Profile cover photo
Profile photo
Ahya Ratu
3 followers
3 followers
About
Posts

Post has attachment
Tafisa Games 2016 Di Jakarta: “Unity In Diversity”
Kamis, 06 Oktober 2016 s.d Rabu, 12 Oktober 2016
Jakarta akan menjadi tuan rumah perhelatan internasional bergengsi TAFISA (The Association for International Sport for All ) Games, yaitu kegiatan olahraga masyarakat non-olimpiade. Acara tersebut akan berlangsung pada 6-12 Oktober 2016 dengan mengambil tempat di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Tema Tafisa tahun ini adalah “Unity in Diversity” dengan sub tema, “Let's Move be Active".
Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah Tafisa keenam setelah menang bidding atas Belanda pada 2011. Indonesia terpilih sebagai tuan rumah dalam kongres Tafisa di Antalya, Turki tahun 2011 lalu. Hingga saat ini setidaknya 110 negara memastikan berpartisipasi meliputi 11.500 orang, di luar 5.000 lainnya dari dalam negeri. Tiga kelompok besar kegiatan dalam Tafisa adalah tantangan dan petualangan, olah raga kesehatan kebugaran serta olah raga tradisional.
TAFISA Games digelar empat tahun sekali pada tahun yang sama dengan penyelenggaraan olimpiade, hanya saja pesertanya tidak berada di bawah Komite Olah Raga Nasional mereka. Olah raga yang ditampilkan dala Tafisa berbeda dengan cabang-cabang olahraga di Pekan Olah Raga Nasional, SEA Games ataupun Olimpiade. Beberapa cabang yang dilombakan diantaranya seperti panahan traditional, BMX, jetski, yoga, dan senam, dan sepak bola jalanan. Sementara itu, pencak silat akan hadir sebagai olah raga budaya, sama seperti aikido dari Jepang.
Penyelenggaraan TAFISA Games 2016 di Indonesia diyakini akan menyedot perhatian besar dari publik internasional dimana akan diliput ratusan media lokal dan asing. Penyelenggaraan TAFISA Games juga menjadi momen bagi Indonesia bisa menghelat event besar internasional di dunia olahraga dan kesempatan memperkenalkan olahraga tradisional Nusantara kepada masyarakat dunia serta membuka peluang salah satunya menjadi lebih popular secara internasional.
Selain sejumlah festival dan kompetisi olahraga tradisional dan olahraga masyarakat, ajang tersebut juga akan diisi dengan Global Summit untuk menghasilkan Jakarta Action Plan for Traditional & Sports Games. Selain itu, kegiatan ini diyakini akan bermanfaat besar bagi bangsa Indonesia selain menumbuhkan minat masyarakat untuk berolahraga.
Ketua Panitia Pelaksana TAFISA Games 2016 Hayono Isman mengutarakan bahwa event TAFISA, Indonesia bertekad mempromosikan berbagai olahraga rekreasi tradisional yang sudah berurat akar di masyarakat. Misalnya, dengan memperkenalkan permainan eggrang, terompah panjang, layang-layang, senam kreasi daerah dan senam poco-poco sebagai contoh, pencak silat budaya, sepeda tua (ontel), gulat tradisional dan sebagainya.
"TAFISA ini olahraga yang memprioritaskan sehat, bugar dan membawa kegembiraan kepada pelakunya. Karena itu, sangat besar peluang bagi Indonesia untuk mempromosikan segala budaya dan olahraga warisan bangsa, termasuk pariwisata kita. Harmoni Indonesia harus ditampilkan dalam kegiatan ini untuk mengkikis potensi konflik di negeri kita," ujar Hayono.
Setelah festival usai digelar, peserta diberi kesempatan oleh panitia pelaksana untuk menikmati keindahan pariwisata di Indonesia. Sejumlah destinasi wisata sudah disiapkan untuk mereka antara lain Raja Ampat, Bunaken, Bali, Lombok, Danau Toba, dan lainnya.
TAFISA (The Association for International Sport for All ) Games sendiri bermula sejak 1960-an dari pertemuan reguler sejumlah orang yang tertarik mengembangkan olahraga masyarakat. Berikutnya komunitas ini lebih serius mewadahi kegiatannya dengan membentuk organisasi di Bordeaux, Prancis, pada September 1991. Kini, TAFISA terus tumbuh mencapai 270 organisasi Sport for All dari 160 negara bernaung di bawahnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan keyakinan bahwa akses ke Sport for All dan aktivitas fisik adalah hak semua manusia.
Awalnya TAFISA merupakan singkatan dari Trim And Fitness International Sport for All Association. Singkatan tersebut kemudian diubah menjadi The Association For International Sport for All. Berikutnya lebih 40 negara sepakat meletakkan pondasi pembentukan organisasi yang menaungi olahraga tradisional masyarakat dunia, maupun cabang olahraga yang tidak dipertandingkan di Olimpiade.
Edisi pertama event olahraga masyarakat dunia digelar di Bonn, Jerman. Empat tahun kemudian, pada 1996, edisi kedua digelar di Bangkok, Thailand, lalu di Hannover (Jerman) tahun 2000. Montreal, Kanada, semestinya menjadi penyelenggara berikutnya di tahun 2004 tapi kemudian ditiadakan karena pihak tuan rumah tidak siap. Pada edisi 2008, Busan di Korea Selatan menjadi tuan rumah. Tahun 2012, TAFISA World Game digelar di Lithuania, dengan Siauliai sebagai kota penyelenggara. Tahun ini, tepatnya Oktober 2016, Jakarta menjadi tuan rumah.
Photo
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded