Profile cover photo
Profile photo
Mahra Lazuardi Harahap
54 followers -
Marga Harahap asal Sabah Tarutung (Sipirok) Kab. Tapanuli Selatan
Marga Harahap asal Sabah Tarutung (Sipirok) Kab. Tapanuli Selatan

54 followers
About
Mahra Lazuardi Harahap's posts

Post has attachment
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
Mahra Harahap
24 Photos - View album

Post has attachment
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
Mahra Harahap
7 Photos - View album

Post has attachment
Risalah Hati Dibalik Profesi Gadis Itu!

Ini adalah kisah nyata yang pernah aku alami. Sebut saja namaku " Rian" , aku berasal dari suku batak Tapanuli Selatan, Ok, kita langsung saja.

Sore itu! ketika aku bersama sahabatku, bernama Joko sedang asik-asik nongkrong, terlihat beberapa cewek, berprofesi sebagai SPG sebuah produk rokok datang menghampiriku, diantara mereka, sebutnya saja bernama Layla, diperkirakan usianya baru memasuki 20 Tahun, tepatnya pada hari Jumat(01/11) sekitar pukul 17.30 Wib, di salah satu rumah makan Pagar Ruyung yang terdapat di inti perkotaan Jalan Jendral Sudirman Kota Rantau Prapat Kab Labuhanbatu provinsi Sumatera Utara.

Setelah menghampiriku, gadis berkulit putih itu, tersenyum dengan menawarkan dua bungkus rokok yang dipegangnya, sambil berkata, " Beli dong bang, sebungkus Rp 9 ribu kok, ambil dua kan baru Rp 18 ribu, Pless dong bang....??, soalnya tinggal dua ni.", kata Layla, kepadaku. 

Pesona Layla, seperti magnet dalam diriku, dengan tingkah laku sedikit manja mencoba mengedipkan kedua bola matanya, terasa begitu indah, jiwaku pun terasa rapuh, ketika itu. Tapi, wajar saja, sebab pria dewasa yang normal terkadang sulit menolak ketika cucu Hawa berusaha tawarkan cerita hidup dalam profesinya, apalagi mengantongi kocek, menurutku.

Kemudian, aku pun menjawab pertanyaan Layla, " Ok! tapi aku hanya ambil satu bungkus ya! kataku. Dengan iseng aku pun berkata, boleh dong, minta nomor seluler HPnya, ternyata Layla, merespon dengan menjawab jangan nomor Hp, bang, gimana kalau nomor PIN, Layla saja, ujarnya.

" Tapi, jadikan beli dua bungkus rokoknya, soalnya ini tinggal dua, terakhir lagi, sekalian Layla pun mau pulang ni bang....??. Dengan paras cantiknya, Layla kembali merayu.

Akhirnya, rayuan Layla tak dapat kutolak, mungkin karena jiwaku yang penuh perasaan dikala itu. Entah apa, kok tiba-tiba perasaanku seperti itu, mungkin magnet Layla sangat dekat di hatiku. Apalagi ketika itu, dia mau memberikan nomor PIN bbnya kepadaku. Meskipun waktu pertemuan kami begitu singkat, bisa dibilang hanya berkisar 10 menit saja, setelah itu, Layla pun berlalu bersama temannya meninggalkan diriku," di rumah makan tersebut.

Sejak saat itu, perasaanku terasa seperti embun pagi, yang turun menetes dari bumi mencoba membasahii dedahan pepohonan diantara daun dan tanah, mungkin karena Layla. Kata hatiku.

Sehingga malam itu, timbul kegelisahan dalam diriku, akhirnya kucoba memberanikan diri menghubungi Layla melalui PIN yang diberikannya kepadaku. Walaupun harus menunggu balasan bbm dari Layla yang kutulis kepadanya. Namun aku tetap menunggu demi membangun persahabatan diantara kami.

" Ternyata perasaan itu, semangkin hari, semangkin dalam terhadap Layla, bahkan disaat malam tiba kedua mataku sulit untuk terpejam, sebab selalu teringat sikap dan senyum manisnya, tetap saja terlintas dalam imajinasiku, akan sosok gadis berparas cantik itu," Ya....dia,  Layla," dibenakku.

Namun waktu yang begitu singkat dalam pertemuan itu, seakan mimpi yang terjadi di depanku, " Ya walaupun hanya sesaat " tapi gadis itu seperti kenangan bagiku karena terasa begitu dekat padaku.

Dibalik senyum manisnya sebagai wanita yang mandiri, kini kusadar bahwa dia bukan milikku. Walaupun terkadang kutantang keraguan dalam diriku, " Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku". Namun itu, lagi-lagi hanya sebatas hanyalan dibenakku, walaupun aku tahu, dia tak mungkin kembali, seperti disaat pertama kali kulihat senyum manis dari bibirnya. *

Editor : Mahra Harahap
Photo

Membangun Labusel Wildan Diapit Dinamika Politis Bakal Ukir Sejarah

Catatan : Mahra Harahap

Kebijakkan! " memang menimbulkan kontraversial dalam kepemimpinan bukan berarti  UU dan peraturan tak ditegakkan, itulah " Wildan" semua hanya dinamika politik. Meski cibiran selalu diumbar kalangan politis lokal, terhadap putra terbaik Sungai Kanan sekaligus Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Labusel yang kini memangku jabatan sebagai Bupati defenitif tetap tersenyum.

Dengan massa jabatan tersisa tiga tahun kedepan, Wildan pun optimis bisa membawa perubahan berkelanjutan terhadap masyarakat, untuk bisa menikmati pembangunan daerah, baik dalam kesejateraan perekonomian hingga mendapat fasilitas umum yang layak di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

" Niat itu pun mengalir, ketika H Wildan Aswan Tanjung, SH MM dilantik menjadi bupati beserta wakilnya Drs H Maslin Pulungan, MM pada tanggal 2 Februari tahun 2011 dengan masa priode 2011-2016 oleh Gubernur Provinsi Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho.

Setelah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dimekarkan dari Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2008 pada tanggal 24 Juni 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, oleh Presiden RI yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui visi dan misi, Wildan selalu memprioritaskan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) dan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) melalui musrenbang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dibantu seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya.

Pencapaian Kinerja Wildan:

Selama tiga tahun berjalan menjabat bupati, Wildan telah membuka perubahan dalam membangun daerah di kelima Kecamatan yaitu Kecamatan Kotapinang, Sungai Kanan, Selangkitang, Kampung Rakyat dan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana umum seperti Infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan di wilayah daerah pun terpampang, dibuktikan dengan adanya pembangunan lebih kurang 65 infrastruktur jalan umum di pedesaan hingga perkotaan selama setahun.

Angka ratusan pembangunan infrastruktur pun ditembus pemerintahan Wildan bahkan jalan lingkar desa Asam Jawa menuju Simaninggir terbuka lebar sebagai jalur lintas alternatif kabupaten hingga pembangunan gedung kantor bupati direncanakan 2014 akan rampung.

Tak sampai disitu, infrastruktur jalan pun banyak yang telah diperbaiki sampai ke pengaspalan, diantaranya pembangunan jalan Kampung Rakyat menuju Tolan sepanjang 6 kilometer.

Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana infrastruktur jalan, Wildan pun kembali melakukan pembangunan perkantoran pemerintah sebanyak 9 gedung kantor diantaranya, gedung kantor dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi kini telah di tempati.

Bahkan, pembangunan perkantoran pemerintah, Wildan pun telah menyiapkan areal lahan seluas 16 hektar  yang akan menjadi aset pemerintah daerah terletak di Desa Sosopan Kecamatan Kotapinang.

Ditambah lagi, aspek fasilitas bangunan dibidang pendidikan seperti pembangunan rehabilitasi serta ruang gedung baru sekolah lebih kurang mencapai 500 ruang sekolah.

Hal ini dibuktikan Wildan selama 2 tahun memimpin. Diantaranya, pembangunan gedung SMA Negeri 2 Kampung Rakyat Kecamatan Kampung Rakyat.

Tak sampai disitu, fasilitas bidang pendidikan harus sejalan dengan bidang kesehatan, Wildan pun kembali melakukan gebrakkan membangun RSUD Kotapinang bertaraf kelas III untuk masyarakat dilengkapi dengan fasilitasnya, ditambah lagi pembangunan puskesmas dan postu kesehatan di lima Kecamatan Labusel.

Walaupun disatu sisi, Wildan tak pernah lupa untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat Labusel seperti pengurusan akta kelahiran, kartu keluarga (KK) dan kartu indititas yang dikenal (KTP-red) secara gratis melalui anggaran APBD daerah setiap tahunnya.

"Artinya kepemimpinan Wildan melalui organisasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mempunyai target hingga mencapai prestasi dalam realisasi Visi dan Misi kinerja demi membangun daerah tersebut.

" Memang strategi Wildan memimpin pemerintahan selalu cendrung bongkar pasang eselon II, III dan IV, bila dihitung pergantian eselon, mungkin mencapai 200 pejabat. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia (SDM) Aparatur yang sangat terbatas dalam menjalankan amanah yang diemban mereka.

" Itulah kepiawaian Wildan dalam memimpin jadi tak mau bermain-main dalam membangun daerah."

Walaupun Wildan selalu dianggap menimbulkan polemik diantara kalangan atas kebijakkanya. Itulah" gaya Wildan memimpin, keras, tegas, berwibawa dan bersih menunjang kepentingan masyarakat demi perubahan menuju perekonomian sejahtera dan madani kedepan.

Sehingga dengan kerja kerasnya Wildan Aswan Tanjung pun menerima piagam penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal (22/7) tahun 2013 di kota DI Jakarta, atas prestasinya yang dianggap berhasil melaksanakan program inovatif dalam upaya percepatan kepemilikan Akte kelahiran.   

Wildan dimata Masyarakat

Sosok Wildan dimata masyarakat lebih dikenal orang yang suka berteman dan berjiwa sosial. Tak heran kalau bahasa sering terdengar" Apakabarnya Dinda, Horas Tulang, Amang Boru dan Bere " selalu terlontar dari dalam dirinya disaat bertemu siapapun mereka, baik kalangan masyarakat maupun awak media yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Keramah tamahan Wildan juga diiringi dengan jiwa sosialnya yang begitu tinggi terhadap warga dengan reziki yang diperolehnya, beliau tak luput untuk bersedekah terhadap kaum dufa dan keluarga besar becak bermotor yang berada di inti perkotaan Kotapinang sesuai nilai agama , " Dibalik rezikiku terdapat reziki orang lain, wajib untuk dibagikan, itulah" Wildan Tanjung ".

Kebijakkan Wildan Diprotes :

Dengan kebijakkan yang keras dan berwibawa, Wildan pun mendapat protes dari kalangan politis lokal sehingga menimbulkan dinamika politik dengan berbagai reaksi seperti aksi unjuk rasa dari kalangan komunitas masyarakat Parpol.

Kemudian aksi unjuk rasa sempat memuncak terjadi bentrok pada tanggal 24/7/2013 yang lalu di halaman parkir gedung DPRD Labusel Jalinsum Kampung Bedage Kotapinang.
Diantara massa pun terjadi pro dan kontrak, ada yang tidak terima Wildan terkena teguran keras oleh DPRD Labusel yang sempat mengeluarkan hak Interfelasi dan hak Angket dalam menjalankan roda pemerintahan daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.   

Sejak Wildan menjabat bupati, telinga  masyarakat selalu memerah mendengar banyaknya aksi unjuk rasa bisa dibilang dari bulan April tahun 2011 sampai bulan Juni tahun 2013 telah terjadi 40 kali aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD dan Kantor Bupati jalan Prof A H Yamin Kotapinang walaupun kehendak itu bukan dari masyarakat luas Labusel.

Secara logika manusia bukanlah malaikat, sekalipun dia pemimpin yang amanah bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan. Karena mereka masih hidup di dunia selalu dikejar oleh dosa. Apalagi untuk membangun sebuah Kabupaten yang baru dimekarkan tak semudah membalikkan telapak tangan.

Diperlukan kerja keras, cerdas serta diringi doa dalam menjalankan roda pemerintahan daerah untuk mengelola anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang mencapai ratusan miliar tersebut.

Tetapi sejarah tetap sejarah yang tak bisa terlupakan dari ingatan siapa pun,  terlebih para generasi muda penerus bangsa masyarakat Labusel ke masa yang akan datang.

Bahwa H Wildan Aswan Tanjung, SH MM adalah Bupati defenitif yang pertama memimpin Kabupaten Labuhanbatu Selatan sehingga kepercayaan masyarakat masih berkibar terhadapnya " Lanjutkan ".*****


Titi Rambin Aek Tobang Labusel Dibangun menjadi Jembatan Kontruksi Baja

KOTAPINANG - Titi darurat sungai Aek Tobang di Dusun Aek Tobang Desa Hutagodang Kecamatan Sungai Kanan Labusel yang di lalui warga, kini telah berubah menjadi kontruksi baja sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter yang hampir rampung dikerjakan dinas pekerjaan umum dan pertambangan energi (PUPE) Kabupaten Labuhanbatu Selatan melalui anggaran APBD Tahun 2013 sebesar Rp 7 miliar.

Plt Kepala dinas PUPE Labusel Nurdin Siregar, ketika dikonfirmasi atas pekerjaan jembatan Aek Tobang hampir rampung, Selasa(12/11) mengatakan, pembangunan jembatan
Aek Tobang yang menggunakan konstruksi besi baja sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter yang dikerjakan mudah-mudahan akhir tahun selesai.

Nurdin menjelaskan, untuk pekerjaan proyek jembatan melalui dana APBD tahun 2013 sebesar Rp7 miliar. Secara administrasi daerah jembatan ini berada di wilayah Kecamatan Silangkitang berposisi persis berbatas dengan Kecamatan Sungai Kanan.

Menurut Nurdin, dibangunnya jembatan Aek Tobang tersebut, bisa membantu masyarakat yang hendak melintasi titi tersebut. Sebab masyarakat selama ini bila melintas harus melalui titi rambin yang penuh resiko cukup tinggi." Sebutnya.

Terpisah, Sumarno (45) yang sering melintasi titi rambin, warga dusun Aek Tobang mengatakan, memang selama ini hanya kendaraan roda dua aja yang bisa melintas, itupun dengan situasi jalan sewaktu- waktu bisa membahayakan pengendara.

Sebab posisi titi berada pada ketinggian 50 meter lebih, bahkan yang lebih parah lagi, ketika warga ingin mengangkut hasil bumi mereka,  menggunakan roda 4 terpaksa harus berkeliling memutari jalur sungai dengan jarak tempuh bertambah jauh.

“sangat senang pak, kami gak perlu lagi menggunakan rambin untuk melintas, karena memang selama ini hanya kendaraan roda dua aja yang bisa melintas," ujarnya.

Warga lainnya, Siti (35) seorang ibu rumah tangga berprofesi along-along (pedagang keliling) warga kecamatan. Silangkitang juga menuturkan," Ada perasaan kawatir disaat melintasi titi rambin namun tetap dilakukan karena kalau tidak dilalui, terpaksa harus menempuh jarak yang jauh.

“ Senang dan bersyukur ternyata kami tidak perlu lagi beresiko dengan melintasi rambin untuk ke seberang demi menghidupi keluarganya” paparnya. (Mahra Harahap)

Keterangan Foto : Jembatan Aek Tobang Pekerjaannya Hampir Selesai.

Spanduk/Poster Caleg Hiasi Ruas Jalinsum Kampung Rakyat-Torgamba Labusel

KOTAPINANG - Puluhan spanduk dan poster bergambarkan calon legeslatif 2014, masih menghiasi ruas jalur lintas Kampung Rakyat - Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan, meskipun komisi pemilihan umum daerah (KPUD) Labusel menegaskan alat peraga kampaye partai politik diperuntukkan satu baliho di Desa ataupun Kelurahan pada zona wilayah pemilihan. Rabu(13/11) 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Labusel Imran Husni Siregar, ketika dikonfirmasi banyak spanduk dan poster bergambarkan calon legeslatif 2014, menghiasi ruas jalur lintas Kampung Rakyat - Torgamba mengatakan, pepasangan baliho sesuai peraturan KPU nomor 15 tahun 2013 memang hanya diperbolehkan satu Desa/Kelurahan sesuai zona wilayah pemilihan Caleg Parpol tersebut.

" Kita sudah tegaskan tidak dibenarkan dalam satu Desa/Kelurahan ada lebih dari satu baliho maupun poster." ujarnya.

Ketika disinggung adanya poster Caleg lebih dari satu berada di satu Desa/Kelurahan, Imran menjelaskan, untuk penertiban alat peraga kampaye memang itu tugas pokok Panwaslu.
Kemudian pemerintah daerah melalui Instansi terkait sebagai exsekutor untuk melakukan penertiban alat-alat peraga kampaye parpol tersebut.     

" Memang satu Desa/Kelurahan hanya satu Baleho, Poster dan Spanduk yang diperbolehkan. Sebutnya.

Sementara itu, Ketua Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) Labusel Muhammad Yunus, SSos ketika dikonfirmasi hal serupa, Rabu(13/11) mengatakan sesuai PKPU nomor 15 pasal 7 huruf a dan b1-5, pihak Panwaslu sudah menyurati KPUD Labusel dan Partai Politik karena belum ada tindakan pencabutan ataupun pengalihan dari Parpol tersebut.

Sambung Yunus, maka dalam waktu dekat ini Panwaslu akan rekomendasikan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menertibkan alat peraga kampaye milik Caleg Parpol yang membandel tersebut.

" Panwaslu, akan rekomendasikan Pemkab dan penegak hukum tertibkan alat peraga Kampaye Caleg Parpol". Tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah daerah kabupaten Labuhanbatu Selatan pernah menggelar rapat koordinasi pembahasan penetapan lokasi
kampanye pemilu 2014 dipimpin oleh Plt Sekdakab Labusel Zulkifli,S.IP, MM. Kamis(10/10), sekitar pukul 14.00Wib  di Balai Pertemuan Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan.

Dalam rapat itu, sesuai arahan pidato H Wildan Aswan Tanjung selaku Bupati Labusel menegaskan, agar para aparat
pemerintah tidak terlibat dalam kegiatan kampanye yang dapat merusak citra pemerintah kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Sekaligus para stackholder dapat melaksanakan masing-masing sesuai dengan tupoksinya dan tetap melakukan koordinasi. Sehingga diharapkan Labusel dapat menjadi tolak ukur kesuksesan penyelenggaraan pemilu
yang damai dan kondusif. (Mahra Harahap)

Keterangan Foto : Spanduk/Poster Menghiasi ruas jalur lintas Kampung Rakyat - Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rabu(13/11)

Jamu Gendong Beralih Gunakan Gerobak Tetap Pertahankan Sisi Tradisionilnya

KOTAPINANG – Mungkin anda kenal jamu? Sebuah minuman tradisional asal pulau jawa yang dibuat dari bahan-bahan herbal alami. Tanpa sadar jamu mungkin bisa menjadi ikon tradisional minuman dan kian menjamur ditengah masyarakat. Bahkan sampai sekarang pun jamu masih diminati banyak masyarakat khusus di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Lela(34) penjual jamu gendong warga Torgamba Labusel, Sabtu(16/11) mengatakan, memang biasanya ada tampil tersendiri dengan dililitkan kain dan digendong seakan terlihat tradisionil yang selalu berkeliling kota namun tampilan menjual jamu sekarang sudah tak lagi seperti dulu.

 “  tidak lagi menggunakan gendongan kain batik yang dililitkan sudah menggunakan gerobak dan ini sudah dilakukannya ‘ sebutnya.

Sebab, sebut Lela, kebanyakan sekarang penjual jamu gendong sudah menggunakan gerobak dalam menjual jamu. Seperti dirinya, enam bulan terakhir ini tak lagi menjual jamu yang biasanya membawa gendongan kain batik yang dililitkan di pinggang dan berkeliling kota Cikampak Labusel. Namun, karena faktor usia dan perkembangan jaman, sekarang dirinya menjual jamu  dialihkannya menggunakan gerobak, walaupun sebagian juga para pedagang jamu ada juga yang menggunakangerobak dorong maupun sepeda didesain sedemikian rupa, hingga semua botol jamu bisa terpampang dengan baik.

“  Hanya saja, ketika menggunakan gerobak dorong maupun sepeda, para penjual jamu sudah jarang yang menggunakan kain seperti para penjual jamu gendong biasanya. meskipun ada daya tarik tersendiri, padahal penampilan para penjual jamu itu bisa dikatakan ‘sangat tradisionil sekali. “ Menurutnya, tidak dilakukannya lagi, terbentur dengan faktor usianya, makanya saya tidak lagi menjual jamu gendong ". ujarnya

Sambung Lela, bukan hanya menggunakan gerobak dorong ataupun sepeda, mungkin kedepannya banyak pula para ibu-ibu penjual jamu yang menggunakan motor.  menurutnya, ada cara tersendiri untuk menjual jamu tersebut, yang perlu dipertahankan adalah sisi tradisionil dari cara berjualan jamu ini. Dengan harapan para penjual jamu gendong ini masih bisa dilestarikan untuk waktu yang lama.” Jelasnya. (Mahra Harahap)

UMK Labusel Per 1 Januari 2014 Disepakati Rp 1.732.000,-

KOTAPINANG - Angka upah minimum Kabupaten (UMK) Labuhanbatu Selatan  2014, akhirnya  disepakati Rp1.732.000. Kesepakatan itu, diperoleh saat digelar rapat pembahasan UMK oleh dewan pengupah, belum lama ini di Aula kantor Bupati Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Hal itu, diungkapkan Kadisnakertrans Labusel, Saur MB Harahap, Jumat(15/11), sekitar pukul 11.00 Wib kepada METRO, di Kotapinang.

" Angka itu disepakati, Rp, 1.732.000, merupakan angka kesepakatan terakhir antara dewan pengupah kabupaten, Jumat (8/11) yang dihadiri dari pihak Disnakertrans, pihak pengusaha, jajaran serikat pekerja nasional (SPN) Labusel dan serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI)," Sebut Harahap. 

Menurutnya, angka UMK tersebut, cukup baik dari angka UMK tahun sebelumnya, sebesar Rp 1.456.000. Sebab dari 1.732. 000 terdapat kenaikan sebesar Rp 276.000 ribu atau naik 20 persen sesuai hasil  kesepakatan itu. Dijelaskan Saur, apabila nanti dewan pengupahan provinsi Sumut telah menetapkan maka angka UMK Kabupaten Labuhanbatu Selatan, termasuk nomor urut dua tertinggi setelah angka UMK Kotamadya Medan perKab/Kota se Sumatera Utara. ujarnya

Selain itu, dikatakan SMB, semua pembahasan dan pertimbangan UMK telah dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Labusel melalui kesepakatan forum dewan pengupahan berdasarkan prosedur dan Undang-undang.

Sedangkan rekomendasi UMK ini telah diajukan oleh Bupati Labusel kepada Gubernur Sumut, dengan harapan realisasinya nanti di dewan pengupahan Provinsi Sumut.

" Rekomendasi UMK Labusel telah dikirim ke Pemprovsu, mudah-mudahan lulus evaluasi dari dewan pengupah tingkat Provinsi. Dengan harapan setelah ditetapkan UMK tersebut, pihak pengusaha per 1 Januari 2014 bisa diterapkan." ujarnya.

Terpisah, General Manager (GM) PT Abdi Budi Mulia (ABM)  Syahril Pane ketika dikonfirmasi wartawan, mengatakan, perusahaannya  yang bergerak disektor perkebunan mendukung penetapan UMK yang sudah ditetapkan oleh dewan pengupahan Kabupaten Labusel.

" Selagi sesuai dengan ketentuan pemerintah kami mendukung penetapan UMK itu. Tidak ada masalah bagi kami untuk menerapkannya. Justru sektor perkebunan seperti kami, nanti akan masih menetapan pengupahan upah minimum sektoral perkebunan (UMSK) lebih tinggi sedikit dari UMK," jelasnya.

Dia menambahkan, penetapan UMK sebesar Rp1.732.000 oleh dewan pengupahan itu termasuk pihaknya melakukan investigasi secara langsung untuk mengetahui tingkat kebutuhan hidup karyawan.

" Jadi dari situlah kami menetapkan UMK itu. Tidak langsung ditetapkan tanpa melakukan survey kebutuhan karyawan perusahaan terlebih dahulu," Tegasnya. (Mahra Harahap)

Pemkab Labusel PAPBD 2013 Tidak Ada Proyek Fisik Tender 2013

KOTAPINANG - Pemerintah daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dipastikan tidak akan mengakomodir kegiatan pembangunan proyek fisik melalui tender kecuali proyek fisik penunjukan langsung (PL) serta pengadaan barang dan jasa meskipun Perubahan APBD tahun anggaran 2013 belum disahkan DPRD Labusel.

Hal itu, dikatakan Kabag Humas dan Infokom Setdakab Labusel Hasan Basri Harahap, Selasa (12/11), sekitar pukul 10.00Wib, diruang kerjanya.

Dijelaskan Hasan, pada saat pembahasan P-APBD tahun anggaran 2013, DPRD Labusel menyampaikan kepada pemerintah daerah melalui SKPD supaya tidak mengusulkan pekerjaan proyek fisik melalui tender dengan penawaran. Dengan pertimbangan melihat waktu yang begitu singkat hanya tinggal beberapa hari lagi kedepan pada tahun ini.

" Jadi, DPRD meminta agar proyek fisik melalui tender tidak diusulkan di PAPBD," Sebutnya.

Lanjut Hasan, apabila proyek fisik melalui tender dikerjakan, tentunya dikawatirkan akan bisa menjadi temuan badan pemeriksaan keuangan (BKP) nantinya. Sedangkan usulan kebanyakkan yang masuk di perubahan APBD, seperti kegiatan-kegiatan kebijakkan umum, proyek penunjukan langsung (PL) dan pengadaan barang dan jasa.

" Berarti jelas, bahwa Pemkab Labusel dipastikan tidak mengakomodir kegiatan pembangunan proyek fisik melalui tender". Tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Labusel Hasraruddin Nur Daulay, ketika dikonfirmasi di gedung DPRd terkait pembahasan P-APBD, usulan apa saja yang paling dominan diajukkan oleh 26 SKPD dan 5 Camat mengatakan, sejauh ini, memang yang kita bahas paling dominan adalah pengadaan barang dan jasa serta proyek penunjukkan langsung (PL).

Meskipun sebelumnya, ada yang mengajukkan proyek fisik melalui tender tetapi DPRD mengingatkan kepada SKPD tersebut, agar supaya tidak mengusulkan proyek fisik tender tersebut.

" Bayangkan, kalau proyek fisik tender kita terima, apa mungkin bisa dikerjakan, sementara waktunya sudah sangat singkat jelas nanti akan menjadi temuan," Terangnya.

Ketika disinggung berapa aitem jumlah masing-masing usulan pada draf perSKPD dan Camat, seperti proyek fisik dan pengadaan, Daulay menjawab, inikan masih pembahasan tunggulah nanti setelah dibahas." tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Labusel H Wildan Aswan Tanjung, pada sidang paripurna nota pengantar P-APBD, Senin(11/11) di gedung DPRD Labusel menyampaikan, dalam nota pengantar perubahan APBD Tahun anggaran 2013 ini, tahap demi tahap pembangunan dan perbaikan
infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan
serta pelayanan publik dapat ditingkatkan.

Sesuai rincian RP-APBD tahun 2013, Wildan menjelaskan, pendapatan daerah sebesar Rp. 642.553.404.145 terdiri, belanja tidak langsung sebesar Rp. 281.758.030.855,09 dan belanja langsung sebesar Rp542.622.669.722 dengan jumlah belanja daerah sebesar Rp824.380.700.577,09 dan defisit Rp 181.827.296.432,09.

Dalam hal ini, untuk pembiayaan, penerimaan sebesar Rp.183.327.296.432,09 dan pengeluaran sebesar Rp.1.500.000.000. Dengan pembiayaan netto sebesar Rp. 183.327.296.432,09.

Kemudian dalam rencana perubahan APBD Tahun anggaran 2013, untuk pendapatan asli daerah direncanakan sebesar Rp 30.075.500.000,- jika dibandingkan dengan APBD 2013 sebesar Rp. 130.288.161.128,- berkurang sebesar Rp. 100.212.661.128,- atau 76, 92 %.

Sementara itu, belanja tidak langsung pada RP-APBD Tahun anggaran 2013 direncanakan sebesar Rp281.758.030.855,09 jika dibandingkan dengan APBD tahun anggaran 2013 sebesar Rp.269.562.370.818,- bertambah sebesar Rp12.195.660.037,09 atau 4,52 %.

Sedangkan belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan dengan pelaksanaan program kegiatan direncanakan sebesar Rp542.622.669.722, jika dibandingkan dengan APBD Tahun anggaran 2013 sebesar Rp496.972.431.108,- maka bertambah sebesar Rp. 45.650.238.614,- atau 9,19 %.

Namun pembiayaan Silpa tahun anggaran 2012 berdasarkan laporan hasil pemeriksaan LHP Badan pemeriksa keuangan yakni sebesar Rp. 183.327.296.432,09, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 1.500.000.000, yang dipergunakan untuk membiayai dana bergulir yang diserahkan pada masyarakat.

Dengan demikian, sebut Wildan, pembiayaan netto pada RP-APBD tahun anggaran 2013 sebesar Rp
181.827.296.432,09 yang akan digunakan untuk menutupi defisit anggaran tahun 2013 sebesar Rp. 29.153.969.341," Jelasnya. (Mahra Harahap)

Belasan Mahasiswa Desak Poldsu "Seret" Wildan ke Meja Hijau

Medan -  Belasan Mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan Kolisi bersama gerakan pemuda dan masyarakat sumatera utara (KBGPM-SU) berunjuk rasa mendesak Poldasu "menyeret" Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung ke meja hijau karena diduga terlibat kasus korupsi alat kesehatan (Alkes) dan KB sebesar Rp12,2 miliar tahun 2012, Senin(11/11), sekitar pukul 10.00Wib, di Markas Besar Kepolisian Provinsi Sumatera Utara (Mapoldasu).

Pantauwan wartawan, belasan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung KBGPM-SU mendatangi Mapoldasu berunjuk rasa sambil membawa keranda mayat dan poster Wildan Aswan Tanjung.

Dalam orasinya, belasan mahasiswa dan masyarakat meminta Kepolisian Daerah Sumut agar segera mempercepat penanganan kasus dugaan korupsi alkes dan alat KB Labusel sebesar Rp12,2 miliar sekaligus seret Wildan Aswan Tanjung kemeja hijau.   

Koordinator KBGPM-SU Saibal (25), mengatakan, "Kami tidak akan pernah lelah dan akan turun kejalan sampai kasus alkes ini selesai dan bupati Labusel segera seret kemeja hijau. Karena kuat dugaan bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung terlibat dan ikut serta menikmati uang kerugian negara sebesar 12,2 M tersebut.

Ditempat serupa, salah seorang mahasiswa yang berunjuk rasa Rajak Nasution(23) juga menuturkan," Kami meminta Kapolda segera mengadili dan tangkap Wildan Aswan Tanjung, sekaligus meminta penegak hukum di Sumut jangan bermain mata. Sebutnya

Beberapa jam berorasi, akhirnya belasan mahasiswa dan masyarakat pun diterima AKP Wahyu Bram sebagai penyidik Reskrimsus Poldasu, disana AKP Wahyu mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyidikan dan terus didalami. Tetapi kalau ada bukti kuat tambahan harap sampaikan pada penyidik." Tegasnya kepada unjuk rasa.

Setelah mendengar jawaban tersebut, belasan unjuk rasa pun meninggal Mapoldasu menuju ke gedung DPRD Sumatera Utara. Disana para unjuk rasa meminta DPRDSU melalui Komisi A segera mengawasi Kepolisian Sumut dan berkoordinasi terkait kasus dugaan Korupsi Alkes dan KB Tahun 2012. Akhirnya para unjuk rasa membubarkan diri masing-masing secara teratur.(Mahra Harahap)

Keterangan Foto : Belasan Mahasiswa berunjuk Rasa di Mapoldasu tuntut Wildan Aswan Tanjung. Senin (11/11).
Wait while more posts are being loaded