Profile cover photo
Profile photo
Neuroplastis Spiritual System (NEUROLISMTM)
1,771 followers -
Segala sesuatu itu akan mungkin, ketika kamu tidak pernah membunuhnya dalam pikiranmu..
Segala sesuatu itu akan mungkin, ketika kamu tidak pernah membunuhnya dalam pikiranmu..

1,771 followers
About
Posts

Post has attachment


Meditas mata ketiga (MK3) adalah tema utama di dalam kumpulan artikel dan tanya-jawab berikut, yang berasal dari periode awal Oktober 2011 sampai akhir April 2012. Enam bulan penuh. Tentu saja itu bukan satu-satunya topik, ada yg lain lagi, bermacam-macam hal yg menarik perhatian saya. Atau berusaha menarik perhatian saya. Oh (tarik-tarikan).

Kenapa saya menyodorkan meditasi mata ketiga sebagai alternatif? Jawab: karena selama ini hampir semua orang diajarkan untuk pegang dada atau cakra jantung, dengan salah kaprah yg keterlaluan, yaitu otaknya tidak dipakai untuk berpikir. Seolah-olah otak adalah Setan, dan perasaan adalah Tuhan. Ini salah kaprah yg sangat menyesatkan, dan banyak orang masih percaya itu. Oh (percaya mempercayai).

Meditasi mata ketiga mempunyai banyak manfaat. Selain secara implisit memindahkan pengertian kita dari perasaan ke pikiran, meditasi ini juga memunculkan intuisi. Intuisi artinya tahu sendiri tanpa melalui panca indra. Manfaat lainnya adalah tersambungnya kehidupan kita dengan Alam Semesta. Jadi, seperti ada yg menggerakkan segalanya sehingga apa yg kita niatkan bisa tiba-tiba muncul di depan mata. Oh (bahkan sebelum diucapkan)

Cara meditasi mata ketiga mudah saja, yaitu dengan menurunkan gelombang otak kita. Bukan dengan cara memperhatikan napas, melainkan dengan merasakan kesadaran kita berada di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran kita disana. Bisa juga dirasakan di tengah batok kepala. Atau, kalau mau cara paling cepat, dengan menggunakan bola mata kita. Mata menatap ke arah atas, lalu kelopak ditutup.

Posisi mata tetap mengarah ke atas. Dalam waktu satu atau dua menit saja, atau paling lama lima menit, anda akan sudah masuk gelombang otak Alpha, yaitu gelombang otak meditasi normal.

Kalau lebih lama lagi, gelombang otak anda akan turun terus memasuki gelombang otak Theta, yaitu meditasi mendalam. Bahkan bisa masuk gelombang otak Delta, yaitu gelombang otak tidur lelap. Tetapi anda tetap sadar, dan tetap meditasi. Itulah yg saya sebut gelombang otak kun fayakun, ketika anda bisa bilang amin kepada permintaan yg diajukan oleh orang lain. Orang lain yg berada di hadapan anda sudah ikut turun gelombang otaknya karena gelombang otak anda sendiri sudah berada di bawah sekali. Nah, karena penanya dan penjawab sudah sama-sama berada di gelombang otak rendah, maka apapun yg diminta, apabila memang sah, seperti penyembuhan sakit mental emosional, maka bisa dipenuhi oleh Alam Semesta. Penyembuhan sakit fisik secara spiritual juga dilakukan dalam gelombang otak rendah ini.

Saya berpendapat, kalau sebagian besar orang Indonesia sudah secara rutin bermeditasi / berdoa /berwirid/bernovena/berkontemplasi di gelombang otak Alpha ke bawah, maka kemajuan yg diharapkan tidak akan lama lagi akan segera tercapai. Selama ini kita salah kaprah, melakukan doa-doa di gelombang otak kerja fisik, yaitu gelombang otak Beta. Tentu saja doanya tidak manjur. Oh (mentes kemanjuran doa).

Untuk manjur, and in order that your jualan laris manis tanjung kimpul, then you may want to switch to meditasi MK3. Coba saja praktekkan. Bisa coba sendiri, instruksinya tersebar di ebook ini. Oh (antara merata dan tidak merata)

Ebook ini dipersembahkan kepada semua members Komunitas Spiritual Indonesia di facebook, di milis, dimana-mana. Special thanks to those who contributed, yaitu teman-teman yg telah berkorespondensi dengan saya, dan hasilnya dimasukkan dalam ebook ini.

Ebook ini pakai nama saya, tapi anda tahu penulisnya banyak. Ini ebook ke-9 (sembilan) yg keluar dari Komunitas Spiritual Indonesia. Suatu saat pasti akan diterbitkan. Oh (belum tahu kapan)

Post has attachment
Tarot adalah medium yang berbasis pada mite4. Mite adalah cerita-cerita yang berasal dari berbagai zaman dan muncul terus-menerus. Jika Anda mencermati, selalu ada kesamaan yang berulang pada sejumlah cerita. Putri Salju, Cinderella, Putri Tidur, dan sejumlah mite lain yang kita kenal. Di setiap mite tersebut selalu muncul hal-hal seperti: Putri, Pangeran, Lelaki Tua Bijaksana, Ratu, Raja, Kesatria, Penyihir Jahat, dan lain-lain yang terus bermunculan meskipun waktu dan tempat kemunculan mite tersebut berbeda. Apakah Anda akan mengatakan itu semua adalah kebetulan? Rasanya terlalu naif berpendapat seperti itu, karena jika dipikirkan benar-benar, akan tam pak bahwa itu “terlalu kebetulan” untuk dikatakan kebetulan.

Berarti apa? Ya! Di sini ada suatu pola tertentu. Mite memiliki jenis dan pola yang sama, baik mite yang ada dalam Kitab Suci maupun di luar Kitab Suci.
4Ada sejumlah definisi mengenai mite terutama membedakannya dengan folktale, legenda, dan dongeng;, tetapi dalam tulisan ini penulis mendefinisikan mite sebagai entitas yang hidup dalam alam bawah sadar kolektif manusia (collective unconscious). Manifes dalam dongeng, cerita rakyat, legenda, mimpi, dan bentuk-bentuk fantasi lain. Jadi, segala yang telah menjadi cerita komunal dan menginspirasi adalah mite, sehingga mite sebenarnya melingkupi pula folktale, legenda, dan dongeng, yang kesemuanya adalah derivat dari mite. Dan, penulis lebih menyukai menggunakan kata mite ketimbang mitos pada tulisan ini, meskipun dalam kamus dapat berarti sama dan dapat dipertukarkan. Karena kata mitos dalam budaya ucapan masyarakat Indonesia telah mengalami kemelencengan arti. Makan sambil duduk di depan pintu dikatakan mitos, padahal hal-hal seperti itu adalah belief.

Post has shared content
SPIRITUAL INDONESIA

Disini tempat berbagi tentang apa saja, baik itu berupa pengalaman pribadi, pemikiran maupun pergulatan batin.

Kebebasan berbicara adalah juga dasar dari kehidupan kemanusiaan kita. Diskriminasi dalam segala bentuknya adalah tabu. Pemaksaan kehendak adalah kekanak-kanakan dan tidak bermanfaat. Disini tempat untuk menjadi diri sendiri. Seutuhnya.

Sebagian besar content disini adalah tentang pengalaman, diskusi, presentasi, debat hingga obrolan ringan para pelaku spiritual. Hal-hal sederhana tentang hidup. Singkatnya, Spiritual Indonesia adalah tentang kultivasi spiritualitas manusia Indonesia yg tentu saja bermacam-ragam. Tidak ada benar atau salah, melainkan pilihan. Apa pilihan anda, silahkan tuliskan, dan jelaskan apabila ada yg bertanya. Namanya berbagi. Dan itulah missi dari group ini. Oh (tentang berbagi and not memaki)

Post has shared content


Ketika mata ketiga aktif, seharusnya anda tumbuh menjadi manusia yang cerdas. Memahami sesuatu itu apa adanya. Intuisi anda bekerja, sehingga mampu membedakan ilusi atau halusinasi. Bukan malah terjebak kedalam delusi akut.

Orang yang mata ketiga nya aktif, sejatinya tumbuh menjadi manusia yang rasional. Bukan malah terperosok ke dalam dunia yang hanya dijejali fantasi dan imajinasi liar yang adanya dalam fikiran anda yang tak terkendali.

Apakah mata ketiga itu? Apakah simbol itu? Dan bagaimanakah cara menginterpretasikan simbol yang muncul di kesadaran manusia hidup itu? Tiga pertanyaan mendasar itu akan dicoba dijawab dalam percakapan-percakapandi buku ini. Semua percakapan itu dilakukan antarabulan Maret 2007 sampai dengan Maret 2008 melalui Yahoo Messenger dan email. Yang ditanyakan, itulah yang dijawab. Bertanya juga apa adanya saja, dan dijawab apa adanya juga. Semua berjalan apa adanya, tanpa dibuat-buat, tanpa rekayasa.

Bagian pertama berisi tanya-jawab seputar pengertian simbol. Bagian kedua tentang interpretasi simbol yang muncul dalam mimpi. Bagian ketiga, simbol yang muncul dalam penglihatan. Prinsip-prinsip interpretasi selalu sama, baik simbol itu muncul dalam mimpi maupun penglihatan, dan itu bisa ditelusuri dengan mudah di dalam tanya-jawab yang ada. Bagian ketiga merupakan satu sampel bagaimana suatu tanya-jawab tentang mata ketiga, simbol, dan interpretasinya itu berjalan dalam real time. Ada 12 (dua belas) tanya-jawab antara Jacky Chen (mahasiswa di Jakarta, 20 tahun) dan saya. Dan pembaca akan bisa melihat bahwa Jacky sedikit demi sedikit akhirnya memahami tentang mata ketiga, apa hubungannya dengan kehidupan kita sebagai insan spiritual, dan bagaimana menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari secara apa adanya.

Mata ketiga memunculkan intuisi anda, di semua budaya seperti itu cara kerjanya. Yg beda cuma istilahnya. Mata ketiga disebut dengan berbagai nama. Begitu pula intuisi. Bahkan yg memakai juga punya seribu nama, palingtidak. Di Indonesia disebut manusia. Dalam bahasa Inggris men and women. Lelaki dan perempuan. Bukan tempel sesuatu di jidat, dan setelah itu bisa menerawang lewat bola kristal. Itu dukun masa lalu, sekarang jadi hiburan sirkus. Tidak serius. Kalau mau serius, cukup meditasi rutin biasa saja. Fokus di cakra mata ketiga anda, dan nikmati hidup. Intuisi anda akan muncul berurutan. Seperti acak, tapi sebenarnya urut.

Kalau memahami naskah secara berurutan, logis dan rasional namanya bukan intuisi. Tema pokok buku ini adalah tentang intuisi, yaitu bagaimana seseorang bisa langsung tahu dan mengerti walaupun tidak ada urutannya. Tiba-tiba tahu kenapa orang yg satu bisa bilang bahwa isinya begitu mudah dan cling! Mata ketiga atau intuisinya langsung terbuka. Merasa melihat dunia yg berbeda. Lebih cerah, bercahaya, tembus pandang bagai gelas-gelas kristal.Dan mengapa satu orang lainnya merasa melihat tembok belaka? Dimana-mana tembok, biarpun diikuti ke atas, ke bawah, pakai kaca pembesar, tetap merasa melihat tembok? Karena orang kedua ini intuisinya tidak berjalan, merasa harus menemukan kunci berdasarkan pengalaman mengurutkan fakta, yaitu data yg disodorkan satu persatu. Begitulah dua modus operandi umat manusia. Dan secara ngeyel dan guyon-guyon saya lemparkan satu demi satu kepingan solusinya. Dari jenis modus operandi yg intuitif. Sehingga mereka yg sudah siap bisa langsung memperolehnya. Terbuka intuisinya, bahkan tanpa perlu bersusah-payah memahami apa yg saya tuliskan. Cukup membaca dan nikmati saja. Dan langsung bisa muncul intuisinya.

Implisit di banyak percakapan berikut adalah konsep meditasi di cakra mata ketiga.

Cakra mata ketiga yg asli adalah kelenjar pineal, letaknya di tengah batok kepala anda. Kelenjar ini menghasilkan hormon melatonin yg menenangkan, makanya orang yg banyak meditasi pembawaannya tenang. Tubuh anda secara otomatis menghasilkan hormon melatonin ketika anda tidur di ruang yg gelap. Tapi hormon ini bisa juga dihasilkan melalui laku meditasi. Ketika anda meditasi di cakra mata ketiga, dalam ruang yg gelap atau remang-remang, maka hormon melatonin juga akan diproduksi. Anda akan menjadi tenang. Ada yg akan memperoleh penglihatan (atau halusinasi kalau pakai istilah psikologi), ada juga yg tidak. Penglihatan tidak terlalu penting karena tidak semua orang berbakat. Yg bisa dilakukan semua orang tanpa kecuali adalah meditasinya, yaitu fokus di cakra mata ketiga.

Instruksi tentang cara meditasi mata ketiga dari saya mudah saja, yaitu cukup duduk dengan punggung tegak. Bisa bersila, bisa di atas kursi. Yg penting punggung dan kepala tegak. Telapak tangan bisa diletakkan di atas paha. Lalu pandanglah ke atas dengan bola mata anda. Pandang dengan sudut 45 derajat. Napas biasa saja. Setelah itu anda bisa tutup mata anda perlahan-lahan, dengan posisi bola mata yg tetap memandang ke arah atas. Anda bisa tutup kelopak mata anda seluruhnya, bisa pula dibuka sedikit ujungnya. Diam saja, rasakan kesadaran anda yg berada di titik antara kedua alis mata. Anda sudah masuk ke gelombang otak Alpha, yaitu gelombang otak pertama menuju tingkat meditasi mendalam. Kalau anda teruskan meditasinya, anda akan bisa masuk ke gelombang otak Theta, dan bahkan Delta, yaitu gelombang otak tidur lelap. Gelombang otak yg rendah sekali, tetapi anda tetap sadar. Sadar bahwa anda sadar. Itulah meditasi mata ketiga, mudah sekali. Kalau dipraktekkan secara rutin tiap hari akan memunculkan kemampuan intuitif anda. Intuisi anda akan muncul dengan sendirinya.

Banyak istilah dalam bahasa Inggris yg tidak saya terjemahkan. Lebih mudah bagi saya menulis dalam istilah aslinya. Dan saya percaya, akan lebih mudah juga bagi pembaca apabila saya pakai bahasa Inggris sekali-sekali. Bukan sok berbahasa asing, melainkan seperti itulah cara saya bicara. Bicara saya menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari yg dicampur dengan bahasa Inggris, dan teman-teman bisa mengerti. Mengerti dan mungkin juga suka, makanya saya teruskan. Cara saya menulis adalah mengikuti apa yg muncul di dalam kepala saya, secara spontan saya tuliskan. Kalau yg munculdalam bahasa Inggris, saya tuliskan apa adanya. Makanya anda bisa menemukan awal kalimat dalam bahasa Inggris, dan lanjutannya dalam bahasa Indonesia. Mungkin bukan bahasa Indonesia yg baku, melainkan bahasa Jakarta, bahasa yg digunakan sehari-hari di Jakarta Barangkali gayanya dinilai ngeyel. Untuk menjadi waras kita harus ngeyel. Tanpa itu, kita susah jalan, karena begitu seriusnya mempertahankan khayalan. Khayalan spiritual banyak jenisnya di budaya kita; di khazanah cerita keluarga dekat, turun temurun. Dan dipandang serta ditangani dengan begitu seriusnya sehingga mau tidak mau kita harus ngeyel. Ngeyel artinya mempelesetkan apa yg dimaksud oleh orang yg berbicara. Ada kemungkinan, yg tidak ngeyel tetap tidak waras. Yg ngeyel ada kemungkinan bisa waras. Spiritualitas ngeyel, spiritualitas waras. Selamat membaca!

Post has shared content


Menurut pengalamanku, yang sering disebut sebagai “makhluk halus” oleh orang Indonesia sebenarnya cuma bagian dari psyche, bagian dari jiwa orang yang mengklaim itu. Terkadang bahkan bukan klaim dari orangnya, melainkan “mitos” yang dipegang secara turun-temurun. Jadi, secara kultural memang memiliki bentuk dan “energi”. Tetapi semua itu ada di dalam psyche atau jiwa anggota-anggota lingkungan budaya tempat belief system itu dipakai.

Apa yang disebut sebagai “malaikat pelindung” di satu subkultur (dalam hal ini, Katolik Jawa) bisa diartikan sebagai “jin” di subkultur lainnya (Jawa Islam), dan bisa berarti “leluhur” di subkultur yang lain lagi (Jawa Abangan). So what?

Yang penting adalah kesehatan jiwa itu, kan? Yang penting bisa berfungsi secara optimal dan bertransformasi sehingga menjadi orang-orang yang lebih manusiawi, dan bukan menjadi seperti anjing-anjing yang menggonggong dan kalau digebuk mengaku bercanda saja.

Energi adalah energi dan bukan makhluk halus. E = mc2. Hukum kekekalan energi. Energi bisa menjadi massa dan sebaliknya bila ada kecepatan. Sangat mudah. Di sisi yang lain, “makhluk halus” adalah hasil konstruksi sosial. Karena itu mesti dilihat dulu, yang ngomong “makhluk halus” itu background budayanya apa.

Kalau memberi konseling ke klien, mau tidak mau harus mengikuti cara penalarannya. Tujuannya agar klien bisa mencapai stabilitas baru dan tenang mengarungi proses transformasi menuju bentuk stabilitas kejiwaan yang lebih tinggi.

Aku pengikut Carl Jung. Archetypes, istilah yang dibuat oleh Jung, dan mungkin itu terminologi yang lebih pas. Makhluk-makhluk halus itu sering kali bisa diinterpretasikan sebagai archetypes yang hidup di dalam jiwa klien itu sendiri. Dan memang memiliki energi yang besar sekali, sehingga bisa mendorong proses transformasi. Jika ditangani dengan benar, itu bisa digunakan untuk membantu menemukan solusi bagi permasalahan hidup yang sedang dihadapi oleh klien itu.

Post has shared content


Menurut pengalamanku, yang sering disebut sebagai “makhluk halus” oleh orang Indonesia sebenarnya cuma bagian dari psyche, bagian dari jiwa orang yang mengklaim itu. Terkadang bahkan bukan klaim dari orangnya, melainkan “mitos” yang dipegang secara turun-temurun. Jadi, secara kultural memang memiliki bentuk dan “energi”. Tetapi semua itu ada di dalam psyche atau jiwa anggota-anggota lingkungan budaya tempat belief system itu dipakai.

Apa yang disebut sebagai “malaikat pelindung” di satu subkultur (dalam hal ini, Katolik Jawa) bisa diartikan sebagai “jin” di subkultur lainnya (Jawa Islam), dan bisa berarti “leluhur” di subkultur yang lain lagi (Jawa Abangan). So what?

Yang penting adalah kesehatan jiwa itu, kan? Yang penting bisa berfungsi secara optimal dan bertransformasi sehingga menjadi orang-orang yang lebih manusiawi, dan bukan menjadi seperti anjing-anjing yang menggonggong dan kalau digebuk mengaku bercanda saja.

Energi adalah energi dan bukan makhluk halus. E = mc2. Hukum kekekalan energi. Energi bisa menjadi massa dan sebaliknya bila ada kecepatan. Sangat mudah. Di sisi yang lain, “makhluk halus” adalah hasil konstruksi sosial. Karena itu mesti dilihat dulu, yang ngomong “makhluk halus” itu background budayanya apa.

Kalau memberi konseling ke klien, mau tidak mau harus mengikuti cara penalarannya. Tujuannya agar klien bisa mencapai stabilitas baru dan tenang mengarungi proses transformasi menuju bentuk stabilitas kejiwaan yang lebih tinggi.

Aku pengikut Carl Jung. Archetypes, istilah yang dibuat oleh Jung, dan mungkin itu terminologi yang lebih pas. Makhluk-makhluk halus itu sering kali bisa diinterpretasikan sebagai archetypes yang hidup di dalam jiwa klien itu sendiri. Dan memang memiliki energi yang besar sekali, sehingga bisa mendorong proses transformasi. Jika ditangani dengan benar, itu bisa digunakan untuk membantu menemukan solusi bagi permasalahan hidup yang sedang dihadapi oleh klien itu.

Post has attachment
Saya belajar sendiri dengan susah payah untuk menurunkan gelombang otak. Nobody told me how to do it. Dan, harus saya akui, pertama-kali saya berhasil menemukan titik terang melalui tradisi Islam. Wirid, zikir, dengan tasbih panjang. Sekali duduk 500 X Al Fatihah, dulu saya bisa dalam waktu 45 menit saja.

Setengah modar untuk putar itu tasbih sambil tetap fokus agar amalan bisa diucapkan di dalam hati.

Akhirnya saya tahu rahasianya kaum Sufi, yaitu tetap fokus di satu titik. Doa cuma alat bantu agar kesadaran bisa tetap fokus di satu titik. Gelombang otak otomatis turun perlahan, tetapi fokus tetap tidak berubah. Tidak melayang dan kosong melompong seperti disalah-kaprahkan oleh banyak orang.

Fokus. Why? Karena kalau tidak fokus it is impossible to recite the ayat dengan begitu cepat. Cepat sekali, very fast. Kalau tidak fokus bisa amburadul. And itu bahaya. Bisa korslet. So, kalau tidak mau korslet, mau tidak mau kesadaran harus fokus di satu titik. Tapi saya saat itu belum tahu harus fokus di titik apa. Nobody told me how to do it.

Makanya saya eksperimen fokus di cakra paling tinggi which is cakra gerbang alam semesta, sampai akhirnya saya tahu bahwa lebih praktis untuk fokus di cakra mata ketiga saja. Cakra gerbang memang ada secara astral, tetapi kalau mau ada counterpart fisik, maka yg tertinggi adalah cakra mata ketiga, yg tidak lain adalah kelenjar pineal, kelenjar yg letaknya paling atas di tubuh manusia. Oh (latar belakang pemikiran)

Post has attachment
Mata ketiga atau mata batin bukan melulu tentang melihat hantu atau sejenisnya, melainkan kemampuan untuk melihat orang-orang apa adanya saja.

The answer is no. Kemampuan melihat yg aneh-aneh itu belum tentu juga benar. Ada kemungkinan benar apabila di-interpretasikan dengan pas. Tetapi interpretasi akan berbeda-beda tergantung dari belief system orangnya. Kalau orangnya klenik, maka interpretasinya akan ngawur kemana-mana. Kalau orangnya rasional seperti saya, maka interpretasinya akan lebih pas, karena saya bisa menghubungkan belief system orang dengan apa yg dirasanya dilihatnya. Teman anda melihat ada bentuk-bentukenergi di tubuh anda. Kemungkinan memang anda orangnya berbakat dari lahir, tetapi anda masih saja terpaku pada pengertian mata ketiga seperti dianut oleh umum. Pengertian mata ketiga sepertiitu termasuk pembodohan massal juga. Disebarkan oleh manusia yg tidak memiliki background akademik, sehingga pemaparannya terdengar penuh dengan takhayul. Apakah benar ada harimau putih menempel di tubuh anda, misalnya?

Post has attachment

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded