Profile

Cover photo
lenong denes
7 followers|3,720 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

lenong denes

Shared publicly  - 
 
 
HIKAYAT HANG TUAH
(Versi I)

Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang bernama Hang Tuah, anak HangMahmud. Mereka bertempat tinggal di Sungai Duyung. Pada saat itu, semua orangdi Sungai Duyung mendengar kabar teng Raja Bintan yang baik dan sopan kepadasemua rakyatnya.Ketika Hang Mahmud mendengar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepadaistrinya yang bernama Dang Merdu,”Ayo kita pergi ke Bintan, negri yang besar itu,apalagi kita ini orang yang yang miskin. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebihmudah mencari pekerjaan.”Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit.Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmudpun terbangun danmengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau sepertiwangi-wangian. Siang harinya, Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepadaistri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu pun langsungmemandikan dan melulurkan anaknya.Setelah itu, ia memberikan anaknya itu kain,baju, dan ikat kepala serbaputih. Lalu Dang Merdu member makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam,ibunya juga memanggil para pemuka agama untuk mendoakan selamatan untukHang Tuah. Setelah selesai dipeluknyalah anaknya itu.Lalu kata Hang Mahmud kepada istrinya,”Adapun anak kita ini kita jaga baik-baik, jangan diberi main jauh-jauh.”Keesokan harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untukpersediaan. Lalu ada pemberontak yang datang ke tengah pasar, banyak orangyang mati dan luka-luka. Orang-orang pemilik took meninggalkan tokonya danmelarikan diri ke kampong. Gemparlah negri Bintan itu dan terjadi kekacauandimana-mana. Ada seorang yang sedang melarikan diri berkata kepada Hang Tuah,”Hai, Hang Tuah, hendak matikah kau tidak mau masuk ke kampung.?”Maka kata Hang Tuah sambil membelah kayu,”Negri ini memiliki prajurit danpegawai yang akan membunuh, ia pun akan mati olehnya.”Waktu ia sedang berbicara ibunya melihat bahwa pemberontak itu menuju Hang Tuah samil menghunuskan kerisnya. Maka ibunya berteriak dari atas toko,katanya,”Hai, anakku, cepat lari ke atas toko!”Hang Tuah mendengarkan kata ibunya, iapun langsung bangkit berdiri danmemegang kapaknya menunggu amarah pemberontak itu. Pemberontak itu datangke hadapan Hang Tuah lalu menikamnya bertubi-tubi. Maka Hang Tuah punMelompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Hang Tuah lalu mengayunkankapaknya ke kepala orang itu, lalu terbelalah kepala orang itu dan mati. Maka kataseorang anak yang menyaksikannya,”Dia akan menjadi perwira besar di tanahMelayu ini.” Terdengarlah berita itu oleh keempat kawannya, Hang Jebat, Hang Kesturi,Hang Lekir, dan Hang Lekui.

Mereka pun langsung berlari-lari mendapatkan Hang Tuah. Hang Jebat danHang Kesturi bertanya kepadanya,”Apakah benar engkau membunuh pemberontakdengan kapak?”Hang Tuah pun tersenyum dan menjawab,”Pemberontak itu tidak pantasdibunuh dengan keris, melainkan dengan kapak untuk kayu.”Kemudian karena kejadian itu, baginda raja sangat mensyukuri adanya sangHang Tuah. Jika ia tidak datang ke istana, pasti ia akan dipanggil oleh Sang Raja.Maka Tumenggung pun berdiskusi dengan pegawai-pegawai lain yang juga iri hatikepada Hang Tuah. Setelah diskusi itu, datanglah mereka ke hadapan Sang Raja.Maka saat sang Baginda sedang duduk di tahtanya bersama parabawahannya, Tumenggung dan segala pegawai-pegawainya datang berlutut, lalumenyembah Sang Raja, “Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, adabanyak berita tentang penghianatan yang sampai kepada saya. Berita-berita itusudah lama saya dengar dari para pegawai-pegawai saya.”Setelah Sang Baginda mendengar hal itu, maka Raja pun terkejut lalubertanya, “Hai kalian semua, apa saja yang telah kalian ketahui?”Maka seluruh menteri-menteri itu menjawab, “Hormat tuanku, pegawai sayayang hina tidak berani datang, tetapi dia yang berkuasa itulah yang melakukan halini.”Maka Baginda bertitah, “Hai Tumenggung, katakana saja, kita akanmembalasanya.”Maka Tumenggung menjawab, “Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat,untuk datang saja hamba takut, karena yang melakukan hal itu, tuan sangatmenyukainya. Baiklah kalau tuan percaya pada perkataan saya, karena jika tidak,alangkah buruknya nama baik hamba, seolah-olah menjelek-jelekkan orang itu.Setelah Baginda mendengar kata-kata Tumenggung yang sedemikian itu,maka Baginda bertitah, “Siapakah orang itu, Sang Hang Tuah kah?”Maka Tumenggung menjawab, “Siapa lagi yang berani melakukannya selainHang Tuah itu. Saat pegawai-pegawai hamba memberitahukan hal ini pada hamba,hamba sendiri juga tidak percaya, lalu hamba melihat Sang Tuah sedang berbicaradengan seorang perempuan di istana tuan ini. Perempuan tersebut bernama DangSetia. Hamba takut ia melakukan sesuatu pada perempuan itu, maka hambadengan dikawal datang untuk mengawasi mereka.”Setelah Baginda mendengar hal itu, murkalah ia, sampai mukanya berwarnamerah padam. Lalu ia bertitah kepada para pegawai yang berhati jahat itu,“Pergilah, singkirkanlah si durhaka itu!”Maka Hang Tuah pun tidak pernah terdengar lagi di dalam negri itu, tetapi si Tuah tidak mati, karena si Tuah itu perwira besar, apalagi di menjadi wali Allah.Kabarnya sekarang ini Hang Tuah berada di puncak dulu Sungai Perak, di sana iaduduk menjadi raja segala Batak dan orang hutan. Sekarang pun raja ingin bertemu

dengan seseorang, lalu ditanyainya orang itu dan ia berkata, “Tidakkah tuan inginmempunyai istri?”Lalu jawabnya, “Saya tidak ingin mempunyai istri lagi.”Demikianlah cerita Hikayat Hang Tuah.
 ·  Translate
View original post
1
Add a comment...

lenong denes

Shared publicly  - 
 
 
INI ADALAH SEKELUMIT UNGKAPAN ORANG SINGAPURA
Betapa berjayanya KOMEDI BANGSAWAN saat itu
(Untuk Kepustakaan)

Saya berasal dari Singapura dan sangat kagum dengan koleksi Pak Iwan, terutama sekali tentang sejarah kumpulan seni seperti Miss Riboet Orion dan Dardanella. Kedua-dua kumpulan ini memang cukup popular di Singapura dan Malaya pada tahun 1930an. Salah satu ahli kumpulan Dardanella telah menetap di Singapura dan menjadi seorang seniwati yang terkenal di sisni sejak tahun 194oan . Beliau adalah Momo Latiff yang berasal dari Batavia dan kini berusia 88 tahun.
Momo Latif telah menjadi salah seorang penari Bali Dancers dalam kumpulan Dardanella. Selepas Dardanella berpecah pada pertengahan tahun 1930an, beliau telah memasuki kumpulan bangsawan yg di ketuai oleh Raden Sudiro. Pada satu persembahan yang di adakan di Melaka, Raden telah memberitahu kepada Momo bahawa Syarikat filem Shaw Brothers di Singapura ingin mengambil Momo sebagai heroine dalam filem yg berjudul Topeng Shaitan di terbitkan pada tahun 1939. Momo kemudian telah merakamkan suara pada tahun 1941 bersama HMV dengan nyanyian lagu2 Bunga Sakura, Pohon Beringin dan Pulau Bali.
Azmosa
.Pre world war two (Before 1942.)
KRONCONG STAMBOEL
Miss Riboet Oreon, Germany BEKA RECORDS ,song Tionghoa ethnic song and Arabic ethnic song Jasidi with kroncong Stamboel style.

The Information of The first Indonesian singer record Miss Riboet from google exploration.
1) Kisah singkat Miss Riboet Orion
a)versi satu
a) Miss Riboet Orion ‘s short story(Kisah singkat Miss Riboet Orion)
(a)The First Version(versi satu)


Iklan Dardanella.(Dardanella operate label promotion)
Two biggest native Indonesian operates were deveoloped in 1925 and 1926 were Miss Riboet Orion and Dardanella (Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella).
Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan punya seorang pemimpin kharismatik.
Kedua perkumpulan ini dikenal sebagai pembenih sandiwara modern Indonesia. Mereka merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada masa stambul, bangsawan, dan opera, seperti: membuat pembagian episode yang lebih ringkas dari stambul, menghapuskan adegan perkenalan para tokoh sebelum bermain, menghilangkan selingan nyanyian atau tarian di tengah adegan, menghapus kebiasaan memainkan sebuah lakon hanya dalam satu malam pertunjukan, dan objek cerita sudah mulai berupa cerita-cerita asli, bukan dari hikayat-hikayat lama atau cerita-cerita yang diambil dari film-film terkenal (Oemarjati, 1971: 30-31). Rombongan sandiwara ini juga mulai menggunakan naskah untuk diperankan di atas pentas, menggunakan panggung pementasan, serta mulai mengenal peran seseorang yang mirip sutradara (pada masa itu lazim disebut programma meester, peran ini dimainkan oleh pemimpin perkumpulan).
The Orion Operete Inc founder at Batavia(now jakarta) by Tio Tek Djiwn yunior, the primadona is Niss Riboet (later Married wir Mr Tio) and Mr Tio also played the swords,specialized as the robery of the women in the opera of Juanita veza written by Antoinette de Vega, after that this opretee becaem famous ad Miss Riboet Orion(Perkumpulan sandiwara Orion berdiri di Batavia pada 1925. Rombongan sandiwara ini didirikan serta dipimpin oleh Tio Tek Djien Junior. Tio merupakan seorang terpelajar pertama yang menekuni secara serius kesenian sandiwara modern. Dia lulusan sekolah dagang Batavia. Primadona mereka adalah Miss Riboet. Selain sebagai istri Tio, Riboet juga terkenal dengan permainan pedangnya. Ia sangat menonjol ketika memerankan seorang perampok perempuan dalam lakon Juanita de Vega karya Antoinette de Zerna. Selanjutnya perkumpulan ini terkenal dengan nama Miss Riboet Orion (Sumardjo, 2004: 115).
This Operete becaem more famous after came in The Journalist Njoo Cheong Seng and his wife Fifi Young ,during this time tje operate created a imaginative story, then Nyo became the Tios best man which had the duty the story ,his succes with Saijah, R,soemiati,and Singapore at night(Perkumpulan ini semakin mengibarkan bendera ketenarannya setelah masuk seorang wartawan bernama Njoo Cheong Seng dan istrinya Fifi Young. Setelah masuknya Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, perkumpulan ini meninggalkan cerita-cerita khayalan yang pada masa stambul dan bangsawan lazim untuk dibawakan ke panggung (Pane, 1953: 9). Kemudian Njoo Cheong Seng menjadi tangan kanan Tio Tek Djien dan bertugas sebagai penulis lakon pada perkumpulan ini dan menghasilkan cerita-cerita, seperti Saidjah, R.A. Soemiatie, Barisan Tengkorak, dan Singapore After Midnight.)

Pertunjukan Dardanella
Di tengah kepopuleran Miss Riboet Orion, berdiri perkumpulan sandiwara Dardanella di Sidoarjo pada 21 Juni 1926. Sebagaimana Miss Riboet Orion, Dardanella juga telah melakukan perubahan besar pada dunia sandiwara.
Dardanella founded by A.Piedro ,the russian man with name Willy Kilimanof. In 1929 starting show at Batavia based on the storyfrom best film like Robinhood,the amsk of Zorro,three musketters, the Black pirates, the Thieve of Baghdad,Sheik of Arabia,the graaf of Monte Cristo,vero, and the rose pf Yesterday. But at the second show Dardanella shown the Indonesia native story like Annie van Mendoet,Lily van tjikampek,the Rose of Tjikemabng based on the Indonesian Stories (Dardanella didirikan oleh A. Piedro, seorang Rusia yang bernama asli Willy Klimanoff (Ramadhan KH, 1984: 5 . Pada 1929, untuk pertamakalinya Dardanella mengadakan pertunjukan di Batavia. Mulanya lakon-lakon yang dimainkan adalah cerita-cerita berdasarkan film-film yang sedang ramai dibicarakan orang, seperti Robin Hood, The Mask of Zorro, The Three Musketeers, The Black Pirates, The Thief of Baghdad, Roses of Yesterday, The Sheik of Arabia, Vera, dan Graaf de Monte Christo (Ramadhan KH, 1984: 74). Namun pada kunjungan keduanya di Batavia, mereka menghadirkan cerita mengenai kehidupan di Indonesia, seperti Annie van Mendoet, Lilie van Tjikampek, dan De Roos van Tjikembang. Cerita-cerita ini disebut dengan Indische Roman, yaitu cerita-cerita yang mengambil inspirasinya dari kehidupan Indonesia, dikarang dalam bahasa Belanda (Brahim, 1968: 116).
At the same time ,a journalis Andjar asmara also join the Dardanella and he bacame the Bes man of Peidro lika njo , he writthe the story Dr Samsi, Haida,Tjang,perantaian 88 dan Si bongkok like the huncthman of Notredam, Dardanella had the big five actors, Tan Tjeng Bok,Miss Dja, Mis Riboet II, Ferry Kock and Astaman (Pada tahun yang sama, seorang wartawan dari majalah Doenia Film, bernama Andjar Asmara, ikut masuk ke dalam perkumpulan ini, dan meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di majalah tersebut. Seperti halnya Njoo Cheong Seng di Miss Riboet Orion, Andjar kemudian juga menjadi tangan kanan Piedro, dan bertugas sebagai penulis naskah perkumpulan. Andjar Asmara menulis beberapa naskah, seperti Dr. Samsi, Si Bongkok, Haida, Tjang, dan Perantaian 99 (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Dardanella juga terkenal dengan pemain-pemainnya yang piawai memegang peranan dalam setiap pertunjukan. Para pemain ini terkenal dengan sebutan The Big Five. Anggota Perkumpulan Dardanella yang disebut The Big Five yaitu, Ferry Kock, Miss Dja, Tan Tjeng Bok, Riboet II, dan Astaman (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11-12).
The rivalrity between Miss Riboet Oreon and dardanella at Bavaia begun in 1931, starting about the name of Miss Riboet which Mr Tio sue to the court and win, dardanela must used the name Miss riboet II (Persaingan untuk meraih perhatian publik antara Miss Riboet Orion dengan Dardanella terjadi di Batavia pada tahun 1931. Sebenarnya persaingan Miss Riboet Orion dengan Dardanella sudah mulai terlihat ketika dua perkumpulan ini memperebutkan “pengakuan nama” dari salah satu pemainnya, yaitu Riboet. Dalam dua perkumpulan ini ada satu pemain yang namanya sama. Ketika itu Dardanella yang sedang bermain di Surabaya, didatangi dan dituntut oleh Tio Tek Djien, pemimpin Miss Riboet Orion, karena Dardanella mempergunakan nama Riboet juga untuk seorang pemainnya. Tio berkata kepada Piedro, “Kami tidak senang Tuan mempergunakan nama yang sama, nama Riboet juga untuk pemain Tuan…kami menyampaikan gugatan, Miss Riboet hanya ada satu dan dia sekarang sedang bermain di Batavia”. Akhir dari perseteruan ini adalah mengalahnya Piedro kepada Tio dan merubah nama Riboet yang ada di Dardanella menjadi Riboet II (Ramadhan KH, 1982: 72).
Memang lazim terjadi persaingan antarperkumpulan sandiwara, terutama di kota besar seperti Batavia. Sebelum persaingan dengan Dardanella, Miss Riboet Orion juga pernah bersaingan dengan Dahlia Opera, pimpinan Tengkoe Katan dari Medan, persaingan ini berakhir dengan kemenangan pihak Orion (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11). Wujud dari persaingan antara Miss Riboet Orion dan Dardanella ini adalah pecahnya perang reklame. Dardanella memajukan Dr. Samsi sebagai lakon andalan mereka, sedangkan Miss Riboet Orion dengan Gagak Solo. Dalam persaingan ini, Dardanella mengandalkan A. Piedro, Andjar Asmara, dan Tan Tjeng Bok, sedangkan Miss Riboet Orion mengandalkan Tio Tek Djien, Njoo Cheong Seng, dan A. Boellaard van Tuijl, sebagai pemimpinnya (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Kedua wartawan dalam perkumpulan-perkumpulan itu bekerja dan memutar otak untuk membuat reklame propaganda yang, sedapat-dapatnya, memengaruhi pikiran publik.
At least Miss Riboet Orion off in 1934 and gave the authority to Dardanella , and their writer Njoo Cheong Seng and fifi Young moved to dardanella(Akhirnya Miss Riboet Orion harus menyerah kepada Dardanella. Riwayat Perkumpulan Sandiwara Miss Riboet Orion berakhir pada 1934, ketika penulis naskah mereka Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, pindah ke Dardanella.)
Then dardanella became famous with the new actors like Ratna asmara, Bachtiar Effendy,Fify young and an american from guam Henry L Duarte (Dardanella menjadi semakin besar dengan hadirnya anggota-anggota baru seperti Ratna Asmara, Bachtiar Effendi, Fifi Young, dan Henry L. Duarte (seorang Amerika yang dilahirkan di Guam). Dalam Dardanella juga berkumpul tiga penulis lakon ternama, seperti A. Piedro, Andjar Asmara, dan Njoo Cheong Seng, di samping itu, perkumpulan ini diperkuat oleh permainan luar biasa dari bintang-bintang panggungnya seperti Miss Dja, Ferry Kock, Tan Tjeng Bok, Astaman, dan Riboet II.)
In 1935, Dardanella madse the tour to Siam,Burma. Ceylon,India,tibet ,the tour was called The Orient’s Tour with native dancer like wayang golek, Pencak Minangkabau,wayang golek,bali jagger, papua dancer and Ambon song (Pada 1935, Piedro memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke Siam, Burma, Sri Lanka, India, dan Tibet, untuk memperkenalkan pertunjukan-pertunjukan mereka. Perjalanan ini disebut Tour d’Orient. Dalam perjalanan itu tidak dipentaskan sandiwara, melainkan tari-tarian Indonesia seperti Serimpi, Bedoyo, Golek, Jangger, Durga, Penca Minangkabau, Keroncong, Penca Sunda, Nyanyian Ambon, dan tari-tarian Papua (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 13).
Tour de Orient qwere the last tour of Dardanella before the world war two, then dismish(Tour d’Orient adalah perjalanan terakhir Dardanella. Setelah perjalanan itu Dardanella pecah. Dan kisah dua raksasa sandiwara ini pun berakhir…)
I have the tax fee of Padang city gouverment about the dardanella and Dwi Dja tours, during japanese occupation 1943-1844, I think the Japanesi Millitary occupation gouverment, used this show for political campaign(Dr iwan S)
 ·  Translate
1 comment on original post
1
Add a comment...

lenong denes

Shared publicly  - 
 
INI ADALAH SEKELUMIT UNGKAPAN ORANG SINGAPURA
Betapa berjayanya KOMEDI BANGSAWAN saat itu
(Untuk Kepustakaan)

Saya berasal dari Singapura dan sangat kagum dengan koleksi Pak Iwan, terutama sekali tentang sejarah kumpulan seni seperti Miss Riboet Orion dan Dardanella. Kedua-dua kumpulan ini memang cukup popular di Singapura dan Malaya pada tahun 1930an. Salah satu ahli kumpulan Dardanella telah menetap di Singapura dan menjadi seorang seniwati yang terkenal di sisni sejak tahun 194oan . Beliau adalah Momo Latiff yang berasal dari Batavia dan kini berusia 88 tahun.
Momo Latif telah menjadi salah seorang penari Bali Dancers dalam kumpulan Dardanella. Selepas Dardanella berpecah pada pertengahan tahun 1930an, beliau telah memasuki kumpulan bangsawan yg di ketuai oleh Raden Sudiro. Pada satu persembahan yang di adakan di Melaka, Raden telah memberitahu kepada Momo bahawa Syarikat filem Shaw Brothers di Singapura ingin mengambil Momo sebagai heroine dalam filem yg berjudul Topeng Shaitan di terbitkan pada tahun 1939. Momo kemudian telah merakamkan suara pada tahun 1941 bersama HMV dengan nyanyian lagu2 Bunga Sakura, Pohon Beringin dan Pulau Bali.
Azmosa
.Pre world war two (Before 1942.)
KRONCONG STAMBOEL
Miss Riboet Oreon, Germany BEKA RECORDS ,song Tionghoa ethnic song and Arabic ethnic song Jasidi with kroncong Stamboel style.

The Information of The first Indonesian singer record Miss Riboet from google exploration.
1) Kisah singkat Miss Riboet Orion
a)versi satu
a) Miss Riboet Orion ‘s short story(Kisah singkat Miss Riboet Orion)
(a)The First Version(versi satu)


Iklan Dardanella.(Dardanella operate label promotion)
Two biggest native Indonesian operates were deveoloped in 1925 and 1926 were Miss Riboet Orion and Dardanella (Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella).
Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan punya seorang pemimpin kharismatik.
Kedua perkumpulan ini dikenal sebagai pembenih sandiwara modern Indonesia. Mereka merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada masa stambul, bangsawan, dan opera, seperti: membuat pembagian episode yang lebih ringkas dari stambul, menghapuskan adegan perkenalan para tokoh sebelum bermain, menghilangkan selingan nyanyian atau tarian di tengah adegan, menghapus kebiasaan memainkan sebuah lakon hanya dalam satu malam pertunjukan, dan objek cerita sudah mulai berupa cerita-cerita asli, bukan dari hikayat-hikayat lama atau cerita-cerita yang diambil dari film-film terkenal (Oemarjati, 1971: 30-31). Rombongan sandiwara ini juga mulai menggunakan naskah untuk diperankan di atas pentas, menggunakan panggung pementasan, serta mulai mengenal peran seseorang yang mirip sutradara (pada masa itu lazim disebut programma meester, peran ini dimainkan oleh pemimpin perkumpulan).
The Orion Operete Inc founder at Batavia(now jakarta) by Tio Tek Djiwn yunior, the primadona is Niss Riboet (later Married wir Mr Tio) and Mr Tio also played the swords,specialized as the robery of the women in the opera of Juanita veza written by Antoinette de Vega, after that this opretee becaem famous ad Miss Riboet Orion(Perkumpulan sandiwara Orion berdiri di Batavia pada 1925. Rombongan sandiwara ini didirikan serta dipimpin oleh Tio Tek Djien Junior. Tio merupakan seorang terpelajar pertama yang menekuni secara serius kesenian sandiwara modern. Dia lulusan sekolah dagang Batavia. Primadona mereka adalah Miss Riboet. Selain sebagai istri Tio, Riboet juga terkenal dengan permainan pedangnya. Ia sangat menonjol ketika memerankan seorang perampok perempuan dalam lakon Juanita de Vega karya Antoinette de Zerna. Selanjutnya perkumpulan ini terkenal dengan nama Miss Riboet Orion (Sumardjo, 2004: 115).
This Operete becaem more famous after came in The Journalist Njoo Cheong Seng and his wife Fifi Young ,during this time tje operate created a imaginative story, then Nyo became the Tios best man which had the duty the story ,his succes with Saijah, R,soemiati,and Singapore at night(Perkumpulan ini semakin mengibarkan bendera ketenarannya setelah masuk seorang wartawan bernama Njoo Cheong Seng dan istrinya Fifi Young. Setelah masuknya Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, perkumpulan ini meninggalkan cerita-cerita khayalan yang pada masa stambul dan bangsawan lazim untuk dibawakan ke panggung (Pane, 1953: 9). Kemudian Njoo Cheong Seng menjadi tangan kanan Tio Tek Djien dan bertugas sebagai penulis lakon pada perkumpulan ini dan menghasilkan cerita-cerita, seperti Saidjah, R.A. Soemiatie, Barisan Tengkorak, dan Singapore After Midnight.)

Pertunjukan Dardanella
Di tengah kepopuleran Miss Riboet Orion, berdiri perkumpulan sandiwara Dardanella di Sidoarjo pada 21 Juni 1926. Sebagaimana Miss Riboet Orion, Dardanella juga telah melakukan perubahan besar pada dunia sandiwara.
Dardanella founded by A.Piedro ,the russian man with name Willy Kilimanof. In 1929 starting show at Batavia based on the storyfrom best film like Robinhood,the amsk of Zorro,three musketters, the Black pirates, the Thieve of Baghdad,Sheik of Arabia,the graaf of Monte Cristo,vero, and the rose pf Yesterday. But at the second show Dardanella shown the Indonesia native story like Annie van Mendoet,Lily van tjikampek,the Rose of Tjikemabng based on the Indonesian Stories (Dardanella didirikan oleh A. Piedro, seorang Rusia yang bernama asli Willy Klimanoff (Ramadhan KH, 1984: 5 . Pada 1929, untuk pertamakalinya Dardanella mengadakan pertunjukan di Batavia. Mulanya lakon-lakon yang dimainkan adalah cerita-cerita berdasarkan film-film yang sedang ramai dibicarakan orang, seperti Robin Hood, The Mask of Zorro, The Three Musketeers, The Black Pirates, The Thief of Baghdad, Roses of Yesterday, The Sheik of Arabia, Vera, dan Graaf de Monte Christo (Ramadhan KH, 1984: 74). Namun pada kunjungan keduanya di Batavia, mereka menghadirkan cerita mengenai kehidupan di Indonesia, seperti Annie van Mendoet, Lilie van Tjikampek, dan De Roos van Tjikembang. Cerita-cerita ini disebut dengan Indische Roman, yaitu cerita-cerita yang mengambil inspirasinya dari kehidupan Indonesia, dikarang dalam bahasa Belanda (Brahim, 1968: 116).
At the same time ,a journalis Andjar asmara also join the Dardanella and he bacame the Bes man of Peidro lika njo , he writthe the story Dr Samsi, Haida,Tjang,perantaian 88 dan Si bongkok like the huncthman of Notredam, Dardanella had the big five actors, Tan Tjeng Bok,Miss Dja, Mis Riboet II, Ferry Kock and Astaman (Pada tahun yang sama, seorang wartawan dari majalah Doenia Film, bernama Andjar Asmara, ikut masuk ke dalam perkumpulan ini, dan meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di majalah tersebut. Seperti halnya Njoo Cheong Seng di Miss Riboet Orion, Andjar kemudian juga menjadi tangan kanan Piedro, dan bertugas sebagai penulis naskah perkumpulan. Andjar Asmara menulis beberapa naskah, seperti Dr. Samsi, Si Bongkok, Haida, Tjang, dan Perantaian 99 (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Dardanella juga terkenal dengan pemain-pemainnya yang piawai memegang peranan dalam setiap pertunjukan. Para pemain ini terkenal dengan sebutan The Big Five. Anggota Perkumpulan Dardanella yang disebut The Big Five yaitu, Ferry Kock, Miss Dja, Tan Tjeng Bok, Riboet II, dan Astaman (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11-12).
The rivalrity between Miss Riboet Oreon and dardanella at Bavaia begun in 1931, starting about the name of Miss Riboet which Mr Tio sue to the court and win, dardanela must used the name Miss riboet II (Persaingan untuk meraih perhatian publik antara Miss Riboet Orion dengan Dardanella terjadi di Batavia pada tahun 1931. Sebenarnya persaingan Miss Riboet Orion dengan Dardanella sudah mulai terlihat ketika dua perkumpulan ini memperebutkan “pengakuan nama” dari salah satu pemainnya, yaitu Riboet. Dalam dua perkumpulan ini ada satu pemain yang namanya sama. Ketika itu Dardanella yang sedang bermain di Surabaya, didatangi dan dituntut oleh Tio Tek Djien, pemimpin Miss Riboet Orion, karena Dardanella mempergunakan nama Riboet juga untuk seorang pemainnya. Tio berkata kepada Piedro, “Kami tidak senang Tuan mempergunakan nama yang sama, nama Riboet juga untuk pemain Tuan…kami menyampaikan gugatan, Miss Riboet hanya ada satu dan dia sekarang sedang bermain di Batavia”. Akhir dari perseteruan ini adalah mengalahnya Piedro kepada Tio dan merubah nama Riboet yang ada di Dardanella menjadi Riboet II (Ramadhan KH, 1982: 72).
Memang lazim terjadi persaingan antarperkumpulan sandiwara, terutama di kota besar seperti Batavia. Sebelum persaingan dengan Dardanella, Miss Riboet Orion juga pernah bersaingan dengan Dahlia Opera, pimpinan Tengkoe Katan dari Medan, persaingan ini berakhir dengan kemenangan pihak Orion (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11). Wujud dari persaingan antara Miss Riboet Orion dan Dardanella ini adalah pecahnya perang reklame. Dardanella memajukan Dr. Samsi sebagai lakon andalan mereka, sedangkan Miss Riboet Orion dengan Gagak Solo. Dalam persaingan ini, Dardanella mengandalkan A. Piedro, Andjar Asmara, dan Tan Tjeng Bok, sedangkan Miss Riboet Orion mengandalkan Tio Tek Djien, Njoo Cheong Seng, dan A. Boellaard van Tuijl, sebagai pemimpinnya (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Kedua wartawan dalam perkumpulan-perkumpulan itu bekerja dan memutar otak untuk membuat reklame propaganda yang, sedapat-dapatnya, memengaruhi pikiran publik.
At least Miss Riboet Orion off in 1934 and gave the authority to Dardanella , and their writer Njoo Cheong Seng and fifi Young moved to dardanella(Akhirnya Miss Riboet Orion harus menyerah kepada Dardanella. Riwayat Perkumpulan Sandiwara Miss Riboet Orion berakhir pada 1934, ketika penulis naskah mereka Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, pindah ke Dardanella.)
Then dardanella became famous with the new actors like Ratna asmara, Bachtiar Effendy,Fify young and an american from guam Henry L Duarte (Dardanella menjadi semakin besar dengan hadirnya anggota-anggota baru seperti Ratna Asmara, Bachtiar Effendi, Fifi Young, dan Henry L. Duarte (seorang Amerika yang dilahirkan di Guam). Dalam Dardanella juga berkumpul tiga penulis lakon ternama, seperti A. Piedro, Andjar Asmara, dan Njoo Cheong Seng, di samping itu, perkumpulan ini diperkuat oleh permainan luar biasa dari bintang-bintang panggungnya seperti Miss Dja, Ferry Kock, Tan Tjeng Bok, Astaman, dan Riboet II.)
In 1935, Dardanella madse the tour to Siam,Burma. Ceylon,India,tibet ,the tour was called The Orient’s Tour with native dancer like wayang golek, Pencak Minangkabau,wayang golek,bali jagger, papua dancer and Ambon song (Pada 1935, Piedro memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke Siam, Burma, Sri Lanka, India, dan Tibet, untuk memperkenalkan pertunjukan-pertunjukan mereka. Perjalanan ini disebut Tour d’Orient. Dalam perjalanan itu tidak dipentaskan sandiwara, melainkan tari-tarian Indonesia seperti Serimpi, Bedoyo, Golek, Jangger, Durga, Penca Minangkabau, Keroncong, Penca Sunda, Nyanyian Ambon, dan tari-tarian Papua (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 13).
Tour de Orient qwere the last tour of Dardanella before the world war two, then dismish(Tour d’Orient adalah perjalanan terakhir Dardanella. Setelah perjalanan itu Dardanella pecah. Dan kisah dua raksasa sandiwara ini pun berakhir…)
I have the tax fee of Padang city gouverment about the dardanella and Dwi Dja tours, during japanese occupation 1943-1844, I think the Japanesi Millitary occupation gouverment, used this show for political campaign(Dr iwan S)
 ·  Translate
1
2
lenong denes's profile photoDiana Soenarie's profile photo
 
I am writing a memoir and I wanted to look up the name of my mother's foster mother Klimanoff  - I do not remember any other name.  I came a across this and I must say I am quite excited.  My Indonesian is very bad and cannot read this article without difficulty.  I am quite sure my mother Soetinah and her sister Suarni were a couple of the younger members of the Dardenellas.  Their cousin twas Devi Dja, who was supposedly married to Peidro.  There last European tour was in Germany before the outbreak of WWII in 1939.  Except for Suarni, after being advised to leave the country, the Java- Bali Dancers went to the United States, where they all settled till their last days. 

If you understand this, I am most graciously eager to learn more... Thank you...

D. Soenarie
Add a comment...

lenong denes

Shared publicly  - 
 
Sekelumit kepustakaan untuk semua. pembenahan dalam sisi pakem (dramaturgi) dalam sebuah Opera Lenong/Lenong Denes/Komedi Bangsawan adalah keharusan untuk memurnikan kembali konsep-konsep yang diinginkan oleh para pendahulu. selain bahasa pengantar (pengucapan) para aktor/aktris di atas panggung harus menggunakan bahasa Melayu tinggi (Melayu Kerajaan) dengan pesan moral yang tinggi pula, kostum dan setting yang mengacu Istana Sentris harus pula mencerminkan suasana latar yang terkesan "Bangsawan". hal ini mungkin isa menjadi kesadaran bersama untuk To Action berikutnya agar pertanggung jawaban secara art bisa maksimal bila ia dijadikan sebagai referensi kebudayaan masa lalu. begitu pula dalam adegan perkelahian, dalam Lenong Jago (preman), adegan tersebut dibuat secara adu fisik dengan berkelahi membuka jurus silat denan selipan pantun. tetapi pada pertunjukan Lenong Denes/Komedi Bangsawan, adegan silat dan pantun tak pernah diadakan. pertunjukan asli tatkala adegan perkelahian mereka biasa menggunakan ANGGAR ala perkelahian Zoro (tokoh pahlawan Barat) sehingga lebih mencerminkan kebangsawanan, meskipun senjata tersebut tak pernah dikenal atau akrab untuk Bangsa Melayu terlebih suku Betawi.
 ·  Translate
1
Add a comment...
Have him in circles
7 people
POSKO VIVI EFFENDY ANGGOTA DPD RI's profile photo
Topeng Blantek Fajar Ibnusena's profile photo
Nasir Mupid's profile photo
Komunitas Asem Baris Jakarta Selatan's profile photo
Tukilan Abdul Aziz's profile photo
Abdul Aziz's profile photo

lenong denes

Shared publicly  - 
 
 
INI ADALAH SEKELUMIT UNGKAPAN ORANG SINGAPURA
Betapa berjayanya KOMEDI BANGSAWAN saat itu
(Untuk Kepustakaan)

Saya berasal dari Singapura dan sangat kagum dengan koleksi Pak Iwan, terutama sekali tentang sejarah kumpulan seni seperti Miss Riboet Orion dan Dardanella. Kedua-dua kumpulan ini memang cukup popular di Singapura dan Malaya pada tahun 1930an. Salah satu ahli kumpulan Dardanella telah menetap di Singapura dan menjadi seorang seniwati yang terkenal di sisni sejak tahun 194oan . Beliau adalah Momo Latiff yang berasal dari Batavia dan kini berusia 88 tahun.
Momo Latif telah menjadi salah seorang penari Bali Dancers dalam kumpulan Dardanella. Selepas Dardanella berpecah pada pertengahan tahun 1930an, beliau telah memasuki kumpulan bangsawan yg di ketuai oleh Raden Sudiro. Pada satu persembahan yang di adakan di Melaka, Raden telah memberitahu kepada Momo bahawa Syarikat filem Shaw Brothers di Singapura ingin mengambil Momo sebagai heroine dalam filem yg berjudul Topeng Shaitan di terbitkan pada tahun 1939. Momo kemudian telah merakamkan suara pada tahun 1941 bersama HMV dengan nyanyian lagu2 Bunga Sakura, Pohon Beringin dan Pulau Bali.
Azmosa
.Pre world war two (Before 1942.)
KRONCONG STAMBOEL
Miss Riboet Oreon, Germany BEKA RECORDS ,song Tionghoa ethnic song and Arabic ethnic song Jasidi with kroncong Stamboel style.

The Information of The first Indonesian singer record Miss Riboet from google exploration.
1) Kisah singkat Miss Riboet Orion
a)versi satu
a) Miss Riboet Orion ‘s short story(Kisah singkat Miss Riboet Orion)
(a)The First Version(versi satu)


Iklan Dardanella.(Dardanella operate label promotion)
Two biggest native Indonesian operates were deveoloped in 1925 and 1926 were Miss Riboet Orion and Dardanella (Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella).
Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan punya seorang pemimpin kharismatik.
Kedua perkumpulan ini dikenal sebagai pembenih sandiwara modern Indonesia. Mereka merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada masa stambul, bangsawan, dan opera, seperti: membuat pembagian episode yang lebih ringkas dari stambul, menghapuskan adegan perkenalan para tokoh sebelum bermain, menghilangkan selingan nyanyian atau tarian di tengah adegan, menghapus kebiasaan memainkan sebuah lakon hanya dalam satu malam pertunjukan, dan objek cerita sudah mulai berupa cerita-cerita asli, bukan dari hikayat-hikayat lama atau cerita-cerita yang diambil dari film-film terkenal (Oemarjati, 1971: 30-31). Rombongan sandiwara ini juga mulai menggunakan naskah untuk diperankan di atas pentas, menggunakan panggung pementasan, serta mulai mengenal peran seseorang yang mirip sutradara (pada masa itu lazim disebut programma meester, peran ini dimainkan oleh pemimpin perkumpulan).
The Orion Operete Inc founder at Batavia(now jakarta) by Tio Tek Djiwn yunior, the primadona is Niss Riboet (later Married wir Mr Tio) and Mr Tio also played the swords,specialized as the robery of the women in the opera of Juanita veza written by Antoinette de Vega, after that this opretee becaem famous ad Miss Riboet Orion(Perkumpulan sandiwara Orion berdiri di Batavia pada 1925. Rombongan sandiwara ini didirikan serta dipimpin oleh Tio Tek Djien Junior. Tio merupakan seorang terpelajar pertama yang menekuni secara serius kesenian sandiwara modern. Dia lulusan sekolah dagang Batavia. Primadona mereka adalah Miss Riboet. Selain sebagai istri Tio, Riboet juga terkenal dengan permainan pedangnya. Ia sangat menonjol ketika memerankan seorang perampok perempuan dalam lakon Juanita de Vega karya Antoinette de Zerna. Selanjutnya perkumpulan ini terkenal dengan nama Miss Riboet Orion (Sumardjo, 2004: 115).
This Operete becaem more famous after came in The Journalist Njoo Cheong Seng and his wife Fifi Young ,during this time tje operate created a imaginative story, then Nyo became the Tios best man which had the duty the story ,his succes with Saijah, R,soemiati,and Singapore at night(Perkumpulan ini semakin mengibarkan bendera ketenarannya setelah masuk seorang wartawan bernama Njoo Cheong Seng dan istrinya Fifi Young. Setelah masuknya Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, perkumpulan ini meninggalkan cerita-cerita khayalan yang pada masa stambul dan bangsawan lazim untuk dibawakan ke panggung (Pane, 1953: 9). Kemudian Njoo Cheong Seng menjadi tangan kanan Tio Tek Djien dan bertugas sebagai penulis lakon pada perkumpulan ini dan menghasilkan cerita-cerita, seperti Saidjah, R.A. Soemiatie, Barisan Tengkorak, dan Singapore After Midnight.)

Pertunjukan Dardanella
Di tengah kepopuleran Miss Riboet Orion, berdiri perkumpulan sandiwara Dardanella di Sidoarjo pada 21 Juni 1926. Sebagaimana Miss Riboet Orion, Dardanella juga telah melakukan perubahan besar pada dunia sandiwara.
Dardanella founded by A.Piedro ,the russian man with name Willy Kilimanof. In 1929 starting show at Batavia based on the storyfrom best film like Robinhood,the amsk of Zorro,three musketters, the Black pirates, the Thieve of Baghdad,Sheik of Arabia,the graaf of Monte Cristo,vero, and the rose pf Yesterday. But at the second show Dardanella shown the Indonesia native story like Annie van Mendoet,Lily van tjikampek,the Rose of Tjikemabng based on the Indonesian Stories (Dardanella didirikan oleh A. Piedro, seorang Rusia yang bernama asli Willy Klimanoff (Ramadhan KH, 1984: 5 . Pada 1929, untuk pertamakalinya Dardanella mengadakan pertunjukan di Batavia. Mulanya lakon-lakon yang dimainkan adalah cerita-cerita berdasarkan film-film yang sedang ramai dibicarakan orang, seperti Robin Hood, The Mask of Zorro, The Three Musketeers, The Black Pirates, The Thief of Baghdad, Roses of Yesterday, The Sheik of Arabia, Vera, dan Graaf de Monte Christo (Ramadhan KH, 1984: 74). Namun pada kunjungan keduanya di Batavia, mereka menghadirkan cerita mengenai kehidupan di Indonesia, seperti Annie van Mendoet, Lilie van Tjikampek, dan De Roos van Tjikembang. Cerita-cerita ini disebut dengan Indische Roman, yaitu cerita-cerita yang mengambil inspirasinya dari kehidupan Indonesia, dikarang dalam bahasa Belanda (Brahim, 1968: 116).
At the same time ,a journalis Andjar asmara also join the Dardanella and he bacame the Bes man of Peidro lika njo , he writthe the story Dr Samsi, Haida,Tjang,perantaian 88 dan Si bongkok like the huncthman of Notredam, Dardanella had the big five actors, Tan Tjeng Bok,Miss Dja, Mis Riboet II, Ferry Kock and Astaman (Pada tahun yang sama, seorang wartawan dari majalah Doenia Film, bernama Andjar Asmara, ikut masuk ke dalam perkumpulan ini, dan meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di majalah tersebut. Seperti halnya Njoo Cheong Seng di Miss Riboet Orion, Andjar kemudian juga menjadi tangan kanan Piedro, dan bertugas sebagai penulis naskah perkumpulan. Andjar Asmara menulis beberapa naskah, seperti Dr. Samsi, Si Bongkok, Haida, Tjang, dan Perantaian 99 (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Dardanella juga terkenal dengan pemain-pemainnya yang piawai memegang peranan dalam setiap pertunjukan. Para pemain ini terkenal dengan sebutan The Big Five. Anggota Perkumpulan Dardanella yang disebut The Big Five yaitu, Ferry Kock, Miss Dja, Tan Tjeng Bok, Riboet II, dan Astaman (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11-12).
The rivalrity between Miss Riboet Oreon and dardanella at Bavaia begun in 1931, starting about the name of Miss Riboet which Mr Tio sue to the court and win, dardanela must used the name Miss riboet II (Persaingan untuk meraih perhatian publik antara Miss Riboet Orion dengan Dardanella terjadi di Batavia pada tahun 1931. Sebenarnya persaingan Miss Riboet Orion dengan Dardanella sudah mulai terlihat ketika dua perkumpulan ini memperebutkan “pengakuan nama” dari salah satu pemainnya, yaitu Riboet. Dalam dua perkumpulan ini ada satu pemain yang namanya sama. Ketika itu Dardanella yang sedang bermain di Surabaya, didatangi dan dituntut oleh Tio Tek Djien, pemimpin Miss Riboet Orion, karena Dardanella mempergunakan nama Riboet juga untuk seorang pemainnya. Tio berkata kepada Piedro, “Kami tidak senang Tuan mempergunakan nama yang sama, nama Riboet juga untuk pemain Tuan…kami menyampaikan gugatan, Miss Riboet hanya ada satu dan dia sekarang sedang bermain di Batavia”. Akhir dari perseteruan ini adalah mengalahnya Piedro kepada Tio dan merubah nama Riboet yang ada di Dardanella menjadi Riboet II (Ramadhan KH, 1982: 72).
Memang lazim terjadi persaingan antarperkumpulan sandiwara, terutama di kota besar seperti Batavia. Sebelum persaingan dengan Dardanella, Miss Riboet Orion juga pernah bersaingan dengan Dahlia Opera, pimpinan Tengkoe Katan dari Medan, persaingan ini berakhir dengan kemenangan pihak Orion (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11). Wujud dari persaingan antara Miss Riboet Orion dan Dardanella ini adalah pecahnya perang reklame. Dardanella memajukan Dr. Samsi sebagai lakon andalan mereka, sedangkan Miss Riboet Orion dengan Gagak Solo. Dalam persaingan ini, Dardanella mengandalkan A. Piedro, Andjar Asmara, dan Tan Tjeng Bok, sedangkan Miss Riboet Orion mengandalkan Tio Tek Djien, Njoo Cheong Seng, dan A. Boellaard van Tuijl, sebagai pemimpinnya (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Kedua wartawan dalam perkumpulan-perkumpulan itu bekerja dan memutar otak untuk membuat reklame propaganda yang, sedapat-dapatnya, memengaruhi pikiran publik.
At least Miss Riboet Orion off in 1934 and gave the authority to Dardanella , and their writer Njoo Cheong Seng and fifi Young moved to dardanella(Akhirnya Miss Riboet Orion harus menyerah kepada Dardanella. Riwayat Perkumpulan Sandiwara Miss Riboet Orion berakhir pada 1934, ketika penulis naskah mereka Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, pindah ke Dardanella.)
Then dardanella became famous with the new actors like Ratna asmara, Bachtiar Effendy,Fify young and an american from guam Henry L Duarte (Dardanella menjadi semakin besar dengan hadirnya anggota-anggota baru seperti Ratna Asmara, Bachtiar Effendi, Fifi Young, dan Henry L. Duarte (seorang Amerika yang dilahirkan di Guam). Dalam Dardanella juga berkumpul tiga penulis lakon ternama, seperti A. Piedro, Andjar Asmara, dan Njoo Cheong Seng, di samping itu, perkumpulan ini diperkuat oleh permainan luar biasa dari bintang-bintang panggungnya seperti Miss Dja, Ferry Kock, Tan Tjeng Bok, Astaman, dan Riboet II.)
In 1935, Dardanella madse the tour to Siam,Burma. Ceylon,India,tibet ,the tour was called The Orient’s Tour with native dancer like wayang golek, Pencak Minangkabau,wayang golek,bali jagger, papua dancer and Ambon song (Pada 1935, Piedro memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke Siam, Burma, Sri Lanka, India, dan Tibet, untuk memperkenalkan pertunjukan-pertunjukan mereka. Perjalanan ini disebut Tour d’Orient. Dalam perjalanan itu tidak dipentaskan sandiwara, melainkan tari-tarian Indonesia seperti Serimpi, Bedoyo, Golek, Jangger, Durga, Penca Minangkabau, Keroncong, Penca Sunda, Nyanyian Ambon, dan tari-tarian Papua (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 13).
Tour de Orient qwere the last tour of Dardanella before the world war two, then dismish(Tour d’Orient adalah perjalanan terakhir Dardanella. Setelah perjalanan itu Dardanella pecah. Dan kisah dua raksasa sandiwara ini pun berakhir…)
I have the tax fee of Padang city gouverment about the dardanella and Dwi Dja tours, during japanese occupation 1943-1844, I think the Japanesi Millitary occupation gouverment, used this show for political campaign(Dr iwan S)
 ·  Translate
1 comment on original post
1
Add a comment...

lenong denes

Shared publicly  - 
 
 
INI ADALAH SEKELUMIT UNGKAPAN ORANG SINGAPURA
Betapa berjayanya KOMEDI BANGSAWAN saat itu
(Untuk Kepustakaan)

Saya berasal dari Singapura dan sangat kagum dengan koleksi Pak Iwan, terutama sekali tentang sejarah kumpulan seni seperti Miss Riboet Orion dan Dardanella. Kedua-dua kumpulan ini memang cukup popular di Singapura dan Malaya pada tahun 1930an. Salah satu ahli kumpulan Dardanella telah menetap di Singapura dan menjadi seorang seniwati yang terkenal di sisni sejak tahun 194oan . Beliau adalah Momo Latiff yang berasal dari Batavia dan kini berusia 88 tahun.
Momo Latif telah menjadi salah seorang penari Bali Dancers dalam kumpulan Dardanella. Selepas Dardanella berpecah pada pertengahan tahun 1930an, beliau telah memasuki kumpulan bangsawan yg di ketuai oleh Raden Sudiro. Pada satu persembahan yang di adakan di Melaka, Raden telah memberitahu kepada Momo bahawa Syarikat filem Shaw Brothers di Singapura ingin mengambil Momo sebagai heroine dalam filem yg berjudul Topeng Shaitan di terbitkan pada tahun 1939. Momo kemudian telah merakamkan suara pada tahun 1941 bersama HMV dengan nyanyian lagu2 Bunga Sakura, Pohon Beringin dan Pulau Bali.
Azmosa
.Pre world war two (Before 1942.)
KRONCONG STAMBOEL
Miss Riboet Oreon, Germany BEKA RECORDS ,song Tionghoa ethnic song and Arabic ethnic song Jasidi with kroncong Stamboel style.

The Information of The first Indonesian singer record Miss Riboet from google exploration.
1) Kisah singkat Miss Riboet Orion
a)versi satu
a) Miss Riboet Orion ‘s short story(Kisah singkat Miss Riboet Orion)
(a)The First Version(versi satu)


Iklan Dardanella.(Dardanella operate label promotion)
Two biggest native Indonesian operates were deveoloped in 1925 and 1926 were Miss Riboet Orion and Dardanella (Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella).
Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan punya seorang pemimpin kharismatik.
Kedua perkumpulan ini dikenal sebagai pembenih sandiwara modern Indonesia. Mereka merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada masa stambul, bangsawan, dan opera, seperti: membuat pembagian episode yang lebih ringkas dari stambul, menghapuskan adegan perkenalan para tokoh sebelum bermain, menghilangkan selingan nyanyian atau tarian di tengah adegan, menghapus kebiasaan memainkan sebuah lakon hanya dalam satu malam pertunjukan, dan objek cerita sudah mulai berupa cerita-cerita asli, bukan dari hikayat-hikayat lama atau cerita-cerita yang diambil dari film-film terkenal (Oemarjati, 1971: 30-31). Rombongan sandiwara ini juga mulai menggunakan naskah untuk diperankan di atas pentas, menggunakan panggung pementasan, serta mulai mengenal peran seseorang yang mirip sutradara (pada masa itu lazim disebut programma meester, peran ini dimainkan oleh pemimpin perkumpulan).
The Orion Operete Inc founder at Batavia(now jakarta) by Tio Tek Djiwn yunior, the primadona is Niss Riboet (later Married wir Mr Tio) and Mr Tio also played the swords,specialized as the robery of the women in the opera of Juanita veza written by Antoinette de Vega, after that this opretee becaem famous ad Miss Riboet Orion(Perkumpulan sandiwara Orion berdiri di Batavia pada 1925. Rombongan sandiwara ini didirikan serta dipimpin oleh Tio Tek Djien Junior. Tio merupakan seorang terpelajar pertama yang menekuni secara serius kesenian sandiwara modern. Dia lulusan sekolah dagang Batavia. Primadona mereka adalah Miss Riboet. Selain sebagai istri Tio, Riboet juga terkenal dengan permainan pedangnya. Ia sangat menonjol ketika memerankan seorang perampok perempuan dalam lakon Juanita de Vega karya Antoinette de Zerna. Selanjutnya perkumpulan ini terkenal dengan nama Miss Riboet Orion (Sumardjo, 2004: 115).
This Operete becaem more famous after came in The Journalist Njoo Cheong Seng and his wife Fifi Young ,during this time tje operate created a imaginative story, then Nyo became the Tios best man which had the duty the story ,his succes with Saijah, R,soemiati,and Singapore at night(Perkumpulan ini semakin mengibarkan bendera ketenarannya setelah masuk seorang wartawan bernama Njoo Cheong Seng dan istrinya Fifi Young. Setelah masuknya Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, perkumpulan ini meninggalkan cerita-cerita khayalan yang pada masa stambul dan bangsawan lazim untuk dibawakan ke panggung (Pane, 1953: 9). Kemudian Njoo Cheong Seng menjadi tangan kanan Tio Tek Djien dan bertugas sebagai penulis lakon pada perkumpulan ini dan menghasilkan cerita-cerita, seperti Saidjah, R.A. Soemiatie, Barisan Tengkorak, dan Singapore After Midnight.)

Pertunjukan Dardanella
Di tengah kepopuleran Miss Riboet Orion, berdiri perkumpulan sandiwara Dardanella di Sidoarjo pada 21 Juni 1926. Sebagaimana Miss Riboet Orion, Dardanella juga telah melakukan perubahan besar pada dunia sandiwara.
Dardanella founded by A.Piedro ,the russian man with name Willy Kilimanof. In 1929 starting show at Batavia based on the storyfrom best film like Robinhood,the amsk of Zorro,three musketters, the Black pirates, the Thieve of Baghdad,Sheik of Arabia,the graaf of Monte Cristo,vero, and the rose pf Yesterday. But at the second show Dardanella shown the Indonesia native story like Annie van Mendoet,Lily van tjikampek,the Rose of Tjikemabng based on the Indonesian Stories (Dardanella didirikan oleh A. Piedro, seorang Rusia yang bernama asli Willy Klimanoff (Ramadhan KH, 1984: 5 . Pada 1929, untuk pertamakalinya Dardanella mengadakan pertunjukan di Batavia. Mulanya lakon-lakon yang dimainkan adalah cerita-cerita berdasarkan film-film yang sedang ramai dibicarakan orang, seperti Robin Hood, The Mask of Zorro, The Three Musketeers, The Black Pirates, The Thief of Baghdad, Roses of Yesterday, The Sheik of Arabia, Vera, dan Graaf de Monte Christo (Ramadhan KH, 1984: 74). Namun pada kunjungan keduanya di Batavia, mereka menghadirkan cerita mengenai kehidupan di Indonesia, seperti Annie van Mendoet, Lilie van Tjikampek, dan De Roos van Tjikembang. Cerita-cerita ini disebut dengan Indische Roman, yaitu cerita-cerita yang mengambil inspirasinya dari kehidupan Indonesia, dikarang dalam bahasa Belanda (Brahim, 1968: 116).
At the same time ,a journalis Andjar asmara also join the Dardanella and he bacame the Bes man of Peidro lika njo , he writthe the story Dr Samsi, Haida,Tjang,perantaian 88 dan Si bongkok like the huncthman of Notredam, Dardanella had the big five actors, Tan Tjeng Bok,Miss Dja, Mis Riboet II, Ferry Kock and Astaman (Pada tahun yang sama, seorang wartawan dari majalah Doenia Film, bernama Andjar Asmara, ikut masuk ke dalam perkumpulan ini, dan meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di majalah tersebut. Seperti halnya Njoo Cheong Seng di Miss Riboet Orion, Andjar kemudian juga menjadi tangan kanan Piedro, dan bertugas sebagai penulis naskah perkumpulan. Andjar Asmara menulis beberapa naskah, seperti Dr. Samsi, Si Bongkok, Haida, Tjang, dan Perantaian 99 (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Dardanella juga terkenal dengan pemain-pemainnya yang piawai memegang peranan dalam setiap pertunjukan. Para pemain ini terkenal dengan sebutan The Big Five. Anggota Perkumpulan Dardanella yang disebut The Big Five yaitu, Ferry Kock, Miss Dja, Tan Tjeng Bok, Riboet II, dan Astaman (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11-12).
The rivalrity between Miss Riboet Oreon and dardanella at Bavaia begun in 1931, starting about the name of Miss Riboet which Mr Tio sue to the court and win, dardanela must used the name Miss riboet II (Persaingan untuk meraih perhatian publik antara Miss Riboet Orion dengan Dardanella terjadi di Batavia pada tahun 1931. Sebenarnya persaingan Miss Riboet Orion dengan Dardanella sudah mulai terlihat ketika dua perkumpulan ini memperebutkan “pengakuan nama” dari salah satu pemainnya, yaitu Riboet. Dalam dua perkumpulan ini ada satu pemain yang namanya sama. Ketika itu Dardanella yang sedang bermain di Surabaya, didatangi dan dituntut oleh Tio Tek Djien, pemimpin Miss Riboet Orion, karena Dardanella mempergunakan nama Riboet juga untuk seorang pemainnya. Tio berkata kepada Piedro, “Kami tidak senang Tuan mempergunakan nama yang sama, nama Riboet juga untuk pemain Tuan…kami menyampaikan gugatan, Miss Riboet hanya ada satu dan dia sekarang sedang bermain di Batavia”. Akhir dari perseteruan ini adalah mengalahnya Piedro kepada Tio dan merubah nama Riboet yang ada di Dardanella menjadi Riboet II (Ramadhan KH, 1982: 72).
Memang lazim terjadi persaingan antarperkumpulan sandiwara, terutama di kota besar seperti Batavia. Sebelum persaingan dengan Dardanella, Miss Riboet Orion juga pernah bersaingan dengan Dahlia Opera, pimpinan Tengkoe Katan dari Medan, persaingan ini berakhir dengan kemenangan pihak Orion (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11). Wujud dari persaingan antara Miss Riboet Orion dan Dardanella ini adalah pecahnya perang reklame. Dardanella memajukan Dr. Samsi sebagai lakon andalan mereka, sedangkan Miss Riboet Orion dengan Gagak Solo. Dalam persaingan ini, Dardanella mengandalkan A. Piedro, Andjar Asmara, dan Tan Tjeng Bok, sedangkan Miss Riboet Orion mengandalkan Tio Tek Djien, Njoo Cheong Seng, dan A. Boellaard van Tuijl, sebagai pemimpinnya (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Kedua wartawan dalam perkumpulan-perkumpulan itu bekerja dan memutar otak untuk membuat reklame propaganda yang, sedapat-dapatnya, memengaruhi pikiran publik.
At least Miss Riboet Orion off in 1934 and gave the authority to Dardanella , and their writer Njoo Cheong Seng and fifi Young moved to dardanella(Akhirnya Miss Riboet Orion harus menyerah kepada Dardanella. Riwayat Perkumpulan Sandiwara Miss Riboet Orion berakhir pada 1934, ketika penulis naskah mereka Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, pindah ke Dardanella.)
Then dardanella became famous with the new actors like Ratna asmara, Bachtiar Effendy,Fify young and an american from guam Henry L Duarte (Dardanella menjadi semakin besar dengan hadirnya anggota-anggota baru seperti Ratna Asmara, Bachtiar Effendi, Fifi Young, dan Henry L. Duarte (seorang Amerika yang dilahirkan di Guam). Dalam Dardanella juga berkumpul tiga penulis lakon ternama, seperti A. Piedro, Andjar Asmara, dan Njoo Cheong Seng, di samping itu, perkumpulan ini diperkuat oleh permainan luar biasa dari bintang-bintang panggungnya seperti Miss Dja, Ferry Kock, Tan Tjeng Bok, Astaman, dan Riboet II.)
In 1935, Dardanella madse the tour to Siam,Burma. Ceylon,India,tibet ,the tour was called The Orient’s Tour with native dancer like wayang golek, Pencak Minangkabau,wayang golek,bali jagger, papua dancer and Ambon song (Pada 1935, Piedro memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke Siam, Burma, Sri Lanka, India, dan Tibet, untuk memperkenalkan pertunjukan-pertunjukan mereka. Perjalanan ini disebut Tour d’Orient. Dalam perjalanan itu tidak dipentaskan sandiwara, melainkan tari-tarian Indonesia seperti Serimpi, Bedoyo, Golek, Jangger, Durga, Penca Minangkabau, Keroncong, Penca Sunda, Nyanyian Ambon, dan tari-tarian Papua (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 13).
Tour de Orient qwere the last tour of Dardanella before the world war two, then dismish(Tour d’Orient adalah perjalanan terakhir Dardanella. Setelah perjalanan itu Dardanella pecah. Dan kisah dua raksasa sandiwara ini pun berakhir…)
I have the tax fee of Padang city gouverment about the dardanella and Dwi Dja tours, during japanese occupation 1943-1844, I think the Japanesi Millitary occupation gouverment, used this show for political campaign(Dr iwan S)
 ·  Translate
1 comment on original post
2
1
lenong denes's profile photo
Add a comment...

lenong denes

Shared publicly  - 
 
HIKAYAT HANG TUAH
(Versi I)

Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang bernama Hang Tuah, anak HangMahmud. Mereka bertempat tinggal di Sungai Duyung. Pada saat itu, semua orangdi Sungai Duyung mendengar kabar teng Raja Bintan yang baik dan sopan kepadasemua rakyatnya.Ketika Hang Mahmud mendengar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepadaistrinya yang bernama Dang Merdu,”Ayo kita pergi ke Bintan, negri yang besar itu,apalagi kita ini orang yang yang miskin. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebihmudah mencari pekerjaan.”Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit.Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmudpun terbangun danmengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau sepertiwangi-wangian. Siang harinya, Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepadaistri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu pun langsungmemandikan dan melulurkan anaknya.Setelah itu, ia memberikan anaknya itu kain,baju, dan ikat kepala serbaputih. Lalu Dang Merdu member makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam,ibunya juga memanggil para pemuka agama untuk mendoakan selamatan untukHang Tuah. Setelah selesai dipeluknyalah anaknya itu.Lalu kata Hang Mahmud kepada istrinya,”Adapun anak kita ini kita jaga baik-baik, jangan diberi main jauh-jauh.”Keesokan harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untukpersediaan. Lalu ada pemberontak yang datang ke tengah pasar, banyak orangyang mati dan luka-luka. Orang-orang pemilik took meninggalkan tokonya danmelarikan diri ke kampong. Gemparlah negri Bintan itu dan terjadi kekacauandimana-mana. Ada seorang yang sedang melarikan diri berkata kepada Hang Tuah,”Hai, Hang Tuah, hendak matikah kau tidak mau masuk ke kampung.?”Maka kata Hang Tuah sambil membelah kayu,”Negri ini memiliki prajurit danpegawai yang akan membunuh, ia pun akan mati olehnya.”Waktu ia sedang berbicara ibunya melihat bahwa pemberontak itu menuju Hang Tuah samil menghunuskan kerisnya. Maka ibunya berteriak dari atas toko,katanya,”Hai, anakku, cepat lari ke atas toko!”Hang Tuah mendengarkan kata ibunya, iapun langsung bangkit berdiri danmemegang kapaknya menunggu amarah pemberontak itu. Pemberontak itu datangke hadapan Hang Tuah lalu menikamnya bertubi-tubi. Maka Hang Tuah punMelompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Hang Tuah lalu mengayunkankapaknya ke kepala orang itu, lalu terbelalah kepala orang itu dan mati. Maka kataseorang anak yang menyaksikannya,”Dia akan menjadi perwira besar di tanahMelayu ini.” Terdengarlah berita itu oleh keempat kawannya, Hang Jebat, Hang Kesturi,Hang Lekir, dan Hang Lekui.

Mereka pun langsung berlari-lari mendapatkan Hang Tuah. Hang Jebat danHang Kesturi bertanya kepadanya,”Apakah benar engkau membunuh pemberontakdengan kapak?”Hang Tuah pun tersenyum dan menjawab,”Pemberontak itu tidak pantasdibunuh dengan keris, melainkan dengan kapak untuk kayu.”Kemudian karena kejadian itu, baginda raja sangat mensyukuri adanya sangHang Tuah. Jika ia tidak datang ke istana, pasti ia akan dipanggil oleh Sang Raja.Maka Tumenggung pun berdiskusi dengan pegawai-pegawai lain yang juga iri hatikepada Hang Tuah. Setelah diskusi itu, datanglah mereka ke hadapan Sang Raja.Maka saat sang Baginda sedang duduk di tahtanya bersama parabawahannya, Tumenggung dan segala pegawai-pegawainya datang berlutut, lalumenyembah Sang Raja, “Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, adabanyak berita tentang penghianatan yang sampai kepada saya. Berita-berita itusudah lama saya dengar dari para pegawai-pegawai saya.”Setelah Sang Baginda mendengar hal itu, maka Raja pun terkejut lalubertanya, “Hai kalian semua, apa saja yang telah kalian ketahui?”Maka seluruh menteri-menteri itu menjawab, “Hormat tuanku, pegawai sayayang hina tidak berani datang, tetapi dia yang berkuasa itulah yang melakukan halini.”Maka Baginda bertitah, “Hai Tumenggung, katakana saja, kita akanmembalasanya.”Maka Tumenggung menjawab, “Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat,untuk datang saja hamba takut, karena yang melakukan hal itu, tuan sangatmenyukainya. Baiklah kalau tuan percaya pada perkataan saya, karena jika tidak,alangkah buruknya nama baik hamba, seolah-olah menjelek-jelekkan orang itu.Setelah Baginda mendengar kata-kata Tumenggung yang sedemikian itu,maka Baginda bertitah, “Siapakah orang itu, Sang Hang Tuah kah?”Maka Tumenggung menjawab, “Siapa lagi yang berani melakukannya selainHang Tuah itu. Saat pegawai-pegawai hamba memberitahukan hal ini pada hamba,hamba sendiri juga tidak percaya, lalu hamba melihat Sang Tuah sedang berbicaradengan seorang perempuan di istana tuan ini. Perempuan tersebut bernama DangSetia. Hamba takut ia melakukan sesuatu pada perempuan itu, maka hambadengan dikawal datang untuk mengawasi mereka.”Setelah Baginda mendengar hal itu, murkalah ia, sampai mukanya berwarnamerah padam. Lalu ia bertitah kepada para pegawai yang berhati jahat itu,“Pergilah, singkirkanlah si durhaka itu!”Maka Hang Tuah pun tidak pernah terdengar lagi di dalam negri itu, tetapi si Tuah tidak mati, karena si Tuah itu perwira besar, apalagi di menjadi wali Allah.Kabarnya sekarang ini Hang Tuah berada di puncak dulu Sungai Perak, di sana iaduduk menjadi raja segala Batak dan orang hutan. Sekarang pun raja ingin bertemu

dengan seseorang, lalu ditanyainya orang itu dan ia berkata, “Tidakkah tuan inginmempunyai istri?”Lalu jawabnya, “Saya tidak ingin mempunyai istri lagi.”Demikianlah cerita Hikayat Hang Tuah.
 ·  Translate
1
1
lenong denes's profile photo
Add a comment...

lenong denes

Shared publicly  - 
 
Sekelumit kepustakaan untuk semua. pembenahan dalam sisi pakem (dramaturgi) dalam sebuah Opera Lenong/Lenong Denes/Komedi Bangsawan adalah keharusan untuk memurnikan kembali konsep-konsep yang diinginkan oleh para pendahulu. selain bahasa pengantar (pengucapan) para aktor/aktris di atas panggung harus menggunakan bahasa Melayu tinggi (Melayu Kerajaan) dengan pesan moral yang tinggi pula, kostum dan setting yang mengacu Istana Sentris harus pula mencerminkan suasana latar yang terkesan "Bangsawan". hal ini mungkin isa menjadi kesadaran bersama untuk To Action berikutnya agar pertanggung jawaban secara art bisa maksimal bila ia dijadikan sebagai referensi kebudayaan masa lalu. begitu pula dalam adegan perkelahian, dalam Lenong Jago (preman), adegan tersebut dibuat secara adu fisik dengan berkelahi membuka jurus silat denan selipan pantun. tetapi pada pertunjukan Lenong Denes/Komedi Bangsawan, adegan silat dan pantun tak pernah diadakan. pertunjukan asli tatkala adegan perkelahian mereka biasa menggunakan ANGGAR ala perkelahian Zoro (tokoh pahlawan Barat) sehingga lebih mencerminkan kebangsawanan, meskipun senjata tersebut tak pernah dikenal atau akrab untuk Bangsa Melayu terlebih suku Betawi.
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
Have him in circles
7 people
POSKO VIVI EFFENDY ANGGOTA DPD RI's profile photo
Topeng Blantek Fajar Ibnusena's profile photo
Nasir Mupid's profile photo
Komunitas Asem Baris Jakarta Selatan's profile photo
Tukilan Abdul Aziz's profile photo
Abdul Aziz's profile photo
Basic Information
Gender
Male