Profile

Cover photo
Mahra Lazuardi Harahap
Works at Surat Kabar Harian Metro Asahan Grop Sumut Pos (JPNN)
Attended SD, SMP,SMA Hingga Pengguran Tinggi
Lives in Labuhan Batu, Sumatera Utara, Indonesia
46 followers|11,442 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
1
Zeni Ritonga's profile photo
 
photoku hilang
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
Risalah Hati Dibalik Profesi Gadis Itu!

Ini adalah kisah nyata yang pernah aku alami. Sebut saja namaku " Rian" , aku berasal dari suku batak Tapanuli Selatan, Ok, kita langsung saja.

Sore itu! ketika aku bersama sahabatku, bernama Joko sedang asik-asik nongkrong, terlihat beberapa cewek, berprofesi sebagai SPG sebuah produk rokok datang menghampiriku, diantara mereka, sebutnya saja bernama Layla, diperkirakan usianya baru memasuki 20 Tahun, tepatnya pada hari Jumat(01/11) sekitar pukul 17.30 Wib, di salah satu rumah makan Pagar Ruyung yang terdapat di inti perkotaan Jalan Jendral Sudirman Kota Rantau Prapat Kab Labuhanbatu provinsi Sumatera Utara.

Setelah menghampiriku, gadis berkulit putih itu, tersenyum dengan menawarkan dua bungkus rokok yang dipegangnya, sambil berkata, " Beli dong bang, sebungkus Rp 9 ribu kok, ambil dua kan baru Rp 18 ribu, Pless dong bang....??, soalnya tinggal dua ni.", kata Layla, kepadaku. 

Pesona Layla, seperti magnet dalam diriku, dengan tingkah laku sedikit manja mencoba mengedipkan kedua bola matanya, terasa begitu indah, jiwaku pun terasa rapuh, ketika itu. Tapi, wajar saja, sebab pria dewasa yang normal terkadang sulit menolak ketika cucu Hawa berusaha tawarkan cerita hidup dalam profesinya, apalagi mengantongi kocek, menurutku.

Kemudian, aku pun menjawab pertanyaan Layla, " Ok! tapi aku hanya ambil satu bungkus ya! kataku. Dengan iseng aku pun berkata, boleh dong, minta nomor seluler HPnya, ternyata Layla, merespon dengan menjawab jangan nomor Hp, bang, gimana kalau nomor PIN, Layla saja, ujarnya.

" Tapi, jadikan beli dua bungkus rokoknya, soalnya ini tinggal dua, terakhir lagi, sekalian Layla pun mau pulang ni bang....??. Dengan paras cantiknya, Layla kembali merayu.

Akhirnya, rayuan Layla tak dapat kutolak, mungkin karena jiwaku yang penuh perasaan dikala itu. Entah apa, kok tiba-tiba perasaanku seperti itu, mungkin magnet Layla sangat dekat di hatiku. Apalagi ketika itu, dia mau memberikan nomor PIN bbnya kepadaku. Meskipun waktu pertemuan kami begitu singkat, bisa dibilang hanya berkisar 10 menit saja, setelah itu, Layla pun berlalu bersama temannya meninggalkan diriku," di rumah makan tersebut.

Sejak saat itu, perasaanku terasa seperti embun pagi, yang turun menetes dari bumi mencoba membasahii dedahan pepohonan diantara daun dan tanah, mungkin karena Layla. Kata hatiku.

Sehingga malam itu, timbul kegelisahan dalam diriku, akhirnya kucoba memberanikan diri menghubungi Layla melalui PIN yang diberikannya kepadaku. Walaupun harus menunggu balasan bbm dari Layla yang kutulis kepadanya. Namun aku tetap menunggu demi membangun persahabatan diantara kami.

" Ternyata perasaan itu, semangkin hari, semangkin dalam terhadap Layla, bahkan disaat malam tiba kedua mataku sulit untuk terpejam, sebab selalu teringat sikap dan senyum manisnya, tetap saja terlintas dalam imajinasiku, akan sosok gadis berparas cantik itu," Ya....dia,  Layla," dibenakku.

Namun waktu yang begitu singkat dalam pertemuan itu, seakan mimpi yang terjadi di depanku, " Ya walaupun hanya sesaat " tapi gadis itu seperti kenangan bagiku karena terasa begitu dekat padaku.

Dibalik senyum manisnya sebagai wanita yang mandiri, kini kusadar bahwa dia bukan milikku. Walaupun terkadang kutantang keraguan dalam diriku, " Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku". Namun itu, lagi-lagi hanya sebatas hanyalan dibenakku, walaupun aku tahu, dia tak mungkin kembali, seperti disaat pertama kali kulihat senyum manis dari bibirnya. *

Editor : Mahra Harahap
 ·  Translate
1
Zeni Ritonga's profile photo
 
spg ya
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
Spanduk/Poster Caleg Hiasi Ruas Jalinsum Kampung Rakyat-Torgamba Labusel

KOTAPINANG - Puluhan spanduk dan poster bergambarkan calon legeslatif 2014, masih menghiasi ruas jalur lintas Kampung Rakyat - Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan, meskipun komisi pemilihan umum daerah (KPUD) Labusel menegaskan alat peraga kampaye partai politik diperuntukkan satu baliho di Desa ataupun Kelurahan pada zona wilayah pemilihan. Rabu(13/11) 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Labusel Imran Husni Siregar, ketika dikonfirmasi banyak spanduk dan poster bergambarkan calon legeslatif 2014, menghiasi ruas jalur lintas Kampung Rakyat - Torgamba mengatakan, pepasangan baliho sesuai peraturan KPU nomor 15 tahun 2013 memang hanya diperbolehkan satu Desa/Kelurahan sesuai zona wilayah pemilihan Caleg Parpol tersebut.

" Kita sudah tegaskan tidak dibenarkan dalam satu Desa/Kelurahan ada lebih dari satu baliho maupun poster." ujarnya.

Ketika disinggung adanya poster Caleg lebih dari satu berada di satu Desa/Kelurahan, Imran menjelaskan, untuk penertiban alat peraga kampaye memang itu tugas pokok Panwaslu.
Kemudian pemerintah daerah melalui Instansi terkait sebagai exsekutor untuk melakukan penertiban alat-alat peraga kampaye parpol tersebut.     

" Memang satu Desa/Kelurahan hanya satu Baleho, Poster dan Spanduk yang diperbolehkan. Sebutnya.

Sementara itu, Ketua Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) Labusel Muhammad Yunus, SSos ketika dikonfirmasi hal serupa, Rabu(13/11) mengatakan sesuai PKPU nomor 15 pasal 7 huruf a dan b1-5, pihak Panwaslu sudah menyurati KPUD Labusel dan Partai Politik karena belum ada tindakan pencabutan ataupun pengalihan dari Parpol tersebut.

Sambung Yunus, maka dalam waktu dekat ini Panwaslu akan rekomendasikan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menertibkan alat peraga kampaye milik Caleg Parpol yang membandel tersebut.

" Panwaslu, akan rekomendasikan Pemkab dan penegak hukum tertibkan alat peraga Kampaye Caleg Parpol". Tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah daerah kabupaten Labuhanbatu Selatan pernah menggelar rapat koordinasi pembahasan penetapan lokasi
kampanye pemilu 2014 dipimpin oleh Plt Sekdakab Labusel Zulkifli,S.IP, MM. Kamis(10/10), sekitar pukul 14.00Wib  di Balai Pertemuan Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan.

Dalam rapat itu, sesuai arahan pidato H Wildan Aswan Tanjung selaku Bupati Labusel menegaskan, agar para aparat
pemerintah tidak terlibat dalam kegiatan kampanye yang dapat merusak citra pemerintah kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Sekaligus para stackholder dapat melaksanakan masing-masing sesuai dengan tupoksinya dan tetap melakukan koordinasi. Sehingga diharapkan Labusel dapat menjadi tolak ukur kesuksesan penyelenggaraan pemilu
yang damai dan kondusif. (Mahra Harahap)

Keterangan Foto : Spanduk/Poster Menghiasi ruas jalur lintas Kampung Rakyat - Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rabu(13/11)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
UMK Labusel Per 1 Januari 2014 Disepakati Rp 1.732.000,-

KOTAPINANG - Angka upah minimum Kabupaten (UMK) Labuhanbatu Selatan  2014, akhirnya  disepakati Rp1.732.000. Kesepakatan itu, diperoleh saat digelar rapat pembahasan UMK oleh dewan pengupah, belum lama ini di Aula kantor Bupati Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Hal itu, diungkapkan Kadisnakertrans Labusel, Saur MB Harahap, Jumat(15/11), sekitar pukul 11.00 Wib kepada METRO, di Kotapinang.

" Angka itu disepakati, Rp, 1.732.000, merupakan angka kesepakatan terakhir antara dewan pengupah kabupaten, Jumat (8/11) yang dihadiri dari pihak Disnakertrans, pihak pengusaha, jajaran serikat pekerja nasional (SPN) Labusel dan serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI)," Sebut Harahap. 

Menurutnya, angka UMK tersebut, cukup baik dari angka UMK tahun sebelumnya, sebesar Rp 1.456.000. Sebab dari 1.732. 000 terdapat kenaikan sebesar Rp 276.000 ribu atau naik 20 persen sesuai hasil  kesepakatan itu. Dijelaskan Saur, apabila nanti dewan pengupahan provinsi Sumut telah menetapkan maka angka UMK Kabupaten Labuhanbatu Selatan, termasuk nomor urut dua tertinggi setelah angka UMK Kotamadya Medan perKab/Kota se Sumatera Utara. ujarnya

Selain itu, dikatakan SMB, semua pembahasan dan pertimbangan UMK telah dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Labusel melalui kesepakatan forum dewan pengupahan berdasarkan prosedur dan Undang-undang.

Sedangkan rekomendasi UMK ini telah diajukan oleh Bupati Labusel kepada Gubernur Sumut, dengan harapan realisasinya nanti di dewan pengupahan Provinsi Sumut.

" Rekomendasi UMK Labusel telah dikirim ke Pemprovsu, mudah-mudahan lulus evaluasi dari dewan pengupah tingkat Provinsi. Dengan harapan setelah ditetapkan UMK tersebut, pihak pengusaha per 1 Januari 2014 bisa diterapkan." ujarnya.

Terpisah, General Manager (GM) PT Abdi Budi Mulia (ABM)  Syahril Pane ketika dikonfirmasi wartawan, mengatakan, perusahaannya  yang bergerak disektor perkebunan mendukung penetapan UMK yang sudah ditetapkan oleh dewan pengupahan Kabupaten Labusel.

" Selagi sesuai dengan ketentuan pemerintah kami mendukung penetapan UMK itu. Tidak ada masalah bagi kami untuk menerapkannya. Justru sektor perkebunan seperti kami, nanti akan masih menetapan pengupahan upah minimum sektoral perkebunan (UMSK) lebih tinggi sedikit dari UMK," jelasnya.

Dia menambahkan, penetapan UMK sebesar Rp1.732.000 oleh dewan pengupahan itu termasuk pihaknya melakukan investigasi secara langsung untuk mengetahui tingkat kebutuhan hidup karyawan.

" Jadi dari situlah kami menetapkan UMK itu. Tidak langsung ditetapkan tanpa melakukan survey kebutuhan karyawan perusahaan terlebih dahulu," Tegasnya. (Mahra Harahap)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
Belasan Mahasiswa Desak Poldsu "Seret" Wildan ke Meja Hijau

Medan -  Belasan Mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan Kolisi bersama gerakan pemuda dan masyarakat sumatera utara (KBGPM-SU) berunjuk rasa mendesak Poldasu "menyeret" Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung ke meja hijau karena diduga terlibat kasus korupsi alat kesehatan (Alkes) dan KB sebesar Rp12,2 miliar tahun 2012, Senin(11/11), sekitar pukul 10.00Wib, di Markas Besar Kepolisian Provinsi Sumatera Utara (Mapoldasu).

Pantauwan wartawan, belasan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung KBGPM-SU mendatangi Mapoldasu berunjuk rasa sambil membawa keranda mayat dan poster Wildan Aswan Tanjung.

Dalam orasinya, belasan mahasiswa dan masyarakat meminta Kepolisian Daerah Sumut agar segera mempercepat penanganan kasus dugaan korupsi alkes dan alat KB Labusel sebesar Rp12,2 miliar sekaligus seret Wildan Aswan Tanjung kemeja hijau.   

Koordinator KBGPM-SU Saibal (25), mengatakan, "Kami tidak akan pernah lelah dan akan turun kejalan sampai kasus alkes ini selesai dan bupati Labusel segera seret kemeja hijau. Karena kuat dugaan bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung terlibat dan ikut serta menikmati uang kerugian negara sebesar 12,2 M tersebut.

Ditempat serupa, salah seorang mahasiswa yang berunjuk rasa Rajak Nasution(23) juga menuturkan," Kami meminta Kapolda segera mengadili dan tangkap Wildan Aswan Tanjung, sekaligus meminta penegak hukum di Sumut jangan bermain mata. Sebutnya

Beberapa jam berorasi, akhirnya belasan mahasiswa dan masyarakat pun diterima AKP Wahyu Bram sebagai penyidik Reskrimsus Poldasu, disana AKP Wahyu mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyidikan dan terus didalami. Tetapi kalau ada bukti kuat tambahan harap sampaikan pada penyidik." Tegasnya kepada unjuk rasa.

Setelah mendengar jawaban tersebut, belasan unjuk rasa pun meninggal Mapoldasu menuju ke gedung DPRD Sumatera Utara. Disana para unjuk rasa meminta DPRDSU melalui Komisi A segera mengawasi Kepolisian Sumut dan berkoordinasi terkait kasus dugaan Korupsi Alkes dan KB Tahun 2012. Akhirnya para unjuk rasa membubarkan diri masing-masing secara teratur.(Mahra Harahap)

Keterangan Foto : Belasan Mahasiswa berunjuk Rasa di Mapoldasu tuntut Wildan Aswan Tanjung. Senin (11/11).
 ·  Translate
1
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
Panwas Kab Labusel Lantik 202 PPL Desa/Kelurahan Pemilu 2014

KOTAPINANG - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Labuhanbatu Selatan melantik 202 orang panitia pengawas pemilu lapangan (PPL) Desa/ Kelurahan pada pemilihan DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 se Kabupaten  Labuhanbatu Selatan, Minggu(10/11), sekitar pukul 14.00Wib di Gedung Covention Hall Sudi Mampir Blok Songo Kecamatan Kotapinang.

Fungsioner Panita Panwaslu diwakili Kecamatan Kampung Rakyat Azad mengatakan, dalam mengambilan sumpah para PPL hari ini, ada 4 momen penting yang perlu diingat yaitu, bahwa PPL adalah memiliki tugas negara penuh amanah dan tanggung jawab. Sedangkan pelantikan ini juga berketepatan pada tanggal 10 November yaitu Hari Pahlawan, artinya saudara yang baru dilantik menjadi PPL juga pahlawan putra-putri terbaik desa anda.

Ditambah lagi, PPL adalah person UU No 14 tahun 2011, dimana sebelum diberlakukanya UU tersebut, biasanya PPL hanya ditempatkan satu orang perTPS tetapi sekarang minimal ada tiga orang berada di TPS masing-masing perDesa. Dan yang terakhir, pada pelantikkan ini langsung dihadiri bupati Labusel. Sedangkan dulunya hanya Camat atau Kades," Artinya bupati Labusel begitu peduli dengan masyarakat kabupaten Labuhanbatu Selatan." ujarnya.

Ketua Panwaslu Kab Labusel Muhammad Yunus, SSos didepan ratusan PPL, mengucapkan terima kasih atas dilantiknya 202 PPL se Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Dalam hal ini, dikatakan Yunus, PPL yang baru dilantik harus memiliki rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas nantinya.

Diharapkan, ratusan PPL yang bertugas di 54 Desa/Kelurahan tetap satu suara dan satu baju sesuai wadah kita bersama yaitu Pangawas Pemilu 2014. Sedangkan honor untuk PPL sebanyak 202 orang ditampung dari dana APBN Bawaslu pusat melalui pemerintah Kabupaten/kota. Selain itu  PPL yang baru dilantik tetap  berkoordinasi dengan Panwaslu Kecamatan dan Kabupaten. 

" Jadilah anda amanah dalam tugas anda , PPL. harus bisa menjaga kualitasnya sebagai penyelenggara  Pemilu " Sebut Yunus.

Sementara itu, Bupati Labusel H Wildan Aswan Tanjung, SH MM, menyampaikan, Kabupaten Labusel tak terlepas dari peranan masyarakat dan DPRD, karena Labusel memiliki daerah yang strategis. Maka PPL yang baru dilantik sebagai penyelenggara Pemilu bisa melancarkan dan mensukseskan Pemilu tentunya. Dan hindari yang namanya bentuk KKN, meskipun dia adalah saudara kita yang mencalonkan diri menjadi Legeslatif.

" PPL juga bisa bersikap netral tidak kemana-mana, pada pemilu 2014 mendatang," Katanya.

Masih dikatakan Wildan, begitu juga dengan komponen yang terkait, tetap saling berkoordinasi dalam mensukseskan pemilu dan hindarilah hal yang tidak diinginkan. Sehingga Pemilu bisa berjalan berdemokratis dan  tidak menyalahi UU karena kita berada di NKRI . Sekali lagi, " buatlah yg terbaik buatmu bukan baik menurut orang lain, karena baik menurut orang lain belum tentu baik menurutmu." Tegasnya.

Dalam kesempatan itu, turut dihadiri, Ketua KPUD Labusel Imran Husni, Plt Setdakab Labusel Zulkifli, Waka Polsek Kotapinang AKP Muhammad Basir, Kacabjari Kotapinang diwakili Rizal, Camat Kotapinang Hasian Harahap, Camat Torgamba Tomy Harahap dan Ketua Panwaslu Kecamatan se Labusel. (,Mahra Harahap)

Keterangan Foto : Bupati Labusel dan Ketua Panwaslu Kab Labusel Muhammad Yunus, SSos dan PPL Desa/Kelurahan.
 ·  Translate
1
Add a comment...
Have him in circles
46 people
Trans Studio Bandung's profile photo
dhian christy novitasari's profile photo
Rocky ZEBUA's profile photo
Akbar Maulana's profile photo
putri jelita's profile photo
Zeni Ritonga's profile photo
Mahra Lazuardi Harahap's profile photo
Liswi Arta Simorangkir's profile photo
wina nuriany's profile photo

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
Membangun Labusel Wildan Diapit Dinamika Politis Bakal Ukir Sejarah

Catatan : Mahra Harahap

Kebijakkan! " memang menimbulkan kontraversial dalam kepemimpinan bukan berarti  UU dan peraturan tak ditegakkan, itulah " Wildan" semua hanya dinamika politik. Meski cibiran selalu diumbar kalangan politis lokal, terhadap putra terbaik Sungai Kanan sekaligus Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Labusel yang kini memangku jabatan sebagai Bupati defenitif tetap tersenyum.

Dengan massa jabatan tersisa tiga tahun kedepan, Wildan pun optimis bisa membawa perubahan berkelanjutan terhadap masyarakat, untuk bisa menikmati pembangunan daerah, baik dalam kesejateraan perekonomian hingga mendapat fasilitas umum yang layak di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

" Niat itu pun mengalir, ketika H Wildan Aswan Tanjung, SH MM dilantik menjadi bupati beserta wakilnya Drs H Maslin Pulungan, MM pada tanggal 2 Februari tahun 2011 dengan masa priode 2011-2016 oleh Gubernur Provinsi Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho.

Setelah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dimekarkan dari Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2008 pada tanggal 24 Juni 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, oleh Presiden RI yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui visi dan misi, Wildan selalu memprioritaskan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) dan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) melalui musrenbang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dibantu seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya.

Pencapaian Kinerja Wildan:

Selama tiga tahun berjalan menjabat bupati, Wildan telah membuka perubahan dalam membangun daerah di kelima Kecamatan yaitu Kecamatan Kotapinang, Sungai Kanan, Selangkitang, Kampung Rakyat dan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana umum seperti Infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan di wilayah daerah pun terpampang, dibuktikan dengan adanya pembangunan lebih kurang 65 infrastruktur jalan umum di pedesaan hingga perkotaan selama setahun.

Angka ratusan pembangunan infrastruktur pun ditembus pemerintahan Wildan bahkan jalan lingkar desa Asam Jawa menuju Simaninggir terbuka lebar sebagai jalur lintas alternatif kabupaten hingga pembangunan gedung kantor bupati direncanakan 2014 akan rampung.

Tak sampai disitu, infrastruktur jalan pun banyak yang telah diperbaiki sampai ke pengaspalan, diantaranya pembangunan jalan Kampung Rakyat menuju Tolan sepanjang 6 kilometer.

Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana infrastruktur jalan, Wildan pun kembali melakukan pembangunan perkantoran pemerintah sebanyak 9 gedung kantor diantaranya, gedung kantor dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi kini telah di tempati.

Bahkan, pembangunan perkantoran pemerintah, Wildan pun telah menyiapkan areal lahan seluas 16 hektar  yang akan menjadi aset pemerintah daerah terletak di Desa Sosopan Kecamatan Kotapinang.

Ditambah lagi, aspek fasilitas bangunan dibidang pendidikan seperti pembangunan rehabilitasi serta ruang gedung baru sekolah lebih kurang mencapai 500 ruang sekolah.

Hal ini dibuktikan Wildan selama 2 tahun memimpin. Diantaranya, pembangunan gedung SMA Negeri 2 Kampung Rakyat Kecamatan Kampung Rakyat.

Tak sampai disitu, fasilitas bidang pendidikan harus sejalan dengan bidang kesehatan, Wildan pun kembali melakukan gebrakkan membangun RSUD Kotapinang bertaraf kelas III untuk masyarakat dilengkapi dengan fasilitasnya, ditambah lagi pembangunan puskesmas dan postu kesehatan di lima Kecamatan Labusel.

Walaupun disatu sisi, Wildan tak pernah lupa untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat Labusel seperti pengurusan akta kelahiran, kartu keluarga (KK) dan kartu indititas yang dikenal (KTP-red) secara gratis melalui anggaran APBD daerah setiap tahunnya.

"Artinya kepemimpinan Wildan melalui organisasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mempunyai target hingga mencapai prestasi dalam realisasi Visi dan Misi kinerja demi membangun daerah tersebut.

" Memang strategi Wildan memimpin pemerintahan selalu cendrung bongkar pasang eselon II, III dan IV, bila dihitung pergantian eselon, mungkin mencapai 200 pejabat. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia (SDM) Aparatur yang sangat terbatas dalam menjalankan amanah yang diemban mereka.

" Itulah kepiawaian Wildan dalam memimpin jadi tak mau bermain-main dalam membangun daerah."

Walaupun Wildan selalu dianggap menimbulkan polemik diantara kalangan atas kebijakkanya. Itulah" gaya Wildan memimpin, keras, tegas, berwibawa dan bersih menunjang kepentingan masyarakat demi perubahan menuju perekonomian sejahtera dan madani kedepan.

Sehingga dengan kerja kerasnya Wildan Aswan Tanjung pun menerima piagam penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal (22/7) tahun 2013 di kota DI Jakarta, atas prestasinya yang dianggap berhasil melaksanakan program inovatif dalam upaya percepatan kepemilikan Akte kelahiran.   

Wildan dimata Masyarakat

Sosok Wildan dimata masyarakat lebih dikenal orang yang suka berteman dan berjiwa sosial. Tak heran kalau bahasa sering terdengar" Apakabarnya Dinda, Horas Tulang, Amang Boru dan Bere " selalu terlontar dari dalam dirinya disaat bertemu siapapun mereka, baik kalangan masyarakat maupun awak media yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Keramah tamahan Wildan juga diiringi dengan jiwa sosialnya yang begitu tinggi terhadap warga dengan reziki yang diperolehnya, beliau tak luput untuk bersedekah terhadap kaum dufa dan keluarga besar becak bermotor yang berada di inti perkotaan Kotapinang sesuai nilai agama , " Dibalik rezikiku terdapat reziki orang lain, wajib untuk dibagikan, itulah" Wildan Tanjung ".

Kebijakkan Wildan Diprotes :

Dengan kebijakkan yang keras dan berwibawa, Wildan pun mendapat protes dari kalangan politis lokal sehingga menimbulkan dinamika politik dengan berbagai reaksi seperti aksi unjuk rasa dari kalangan komunitas masyarakat Parpol.

Kemudian aksi unjuk rasa sempat memuncak terjadi bentrok pada tanggal 24/7/2013 yang lalu di halaman parkir gedung DPRD Labusel Jalinsum Kampung Bedage Kotapinang.
Diantara massa pun terjadi pro dan kontrak, ada yang tidak terima Wildan terkena teguran keras oleh DPRD Labusel yang sempat mengeluarkan hak Interfelasi dan hak Angket dalam menjalankan roda pemerintahan daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.   

Sejak Wildan menjabat bupati, telinga  masyarakat selalu memerah mendengar banyaknya aksi unjuk rasa bisa dibilang dari bulan April tahun 2011 sampai bulan Juni tahun 2013 telah terjadi 40 kali aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD dan Kantor Bupati jalan Prof A H Yamin Kotapinang walaupun kehendak itu bukan dari masyarakat luas Labusel.

Secara logika manusia bukanlah malaikat, sekalipun dia pemimpin yang amanah bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan. Karena mereka masih hidup di dunia selalu dikejar oleh dosa. Apalagi untuk membangun sebuah Kabupaten yang baru dimekarkan tak semudah membalikkan telapak tangan.

Diperlukan kerja keras, cerdas serta diringi doa dalam menjalankan roda pemerintahan daerah untuk mengelola anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang mencapai ratusan miliar tersebut.

Tetapi sejarah tetap sejarah yang tak bisa terlupakan dari ingatan siapa pun,  terlebih para generasi muda penerus bangsa masyarakat Labusel ke masa yang akan datang.

Bahwa H Wildan Aswan Tanjung, SH MM adalah Bupati defenitif yang pertama memimpin Kabupaten Labuhanbatu Selatan sehingga kepercayaan masyarakat masih berkibar terhadapnya " Lanjutkan ".*****
 ·  Translate
1
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 

Titi Rambin Aek Tobang Labusel Dibangun menjadi Jembatan Kontruksi Baja

KOTAPINANG - Titi darurat sungai Aek Tobang di Dusun Aek Tobang Desa Hutagodang Kecamatan Sungai Kanan Labusel yang di lalui warga, kini telah berubah menjadi kontruksi baja sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter yang hampir rampung dikerjakan dinas pekerjaan umum dan pertambangan energi (PUPE) Kabupaten Labuhanbatu Selatan melalui anggaran APBD Tahun 2013 sebesar Rp 7 miliar.

Plt Kepala dinas PUPE Labusel Nurdin Siregar, ketika dikonfirmasi atas pekerjaan jembatan Aek Tobang hampir rampung, Selasa(12/11) mengatakan, pembangunan jembatan
Aek Tobang yang menggunakan konstruksi besi baja sepanjang 60 meter dengan lebar 7 meter yang dikerjakan mudah-mudahan akhir tahun selesai.

Nurdin menjelaskan, untuk pekerjaan proyek jembatan melalui dana APBD tahun 2013 sebesar Rp7 miliar. Secara administrasi daerah jembatan ini berada di wilayah Kecamatan Silangkitang berposisi persis berbatas dengan Kecamatan Sungai Kanan.

Menurut Nurdin, dibangunnya jembatan Aek Tobang tersebut, bisa membantu masyarakat yang hendak melintasi titi tersebut. Sebab masyarakat selama ini bila melintas harus melalui titi rambin yang penuh resiko cukup tinggi." Sebutnya.

Terpisah, Sumarno (45) yang sering melintasi titi rambin, warga dusun Aek Tobang mengatakan, memang selama ini hanya kendaraan roda dua aja yang bisa melintas, itupun dengan situasi jalan sewaktu- waktu bisa membahayakan pengendara.

Sebab posisi titi berada pada ketinggian 50 meter lebih, bahkan yang lebih parah lagi, ketika warga ingin mengangkut hasil bumi mereka,  menggunakan roda 4 terpaksa harus berkeliling memutari jalur sungai dengan jarak tempuh bertambah jauh.

“sangat senang pak, kami gak perlu lagi menggunakan rambin untuk melintas, karena memang selama ini hanya kendaraan roda dua aja yang bisa melintas," ujarnya.

Warga lainnya, Siti (35) seorang ibu rumah tangga berprofesi along-along (pedagang keliling) warga kecamatan. Silangkitang juga menuturkan," Ada perasaan kawatir disaat melintasi titi rambin namun tetap dilakukan karena kalau tidak dilalui, terpaksa harus menempuh jarak yang jauh.

“ Senang dan bersyukur ternyata kami tidak perlu lagi beresiko dengan melintasi rambin untuk ke seberang demi menghidupi keluarganya” paparnya. (Mahra Harahap)

Keterangan Foto : Jembatan Aek Tobang Pekerjaannya Hampir Selesai.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
Jamu Gendong Beralih Gunakan Gerobak Tetap Pertahankan Sisi Tradisionilnya

KOTAPINANG – Mungkin anda kenal jamu? Sebuah minuman tradisional asal pulau jawa yang dibuat dari bahan-bahan herbal alami. Tanpa sadar jamu mungkin bisa menjadi ikon tradisional minuman dan kian menjamur ditengah masyarakat. Bahkan sampai sekarang pun jamu masih diminati banyak masyarakat khusus di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Lela(34) penjual jamu gendong warga Torgamba Labusel, Sabtu(16/11) mengatakan, memang biasanya ada tampil tersendiri dengan dililitkan kain dan digendong seakan terlihat tradisionil yang selalu berkeliling kota namun tampilan menjual jamu sekarang sudah tak lagi seperti dulu.

 “  tidak lagi menggunakan gendongan kain batik yang dililitkan sudah menggunakan gerobak dan ini sudah dilakukannya ‘ sebutnya.

Sebab, sebut Lela, kebanyakan sekarang penjual jamu gendong sudah menggunakan gerobak dalam menjual jamu. Seperti dirinya, enam bulan terakhir ini tak lagi menjual jamu yang biasanya membawa gendongan kain batik yang dililitkan di pinggang dan berkeliling kota Cikampak Labusel. Namun, karena faktor usia dan perkembangan jaman, sekarang dirinya menjual jamu  dialihkannya menggunakan gerobak, walaupun sebagian juga para pedagang jamu ada juga yang menggunakangerobak dorong maupun sepeda didesain sedemikian rupa, hingga semua botol jamu bisa terpampang dengan baik.

“  Hanya saja, ketika menggunakan gerobak dorong maupun sepeda, para penjual jamu sudah jarang yang menggunakan kain seperti para penjual jamu gendong biasanya. meskipun ada daya tarik tersendiri, padahal penampilan para penjual jamu itu bisa dikatakan ‘sangat tradisionil sekali. “ Menurutnya, tidak dilakukannya lagi, terbentur dengan faktor usianya, makanya saya tidak lagi menjual jamu gendong ". ujarnya

Sambung Lela, bukan hanya menggunakan gerobak dorong ataupun sepeda, mungkin kedepannya banyak pula para ibu-ibu penjual jamu yang menggunakan motor.  menurutnya, ada cara tersendiri untuk menjual jamu tersebut, yang perlu dipertahankan adalah sisi tradisionil dari cara berjualan jamu ini. Dengan harapan para penjual jamu gendong ini masih bisa dilestarikan untuk waktu yang lama.” Jelasnya. (Mahra Harahap)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
Pemkab Labusel PAPBD 2013 Tidak Ada Proyek Fisik Tender 2013

KOTAPINANG - Pemerintah daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dipastikan tidak akan mengakomodir kegiatan pembangunan proyek fisik melalui tender kecuali proyek fisik penunjukan langsung (PL) serta pengadaan barang dan jasa meskipun Perubahan APBD tahun anggaran 2013 belum disahkan DPRD Labusel.

Hal itu, dikatakan Kabag Humas dan Infokom Setdakab Labusel Hasan Basri Harahap, Selasa (12/11), sekitar pukul 10.00Wib, diruang kerjanya.

Dijelaskan Hasan, pada saat pembahasan P-APBD tahun anggaran 2013, DPRD Labusel menyampaikan kepada pemerintah daerah melalui SKPD supaya tidak mengusulkan pekerjaan proyek fisik melalui tender dengan penawaran. Dengan pertimbangan melihat waktu yang begitu singkat hanya tinggal beberapa hari lagi kedepan pada tahun ini.

" Jadi, DPRD meminta agar proyek fisik melalui tender tidak diusulkan di PAPBD," Sebutnya.

Lanjut Hasan, apabila proyek fisik melalui tender dikerjakan, tentunya dikawatirkan akan bisa menjadi temuan badan pemeriksaan keuangan (BKP) nantinya. Sedangkan usulan kebanyakkan yang masuk di perubahan APBD, seperti kegiatan-kegiatan kebijakkan umum, proyek penunjukan langsung (PL) dan pengadaan barang dan jasa.

" Berarti jelas, bahwa Pemkab Labusel dipastikan tidak mengakomodir kegiatan pembangunan proyek fisik melalui tender". Tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Labusel Hasraruddin Nur Daulay, ketika dikonfirmasi di gedung DPRd terkait pembahasan P-APBD, usulan apa saja yang paling dominan diajukkan oleh 26 SKPD dan 5 Camat mengatakan, sejauh ini, memang yang kita bahas paling dominan adalah pengadaan barang dan jasa serta proyek penunjukkan langsung (PL).

Meskipun sebelumnya, ada yang mengajukkan proyek fisik melalui tender tetapi DPRD mengingatkan kepada SKPD tersebut, agar supaya tidak mengusulkan proyek fisik tender tersebut.

" Bayangkan, kalau proyek fisik tender kita terima, apa mungkin bisa dikerjakan, sementara waktunya sudah sangat singkat jelas nanti akan menjadi temuan," Terangnya.

Ketika disinggung berapa aitem jumlah masing-masing usulan pada draf perSKPD dan Camat, seperti proyek fisik dan pengadaan, Daulay menjawab, inikan masih pembahasan tunggulah nanti setelah dibahas." tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Labusel H Wildan Aswan Tanjung, pada sidang paripurna nota pengantar P-APBD, Senin(11/11) di gedung DPRD Labusel menyampaikan, dalam nota pengantar perubahan APBD Tahun anggaran 2013 ini, tahap demi tahap pembangunan dan perbaikan
infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan
serta pelayanan publik dapat ditingkatkan.

Sesuai rincian RP-APBD tahun 2013, Wildan menjelaskan, pendapatan daerah sebesar Rp. 642.553.404.145 terdiri, belanja tidak langsung sebesar Rp. 281.758.030.855,09 dan belanja langsung sebesar Rp542.622.669.722 dengan jumlah belanja daerah sebesar Rp824.380.700.577,09 dan defisit Rp 181.827.296.432,09.

Dalam hal ini, untuk pembiayaan, penerimaan sebesar Rp.183.327.296.432,09 dan pengeluaran sebesar Rp.1.500.000.000. Dengan pembiayaan netto sebesar Rp. 183.327.296.432,09.

Kemudian dalam rencana perubahan APBD Tahun anggaran 2013, untuk pendapatan asli daerah direncanakan sebesar Rp 30.075.500.000,- jika dibandingkan dengan APBD 2013 sebesar Rp. 130.288.161.128,- berkurang sebesar Rp. 100.212.661.128,- atau 76, 92 %.

Sementara itu, belanja tidak langsung pada RP-APBD Tahun anggaran 2013 direncanakan sebesar Rp281.758.030.855,09 jika dibandingkan dengan APBD tahun anggaran 2013 sebesar Rp.269.562.370.818,- bertambah sebesar Rp12.195.660.037,09 atau 4,52 %.

Sedangkan belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan dengan pelaksanaan program kegiatan direncanakan sebesar Rp542.622.669.722, jika dibandingkan dengan APBD Tahun anggaran 2013 sebesar Rp496.972.431.108,- maka bertambah sebesar Rp. 45.650.238.614,- atau 9,19 %.

Namun pembiayaan Silpa tahun anggaran 2012 berdasarkan laporan hasil pemeriksaan LHP Badan pemeriksa keuangan yakni sebesar Rp. 183.327.296.432,09, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 1.500.000.000, yang dipergunakan untuk membiayai dana bergulir yang diserahkan pada masyarakat.

Dengan demikian, sebut Wildan, pembiayaan netto pada RP-APBD tahun anggaran 2013 sebesar Rp
181.827.296.432,09 yang akan digunakan untuk menutupi defisit anggaran tahun 2013 sebesar Rp. 29.153.969.341," Jelasnya. (Mahra Harahap)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Mahra Lazuardi Harahap

Shared publicly  - 
 
Tak Memiliki Perda Tata Ruang Berdampak Grand Desain Pembangunan

KOTAPINANG - Kabupaten tak memiliki peraturan daerah tentang tata ruang dan ruang wilayah (RT/RW), berdampak terhadap grand desain pembangunan. Bahkan pemerintah daerah bisa dirugikan dalam persoalan sanksi administratif yang seharusnya bisa dimanfaatkan.

Ketua Jaringan Intelektual Muda Indonesia (JIMI) Labusel, Saiman Siregar, Senin(11/10) pagi, sekitar pukul 11.00Wib, mengatakan, persoalan perda tata ruang ataupun ruang wilayah (RT/RW) akan menimbulkan dampak terhadap pembangunan daerah termasuk persoalan perumahan, pertanian, perkebunan, Industri dan tatanan kota.

Sehingga pembangunan daerah tidak terkendali atas persoalan tersebut, disisi lain, pembangunan seperti perumahan atau pabrik berdiri bisa saja dilegalkan seseorang yang berwewenang dalam mengambil kebijakkan atas ijinnya. Karena peraturan dan perundang-undangan tidak di berlakukan semanamestinya.

Sementara itu, sisi positifnya diberlakukannya, perda tata ruang, maka masyarakat dan pengusaha serta pejabat yang berwewenang di pemerintah daerah, dapat dipastikan akan mengikuti peraturan sehingga dampak pembangunan semangkin jelas.

  " Jadi, bila peruntukan juknis dan juklak perda tata ruang tidak diberlakukan siapapun yang melakukan pelanggaran akan terkena sanksi administratif oleh pemerintah daerah itu sendiri. " ujarnya,

Dicontohkan, Saiman, misalkan bisa saja sanksi administratif, berupa teguran, penyegelan, pembatalan izin atas harta benda, denda ataupun menjurus ke hukum pidana." Artinya pemerintah daerah sangat diuntungkan dengan adanya perda tata ruang." Jelasnya.

Apalagi, dikatakan Saiman di bulan September, kemarin, ada amanat undang-undang nomor 26 tahun 2007, bahkan Presiden RI telah mengeluarkan Instruksi Presiden nomor 8 tahun 2013 tentang penyelesaian penyusunan rencana tata ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota.

" Karena presiden berkomitmen dengan persoalan tata ruang agar kedaulatan pangan terpenuhi." Sebutnya.

Kabag Humas dan Infokom Setdakab Labusel Hasan Basri Harahap, SSos ketika dikonfirmasi bahwa Pemkab sudah ada membuat draf Perda tata ruang, Senin(11/11), mengatakan, kemarin, memang pemkab sudah ada membuat draf perda tata ruang oleh Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda).

Bahkan pengajuan tersebut sudah sempat diajukkan ke DPRD Labusel. Namun ada sedikit gendala tentang perda tata ruang makanya masih belum dibahas DPRD yang pasti kita tunggu saja perda tata ruang akan dikeluarkan Pemkab Labusel."Sebutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Labusel Hasraruddin Nur Daulay, ketika dikonfirmasi mengapa draf Perda Tata Ruang belum juga dibahas walaupun telah diterima DPRD, Senin(11/11) menuturkan, alasan DPRD Labusel belum membahas perda tata ruang dikarena sampai saat ini, belum adanya keputusan tetap tentang tapal batas kab Labusel provinsi Sumatera Utara dengan Kab Rokan Hilir provinsi Riau.

" Jadi kalau nanti dibahas tentang Perda Tata Ruang Labusel, bolak-balik mentok ke tapal batas antara kab Labusel Sumut dengan provinsi Riau. Karena sampai saat ini belum tuntas prosesnya baik ditingkat provinsi maupun kementerian dalam negeri (Mendagri). Apabila DPRD membahas Perda tata ruang sudah pasti akan terjadi revisi perda tersebut. "  Jadi kita tunggu saja tapal batas selesai." Katanya. (Mahra Harahap)
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
Have him in circles
46 people
Trans Studio Bandung's profile photo
dhian christy novitasari's profile photo
Rocky ZEBUA's profile photo
Akbar Maulana's profile photo
putri jelita's profile photo
Zeni Ritonga's profile photo
Mahra Lazuardi Harahap's profile photo
Liswi Arta Simorangkir's profile photo
wina nuriany's profile photo
Work
Occupation
Berprofesi sebagai Reporter
Employment
  • Surat Kabar Harian Metro Asahan Grop Sumut Pos (JPNN)
    Reporter Liputan Wilayah Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara, 2011 - present
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Labuhan Batu, Sumatera Utara, Indonesia
Links
Story
Tagline
Marga Harahap asal Sabah Tarutung (Sipirok) Kab. Tapanuli Selatan
Introduction
Profesi saya sebagai Reporter Harian Metro Asahan bagian dari Grop Surat Kabar Harian Sumut Pos (JPNN). Profesi reporter merupakan sebuah tantangan dikehidupan pada diri saya, sebab di zaman  Era Demokrasi saat ini, Negara kita (Indonesia Red) butuh  perubahan dalam menata Birokrasi pemerintahan akibat kekuatan politik, "artinya keyakinan saya dalam menyajikan berita-berita nantinya bisa membuka mata publik, apa yang saat ini telah terjadi di pemeritahan daerah, pemerintahan provinsi hingga pemerintahan pusat.Salam Jurnalis
Bragging rights
Saya adalah anak nomor dua dari sembilan bersaudara, saat ini saya dianugrahi seorang Istri dan kedua putri -putra yang bernama Ratu Hafizha Taskia Harahap dan Robbani Andigo Harahap
Education
  • SD, SMP,SMA Hingga Pengguran Tinggi
Basic Information
Gender
Male