Profile

Cover photo
Awang Kenali
224 followers|2,361,931 views
AboutPostsCollectionsPhotosVideos

Stream

Awang Kenali
owner

Diskusi  - 
 
Pesantren NU Lebih Simpati pada Habib yang pro-Perdamaian Seperti Habib Luthfi bin Yahya

MusliModerat.net - Pemimpin Pesantren Assalaffiyah Mlangi di Nogotirto, Gamping Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kiai Irwan Masduqi menyatakan, Pesantren NU lebih simpati pada habib yang pro-perdamaian, santun, dan demokratis.
Diberitakan oleh tempo.co, Minggu, 8 Januari 2017, Pesantren NU pada umumnya lebih merujuk pada sosok seperti Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dari Pekalongan, Jawa Tengah, yang toleran dan teguh membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mayoritas pesantren NU tidak setuju dengan cara-cara Habib Rizieq,” kata Irwan.
Pernyataan Iwan menyusul surat munculnya kabar bahwa ada edaran pernyataan mendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, sebagai imam besar umat Islam Indonesia.
“Setahu saya surat itu baru beredar di Banten. Kalau di Yogyakarta belum ada edaran,” kata Irwan ketika dihubungi Tempo, Ahad, 8 Januari 2017.
Jika surat edaran itu benar, pihaknya menolak memberikan dukungan terhadap Rizieq Shihab sebagai imam besar umat Islam Indonesia. Habib Rizieq dan FPI belum bisa dikonfirmasi soal kabar beredarnya surat pernyataan dukungan ini.
Di media sosial beredar surat pernyataan yang dibuat di Padeglang Provinsi Banten itu tertanggal 4 Januari 2017. Surat pernyataan yang beredar itu mencantumkan nama, jabatan, alamat, desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
Kiai Irwan mengatakan pesantren NU belum membuat surat edaran tandingan, yang berisi seruan untuk menolak surat edaran dukungan terhadap Habib Rizieq.
Pesantren pimpinan Irwan didirikan Haji Masduqi tahun 1936. Pondok itu dilanjutkan oleh putera Masduqi, yakni Haji Suja’i Masduqi. Suja’i guru spiritual tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang mengajarkan cinta dan kasih sayang.
Irwan merupakan anak Suja’i yang diwarisi untuk memimpin Pesantren Mlangi yang kini punya 750 santri laki-laki dan perempuan. Irwan tidak setuju dengan cara-cara yang dilakukan Islam garis keras yang sering menyerang kelompok lain
Pesantren itu dikenal mengajarkan pentingnya pendidikan toleransi dan keberagaman. “Islam menghargai keragaman, bukan mengkafirkan. Tidak boleh saling memaksakan keyakinan,” kata beliau.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Awang Kenali
owner

Ubudiyah  - 
 
GP Ansor Riau Menolak Dukungan Habib Rizieq Sebgi Imam Besar

MusliModerat.net - Ketua GP Ansor Riau Purwaji menolak dukungan untuk Rizieq Shihab sebagai imam besar umat Islam seperti tercantum dalam surat edaran gelap. Ia juga mengimbau warga NU dan segenap pemuda Ansor dan Banser untuk menjauhi gerakan yang mengarah pada dukungan dalam surat tersebut.

“Jangan ikuti gerakan-gerakan yang mengarahkan pada dukungan atas gagasan imam besar umat Islam kepada Habib Rizieq Shihab,” kata Purwaji dalam rilisnya, Ahad (15/1).

Ia menambahkan, GP Ansor tetap konsisten pada perjuangan menjaga Aswaja, NU, para kiai, dan NKRI.

“Kami menolak sikap-sikap intoleransi dan kekerasan dalam bentuk apapun,” kata Purwaji melalui pernyataan sikapnya.

Menurutnya, selama ini GP Ansor Riau terus melangsungkan komunikasi intensif dengan PP GP Ansor. “GP Ansor Riau senantiasa menunggu instruksi dari Pimpinan Pusat GP Ansor di bawah Ketum Gus Yaqut Cholil Qoumas.” (Red Alhafiz K/NU Online)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Awang Kenali
owner

Diskusi  - 
 
Warga NU Tolak Pengukuhan Habib Rizieq sebagai Imam Besar

MusliModerat.net - Kabar pengukuhan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai imam besar umat Islam Indonesia beredar luas di masyarakat. Ini menyusul beredar pula formulir tertanggal 4 Januari 2017 perihal pengangkatan Rizieq sebagai imam besar umat Islam Indonesia.
Bahkan, beredar kabar pengukuhan berlangsung (Senin 9/1/2017) malam di Pondok Pesantren Al-Futuhiyah yang tak lain pimpinannya adalah ketua FPI Banten, Kiai Qurtuby Jaelani.
“Istighosah kubro dan tabligh akbar sekaligus deklarasi alim ulama, jawara dan tokoh masyarakat Banten mengangkat Al’Allamah Alhabib Muhammad Rizieq Syihab Sebagai imam besar umat Islam RI,” demikian disampaikan Qurtuby Jaelani saat dikonfirmasi pers, Senin (09/01/2017).
Acara tersebut selain tabligh akbar dan pengukuhan Rizieq Syihab, juga dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Syeikh Abdul Qodir Aljaelani, dan tasyakuran Tahfidzul Qur’an Putri ke-3 Syikhuna bernama Euis Fikriyatul Faridah AlQurthubi.

“Ada juga Milad PPS (Ponpes Salafi) Al-Futuhiyah Ke-27 dan Haflah Takhrij (Wisuda) Santri Putra-Putri PPS Al-Futuhiyah Angkatan Ke-12,” tegasnya.
Meski demikian, dalam rundown acara yang yang dibuat panitia, dengan jelas tak menyantumkan agenda pengukuhan Rizieq Syihab menjadi imam besar umat Islam Banten.

Sementara di sejumlah pesantren NU, selebaran itu dikesampingkan. Bahkan sejumlah kiai muda menilai selebaran semacam ini tidak patut untuk kalangan nahdliyin. Nahdliyin tidak mengenal istilah imam besar. “Kami semua menolak dan tidak menggubris selebaran tersebut. Di samping itu, kami melihat ini merupakan bagian dari manuver yang tidak sehat dengan memanfaatkan umat Islam,” begitu salah seorang kiai muda di Jakarta. (hud/duta.co)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Awang Kenali
owner

Diskusi  - 
 
MUI Banten: Yang Ada Imam Besar Hanya Syiah

MusliModerat.net - Banten – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten ternyata tidak mengakui eksistensi dari Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI), yang dikukuhkan sebagai Imam Besar Umat Islam.

Habib Rizieq
AM Romly selaku Ketua MUI Banten, mengaku tidak pernah dikenal istilah imam besar umat Islam dalam sejarah Nusantara. Begitu juga tidak ada tuntunan ataupun ajaran yang menganjurkan hal semacam itu.
“Pokoknya enggak ada, enggak tahu-menahu adanya imam itu (Rizieq Shihab). Yang ada imam (besar Islam) hanya Syiah, kalau di sini (Indonesia) enggak ada. Ada juga imam yang empat besar itu (baca: imam empat mazhab fikih; Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali),” kata Romly di Serang pada Rabu (11/1/2017).
Romly pun mengimbau semua pihak menghargai umat Islam di Indonesia yang beragam serta terdiri berbagai golongan, seperti NU dan Muhammadiyah. Pengukuhan imam besar berpotensi memecah persatuan Indonesia.
“Umat Islam enggak ada imam-imam, ada juga imam masjid. Kalau MUI enggak ada (tidak mengakui) imam besar umat Islam. Umat Islam bermacam-macam; punya aliran-aliran; punya paham sendiri,” tegasnya. (Yayan – harianindo.com)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Awang Kenali
owner

Ubudiyah  - 
 
Setelah Ikut Jamaah Imam Besar, Mereka Suul Adab terhadap Para Kiai

Oleh KH. Syarif Rahmat

MusliModerat.net - Aku bersumpah demi Allah tidak pernah mengikuti pesanan TV mana pun karena aku sadari aku akan mati dan menghadap Allah seorang diri. Kukatakan kepada temanku yang baik-baik dan saleh itu: Biarkan aku menjadi karyawan Tuhanku.

Dan aku tidak akan pernah terbawa opini siapa pun. Aku ada di MUI sebagai yang terkecil. Tetapi keinginanku untuk ngawulo ing Gustiku, membuatku tak melihat ada sindiran dan cibiran di kiri dan kananku. Aku dicela saat komentar Missworld.

Tahukah mereka kalau semua kutempuh bersama ketua umumnya? Dan lihat bagaimana setelah berakhir semuanya. Satu ormas mengirimi tulisan berikut gambar (maaf) parno salah satu ajang Missworld yang pernah ada. Padahal justru dari mereka aku tahu itu. Aku bertanya dalam hati: "Berapa banyak ia copy gambar itu dan siapa saja yang dipaksa melihatnya"? Innalillahi.
Kini aku dicela karena tidak ikut ramai-ramai turun ke jalan pada sebuah gerakan dan alhamdulillah mendapat gelar macam-macam dari saudara-saudaraku tercinta para "mujahid" yang tulus itu. Padahal mereka tak pernah tahu apa yang ada di hatiku dan apa lagi langkah kaki dan goresan tanganku.

Padahal aku sungguh-sungguh takut kepada Allah jika salah memahami ucapan orang, lalu salah mengambil tindakan. Keadilan harus ditegakkan meski keluarga dan diri harus dikorbankan.
Aku pun datang ke kantor para "ulama" itu, tepat satu hari sebelum Jum'at pertama, langsung dari Tarakan, tidak pulang ke rumah.

Aku jadi cemas ketika ada nama-nama orang yang kukenal kurang cinta saudaraku NU, tertulis di daun pintu. Astaghfirullah, bukankah si anu, si anu dan si anu adalah begini dan begitu? Ternyata mereka keesokan hari benar-benar menjadi jamaah shaf pertama (untuk tidak mengatakan imamnya, karena semua orang termasuk seorang yang disebut imam besar organisasi, nurut semua skenarionya).

Harapanku satu-satunya adalah anak-anak NU. Tapi apalah. Selain sebagian sudah terlanjur masuk barisan Jum'at, mereka sudah kehilangan rasa hormat kepada para kiai. Tetapi setiap berita, cerita dan postinga dari orang-orang anti NU dianggap dawuh yang wajib di-estoake (didengarkan baik-baik). Sekali lagi, innalillahi.

Gus Mus pun akhirnya dicela, Mbah Maemun dicela, Kang Sa'id juga dicela, Gus Nur Muhammad pula. Adakah mereka akan dibandingkan dengan "ulama" versi media? Kalla wallah kalla, bagiku, itu saru, mbajug, su'ul adab. Bukan ajaran NU.

Tapi ya sudah. Aku harus berhenti berharap kecuali kepada hatiku agar tetap semangat mengikuti ujian calon "karyawan" Tuhan. Wallahul Muwaffiq [dutaislam/ ab]

KH. Syarif Rahmat, pengasuh Pesantren Ummul Qura Pondok Cabe Tangerang Selatan
dan pengasuh Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padepokan Padasuka)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Awang Kenali
owner

Ubudiyah  - 
 
Ponpes NU Tolak Dukungan Habib Rizieq Jadi Imam Besar Umat Islam

MusliModerat.net - Pesantren di Yogyakarta menyatakan menolak memberikan dukungan terhadap Rizieq Syihab sebagai imam besar umat Islam Indonesia. Hal itu diungkapkan KH Irwan Masduqi, pemimpin Pesantren Assalaffiyah Mlangi di Nogotirto, Gamping Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul beredarnya surat pernyataan dukungan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai imam besar umat Islam Indonesia.

 "Setahu saya, surat itu baru beredar di Banten. Kalau di Yogyakarta, belum ada edaran," kata Irwan ketika dihubungi Tempo, Ahad, 8 Januari 2017.

Di media sosial beredar surat pernyataan yang dibuat di Pandeglang, Provinsi Banten itu, tertanggal 4 Januari 2017. Surat pernyataan yang beredar itu mencantumkan nama, jabatan, alamat, desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
Menurut Irwan, Rizieq tidak punya pengaruh besar di pesantren Nahdlatul Ulama (NU). Pesantren NU lebih simpati kepada habib yang pro-perdamaian, santun, dan demokratis.
Pesantren NU pada umumnya lebih merujuk kepada sosok seperti Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dari Pekalongan, Jawa Tengah, yang toleran dan teguh membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Mayoritas pesantren NU tidak setuju dengan cara-cara Habib Rizieq," kata Kiai Irwan.

Kiai Irwan mengatakan pesantren NU belum membuat surat edaran tandingan yang berisi seruan menolak surat pernyataan dukungan terhadap Rizieq. Adapun pesantren pimpinan Irwan didirikan Haji Masduqi pada 1936.

Pesantren itu dikenal dengan pengajaran pentingnya pendidikan toleransi dan keberagaman. Pondok itu kemudian dilanjutkan putera Masduqi, Haji Suja'i Masduqi. Suja'i merupakan guru spiritual tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang mengajarkan cinta dan kasih sayang.

Kiai Irwan merupakan anak Suja'i yang diwariskan untuk memimpin Pesantren Mlangi yang kini punya 750 santri laki-laki dan perempuan. Irwan tidak setuju dengan cara-cara yang dilakukan Islam garis keras yang sering menyerang kelompok lain. "Islam menghargai keragaman, bukan mengkafirkan. Tidak boleh saling memaksakan keyakinan," kata dia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FPI Ahmad Sobri Lubis membantah mengeluarkan surat edaran yang mengajak masyarakat mendukung Imam Besar FPI Rizieq Shihab sebagai imam besar umat Islam Indonesia. "Tidak betul itu," kata dia saat dikonfirmasi Tempo, Ahad, 8 Januari 2017.[tempo.co]
 ·  Translate
1
Add a comment...

Awang Kenali
owner

Diskusi  - 
 
Hanya FPI yang Setuju, Berbagai Elemen Tolak Habib Rizieq Sebagai Imam Umat Islam

MusliModerat.net - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ditolak berbagai elemen masyarakat dan ormas di sejumlah daerah, terkait beredarnya surat dukungan pengukuhan sebagai imam besar umat Islam Indonesia.
Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, pengukuhan Rizieq tidak berdasar. “Itu mengada-ada, karena Islam tidak mengenal konsep imam besar. Dan apa itu imam besar? Imam besar musala kecil yang ada,” kata Yaqut ketika dihubungi, Kamis (12/1).
Yaqut juga mempertanyakan fungsi pengukuhan Rizeq. “Imam besar ini mau mengimami apa? Mengimami umat Islam, umat Islam yang mana? Umat Islam enggak merasa diimami sama dia, kan begitu. Jadi kita tolak pengukuhan itu,” sambungnya.
Menurutnya, beberapa pengurus GP Ansor seperti di Banten dan Batam dengan tegas menolak rencana pengukuhan Habib Rizieq. Pimpinan Wilayah GP Ansor menilai, dukungan untuk Rizieq Shihab menjadi imam besar umat Islam Indonesia juga disebut sarat kepentingan politik.
Penolakan turut dikumandangkan GP Anshor Kota Manado, Sulawesi Utara. “Kami merasa tidak perlu ada Imam Besar di Republik ini, sehingga menolak dengan keras dan tegas berkaitan pengangkatan Habib Rizieq Syihab,” ujar Rusli Umar, Ketua GP Anshor Manado, Rabu (11/1).
Penolakan serupa dilakukan Majelis Ulama Indonesia Banten. “Pokoknya MUI Banten secara tegas menolak pengangkatan imam besar ini, kami juga menghimbau kepada umat Islam agar jangan ikut-ikutan mengakui,” jelas Ketua MUI Banten KH AM Romli.
Di Yogyakarta, pengangkatan Habib Rizieq ditentang Nahdatul Ulama (NU). “Apakah (Rizieq) memenuhi kriteria tersebut?” tanya Ketua Pengurus Wilayah NU DIY, Nizar Ali Nizar di Yogyakarta, Rabu (11/2).
Dua pondok pesantren di Yogyakarta, yaitu Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Gesikan, Kabupaten Bantul dan Pesantren Assalaffiyah Mlangi, Nogotirto, Gamping Sleman juga ikut menolak pengukuhan Rizieq.
Berbeda dengan di Balikpapan Kalimantan Timur. Di kota tersebut ratusan orang dari sejumlah ormas kepemudaan dan mahasiswa justru menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI) yang dinilai identik dengan anarkis.
Dalam aksi yang menamakan diri Aliansi Pemuda Pemudi Muslim Balikpapan (APPMB), mereka menuntut agar Wali kota Balikpapan tidak mengizinkan dua organisasi itu melakukan aktivitas karena dikhawatirkan akan menganggu keberagaman dan kebhinekaan masyarakat.
Sementara di Jawa Barat, sejumlah ormas menuntut penuntasan kasus dugaan penghinaan budaya Sunda yang dilakukan Habib Rizieq. Dalam video ceramah Habib Rizieq di Purwakarta, ada bagian yang menghina budaya Sunda. Kata ‘sampurasun’ sebagai salam masyarakat Sunda diplesetkan menjadi “campur racun”.
Sebelumnya, Habib Rizieq telah dilaporkan Aliansi Masyarakat Anti Perpecahan Bangsa ke Polda Metro Jayaterkait isi ceramahnya yang menyebut ada lambang PKI dalam mata uang rupiah. Laporan serupa dilakukan Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF).
Disamping itu, pentolan FPI ini juga dilaporkan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PPMKRI) terkait dugaan penistaan agama. Dia juga dilaporkan Sukmawati Soekarno Putri terkait ceramahnya yang diduga menghina Pancasila dan lambang negara.
(Noer/delik)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Awang Kenali
owner

Ubudiyah  - 
 
Hantu Kabar Hoax

Oleh M Abdullah Badri

DutaIslam.Com - Derasnya arus informasi di dunia maya yang tak bisa dicegah digunakan oleh kalangan tertentu untuk mempengaruhi masyarakat melalui penyebaran berita hoax atau palsu. Mereka yang memiliki akses internet dan media sosial jadi korban informasi yang dibuat-buat tersebut.

Tidak ada bukti, namun seolah beritanya benar dan memang terkesan meminta kebenaran. Itulah hoax. Biasanya, informasi hoax beredar dalam bentuk brodcast, laporan teks dengan caption foto yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Jumlahnya bisa berlipat jika berbarengan dengan momen politik, konflik sosial atau peristiwa mutakhir yang menyita perhatian netizen. Dan, ironisnya, masyarakat kita yang belum dekat dengan budaya tabayyun (klarifikasi), mudah menyebarkan, apalagi diberi janji-janji surga jika ikut share.
"Jika Anda menyebarkan ini, maka Anda ikut berjuang melawan ana dan ani," begitu pesannya. Ada yang lebih nakal lagi, "silakan ucapkan amin, lalu sebarkan jika Anda mengaku ini dan itu," tulisnya.

Dan anehnya, meskipun sudah banyak laporan di media online menyebut sebuah berita sebagai kabar hoax, misalnya, masih ada saja yang di bulan atau tahun berikutnya ikut menyebarkan. Berita hoax selalu mencari ruang baru untuk menyampaikan pesan kepada yang pertama kali menerima, korban terbaru.

Ironis lagi, yang menyebar justru tidak jarang adalah tokoh masyarakat. Ini yang lebih bahaya karena di mata umatnya, dia begitu dipercaya. Artinya, dampak kabar hoax alias palsu ini tidak menentukan sasaran khusus. Semuanya kena. Yang alim maupun yang dholim, bisa jadi korban informasi.

Menahan diri untuk ikut share informasi yang tidak benar, amat sulit dilakukan. Apalagi ketika kita sudah merasa harus membela sesuatu yang dianggap benar, sah dan memang perlu dibela. Duh, repot kan!

Fanatisme pribadi atau dukungan kebenaran atas hal yang memang perlu diungkap kebenarannya menurut kita itulah yang membuat setiap orang mau dan secara suka rela menghabiskan kuota untuk ikut menyebar ke semua jaringan yang ada, bisa ke group WhatsApp, BBM, Facebook, Twitter, Line dan lainnya.

Akibatnya, pesan bisa sampai ke penerima dengan jumlah yang tidak terhitung, terprediksi, terdata dan terkoordinasi, seperti dampak nuklir. Pengaruh kabar hoax itu seperti hantu. Tidak nampak hasilnya secara ril, tapi terasa hasilnya menggemaskan, yakni mengacaukan pikiran dan menumbuhkan semangat kebenaran atas pesan.

Kabar hoax akhirnya bisa menghantui kepada siapa saja yang menerimanya namun tidak ikut share dan tidak mau mengakui trust informasinya. Megilan, kata orang Jawa. Ini misalnya:

Esai singkat ini hanya ingin memberi informasi (bukan hoax) bahwa sebetulnya setiap kabar itu, dalam ilmu Mantiq, memiliki sifat yahtamilus shidqa wal kadzib (bisa mengandung unsur kebenaran dan kebohongan). Setiap kabar pasti begitu. Pernyataan inilah yang pasti bukan hoax. Demikian yang diajarkan guru saya waktu di madsarah TBS Kudus.

Jadi, jika ada sebuah kabar yang mampir, lalu mengajak untuk melakukan sesuatu hal tanpa dilengkapi data (misalnya waktu, tempat, aktor, dan bagaimana kabar terjadi, dengan bukti), 50 persen masih harus diklarifikasi. Cara paling mudah mendeteksi hoax adalah, jika Anda menemukan kontradiksi antara yang Anda ketahui dengan yang ada di pesan tersebut.

Jika kita meyakini bahwa Allah tidak ada di Arays, tapi kekuasan-Nya lah Maha Besar, lalu Anda menerima info baru bahwa Allah bersemayam di atas Arasy secara fisik, sehingga menyebut kaki Allah besaar sekali dan mata kita tidak mampu melihat karenanya, maka, jangan langsung dishare. Itu hoax tauhid 100 persen.

Bahkan bisa saya nyatakan hoaxnya dibantah Allah sendiri dengan ayat laitsa ka mistlihi syai'un (tidak ada yang menyerupainya), dengan sifat-Nya, qiyamuhu binafsih (berdiri di atas dzatnya sendiri), bukan di atas Arasy. Begitu yah, semoga faham dan saya tidak difenthung. Terimakasih. [dutaislam.com/ ab]

M Abdullah Badri, mukim di @badriologi.


 ·  Translate
3
2
Add a comment...
Awang's Collections
Story
Tagline
Senajan ala tata dahire, nanging mulia maqom derajate.