Profile cover photo
Profile photo
astri lydiawati
10 followers
10 followers
About
astri's posts

#sarapanparenting
=================
Bangga Kita ke Anak, Tulus atau Bersyarat?

“Rasa bangga adalah sebuah energi, namun cara yang tidak tepat dalam menyampaikannya akan membuat anak merasa dituntut untuk penuhi ambisi orangtua.”

Di dalam keseharian kita bersama anak, banyak hal terjadi, banyak hal yang dicapai entah sebagai individu ataupun capaian bersama sebagai keluarga. Proses hidup anak itu mengalir saja apa adanya, pada awalnya mereka melakukan sesuatu ya hanya karena senang saja untuk melakukan hal tersebut tanpa ada motivasi berbelit-belit seperti harus bisa, harus berhasil dsb, dan bila ada hasilnya maka bagi anak itu ya pemanis aja.

Kita sebagai orangtua umumnya tumbuh dengan doktrin berkompetisi baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan kita, doktrin berkompetisi ini tanpa sadar membuat kita selalu ingin kelihatan lebih ketimbang orang lain, sehingga banyak hal diukur berdasar hasilnya apa dan sudah bisa punya apa. Masalah muncul karena banyak sekali orangtua yang dengan latah membawa hal tersebut dalam kehidupan mereka bersama anak, sehingga seringkali orangtua baru hepi dan baru bangga bila anak terlihat sudah mencapai sesuatu hal. Loh, lalu dimana masalahnya? Emang nggak boleh bangga sama anak bila ia mencapai suatu hal? Boleh, namun cara kita dalam menyampaikan rasa bangga perlu dicermati, sehingga tidak membuat anak merasa dituntut harus selalu berhasil oleh orangtuanya. Mari kita bahas lebih lanjut lagi.

Saat orangtua hanya bangga pada anak bila anaknya mencapai sesuatu hal, maka lama-lama anak akan merasa bahwa ia hanya disayangi bila ia berhasil saja, dan juga berpotensi ia merasa terpukul dan tertekan bila sedang tidak mencapai apapun. Akhirnya ada anak yang motivasinya hanya ingin membuat orangtuanya terkesan saja dan bukan tergerak karena kesadaran diri untuk berkarya dalam hidup ini, anak yang tergerak dengan dorongan hanya ingin membuat orangtuanya terkesan saja maka ia bisa berpotensi melakukan segala cara demi mendapatkan sebuah hasil, entah cara yang ia gunakan baik atau tidak baik itu soal nanti yang penting ia dapat hasil. Ada pula anak yang akhirnya frustasi karena setiap kali mencapai sesuatu tidak dihargai karena menurut orangtuanya masih kurang dan kurang, lah apalagi saat ia tidak mencapai sesuatu, bisa dibayangkan betapa stresnya anak yang terjebak dalam situasi seperti ini.

Situasi-situasi seperti itu yang akhirnya membuat anak merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri karena yang ia lakukan selalu menurut ukuran orang lain bukan menurut kebutuhannya dalam berkarya. Bila kita hanya bangga pada anak saat ia mencapai sesuatu hal, maka itu = kita bangga namun ada "syarat dan ketentuan berlaku", bangga seperti itu jauh dari kata “tulus”.

Saat kita mengucapkan rasa bangga ke anak pun ada tekniknya, selama ini siapa yang ucap bangga ke anak dengan kalimat seperti ini; “mama atau papa, bangga sama kamu”, nah bila kalimat itu yang kita ucapkan maka anak akan memaknai bahwa kita hanya bangga saat ia mencapai sesuatu saja. Lah, lalu gimana donk? Kalimatnya saja yang kita perbaiki; "nak, mama papa bangga jadi orangtuamu", dengan kalimat seperti itu maka kita bebas mengungkapkannya disaat apapun dan anak akan memkanai bahwa kita bangga dengan hanya sekedar jadi orangtuanya tanpa ada embel-embel syarat dan ketentuan berlaku. Kalimat; “bangga sama kamu” maka orientasi kita ke hasil. Kalimat; “bangga jadi orangtuamu” maka orientasi kita pada proses dan anak merasa kita ada memperhatikan proses yang sedang ia jalani.

Sejatinya anak-anak belajar menerima dirinya dari cara kita menerima diri anak dalam kehidupan kita, anak-anak belajar menerima kehadiran kita dari cara kita menerima kehadiran anak, ia bangga pada dirinya seperti cara orangtuanya bangga padanya. Sebetulnya cukup kita bangga untuk sekedar jadi orangtuanya, tanpa syarat apapun. Bangga itu tentang memberikan hati kita untuk menerima anak apa adanya, bukan tentang meminta anak menjadi seperti yang kita inginkan.

mas angga
@anakjugamanusia

8 JENIS REZEKI DARI ALLAH

1.Rezeki Yang Telah Dijamin.

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Kerana Usaha.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Kerana Bersyukur.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Kerana Istighfar.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Kerana Menikah.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Kerana Anak.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

8. Rezeki Kerana Sedekah

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

Teh Astri , harga nano berapa?
Aq jawab, sekian juta...
trus di jawab lagi, aahh MAHAL.. kan cuma buat semprot2 doang sampe juta2an..
Aq balas lagi, tau semprotan burung?
dia jawab, taulah..
Aq tanya lagi, tau harganya brapa?
dia jawab, taulahh.. murah meriah..
Aq balas, naaahh... knapa ga beli semprotan burung aja, harganya cuma 3M Murah Meriah Muntah, kan cuma buat semprot2 doang beli aja itu..😜

SEKIAN.... 😃😃😃

Indari Mastuti:
Mau Tahu Cara Lunasin Utang?
- - - - -
Siapa coba yang nggak terbebani dengan adanya utang?
Utang bikin MATI GAYA
Utang jadi BEBAN DUNIA dan AKHIRAT
Sebetulnya cara melunasi utang itu MUDAH, karena sumbernya dari diri kita.
Berikut ini TIPS MEMBEBASKAN DIRI DARI UTANG:
1. Listlah utang dari yang TERKECIL hingga yang TERBESAR.
2. Mulailah komitmen melunasi utang dari yang terkecil dulu.
3. Turunkan pengeluaran bulanan Anda dan mulai MENABUNG membayar utang Anda satu persatu. Ibaratnya Anda makan sama garam doang pun nggak apa yang penting tuh utang bisa mulai dibayarkan satu persatu. Daripada Anda makan daging mulu tapi susah nelennya karena inget utang hihi..
4. NAIKKAN PENDAPATAN dengan dua cara: punya pekerjaan sampingan atau BERBISNIS.
5. DAGANG. Mulailah berdagang dan dapatkan pemasukan yang besar untuk niat BAYAR UTANG *bukan gaya hidup. BTW, tahu nggak sih kalau DAGANG itu cara paling cepat mendapatkan penghasilan lebih besar? dan Nabi Muhammad pun sudah mencontohkannya.
6. Mintalah DUKUNGAN semua anggota keluarga mengenai keinginan melunasi utang, semakin bahnyak dukungan dan do'a semakin mudah mencapai mimpi itu.
7. Mintalah do'a pemberi utang supaya keinginan membayar utang Anda lebih mudah terwujud. *eiiits jangan malah ngilang sama pemberi utang karena kalau nggak ditagih sekarang bakal ditagih di akhirat.
Ada yang mau kasih TIPS tambahan?
#FinancialWorkbook
#Indscript
#Emakpintar
#HeartSellingBook
#ReparasiBisnis

Post has attachment
Photo

Post has attachment
Photo

Post has attachment
Photo

Post has attachment
Photo
Wait while more posts are being loaded