Profile cover photo
Profile photo
Lentera Dunia
1 follower
1 follower
About
Communities and Collections
Posts

Pakaian Pesta Perjamuan Kawin Bag. 2 (Matius 22:1 – 13)

Pakaian adalah bahan anyaman/tenunan yang di pakai untuk menutupi tubuh, pada umumnya pakaian terbuat dari wool, linen/katun, atau polyester. Pakaian adalah salah satu kebutuhan pokok manusia selain pangan dan tempat tinggal (rumah). Seiring dengan perkembangan zaman, pakaian tidak hanya untuk menutupi tubuh dari cuaca dingin dan panas tetapi sudah menjadi suatu mode, dan juga simbol spiritual, status, jabatan, atau kedudukan seseorang yang memakainya. Pada saat ini pakaian pun digunakan sesuai dengan aktivitas yang di lakukan seperti: pakaian olah raga, pakaian militer, perawat dan pakaian pesta.

Pakaian yang kita pakai dapat menunujukkan (cermin) kepribadian kita sebagai si pemakai, suatu kutipan mengatakan: “Rasa atau selera berpakaian Anda mencerminkan kepribadian atau karakter, mood, gaya dan siapa sebenarnya Anda sebagai individu” (MSG).

Pada zaman ini (tidak seluruhnya), pakaian untuk menghadiri acara pesta perkawinan biasanya didasari pada kartu undangan, dimana pada undangan tersebut terdapat catatan yang menyatakan bahwa para undangan yang hadir, hendaknya memakai pakaian sesuai dengan keterangan yang terterah pada undangan tersebut, yang dikenal dengan istilah “dress code.” Dengan mengikuti anjuran pada kartu undangan tersebut, itu merupakan suatu bentuk pernyataan penghormatan kepada yang mengundang.

Perumpamaan perihal kerajaan sorga, Yesus menjelaskan bahwa setelah semua undangan pesta perjamuan kawin memenuhi ruangan itu, maka: “raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.” Matius 22:11 – 12.

Yang menarik dalam ayat ini adalah sang raja mendapatkan seorang yang tidak memakai pakaian pesta, sedangkan perumpamaan ini menceriterakan perihal kerajaan sorga. Menjadi pertanyaan adalah apakah orang ini dapat menyelinap masuk ke dalam surga (sudah di surga) atau masuk pesta perkawinan tanpa mengenakan pakaian pesta, yang merupakan prasyarat utama bagi seseorang yang menerima undangan pesta perkawinan? Lalu sang raja bertanya tetapi ia diam saja?

Pakaian dalam istila Alkitab memiliki makna spiritual, yang merujuk kepada perbuatan atau perilaku (karakter) seseorang dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dikatakan oleh ayat berikut ini: “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin” (Yesaya 64:6). Ayat ini menjelaskan bahwa semua perbuatan-perbuatan yang baik sakalipun yang kita lakukan itu bagaikan kain kotor, artinya tidak ada sesuatu dari apa yang kita lakukan yang patut kita banggakan dan melayakkan kita dihadapan Allah, karena semua perbuatan yang dilakukan bersumber dari tabiat atau karakter yang tercemar oleh dosa, Pemazmur berkata: "karena dalam kesalahan kita diperanakan, dalam dosa kita dikandung" (Mazmur 51:7).

Pena inspirasi menuliskan: “Setan telah mengklaim bahwa tidak mungkin manusia mematuhi perintah-perintah (karakter) Allah; dan dengan kekuatan kita sendiri memang benar bahwa kita tidak dapat mematuhinya” (Christ’s Object Lessons 314.4), seperti yang dilakukan setan terhadap Yosua sebagai lambang atau representasi dari umat Tuhan (Zakharia 3:1). Dengan demikian bagaimana agar kita dapat layak untuk memiliki pakaian pesta pernikahan murni, dan bersih tanpa noda yang melayakkan kita pada pesta perjamuan kawin tersebut (masuk sorga).
Pakaian pesta pernikahan itu “adalah kebenaran Kristus, karakter-Nya yang tidak bercacat, hanya melaui iman diperhitungkan kepada semua orang yang menerima Dia sebagai Juruslamat pribadi mereka” (COL. 310.3). Dengan ber-iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruslamat kita, maka kita akan “Dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)” Wahyu 19:8. Jadi pakaian pesta pernikahan itu adalah anugerah atau dikaruniakan kepada kita, melalui iman percaya kepada Yesus Kristus yang memampukan kita untuk menghidupkan suatu tabiat atau karakter (hukum-Nya) Kristus dalam pribadi kita. Pakaian pesta ini adalah lambang dari tabiat atau karakter Yesus yang harus dimiliki oleh setiap orang yang menerima undangan agar mereka pas atau cocok untuk masuk dalam pesta perjamuan kawin atau Kerajaan Sorga (Zakharia 3:4).
Orang yang ber-iman dalam Yesus Kristus akan menghargainya dengan memakai pakaian yang di sediakan oleh sang raja, artinya iman yang kita miliki akan nampak dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam tingka-laku, tutur-kata, atau perbuatan, sehingga terjadi metamorfosis tabiat Yesus Kristus dalam kehidupan kita menjadi nyata, dengan demikian dapatlah kita berkata: “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2:20).

Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan sang raja mendapati tamu yang tidak berpakaian pesta (pakaian kebenaran). Yang pasti bahwa kita semua di undang untuk pesta perjamuan kawin itu, tetapi untuk dapat masuk ke acara itu kita harus memiliki pakain khusus yang disebut dengan “Pakaian Pesta Perkawinan” yang tidak lain adalah jubah putih yaitu kebenaran Yesus Kristus. Di hadapan Allah tidak ada sesuatu perbuatan apa pun yang dapat di sembunyikan oleh manusia, dihadapan-Nya semuanya terbuka, tidak ada yang dapat ditutup-tutupi. Itulah yang dilakukan oleh raja saat dia menemui para undangan pada pesta perkawinan anaknya, ia mengamati (memeriksa) setiap para undangan apakah mereka memakai pakaian yang layak atau tidak? Dengan kata lain, apakah orang ini mewakili kita semua yang akan diperiksa/diadili pada saat kita berada di surga? sebagaimana kebanyakan orang mengetahuinya! Apa yang Alkitab katakan tentang pemeriksaan atau pengadilan?

Alkitab mengajarkan bahwa proses peradilan itu berlansung di Surga, dan kita yang diadili terlebih dahulu adalah orang yang mengaku umat Tuhan (Kristen/memiliki undangan) yang masih tinggal di dunia ini, sambil menanti kedatangan kedua kali, sebagaimana ayat berikut ini katakan: “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi…..” (1 Petrus 4:17). Ayat ini memiliki kesejajaran dengan Yehezkiel (9:6) dimana penghakiman dimulai dari “tempat kudus” (Bait Suci) atau Gereja zaman ini, yang memiliki pekabaran Injil keselamatan, tetapi umatnya, apakah didapati oleh-Nya mereka memakai pakaian kebenaran Yesus Kristus.
Jadi orang yang tidak berpakaian pesta adalah orang-orang yang memiliki undangan (mengaku Kristen), bahkan orang yang membantu membangikan undangan (Injil keselamatan) kepada orang lain, mereka membantu pekerjaan Tuhan, melakukan penginjilan, mengorbankan harta benda, dan waktu, tetapi dia tidak menghargainya dengan datang memakai pakaian pesta yang disediakan oleh Sang Raja.

Orang itu mewakili orang-orang yang zaman ini, yang mengaku Kristen, yang merupakan suatu ungkapan atau pernyataan bahwa mereka adalah warga kerajaan surga, tetapi mereka tidak cocok atau pas untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Karena mereka tidak memakai pakaian pesta yang tidak lain dari tabiat atau karakter Yesus Kristus dalam pribadi mereka. Mereka merasa bahwa mereka tidak membutuhkan kebenaran Yesus Kristus secara pribadi, mereka merasa benar dihadapan Allah, mereka banyak melakukan perbuatan baik terutama untuk pekerjaan Tuhan, mereka merasa Allah berhutang jasa atas perbuatan mereka dalam pelayanan penginjilan.

Dengan demikian mereka sendiri merasa cukup layak untuk masuk dalam Kerajaan Surga atas kemapuan mereka sendiri, tanpa perlu iman pada Yesus Kristus. Akan tetapi Alkitab mengatakan bahwa tidak semua orang yang berseru nama TUHAN .... TUHAN!, bernubuat dengan nama TUHAN, mengusir setan dengan nama TUHAN, melakukan mujizat dengan nama TUHAN, akan masuk dalam Kerajaan Surga .... namun Yesus berkata Aku tidak mengnal kamu. (Mtius 7:21 - 23), maka raja memerintahkan hamba-hamab-Nya untuk mengikat mereka, lalu dicampakkan kedalam kegelapan yang paling gelap (Matius 22:13).
sedangkan orang-orang yang menyambut undangan Injil Keselamatan itu, percaya kepada Yesus sebagai Juruslamat mereka, mengenakan pakaian pesta (Karakter Kristus), dan dengan Iman kepada-Nya mereka berseru: “Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak sorai di dalan Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.” (Yesaya 61:10).
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded