Profile cover photo
Profile photo
Arsip Muslim
1 follower
1 follower
About
Arsip's posts

Post has attachment
Malik bin Dinar bercerita:
كان لي جار يتعاطى الفواحش فأتى إلي الجيران يشكون منه فأحضرناه وقلنا له: إن الجيران يشكونك فسبيلك أن تخرج من المحلة فقال: أنا في منزلي لا أخرج قلنا: تبيع دارك! قال: لا أبيع ملكي قلنا: نشكوك إلى السلطان قال: أنا من أعوانه قلنا: ندعو الله عليك قال: الله أرحم بي منكم.
قال: فلما أمسينا قمت وصليت ودعوت عليه فهتف بي هاتف: لا تدع عليه فإنه من أولياء الله تعالى.
فجئت إلى باب داره ودققت الباب فخرج فظن أني جئت لأخرجه من المحلة فتكلم كالمعتذر.
فقلت: ما جئت لهذا ولكن رأيت كذا وكذا فوقع عليه البكاء وقال: إني تبت بعد ما كان هذا ثم خرج من البلد فلم أره بعد ذلك.
واتفق أني خرجت إلى الحج فرأيت في المسجد الحرام حلقة فتقدمت إليهم فرأيته مطروحا عليلا فلم ألبث أن قالوا مات الشاب رحمه الله.
Dulu saya punya tetangga seorang pemuda yang gemar bermaksiat dan melakukan perbuatan kotor. Lalu para tetangganya mendatangi saya dan mengadukan perilaku pemuda tersebut.
Kami panggil pemuda itu dan kami sampaikan, "Para tetanggamu mengadukanmu. Solusinya kamu harus pindah dari tempat ini."
Pemuda itu menjawab, "Saya di rumah saya sendiri. Saya tidak mau pindah."
Kami bertanya, "Apakah kamu bersedia menjual rumahmu?"
"Saya tidak mau menjual barang milik saya." Jawabnya.
"Kalau begitu kami akan melaporkanmu kepada pihak berwajib."
"Saya termasuk pegawai yang berwajib." Jawabnya.
"Kalau begitu kami akan berdoa kepada Allah supaya anda celaka." Ancam kami.
Dia menjawab, "Justru Dia lebih kasihan kepadaku daripada kasih kalian."
Ketika sore hari, saya berdiri shalat dan hampir mendoakan celaka untuknya. Tiba-tiba terdengar suara, "Jangan doakan celaka. Dia termasuk wali yang dicintai Allah."
Saya langsung bergegas mendatangi pintu rumahnya dan mengetuknya. Dia keluar dan mengira bahwa saya akan mengusirnya seperti waktu lalu.
Dia meminta maaf. Saya jawab, "Saya datang ke sini bukan untuk mengusirmu. Tapi baru saja saya melihat kejadian yang cukup aneh." Lalu saya ceritakan kejadian yang saya alami tadi.
Dia menangis lalu mengatakan, "Sungguh saya telah bertaubat setelah waktu itu."
Akhirnya pemuda itu pergi meninggalkan kampungnya. Saya pun tidak pernah lagi melihatnya setelah itu.
Hingga akhirnya pada suatu musim haji. Saat pergi haji, saya melihat di Masjidil Haram orang-orang berkerumun. Ternyata mereka mengelilingi pemuda tersebut. Saya melihatnya dalam keadaan tergeletak memprihatinkan. Tidak lama setelah itu orang-orang mengatakan bahwa pemuda itu telah meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya.
💡Pelajaran
✅1. Nasib setiap orang ditentukan pada akhir hayatnya. Jika akhirnya baik, ia akan beruntung. Begitu sebaliknya.
✅2. Kita tidak boleh memvonis orang lain dengan surga atau neraka selama ia masih hidup.
✅3. Pentingnya mengingatkan dan menasehati saudara kita yang bergelimang maksiat.
🌾🌾🌾🌾🌾
📚Sumber: "Kitab At Tawabin" (Kisah Orang-orang yang Bertaubat) karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy.
✏Diterjemah oleh: Abul Faruq Danang Kuncoro W (semoga Allah mengampuninya).

Post has attachment
Keturunan itu sebuah kehormatan bagi sang orang tua. Di negara manapun, budaya apapun, semua sama dalam memandang keturunan, ia merupakan sebuah kehormatan dan juga sekaligus kebanggaan. Dan semua orang tua pasti senang jika memiliki keturunan; buah hati belahan jantung penerus cerita pelanjut sejarah. 

Post has attachment

Post has attachment
Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Mungkin juga agak tergantung definisi dan konsepsi, kriteria dan model, niat dan implikasi, peranan dan tanggungjawab. Tapi narasi di bawah ini mencoba meloncat tanpa mendefinisikan terlebih dahulu. Kenapa? Karena banyak di antara kita yang juga cepat mengajukan jawaban atas pertanyaan di atas tanpa melakukan pendefinisian dan pengkonsepsian dulu

Post has attachment
Takdir ilmu, seringkali yang keras menolaknya justru yang paling memerlukannya. Misalnya mereka yang menolak perlunya belajar filsafat, justru ketika membuat pernyataan, definisi, premis, asumsi, metode, konteks, keaktualan, logika, bukti, kesimpulan, semuanya keropos dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Filsafat, minimal logika perlu untuk menjernihkan yang tidak jelas di pikiran, yang sayangnya mereka yang kepagian menolak untuk belajar mengenai hal ikhwal berpikir itu, suka sekali mengucapkan hal-hal yang sejak di pikiran tidak jelas dan runtut. Pelajaran pertama dari belajar filsafat adalah semacam kerendah-hatian: yang belum jelas ketika di pikiran, jangan diucapkan (apalagi diperjuangkan dalam perdebatan).

Post has attachment

Dalam bab hukum, dalam banyak kitab Ushul Fikih, para ulama merincikan bahwa hukum taklif Itu ada lima: wajib, mandub, muharram, makruh dan mubah.

Dan istilah bid'ah ternyata tidak termasuk dalam hukum yang lima. Sehingga menurut banyak ulama klasik maupun kontemporer bid'ah itu memerlukan status hukum.

Karenanya tidak heran jika banyak juga para ulama yang membagi bid'ah itu kedalam hukum yang lima itu, tergantung bid'ah itu bentuknya seperti apa.

Ada bid'ah yang wajib, ada yang mandub, ada yang haram, ada juga yang makruh, dan ada juga yang mubah.

Post has attachment

Post has attachment
Walaupun si non-muslim mendoakan kebinasaan, Nabi s.a.w. mengajari kita untuk jangan ikut-ikutan mengotori mulut dengan doa yang buruk.

Post has attachment

Assalamualaikum. .

Terimakasih telah menghubungi kami KPR tanpa riba. Mohon maaf jika selama ini kami belum sempat merespon telp, sms, wa atau email saudara. Hal itu dikarenakan jumlah peminat yang banyak mencapai ribuan.

Melalui pesan ini, kami hendak menyampaikan beberapa info berikut:

Nama Devloper: PT. Mitra Kurnia Persada
Nama Perumahan: Taman Ria Persada
Lokasi: Pasir Angin Cileungsi
Marketing office: Untuk program syariah saat ini belum dibuka, insya Allah launching bulan januari 2016
Jumlah unit: Tahap awal sekitar 150- 200 unit
Type: 30/60
DP: sekitar Rp. 5 juta
Cicilan: sekitar 1 juta/bulan selama 15 tahun

Post has attachment
Ending yang berapi-api dalam salah satu artikel berita di Majalah Mingguan "Forum Keadilan". Eka Tjipta Widjaya dan Sukanto Tanoto adalah taipan pemilik dua perusahaan raksasa yang tertuduh kuat sebagai dalang terbesar kontribusinya dalam memabukkan puluhan juta keluarga Indonesia di tengah asap. Anak-anak buah mereka bersikeras membantah dan menghindari tuduhan.

Pak Joko Widodo sudah menunjukkan sikap tegas kepada perusahaan penguasa hutan di Riau. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi penyambung lidah antara pemerintahan dan PT Sinar Mas Grup milik Eka Tjipta, menggugat 7 triliun rupiah atas musibah nasional ini. Pemerintah sudah geram dan direpotkan dengan ini. Alih-alih masyarakat awam. Kesalnya luar biasa.

Hanya memang karena bisa jadi mengkasuskan mereka para penjahat secara terang-terangan sama dengan bunuh diri bagi pemerintah kita, maka sampai sekarang, proses masih mengambang. Coba buka salah satu artikel di muslim.or.id yang membahas hadits hancurnya kaum jika giliran rakyat menengah atau kecil bersalah, maka segera ada eksekusi hukuman. Namun jika orang besar dan taipan bersalah walau membunuh dan menyakiti jutaan manusia, dingambangkan sampai jadi berita basi. Apa menunggu adzab dari Allah kesemua dari orang-orang yang 'ga enakan' dalam mengeksekusi penjahat karena nepotisme dan kepentingan duniawi yang terancam?

Diambil dari fb Hasan Al Jaizy
Wait while more posts are being loaded