Profile cover photo
Profile photo
Abu Ruqoyyah
18 followers
18 followers
About
Posts

Pena (Al-Qalam):2 - berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Add a comment...

Post has attachment
WAJIBKAH ISTERI MELAYANI KEBUTUHAN DHAHIR SUAMI,.? (MENCUCIKAN BAJU, MASAK DLL)

Pertanyaan :

Menurut syariat, apakah sebenarnya seorang isteri wajib untuk melayani kebutuhan dhahir suami dirumah, seperti membuatkan makanan, mencucikan pakaiannya, dan menyeterikakannya, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya,.? Bolehkah ia meminta kepada suami untuk di carikan pembantu yang akan melayani kebutuhannya sehari-hari sebagai gantinya,.?

Jawab :

Dalam kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah (19/44) di sebutkan ;

لا خلاف بين الفقهاء في أن الزوجة يجوز لها أن تخدم زوجها في البيت ، سواء أكانت ممن تخدم نفسها أو ممن لا تخدم نفسها

“Tidak ada perselisihan di kalangan ahli fiqih tentang kebolehan seorang isteri membantu suaminya dalam urusan rumah tangga, baik si isteri termasuk wanita yang terbiasa melayani dirinya sendiri atau bukan,..”

Hanya saja mengenai hukumnya, apakah wajib atau tidak maka dalam hal ini setidaknya ada tiga pendapat dari para ulama. Pendapat pertama seorang isteri tidak wajib melayani kebutuhan dhahir suami, ini adalah pendapat dari jumhur (mayoritas) ulama, Syafi’iyah, Hanabilah dan sebagian Malikiyah. Pendapat kedua seorang isteri wajib melayani kebutuhan dhahir suaminya di rumah, ini menjadi pendapat Hanafiyah. Pendapat ketiga seorang isteri wajib melayani suami sebagaimana kebiasaan masyarakat setempat, jika kebiasaan yang ada di masyarakat seorang isteri melayani semua kebutuhan dhahir suami maka hukumnya wajib bagi isteri, namun jika kebiasaan yang ada di masyarakat isteri tidak melayani kebutuhan dhahir suami maka tidak wajib pula atasnya. Maka kewajibannya hanya sebatas kebiasaan yang umum yang berlaku di masyarakatnya. Ini adalah pendapat dari mayoritas Malikiyah, Abu Tsaur, Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Ishaq Al Jauzajani.

selengkapnya ; http://aburuqoyyah.com/2015/04/wajibkah-isteri-melayani-kebutuhan-dhahir-suami/
Add a comment...

Post has attachment
YAKIN DAN TAWAKAL

“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat ‘Al Ahzab’, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukanAl.” (QS : Ahzab : 22)

‘Al Ahzab’ adalah berbagai kelompok dari berbagai macam suku yang berbeda yang berkumpul dan bersepakat untuk memerangi Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wa Sallam . Terkumpul sekitar sepuluh (10) ribu tentara dari kalangan kafir Quraisy dan kabilah lain mengepung kota Madinah. Tujuan mereka satu, yaitu untuk membunuh Nabi Shalallohu ‘alaihi wa Sallam.

Pada peperangan ini terjadi satu peristiwa besar yang menggoncangkan jiwa-jiwa para sahabat Nabi, yaitu adanya krisis ‘keyakinan’ akan datangnya pertolongan Alloh Azza wa Jalla. Alloh menggambarkan sebagaimana dalam firmanNya ;

وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا

“..ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka.” (QS : Al Ahzab : 10)

Oleh karena saking takutnya mereka melihat keadaan pada saat itu maka mereka {“menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka”}. Pada saat itulah orang-orang Mukmin hati mereka di uji oleh Alloh Ta’ala, Alloh berfirman ;

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا

“Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.” (QS : Al Ahzab : 11)

Dalam menghadapi ujian ini terbagilah kaum Mukminin menjadi dua golongan sebagaimana di kabarkan oleh Alloh Ta’ala.

Selengkapnya : http://aburuqoyyah.com/2015/03/yakin-dan-tawakal/
Add a comment...

Post has attachment
Shalat Wajib Di Belakang Orang Yang Melakukan Shalat Sunnah, Bolehkah,..??!

Pembahasan kita kali ini seputar shalat wajib di kerjakan seseorang di belakang imam yang mengerjakan shalat sunnah. Sebagai contoh, orang yang mengerjakan shalat dhuhur ber-imam kepada orang yang mengerjakan shalat sunnah rawatib, atau orang yang mengerjakan shalat isya’ ber-imam kepada orang yang mengerjakan shalat sunnah rawatib dan yang lainnya. Hal tesebut bisa saja terjadi apabila seseorang terlambat tiba di Masjid, kemudian ia mendapati ada orang yang sedang melaksanakan shalat, yang tentunya orang yang terlambat tadi tidak mengetahui ia sedang melakukan shalat wajib ataukah sunnah. Kemudian ia ber-imam kepada orang yang sedang mengerjakan shalat tadi, dan tatkala selesai baru ia mengetahui bahwa dirinya telah ber-imam kepada orang yang mengerjakan shalat sunnah, sementara ia sendiri mengerjakan shalat wajib. Bagaimanakah hukum dari peristiwa tadi, sah-kah shalat yang di kerjakannya,.?? Pembahasan berikut semoga bermanfaat,.

http://aburuqoyyah.com/2015/03/shalat-sunnah-di-belakang-orang-yang-shalat-wajib-atau-sebaliknya-bolehkah/
Add a comment...

Post has attachment
HUKUM VAKSIN MININGITIS UMROH DAN HAJI YANG MENGANDUNG GELATIN BABI

Pertanyaan ;

Apa hukum menggunakan vaksin Miningitis yang mengandung gelatin babi,.? Sebagaimana kita ketahui bahwa bagi jamaah haji dan umroh di wajibkan untuk vaksin miningitis.

Jawab :

Sebelum kita masuk pada bahasan ini hendaknya kita ketahui bahwa para ulama sepakat tentang organ babi termasuk juga kulitnya adalah najis, dan tidak tidak suci dengan di samak (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah jilid 20 halaman 34). Bila seluruh organ babi najis maka pengunaanya dalam bentuk apapun juga najis. Namun bila salah satu dari organ babi tersebut berubah menjadi zat lain karena proses kimiawi apakah hukumnya juga haram,.? Ini juga akan memberikan jawaban kepada kita dari pertanyaan di atas.

http://aburuqoyyah.com/2015/03/hukum-vaksin-miningitis-umroh-yang-mengandung-gelatin-babi/
Add a comment...

Post has attachment
Ayat "Orang Munafiq"

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Alloh dan Hari Akhir,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Alloh dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Alloh penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” (QS : Al Baqarah : 8-14)

Ibnul Jauzi menerangkan bahwa ada dua pendapat mengenai kepada siapakah ayat ini turun. Pertama ayat ini turun kepada orang-orang munafiq dari kalangan ummat Muhammad Shalallohu ‘alaihi wa Sallam. Ini sebagaimana di sebutkan oleh As Sudiy dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas. Sebagaimana pula di katakan oleh Abul ‘Aliyah, Qatadah dan Ibnu Zaid. Kedua ayat ini turun kepada orang-orang munafiq dari kalangan ahli kitab. Sebagaimana di riwayatkan oleh Abu Shalih dari Ibnu Abbas. [Zaadul Masiir Ibnul Jauzi (1/16) Maktabah Syamilah]

Selengkapnya ; http://aburuqoyyah.com/2015/03/ayat-orang-munafiq/
Add a comment...

Adakah kafarah (denda/tebusan) bagi orang yang melanggar sumpahnya, atau melakukan sumpah palsu.? Jika ada apa sajakah bentuknya,.?

Jawab :

Yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah bahwa melanggar sumpah atau melakukan sumpah palsu adalah sebuah dosa besar, ini tersirat dalam sabda Nabi Shalallohu ‘alaihi wa Sallam :

اَلْكَبَائِرُ اْلإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَالْيَمِيْنُ الْغَمُوْسُ

“Termasuk dosa besar diantaranya mensekutukan Alloh, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa (yang diharamkan tanpa hak) dan sumpah palsu”. (HR Bukhari 6298)

Dan dosa besar tidaklah bisa terhapuskan dengan amalan-amalan shalat lima waktu, puasa ramadhan, haji, umrah dan lainnya. Ia hanyalah bisa terhapuskan dengan taubat nasuha.

Adapun tentang kafarahnya maka ini telah di jelaskan oleh Alloh Ta’ala dalam firmanNya ;

selengkapnya : http://aburuqoyyah.com/2015/03/kafarah-sumpah-yang-di-langgar/
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Masuk Neraka Karena Seekor Lalat

Oleh : Abu Ruqoyyah Setyo Susilo

فعن طارق بن شهاب عن سلمان الفارسي رضي الله عنه أنه قال: “دَخَلَ رَجُلٌ الْجَنَّةَ فِي ذُبَابٍ، وَدَخَلَ رَجُلٌ النَّارَ فِي ذُبَابٍ”. قَالُوا: وَكَيْفَ ذَلِكَ؟ قَالَ: “مَرَّ رَجُلانِ عَلَى قَوْمٍ لَهُمْ صَنَمٌ، لا يَجُوزُهُ أَحَدٌ حَتَّى يُقَرِّبَ لَهُ شَيْئًا، فَقَالُوا لأَحَدِهِمَا: قَرِّبْ، قَالَ: لَيْسَ عِنْدِي شَيْءٌ، قَالُوا: قَرِّبْ وَلَوْ ذُبَابًا، فَقَرَّبَ ذُبَابًا، قَالَ: فَخَلَّوْا سَبِيلَهُ، قَالَ: فَدَخَلَ النَّارَ، وَقَالُوا لِلآخَرِ: قَرِّبْ وَلَوْ ذُبَابًا، قَالَ: مَا كُنْتُ لأُقَرِّبَ لأَحَدٍ شَيْئًا دُونَ اللَّهِ، قَالَ: فَضَرَبُوا عُنُقَهُ، قَالَ: فَدَخَلَ الْجَنَّةَ”

“Dari Thariq bin Syihab dari Salman Al Farisi Semoga Alloh meridhai beliau bahwa beliau berkata ; Ada seorang laki-laki masuk Surga karena lalat, dan ada seorang laki-laki masuk Neraka karena lalat. Para sahabat bertanya ; Bagaimana bisa demikian itu,.? Beliau lalu menjelaskan ; Dahulu ada dua orang melintasi satu kaum penyembah berhala, tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali mempersembahkan sesuatu kepada berhala tersebut. Maka penduduk kaum itu mengatakan kepada salah seorang diantara keduanya ; Persembahkan sesuatu (untuk berhala kami),.!. Ia lalu menjawab ; Aku tidak mempunyai apapun untuk di persembahkan. Mereka kembali berkata ; Persembahkan meskipun hanya dengan seekor lalat. Lalu laki-laki itu mempersembahkan (menyembelih) seekor lalat untuk berhala itu. Penduduk kaum tersebut lantas berkata ; Biarkanlah ia lewat. Beliau mengatakan : Maka ia lalu masuk Neraka. Mereka lalu mengatakan kepada yang satunya ; Persembahkan sesuatu (untuk berhala kami), meskipun hanya seekor lalat.! Ia menjawab ; Aku tidak akan mempersembahkan (menyembelih) untuk seorangpun selain untuk Alloh. Beliau berkata ; “Mereka lantas memenggal kepalanya, maka ia lalu masuk Surga”

Hadits di atas di riwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (6/473) no. 33038, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (5/485) no. 7343, Imam Ahmad dalam Az Zuhd (1/15), juga dalam Hilyatul Auliya (1/203).

Selengkapnya di sini : http://aburuqoyyah.com/2015/03/hadits-masuk-neraka-karena-seekor-lalat/
Add a comment...

Post has attachment
Benarkah Ka`bah merupakan pusat bumi,..?

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ * فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS : Al Imran : 96-97)

Ka’bah merupakan tempat yang di muliakan, setiap Mukmin tentu memiliki kerinduan untuk mengunjunginya. Alloh menjadikannya sebagai kiblat bagi setiap Mukmin dalam shalat mereka. Setiap tahun jutaan umat Muslim mengunjunginya dalam rangka menunaikan ibadah haji.

Mengenai sebab turunnya surat Al Imran ayat ke 96 di atas Ibnul Jauzi menyatakan ; “Firman Alloh Ta’ala {“ Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadat) manusia”} Mujahid mengatakan ; “Kaum Muslimin serta orang-orang Yahudi saling membanggakan diri, orang Yahudi mengatakan ; Baitul Maqdis lebih utama dari pada Ka’bah. Dan kaum Muslimin mengatakan : Ka’bah lebih utama.” Lantas turun ayat ini

Baca selengkapnya di : http://aburuqoyyah.com/2015/03/kabah-al-musyarrafah/
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded