Profile

Scrapbook photo 1
emha rohman
Works at JAVAOVA.COM
Attended UPN VETERAN SURABAYA
Lives in GRESIK
633 followers|35,613 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

emha rohman

Shared publicly  - 
 
 
Healthy and Balanced
Sehat dan Berimbang
1
Add a comment...

emha rohman

Shared publicly  - 
 
SILAKAN DI PIKIR..... RENUNGKAN..... DEBAT..... ATAUPUN..... HUJAT...


Menurut Emha Ainun Najib, Israel sangat iri dengan Indonesia, yang memiliki keanekaragaman apa pun. Semua ada di Indonesia. Di dunia ini, warung kuliner paling banyak ada di Indonesia. Di sepanjang jalan-jalan protokol hingga pelosok desa, warung kuliner menggurita. Inilah ekonomi riil yang membuat rakyat Indonesia kebanyakan tidak terhempas krisis global. Kemiskinan yang mencekik rakyat bukan disebabkan oleh krisis global, tetapi ketidakbecusan pemerintah mengelola negara.

Indonesia sangat kaya. Menurut Cak Nun lagi, di kantor perdana menteri Israel terdapat ruang yang digunakan sebagai perpustakaan khusus menyediakan data tentang Indonesia secara lengkap, dan ter-up date dalam periode mingguan. Israel memandang Indonesia sebagai negara besar Pak.

Hal ini pernah diungkapkan Cak Nun di Kompas, Anda bisa mencari informasi tersebut lewat search engine. Atau, kuncungi web padangbulan.

Mengenai Indonesia keturunan Nabi Nuh, mungkin saja. Tetapi yang jelas, semua manusia keturunan Adam dan Hawa, meskipun konsep Adam masih diperdebatkan sebagai manusia nyata atau sebuah konsep kemanusiaan.


Yang jelas di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake gambar RUMAH JOGLO JAWA. Dengan demikian apakah Bani Israel merasa menjadi keturunan Jawa ? Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ). Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”, sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa. Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”. Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”. Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun “CANDI BOROBUDUR” sebagai salah satu keajaiban dunia. Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ). Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU dan meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = raja dan indra = gunung.
Sudah menjadi keniscayaan sejarah, bahwa kemenangan Islam tahap pertama waktu “FUTTUL MAKKAH” dimana Nabi Besar Muhammad SAW. bersama orang2 beriman dengan konsisten melaksanakan perintah shalat sebagai kunci kemenangan dengan kondisi susah air, lalu Allah memberinya “SUMUR ZAM ZAM” yang penuh berkah, maka “FUTTUL MAKKAH KEDUA” akan terjadi melalui Indonesia, negeri yang penuh berkah dengan persediaan air tak terbatas ( zam zam di luar Makkah ). Dari Indonesialah pada suatu masa nanti akan bersatu sebuah kekuatan besar yang diinspirasi dari kekuatan spiritual Ibrahim, Daud, Sulaiman dan Muhammad SAW yang akan memenangkan Islam atas Zionis Israel dan para pendukungnya.
Semoga bermanfaat.Suwun...................
 ·  Translate
3
3
zen doank's profile photoWakjho S's profile photo
 
nice inpo... q baru tahu.... Q tunggu Update info selanjutnya..
Wallahu a'lam bisshowab
 ·  Translate
Add a comment...

emha rohman

Shared publicly  - 
 
BISA DIPERDEBATKAN....TITIK

CANDI BOROBUDUR adalah bangunan yang dibangun oleh TENTARA NABI SULAIMAN?

Yang jelas Bani Israel itu masih keturunan Suku Jawa, buktinya ibukota Israel pake nama : Java Tel Aviv, Mahkota Rabbi Yahudi yang menjadi imam Sinagog pake gambar Rumah Joglo Jawa. Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ). Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”, sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa. Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”. Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”. Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun “CANDI BOROBUDUR” sebagai salah satu keajaiban dunia. Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ). Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an.Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU dan meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu)dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” ( Syailendra menurut Dr. Daoed Yoesoef berasal dari kata saila dan indra, SAILA = RAJA dan INDRA = GUNUNG).
Sudah menjadi keniscayaan sejarah, bahwa kemenangan Islam tahap pertama waktu “FUTTUL MAKKAH” dimana Nabi Besar Muhammad SAW. bersama orang2 beriman dengan konsisten melaksanakan perintah shalat sebagai kunci kemenangan dengan kondisi susah air, lalu Allah memberinya “SUMUR ZAM ZAM” yang penuh berkah, maka “FUTTUL MAKKAH KEDUA”
 ·  Translate
1
Awang Prabowo's profile photo
 
kikikikikikiks......
 ·  Translate
Add a comment...

emha rohman

Shared publicly  - 
 
EMHA AINUN NAJIB bukan EMHA ROHMAN

Dalam beberapa diskusi di forum "KENDURI CINTA" pimpina CAK NUN, juga sering dikemukakan bahwa Jawa sendiri juga berkonsonan sama dengan Jews dan Jaffa (kota suci dalam tradisi Ibrani). Jawa dalam hal ini bukan upaya feodal dan "narsis" , tapi lebih merupakan simbol dari Nusantara secara umum. Jelas merupakan suatu bentuk bukti arkeologi kebudayaan yang harus terus kita gali bersama, dimana dan kapan ada interseksi kebudayaan dan peradaban antara Yahudi (Jews) dengan Jawa (Nusantara). Bukti arkeologis terbaru juga dikemukakan oleh salah seorang Professor Arkeolog dari Brazil yang mengemukakan thesis dalam bukunya (yang sangat tebal) bahwa Atlantis, kota yang hilang dalam sekejap namun diceritakan merupakan suatu peradaban yang sangat maju di jamannya, telah diketemukan, jika menurut buku tersebut, di sekitar selat malaka sampai pulau Jawa dan Kalimantan.


"KEBUDAYAAN JAWA" lebih "tua" dari kebudayaan bangsa-bangsa di dunia, bahkan budaya bangsa Israel, Yahudi. Artinya, di luar kebudayaan Jawa, semua kebudayaannya tergolong "muda". Karena bisa jadi, Jawa adalah "nenek moyang" dari Israel, simbah buyut dari Yahudi. Amat mungkin keturunan penduduk Jawa yang sekarang adalah saudara kembar dari cicit-cicit anak turun Nabi Adam, tetapi lebih tua dari Nabi Nuh.

"ORANG ORANG JAWA" itu adalah tipologi penduduk yang memiliki kesaktian mental, teknologi batiniah dan kedugdengan sprititual–yang bakal menguasai jagat ini di masa mendatang. Percayalah, percayalah, percayalah ……

Kalau di Israel ada kota bernama Java Tel Aviv, apakah itu sebuah faktor kebetulan saja? Bukankah kata Java pada Tel Aviv memiliki frase sama, susunan kata sama, idiomatik sama ya...kni Jawa, Java. Artinya kita bisa menyebut Kota "JAVA TEL AVIV" dengan "JAWA TEL AVIV", alias "JAWANYA ISRAEL"
 ·  Translate
1
binti musyarofah's profile photo
 
malu aku kalo seketurunan dengan laknat zionis itu... 
 ·  Translate
Add a comment...

emha rohman

Shared publicly  - 
 
JAVA (sebelum Indonesia)

Berarti ada pertanyaan yang pantas diajukan untuk membantu para peneliti, sejarahan, pakar sosiologi, ahli etnografi dan begawan-begawan ilmu lainnya untuk menelusuri detil antara sejarah Jawa dan Jawanya Israel tersebut.
Pertanyaan telak satu, lha itu antara nama Jawa-Java dan Java Tel Aviv munculnya lebih duluan mana? Siapa yang memberi tanah Jawa dengan nama Jawa-Java dan siapa pula yang "menjenangi ketan abang" nama Java Tel Aviv. Apakah orang yang menamai dua kawasan itu sama, berbeda blas, atau berbeda dalam batas ada korelasi sosial, masih memiliki ikatan genekologis yang satu trah.
Model pertanyaan ini diajukan dalam kerangka untuk menjawab --lebih tua mana (senior mana, yunior yang siapa) antara dua nama itu, Jawa-nya dulu atau Java Tel Aviv-nya duluan? Kalau ternyata yang lebih duluan adalah nama Jawa-nya duluan; berarti anak turun penghuni "negara" Israel itu adalah cicit dari orang-orang Jawa. Penduduk Jawa adalah nenek moyang penduduk negara yang suka berkonflik dengan "negara" Palestina dan tetangga-tetangganya itu.
Jika sebaliknya yang terjadi, ternyata nama Java Tel Aviv lebih duluan (lebih tua) dari nama Jawa-Java; maka logislah kita bila kita memang anak turun dari orang-orang Israel sana. Terserah!
Pertanyaan pamungkas, berarti kalau ada faktor bukan kebetulan tetapi kesengajaan; perlu dikemukakan teorema terbarukan, bukankah agama Yahudi adalah agama tertua sedunia setelah Nasrani dan Islam dan model kepercayaan lainnya. Artinya, kalau orang-orang Jawa ternyata lebih tua dari orang-orang Israel yang Yahudi, Jewish itu; bukankah kita lebih tua dari nenek moyang bangsa Yahudi, Israel.
Artinya orang-orang Jawa jauh lebih "tua, ngawu" dari orang-orang Yahudi di Israel sana. Kita pasti mafhum adanya, nenek moyang bangsa Israel adalah berpuncak nasab pada Nabi Musa. Mereka adalah "pengikut" nabi Musa, Moses. Buktinya sederhana, terminologi bahasa Jawa amat kaya dan mendetil sejagat raya. Tak ada kabudayaan, tata bahasa yang se-njlimet, sekomplektisitas bahasa Jawa.
Setiap kata dalam bahasa Jawa memiliki sinonim, padanan kata yang amat banyak berlimpah-limpah. Nah contoh, untuk satu kata "makan" saja; ada puluhan, bahkan mencapai ratusan terminologi dialektik dalam bahasa Jawa yang bermakna makan. Maem, dhahar, ngrahapi, mbadok, nedhi, sarapan, ngemil, ngunyah, nguntal, ngelek, rolasan, segeran, nyarap, mbrakot, jaburan, kembulan, kenduri, nggadhuh....dan masih banyak lagi. Maka logika terlogisnya, untuk membikin satu terminologi kata, "makan" dalam bahasa Jawa tersebut, tentunya membutuhkan proses kesepakatan bersama yang perlu waktu sangat lama.
Coba tengok dengan bahasa lain, bagaimana dengan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Jerman, Ibrani, Arab dan China dan ragam bahasa lainnya. Semua miskin terminoloogi, tak kaya diksi sekaya bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki detil-detil untuk mengungkapkan sesuatu sampai sedetil mungkin. Bahasa Inggris makan, hanya eat, breakfast. Mungkin masih bisa ditambah lagi dengan beberapa istilah, tetapi tak sebanyak bahasa Jawa.
Itu semua menunjukkan bahwa kebudayaan Jawa lebih "tua" dari kebudayaan bangsa-bangsa di dunia, bahkan budaya bangsa Israel, Yahudi. Artinya, di luar kebudayaan Jawa, semua kebudayaannya tergolong "muda". Karena bisa jadi, Jawa adalah "nenek moyang" dari Israel, simbah buyut dari Yahudi. Amat mungkin keturunan penduduk Jawa yang sekarang adalah saudara kembar dari cicit-cicit anak turun Nabi Adam, tetapi lebih tua dari Nabi Nuh.
 ·  Translate
1
Add a comment...
Have him in circles
633 people
Vyra Rahayu's profile photo

emha rohman

Shared publicly  - 
 
Saya minta tolong dari data IPB atau instansi lainnya yang ada, apakah selama ini ada kedelai organik produk petani / industri dalam negri yang telah disertifikasi lembaga independen dalam/luar negri Mohon bantuannya cz saya butuh banget terima kasih...............

I ask a favor of IPB data or other existing institutions, whether there has been an organic soybean farmer products / industries in the country who have been certified independent agency within / outside the country Please help because i really need thanks ......... ......
 ·  Translate
1
Add a comment...

emha rohman

Shared publicly  - 
 
VILA PUTIH IN ALLAH WE TRUST

BERDEBATLAH DENGAN SANTUN DAN BAIK
JEJAK (AJARAN) NABI IBRAHIM DI TANAH JAWA?

Bahwa dalam artikel sebelumnya MISTERI BANGUNAN PIRAMID (PENGARUH KA’BAH?), disitu ada gambaran bahwa bentuk Piramid khususnya Candi-candi di Jawa kemungkinan pengaruh Ka’bah pada jaman nabi Ibrahim. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa artikel yang menyinggung mengenai “Bani Jawi” yang merupakan keturunan dari nabi Ibrahim. Kata “Jawi” dalam kesusatraan Jawa merupakan kata “halus” dari Jowo (Jawa). Di dalam masyarakat Jawa kata-kata seperti “Tiyang Jawi (orang Jawa)” , “Serat Jawi (lembaran sastra Jawa)”, “Babad Tanah Jawi” sudah umum. Seperti kita ketahui bahasa Jawa itu bahasa yang paling ribet di seluruh dunia. Karena dalam 1 suku ada tingkatan-tingkatan bahasa yang bisa mencapai 6 tingkatan atau lebih dari bahasa yang paling kasar sampai paling halus, dimana tidak semua orang Jawa menguasainya.

Orang Jawa sebelum datangnya Islam percaya akan adanya monoteisme (Sang Hyang Widhi). Dan bahwa di dalam naskah-naskah Kuno Bangsa Jawa disebutkan bahwa Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa. Brahma merupakan nama lain Ibrahim.

Pendapat mengenai Bani Jawi yang merupakan keturunan Nabi Ibrahim bisa anda cari sendiri di Gugel. Secara sempit Bani Jawi mengacu ke Jawa tetapi secara Luas Bani Jawi antara lain meliputi “Sunda, Melayu/Sumatra, Bugis dll” yang berasal dari garis Kentura (Istri nabi Ibrahim yang lain). Menurut beberapa penulis Nusantara adalah Atlantis dulunya, dimana merupakan pusat peradaban pada jaman dulu. Khusus untuk Jawa ada yang istimewa bahwa hampir 50% fosil manusia purba dari seluruh dunia ditemukan disini (daerah Sangiran)

Hubungan Jawa dengan kaum semit memang menarik untuk dipikirkan. Sampai-sampai di dunia banyak statement “nyeleneh” bahwa Jawa itu satu keturunan dengan Yahudi (Jews). Bahwa dari peradaban Atlantis peradaban Yahudi berasal. Jika mengetik kata Java dan Jews di google maka banyak sekali ditemukan. Bahkan menurut beberapa artikel di internet ada yang mengatakan Ada fakta yang menarik apabila anda berkunjung ke situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake gambar RUMAH JOGLO JAWA.

Jika anda membaca ceritera pembangunan Candi Perambanan (secara mistik), diceritakan bahwa pembangunan Candi perambanan dilakukan oleh ribuan Jin atas kehendak “Bandung Bandawasa” terhadap “Dewi Rorojonggrang” dimana pembangunannya secara singkat. Hal ini mirip kisah “Nabi Sulaiman” terhadab “Ratu Balqis”. Meski alur ceritanya tidak sama persis 100%.

Salah satu tokoh yang ahli dalam matematika Al-Quran yaitu Fahmi Basa bahkan mengungkapkan beberapa hal menarik sebagai berikut (sumber republika) :
Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tongkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.
“Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman’.” (QS Al-Baqarah [2]: 248).
Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.
Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.
Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.
Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. “Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri,” katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.
Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’ bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.
Ketujuh, buah ‘maja’ yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. “Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS Saba [34]: 16).
Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata ‘su’merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan ‘Su’.
Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. “Pergilah kamu dengan membawa suratku ini.” (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.
Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. “Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman,” kata Fahmi menegaskan.
Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A’lam. (Republika)
 ·  Translate
1
Add a comment...

emha rohman

Shared publicly  - 
 
Kepada semua saudaraku, yang dimaksud JAWA/ JAVA adalah sebelum lahirnya Indonesia, kalo sesudah Indonesia berarti kita Java sentris. tetapi JAWA / JAVA 12.000 tahun yang lalu (Indonesia,Malaysia,singapura)
 ·  Translate
1
Add a comment...

emha rohman

Shared publicly  - 
 
Kabar Indonesia -
"Jawa, Jawa Dwipa, Java, Java Tel Aviv, JW Marriot, Jewish, Jiwa.... Dari rahim sejarah terbukti kesahihannya, Pulau Jawa kuasa melahirkan orang-orang top markotop sejabalakat. Gadjah Mada, Sutawijaya, Airlangga, Sultan Agung, Raden Patah, Soekarno, Soeharto sampai Amien Rais dan sejuta, dua juta tokoh jempolan lainnya, yang jika tulis di halaman ini; habis waktu kita untuk itu. Pastinya bisa menghabiskan bermuka-muka halaman situs ini.
Lantas apa yang menarik dari Jawa, sehingga seakan-akan bumi Indonesia adalah Jawa. Jawa itu Indonesia, Indonesia itu Jawa. Padahal seluas-luasnya Pulau Jawa ia hanya seukuran 135 ribu kilometer persegi. Bandingkan luas total daratan Kalimantan plus Sulawesi ditambah Sumatera dan ditomboki Irian masih jauh lebih lebar lagi dari 1,7 juta kilometer persegi.
Dulu Belanda dan Jepang tahu benar, untuk menguasai Indonesia, kuncinya cukup menguasai Pulau Jawa. Sehingga Daendles rela "berdarah-darah" membikin jalur sepanjang seribu kilometer dari Anyer sampai Panarukan yang menelan korban jiwa 12 ribu penduduk Jawa. Itu semua ditempuh demi memuluskan penguasaan atas tanah Jawa, Indonesia seluruhnya.
Tetapi aneh, sekarang Jawa dijejali oleh 132 juta jiwa penduduk atau sekitar 60 persen dari totalitas penghuni Indonesia. Kalau diindera dari jarak jauh, kita terbang ke atas pulau Jawa; lantas kita tengok ke bawah dengan jarak 10 ribu kaki; pulau Jawa seperti seonggok kapal raksasa. Sementara di atasnya berjejal-jejal ratusan juta orang, ratusan juta mulut, 264 juta pasang kaki dan tangan. Kita tidak diberitahu, siapa dahulu kala orang genius yang menamai Pulau Jawa dengan Jawa.
Sehingga ibukota negara ini dipatok di Jakarta, tidak dibentangkan di Flores, Ternate, Banjarmasin atau Goa sana. Meski dahulu kala sempat dinomadenkan menuju Sumatra dan ke Yogya. Nyata, di Jawa dulu ada kerajaan Kahuripan, Singosari, Kediri, Majapahit, Mataram (Hindu dan Islam), kerajaan Demak, Pasundan, kerajaan Banten dan mitosnya juga banyak kerajaan makhluk halus (demit, gundhul pringis, banaspati, hantu, jin, pocong, wewe...Anda mau menambahkan nama lainnya?) bertengger di atas tanah Jawa. Sehingga terlahir legenda Nyi Roro Kidul dan semacamnya. Tetapi menelisik historisitas tanah Jawa dengan elegi dan peta sosial, budaya yang melingkupinya; Jawa memang ampuh, mahadahsyat.
Kita tengok saja dari segi istilah, Jawa. Dari kontruksi huruf Jawa tersusun makna jiwa. Ada korelasi kental-batiniah antara kata Jawa dan jiwa. Sama-sama memakai huruf "J" dan "W," memang, tetapi kohesivitas makna keduanya justru terletak pada perangkat dan daya magnetik Jawa yang berjiwa dan jiwa yang Jawa.
Dalam kamus bahasa Inggris, Jawa dikamuskan Java. huruf "W" bermetamorfosis menjadi pangkuan "V". Fosil manusia purba, Phithecantropus Erectus (waktu SMP kerap diplesetkan dengan istilah konyol Pithe Kang Trubus, artinya sepedanya Kak Trubus) yang ditemukan di Trinil (Jawa Timur;) konon oleh sebagian pihak dipercayai sebagai manusia tertua sedunia. Entah benar, entah salah atau keliru; semua masih serba abu-abu. Para sejarawan ditantang untuk menemukan jawabannya, siapakah manusia Jawa itu sesungguhnya.
Kalau di Israel ada kota bernama Java Tel Aviv, apakah itu sebuah faktor kebetulan saja? Bukankah kata Java pada Java Tel Aviv memiliki frase sama, susunan kata sama, idiomatik sama yakni Jawa, Java. Artinya kita bisa menyebut Kota Java Tel Aviv dengan Jawa Tel Aviv, alias Jawanya Israel.
Secara nalar ketatabahasaan, memang ada faktor kebetulan saja; dua pihak atau dua orang menamai sesuatu tanpa sebelumnya melakukan komunikasi lintas budaya; tiba-tiba menamai sesuatu dengan nama yang sama. Pulau Jawa dinamai Jawa-Java, ibukota Israel dinamai Java Tel Aviv-Jawa Tel Aviv.
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
Have him in circles
633 people
Vyra Rahayu's profile photo
Education
  • UPN VETERAN SURABAYA
    2001
Basic Information
Gender
Male
Work
Employment
  • JAVAOVA.COM
    OWNER, present
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
GRESIK