Profile cover photo
Profile photo
Awang Kenali
963 followers -
"Senadjan ala tata dahire, nanging kudhu mulia Maqam derajate ....!!"
"Senadjan ala tata dahire, nanging kudhu mulia Maqam derajate ....!!"

963 followers
About
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment

Susah Emang Jadi Gubernur Gantiin Ahok

Jadi Gubernur gantiin Ahok itu emang susah. Seperti habis nonton serunya konser musik Metallica dengan gemerlapnya lighting dan dentuman sound system kapasitas besar ditambah performance dan skill musik yang mengagumkan.

Habis itu jongkok di konser dangdut kampung sebelah dengan penyanyi wanita tiga orang yang dandanannya diseksi2kan karena suara pas2an dengan MC yang selalu teriak, "Kita sambuuuttttt orkes melayuuu... Soodetaaa.." Toenggg ! Senar gitarnya putus..

Dari karya aja sudah jauh beda..

Ahok berhasil membangun simpang susun Semanggi yang megah dengan dana 360 milyar rupiah, tanpa keluar uang sepersenpun. Bayangkan..

Dia cukup meminta sebuah perusahaan asing membayar kompensasi atas kelebihan ruang bangunannya bukan dalam bentuk uang, tapi bentuk jalan. Supaya warga Jakarta bisa menikmatinya.

Padahal kalau Ahok mau ngantongin uang itu sendiri, wah bisa kaya gumaya dia. Paling disisain dikit buat ormas yang kelaparan supaya mereka diam. "Berisik aja lu, pake demo-demo segala. Noh duit, mingkem !!"

Ormas senyum lebar, "Makasih koh, ente baek sekali. Ente otomatis masuk surga dengan ijin ana.." kipas-kipas duit.

Lha, yang gantiin ini sibuk dengan segala ide dan cara bagaimana menghabiskan uang rakyat kalau bisa. "Supaya anggaran terserap.." Katanya. Kayak pembalut aja menyerap..

Walhasil, jadilah "MahaKarya" berupa pohon plastik dengan nilai fantastis 8 miliar rupiah dan gak jadi dipasang karena, "Malu ma warga.."

Malu sih malu, tapi 8 miliar rupiah terlanjur keluar sia-sia untuk sesuatu yang gunanya aja gak ada. "Supaya Jakarta cantik.." Katanya.

Kalau hanya ingin kota cantik, kenapa gak masing-masing gedung di Jakarta disuruh menghias halaman depannya dengan lampu warna-warni? Kan jadi tidak keluar biaya ?

Disitulah bedanya pemain "kelas yang mendapat pengakuan Internasional" dan pemain "kelas yang jalan-jalan mencari pengakuan Internasional"..

Ibaratnya kalau nonton kerja Ahok, kita seperti disuguhkan film Hollywood kelas A dengan judul "Titanic" di bioskop megah dan AC yang sangat dingin.

Habis itu nonton film di bioskop kecil dengan tiket seharga 7 ribu plus autan supaya gak digigit nyamuk dengan judul film "Guna guna istri muda..."

Pas lagi nonton di belakang ada yang nyolek, "mau jurus bangau atau jurus lintah? Kalau bangau cukup tangan aja, kalau lintah pake lidah.."

Jiahhhhh...
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Perang Besar Jokowi: Bersih-bersih Kampus dari HTI

Terorisme dan Radikalisme.
Seorang Profesor di Universitas Diponegoro Semarang dibebastugaskan, karena diduga membela HTI. Satu orang dekan dan dua orang dosen di ITS Surabaya diberhentikan sementara karena membela HTI.

Menristekdikti, Prof Mohammad Nasir, sedang berperang melawan paham radikalis di kampus-kampus yang ada dalam pengawasannya.

Sejak ia "diberi mandat" dengan keluarnya Perppu pembubaran ormas HTI tahun 2017 lalu oleh Presiden Jokowi, M Nasir langsung bergerak bekerjasama dengan BNPT sampai BIN untuk mulai menyisiri kampus yang terpapar radikalisme.

"Radikalisme di kampus tumbuh sejak tahun 1983, yaitu ketika Kampus dilarang mengadakan kegiatan politik. Situasi kosong ini dimanfaatkan paham radikalis untuk menyebar di dalam kampus.." Katanya.

Kalau mendengar penjelasan M Nasir ini, kita bisa membayangkan betapa hebatnya paparan radikalisme di kampus yang bukan saja melibatkan mahasiswa tetapi bahkan sudah sampai ke Dekan. Bukan tidak mungkin pemahaman radikalis ini sudah ada di beberapa rektor, meski tidak ada yang mau mengakuinya.

Kebayang ketika seorang pemimpin universitas berpaham radikalis, maka ia akan merekrut atau membangun jalan bagi dekan dan dosen yang satu paham dengan dia. Dengan begitu kampus juga akan menyediakan beasiswa dan fasilitas2 kepada mahasiswa yang juga satu paham dengan mereka.

Jadi wajar jika ada kampus yang menerapkan untuk masuk universitasnya ada yang pake cara "khatam Alquran".

Dan menurut penelitian pakar terorisme dari Universitas Brawijaya, Yusli Effendi, cara masuk paham radikalis memang melalui jalur kerohanian. Mereka menyasar mahasiswa urban, atau yang pindah dari desa ke kota, karena tingkat kritisnya biasanya lemah.

Dan biasanya yang disasar adalah fakultas eksakta, karena mahasiswanya mudah menerima paham radikal. Itu karena mahasiswa eksakta tidak kritis dan argumentatif..

”Karena yang mereka hadapi adalah benda mati, bukan seperti mahasiswa humaniora yang fokus pada sosial,” jelas Yusli.

Nah, salah satu bidang eksakta adalah teknologi pertanian. Jadi wajar saja ada satu kampus terkenal di bidang pertanian, cita-cita mahasiswanya malah ingin jadi tukang bekam..

Model perekrutannya melalui masjid-masjid kampus. Seperti MLM, member get member, paham radikalis ini menyebar. Ditambah dengan kemudahan fasilitas yang diberikan dekan dan dosen yang berpaham sama, maka wajar jika BIN menyebutkan bahwa 39 persen mahasiswa sudah terkena virus radikalisme. Yang berarti jumlahnya sudah ratusan ribu orang..

Pemberhentian sementara para dekan dan dosen di Undip dan ITS ini sebenarnya adalah gerakan memotong kepala ular.

Meski begitu, sebagai ular dengan banyak kepala, maka di dalam kampus perlu juga diawasi masjid-masjid tempat mereka berkumpul. Jika perlu kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah untuk mulai mengendus bau-bau radikalis pada pengelola masjid kampus..

Bisa dibilang ini perang besar Jokowi dalam menghadang radikalisme, yang untuk sementara masih diidentikkan dengan HTI.

Seperti Kanker, virus radikalisme di kampus-kampus sudah memasuki tahap ganas dan berbahaya. Dan untuk menyembuhkannya diperlukan proses kemoterapi dalam waktu yang lama. Kampus itu hanya tempat pembinaan mereka saja, sedangkan virusnya sudah menyebar kemana-mana termasuk di dalam pemerintahan..

Jadi jangan kaget, kalau satu waktu anda sedang iseng pengen bekam, si bapak bekamnya cerita bahwa dia dulu pernah kuliah di universitas terkenal bidang pertanian..

"Bekam itu seperti masang bom, pak. Satu persatu alat dipasang, dan ketika semua lengkap langsung Buuumm! badan berantakan.."

Ngeri gak sih?
Photo
Add a comment...

Post has shared content

Post has attachment
IBLIS ITU AHLI IBADAH

Apa sebenarnya pengertian Umroh? Umroh itu bisa diartikan sebagai berkunjung. Sedangkan dalam Islam, umroh diperluas artinya menjadi berkunjung atau beribadah ke Mekkah.

Dalam hadis, Rasulullah Saw juga mengabarkan keutamaan Umroh, "Dari umroh ke umroh adalah penghapus dosa antara keduanya”.

Layaknya ibadah apalagi berkunjung ke tanah suci maka kita harus melepaskan sifat-sifat keduniawian, karena yang dikunjungi bersifat spiritual.

Sifat-sifat keduniawian itu timbul karena nafsu dalam diri manusia. Karena itulah dalam ibadah, kita seharusnya menjadi orang yang pasrah dan berserah karena akhirnya kita mengetahui bahwa diri ini sejatinya kecil dan tak berguna..

Jadi ketika ibadah umroh dikecilkan artinya menjadi pertemuan politik, saya akhirnya mengakui bahwa sangat banyak manusia yang beribadah bukan karena ia ingin ibadah, tapi karena ia mempunyai agenda. Dan agenda itu selalu berkaitan dengan dirinya, dengan nafsu dirinya..

Pada model manusia-manusia yang terikat kuat pada duniawi, yang lekat dengan materi, ibadah hanyalah kuda tunggangan saja. Sebagai satu polesan di wajah bahwa ia adalah orang yang taat pada Allah.

Meski begitu ia akan sulit meninggalkan nafsunya, bahkan di tempat spiritual sekalipun. Pikirannya akan selalu sibuk dengan "apa yang akan kudapat" daripada "apa yang akan kuberi".

Tidak akan muncul wajah pasrah, apalagi berserah layaknya orang ibadah. Tetapi yang muncul hanyalah wajah curiga, bahwa inilah usaha terakhirnya, menyeret Tuhan pada kepentingan pribadinya.

Tuhan bukanlah Sang Maha baginya, tetapi sebuah komoditas yang diperdagangkan, karena merk dagang "Tuhan" adalah merk yang paling laris di dunia..

Seperti anakku pernah bertanya, "Iblis apa bisa berkunjung ke Mekkah, pa ?"

Aku tersenyum. Kuusap rambutnya dengan sayang. "Nak, Iblis itu dulu sebenarnya bukan ahli maksiat. Ia justru ahli ibadah..."

Ah, sebentar lagi buka. Secangkir kopi sudah siap di meja ternyata.
Photo
Add a comment...

Post has attachment
GENERASI IBNU MULJAM, MESIN PEMBUNUH DALAM ISLAM

Waktu itu hari ke 19 bulan Ramadhan. Pertanda subuh sudah dimulai. Seorang lelaki, sahabat sekaligus saudara Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib memasuki masjid. Ia melihat ada seorang yang masih tidur dengan mendekap dadanya, seakan ada yang disembunyikan.

Imam Ali lalu membangunkannya. "Ayo shalat.. " Katanya. Tetapi lelaki itu tidak bergerak.

Imam Ali lalu memulai shalat subuhnya sendiri. Dan lelaki yang tidur tadi perlahan bangun dari tidurnya sambil mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Ia lalu mengendap-endap memasuki masjid dan tampak olehnya Imam Ali sedang bersujud di rakaat pertamanya.

Lelaki itu kemudian berdiri mengangkang di depan Imam Ali yang sedang bersujud sambil memegang sebuah pedang besar yang telah diberi racun olehnya. Tepat ketika Imam Ali mengangkat kepalanya dari sujud, pedang itu diayunkan dan membelah dahinya.

Sebuah riwayat mengatakan, ketika menebas dahi Imam Ali, lelaki itu berteriak, "Tidak ada hukum kecuali milik Allah, bukan milikmu dan bukan milik teman-temanmu, hai Ali!”

Nama lelaki itu adalah Ibnu Muljam.

Banyak yang mengingkari kisah ini dan mengatakan bahwa Imam Ali dibunuh oleh suruhan Yahudi dan Nasrani. Tetapi sesungguhnya Ibnu Muljam adalah seorang yang hafal Quran, puasanya tidak pernah putus, shalat malamnya kuat dan bacaan kitabnya merdu.

Seorang muslim akan merasa rendah diri ketika Ibnu Muljam menampakkan kemampuannya menjalankan syariat. Tapi ternyata itu tidak menghentikannya untuk membunuh orang yang dikasihi sang Nabi, pemeluk Islam pertama dan sejak kecil bersamanya. Imam Ali juga dikenal sebagai bagian dari tim penyusun kitab suci di masa kekhalifahan Utsman bin Affan.

Buat Ibnu Muljam, Ali bin Abi Thalib adalah seorang kafir, karena berbeda pandangan dengannya. Dan ia merasa darah Ali halal untuk ditumpahkan olehnya.

Imam Ali tidak mengerang sedikitpun. Dengan dahi terkoyak, ia mengucap, "Aku menang, ya Allah.."

Imam Ali meninggal dunia tiga hari kemudian, sesudah meninggalkan banyak pesan kepada kedua anaknya, Hasan dan Husain, yang kelak juga dibunuh oleh mereka yang mengaku pengikut agama kakeknya, Muhammad SAW.

Ia syahid, sebuah kemenangan yang diidamkannya dalam perjalanan di dunia..

Fanatisme beragama dengan meninggalkan logika, membuat seorang Ibnu Muljam menjadi mesin pembunuh yang mengerikan. Ia menafsirkan sendiri ayat-ayat Tuhan dengan nafsunya, dengan tekstual tanpa mengerti konteks dan memahami maknanya.

Generasi Ibnu Muljam masih terpelihara sampai sekarang. Mereka yang beragama dengan nafsu mengkafirkan dan membunuh sesama bahkan seiman karena "mengikuti perintah Tuhan.."

Tuhan sesuai nafsu dan prasangkanya..

Politik dalam agama melahirkan Ibnu Muljam Ibnu Muljam baru. Mereka yang menghalalkan segala cara bahkan sampai menjual nama Tuhan demi kepentingan diri dan kelompoknya..

Seperti disini. Di negeri ini....

Ah, secangkir kopi malam ini rasanya pahit sekali...
Photo
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded