Profile cover photo
Profile photo
Informasi Training Jakarta
35 followers
35 followers
About
Posts

Post has attachment
Daftar pelatihan manajemen proyek dan manajemen sistem informasi ini diselenggarakan oleh provider training terkemuka Indonesia yang sudah eksis lebih dari 21 tahun di Jakarta. Dengan dukungan tim instruktur yang memiliki latar belakang pengalaman dan pendidikan kelas global, Anda dapat memilih topik dari daftar yang ada atau mengajukan permintaan topik yang sesuai bidang atau kebutuhan perusahaan Anda.

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has shared content
DOA NABI MUHAMMAD DI AKHIR RAMADHAN

Yaa Allah! Janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati, bukan puasa yang sia-sia.”

“Seandainya masih ada padaku dosa yang belum Engkau ampuni atau dosa yang menyebabkan aku disiksa karenanya, sehingga terbitnya fajar malam ini atau sehingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.”

“Yaa Allah! Terimalah puasaku dengan se-baik² penerimaan, perkenan, kema’afan, kemurahan, pengampunan & krridhaan-Mu. Sehingga Engkau memenangkan aku dengan segala kebaikan, segala anugerah yang Engkau curahkan di bulan ini.”

“Selamatkanlah aku dari bencana yang mengancam atau dosa yang berterusan. Demikian juga, dengan rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan (keutamaan) di Lailatul-Qadar. Malam yang telah Engkau tetapkan lebih baik dari seribu bulan.”

“Semoga perpisahanku dengan bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya & bukan juga pertemuan terakhirku. Semoga aku dapat kembali bertemu dgn Ramadhan mendatang dalam keadaan penuh harapan & kesejahteraan.”

“Aamiin aamiin Yaa Mujiibas-Saailiin”

Aku akan selalu merindukanmu yaa Ramadhan.

Sumber: kabarmakkah.com

http://islamidia.com/doa-nabi-muhammad-di-akhir-ramadhan

Post has shared content
Persiapan Idul Fitri
°•°•♡ Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri ♡•°•°
=====================================


#BISMILLAHIRAHMANIRAHIM
#Assalamualaikum
•°•°•♡°♡°♡•°•°•


Sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan Ramadhan dan menyambut Hari Raya 'Iedul Fitri.
Perayaan lebaran (’Iedul Fitri) yang akan kita laksanakan, sudah sesuaikah dengan perintah Allah dan Rasul Nya?
Atau malah kita melakukan hal hal yang bertentangan dengan perintah Nya, dengan sekedar ikut ikutan kebanyakan manusia?
Yuk kita simak beberapa amalan Sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wassalam saat hari Raya tiba:

💠 1.Mandi pagi
ﻋَﻦْ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻋَﻦْ ﻧَﺎﻓِﻊٍ ﺃَﻥَّ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦَ ﻋُﻤَﺮَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻐْﺘَﺴِﻞُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳَﻐْﺪُﻭَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤُﺼَﻠَّﻰ
“Dari Malik dari Nafi’, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar dahulu mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke mushalla (lapangan).”
(Shahih, HR. Malik dalam Al Muwaththa` dan Al Imam Asy Syafi’i dari jalannya dalam Al Umm)

Dalam atsar lain dari Zadzan, seseorang bertanya kepada ‘Ali radhiallahu ‘anhu tentang mandi, maka ‘Ali berkata: “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Ia menjawab: “Tidak, mandi yang itu benar benar mandi.” Ali radhiallahu ‘anhu berkata: “Hari Jum’at, hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Idul Fitri.” (HR. Al Baihaqi, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Al-Irwa`, 1 176 177)

💠 2.Berpakaian rapi dan bersih sesuai sunnah
Ummu Athiyyah berkata:_
“Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam memerintahkan kami mengeluarkan para wanita gadis, haidh, dan pingitan.
Adapun yang haidh , maka mereka menjauhi sholat, dan menyaksikan kebaikan dan dakwah/doanya kaum muslimin.Aku berkata: ” Ya Rasulullah, seorang di antara kami ada yang tak punya jilbab”. Beliau menjawab: “Hendaknya saudaranya memakaikan (meminjamkan) jilbabnya kepada saudaranya”.
[Al Bukhory dalam Ash Shohih (971) dan Muslim dalam Ash Shohih (890)]

📝 Namun berpakaian rapih disini bagi wanita bukan berarti berdandan dan memakai wewangian, karena hal tersebut tidak diperbolehkan bagi kaum muslimah.

💠 3.Makan (ringan) sebelum berangkat ketempat Sholat
Dari Anas bin Malik ia berkata: Adalah Rasulullah tidak keluar di hari fitri sebelum beliau makan beberapa kurma.
Murajja‘ bin Raja‘ berkata: Abdullah berkata kepadaku, ia mengatakan bahwa Anas berkata kepadanya: “Nabi memakannya dalam jumlah ganjil.”
(Shahih, HR Al Bukhari Kitab Al ’Idain Bab Al Akl Yaumal ‘Idain Qablal Khuruj)

💠 4.Berangkat shalat Idul Fitri seawal mungkin
Disunnahkan untuk berangkat shalat Idul Fitri seawal mungkin. Yakni setelah shalat Subuh, atau beberapa waktu setelah itu.

💠 5.BerJalan kaki ke musholla (tempat sholat) Ied
Ali bin Abi Tholib Radhiyallahu anhu berkata:
ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﺃَﻥْ ﺗَﺨْﺮُﺝَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻌِﻴْﺪِ ﻣَﺎﺷِﻴًﺎ
"Termasuk perbuatan sunnah, kamu keluar mendatangi sholat ied dengan berjalan kaki”. [HR.At Tirmidzy dalam As Sunan (2/410); di hasan kan Al Albany dalam Shohih Sunan At Tirmidzy (530)]

💠 6. Takbir ketika menuju musholla

ﻛَﺎﻥَ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻓَﻴُﻜَﺒِّﺮُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺄْﺗِﻲَ ﺍﻟْﻤُﺼَﻠَّﻰ ﻭَﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻘْﻀِﻲَ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﻀَﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ؛ ﻗَﻄَﻊَ ﺍﻟﺘَّﻜْﺒِﻴْﺮَ
"Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di Hari Raya Idul Fitri lalu beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai selesai shalat. Apabila telah selesai shalat beliau memutus takbir.”
(Shahih, Mursal Az Zuhri, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dengan syawahidnya dalam Ash Shahihah no. 171)

Asy Syaikh Al Albani berkata: Telah shahih mengucapkan 2 kali takbir dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu:
ﺃَﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﻜَﺒِﺮُ ﺃَﻳَّﺎﻡَ ﺍﻟﺘَّﺸْﺮِﻳْﻖِ : ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪٌ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ
Bahwa beliau bertakbir di hari hari tasyriq:
ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪٌ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ
(HR. Ibnu Abi Syaibah, 2/2/2 dan sanadnya shahih)

Namun Ibnu Abi Syaibah menyebutkan juga di tempat yang lain dengan sanad yang sama dengan takbir tiga kali. Demikian pula diriwayatkan Al Baihaqi (3/315) dan Yahya bin Sa’id dari Al Hakam dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dengan tiga kali takbir.

Dalam salah satu riwayat Ibnu ‘Abbas disebutkan:
ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻛَﺒِﻴْﺮًﺍ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻛَﺒِﻴْﺮًﺍ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻭَﺃَﺟَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ
(Lihat Irwa`ul Ghalil, 3/125)

💠 7. Sholat ‘Ied berjama’ah
“Dari Abu Sa’id Al Khudri ia mengatakan: Bahwa Rasulullah dahulu keluar di hari Idul Fitri dan Idhul Adha ke mushalla, yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat, lalu berpaling dan kemudian berdiri di hadapan manusia sedang mereka duduk di shaf shaf mereka. Kemudian beliau menasehati dan memberi wasiat kepada mereka serta memberi perintah kepada mereka. Bila beliau ingin mengutus suatu utusan maka beliau utus, atau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau perintahkan, lalu beliau pergi.” (Shahih, HR. Al Bukhari Kitab Al ’Idain Bab Al Khuruj Ilal Mushalla bi Ghairil Mimbar dan Muslim)

💠 8. Mendengarkan Khutbah
Jamaah Id dipersilahkan memilih duduk mendengarkan atau tidak, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Dari ‘Abdullah bin Saib ia berkata: Aku menyaksikan bersama Rasulullah Shalat Id, maka ketika beliau selesai shalat, beliau berkata: “Kami berkhutbah, barangsiapa yang ingin duduk untuk mendengarkan khutbah duduklah dan barangsiapa yang ingin pergi maka silahkan.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan An Nasa`i. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud, no. 1155)

💠 9. Mengucapkan Tahni’ah “Taqobbalallohu minna wa minkum”
Ibnu Hajar mengatakan: “Kami meriwayatkan dalam Al Muhamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair bahwa ia berkata: ‘Para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu di hari Id, sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain:
ﺗَﻘَﺒَّﻞَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻨَّﺎ ﻭَﻣِﻨْﻚَ
"Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kamu.” (Lihat pula masalah ini dalam Ahkamul ‘Idain karya Ali Hasan hal. 61, Majmu’ Fatawa, 24/253, Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/167-168)

💠 10. Berangkat dan pulang dengan rute yang berbeda
Dari Jabir, ia berkata:” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila di hari Id, beliau mengambil jalan yang berbeda. (Shahih, HR. Al Bukhari Kitab Al ’Idain, Fathul Bari karya Ibnu Hajar, 2/472986, karya Ibnu Rajab, 6/163 no. 986)

====♡♡==== Wallahu a’lam bish shawab. 🙏

#Semoga_bermanfaat 😇


#Selamat_siang
#Ping..!
😇💗😇


💗💗💗🔸🔸💗💗💗🔸🔸💗💗💗


📝 Sumber:Blog Ummu Shofiyyah al Balitariyyah 
Photo

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded