Profile

Cover photo
seni musik klasik
12 followers|231,272 views
About
Story
Tagline
Menurut pemikiran saya yg hanya penikmat musik2 populer ( rock, heavy metal, blues, jazz, world music, dangdut, campursari, keroncong, dsb ) adalah “ slogan belaka ”bila banyak orang yang dengan mudahnya mengatakan bahwa musik adalah suatu bahasa bunyi yang universal, tanpa batas... Barangkali hal tersebut hanya berlaku bagi beberapa orang atau sebagian masyarakat tertentu yang sudah sangat ’mumpuni’, dalam hal ilmu tentang bunyi dan kaitannya dengan berbagai elemen budaya. Saya ambil contoh yg sederhana : Kakek saya yang asli orang pedesaan Jawa Tengah, merasa sebal ketika ikut mendengarkan musik Mozart yang sedang saya putar. “Musik kok begitu-begitu saja dari awal sampai akhir ,” katanya. Ternyata tidak semua orang jadi doyan / mampu mendengarkan musik klasik. Begitu juga ketika orang2 sekarang mendengarkan musik misalnya dari pedalaman Kalimantan atau Aceh, belum tentu bisa mencernanya. Untuk menghargai bisa saja, namun belum tentu bisa mengerti dan menikmatinya. Dari pemahaman tsb,saya menyimpulkan bahwa musik tidaklah universal, bagaimanapun musik mempunyai karakter, sifat dan historisnya sendiri yang sesuai dengan tempat dan waktunya. Mungkin wujud permukaan ”luar” nya terdengar berbeda, tapi ” inti ” spirit nya lah yang sama. Maka ”Universal ” itu hanya berlaku bagi siapapun yang sudah mampu menangkap ”inti spirit” nya. Saya dan kebanyakan orang awam hanya baru sampai pada level ”mendengar perbedaan” nya saja. Belum mampu memahami adanya ”persamaan dibalik perbedaan” tsb.