Profile cover photo
Profile photo
Dony Prasetiyo
216 followers -
Let's tell the truth. No more bullshit.
Let's tell the truth. No more bullshit.

216 followers
About
Dony's posts

Post has attachment
Kadang...

Kadang rasanya begini.

Kadang rasanya begitu.

Kadang hidup kita tampak baik-baik saja.

Dan kadang tampak buruk.

Kadang semua yang dilakukan (sedikit) berhasil.

Dan kadang (banyak yang) gagal.

Kadang perasaan kita tenang seperti air yang mengalir.

Dan kadang naik-turun seperti roller coaster.

Kadang kita sehat dan merasa segar.

Dan kadang sakit-sembuh-sakit-sembuh seperti cuaca yang labil.

Kadang penghasilan bulan ini teratur dengan kurva yang datar setiap bulannya.

Dan kadang kurva naik-turun tampak seperti elektrokardiograf (yang memantau irama dan frekuensi jantung pasien di rumah sakit).

Kadang kenyataannya begini.

Dan kadang begitu.

Sederhananya hidup memang soal begini-begitu.

Kadang soal begini-yang-tidak-begitu.

Dan kadang soal begitu-yang-tidak-terlalu-begini.

Atau apalah itu sebutannya...

Hidup tetaplah tak terdefinisikan.

Masa lalu tak lebih dari ingatan.

Masa depan tak lebih dari harapan.

Hidup hanya soal menerima, lalu melepaskan..

Saya yang sekarang bukanlah saya yang dulu.

Hal yang sama terjadi di semua orang. Semua hal.

Dunia yang sekarang bukanlah dunia yang dulu.

Permintaan berubah seiring dunia berubah.

Target pasar/audiens berubah seiring sudut pandang mereka berubah.

Saya pun begitu.

Semua berubah, hilang, dan hancur.

Lalu diganti dengan yang lebih baru.

Semua lahir, tumbuh, lalu mati.

Sisanya, tinggal menunggu waktu.

Sambil menikmati hasilnya, atau menikmati hidup sebagai hasilnya.

Tak lebih. Tak kurang.

Hanya itu.

Post has attachment
Melompati rencana
Orang bilang kita perlu melangkah.

Namun tampaknya melangkah saja masih belum cukup.

Kadang kita perlu melompat.

Melompati rencana.

Orang melangkah dengan rencananya.

Saya justru melompati rencana itu.

Sederhananya rencana yang kita buat selalu rentan gagal.

Dan ketika gagal kita kecewa.

Lalu sadar bahwa dunia berubah dengan begitu cepat.

Dengan sangat-sangat tidak pasti.

Maka tak ada jalan lagi selain melompati rencana.

Melompati rencana membuat kita lebih sedikit menunda-nunda.

Melompati rencana membuat kita melepas keputusan-keputusan sepele yang tak berguna.

Melompati rencana membuat kita lebih cepat mencapai tujuan lebih dari rencana itu sendiri.

Apa yang ingin dilakukan nanti, lakukan sekarang.

Apa yang direncanakan nanti, lakukan sekarang.

Cukup lakukan sekarang.

Bahkan jika memang belum siap...

Atau sobat akan kalah duluan.

Akan tergantikan oleh orang lain yang lebih dulu melakukan...

Dunia berubah lebih cepat.

Persaingan ada di mana-mana lebih banyak.

Permintaan konsumen semakin tinggi.

Tren lama diganti dengan tren yang baru.

Keinginan yang sekarang akan menjadi kebutuhan primer di masa depan.

Target pasar/audiens/konsumen yang cocok semakin sulit dicari.

Dan semua ini tak pernah bisa diprediksikan.

Tak pernah...

Sobat bisa saja tiba-tiba kehilangan modal.

Sobat bisa saja tiba-tiba tak bisa kuliah.

Sobat bisa saja tiba-tiba putus kuliah.

Sobat bisa saja tiba-tiba gagal menikah.

Sobat bisa saja tiba-tiba masuk rumah sakit.

Sobat bisa saja tiba-tiba mendapati kabar bahwa orang tua masuk rumah sakit.

Sobat bisa saja tiba-tiba mendapati kabar bahwa ayah di-PHK.

Sobat bisa saja tiba-tiba diputusi pacar.

Sobat bisa saja tiba-tiba gagal total dalam semua rencana hidup...

Sederhananya karena masa depan tak bisa diprediksi.

Sederhananya karena hidup memang penuh dengan ketidakpastian...

Jadi, tunggu apalagi?

Post has attachment
Mitos writer's block

Seorang penulis yang sudah mastah pernah bilang soal writer’s block.

Semua orang kini juga berkata-kata soal writer’s block.

Writer’s block adalah suatu kondisi di mana seorang penulis tak lagi memiliki ide untuk menulis.

Ini mitos sebenarnya...

Writer’s block ada karena hidup si penulis datar-datar saja.

Writer’s block ada karena si penulis hidup dalam rasa nyaman di dalam kamarnya.

Writer’s block ada karena pikiran si penulis yang tak berani berpikir lebih liar.

Yang hanya senang dengan ide yang dogmatis dan menolak perubahan.

Writer’s block membuktikan bahwa pikiran kita lebih suka untuk tidak menerima hal-hal baru dan pemikiran baru.

Writer’s block membuktikan bahwa pikiran kita intoleran terhadap sudut pandang yang seksi dan ekstrem.

Juga terhadap topik yang unik dan berbeda dan langka.

Writer’s block itu 100% bullshit.

Writer’s block itu 100% hanya exist di dalam kepala.

Dan tak pernah nyata.

Nyatanya di dunia ini ada lebih dari 7 miliar manusia.

Dengan budaya, bahasa, juga pengalaman hidup yang beragam.

Nyatanya di dunia ini tak sesempit pikiran orang-orang dogmatis.

Dan justru lebih luas dan tak dapat ditebak.

Nyatanya di dunia ini punya miliaran hal untuk diambil sebagai ide.

Ide untuk menulis.

Ide untuk membuat film.

Atau ide untuk menciptakan karya apa pun.

Itulah alasannya open-minded sangat dibutuhkan.

Itulah alasannya sudut pandang yang seksi membuat karya terasa tak membosankan.

Itulah alasannya hidup yang tak pasti dapat terus menciptakan karya tanpa kehabisan ide.

Lagi dan lagi, writer’s block itu mitos.

Satu hal yang membuat writer’s block jadi nyata adalah pikiran (dan hidup) sempit kita sendiri...

Post has attachment
Itu semua opsional...

Punya pacar sekarang atau jomblo dulu itu opsional.

Harus gajian sekarang atau nanti juga opsional. (*freelancing)

Makan harus enak-enak juga opsional.

Magang di sana juga opsional.

Masuk jurusan yang tepat juga opsional.

Harus kuliah juga opsional.

Bekerja di tempat yang tepat juga opsional.

Pilihan-pilihan dalam hidup sejatinya hanya opsional.

Sederhananya semua soal kebebasan...

Soal freedom.

Bahagia yang sejati itu soal freedom.

Tak ada kewajiban di sini.

Semua pilihan itu opsional.

Mau ya ambil.

Nggak ya jangan.

Terserah...

Post has attachment
Cara mendapat banyak ide yang brilian...

Ide datang dengan menjalani hidup yang nyata.

Dan bukan dengan menghabiskan waktu di BBM. Instagram. Atau Facebook.

#Ide  datang dengan membaca tulisan/buku dengan banyak hal baru.

Dengan banyak persepsi dan sudut pandang yang baru.

Ide datang dengan mengonsumsi karya yang autentik.

Yang unik dan berbeda.

Ide datang dengan berhenti mengonsumsi karya sampah.

Seperti sinetron dengan episode yang tak akan berakhir.

Atau vlog yang rutinitasnya dapat dilakukan semua orang.

Ide datang dengan berhenti mengonsumsi karya orang lain.

Dan mulai membuat karya sendiri.

Ide datang dengan melihat pengalaman nyata orang lain.

Yang tak mungkin bisa dilakukan semua orang.

Ide datang dengan berhenti mengagumi dan mengidolakan orang lain.

Dan mulai mengagumi langkah kaki diri sendiri.

Ide datang dengan berhenti mengikuti (dan percaya) apa kata mayoritas.

Dan mulai memikirkan cara yang tepat untuk diri kita sendiri.

Ide datang dengan bereksperimen hal-hal yang masih menjadi misteri.

Ide datang dengan menerjunkan diri ke dalam hal-hal baru.

Ide datang dengan memikirkan segala hal.

Dengan sudut pandang yang baru.

Ide datang dengan berhenti berpikir sempit dan dogmatis.

Ide datang dengan berhenti mengikuti langkah mayoritas.

Ide datang dengan berhenti mengonsumsi karya-karya sampah.

Ide datang dengan berhenti bercita-cita dan mengagumi.

Juga dengan berhenti menjalani hidup virtual yang delusif tanpa henti...

Ini yang tak pernah orang ketahui tentang ide..

Ide muncul ketika kita tak memaksa ide untuk muncul.

Ide muncul dari perbincangan hangat dengan orang asing.

Ide muncul dari rencana yang gagal. Dari salah jurusan. Atau dari salah pekerjaan.

Ide muncul dari jalan hidup yang tak pasti dan tak terjamin.

Dari hidup yang naik-turun seperti roller coaster.

Dari pengalaman hidup yang direfleksikan. Yang terus dipertanyakan.

Juga dari pengalaman hidup orang lain...

Ide pada akhirnya muncul dari kenyataan di sekitar kita.

Juga dari kenyataan tentang diri kita.

Dan bukan dari mimpi di siang bolong...

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded