengetahui kesejajaran adalah teknik product moment yangdikemukakan oleh Pearson yaitu Rumus Korelasi Product moment dengan angka kasar: Keterangan :rxy = Koefisien korelasi X dan Yn = Banyaknya sampelX = SkorganjilY = Skor genapXY = Perkalian Xdan Y[34] b. Uji Reliabilitas AlatUkurSuatu alat ukur dikatakan reliabel, jika hasilpengukuran yang dilakukan tidak berbeda walaupun diukur pada situasi yangberlainan. Untuk mengetahui reliabilitas tes digunakan teknik belah dua denganmenggolongkan hasil skor yang bernomor ganjil dan skor bernomor genap, kemudiandikorelasikan dengan menggunakan rumus product moment dengan rumus: Keterangan :rxy = Koefisien korelasi X dan Yn = Banyaknya sampelX = SkorganjilY = Skor genapXY = Perkalian Xdan YSelanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus Spearman Brown, yaitu :rxy= Keterangan :rxy =Reliabilitas Instrumenrgg = rxysebagai indeks korelasi antar dua tes[35]Kemudian dikonsultasikan dengan kategori koefisien korelasi sebagai berikut:- Antara 0,800 – 1,000 :Sangat Tinggi- Antara 0,600 – 0,800 :Tinggi- Antara 0,400 – 0,600 :Cukup- Antara 0,200 – 0,400 :Rendah- Antara 0,000 – 0,200 :Sangat Rendah[36]c. Uji Normalitas DataUntuk melakukan pengujian hipotesisdigunakan rumus statistik yang hanya berlaku jika data berasal dari populasiyang berdistribusi normal. Oleh karena ituterlebih dahulu dilakukan uji normalitas dengan langkah sebagai berikut :RumushipotesisH0 : Sampel berasal dari populasi yangberdistribusi normalH1 : Sampel berasal dari populasi yangberdistribusi tidak normalRumusstatistik yang digunakan : Keterangan :Oi :Frekuensi PengamatanEI :Frekuensi yang diharapkan[37]Untuk mencari Oi (frekuensi pengamatan) dan Ei (frekuensiyang diharapkan), dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :· Menentukan rentang kelas interval· Menentukan panjang kelas interval· Menghitung frekuensi pengamatan/frekuensi yang diharapkan - Kriteria Uji :Tolak Ho Jika c2 hit > c2(1-a) (K-3) dengan a = Taraf nyata untuk pengujian.Dalam hal lainnya, Ho diterima d. Uji Homogenitas DataRumus hipotesis yang akan diuji adalah: (kedua sampel mempunyai varians yangsama) (kedua sampel mempunyai varians yang berbeda) Uji statistiknya menggunakan uji-F,dengan rumus : Fhitung = = varians terbesar = varians terkecilKriteria UjiHo diterimajika Fhitung < dan Ho ditolak jika F mempunyai harga-harga lain.[38] Langkah – langkah dalam penelitian :a) Menyampaikan standar kompetensi b) Memberikan model pembelajaran makea match pada kelas pertamac) Tanpa memberikan model pembelajaran makea match pada kelas keduad) Memberikan tes formatif pada masing-masing kelas dengan soal yang samae) Mengoreksi hasil tes peserta didikf) Mengumpulkan data penelitian dan mengolah data penelitiang) Menganalisis data, menguji hipotesis dan membuat kesimpulan e. Statistika Penelitian ANOVA adalah presedur untuk menguji apakah nilai rataan antara kelompokperlakuan sama atau tidak. ANOVA digunakan jika penelitian menggunakan variabelyang banyak. Jenis data yang tepat untuk ANOVA adalah nominal atau ordinal pada variabel-variabel bebasnya, jika dapatpada variabel bebasnya dalam bentuk interval atau ratio maka harus diubah duludalam bentuk ordinal atau normal. Sedangkan variabel terikatnya adalah datainterval atau ratio, ANOVA dapat digunakan untuk analisis jumlah sampel yangberbeda setiap kelompoknya, yang penting asumsi dasar dari ANOVA terpenuhi. a) Variabel dalam ANOVA ANOVA pada dasarnya terdiri dari dua kelompok. Pengelompokan ditentukandari jumlah variabel bebasnya. Bila variabel yang akan dianalisis terdiri darisatu variabel terikat dan satu variabel bebas disebut ANOVA satu arah. Bilavariabel yang akan dianalisis terdiri dari satu variabel terikat dan lebih darisatu variabel bebas disebut dengan ANOVA dua arah b) Klasifikasi ANOVA Satu Arah Hasil perhitungan dalam masalah analisis ragam bagi klasifikasi satu arahdengan bebarapa pengamatan per sel, seperti tercantum dalam tabel dibawah ini :
Sumber Keragaman (SK) Jumlah Kuadrat (JK) derajad bebas (db) Kuadrat Tengah (KT) f hitung f tabel Rata-rata Kolom JKK k - 1 Galat JKG N – k Total KKT N – 1 Dimana :k :Banyaknya kolomN :Banyaknya pengamatan / keseluruhan data : Banyaknya ulangan di kolom ke – i : Data pada kolom ke – I ulangan ke – j : Jumlah ulangan pada kolom ke – I : Jumlah seluruh pengamatan[39]


[1] UU RI No.20 Tahun 2003, SistemPendidikan Nasional, Sinar Grafika,Jakarta, 2008, cet. Ke-2, Hlm. 7
[2] Sugiyono, Metode Peneitian Administrasi,Alfabeta, Bandung,2003, Hlm 32.
[3] Surahkmad Winarno, Pengantar Penelitian Ilmiah dasar Metode Tehnik,Tarsito, Bandung, 1990, Hlm.34
[4] Abdurrahman,Mulyono. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Rineka Cipta: Jakarta.2003, hlm.4
[5]Soedjadi. Kiat Pendidikan Matematika Di Indonesia.Jakarta: Asdi Mahasatya. 2000 hlm. 11
[6] Soebandijah, Pengembangan DanInovasi Kurikulum, Rajawali,Jakarta, 1993, Hlm. 12
[7] Muhibbin Syah, PsikologiBelajar, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2005, Hlm. 213.
[8] Soepartinah Pakasi, Anak DanPerkembangannya, Gramedia, Jakarta, 1986, Hlm. 53
[9] Imam Malik, Al Muwaththa’, Maktabah An Nashiriyah, Qahirah, t th,Hlm 67.
[10] Slamet, Proses BelajarMengajar Dalam Sistem Kredit Semester, bumi aksara, Jakarta, 1991, Hlm. 130
[11] Tayar Yusuf dan Yurnalis Etek, KeragamanTeknik Evaluasi Dan Metode Penerapan Jiwa Agama, In. Hillco, Jakarta, 1987,Hlm. 13.
[12] Muhibbin Syah, Op. Cit. Hlm.145-152
[13] M. Ngalim Purwanto, PsikologiPendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung, Hlm. 102-103
[14] A. Muri Yusuf, Pengantar IlmuPendidikan. Ghalia Indonesia, Jakarta, 1982, Hlm. 25
[15]Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan PendekatanKuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung : Alpabeta Hlm 96
[16] Ibit Hlm 224
[17] Ibit Hlm 224
[18] Ibid Hlm. 3
[19] Suharsimi Arikunto, ProsedurPenelitian, Rineka Cipta, Jakarta, 2002, Hal. 136
[20] Sugiyono, Op-Cit., Hal.60
[21] Arikunto. S. 2002. ProsedurPenelitian satu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta. Hlm 112
[22] Surakhmat,W. 1990. Metodelogi PenelitianPendidikan Nasional. Bandung: Jemmars Hlm78
[23] Obcit Arikunto. S.Hlm 112
[24] Sugiono 2009. Metode PenelitianPendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R & D Hlm 120
[25]. PaulineV. Young, Scientivic Social Survey andResearch, Prentice Hall Inc, Private, tahun 1973, halaman 161.
[26]. Sutrisnohadi, loc cit.
[27].Sutrisno Hada, op cit, halaman 192.
[28]. WilliamJ. Good, op cit, halaman 180.
[29]. RalphTaylor, Webster’s World UniversityDictionary, Publisher Company Inc, Washington,tahun 1988, halaman 506.
[30] SuharsimiArikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta,Jakarta, 2006 Hlm 227
[31] Sugiono 2009. MetodePenelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R & D Hlm148
[32] Soebandijah, Pengembangan DanInovasi Kurikulum, rajawali,Jakarta, 1993, Hlm. 12
[33] Ibid Hlm ; 173
[34] Ibid Hlm 89
[35] Ibid Hlm 243
[36] Ibid Hlm 245
[37] Sujana.1996. Metode Statistik.Bandung:Tarsito Hlm 273
[38] Ibid Hlm 249
[39] A. Fisher Ronald : 2008 . Statistikaedisi ke 2 . Bandung. Tarsito Hlm 4
 ·  Translate
4
Add a comment...
Have them in circles
5 people
Topara Xone's profile photo
FAPUKA DAVUKA's profile photo
Rian Avanz's profile photo
elga yulinta's profile photo
People
Have them in circles
5 people
Topara Xone's profile photo
FAPUKA DAVUKA's profile photo
Rian Avanz's profile photo
elga yulinta's profile photo