Profile

Cover photo
Ria Srirahayu
Attended stikes jenderal achmad yani
Lives in cimahi 2
21 followers|1,776 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Ria Srirahayu

Shared publicly  - 
 
Laporan Praktikum
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah instrumentasi 1
Disusun oleh : Ria Sri Rahayu             Duwi Wahyu Ningrum
 F Putri Cahyani           Dwi Riyani
Kartika Laksana           Liliyanta Sari
 
 
 
 
 
 
 
 
D - III Analis Kesehatan 1 A
STIKes Jenderal Achmad Yani Cimahi
2012 – 2013
 
 

 
 
 
 
 
INSTRUMENTASI 1
STIKES JENDERAL AHMAD YANI
Oleh:  Ria Sri Rahayu, F Putri Cahyani,  Duwi Wahyu Ningrum, Dwi Riyani,  Kartika Laksana, Liliyanta Sari,
 
 
A.     ALAT GELAS
 

                I.               LATAR BELAKANG
Prinsip kerja dan fungsi alat–alat laboratorium harus diketahui mahasiswa kesehatan agar tidak terjadi kesalahan saat pemakaian alat–alat laboratorium. Selain itu keselamatan dari alat–alat laboratorium harus diperhatikan agar terjaga kualitasnya.Maka dari itu alat–alat laboratorium dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu alat–alat ringan dan alat–alat berat.Alat ringan biasanya terbuat dari kayu, gelas, plastik, karet.Sebagian besar alat–alat Laboratorium terbuat dari gelas.
Alat gelas yang digunakan di laboratorium umumnya merupakan gelas boroksilikat.Gelas ini terbuat dari kuarsa / silikat oksida berkualitastinggi, boron oksida, aluminium oksida, dan natrium oksida.Gelas jenis ini mencair pada suhu agak tinggi dan mempunyai angka mulai yang kecil, oleh karena itu dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dan dapat direndam didalam air dingin atau es tanpa terjadi keretakan atau pecah. Selain itu gelas boroksilikat juga tidak bereaksi dengan bahan kimia sehingga cocok digunakan sebagai alat gelas laboratorium.
1.      Tujuan
-          mengetahui  jenis-jenis alat gelas
-          mengetahui cara penggunaan, perawatan, serta kalibrasi alat gelas dengan baik dan benar
2.      Jenis Alat Gelas dan Fungsinya
a.      Gelas Kimia (Beaker Glass)
1)      tempat melarutkan zat.
2)      Tempat memanaskan.
3)      Menguapkan larutan / air.
b.      Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)
1)       Labu erlenmeyer dengan tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokkan kuat, dihubungkan dengan alat ekstraksi, alat destilasi dan sebagainya.
2)       Labu erlenmeyer tanpa tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokkan lemah hingga sedang
c.    Tabung Reaksi (Test Tube)
1.      Mereaksikan larutan.
2.      Untuk memanaskan sampel atau cairan.
d.      Gelas Ukur (Measuring Chylinder)
1.      Dapat digunakan untuk merendam pipet dalam asam pencuci
2.      Gelas ukur yang dilengkapi dengan tutup asah digunakan untuk melarutkan zat hingga volume tertentu
e.       Buret (Burettes)
Memberikan secara tetes demi tetes sejumlah volume larutan yang diketahui dengan teliti pada proses titrasi.
f.        Corong (Funnels)
Digunakan untuk menyaring zat cair atau sampel padat.
g.      Volumentric Pipettes
Memipet atau memindahkan volume cairan dengan teliti dengan akurasi yang tinggi.
h.      Pipet Ukur (Graduated Pipettes)
Digunakan untuk mengambil, memindahkan atau memipet sejumlah volume secara tidak teliti.
i.        Desikator (Desiccators)
a)   Untuk mendinginkan bahan atau alat gelas (misalnya krus porselin botol timbang) setelah dipanaskan dan akan ditimbang
b)   Untuk Mengeringkan bahan atau menyimpan zat atau bahan yang harus diliindungi terhadap pengaruh kelembapan udara.
j.        Labu Ukur (Volumetrik Flask)
Digunakan untuk mencampurkan larutan dengan tingkat volume yang lebih akurat.
 
 
 
 
 
 
 
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk mempreparasi zat-zat kimia atau larutan-larutan yang akan digunakan, menghomogenkan larutan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                II.            PROSEDUR
Prosedur penggunaan
1.      Bilas dengan aquadest, kecuali untuk alat-alat tertentu bilas dengan larutan yang akan di homogenkan
2.      Masukan zat yang akan di homogenkan
3.      tutup dan kocok perlahan
 
Prosedur Perawatan
alat gelas yang akan dikalibrasi sebersih mungkin dengan larutan pencuci yang sesuai dengan jenis kotoran seperti pencuci dikhromat untuk menghilangkan lemak, setelah itu cuci dengan air  dan disusul dibilas dengan aquadest, kemudian keringkan
Prosedur pengkalibrasian :
1.      Lakukan penimbangan jangan meyentuh bagian alat gelas langsung dengan tangan, pakai tissue untuk memegang alat gelas
2.      Timbang alat gelas lalu nol kan neraca.
3.      Keluarkan alat gelas dari neraca lalu
4.      Masukkan aquadest dengan mengunakan pipet yang  bersih sampai tanda batas yang diinginkan.
5.      Letakan alat gelas pada neraca.
6.      Baca volum dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan.
7.      Catat, lakukan pengecekan ± 5 kali pengulangan
8.      Simpangan tidak boleh lebih dari ±0,5
 
             III.            Hasil dan Pembahasan
Hasil:
alat Gelas yang di kalibrasi adalah Labu Ukur  dengan metode In di peroleh hasil:
No.
Hasil
1
10,02
2
10.01
3
10,02
4
10
5
10,01
6
10,02
7
10,02
8
10,02
9
10.4
10
10,3
jumlah
100,09/10 = 10,019
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(X1 – X)
(X1 – X )²
0,001
0,00001
0,009
0,000081
0,001
0,00001
0.019
0,0361
0,009
0,000081
0,001
0,00001
0,001
0,00001
0,001
0,00001
0,021
0,000441
0,011
0,000121
Jumlah
0,036884
 
SD =
      =
     = 0,063
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
·         Pembahasan
 Berdasarkan praktikum yang kami lakukan, kalibrasi alat gelas di sesuaikan dengan jenisnya pada alat gelas dengan berbagai cara, diantaranya cara EX dan IN. pada cara EX kalibrasi di lakukan dengan mengeluarkan larutan yg ada di dalam alat gelas yang akan di kalibrasikan, sedangkan IN di kalibrasikan dengan alat gelasnya pada neraca analitik. Simpangan ±0,5, pada hasil simpangan kurang dari 0,5 ini berarti alat gelas masih baik/bagus untuk di pakai.
 
              IV.            Kesimpulan
            Berdasarkan hasil praktikum yang kami lakukan dapat di peroleh kesimpulan bahwa labu ukur adalah alat gelas yang biasa di gunakan dalam proses standarisasi ataupun menghomogenkan larutan atau zat. Labu ukur yang kami kalibrasi menunjukan masih bagus, artinya tidak peerlu di tera ulang.
 
 
 
 
 
 

 
B.     NERACA ANALITIK

 
 

I. LATAR BELAKANG
 
      Dalam kehidupan sehari-hari, massa sering diartikan sebagai berat, tetapi dalam tinjauan fisika kedua besaran tersebut berbeda. Massatidak dipengaruhi gravitasi, sedangkan berat dipengaruhi oleh gravitasi. Fungsi dari neraca elektrik maupun bukan elektrik secara umum adalah sebagai alat pengukur massa. Kegunaan neraca ini tergantung dari skala dari neraca tersebut misal neraca/timbangan elektrik yang ada di pasar swalayan dengan yang di laboratorium tentu sensitivitas dan skala neracanya jauh berbeda.
Jenis penimbangan  pada neraca
·         kasar
menimbang 2-3 angka di belakang koma,
di gunakan untuk penimbangan larutan srtandar sekunder
 menggunakan jenis neraca teknis.
·         akurat
4-6 angka di belakang koma
Menyiapkan larutan standar primer
Neraca analitik
1.      Tujuan
-       Mengetahui cara menimbang dengan neraca analitik yang benar
-       Mengetahui cara kaalibrasi dan perawatan neraca analitik
2.      Prinsip kerja:
Membandingkan dua massa.
3.      Bentuk dan Fungsi :
Untuk menimbang suatu zat dengan ketelitian yang tinngi, biasanya di gunakan untuk menimbang zat yang akan di gunakan untuk membuat larutan standart primer, dimana dalam menimbang harus 4 angka di belakang koma dengan keteitian yang tinggi.
 
 
 
 
 
 
 
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk menimbang zat kimia yang dipergunakan untuk membuat larutan atau akan direaksikan. Serta untuk mengkalibrasikan beberapa alat labolatorium.
·         Bagian-Bagian dari neraca analitik:
1.Piring timbangan
2.Penutup neraca
II.    PROSEDUR
Prosedur kegunaan
1.      Nolkan terlebih dulu neraca tersebut 
2.      Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian papan timbangan
3.      Tutup neraca
4.      Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca 
5.      Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut
6.      Tutup kembali neraca
Prosedur perawatan
Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai  digunakan,  bagian  dan  menimbang  harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus  atau  kertas  (tissue)  dan  membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti : deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.
Prosedur pengkalibrasian
1.      Timbangan dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau  dengan dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr.
2.      catat Penyimpangan pada lembar/kartu kontrol,
3.      Jika  timbangan  tidak  dapat  digunakan sama sekali maka timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier).
4.      Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal (waterpass) 
5.      sewaktu-waktu  timbangan  bergerak, oleh karena itu, harus dicek lagi.
6.      Jika menggunakan  timbangan elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur.
7.      Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan.
8.      Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin)
9.      sebelum menimbang angka “nol”  harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi.
10.  Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya, sehingga timbangan tetap bersih dan terawat dengan baik.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
      Hasil: Dari praktikum yang telah di lakukan di peroleh hasil:
     
 
 
 

No.
Neraca/10gr (C)
Neraca/10gr (A)
Neraca/10gr (B)
Neraca/10gr
(Ka)
Neraca/10gr
(ki)
1
10.02
10.02
10.01
10,02
10.02
2
10.01
10.02
10.01
10
10.02
3
10
10,02
10,01
10
10,02
4
10
10
10
10
10,02
5
10,02
10,02
10,02
10.02
10,02

50,05/5 = 10,01
 
 

X1- X
( X1 – X )²
0,01
0,0001
0
0
0,01
0,0001
0,01
0,0001
0,01
0,0001
Jumlah
0,0004
 
SD =
    = = 0,01
 
 
 
Pembahasan:
Neraca analitik adalah neraca dengan ketepatan yang tinggi, dalam pengggunaan neraca analitik saat menimbang angka di belakang koma 4-6 angka. Hal ini menunjukan bahwa zat yang di timbang dapat di gunakan untuk pembuatan larutan standar primer, sedangkan neraca teknik hanya 2-3 angka ini berarti ketelitiannya kurang. Dalam kalibrasi simpangannya ± 0,5,
IV. KESIMPULAN
      Berdasarkan praktikum yang telah di lakukan diperoleh hasil, bahwa neraca yang di kalibrasi masih bagus karena perbedaannya kurang dari 0,5
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

C.     pH METER

 

I.       Latar Belakang
pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur derajat tingkat keasaman atau juga kebasaan (alkali) yang terkandung dalam suatu zat. Skala pH yang diukur oleh alat ukur pH meter dimulai dari nol hingga 14.
pH meter merupakan salah satu jenis alat ukur pH yang paling akurat. Terdapat jenis alat penentu pH lainnya seperti kertas lakmus dan indikator universal. pH meter diakui sebagai alat paling akurat karena mampu memberikan data pembacaan angka di belakang koma. Berbeda dengan kertas lakmus atau indikator universal yang hanya bisa menentukan keasaman dan kebasaan serta nilai pH yang bulat saja. Sistem pengukuran menggunakan pH meter memiliki tiga jenis bagian utama yakni elektroda pengukuran pH, alat pengukur impedansi tinggi serta elektroda referensi.
1.      Tujuan
-          Mengetahui Fungsi dari pH Meter
-          Mengetahui Penggunaan, Perawatan, dan Kalibrasi pH Meter yang benar.
 
2.      Prinsip Kerja:
Prinsip pengukuran pH pada suatu zat berdasarkan pada persamaan yang lazim digunakan di bidang kimia, yakni: pH = – log [H+]. Suatu senyawa dikatakan asam apabila jumlah ion H+ lebih besar dari ion OH- demikian juga sebaliknya, dikatakan basa jika jumlah OH- lebih besar dari jumlah H+
3.      Bentuk dan Fungsi
Untuk mendapatkan jumlah pH (asam atau basa) suatu zat secara lebih akurat dan tepat.
 
 
 
 
 
 
 
 
·      Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk mengukur pH suatu alat atau larutan sehingga dapat menunjukan asam basanya.
·         Bagian-Bagian dari pH Meter :
1. Body ph meter
2. Body elektroda
3. layar
4. kabel elektroda
5. kabel sensor suhu
6. tombol meas
7. tombol mode
8.tombol set
9. tombol cal data
10. tombol on/off
 
II.    PROSEDUR
Prosedur Penggunaasn
Cara Kerja
a)      Siapkan alat ukur pH meter
b)   Tempatkan tongkat sensor penyidik pH pada botol yang telah berisi aquades
c)   Siapkan media nutrisi dalam tempat yang telah disediakan
d)   Nyalakan alat pH dengan menekan tombol “on”
e)   Celupkan stik kedalam larutan buffer/asam/basa.
f)    Tekan ‘CAL’ untuk kalibrasi 2 kali dan untuk yang ke-3 kalinya tekan tomol ‘RED’.
g)   Lap tongkat pH dengan tissue, lakukan pencucian ulang dengan aquades sampai bersih.
h)   Matikan alat ukur pH dengan cara menekan  tombol “off”. Simpan.
Prosedur Perawatan
1.   Dioperasikan sesuai manual alat;
2.   Dihidupkan tiap hari meskipun tidak dipakai. Jika tidak dipakai cukup 1 jam atau sampai mati sendiri jika dilengkapi auto off;
3.   Bersihkan badan pH meter dari debu atau cairan yang mungkin menetes keatasnya;
4.   Elektroda selalu terendam dalam air  (pH = 0-14) atau larutan yang disediakan pabrik;
5.   Larutan didalam elektroda tidak boleh kering, selalu diisi kembali dengan larutan yang dipersyaratkan pabrik pembuat alat;

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

D.     WATERBATH
 

 

I.       LATAR BELAKANG
 
 
 
 
 
 
 
 
Water Bath merupakan  peralatan yang berisi air yang bisa mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan, yang biasanya di gunakan pada reaksi yang memerlukan suhu, dan untuk mereaksikan suatu larutan tertentu, mengendapkan, melarutkan, dam perubahan warna pada larutan. waterbath memunyai ketepatan suhu 500C, suhu dapat di sesuaikan dengan metode.
1.      Tujuan:
a.       Mahasiswa di harapkan dapat mengetahui cara penggunaan waterbath dengan baik dan benar.
b.      Mengetahui cara mengkalibrasi serta pereawatan pada waterbath
2.      Prinsip Kerja Waterbath.
Pada saat menstrelisasi stekerdihidupkan, dipilih satu (tempratur) yang diinginkan (jika memungkinkan) dan atur. Pengaturan harus dilakukan sesuai dengan pembacaan. Thermostat (bila tersedia) atau sesuai dengan suatu sistem pengawasan suhu.
3.      Bentuk dan Fungsi
1.      Pemanasan pada suhu rendah 300C sampai 1000C
2.      Menguapkan, melarutkan, mereaksikan, dan mengendapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi
3.      Mengetahhui cara menggunakan waterbath dan mengkalibrasikannya.
 
Waterbath di bagi dalam beberapa  bentuk/jenis antara lain :
1.   Waterbath photometer
2.   Waterbath biasa
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk penangas air atau suatu alat yang berisi air untuk mereaksikan larutan atau zat yang membutuhkan suhu. Reaksi berupa perubahan warna, pengendapan, atau melarutkan suatu reaksi.
·         Bagian-bagian dari waterbath
1.                   1. Pengatur suhu
2.                   2. Pengaman kedudukan tinggi air
3.                   3. Penangas air bisa dilengkapi motor
4.                   4. Elemen pemanas dengan listrik
5.                   5. Penangas mempunyai satu hingga enam buah lubang untuk menaruh/meletakkan benda yang akan diuapkan.
II.    PROSEDUR
Prosedur penggunaan:
a.       Air dimasukkan ke dalam bejana
b.      Atur suhu yang dikehendaki dan hidupkan water bath
c.       Masukkan benda yang akan dipanaskan ke dalam air ( untuk tangas air ) letakkan benda pada salah satu lubang ( untuk tangas uap ).
d.         Tunggu sesuai waktu prosedur.
e.          Angkat sample, lihat hasil.
 
Prosedur perawatan:
Cara penyimpanan water bath :
a.       Sebagai media pemanas digunakan air suling ( jangan menggunakan air sumur, karena menyebabkan korosi )
b.      Selesai digunakan ( jika menggunakan listrik ) matikan arus listrik dan dicabut dari arus listrik
c.       Jika hendak disimpan air ( media pemanas ) dikosongkan.
Cara perawatan water bath :
2.      Untuk perawatan, bersihkan alat hanya dengan lap bersih yang dibasahi air kemudian lap dengan kain kering setiap selesai menggunakan alat
3.      Box kontrol jangan sampai tersiram atau kemasukkan air karena dapat berakibat tersengat tegangan listrik ( berbahaya ) atau alat akan menjadi rusak
Pengkalibrasian
        Paling tidak dilakukan dua kali per tahun (2x/tahun), prosedur yang harus dilakukan adalah:
a.       Panaskan air dalam waterbath sampai suhu 990C
b.      Celupkan thermometer pada 5 titik waterbath yaitu: kiri atas, kanan atas, kiri bawah, kanan bawah dan tengah secara bersamaan, bagian ujung thermometer jangan sampai terkena ke dasar waterbath.
c.       Tahan selama 5 menit
d.      Lihat hasil, ( saat melihat hasil termometer tetap di dalam air waterbath, jangan di angkat keluar karena jika di angkat keluar thermometer akan terpengaruhu suh  luar). Waterbath photometer suhu 37oC, waterbath biasa suhu 500C.
.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Dari praktikumm yang elah di lakukan dapat di peroleh hasil
 
No.
Waterbath (370C)
1
37,02
2
37,03
3
36,09
4
36,01
5
36,01
jumlah
182,16/5 = 36,4
 
X1 – X
(X1 – X)²
0,62
0,3844
0,63
0,3969
0,31
0,0961
0,39
0,1521
0,39
0,1521
Jumlah
1,1816
 
SD =
     
     =
     =0,54
 
Pembahasan
Waterbath adalah alat yang di gunakan untuk reaksi zat/larutan menjadi endapan, perubahan warna atau terlarut. Untuk memperoleh hasil yang maximal di perlukan waterbath yang memenuhi persyarat atau bagus, untuk menentukan bagus/tidaknya waterbath di perlukan kalibrasi. Dalam kalibrasi dengan menggunakan thermometer,  thermometer tidak boleh terpengaruh oleh suhu luar. Untuk itu dalam prosedur kalibrasi waterbath saat membaca hasil thermometer tidak di angkat agar suhu luar tidak terpengaruh. Simpangan ± 0,5
IV.   KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah di lakukan, hasil kalibrasi menunjukan hasil simpangan lebih 0,5, jdi dapat di simpulkan bahwa pH mometer harus di tera ulang

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
E.     LEMARI ASAM (FUME HOOD)
 

I.       LATAR BELAKANG
 
 
 
 
 
 
 
 
Fume Hood -- Lemari Asam, sebenarnya adalah sebuah ventilasi seperti jendela khusus terselubung, yang dilengkapi dengan alat perotasi udara seperti kipas penyedot (ceiling fans), sehingga pergantian udara menjadi lebih baik.Laboratorium sangat membutuhkan adanya lemari asam ini sebagai tempat untuk mereaksikan bahan-bahan kimia berbahaya, karena kebanyakan reaksi-reaksi yang dalam laboraorium (kebanyakan percobaan yang berhubungan dengan biokimia seperti uji protein, dsb) menggunakan bahan-bahan yang mudah menguap, dan hasil dari reaksi juga menghasilkan gas berbahaya. Misalnya, HCl pekat, H2SO4 pekat, cairan eter, dan ] bahan mudah menguap lainnya; yang sangat berbahaya jika dihirup dalam kadar tertentu.
1.      Tujuan
-       Mengetahui cara penggunaan waterbath
-       Mengetahui kalibrasi dan perawatan waterbath yang baik dan benar.
2.      Bentuk dan Fungsi
untuk menyimpan bahan-bahan pekat dan bahan-bahan yang mudah menguap.
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk menyimpan bahan-bahan pekat dan bahan-bahan yang mudah menguap.
·         Bagian- bagian dari fume hood
1.Material Body
2.Dimensi
3.Alas meja kerja
4.Jendela
5.Lampu
6.Blower
7.Electrical
8.Clamp pipa
 
II.    PROSEDUR
Prosedur penggunaan
Fume hood digunakan untuk melakukan pembutan atau pereaksian zat pada
larutan yang berjenis berasap dan beruap, letakan alat dan bahan di atas meja, larutan atau cairan jangan tumpah pada meja.
 
 
 
Prosedur Perawatan
1.      Bersihkan bagian alas agar tetep bersih
2.      letak fume hood jauh dari khalayak ramai
3.      Tidak boleh memakai alas kaca yang murah atau biasa harus menggunakan kaca Kristal
4.      Bersihkan setelah penggunaan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
F.      SENTRIFUS
 

I.       LATAR BELAKANG
     
 
 
 
 
 
 
 
      Pengenalan alat-alat di laboratorium sangat diperlukan. Kemampuan praktikan dalam penggunaan alat sangat mempengaruhi keberhasilannya. Sentrifus dan pH meter adalah alat yang umum digunakan dalam laboraturium biokimia. Oleh sebab itu, biokimiawan sangat dianjurkan dalam kemahiran menggunakan kedua alat tersebut.
      Sentrifuge yaitu alat labolatorium yang di gerakan oleh motor/rotor untuk memutarkan sampel cairan dengan kecepatan tinggi gaya yang berperan dalam sentrifuge adalah gaya sentrifugal. Zat/ larutan yagn terpisah menjadi pelet dan supernatan.
1.      Prinsip
1.Meningkatkan Diameter
2.Meningkatkan perbedaan kerapatan antara 2 fase terlarut
3.Menurunnya viskositas dari fase terlarut
 
2.      Tujuan
Untuk memahami cara penggunaan sentrifuge yang tepat sesuai dengan aturan, dan terampil dalam melakukan pemisahan menggunakan sentrifuge
 
 
3.      Jenis dan Fungsi
Untuk memisahkan serum dan plasma dari darah atau bahkan padatan dari cairan, setelah ini sampel yang sangat murni dari serum darah sangat penting untuk prosedur pengujian dan analisis. Sentrifus medis berputar pada kecepatan yang sangat tinggi hingga 5000 putaran permenit.
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk memecah atau merusak membran plasma dan dinding sel, kemudian dapat pula disuspensikan dengan larutan isotonis.
·         Bagian-bagian dari sentrifuge
a)      Motor
b)      Putaran
c)      Endapan
II. PROSEDUR
Prosedur penggunaan
1.         Hubungan stop kontak dengan sumber tenaga
2.         Nyalakan alat dengan menekan tombol power ke posisi ‘ON’
3.         Buka penutup dengan menekan tombol.
4.         Masukkan tabung sentrifus yang berisi cairan ke dalam lubang sentrifus yang berisi volume sama banyak dengan posisi saling berhadapan, agar keadaan seimbang
5.         Atur waktu dan kecepatan sesuai kebutuhan.
6.         Setelah tombol pengatur kembali ke nol atau sampai sentrifuse mati.
7.         Tunggu sampai putaran atau bunyi sentrifuse berhenti lalu buka dan ambil sampel.
8.          Lepaskan stop kontak.
 
Prosedur Perawatan
1.         Bersihkan dinding bagian dalam dengan larutan antiseptic setiap minggu atau bila tumpahan atau ada tabung yang pecah.
2.         Gunakan tabung dengan ukuran dan type yang sesuai untuk tiap centrifuge, jika ukuran tabung terlalu kecil dapat di lakukan dengan membungkus tabung dengan tissue.
3.         Beban harus dibuat seimbang sebelum centrifuge dijalankan.
4.         Pastikan bahwa penutup telah menutup dengan baik dan kencang sebelum centrifuge dijalankan.
5.         Periksa bantalan pada wadah tabung. Bila bantalan tidak ada maka tabung mudah pecah waktu disentrifus karena adanya gaya setrifugal yang kuat menekan tabung kaca ke dasar wadah.
Prosedur Pengkalibrasian
a.      Tachometer mekanik yaitu dengan kabel yang lentur.
Cara :
1. Ujung kabel yang satu dikaitkan pada kemparan motor di dalam, sedangkan ujung yang lain dihubungkan dengan alat meter.
2. Set centrifuge pada rpm yang paling sering dipakai, kemudian jalankan.
3. Catat rpm yang ditunjukkan oleh meter pada tachometer.
4. Ulangi beberapa kali.
5. Hitung nilai rata – ratanya.
b.         Tachometer elektrikal
Cara :
1.  Letakkan bagian magnit di sekeliling coil, sehingga menimbulkan aliran listrik bila alat dijalankan.
2. Set centrifuge pada rpm yang paling sering dipakai, kemudian jalankan.
3.  Aliran listrik yang timbul akan menggerakkan bagian meter.
4. Ulangi beberapa kali.
5. Hitung nilai rata – ratanya.
c.          Strobe light
Alat ini digunakan bila tachometer tidak dapat menjangkau motor.Pemeriksaan dilakukan beberapa kali dan hitung nilai rata – ratanya.
 
 
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
No
Sentrifus
Fase 1
Fase 2
Fase 3
1
Darah (kering)
serum (bening)
Darah (eritrosit)
-
2
Pasir
Air keruh
Pasir
-
3
Air Susu
Air susu
Susu (padat)
-
4
Air Garam
Air Bening
- -
5
Darah susu
Air susu
Susu (padat)
Darah
Dari praktikum yang kami lakukan di peroleh hasil:
 
 
 
Pembahasan:
Sentrifuge adalah sebuah peralatan yang di gerakan oleh rotor/mmotor untuk memutarkan cairan atau sample dengan kecepatan tinggi.dan akan menyebabkan pengendapan partikel, organel sel,, atau makromlekul.hal tersebut tergantung pada ukuran, dan bobot jenisnya. Teknik ini dapat di gunakan untuk mengisolasi mengkarakterisasi molekul biologi dan kompponen seluler. Hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan sentrifuge antara lain, mengenai masalah bobot tabung yang harus seimbang. Hal ini agar sentrifugal pada sentrifuge menjadi seimbang.  Jika tidak seimbang maka kecepatan rotor menjadi tidak sama. hal ini mengakibatkan bahan menjadi rusak bahkan terlempar keluar bila sentrifuge tidak terkunci rapat karena timbulnya presisi. Sebelum di jalankan sentrifuge harus dalam keadaan vakum.
IV.  KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum yang kami lakukan di peroleh hasil bahwa sentrifuge yang kami gunakan dapat memisahakan sample dari pellet dengan supernatant nya. Kami melakukan percobaan tersebut pada susu, susu merupakan cairan koloid sehingga untuk memisaklan cairan supernatant nya harus dengan destilasi.

 
G.    AUTOKLAF
 

1.      LATAR BELAKANG
 
           
 
 
 
Autoklaf  adalah alat  pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme.
            Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu selresisten yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies yang sama, endospora dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang dapat membunuh sel vegetatif bakteri tersebut. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 °C, yang merupakan titik didih air pada tekanan atmosfer normal]. Pada suhu 121 °C, endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif bakteri dapat dibunuh hanya dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 °C.
 
1.      Prinsip
      Uap panas yang dihasilkan oleh autoklaf bersumber dari uap panas yang dihasilkan oleh api. Autoklaf dapat dioperasionalkan pada suhu 115-1500˚C. Sterilisasi efektif bila dilakukan pada lamanya waktu, misalnya pada media nutrisi yang volumenya 25-50ml disterilisasikan di autoklaf dengan suhu 121˚C selama 15-20 menit pada tekanan 1.5kg/cm2. Agar autoklaf dapat difungsikan maka pemeliharaan dan perawatannya harus selalu diperhatikan.
2.      Tujuan
a.      Untuk mengetahui cara menggunakan autoklaf yang baik
b.      Mengetahhui cara perawatan serta kalibrasi autoklaf sesuai dengan prosedur.
3.      Jenis dan Fungsi
Untuk mensterilkan alat yang akan digunakan di bidang mikrobiologi dengan cara basah pada suhu 1210C 2 ATM.
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk mensterilkan alat yang akan digunakan untuk mengambilan spesimen
·         Bagian-bagian
 
 
 
 
 
 
1.   Tombol pengatur waktu mundur (timer) 
2.   Katup pengeluaran uap.
3.   Pengukur tekanan 
4.   Klep pengaman 
5.   Tombol on-off 
6.   Termometer 
7.   Lempeng sumber panas 
8.   Aquades (H2O) 
9.   Sekrup pengaman 
10.  Batas penambah air.
2.      PROSEDUR
Prosedur penggunaan
a.    Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Jika air  kurang dari batas yg ditentukan, maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Gunakan air hasil destilasi, utk menghindari terbentuknya kerak dan karat.
b.    Masukkan peralatan dan bahan. Bungkus dengan kertas, lalu masukan ke dalam plastic tahan panas. Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada uap yang keluar dari bibir autoklaf. Klep pengaman jgn dikencangkan terlebih dahulu.
c.    Nyalakan autoklaf, diatur timer dengan waktu 15 menit pada suhu 121°C.
d.   Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoklaf dan terdesak keluar dari klep pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Penghitungan waktu 15' dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm. 1210C
 
e.    Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dlm kompartemen turun himgga ke titik nol.
 
Prosedur Perawatan
Apabila autoklaf telah selesai digunakan, maka air aquadest yang ada di dalam autoklaf sebaiknya dibersihkan atau dikuras bagian dalamnya menggunakan lap kering.Selanjutnya simpan autoklaf pada tempat yang kering dan bersih.
Prosedur Pengkalibrasian
1)      Untuk mendeteksi jika autoklaf bekerja dengan baik atau sempurna dapat digunakan dengan pengujian mikroba yang bersifat termofilik dan memiliki endospora yaitu Bacillus Stearothermophilus. Dalam bentuk kertas spora strip dimasukan kedalam autoklaf dan disterilkan, setelah proses sterilisasi kemudian ditumbuhkan pada media. Jika media tetap bening maka autoklaf  bekerja secara baik.
2)      Auroclave Indicator Tape
a.       Rekatakan indicator tape secara  melingkar pada kemasan yang akan di sterilisasi. Pada otoklaf yang besar, kemasan di letakan pada bagian atasdan bagian bawah otoklaf.
b.      Atur suhu, waktu dan tekanan
c.       Hidupkan otoklaf
d.      Setelah selesai, baca indicator tape dengan meliha perubahan warna yang terjadi pada garis garis diagonal. Bila proses sterilisasi berjalan dengan baik, garis-garis diagonal berubah warna dari putih menjadi cokelat kehitam-hitaman.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
H.    INKUBATOR
 

I.       LATAR BELAKANG
 
 
 
 
Pada mula nya inkubator usahawan muda adalah organisasi binaan UKM Center Fakultas Ekonomi Usnyiah untuk membina usahawan muda yang masih mahasiswa melalui praktek dan pelatihan-pelatihan yang diadakan nya. Dibentuk pada 1 juli 2007 atas inspirasi dari dosen dan mahasiswa, untuk  Membina mahasiswa lebih kreatif, inovatif serta mampu bersaing di era globalisasi dan mencetak pengusaha-pengusaha sukses. Namun pada tanggal 24 November 2011 telah berubah status nya menjadi unit kegiatan mahasiswa dibawah koordinasi badan eksekutif mahasiswa fakultas ekonomi unsyiah  dan bertanggung jawab kepada pembantu dekan III FE Unsyiah.
Incubator adalah alat yang di gunakan untuk mensterilkan media atau bahan atau alat dengan cara kering bedanya dengan oven incubator dpat di lakukan untuk penyimpanan yang cukup lama.
1.      Prinsip
Memanfaatkan temparatur dan tekanan tinggi yang dihasilkan dari proses perubahan daya menjadi panas atau terjadinya koagulasi yang lebih cepar dalam keadaan kering dibandingkan dengan keadaan basah 
2.      Fungsi
Alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol (umumnya diatas suhu ambient).
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol (umumnya diatas suhu ambient).
·         Bagian – bagian nya :
1.      Pintu incubator
2.      Tombol panel berfungsi untuk mengatur suhu yang diperlukan
3.      Rak incubator berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan yamg akan diinkubator
 
II.    PROSEDUR
Prosedur penggunaan
1)      Nyalakan inkubator dengan menekan tombol ON
2)      Set temperature sesuai dengan keinginan
3)      Masukan thermometer ke dalam  untuk mengetahui kestabillan suhu
4)      Diamkan selama 1 hari
5)      Jika suhu sudah stabil artinya incubator siap di pakai.
Prosedur Perawatan
Untuk perawatan incubator cukup sederhana, cukup dengan membersihkan secara rutin, bersihkan dengan menggunakan lap kering tiap bagian seperti dinding dalam, kaca dalam dan bagian lainnya.Lakukan tiap seminggu sekali atau jika incubator dalam keadaan kotor.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                                                                      i.      LAMINAR AIR FLOW
 
 

1.      LATAR BELAKANG
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Laminar Air Flow adalah alat sterilisasi yang menggunakan prinsip filtrasi udara dan penggunaan radiasi ultraviolet. Laminar air flow digunakan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan laboratorium yang membutuhkan kondisi steril, seperti membuka alat yang telah disterilisasi dan menyiapkan sampel mikroba. Lingkungan dalam laminar air flow disterilisasi dengan 2 cara. Sebelum digunakan, laminar air flow ditutup dan lampu UVR dinyalakan sehingga mikrobia di udara dan permukaan ruang mati, lalu saat bekerja, kondisi udara dijaga stabil dengan filtrasi udara. Komponen laminar air flow antara lain ruang kaca steril yang dilengkapi dengan tutup, filter udara di bagian belakang, lampu UVR di langit-langit ruang, lampu biasa untuk membantu proses kerja, serta panel tombol untuk menyalakan lampu UVR, filter dan lampu biasa.
1.      Prinsip
      Laminar air flow digunakan sebagai meja kerja steril untuk kegiatan inokulasi/penanaman .
      Laminar air flow menggunakan adanya hembusan udara steril yang di gerakan oleh blower yang disaring oleh HEPA filter.
2.      Bentuk dan Fungsi
a)      Sebagai ruangan untuk pengerjaan secara eseptis.
b)      tempat untuk pengerjaan yang bebas dari bakteri udara
·            Kegunaan dalam bidang kesehatan
Sebagai tempat untuk melakukan kegiatan laboratorium yang membutuhkan kondisi steril, seperti membuka alat yang telah disterilisasi dan menyiapkan sampel mikroba.
·            Bagian- bagian dari laminar air flow
2.      PROSEDUR
      Prosedur Penggunaan
1.   Nyalakan lampu UV, minimum selama 30 menit, sebelum laminar air flow digunakan. Hindarkan sinarnya dari badan dan mata.
2.   Siapkan semua alat-alat steril yang akan dipergunakan. Alat-alat yang dimasukkan ke dlam laminar air flow cabinet, disemprot terlebih dahulu dengan alcohol 70% atau spiritus.
3.   Meja dan dinding dalam LAF disemprot dengan alkohol 70% atau dengan spiritus untuk mensterilkan LAF.
4.   Blower pada LAF dihidupkan untuk menjalankan air flow.
5.   Nyalakan lampu dalam LAF.
6.   LAF sudah siap untuk digunakan
 
Prosedur Perawatan
Apabila Laminar Air Flow selesai dipergunakan, untuk langkah perawatannya yaitu
1)   Membersihkan semua sisa potongan eksplan dengan tissue
2)   Bakarlah (pisau scalpel, pinset) dengan menyemprotkan terlebih dahulu dengan alkohol 95% dan tempatkan kembali dalam keadaan siap pakai
3)   Matikan blower dengan memijit tombol “off”
4)   Semprotkan ruang kerja dengan alkohol
5)   Tutup kembali pintu Laminar Air Flow Cabinet
6)   Matikan lampu TL
7)   Nyalakan kembali lampu UV.
 



J.      SPEKTFOTOMETER
I.       LATAR BELAKANG
 
 
 

Di pertengahan abad ke-19, kimiawan Jerman  Robert Wilhelm Bunsen (1811-1899) dan fisikawan Jerman Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) berkerjasama -> mengembangkan spectrometer menemukan dua unsur baru : rubidium dan cesium -> digunakan banyak kimiawan untuk menentukan dua unsur baru dan gas-gas mulia Spektrofotometer terdiri atas sumber sinar, prisma, sel sample, detector dan pencatat.      Spektrofotometer adalah metode analisa yang di dasarkan pada pengukuran serapan sinar manokromatis oleh suatu lajurlarutan warna pada panjang gelombang spesifik denga mengunakan makromonometer prima atau kisi difraksi dengan detector atau fototube.Spektrofotometer adalah alat yang di guanakan untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi suatu gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, ,etode yang di gunakan sering di sebut spektrofotometri.absorban sinar oleh larutan mengikuti hokum Lambert-Beer.
1.      Prinsip
a.       Intensitas Radiasi Elektromagnetik (REM) yang diterukan akan menurun secara proporsional dengan konsentrasi sampel yang mengabsorpsi” I ~ C
b.      Intensitas REM yang diteruskan akan menurun secara proporsional terhadap ketebalan media”
c.       Hukum Beer dan Lambert digabung, dan dijadikan prinsip dasar dalam pengukuran secara spektrofotometri UV-Visibel.
2.      Tujuan
Mengetahui cara oenggunaan, kalibrasi dan perawattan pada spektrofotometri sesuai dengan aturan yang benar.
3.      Bentuk dan fungsi
Untuk memisahkan sinar  polikromatis  di sumber cahaya menjadi sinar monokromatis.
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang.
·         Bagian- bagian
a.    Sumber radiasi
b.   Monokromator
c.    Wadah sampel
d.    Detektor
II.    PROSEDUR
Penggunaan
1.      Tempatkan larutan pembanding misalnya larutan blanko/air aquadest pada sel pertama dan larutan akan di analisis  di sel ke dua
2.      Pilih fotosel sesuai yang di inginkan ( 200-650 nm) agar daerah λ yang di perlukan dapat terliputi. Dengan ruang fotosel dalam keadaan tertutup “nols” galvonometri dengan menggunakan tombol dork current.
3.      Pilih yang di inginkan,
4.      Buka fotosel dan lewatkan berkas cahaya pada blanko dan “nol”
5.      Galvometer di dapat dengan memutar tombol sensitivitas. Dengan menggunakan tombol transmitansi.
6.      Kemudian atur besarnya pada 100%
7.      Lewatkan berkas cahaya pada larutan sampel yang akan di analysis skala absorban menunjukan absorbasnsi larutan sampel.
Perawatan
1.      Jangan dipindah-pindah (ada alat optik)
2.      Hidupkan minimal dua kali seminggu, walau tidak digunakan
3.      Bersihkan dari sisa sampel
4.      Disimpan pada tempat bebas debu dan tidak terkena cahaya matahari langsung
5.      Kelembaban 60-70 %
6.      Listrik harus stabil
7.      Jauh dari bahan kimia
8.      Meja stabil
 
Kalibrasi
 
1.       Siapkan larutan aquadest dengan larutan pekat
2.       Masukan ke dalam kuvet
3.       Jangan menyentuh kuvet pada                                               bagian yang bening, pegang di bagian yang kasar.
4.      Masukan ke dalam spektro
5.      Tutup, nol kan, atur suhu,
6.      Catat hasil.
III.  HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
No
λ
Absorban
1.
300
2,044
2.
310
2,055
3.
330
1,911
4.
350
1,829
5.
370
1,143
6.
390
1,689
7.
410
1,868
8.
430
1,933
9.
450
2,223
10.
470
2,351
11.
490
2,429
12.
510
1,813
 
 
Pembahasan
 
Spektrofotometer adalah alat yang di gunakan untuk mengeuku spectrum serapan sinar panjang gelombang , pengkalibrasian di lakukan untuk menilai layak atau tidaknya spektro untuk di gunakan, pada saat mengkalibrasi tangan memegang kuve/wadah sampel pada bagian terang karena lemak yang ada di tangan akan menempel pada kuvet, dan itu akan mempengaruhi rambatan cahaya, sedangkan pada kuvet yang kasar lemah tidak akan berpengaruh pada hasil.
 
IV.   KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan yang kita lakukan, bahwa alat spektrofotometer ini setelah dikalibrasi terdapat 12 kali panjang gelombang dengan hasil yang berbeda. Akhir dari hasilnya harus menurun kembali dari yang tertinggi.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
K.    MIKRO PIPET
I.       LATAR BELAKANG
 
        
 
Mikropipet ini ditemukan dan dipatenkan pada tahun 1960 oleh Dr. Hanns Schmitz (Marburg, Jerman). Setelah itu, mitra penemu dari perusahaan bioteknologi Eppendorf, Dr. Heinrich Netheler, mewarisi hak-hak yang melekat pada paten itu dan memulai penggunaan mikropipet secara umum dan luas di laboratorium-laboratorium di dunia. Pada tahun 1972, mikropipet yang dapat ditala ditemukan di Universitas Wisconsin–Madison oleh beberapa orang, terkhusus Warren Gilson dan Henry Lardy.
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 µl. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl, atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. dalam penggunaannya, mukropipet memerlukan tip.
 
1.      Prinsip
Memindahkan suatu larutan dari wadah ke wadah lain dengan menggunakan ukuran tertentu pada umum nya  prinsip kerja mikropipet sama dengan pipet biasanya namun hanya dibedakan dengan adanya pengukuran yang akurat
 
2.      Tujuan
a.      Untuk mengetahui cara menggunaka mikropipet yang baik dan benar
b.      Mengetahui kalibrasi perawatan dan kegunaan dari mikropipet
3.      Bentuk dan Fungsi
untuk mengambil larutan dengan volume sedikit, dengan menggunakan dua teknik yaitu cara forward dan reverse.
Kegunaan dalam bidang kesehatan
untuk mengambil larutan atau sampel dengan volume yang kecil.
Bagian- bagian dari mikropipet
Terdir dari
1.       Pippetor yang berfungsi untukmemompa cairan yang akan di pindahkan
2.      Pippet tip pasangan mikropipet yang berfungsi untuk menampung cairan yang di pompakan.
 
 
 
II.  PROSEDUR
Prosedur Penggunaan
Cara penggunaan micros pipet di bagi menjadi dua cara yaitu:
1.      Forward dengan cara 1st stop, 2nd  stop. Artinya, tekan 1x, ambil larutan, masukan kedalam tabung, keluarkan tekan 2x.
 
 
 
 
 
2.      Reverse, dengan cara 2nd  stop 1st  stop, artinya ambil larutan 2 kali lalu tahan masukan larutan kedalam tabung dan keluarkan tekan 1 kali.
Prosedur Perawatan
3.      Masukkan tip kedalam wadah  yang berisi air
4.      Lap ujung mikropipet dengan tissue kering

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

L.     OVEN ( HEADER )
 

I.       LATAR BEALAKANG
 
 
 
 
Oven adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan ataupun mengeringkan. Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan  laboratorium,  zat-zat kimia, peralatan kesehatan, maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC. Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven,  hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan untuk alat gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan  oven. Apabila alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dimasukkan kedalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat ketelitiannya tidak lagi teliti. Biasanya digunakan desikator untuk mengeringkannya.
1.      Prinsip
Oven memiliki prinsip kerja menggunakan temperature tinggi. Di sterilkan dengan oven menggunakan suhu 1600C-1800C selama 1-2 jam.  Biasanya oven di gunakan untuk mensterilkan bahan/alat yang bersifat kering
 
2.      Tujuan
Mengetahui cara penggunaan, perawatan, dan  kalibrasi oven serta bahan dan alat-alat yang bisa di kalibrasi oleh oven.
3.      Bentuk dan Fungsi
untuk memanaskan ataupun mengeringkan serta mensterilkan alat atau bahan dengan cara kering
·         Fungsi dalam bidang kesehatan
Sterilisasi alat-alat medis, sepetri bengkok ( nierbeken), beaker glass, dll. Dengan cara kering.
·         Bagian-bagian dari Oven
1.Temperatur
2.Rak Oven
3.Pintu Oven
4.Aluminium voil
 
II.    PROSEDUR
Prosedur Kegunaan
Penggunaan oven tersebut relatif mudah. Namun sebelumnya perlu diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut:
1.      Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven.
2.      bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu.
-          Layar PV menunjukkan suhu alat
-          layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan.
3.      Tombol SET, UP (panah keatas)
4.      DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.
 
Dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka,:
1.      alat yang ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali.
2.      tombol POWER ditekan
3.      Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET.
4.      Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan.
5.      Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV.
6.      Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven
 
 
 
Prosedur Perawatan
Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat.Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan.Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan.Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen.Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven.Jangan mengelap elemen pemanas.Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven.Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas.Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka.Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang.Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven.

 
 
 
 
 
 
 
 
 

M.   TERMOMETER
I.       LATAR BELAKANG
     
 
 
 
 
 
      Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti bahan dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa. Secara kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa suhu adalah sensasi dingin atau hangatnya sebuah benda yang dirasakan ketika menyentuhnya. Secara kuantitatif, kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer. Suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer yang berisi air raksa atau alkohol. Kata termometer ini diambil dari dua kata yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya mengukur (to measure).
      Termometer pertama kali ditemukan oleh Galileo (1592), ilmuwan inilah yang pertama kali menemukan termometer sebagai pengukur temperatur. Akan tetapi termometer yang dibuatnya tidak memiliki skala yang tetap. Gabrielle Fahrenheit (1700), ilmuwan yang berasal dari Belanda ini menemukan temperatur yang memiliki akurasi dan repeatibility yang bagus. Termometer ini terbuat dari merkuri, untuk titik terendah menggunakan campuran air es dan garam ( amoniak klorida). Andreas Celcius (1742) . Ilmuwan ini mengusulakan bahwa nilai yang ada pada es ataupun air mendidih bisa digunakan sebagai nilai titik lebur dan titik didih. Sehingga pada tahun 1948, disepakati bahwa 00 sebagai titik lebur dan 1000 sebagai titik didih, yang kemudian lebih dikenal skala celcius. Lord wiliam Thompson Kelvin ( 1800). Ilmuwan ini mengembangkan teori termodinamik dan menciptakan konsep absolut zero.
1.      Prinsip
Adanya perubahan suhu mengakibatkan air raksa mengembang, apabila suhu naik merkuri akan mengembang naik ke atas pipa dan apabila suhu turun maka air raksa pun akan turun menyusut.
2.      Tujuan
untuk mengetahui cara pengguaan, kalibrasi dan perawatan termmometer yang baik dan benar sesuai dengan aturan.
3.      Bentuk dan Fungsi
untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. 
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. 
·         Bagian-bagian dari thermometer
 
 
 
 
 
 
 
1)         Batang Gelas
2)         Bulb
3)         Skala Utama
4)         Skala tambahan
5)         Ruang atau Rongga murni
6)         Tabung gelas
7)         Kolom cairan thermometer
8)         Meniscus
9)         Rongga penyusun
10)     Pipa kapiler
11)     Cairan thermometer.
 
II.    PROSEDUR
Prosedur penggunaan
1.      Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi awal.
2.      Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa dengan perubahan volume.
3.      Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun.
4.      Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.
Prosedur Perawatan
Termometer harus dikontrol dan dipelihara dengan baik agar menghasilkan data dan pembacaan yang benar, maka harus ada pemeliharaan alat yaitu dengan pengawasan dan melakukan pengkalibrasian alat serta membandingkannya dengan alat yang lain untuk mengetahui alat yang dipakai masih dapat digunakan atau tidak.
Prosedur Pengkalibrasian
a.       Perhatikan permukaan kaca thermometer. Setelah dipakai, segera bersihkan kaca dari kotoran atau endapan yang mungkin menempel dengan kain. Usapkan kain tersebut secara perlahan.
b.      Segera simpan thermometer setelah dipakai dalam wadah penyimpanannya. Sebelum disimpan, sebaiknya thermometer didinginkan terlebih dahulu. Simpan thermometer pada lemari penyimpanan yang tertutup.
c.       Masukan thermometer kedalam larutan es
d.      Aduk jangan sampai berhenti sampai merkuri stabil
e.       Lihat hasil sambil thermometer bagian ujung tetap berada dalam larutan. Simpangan ±0,5.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
No.
Thermometer
1
0,5
2
0
3
0
4
0,5
5
0,2
6
0,5
7
0,2
8
0
9
0
10
0,5
jumlah
2,4
 
 
 
 
X1 – X
(X1-X)²
0,26
0,0676
0,24
0,0576
0,24
0,0576
0,26
0,0676
0,04
0,0016
0,26
0,0676
0,04
0,0016
0,24
0,0576
0,24
0,0576
0,26
0,0676
0,26
0,0676
Jumlah
0,504
 
SD =
     = 
    = 0,23
 
 
 
 
·         Pembahasan :
Thermometer adalah alat yang di gunakan untuk mengukur suhu suatu larutan atau alat, dalam penggunaan thermometer
Bagian raksa paling bawah harus tercelup seluruhnya pada cairan  dan jangan membaca hasil dengan mengangkat thermometer karena jika ini di lakukan kemungkinan suhu luar akan masuk dan mempengaruhi suhu dalam sehingga suhu yang diinginkan tidak akan akurat.
IV.  KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum yang telah di lakukan dapat di simpulkan bahwa termometer tidak bagus, jika thermometer bagus maka alat ini bisa di gunakan memeriksa suhu ataupun mengkalibrasi berbagai alat, seperti oven, incubator, waterbath dll.tapi karena thermometer tidak bagus maka perlu dilakukan tera ulang

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

N.     PHOTOMETER
 

1.      LATAR BELAKANG
 
 
 
 
 
Dasar Teori Sejarah Sebelum elemen peka cahaya elektronik dikembangkan, fotometri dilakukan  oleh estimasi oleh matarelatif fluks bercahaya dari sumber dibandingkan dengan sumber standar. Yang photometer ditempatkan sedemkian rupa sehingga illuminance dari sumber yang diteliti adalah sama dengan yang standar
 
 
 
 
Sebagai sama illuminancesum berdapat dinilai oleh mata. Fluks bercahaya relative kemudian dapat dihitung sebagai iluminan berkurang secara proposional dengan kebaikan kuadrat jarak.Sebuah photometer terdiri dari kertas dengan tempat minyak, yang rmembuat kertas tampak sedikit lebih transparan, bila tempati dakter lihat baikdari sisi illuminance dari ke dua belah pihak adalah sama.
1.      Prinsip
Pada dasarnya prinsip kerja fotometer yang dikembangkan dan spektrofotometri sinar tampak sebagai metode pembanding, mempunyai kesamaanya itu pengukuran penyerapan cahaya oleh suatu larutan berwarna pada rentang panjang gelombang sinar tampak, namun terdapat beberapa perbedaan yang mendasar yang dapat dilihat pada table.
 
2.      Tujuan
Untuk cara penggunaan, kalibrasi dan perawatan fotometer.
3.      Bentuk dan fungsi
Untuk mengecek kadar suatu
sampel
·         Kegunaan dalam bidang kesehatan
Dapat di gunakan untuk memeriksan
sample cair.
II.     PROSEDUR
Cara menggunakan :
1.      Siapkan tabung reaksi kecil yang berisi larutan blanko dan larutan contoh
2.      Masukkan larutan blanko
3.      Tekan tombol standar
4.      masukan larutan contoh
5.      Lalu tekan tombol CAL
6.      Lalu lihat hasilnya
7.      Bilas dengan aquades lalu tutup lubang yang ada di photome

Prosedur Perawatan
a.       Dibersihkan dengan menggunakan lap kain
b.      Tutup dengan lap kain
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
O.    MIKROSKOP
 

1.      Latar belakang
            Mikroskop (bahasa yunani: Micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.Dalam perkembangannya mikroskop mampu mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga mikroskop memberikan kontribusi penting dalam penemuan mikroorganisme dan perkembangan sejarah mikrobiologi. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau kadang-kadang disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik. Dapat di amati dengan mikroskop.
            Salah satu penemu sejarah mikrobiologi dengan mikroskop adalah antonie van leeuwenhock (1632-1723) tahun 1675 antonie membuat mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik, dengan menumpuk lebih banyak lensa sehingga dia bisa mengamati mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan bunga, juga dari air laut dan bahan pengorekan gigi. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’.
a.       Tujuan
Untuk memperbesar lapang pandang object agar terlihat lebih jelas.
b.      Prinsip
Perbesaran total diperoleh dengan cara mengalikan perbesaran objektif dengan perbesaran okuler. Misalnya perbesaran total yang diperoleh dari objektif 40 kali dan okuler 10 kali ialah 40 x 10 = 400 kali. Sedangkan prinsip kerja/proses pemantulan cahaya/pengamatan pada mikroskof
Perbesaran saat menggunakan objektif 100 kali, diafragma iris kondensor harus digunakan dalam keadaan terbuka penuh, karena objektif dengan perbesaran tiggi memebutuhkan lebih banyak cahaya. Perbesaran objektif 100 kali juga harus menggunakan minyak imersi. Hal ini bertujuan untuk mencegah hilangnya cahaya yang disebabkan oleh perbedaan bias (refraktif) antara kaca dan udara. Indeks bias udara 1, sedangkan kaca 1.56 dan indeks bias minyak imersi sama dengan kaca yaitu 1,56. Perhatikan gambar ini untuk memperlihatkan proses difraksi.
 
c.       Bentuk dan Fungsi mikroskop
Mikroskop mampu mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga mikroskop memberikan kontribusi penting dalam penemuan mikroorganisme dan perkembangan sejarah mikrobiologi.
             
Bagian-bagian dari mikroskop :
1.   lensa okuler
2.   lensa objektif
3.   lensa objektif yang lain
4.   pengatur fokus secara kasar
5.   pengatur fokus secara halus
6.   papan letak objek/sampel/preparat yang dilihat
7.   sumber cahaya
8.   kondensor cahaya
9.   penjepit sampel
 
 
Kegunaan mikrosksop untuk bidang kesehatan
Digunakan dalam biologi sel modern, cluster padat ribuan sel menghamburkan cahaya sehingga kuat bahwa sel-sel yang terletak di belakang sebuah objek tidak dapat dilihat.
 
 
2.      PROSEDUR
Prosedur Penggunaan
 
1.      Siapkan mikroskop
2.      Colokan kabel ke listrik
3.      Tekan tombol on/off
4.      Masukan kaca preparat yang akan di lihat
5.      Atur perbesaran lensa objektif yang di pakai
6.      Lalu liat hasil pemeriksaan
 
 
 
Prosedur Perawatan
1.      Lepaskan lensa okuler dan bagian bagian yang lain yang akan di bersihkan
2.      Siapkan kertas atau tisue yang khusus membersihkan
3.       Gunakan pipet tetes untuk membersihkan bagian sela-sela mikroskof.
4.       Bersihkan setiap sebelum dan sesudah memakai lensa objektif dengan xilol.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Arnisfarida.16 Februari 2010.instruksi kerja alat oven laboratorium.OVEN.Tersedia di:
http://masteronlinekimia.blogspot.com/2010/02/instruksi-kerja-alat-oven-laboratorium.html 09:14, 02 januari 2013
cs labonline,29 Desember 2009.LAMINAR AIR FLOW . tersedia di:
http://laminarairflow-mikrobiologi.blogspot.com 02 januari 2013.
Xbrasi.12April 2011. Kalibrasi dan Tera.tersedia di
https://xbrasi.wordpress.com , 03 januari 2013
Muslim Ahmad di.merawat dan mengoperasikan peralatan labolatorium kultur jaringan.tersedia di:
http://mediaperbanyakansecarakulturjaringan.blogspot.com/2010/08/merawat-dan-mengoprasikan-peralatan.html, 03 januari 2013
Dias Natasasmita.10 Mei 2011.Prosedur Penggunaan Spektrofotometer.
http://adios19.wordpress.com/2011/05/10/prosedur-penggunaan-spektrofotometer/
 ·  Translate
OVEN Pendahuluan Oven adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan ataupun mengeringkan. Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut orga...
2
Add a comment...

Ria Srirahayu

Shared publicly  - 
 
siiipppp......
Kisi-Kisi Ujian Tengah Semester Teknologi komputer. I. Internet • Internet dan jaringan • Web browsing, browser • E-mail • E-learning. Bahan Ujian : • Slide kuliah dapat diunduh di : http://www.mediaf...
1
Add a comment...
In her circles
2 people
Have her in circles
21 people
syaftanul fitrah's profile photo
José Ramón de la Rosa Figueroa's profile photo
Asy'ari EKM's profile photo
fery yanto's profile photo
Imran hasan Imran's profile photo
Achmad Muzaini-Alhaqqy's profile photo
Megapolitan KompasTV's profile photo
CIKA MANNIMORA (CIKO)'s profile photo
adik sugiarto's profile photo

Ria Srirahayu

Shared publicly  - 
 
ujian tekom ria MEMBUAT BLOG DI BLOGSPOT Blog ,Website, Webblog, adalah beberapa nama dimana seseorang dapat mempergunakannya untuk berinteraksi dengan orang lain di seluruh dunia baik u...
1
Add a comment...
People
In her circles
2 people
Have her in circles
21 people
syaftanul fitrah's profile photo
José Ramón de la Rosa Figueroa's profile photo
Asy'ari EKM's profile photo
fery yanto's profile photo
Imran hasan Imran's profile photo
Achmad Muzaini-Alhaqqy's profile photo
Megapolitan KompasTV's profile photo
CIKA MANNIMORA (CIKO)'s profile photo
adik sugiarto's profile photo
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
cimahi 2
Links
Contributor to
Education
  • stikes jenderal achmad yani
    2015
Basic Information
Gender
Female