Profile cover photo
Profile photo
Selimut Debu
680 followers
680 followers
About
Posts

Post has attachment
Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nurhuda Rahimahullah: Surat Teruntuk Istri Yang Tercinta

Rasanya status ini baru kutulis beberapa hari yang lalu...

masih terasa segar diingatanku, ucapan yang seharusnya terukir dengan tinta emas !

" kekasihku !

cinta tidak butuh diucapkan melalui lisan tapi akan terasa lebih indah dan menyenangkan bila diungkapkan lewat sejuknya pandangan, lembutnya sentuhan tangan dan ketulusan hati dalam berkhidmat untuk suami dan anak-anak "
__

Ditulis Oleh Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nurhuda Rahimahullah

26 Mei 2016

*

SURAT TERUNTUK ISTRI YANG TERCINTA

===========================

Aku mendapatkan istriku terduduk di ruang keluarga, tampak rasa kantuk menguasainya, aku khawatir kalau ia tertidur maka sholat subuh pun akan terlewatkan dari kami maka akupun duduk di ruang tersebut seraya mengamati wanita ini ! tampak sekali kelehahan menyelimuti wajahnya, 20 jam terjaga melayani kebutuhan anak-anak dan suaminya, supaya anak-anak dan suaminya merasa nyaman dengan segala keperluan mereka, tanpa mengenal lelah dan penat, tanpa kebosanan ataupun keluhan ! akupun mengakui apapun yang aku lakukan tidak mungkin bisa memenuhi haknya, kemudian aku cium keningnya dan berujar :ย 

jagalah hatimu dan selalu perbaharui niyatmu dalam setiap amal, aku tidak mau sekecil apapun pekerjaanmu melainkan masuk dalam timbangan kebaikanmu ! maafkan daku atas segala keletihan dan kepenatan dirimu yang selama ini kami sebagai sebabnya, tidak ada kata-kata yang tepat untuk bisa mengungkapkan rasa syukur, penghormatan dan cinta kepada dirimu, dinda adalah ruh dan cahaya rumah ini ! dinda-lah yang mendatangkan kehangatan dan kelembutan di rumah ini ! aku hanya bisa berdoa semoga Allah memberikan kebaikan pada setiap amal dan waktumu dan menjadikan dirimu sebagai istriku

di surga !

__

Ditulis Oleh Ustadz Abu Sa'ad Muhammad Nurhuda Rahimahullah

10 Februari 2013

(Dari http://www.salamdakwah.com/artikel/3829-ustadz-abu-saad-muhammad-nurhuda-rahimahullah-surat-teruntuk-istri-yang-tercinta )

๐Ÿ“™ RUGI KALAU TIDAK SHALAT BERJAMA'AH DI MASJID

โ“SOAL :

Assalamu alaikum warahmatullah, ustaadz tolong minta penjelasan dalil dari Al Qur'an atau Hadits, tentang keutamaan shalat berjamaah. Dari Mukhlishin di Lamongan>

โ™ฆJAWAB :

Barokallahu fik akhil karim Mukhlishin di lamongan semoga istiqamah, terkait pertanyaan antum barokallahu fik, kita katakan bahwa shalat berjama'ah memiliki keutamaan yang agung didalam islam, dan tentunya orang yang meninggalknnya akan merugi, dan terlepas dari perselisihan para ulama tentang hukumnya, ada yang menghukumi fardhu 'ain, fardhu kifayah, sunnah muakkadah dan syarat sahnya shalat, kita tidak bahas itu sekarang , hanyasaja disini akan di turunkn beberapa dalil tentang keutamaan shalat berjama'ah.

โ–ชDiantara keutamaannya adalah bahwa pahala shalat berjamaโ€™ah lebih utama dan dilipat gandakan dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu โ€˜Umar radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุฐู‘ู ุจูุณูŽุจู’ุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู’ู†ูŽ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู‹.

โ€œShalat berjamaโ€™ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.โ€ (HR. Bukhari : 619 dan Muslim : 650)

โ–ชDemikian juga Seorang yang melaksanakan shalat berjamaโ€™ah di masjid, maka langkahnya akan menghapuskan kesalahannya dan mengangkat derajatnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda;

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุทูŽู‡ู‘ูŽุฑูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ู…ูŽุดูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ููŠูŽู‚ู’ุถููŠูŽ ููŽุฑููŠู’ุถูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ููŽุฑูŽุงุฆูุถู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฎูŽุทู’ูˆูŽุชูŽุงู‡ู ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุชูŽุญูุทู‘ู ุฎูŽุทููŠู’ุฆูŽุฉู‹ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุชูŽุฑู’ููŽุนู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู‹.

โ€Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan kaki ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (yaitu; masjid) untuk melaksanakan salah satu fardhu dari fardhu-fardhu (yang telah) Allah tetapkan (padanya), maka setiap langkah (kaki)nya yang satu menghapus kesalahan dan yang lain mengangkat derajat.โ€ (HR. Muslim : 666).

โ–ชBarangsiapa yang ingin meninggal dunia dalam keadaan sebagai seorang muslim (yang selamat) maka hendaklah ia menjaga shalat fardhunya secara berjamaโ€™ah di masjid. Berkata โ€˜Abdullah (bin Masโ€™ud) radhiyallahu 'anhu ;

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฑู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู„ู’ู‚ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบูŽุฏู‹ุง ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูุญูŽุงููุธู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุญูŽูŠู’ุซู ูŠูู†ูŽุงุฏูŽู‰ ุจูู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œBarangsiapa yang (ingin) bertemu dengan Allah besok (pada Hari Kiamat) sebagai seorang muslim, maka hendaklah ia menjaga shalat (fardhu) di tempat dimana ia diseru (yaitu; di masjid dengan berjama'ah).โ€ (HR. Muslim : 654).

โ–ชDan Allah Ta'ala mengancam orang-orang yang senantiasa meninggalkan shalat berjamaโ€™ah, bahwa mereka nanti tidak akan dapat bersujud ketika mereka diseru untuk bersujud pada Hari Kiamat. Allah Ta'ala berfirman;

ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠููƒู’ุดูŽูู ุนูŽู†ู’ ุณูŽุงู‚ู ูˆูŽูŠูุฏู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูุฌููˆู’ุฏู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุทููŠู’ุนููˆู’ู†ูŽ. ุฎูŽุงุดูุนูŽุฉู‹ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุชูŽุฑู’ู‡ูŽู‚ูู‡ูู…ู’ ุฐูู„ู‘ูŽุฉูŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูุฏู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูุฌููˆู’ุฏู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ.

โ€œPada hari betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud, maka mereka tidak dapat (melakukannya). Pandangan mereka tunduk ke bawah, dan mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (ketika di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera.โ€ (QS. Al-Qalam : 42 - 43).

โ–ชBerkata Kaโ€™ab Al-Ahbar rahimahullah ;

ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุขูŠูŽุฉู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุชูŽุฎูŽู„ู‘ูŽูููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุงุชู

โ€œDemi Allah, Tidaklah ayat ini diturunkan, kecuali berkenaan dengan orang-orang yang meninggalkan (shalat) berjamaโ€™ah.โ€ (Tafsir Al Qurthubi 18/251)

โ–ชOrang yang meninggalkan shalat berjama'ah juga akan dikuasai oleh syaithan. Sebaliknya orang yang menjaga shalat berjama'ah , akan dilindungi dari kejahatan syaithan. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุฐูุฆู’ุจู ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ูƒูŽุฐูุฆู’ุจู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูุŒ ูŠูŽุฃู’ุฎูุฐู ุงู„ุดู‘ูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุตููŠูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุญููŠูŽุฉูŽุŒ ููŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูุนูŽุงุจูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู

"sesungguhnya syaithan itu srigala bagi manusia seperti srigala pemangsa kambing, dia akan memangsa kambing yang sendirian, lagi terpencil, oleh karena itu janganlah kalian berpencar pencar, melainkan kalian berjama'ahlah, bergabunglah dengan orang banyak dan masjid" (HR Ahmad : 22029)

โ–ชDi Kitab Fathur Rabbani disebutkan , maksudnya adalah :

ุงู„ุฒู…ูˆุง ู…ุง ุนู„ูŠู‡ ุฌู…ุงุนุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ููŠ ูƒู„ ุดูŠุกุŒ ูˆู…ู† ุฐู„ูƒ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ

"Kalian harus bergabung dengan jama'ah ahlus sunnah dalam segala hal termasuk dalam jama'ah shalat (shalat berjama'ah)" (Fathur Rabbani 7/176)

โ–ชDalam lafadz lain lebih tegas Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ูููŠ ู‚ูŽุฑู’ูŠูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽุง ุจูŽุฏู’ูˆุŒ ู„ูŽุง ุชูู‚ูŽุงู…ู ูููŠู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽุฏู ุงุณู’ุชูŽุญู’ูˆูŽุฐูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูุŒ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ุฐู‘ูุฆู’ุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุตููŠูŽุฉูŽ

"Tidaklah ada 3 orang yang berada disuatu desa atau pedalaman, yang tidak di dirikan shalat berjama'ah didalamnya, melainkan mereka akan dikuasai oleh Syaithan, oleh karena itu hendaklah kalian shalat berjama'ah, karena sesungguhnya srigala itu hanya memakan kambing yang terpencil (sendirian)" (HR Abu Dawud : 547)

โ–ชAllah Ta'ala pun membanggakan orang yang shalat berjama'ah, sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ูŽูŠูŽุนู’ุฌูŽุจู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู…ููŠุนู

"Sesungguhnya Allah benar benar bangga pada shalat yang dilakukan secara berjama'ah" (HR Ahmad : 5112, dishahihkan syaikh Al Albani , As Shahihah : 1652), dan masih banyak lagi keutamaan shalat berjamaah diantaranya adalah, di do'akan oleh para Malaikat, apalagi yang berjam'ah shalat isya dan subuh maka ia akan mendapatkan pahala shalat tahajjud semalam suntuk. Kitab yang bgus dalam masalah ini adalah kitab shalatul jama'ah karya syaikh Sa'id bin Wahaf Al Qahthani hafidzahullah. Wallahu a'lam.

โœ’ Abu Ghozie As Sundawie

Coppas... Semoga bermanfaat
๐Ÿ“š AQIQAH KETIKA ANAK SUDAH BESAR

โ“ Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum, ustadz mau tanya tentang aqiqah, bisa kah aqiqah dilaksanakan untuk anak yg sudah besar ? Dan bagaimana pelaksanaan aqiqah secara syar'i ? Jazakallah khair. (Dari Ali mashudi di jakarta timur).

๐Ÿ“Œ Jawaban :

Barokallahu fik untuk akhuna Ali Mashudi di Jakarta, semoga istiqamah selalu. Memang masalah ini sering ditanyakan yaitu tentang boleh ataukah tidak boleh anak diaqiqahi setelah besar, atau beraqiqah untuk diri kita sendiri setelah kita dewasa. Sebelum menjawab pertanyaan antum, maka ada baiknya kita jelaskan dulu walau secara singkat tentang aqiqah dan hukum-hukum yang terkait tentang nya.

Maka atas izin Allah Ta'ala kita katakan bahwa Aqiqah adalah hewan yg disembelih karena kelahiran anak sebagai rasa syukur kepada Allah Ta'ala dengan niat dan syarat-syarat tertentu.

Dari Samurah bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "seorang anak tergadai dengan aqiqahnya, sembelihkanlah (aqiqah) atasnya pada hari ke 7 (dari kelahirannya) , diberi nama dan di cukur rambut kepalanya". HR Tirmidzi : 1522, Abu Dawud : 2837).

Maksud tergadai adalah sebagaimana perkataan Atha bin Abi Rabah dan Imam Ahmad bin Hanbal, Tergadai yakni Terhalang untuk memberikan syafa'at kepada kedua orang tuannya, jika ia meninggal diwaktu kecil dan belum diaqiqahi. Secara singkat saya paparkan fiqih yg terkait aqiqah.

(1). Hukum Aqiqah.

Ada khilaf dikalangan para ulama, antara yg mengatakan wajib dan sunnah muakkadah. (Saya tidak bahas pendalilan dari masing-masing pendapat mengingat terbatasnya media kita ini)

Kita kuatkan pendapat yg hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yg ditekankan pelaksanaannya). Dan ini pendapat jumhur Ulama dari kalangan para sahabat, Tabi'in dan ahli fiqih. Ini juga pendapat para ulama kalngan madzhab Syafi'i, Maliki, dan merupakan pendapat terkuat dari kalangan madzhab Hanbali.

Imam Malik berkata, "Aqiqah itu hukumnya tidak wajib akan tetapi mustahab/ dianjurkan untuk dikerjakan. Ia merupakan amalan yg tdak pernah ditinggalkan oleh manusia, menurut kami ". (Kiyab Al-Muwatha : 1072).

Imam Ahmad pernah ditanya tentang aqiqah apakah wajib ? Maka jawabnya tidak wajib, akan tetapi barangsiapa yg ingin menyembelih, hendaklah ia menyembelih.

(2). Pihak yg dibebani Aqiqah.

Pihak yg berkewajiban melaksanakan aqiqah adalah ayah yg mendapatkan anugrah kelahiran anak, atau orang yg menanggung nafkah anak yg dilahirkan tsbt.

Dalilnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan, " Barang siapa dilahirkan anak baginya (maksudnya bapak nya anak) maka jika ia ingin menyembelih (aqiqah untuk anaknya) maka hendaklah ia menyembelih". (HR Abu Dawud : 2842).

(3). Jumlah hewan aqiqah.

Anak laki-laki dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan 1 ekor saja.

Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memerintahkan mereka agar ber aqiqah, untuk bayi laki-laki dua ekor kambing yg sepadan, dan bagi bayi perempuan 1 ekor kambing". (HR Ahmad dan Tirmidzi : 1513).

Oleh karena itu kata para ulama, "perempuan itu ukurannya separoh dari laki-laki dalam 5 hal : yaitu dalam harta warits, dalam diyat pembunuhan, dalam persaksian, dalam aqiqah dan dalam pemerdekaan budak". (Mukhtashar al fiqhi al islami : 690).


(4). Waktu pelaksanaan Aqiqah.

Disunahkan pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Dan hari lahirnya dihitung satu, maka kalau anak lahir hari senin misalnya, berarti aqiqahnya hari ahad. Kalau hari ke 7 tdak sempat maka hari ke-14, kalu tdk juga maka hari ke-21, atau kapan pun.

Catatan : pergantian hari didalam islam bukan jam 12.00 malam, tapi bergantinya hari apabila datang waktu maghrib, atau tenggelamnya matahari.

Maka kalau anak lahir hari senin sebelum maghrib maka anak tersebut dihitung lahir hari senin, berarti aqiqahnya hari minggu. Tapi kalau anak lahir hari senin ba'da maghrib maka anak tersebut dianggap lahir hari selasa, itu berarti aqiqahnya hari senin, perhatikanlah !

Dari Buraidah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Aqiqah disembelihkan pada hari ke 7 atau ke 14 atau ke 21". (HR Tirmidzi 4/1522).

Namun ada diantara para ulama seperti syaikh Shalih Al-Fauzan dan Syaikh Ibnu Utsaimin yg berpendapat bolehnya selain dari 3 waktu yg disebutkan oleh Hadits diatas tanpa batasan, sehingga ketika pada waktu2 trsebut orang tua belum mampu aqiqah, boleh ia melakukannya ketika ada kelapangan.

Dalam sebuah fatwanya Lajnah Daaimah (komite tetap majlis Fatwa Saudi Arabia) mengatakan : "apabila memang kondisinya seperti yang dikatakan (yaitu pada saat waktu anak lahir ia belum mampu untuk melakukan aqiqah, lalu ketika anak2nya sudah pada besar2 baru Allah beri kelapngan rejeki), maka aqiqahlah untuk anak2nya bagi yg laki2 masing2 dua ekor kambing". (Fatwa Lajnah Daaimah 11/441).


(5). Bacaan ketika menyembelih aqiqah.

Baca Bismillah sebagaimana sembelihan-sembelihan yg lain, dan ada bacaan tambahan kalau mau dibaca yaitu :

BISMILLAHI WALLAHU AKBAR, ALLAHUMMA MINKA WA LAKA, HADZIHI 'AQIQATU .........(sebutkan nama bayi).

Atau mengucapkan :

BISMILLAHI WALLAHU AKBAR, ALLAHUMMA LAKA WA ILAIKA, HADZIHI 'AQIQATU..........(sebutkan nama bayi). (HR Al-Baihaqi juz 9 / 19077).

(6). Aqiqah untuk diri sendiri setelah dewasa karena ktka kecilnya belum di aqiqahi.

Ini termasuk masalah yg diperselisihkan oleh para ulama. Dan perselisihan ini terjadi karena mereka berselisih tentang keabsahan Hadits yg menetapkan adanya aqiqah setelah dewasa, dimana hadits itu bunyinya :

ุนู† ุงู†ุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู‚ุฏ ุนู† ู†ูุณู‡ ุจุนุฏ ุงู„ู†ุจูˆุฉ

"Dari Anas bin Malim, bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasallam aqiqah untuk dirinya setelah kenabian (diangkat menjadi Nabi)". (HR Abdurrazaaq, Al-Mushanif 4/329 no hdits. 7960).

Ulama yg mendha'ifkan Hadits ini : Imam Ahmad, Al-Bazaar, Al-Baihaqi, An-Nawawie, Ibnu Abdil Hadi, Ibnu Mulaqqin, Syaikh Bin Baaz rahimahumullah (dan jarah atau celaan para ulama terhadap Hadits ini ada yang dengan celaan : munkar, bathil, lemah sekali, dll disebabkan ada Rawi bernama Abdullah hin Al Muharrar).

Ulama yg menshahihkan tepatnya meng hasankan hadits ini adalah Al-'alaamah Al-Albani rahimahullah didalam As-Shahihah : 2726 setelah membahasnya panjang lebar.

Maka kita katakan ulama terbagi kepada 2 pendapat dalam masalah ini :

Pendapat pertama :

Dianjurkan aqiqah setelah dewasa bagi yg pada masa kecilnya belum di aqiqahi. Ini pendapat Atho, Al-Hasan Bashri, Ibnu Sirin. Dan Syaikh Al-Albani cenderung dgan pendapat ini. Dalilnya adalah Hadiys Anas diatas yg diperselisihkan keabsahannya.

Bahkan shaikh Bin Baaz sendiri walaupun beliau melemahkan hadits Anas diatas bahkan sampai mengatakan hadits lemah atau palsu (majmu' Fatawa 26/267), beliau termasuk yg berpendapat dianjurkan aqiqah untu diri sendiri yg belum diaqiqahi ktka kecil, karena ia sunnah muakkadah, maka apabila orang tua tdak aqiqah untuknya ktika kecil dianjufkan aqiqah untuk dirinya sendiri kalau mampu, hal ini berdasrkan keumuman riwayat perintah aqiqah. ( Majmu' Fatawa bin Baaz 26/266).

Pendapat kedua :

Tidak ada anjuran untuk aqiqah terhadap diri sendiri. Inilah pendapatnya para ulama dari kalangan Madzhab Malikiyyah, ia adalah riwayat dari Imam Ahmad, "Bahwa di Madinah tidak dikenal aqiqah untuk diri sendiri.

Pendapat ini berdalil, bahwa kewajiaban Aqiqah itu adalah tanggung jawab orang tua, bukan anak. Maka anak tidak ada kewajiban untuk mengaqiqahi dirinua tatkala ia dewasa.
Dan mereka pun menyatakan sebagai bantahan kepada pendapat pertama, bahwa Hadits yg dijadikan dalil adalah hadits yg tidak shahih. Atau kalupun mau dianggap shahih pun maka dibawa kepada pemahaman bahwa perkara itu khususiyyah (kekhususan ) Nabi.

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah, salah seorang anggota majlis fatwa periode sekarang mengatakan didalam Fatwanya, " Tidak disyari'atkan bagi seseorang beraqiqah untuk dirinya, ketika belum diaqiqahi oleh irang tuanya dahulu, karena aqiqah itu adalah sunah yg jadi tanggunb jawab orang tua dan bukan tanggung jawab anak".

Mungkin inilah diantara pendapat yg menentramkan hati, Wallahu a'lam.

(Bahasan ini Banyak mengambil Faedah dari kitab Jaami'ul Ahkamil 'Aqiqah, Muhammad Nashr Abu Jabal)


โœ’ Abu Ghozie As-Sundawie.

Post has attachment

Coppas Semoga bermanfaat terutama utk diri sendiri

๐Ÿ’Muhasabah Diri dan Renungan untuk kita semua๐Ÿ’—
๐Ÿ’—Menjadi baik tak harus selalu dengan pujian
Menjadi baik tak harus seperti orang lain
Menjadi baik harus dimulai dari diri sendiri dan menjadi diri sendiri.๐Ÿ’—

๐Ÿ’šYang harus lebih di hargai adalah proses bukan hasil
Karena hasil tak akan ada jika tidak dilalui dengan proses
Sekecil apapun hasilnya ingatlah bahwa proses yang bisa menciptakan hasil.๐Ÿ’š

๐Ÿ’›Bukan berarti orang baik tak pernah melakukan kesalahan
Bukan berarti orang baik tak pernah berbuat dosa
Bukan berarti orang baik melakukan segalanya dengan sempurna tanpa cela๐Ÿ’›

๐Ÿ’™Sebenernya dia hanya ingin menjadi lebih baik dari diri dia yang dulu dan menginginkan orang lain untuk mengejar kebaikan bersama-sama.
Tak ada niat yang lain
Hanya saja tak selamanya niat baik dianggap baik
Sesungguhnya yang mengetahui segala isi hati hanyalah diri sendiri dan Allah azza wa jalla.๐Ÿ’™

๐Ÿ’•๐ŸŒท๐ŸŒน๐Ÿ’•Keep istiqomah....๐Ÿ’•๐ŸŒท๐ŸŒน๐Ÿ’•
Salam santun ukhuwah fillah๏ปฟ
Photo

Coppas #Faidah2 dari Kajian

๐Ÿ’ฅ"Dan Akhirat itu Lebih Utama dan Lebih Kekal"๐Ÿ’ฅ

๐Ÿ“šbersama Asy Syaikh Hamid Al Bukhari hafizhahullah ta'ala, pengajar di Masjid An Nabawi, Madinah KSA

๐Ÿ•ŒTempat: Masjid Kampus UGM

โฐ Waktu: Sabtu, 11 Syawwal 1437 H/ 16 Juli 2016 M

----------------

Setelah memuji Allah ta'ala dan bershalawat kepada Rasulullah serta meminta limpahan rahmat dan curahan ilmu dari Allah.. beliau hafizhahullah memberikan faidah:

1. Termasuk keutamaan menuntut ilmu sebagaimana hadits yang diriwiyatkan dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah adalah Allah akan menurunkan ketenangan, rahmat, malaikat akan menaungi mereka serta Allah akan memuji2 mereka.

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.

ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุชู’ู„ููˆู†ูŽ ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุฏูŽุงุฑูŽุณููˆู†ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู ุงู„ุณู‘ูŽูƒููŠู†ูŽุฉู ูˆูŽุบูŽุดููŠูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุญูŽูู‘ูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠู…ูŽู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya."

2. Kita hidup di dunia sebagai musafir, orang asing yang keluar dari kampung halamannya. Asal kita adalah rumah bapak kita Adam yaitu surga, di mana beliau telah dikeluarkan dari sana karena perbuatan dosanya...

3. Kita juga bagaikan para pegawai yang ditugaskan untuk melaksanakan tugas, barangsiapa yang melaksanakan tugas tersebut dengan baik maka kita akan mendapatkan balasan atas tugas kita tersebut. Namun sebaliknya, bila kita menyia-nyiakannya maka balasannya pun adalah kerugian.

4. Tujuan kita diadakan di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada Allah sebagaimana firman Allah...

"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu" (Adz Dzariyyat 56)

5. Jika kita sudah mengetahui bahwa kita cuma org asing, dan beribadah dan semua perbuatan kita akan ditulis oleh para malaikat dan dimintai pertanggung jawaban, oleh karena itu hendaknya kita isi dengan amalan kebaikan dan menjauhi keburukan.

6. Banyak orang yang lupa merasa bahwa mereka akan hidup kekal di dalam dunia, dia tidak peduli mencari harta apakah itu halal atau tidak, dia berusaha mengumpulkan harta seakan2 dia hidup kekal abadi.

7. Apakah kita akan kekal di dunia ini? Manusia-manusia yang hidup 100 tahun yang lalu, apakah mereka masih eksis sekarang? Dulu mereka makan, minum, bertransaksi jual beli... sekarang di mana mereka? Kehidupan mereka telah berakhir.. Apakah setelah seratus tahun, kita akan tetap hidup di muka bumi ini? Maka hendaknya kita berpikir..

8. Sesungguhnya kita hanya sedang singgah di sebuah tempat persinggahan. Setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan kita ke alam barzakh untuk kemudian dibangkitkan.. Setelah itu kita akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kita.

9. Dahulu Firaun adalah orang yang sombong, menganggap bahwa dia adalah Rabb yang paling tinggi.. Di mana dia sekarang? Setiap hari dia diadzab di alam kubur..

ูˆูŽุญูŽุงู‚ูŽ ุจูุขูŽู„ู ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุณููˆุกู ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูŠูุนู’ุฑูŽุถููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุบูุฏููˆู‹ู‘ุง ูˆูŽุนูŽุดููŠู‹ู‘ุง ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูŽุฉู ุฃูŽุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุขูŽู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฃูŽุดูŽุฏูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู

โ€œDan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): โ€œMasukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.โ€โ€ (Al-Muโ€™min: 45-46)

10. Abu Jahal, Abu Lahab, Sumayyah bin Khalaf yang memusuhi agama Rasulullah dan mati di perang Badar, di mana mereka sekarang? Mereka berada di alam kubur di siksa sampai kelak dibangkitkan pada hari kiamat. Maka perhatikanlah fase2 kehidupan ini. Setelah ini kita akan menghadapi alam barzakh dan kemudian dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban atas amalan kita selama hidup.

11. Seseorang yang dijanjikan akan diberikan seluruh kenikmatan dunia lalu dia disuruh merasakan panasnya periuk berisi minyak mendidih apakah kita mau..

12. Cukup bagi kita ketika menyadari adzab kubur membuat seseorang yang berakal akan menghentikan maksiatnya..

13. Kita baru berada di fase pertama, nanti akan kita akan dimasukkan ke dalam alam kubur yang adzabnya sangat pedih..

14. Adzab kubur sudah demikian pedih.. akan tetapi mereka akan melupakan adzab kubur ketika merasakan adzab neraka karena demikian kerasnya adzab neraka..

ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ูˆูŽูŠู’ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุจูŽุนูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฑู’ู‚ูŽุฏูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ูˆูŽุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููˆู†ูŽ (

Mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Rabb) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya).(Yaasin: 52)

15. Dan adzab tersebut akan sangat lama, Keadaan satu hari di akhirat lamanya 50.000 tahun. Sebagaimana firman Allah di dalam surat Al Maarij...

ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู‚ู’ุฏูŽุงุฑูู‡ู ุฎูŽู…ู’ุณููŠู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ููŽ ุณูŽู†ูŽุฉู
โ€œDalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahunโ€ (Al Maโ€™arij: 4).

Bayangkan demikian lamanya siksaan yang akan dirasakan naudzubillah...

16. Ketika kita menyadari bahwa ini semua menanti kita, maka seorang yang berakal akan menyadari bahwa dunia ini bukanlah tempat kekekalan.

17. Di dunia ini kita hidup hanya sebentar, di alam barzakh lebih lama, dan di akhirat kelak akan lebih lama... Apakah kita akan tinggal di akhirat sribu tahun? Jutaan tahun? Tidak... kita akan hidup kekal abadi di akhirat.. Maka hendaknya kita berpikir.

18. Jika engkau diberikan wilayah seluas seribu mil, maka kau akan merasa kaya. Maka di surga kita paling minim akan mendapatkan seluas bumi dan sepuluh kali kali lipatnya.

19. Ketika engkau mencari nafkah di safarmu, di mana engkau akan merasakan kenikmatan dari nafkahmu? Ketika safar atau ketika engkau kembali ke rumahmu? Tentu engkau akan menikmatinya setelah engkau pulang. Maka demikianlah kehidupan dunia ini

20. Dikisahkan dari Abu Thalhah Al Anshari yang memiliki kebun di depan masjid Nabawi yang di dalamnya terdapat sumur yang airnya sangat lezat, kebun tersebut disebut Bairuha...

Ketika turun firman Allah subhanahu wata'ala

ู„ูŽู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูู†ู’ููู‚ููˆุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ุชูุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุชูู†ู’ููู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุจูู‡ู ุนูŽู„ููŠู…ูŒ ( ุขู„ ุนู…ุฑุงู† : 92 )

" Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan dari apa apa dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya " (Ali Imran : 92 )

Maka ketika ayat ini turun, datanglah Abu Thalhah kepada Rasulullah dan berkata: "Wahai Rasulullah, aku mempunyai kebun Bairuha dan aku infakkan untuk Allah subhanahu wata'ala, karena ini adalah harta yang paling aku cintai".

Maka Rasulullah berkata: "Sungguh bairuha ini adalah harta yang sangat mahal wahai Abu Thalhah"

Maka Rasulullah mengatakan, "Bakhin bakhin.. ini adalah perniagaan yang sangat menguntungkan wahai Abu Thalhah."

Abu Thalhah tahu bagaimana seharusnya menjalani kehidupan, mempersiapkan akhirat beliau.

21. Syaikh kemudian menyebutkan kisah kedua yaitu kisah Abu Dahda radhiyallahu anhu..

Dikisahkan ada seorang lelaki (anak yatim) berkata: โ€œWahai Rasulullah, si fulan memiliki pohon kurma yang tumbuh di kebunku yang aku usahakan. Tolong, perintahkan dia agar memberikannya padaku sehingga aku dapat menyempurnakan kebunku itu.โ€

Maka Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda (kepada si fulan): โ€œBerikan saja pohonmu, dan aku menjamin bagimu pohon kurma di surga.โ€ Sayangnya dia menolak.

Lalu Abu Dahdah mendatangi pemilik pohon itu dan berkata,

โ€œTukarlah pohon kurmamu dengan (seluruh) kebunkuโ€, dan akhirnya orang itu bersetuju. Di dalam kebun Abu Dahda terdapat ratusan pohon kurma..

Maka Abu Dahdah mendatangi Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam dan berkata: โ€œWahai Rasulullah, telah aku tukar pohon kurmanya dengan kebunku.โ€

Kemudian Abu Dahdah mendatangi isterinya dengan berkata,

โ€œWahai Ummu Dahdah, keluarlah dari kebun, aku telah menukarnya dengan pohon kurma di surga.โ€

Ummu Dahdah lalu berkata: โ€œSungguh beruntung perniagaan iniโ€

Rasulullah lantas bersabda: โ€œDan sekarang berikan pohon kurmamu kepadanya (anak yatim) kerana aku telah memberikan (jaminan) pohon kurma surga padamu.โ€

Lantas Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda: โ€œSungguh banyak sekali pohon kurma yang Abu Dahdah nikmati di surga kelak.โ€ Rasulullah mengucapkannya berulang kali.โ€

Tidak lama setelah itu Abu Dahda pun meninggal dunia dalam keadaan dia telah membawa amalan shadaqahnya dan dipersaksikan oleh Rasulullah dengan surga.

22. Harusnya kita dalam menjalani kehidupan kita mempersiapkan kehidupan kita yang abadi kelak di akhirat. Jangan kita abaikan sampai kelak menjadi penyesalan.

Allah berfirman..

ูุฐูˆู‚ูˆุง ุจู…ุง ู†ุณูŠุชู… ู„ู‚ุงุก ูŠูˆู…ูƒู… ู‡ุฐุง ุฅู†ุง ู†ุณูŠู†ุงูƒู… , ูˆุฐูˆู‚ูˆุง ุนุฐุงุจ ุงู„ุฎู„ุฏ ุจู…ุง ูƒู†ุชู… ุชุนู…ู„ูˆู†

Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan." (As Sajdah:14)

23. Orang yang disiksa di akhirat, maka mereka menginginkan kematian setelah disiksa dengan adzab yang pedih..

Allah mengisahkan keadaan mereka,

ูˆูŽู†ูŽุงุฏูŽูˆู’ุง ูŠูŽุง ู…ูŽุงู„ููƒู ู„ููŠูŽู‚ู’ุถู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู… ู…ู‘ูŽุงูƒูุซููˆู†ูŽ

โ€œMereka berseru: โ€œHai Malik (penjaga neraka) biarlah Rabbmu membunuh kami sajaโ€. Dia menjawab: โ€œKamu akan tetap tinggal (di neraka ini)โ€. (Az-Zukhruf: 77)

24. Perhatikan kisah orang yang mendapatkan kenikmatan surga dan adzab yang pedih di dalam neraka!

Disebutkan di dalam hadits bahwa pada hari kiamat didatangkan orang yang paling nikmat hidupnya sewaktu di dunia dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ia ditanya: โ€Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kebaikan, pernahkah kamu merasakan suatu kenikmatan?โ€ Maka ia menjawab: โ€Tidak, demi Allah, ya Rabb.โ€

Dan didatangkan orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia dari penghuni surga. Lalu ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya: โ€Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kesulitan, pernahkah kamu merasakan suatu kesengsaraan?โ€ Maka ia menjawab: โ€Tidak, demi Allah, ya Rabb. Aku tidak pernah merasakan kesulitan apapun dan aku tidak pernah melihat kesengsaraan apapun.โ€ (HR Muslim 5018)

25. Hendaknya kita menyadari bahwa setelah kematian, tak mungkin kita dikembalikan ke dunia. Allah berfirman..

ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุงุฑู’ุฌูุนููˆู†ู (ูฉูฉ)ู„ูŽุนูŽู„ูู‘ูŠ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ูููŠู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชู ูƒูŽู„ุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŒ ู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุฆูู‡ูู…ู’ ุจูŽุฑู’ุฒูŽุฎูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ (ูกู ู )

โ€œHingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, โ€œYa Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.โ€ (Qs Al Mukminun: 99-100)

Syaikh menutup muhadharah beliau dengan mendoakan agar kita semua dimasukkan ke dalam surga Allah subhanahu wata'ala.

Sekian fawaid dari muhadharah syaikh. Semoga bermanfaat dan mohon apabila ada kekurangan dalam menukilkan.
----------------

Ditulis oleh akhukum fillah
Wira Bachrun Al Bankawy
Hafizhahullah

Bacanya pegel sangattss, tapi..
Masyaa Allah..!
Rugi kalo gak baca (nhc) ๐Ÿ‘Œ๐Ÿน

Pertamakali saya tahu kajian-kajian salafi (wahabiโ€“red) itu sekitar 2006. Pas kuliah di Jogja. Sebelum itu saya fanatik dengan agama lokal dari kampung halaman di Situbondo. Jadi, pas awal pindah ke Jogja dan tinggal di rumah nenek, saya nggak mau jumatan di mesjid dekat rumah, sebab adzannya 1x, nggak kayak di kampung halaman, adzan 2x, khotibnya pegang tombak, dan sebelum khotbah biasanya ada salah 1 jamaah yang berdiri terus bilang โ€œYaa maโ€™syarol musliminโ€ฆโ€ dst..

Ketika tahu mesjid dekat rumah nggak seperti itu, saya nggak mau jumatan di situ, memilih jalan jauh ke mesjid kampus UGM, padahal ya sama saja adzannya juga 1x, tapi saya sudah terlanjur โ€œalergiโ€ dengan orang-orang di mesjid deket rumah itu, mereka pakai celana cingkrang, jenggotan. Hih. Ogah, mending ke mesjid kampus UGM yang jamaahnya lebih umum, masih ada yang pake celana jin.

Waktu itu saya tahunya mereka yang cingkrang itu Muhammadiyahโ€ฆ Dan menurut ajaran dari kampung, Muhammadiyah itu nggak tahlilan, sementara kita NU tahlilan. Gitu aja definisinya, tanpa ada niat nyari tahu kok bisa beda? Kan pasti ada alasannya? Lalu yang lebih mendekati kebenaran yg mana? Nggak ada pikiran semacam itu. Pokoknya kalau sudah lahir di keluarga NU ya sudah ikut saja. Apalagi sejak kecil sudah dibangun sentimentalisme kefanatikan seolah Muhammadiyah itu aneh.

Ke-alergian terhadap orang-orang di mesjid dekat rumah itu berlangsung sekitar 2 tahun. Sampe suatu masa, di Jogja lagi rame kasus mahasiswa yang tiba-tiba direkrut oleh semacam gerakan baiat gitu, sehingga tiba-tiba nggak mau ngobrol sama orangtuanya karena orangtua dianggap kafir (naudzubillah).

Pokoknya entah aliran apa namanya, NII apa ya? Wuih itu ngeri. Teman sekelas saya, cewek, ada yang kena gerakan itu. Bahwa Indonesia bukan negara islam, kita harus bikin negara islam, bla bla blaโ€ฆ Saya lalu berhati-hati. Kalau kebetulan ke kampus MIPA selatan, di seberang kampus ada masjid Al Hasanah, di mesjid itu perempuannya pakai cadar hitam-hitam, saya sering bilang, โ€œItu pasti yang aliran sesat.โ€

Di periode itu, model ikhwan-akhwat dalam sebuah wadah bernama liqoโ€™ juga mulai menjamur di kampus. Ada seorang sahabat yang keren digandrungi akhwat-akhwat, dia kalo lagi nggak ada jam kuliah nongkrongnya di musholla, ngobrol sama akhwat di balik hijab. Saya iri, kan kepingin juga didekatin cewek-cewek.

Apalagi waktu itu ada akhwat yang cantik sekali, yang membuat saya tahu diri, siapalah saya ini, jenggot tipis aja nggak punya, nggak ada potongan seorang ikhwanโ€ฆ. Namun demi mendapat perhatian, itu jadi semacam titik tolak untuk berniat belajar agama (nggak ikhlas banget niatnyaโ€ฆ) Saya segera rajin lihat papan pengumuman yang terpajang di musholla. Lihat ada poster acara apa yang berhubungan dengan agama. Nyari yang gratisan.
Maka, acara agama yang pertama saya datangi itu acaranya Hizbut Tahrir, dalam keadaan saya awam tentang kelompok ini, yang penting kan datang aja biar keren dan kelihatan alim dapat sertifikat. Waktu itu acaranya di Aula Fakultas Pertanian. Jadi bukan mesjid, melainkan kayak seminar, duduk di bangku-bangku kuliah, ada meja-meja melingkar dibikin kelompok, lalu ada layar proyektor, slide, gitu-gitu, endingnya pesertanya dapat CD. Saya gak paham apa yang disampaikan, tiba-tiba disuruh diskusi, ada makan siang, yang penting datang aja biar keren.

Esoknya di kampus, saya tunjukkan CD dan sertifikat ke sahabat saya yang digandrungi akhwat itu, pamer: nih saya juga tahu datang seminar islamโ€ฆ Dia malah kaget, โ€œLho, kamu datang ke acaranya HTI?โ€ Mendengar pertanyaan itu, saya balik kaget, โ€œLho kenapa ya emangnya?โ€

Sejak itu, saya tahu kalau ada banyak kelompok-kelompok kaum muslimin, saya kira cuma Muhammadiyah dan NU. Ternyata ada HTI, ada Ikhwanul Muslimin (IM), NII, LDII, MTA.. Nah yang liqoโ€™ ini ujungnya saya tahu afiliasi mereka ke IM.

Saya mulai mempelajari masing-masing perbedaan antar kelompok, mengenal tokoh-tokoh mereka. Jadi tahu oh ternyata HTI itu tujuannya gini, cirinya gini, IM itu gini, cirinya gini. Saya kadang datang ke obrolannya anak IM, kadang ngobrol dengan anak HTI, pokoknya yang obrolannya agama, ikut nimbrungโ€ฆ.

Namun saya mesti berpikir rasional, bahwa pasti ada alasan kenapa kelompok ini begini, kelompok itu begitu, mesti diuji materi, sehingga bisa ketahuan mana yang setidaknya paling bisa saya percaya. Bukan lantas tidak mau repot-repot, ya sudahlah mereka bisa benar, kita bisa benar, yang tahu kebenaran hanya Allah. Wis, lalu jadilah paling toleran, simsalabim, islam nusantaraโ€ฆ Nggak gitu, kalo gitu sih nggak perlu ada dakwah saja, nggak perlu diutus Nabi dan Rasul, nggak perlu diturunkan AlQurโ€™an, biar aja setiap manusia percaya dengan keyakinan sendiri-sendiriโ€ฆ

Dalam dunia eksak, selama segala hal yang berbeda bisa dicari pemecahannya, mana yang lebih valid, maka dicari. Bahkan kalo bisa yang berbeda-beda itu diajak bersatu. Sehingga logikanya, bersatu di atas landasan yang kokoh. Bukan sengaja berbeda lalu pura2 bersatu saling toleransi padahal saling sikut. โ€œKau sangka mereka bersatu padahal hati mereka berpecah belah,โ€ kata ayat dalam Al Qurโ€™an.

Sekarang kan apa-apa ditoleransi, ada kelompok yang penentuan Idul Fitrinya berdasarkan pasang surut air laut, ditoleransi, ada orang ngaku jadi Nabi, ditoleransi, besok ada yang sholat dhuhur 8 rokaat pun pasti ditoleransi. Lha ya udah rusak dakwah ini, tiap mau bilang, โ€œeh ini nggak boleh,โ€ dibales, โ€œkamu merasa bener sendiri, menyesat-nyesatkan orang. Mau memonopoli surga.โ€ Ya sudaaah repot.

Karena itulah pengusung paham buram: saya bisa benar, kamu bisa benar, semua bisa benar, toleran, liberal, itu biasanya datang dari mereka yang kuliah di fakultas non-eksak. Filsafat terutama. Karena sudah dibiasakan berpikir seperti itu. Selama masih bisa ngeles ya ngeles terus. Bermain-main opini saja. Mana yang kelihatan paling keren opininya, paling satir, ya wis, itu yang juara! Nggak urus itu ngawur apa nggak.

Balik ke cerita. Setidaknya satu sisi positif dari hasil bergaul dengan teman-teman HTI dan IM adalah, saya mulai tidak alergi dengan penampilan celana cingkrang dan jenggot. Sebab sebagian teman ada yang begitu. meski saya belum tahu alasannya. Mungkin tren.

Nah, kemudian muncullah sebuah pertanyaan besar: Lalu, kalau orang-orang yang di mesjid dekat rumah, yang cingkrang, jenggotan, itu aliran apa ya?

Mulai deh. Sehabis maghrib biasanya kan ada kajian. Sesekali saya coba duduk di teras mesjid, dengerin yang diomongin si ustadzโ€ฆ Oh, ternyata ustadz itu bicaranya tentang tauhid, syirik, sunnah, bidโ€™ahโ€ฆ Kok kayaknya menarik? Belum pernah nih di kampung ada ceramah kayak gini.

Kemudian lain waktu saya mulai masuk deh ikut kajian itu biarpun nggak ada sertifikat. Sehabis maghrib, malam selasa dan malam sabtu. Asli, saya jatuh cinta. Cara ustadznya menjelaskan, terus banyak hal baru yang saya ketahui dan bikin, โ€œOh, gitu ya? Oh ternyata gitu?โ€

Berbeda dengan seminar yang kebanyakan seperti bertele-tele, ustadz di mesjid ini langsung ke poinnya. Dan setelah beberapa kali saya ikuti, ternyata bisa disimpulkan tujuan dakwahnya mereka ini sederhana banget: cuma gimana biar bisa ibadah dengan bener, tahu landasannya, bukan ikut-ikutan. Gimana biar kita terasa hidup dekat dengan Nabi dan para sahabat. Udah. Gitu. Simpel banget. Terlalu simpel malahan.

Nggak ada tujuan bikin negara islam, bikin gerakan rekrut orang, baiโ€™at, kartu anggota, tur ziarah.. Nggak ada. Cuma diajarkan, udah meng-Esa-kan (mentauhidkan) Allah dengan bener belum? ibadah kita selama ini udah sesuai dengan tuntunan Rasulullah belum? Wis, tok, til, itu aja.

Mereka tidak punya penamaan seperti IM atau HTI, sebab konon memang nggak punya nama, cuma berdakwah mengajak pada islam yang murni dan lurus.

Adapun kemudian saya dengar dari orang-orang, bahwa mereka dinamakan wahabiโ€ฆ Ketika saya baca artikel tentang wahabi, itu wuh sadis banget! Konspirasi dengan Inggris, temennya Mamarika, menghancurkan makam Nabi, radikal, ngajarin pegang senjata. Apalagi kalau levelnya sudah utak-atik sejarah, ada buku judulnya Sejarah Berdarah Sekte Wahabi. Kok sangar temen? Padahal realitas yang saya datangi sendiri, nggak ada itu.

Maka terjadi pergolakan besar dalam diri saya. Dimasuki banyak hal-hal yang terasa baru. Wahabi ternyata tidak merayakan maulid, alasannya: soalnya Rasul tidak merayakannya. Simpel banget! Tapi wahabi justru mengajarkan cinta Rasul dengan meneladani beliau. Akhirnya saya tahu, oh, jadi Rasul memerintahkan kain celana di atas mata kaki, pantesan mereka cingkrang.

Saya ragu, apa mau cingkrang juga ya? Duh, nggak keren lagi dong kalau ke kampus. Antara menuruti jiwa muda untuk tampil modis atau menuruti perintah Rasul? Yah kok Rasul nyuruh gini sih? Berat hati. Sebenarnya kalau saya mau menolak, ada jalannya, yaitu embusan dari orang-orang bahwa cingkrang itu ciri teroris, bahwa itu sebetulnya nggak wajib, bahwa jangan terlalu kaku lah dengan dalil, memahami hadits harus dari sudut pandang modernโ€ฆ

Pokoknya opini-opini yang sifatnya menolak dengan cara ngalor-ngidul dulu mencari-cari pembenaran. Sementara wahabi itu simpel banget: Ada dalil, sahih, kerjakan. Tidak ada, tidak perlu dikerjakan.

Tapi yang sederhana begini, masyaAllahโ€ฆ Dihujat di mana-mana. Apalagi di kalangan penulis intelektual filsafat satiris posmodern, seperti jadi musuh bersama.

Wahabi dibilang anti-maulid, tidak cinta Rasul. Padahal saya lihat mereka yang paling meneladani perilaku Rasulullah. Selama di kampung saya nggak tahu kalo Rasul memerintahkan kain celana di atas mata kaki.

Wahabi dibilang tidak mau shalawat. Padahal saya lihat mereka cuma mencukupkan shalawat yang diajarkan Rasul, yaitu shalawat yang biasa dibaca di tahiyat akhir dalam sholat, bukan shalawat hasil ide-ide kreatif.

Wahabi dibilang melarang ziarah kubur, padahal mereka cuma melarang minta-minta sama orang mati meskipun itu wali, bukan ziarahnya yang dilarang.

Juga dibilangnya wahabi mau bikin mazhab baru, padahal pas kajian mereka tetap mengutip pendapat Imam Syafiโ€™, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad. Bahkan mereka selalu mengkaji, jika 4 pendapat imam itu berbeda, maka mana yang lebih mendekati sunnah, itu yang diikuti, tanpa merendahkan keilmuan salah satu dari imam mazhab. Jadi nggak asal, kita mazhabnya syafiโ€™i, lalu fanatik, sampai ada yang nggak mau nikah dengan mazhab lain.

Dan semua yang wahabi lakukan, itu karena ada dalil dari Rasulullah. Bukan karena ingin memecah belah atau tampil beda atau merasa benar sendiri yang lain sesat.

Bahkan saya lihat, wahabi itu yang paling banyak mengalah dari keinginannya. Gimana gak ngalah? Perempuannya bercadar, jilbab lebar hitam. Padahal kalo dipikir-pikir, kan enakan islam yang ditawarkan kaum liberal, beragama tapi bebas nggak terikat apa-apa. Nggak mesti jilbaban, dll.

Jadi kalau ingin berislam tapi nggak mau disuruh ini itu, saya sarankan ikut liberal, selalu dikasih solusi untuk ngeles. Anda males pake jilbab, tenang, jadilah liberal, baca Quraish Shihab, ada solusinya, jilbab itu nggak wajib kok, anaknya aja nggak berjilbab. Bahkan Anda akan bisa merasa lebih jumawa dari mereka yang pakai cadarโ€ฆ. Lha perempuan wahabi, udah cadaran, sumuk, kehilangan kesempatan bersolek, eh malah jadi bahan olokan. Kalau bukan karena kecintaan terhadap sunnah, dijamin mereka gak akan sibuk merepotkan diri seperti itu.

Sejak itu saya gak terpengaruh lagi dengan opini orang tentang wahabi, mau dibilang gak cinta Rasul kek, dibilang suka membidโ€™ahkan orang kek, suka mengkafirkan orang, merasa masuk surga sendiri yang lain masuk neraka. Karepmu! Sebab saya tahu, realitasnya tidak seperti itu. Dan memang kalau ikut opini orang, nggak bakal selesai.

Masih ingat kan kisah bapak, anak, dan seekor onta? Ketika anaknya naik onta, sementara bapaknya jalan sambil nuntun tali onta, orang-orang bilang, โ€œAnak durhaka, enak-enakan di atas, Bapaknya disuruh nuntun.โ€ Mendengar itu, anaknya turun, lalu ganti, bapaknya naik onta, anaknya nuntun. Orang bilang, โ€œBapak gak tahu kasihan, enak-enakan di atas onta, anaknya malah disuruh jalan.โ€ Maka sekarang, anak dan bapak berdua sama-sama naik onta. Orang-orang bilang, โ€œGak tahu kasian sama binatang, onta kurus gitu kok dinaiki berdua.โ€ Ujung-ujungnya bapak dan anak sama-sama jalan nuntun onta. Eh orang masih bilang, โ€œMereka berdua itu kok goblok banget, punya onta tapi gak dinaikin malah dituntun aja.โ€

Gitulah, di mana-mana, opini orang gak bisa dijadikan acuan. Apalagi opini dari ahlul pelintir bahasa, wuh, hebat-hebat, yang insecure lah, sesat sejak dalam pikiran lah, ini lah, itu lah. Berbeda dengan wahabi ketika mengomentari sebuah aliran tertentu, itu bukan pakai opini pelintir bahasa, tapi langsung ke akarnya.
Ketika mengomentari syiah misalnya. Pengusung toleransi semu akan menyeret opini bahwa syiah dan sunni cuma perbedaan mazhab, politis, diseret tentang hak asasi, minoritas, dst.. Kalau wahabi langsung ke kitab induk syiah. Bahwa syiah ini menyimpang karena mengkafirkan mayoritas sahabat, menyebut Abu Bakar & Umar sebagai dua berhala Quraisy, menganggap Aisyah sebagai pelacur, menghalalkan darah nashibi (ahlus sunnah), memiliki Al Qurโ€™an 3x lebih tebal, syahadatnya berbeda, adzannya beda, menghalalkan kawin kontrak, malam kawin pagi ceraiโ€ฆ Itu. To the point. Kalau alasan itu diterima, mereka memuji Allah. Tidak diterima, tetap memuji Allah.

Saya pun mulai rajin mengikuti kajian wahabi, bahkan yang jauh-jauh dan ustadznya sampai dari Arab. Semakin banyak perbedaan yang bisa ditangkap secara kasat mata:

Pertama. Di kampung saya, kalau kiyai/ustadz datang, itu kadang tangannya jadi rebutan, dicium-cium sama jamaahnya. Bahkan cara cium tangannya itu bisa dramatis sekali ada teknik-teknik tersendiri. Apalagi kalo yang datang itu level syaikh pondok ini, atau anak keturunan syaikh itu, wuh tambah jadi rebutan.

Berbeda dengan kajian wahabi. Biarpun penceramahnya level ulama paling senior dan sepuh pun, sewaktu ulama itu datang dan jalan ke depan, jamaahnya biasa aja duduk.

Kalau pakai opini orang, kesannya wahabi tidak menghormati ulama. Padahal saya melihat, mereka menghormati ulama ya karena ilmunya, bukan karena fisiknya atau keturunan siapa, jadi tidak lebay rebutan cium tangan, apalagi seolah mengkultuskan rebutan air liur, diyakini mustajab, hiii.

Wahabi itu nggak pernah nyebut-nyebut syaikh siapa jadi doa berjamaah, bikin haul. Nggak pernah. Sebab mereka beneran cuma menghargai ilmu, tidak berlebihan terhadap tokohโ€ฆ Beda di kampung saya, fatihah ila hadarotin syaikh ini, syaikh itu, diulang-ulang tiap ada selamatan, tapi orang-orang nggak tahu syaikh itu siapa sih? Buku kitabnya apa? Nggak ada. Pokoknya kiyai nyebut syaikh itu tiap selamatan, ya sudah sampe turunannya tetap nyebut syaikh itu. jamaahnya ya amin-amin saja terus makan rawon.

Yang kedua. Yang namanya pengajian, di kampung saya biasanya identik dengan nyanyi-nyanyi, baca Al Fatihah, awal Al Baqoroh, ayat kursi, sholawat apa gitu panjang, baru setelah itu ada ceramah. Kalo di wahabi, ustadznya datang, duduk, langsung membuka materi dg khutbatul hajah, lalu mengajar, ada istirahat, tanya jawab, abis itu selesai, pulang. Nggak ribet.

Yang ketiga. Kalo di kampung saya, segala jenis ibadah wis tinggal nyontoh saja, kalo ngaji maghrib itu kadang ada pelajaran sholat dari kiyai, ya sudah langsung baca aja rame-rame dari usholli sampai salam. Tapi di wahabi itu ilmiah sekali, tidak asal ikut ustadznya, melainkan diajari memahami bahwa setiap gerakan sholat itu dilakukan karena ada contohnya, kita melakukan ibadah karena memang ada riwayatnya dari Rasul. Kalau nggak ada riwayatnya, ya nggak perlu repot-repot dikerjakan. Sehingga ketika sholat, setiap gerakan kita terasa dekat dg Rasulullah sebab tahu ada rantai yang bersambung.

Hal lain juga. Saya jadi tahu, misalnya, Allah mengampuni semua dosa kecuali dosa syirik. Dosa syirik tidak akan diampuni kalau pelakunya mati sebelum sempat bertobat. Sebab dosa syirik itu paling besar, paling bahaya, sehingga kita mesti tahu cabang-cabangnya. Bahwa perdukunan itu syirik, meyakini hari sial itu syirik, minta-minta ke orang mati itu syirik, jimat itu syirik, ada syirik besar dan syirik kecil, harus waspada dan selalu mengoreksi diri sendiri.

Sejak itu, ngeri lah karena ternyata banyak keyakinan saya selama ini tergolong syirik, seperti keyakinan kalo nabrak kucing berarti sial, pergi gak boleh hari jumat, dstโ€ฆ. Kalau di kampung saya, yang dimaksud syirik ya menyembah patung berhala. gitu aja. Mana ada hari ini orang islam sekonyol itu nyembah patung? Kalau dosa syirik cuma sebatas nyembah patung, alangkah mudahnya itu dihindari?

Apalagi pas tahu banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan, ternyata bidโ€™ah, tidak diajarkan Rasul. Saya yang sudah telanjur ngefans dengan sholawat nariyah dan hapal di luar kepala sejak ngaji jaman SD, kaget lho jadi sholawat nariyah itu bidโ€™ah? Sempat gak terima. Tapi tumbuhnya kecintaan untuk mengenal, โ€œJadi, islam yang aslinya sesuai Nabi itu gimana?โ€ Itu membuat saya rela untuk melepas atribut kefanatikan dan segala hal yang sudah diyakini sejak kecil. Seandainya saya sudah anti sejak awal, kan bisa dengan mudah mudah langsung saya cap, โ€œWo, wahabi itu menyalah-nyalahkan orang, masak sholawatan aja nggak boleh.โ€

Saya lalu menyadari, faktor penting orang sulit menerima kebenaran, adalah karena kebenaran itu menghantam keras pada apa yang sudah diyakininya selama ini sebagai kebenaran.

Sama, di masa jahiliyah dahulu, Sebelum Muhammad diangkat sebagai Nabi, beliau sudah digelari Al Amin (yg bisa dipercaya) oleh kaumnya, sebab memang sangat dipercaya, sampai-sampai jika Muhammad berkata, โ€œAda pasukan musuh di balik gunung ini.โ€ Maka mereka percaya. Tapi setelah mendapat wahyu, mengajak untuk menyembah Allah saja, yang mana itu menghantam keras pada keyakinan kaum Quraisy saat itu, langsung berubah mereka menjuluki Rasulullah jadi Majnun, tukang sihirโ€ฆ

Maka dari itu, ketika ada yang bilang wahabi merasa benar sendiri, itu aneh. Sebab wahabi itu justru orang yang mau mencari kebenaran meski konsekuensinya berat karena harus meninggalkan kebiasaan masa lalu yang sudah dianggap sebagai kebenaranโ€ฆ Kalau sejak awal merasa sudah yakin paling benar, tentu mereka akan tetap dengan keyakinan agama kakek moyang selama ini, nggak mau diingatkan tentang syirik, bidโ€™ah dan lain sebagainya.

Nah. Pada akhirnya, saya salut terhadap mereka ini, yang ikhlas mengajak masyarakat untuk kembali ke agama yang murni, mengingatkan orang bahaya syirik, bahaya bidโ€™ah, meskipun dihujat banyak orang, dituduh sesat, macem-macem. Terserah orang lain menamai mereka wahabi, atau seburuk apapun, itu cuma nama saja, tidak mengubah hakikatโ€ฆ

Tapi anggap saja penamaan wahabi diterima. Coba cek di media netral seperti wikipedia.https://id.wikipedia.org/wiki/Wahhabisme, lalu baca, di mana penyimpangannya? Kenapa kok dimusuhi banget?

Saya juga ingin terus belajar. Semoga kita semua mendapat petunjuk untuk mencari hidayah. Hidayah datang dari Allah. Kita mencari kebenaran bukan untuk menyalah-nyalahkan orang.

Selama seseorang ikhlas untuk terus mencari agama Allah yang lurus dan menempuh jalan-jalannya, maka akan disampaikan ke tujuannya.

โ€” Kopas dari status kawan FB ๐ŸŽ“๐Ÿ‘ค

Coppas....Semoga bermanfaat
โœ Kisah Ibnu Umar dan Seorang Penggembala ๐Ÿ“

Kisah ini disebutkan oleh Ibnu Jauzi rahimahullah dalam Kitab Sifatush-Shafwa, 2/188.

Nafi berkata, "Aku pergi bersama Ibnu Umar ke beberapa daerah di pinggir kota. Ikut pula beberapa orang, lalu mereka membuka hidangan untuk makan. Kemudian seorang anak penggembala melewati mereka. Maka Ibnu Umar berkata kepadanya, "Ayo nak, mari makan." Anak tersebut berkata, "Saya sedang puasa." Lalu Ibnu Umar berkata, "Pada hari panas seperti ini sedangkan engkau sedang menggembala kambing di antara pegunungan, engkau berpuasa?" Sang anak menjawab, "Aku ingin memanfaatkan waktu yang senggang."

Ibnu Umar terpesona dengan anak tersebut, lalu dia berkata, "Apakah engkau bersedia menjual seekor kambing dari gembalamu, lalu akan kami sembelih dan kamu akan kami berikan makan dengan dagingnya lalu kami akan berikan uangnya."

Dia berkata, "Ini bukan milik saya, tapi milik tuan saya."

Ibnu Umar berkata, "Bukankah engkau dapat mengatakan kepadanya bahwa seekor srigala telah memangsanya."

Lalu sang anak tersebut pergi sambil mengangkat jarinya ke langit seraya berkata, "Di mana Allah?"

Maka Ibnu Umar selalu mengulang-ulang perkataan, "Si penggembala berkata, 'Di mana Allah?'. Maka setelah tiba di Madinah, beliau mengirim utusan kepada tuan anak tersebut untuk membeli budak tersebut beserta gembalanya, lalu sang budak dimerdekakan dan hewan ternaknya diberikan kepadanya.Semoga Allah merahmatinya."

(Sifatu Ash-Shafwah, 2/188)

Kisah ini mengandung pelajaran yang banyak, di antaranya;

-ย ย ย ย ย ย ย ย  Seruan bersikap dermawan. Ibnu Umar tidak hanya hendak makan-makan dengan teman-temannya tanpa mengajak sang penggembala yang lewat di depannya. Tapi dia mengajaknya untuk makan bersama mereka. Maka seorang anak yang dermawan, jika dia membawa makanan ke sekolah, atau saat berwisata, maka dia seharusnya mengajak teman-temannya dan menawarkan mereka untuk makan bersama.

-ย ย ย ย ย ย ย ย  Begitu pula dalam hal puasa, sang anak meskipun sedang melakukan pekerjaan yang berat di hari yang panas, akan tetapi dia tetap mencari pahala untuk persiapan di hari perhitungan dan pembalasan.

-ย ย ย ย ย ย ย ย  Ibnu Umar menguji amanah sang anak dan dia sangat kagum dengan jawabannya. Bahkan diriwayatkan dia menangis saat sang anak mengangkat jarinya ke langit seraya berkata, 'Di mana Allah?'

-ย ย ย ย ย ย ย ย  Adapula pelajaran lain yang sang bermanfaat, yaitu membangun hubungan kepada Allah, rasa takut kepada-Nya baik sendiri maupun ramai, menumbuhkan perasaan selalu diawasi dalam diri. Sebagaimana ungkapan sang penyair

ุฅุฐุง ู…ุง ุฎู„ูˆุช ุงู„ุฏู‡ุฑ ูŠูˆู…ุงู‹ ูู„ุง ุชู‚ู„ ุฎู„ูˆุช ูˆู„ูƒู† ู‚ู„ ุนู„ูŠู‘ูŽ ุฑู‚ูŠุจ

ูˆู„ุง ุชุญุณุจู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุบูู„ ุณู€ุงุนู€ุฉู‹ ูˆู„ุง ุฃู† ู…ุง ุชูุฎููŠ ุนู„ูŠู‡ ูŠุบูŠุจ

"Jika engkau sedang sendiri, jangan katakan aku sedang sendiri, akan tetapi katakan, aku ada yang mengawasi.

Jangan kau kira Allah lalai walau sesaat, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya apa yang engkau sembunyikan.

Demikian pula dengan perkataan Ibnu Sammad;

Wahai orang pendosa, tidakkan engkau malu kepada Allah saat sendiri dan yang keduanya adalah Allah..

Engkau terpedaya hingga tidak tunduk kepada Tuhanmu yang menunda balasannya dan menutup aibmu sepanjang keburukanmu.

Dalam kisah ini juga terdapat pelajaran bahwa kesudahan yang baik adalah bagi orang yang memiliki sifat-sifat penggembala tersebut. Penggembala yang disebutkan dalam kisah tersebut adalah seorang pekerja yang makan dari hasil keringat sendiri dengan menggembala kambing. Selain itu dia tetap taat beribadah dengan berpuasa di siang hari yang panas. Diapun amanah, selalu merasa terawasi Allah dalam jiwanya, hubungannya kepada Allah kuat. Karena itu dia menolak pemasukan yang haram, padahal dia dapat dengan mudah mendapatkannya. Namun dia tidak memanfaatkan amalnya dan menggadaikan amanahnya serta tidak mencurinya. Maka Allah ganti sikapnya dengan kebaikan berupa pembebasan dirinya dari perbudakan oleh Ibnu Umar dan dibelikan kambing untuknya.

Dari seorang budak penggembala kambing, kini seorang merdeka memiliki harta yang banyak. Ini merupakan kebaikan yang besar. Hendaknya sang anak dididik dengan nilai-nilai tersebut, "Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik darinya."

Ini merupakan prinsip yang jika telah tertanam pada diri sang anak sejak kecil, niscaya akan menghindarinya dari berbagai kemunkaran dan perkara haram ketika dia sudah besar.

Wallahu a'lam......

Post has attachment
๐Ÿ’กHIKMAH MENGAGUMKAN
ุญูƒู…ุฉ ุฃุนุฌุจุชู†ูŠ

โ–ซุงู„ุจูŠุงุถ ู„ุง ูŠุนู†ูŠ ุงู„ุฌู…ุงู„
โ–ซPutih itu tidak selalu identik dengan kecantikan
โ–ชุงู„ุณูˆุงุฏ ู„ุง ูŠุนู†ูŠ ุงู„ู‚ุจุงุญุฉ
โ–ชHitam juga tidak selalu identik dengan buruk rupa
โ–ซูุงู„ูƒูู† ุฃุจูŠุถ ูˆู…ุฎูŠู
โ–ซ(Lihatlah) kafan itu berwarna putih namun menyeramkan
โ–ชูˆุงู„ูƒุนุจุฉ ุณูˆุฏุงุก ูˆุฌู…ูŠู„ุฉ
โ–ชSedangkan ka'bah itu berwarna hitam namun indah

๐Ÿ”˜ูˆุงู„ุฅู†ุณุงู† ุจุฃุฎู„ุงู‚ู‡ ู„ูŠุณ ุจู…ุธู‡ุฑู‡
๐Ÿ”˜ (Sesungguhnya) manusia itu dilihat dari akhlaknya, bukan dari penampakannya.
๐Ÿšน ูˆู„ูˆ ูƒุงู†ุช ุงู„ุฑุฌูˆู„ุฉ ุจุงู„ุตูˆุช ุงู„ุนุงู„ูŠ ู„ูƒุงู† ุงู„ูƒู„ุจ ุณูŠุฏ ุงู„ุฑุฌุงู„
๐Ÿšน Sekiranya maskulinitas (kejantanan) itu dilihat dari kerasnya suara, niscaya anjing akan menjadi penghulunya kaum pria.
๐Ÿšบูˆู„ูˆ ูƒุงู†ุช ุงู„ุฃู†ูˆุซุฉ ุจุงู„ุชุนุฑูŠ ู„ูƒุงู†ุช ุงู„ู‚ุฑุฏุฉ ุฃูƒุซุฑ ุงู„ูƒุงุฆู†ุงุช ุฃู†ูˆุซุฉ
๐Ÿšบ Sekiranya feminitas itu dilihat dari nuditinas (telanjang), niscaya kera adalah makhluk yang paling feminin

๐Ÿ‘€ ู‚ุจู„ ุงู† ุฑูุน ุนูŠู†ูŠูƒ ูˆุชุทู„ุจ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ูู‚ูˆุฏ
๐Ÿ‘€ Sebelum kedua matamu terbuka dan kau meminta kepada Allรขh atas apa yang hilang darimu
๐Ÿ‘ ุฃู†ุฒู„ ุนูŠู†ูŠูƒ ูˆุงุดูƒุฑู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ูˆุฌูˆุฏ
Pejamkan kembali matamu dan bersyukurlah kepada Allรขh atas apa yang ada saat ini
๐ŸŒปุงู„ุชูˆุงุถุน ู†ุตู ุงู„ุฌู…ุงู„
Rendah hati itu adalah sebahagian kecantikan/keindahan
๐ŸŒทูˆุงู„ู†ุตู ุงู„ุขุฎุฑ ุงุจุชุณุงู…ุฉ ุนููˆูŠุฉ
Dan sebagian lainnya lagi adalah senyuman yang spontan

โœ @abinyasalma
#โƒฃ Channel Ilmu dan Dakwah "al-Wasathiyah wal I'tidรขl".
โ„น Join : https://bit.ly/abusalma

Post has shared content
Originally shared by ****
#Inspirasi
Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.

Direktur mengetahui bahwa dari CV-nya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya" apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?" Kemudian si pemuda menjawab tidak.
"Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?"
"Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya"
"Dimana ibumu bekerja ?"
"Ibuku bekerja sebagai tukang cuci."
Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.
"Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?"
"Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku."

Si direktur mengatakan "aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari."

Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.
Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.
Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.
Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakaian tersisa untuk ibunya,
Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.
Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda.
Kemudian dia bertanya, " dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?"
Si pemuda menjawab," saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya"
"Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi.
Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya.
Dan saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya bantuan dari keluarga"

Si direktur menjawab,"inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya"

"Kamu diterima"

Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan " mental ke'aku'an" dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas.
Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak2 kita ?

Kamu dapat membiarkan anak2mu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara2 mereka. Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantu, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda.

Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar se gala sesuatu terselesaikan.

#Note
Coba untuk melanjutkan cerita ini ke orang-orang yang anda kenal. Ini mungkin dapat mengubah kehidupan seseorang.
Photo

Post has attachment
Jare cah kae ibu2 pengajian.. Hehe..
Monggo sing badhe nderek tgl.3 januari
Insya allah distasiun taipe
Photo
Wait while more posts are being loaded