Profile

Cover photo
17 followers|6,787 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Gereja Segala Bangsa

Shared publicly  - 
 
 
PENGHITUNGAN UMAT ISRAEL

Bilangan 1 : 1-3

Ayat 1 “Sebermula, maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa dipadang Tiah, dalam kemah perhimpunan pada hari yang pertama, bulan yang kedua, tahun yang kedua kemudian daripada mereka itu keluar dari negeri Mesir, firmannya : ”.

Ayat 2 “Ambillah olehmu jumlah segenap sidang bani Israel dengan segala suku bangsanya dan rumah-rumah bapanya serta dengan bilangan nama segala orang laki-laki masing-masing”.

Ayat 3 “Yang umur duapuluh tahun dan lebih daripada itu, segala orang diantara Israel yang keluar akan berperang hendaklah engkau bilang dalam nama segala tentaranya, baik engkau baik Harun”.

(Alkitab Terjemahan Lama)


Pada tahun yang kedua setelah Umat Israel keluar dari tanah Mesir, Tuhan berfirman kepada Nabi Musa untuk menghitung umat Israel. Mereka yang masuk perhitungan adalah laki-laki yang sudah dewasa yang berumur 20 tahun keatas dan yang mahir didalam peperangan.

Perhitungan Umat Israel terjadi 2 kali, yaitu :
Perhitungan pertama terjadi setelah keluar dari Mesir., Bilangan 1:1-3 (1-46)
Perhitungan kedua pada waktu hendak memasuki tanah Kanaan, Bilangan 26:2-5 (2-31)

I. Perhitungan pertama.

Perhitungan pertama ini terjadi setelah umat Israel keluar dari negeri Mesir dan berada dipadang gurun Sinai, perhatikan kembali dalam Bilangan 1:1-3.

Tuhan memberikan perintah kepada Nabi Musa untuk menghitung yang laki-laki dan sudah dewasa yaitu berumur 20 tahun keatas dan sudah mahir untuk berperang. Perempuan dan anak-anak tidak masuk hitungan.

Dalam perjalanan umat Israel dari Mesir menuju tanah perjanjian Tuhan selalu berjalan dihadapan mereka. Pada malam hari dalam tiang api dan pada siang hari dalam tiang awan, Keluaran 13:21-22. Tiang awan dan tiang api adalah bayangan dari Roh Tuhan, perhatikan Keluaran 19:4 dan Hajai 2:6.

Umat Israel yang keluar negeri Mesir adalah bayangan anak-anak Tuhan yang sudah lahir baru dari air dan Roh berdasarkan Yahya 3:5 dan Kisah Rasul 2:38. Kelahiran baru dari Roh atau Baptisan Roh adalah titik tolak untuk memperoleh anugerah Roh Kudus, perhatikan Kisah Rasul 10:44-46.

Anugerah Roh Kudus terbagi dalam 4 (empat) bagian, yaitu :
Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh, Kisah 1:1-4, 10:4-46, 19:6
Karunia-Karunia Roh Kudus, 1 Korintus 12:8-11
Karunia Jawatan / Pelayanan, Efesus 4:11-12
Berbagai Perbuatan Ajaib (Kasih) – Buah-Buah Roh Kudus, Galatia 5:22-23, 1 Korintus 13:1-13

Untuk menjadi dewasa di dalam Tuhan maka tidak hanya berhenti pada lahir baru dari air dan Roh saja, tetapi harus ditingkatkan sampai pada Karunia-Karunia yang Rohani. Perhatikan sidang jemaat Tuhan di Korintus karena sudah memiliki Karunia-karunia Roh berdasarkan 1 Korintus 12:8-11, mereka menjadi dewasa rohani. Sehingga Rasul Paulus mengatakan bahwa mereka sudah dipertunangkan dengan Tuhan, perhatikan 2 Korintus 11:2 : “Karena aku cemburu kepada kamu dengan suatu cemburuan ilahi, sebab sudah aku tunangkan kamu dengan seorang laki-laki, hendak menghadapkan kamu seperti seorang perawan yang suci kepada Kristus”.

Setiap anak Tuhan yang sudah lahir baru dari air dan Roh kemudian berserah sungguh-sungguh kepada Tuhan, kehidupan rohaninya akan ditingkatkan untuk memperoleh anugerah Roh Kudus dibawa menuju pada pendewasaan Rohani. Inilah yang masuk dalam perhitungan.

Perempuan dan anak-anak tidak dihitung tetapi laki-laki dewasa yang kuat dan mahir dalam peperangan. Oleh karena itu untuk masuk dalam perhitungan hendaklah menjadi laki-laki dan gagah dalam Tuhan, perhatikan 1 Korintus 16:13 dan Epesus 6:10, hubungkan dengan Yusak 1:6.

Dalam zaman Rohulkudus sekarang ini setiap anak-anak Tuhan yang sudah dewasa Rohani baik pria dan wanita masuk dalam perhitungan sebab itu perhatikan Rahasia Firman Tuhan dalam Matius 24:19-22 (Tiga Macam Gereja Tuhan).

Gereja Tuhan yang dewasa Rohani adalah yang termasuk “Orang Terpilih” maka disingkatkan masa itu, perhatikan juga dalam 1 Petrus 2:9-10. Tuhan menghendaki kehidupan kita menjadi dewasa Rohani dan perkasa serta mahir dalam peperangan iman.

Tuhan juga menghendaki supaya kita mengeluarkan buah, yaitu :
Buah-buah pertobatan, Matius 3:8.
Buah-buah Pelayanan, Yahya 15:16.
Buah-Buah Roh Kudus, Galatia 5:22-23.

Kemudian menjadi bendahari yang baik seperti apa yang dimaksud dalam 1 Petrus 4:10. Mampu bertanggung jawab atas setiap Anugerah pemberitan Tuhan.

Apa artinya masuk dalam perhitungan atau bilangan :
Tuhan perhatikan jumlahnya.
Tuhan menjaga dan memeliharakan mereka.

Mereka yang sudah masuk dalam perhitungan adalah orang-orang yang gagah dan perkasa yang mahir dalam peperangan. Demikian pula mereka yang sudah beroleh Anugrah Roh Tuhan dan sudah dewasa Rohani harus mahir dalam peperangan Rohani. Sebab itu Rasul Paulus menyuratkan dalam Epesus 6:10-18, harus dewasa Rohani dan perkasa dalam Tuhan dan disertai dengan kuat kuasa Tuhan. Itu sebabnya harus senantiasa mengenakan 7 perlengkapan Rohani.

Tidak hanya mahir dalam peperangan rohani tetapi juga mahir dalam mempergunakan Anugerah Roh Tuhan, perhatikan nasehat Firman Tuhan dalam 1 Timotius 4:14 : “Jangan engkau melalaikan karunia didalammu itu, yang telah dikaruniakan kepadamu oleh nubuat tatkala tangan ketua-ketua itu dihantarkan atasmu”.

Jadi karunia Roh (1 Korintus 12:8-11) yang Tuhan anugerahkan kepada kita itu harus dibangkitkan dan dipergunakan seperti talenta yang diberikan untuk diperdagangkan perhatikan Matius 25:14-30. Hubungkan dengan 1 Petrus 4:10 dan Yahya 15:2.

Sebab itu perhatikan Ibrani 6:1-5 dimana dikatakan : “Langsungkanlah kepada kesempurnaan”

II. Perhitungan kedua, Bilangan 26:2-4 (2-51)

Ayat 2 “Ambilah olehmu akan jumlah segenap sidang bani Israel, segala orang yang umur dua puluh tahun atau lebih, seturut suku-suku bangsanya, segala orang diantara Israil yang turut berperang”.

Ayat 3 “Maka dibilangkan oleh Musa dan Eliazar, yang imam akan mereka itu sekalian dipadang-padang Moab, pada tepi sungai Yarden bertentangan dengan Yeriko”.

Ayat 4 “Segala orang yang umur dua puluh tahun atau lebih, setuju dengan firman Tuhan yang kepada Musa dan kepada segala bani Israil, yang telah keluar dari Mesir”.

Perhitungan yang kedua ini terjadi pada waktu umat Israel berada diperbatasan dalam persiapan untuk memasuki tanah Kanaan. Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan, perhatikan Keluaran 3:17 : “Maka sebab itulah firmanku : Aku hendak membawa kamu keluar daripada sengsara Mesir itu ke negeri orang Kanani dan Heti dan Amori dan Ferizi dan Hewi dan Yebuzi, kenegeri yang berkelimpahan air susu dan madu”.

Perhitungan ini sangat penting artinya karena jumlahnya berbeda. Perhatikan Firman Tuhan :

1. Perhitungan pertama jumlahnya perhatikan Bilangan 1:46 :

“Jumlah sekalian itu enam keti tiga ribu lima ratus limapuluh banyaknya”. (603.550).

Jumlah mereka yang laki-laki berumur 20 tahun keatas yang mahir berperang dan pahlawan pada perhitungan pertama adalah 603.550 orang.

2. Perhitungan yang kedua perhatikan Bilangan 26:2-4, 51 :

“Maka sekalian inilah orang terbilang daripada bani Israel enam keti seribu tujuh ratus tiga puluh banyaknya”. Ayat 51

Dalam penghitungan ke II ini terdiri dari laki-laki yang umurnya 20 tahun ke atas jumlahnya 601.730 orang. Jadi meskipun laki-laki sudah berumur 20 tahun lebih kalau tidak turut berperang, tidak termasuk dalam penghitungan.

Perbedaan jumlah :
Perhitungan I (Bilangan 1:1-46) adalah 603.550 orang
Perhitungan II (Bilangan 26:2-4, 51) adalah 601.730 orang
Perbedaannya adalah 1.820 orang

Mereka dihitung berdasarkan suku bangsa Israel yang terdiri dari 57 suku dari keturunan 12 anak-anak Yakub. Suku Lewi tidak masuk dalam hitungan karena mereka ditetapkan untuk melayani ibadah sebagai imam-imam dan imam besar.

Kedua belas suku bangsa Israel itu terdiri dari :
Ruben terdiri dari 4 suku bangsa - ayat 5-7
Simeon terdiri dari 5 suku bangsa – ayat 12-14
Gad terdiri dari 7 suku bangsa – ayat 15-16
Yehuda terdiri dari 5 suku bangsa – ayat 19-22
Izachar terdiri dari 4 suku bangsa – ayat 23-25
Zebulon terdir dari 3 suku bangsa – ayat 26-27
Manasye terdiri dari 8 suku bangsa - ayat 28-34
Efraim terdiri dari 4 suku bangsa - ayat 35-37
Benyamin terdiri dari 7 suku bangsa - ayat 38-41
Dan terdiri dari 1 suku bangsa – ayat 42-43
Asyer terdiri dari 5 suku bangsa – ayat 44-47
Naftali terdiri dari 4 suku bangsa - ayat 48-50

Jumlah suku bangsa dari 12 Keturunan Anak Yakub Adalah 57 suku bangsa.
12 adalah angka persekutuan
57 adalah angka dibawah perlindungan.

Ke-57 suku bangsa ini dari keturunan 12 anak Yakub, ada dalam perlindungan Tuhan karena mereka adalah umat pilihan Tuhan. Silsilah keturunan dari Ibrahim sampai kepada Tuhan Yesus adalah 57 keturunan.

Keturunan dari Ibrahim sampai kepada Tuhan Yesus ada dalam perlindungan Bapa di Sorga perhatikan Firman Tuhan dalam Matius 1:17. Dan dari Adam sampai Ibrahim adalah sampai 14 keturunan. Jadi mulai dari Adam sampai Tuhan Yesus adalah 56 + Tuhan Yesus (1). Waktu Tuhan Yesus lahir masuk kepada keturunan ke 57.

Perhitungan kembali umat Israel ini terjadi ketika mereka sudah berada diperbatasan tanah Kanaan yaitu di dataran Moab ditepi sungai Yarden dan berhadapan dengan tembok Yerikho, Bilangan 26:3. Dan dalam perhitungan ini jumlah mereka berkurang 1.820 orang.

Ini menunjuk pada anak-anak Tuhan yang sudah memperoleh Anugerah Roh Kudus (Karunia-Karunia Roh Kudus) tetapi gugur atau kehilangan Anugerah Roh karena dirongrong oleh persoalan kedagingan. Perhatikan Umat Israel pada waktu berada di perbatasan didataran Moab (dipadang-padang Moab) yaitu di tepi sungai Yarden berhadapan dengan tembok Yerikho.

Moab adalah bayangan peperangan daging. Karena umat Israel banyak mengadakan peperangan dengan orang-orang Moab. Moab merangsang umat Israel secara daging, sehingga banyak diantara mereka kawin dengan perempuan Moab, perhatikan Bilangan 25:1-9. Ini suatu yang haram bagi Gereja Tuhan akhir zaman terutama bagi mereka yang menjadi umat Israel Rohani dan sudah penuh dengan Anugerah Roh Kudus.

Setelah Tuhan mengadakan perhitungan kembali dalam Bilangan 26:2-4, 51, maka umat Israel kemudian diperhadapkan dengan 3 musuh, yaitu :
Moab atau orang-orang Moab, mereka harus bertempur dengan orang orang Moab.
Yarden, mereka harus menyeberang sungai Yarden yang deras arusnya dan dalam.
Yericho, mereka harus menerobos benteng Yericho yang sangat kuat.

Itu sebabnya Tuhan memerintahkan kepada nabi Musa untuk mengadakan perhitungan kembali yaitu yang laki-laki dewasa dan yang mahir berperang. Karena mereka akan menghadapi ketiga musuh tersebut diatas. Sehingga mereka mencapai kemenangan yang gilang gemilang atas ketiga musuh tersebut dan berhasil masuk tanah Kanaan.

Kalau Tuhan menghitung GerejaNya yang penuh Anugrah Roh Kudus dan yang sudah dewasa, ini berarti Tuhan memperhatikan dan memberikan kewenangan kepadanya, perhatikan Rum 8:29-30 dan hubungkan dengan Yahya 6:44 dan Kisah Rasul 2:37-39.

Perhatikan bahwa yang gagal masuk ke tanah Kanaan adalah karena melakukan 4 perkara :
Menyembah berhala – 1 Korintus 10:7, Keluaran 32:6
Berbuat Zinah – 1 Korintus 10:8, Keluaran 25:1-9
Bersungut-sungut – 1 Korintus 10:10, Bilangan 14:2
Mencobai Aku – 1 Korintus 10:9, Bilangan 21:5-6

Begitu juga bagi Gereja Tuhan yang sudah masuk penghitungan karena sudah dewasa Rohani harus tetap waspada dan berperang dengan keempat perkara tersebut diatas. Dalam perjalanan Iman menuju persiapan keangkatan Gereja Tuhan diujung akhir zaman ini, kita harus berusaha seperti mereka yang masuk pada penghitungan yang kedua yang sampai pada perbatasan tanah Kanaan. Dipersiapkan untuk masuk pada Keangkatan Gereja Tuhan.

Diperbatasan sebelum diangkat diperhadapkan pula dengan:
Moab – bertempur dengan keinginan daging seperti berzinah dan sebagainya
Yarden – bertempur dengan percobaan dunia yang luar biasa mengikis keinginan daging.
Yericho – bertempur dengan kemanisan dunia merupakan benteng yang kuat yang menghalangi untuk masuk ke Kanaan semawi.

Itu sebabnya anak-anak Tuhan yang sudah memperoleh Anugerah Roh Kudus yang berada diperbatasan dan akan dihitung kembali untuk diseberangkan ke tanah Kanaan semawi, berdasarkan Wahyu 12:6, 14 dan Matius 24:27-31, harus tetap waspada terhadap :
Moab Rohani : Yakni peperangan daging atau hawa nafsu daging (buah buah hawa nafsu), Galatia 5:19-21.
Yarden Rohani : Berbicara sungai kematian menghadapi arus percobaan yang membawa kepada kematian Rohani, perhatikan 1 Korintus 10:13. Ingat sungai Yarden arusnya deras dan sungai yang terendah didunia sebab itu harus waspada jangan sampai mati rohani tetapi seharusnya mati kedagingan karena arus percobaan.
Yericho Rohani : Kemanisan dunia yang menarik, merupakan benteng iblis untuk menghalangi kamu menembus Kanaan semawi hubungkan ini dengan 1 Yahya 2:16-17

Umat Israel dalam mengadapi keempat perkara ini mereka mempergunakan Peti Perjanjian yang dipikul oleh Imam-imam (12 Imam) yang diurapi. Peti Perjanjian menunjuk pada Kabar Kesempurnaan (Kabar Penganten Kristus).

Sebab itu seperti mereka yang sudah menerima Kabar Kesempurnaan (Kabar Penganten Kristus) dengan bersungguh-sungguh dapat melawan ketiga perkara tersebut diatas dan dapat tembus sampai Kanaan semawi perhatikan Keluaran 14:14, Rum 8:31.

Perhatikan perhitungan pertama lebih banyak dari pada penghitungan kedua begitu juga bagi mereka yang telah menerima Anugerah Roh Tuhan harus berusaha memeliharanya, supaya jangan sampai gugur pada penghitungan kedua dan jangan sampai seperti 5 anak dara yang bodoh.

Demikianlah penghitungan umat Israel dalam arti rohani untuk Gereja Penganten akhir zaman.

Tuhan memberkati…
 ·  Translate
View original post
1
Add a comment...

Gereja Segala Bangsa

Shared publicly  - 
 
PENGHITUNGAN UMAT ISRAEL

Bilangan 1 : 1-3

Ayat 1 “Sebermula, maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa dipadang Tiah, dalam kemah perhimpunan pada hari yang pertama, bulan yang kedua, tahun yang kedua kemudian daripada mereka itu keluar dari negeri Mesir, firmannya : ”.

Ayat 2 “Ambillah olehmu jumlah segenap sidang bani Israel dengan segala suku bangsanya dan rumah-rumah bapanya serta dengan bilangan nama segala orang laki-laki masing-masing”.

Ayat 3 “Yang umur duapuluh tahun dan lebih daripada itu, segala orang diantara Israel yang keluar akan berperang hendaklah engkau bilang dalam nama segala tentaranya, baik engkau baik Harun”.

(Alkitab Terjemahan Lama)


Pada tahun yang kedua setelah Umat Israel keluar dari tanah Mesir, Tuhan berfirman kepada Nabi Musa untuk menghitung umat Israel. Mereka yang masuk perhitungan adalah laki-laki yang sudah dewasa yang berumur 20 tahun keatas dan yang mahir didalam peperangan.

Perhitungan Umat Israel terjadi 2 kali, yaitu :
Perhitungan pertama terjadi setelah keluar dari Mesir., Bilangan 1:1-3 (1-46)
Perhitungan kedua pada waktu hendak memasuki tanah Kanaan, Bilangan 26:2-5 (2-31)

I. Perhitungan pertama.

Perhitungan pertama ini terjadi setelah umat Israel keluar dari negeri Mesir dan berada dipadang gurun Sinai, perhatikan kembali dalam Bilangan 1:1-3.

Tuhan memberikan perintah kepada Nabi Musa untuk menghitung yang laki-laki dan sudah dewasa yaitu berumur 20 tahun keatas dan sudah mahir untuk berperang. Perempuan dan anak-anak tidak masuk hitungan.

Dalam perjalanan umat Israel dari Mesir menuju tanah perjanjian Tuhan selalu berjalan dihadapan mereka. Pada malam hari dalam tiang api dan pada siang hari dalam tiang awan, Keluaran 13:21-22. Tiang awan dan tiang api adalah bayangan dari Roh Tuhan, perhatikan Keluaran 19:4 dan Hajai 2:6.

Umat Israel yang keluar negeri Mesir adalah bayangan anak-anak Tuhan yang sudah lahir baru dari air dan Roh berdasarkan Yahya 3:5 dan Kisah Rasul 2:38. Kelahiran baru dari Roh atau Baptisan Roh adalah titik tolak untuk memperoleh anugerah Roh Kudus, perhatikan Kisah Rasul 10:44-46.

Anugerah Roh Kudus terbagi dalam 4 (empat) bagian, yaitu :
Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh, Kisah 1:1-4, 10:4-46, 19:6
Karunia-Karunia Roh Kudus, 1 Korintus 12:8-11
Karunia Jawatan / Pelayanan, Efesus 4:11-12
Berbagai Perbuatan Ajaib (Kasih) – Buah-Buah Roh Kudus, Galatia 5:22-23, 1 Korintus 13:1-13

Untuk menjadi dewasa di dalam Tuhan maka tidak hanya berhenti pada lahir baru dari air dan Roh saja, tetapi harus ditingkatkan sampai pada Karunia-Karunia yang Rohani. Perhatikan sidang jemaat Tuhan di Korintus karena sudah memiliki Karunia-karunia Roh berdasarkan 1 Korintus 12:8-11, mereka menjadi dewasa rohani. Sehingga Rasul Paulus mengatakan bahwa mereka sudah dipertunangkan dengan Tuhan, perhatikan 2 Korintus 11:2 : “Karena aku cemburu kepada kamu dengan suatu cemburuan ilahi, sebab sudah aku tunangkan kamu dengan seorang laki-laki, hendak menghadapkan kamu seperti seorang perawan yang suci kepada Kristus”.

Setiap anak Tuhan yang sudah lahir baru dari air dan Roh kemudian berserah sungguh-sungguh kepada Tuhan, kehidupan rohaninya akan ditingkatkan untuk memperoleh anugerah Roh Kudus dibawa menuju pada pendewasaan Rohani. Inilah yang masuk dalam perhitungan.

Perempuan dan anak-anak tidak dihitung tetapi laki-laki dewasa yang kuat dan mahir dalam peperangan. Oleh karena itu untuk masuk dalam perhitungan hendaklah menjadi laki-laki dan gagah dalam Tuhan, perhatikan 1 Korintus 16:13 dan Epesus 6:10, hubungkan dengan Yusak 1:6.

Dalam zaman Rohulkudus sekarang ini setiap anak-anak Tuhan yang sudah dewasa Rohani baik pria dan wanita masuk dalam perhitungan sebab itu perhatikan Rahasia Firman Tuhan dalam Matius 24:19-22 (Tiga Macam Gereja Tuhan).

Gereja Tuhan yang dewasa Rohani adalah yang termasuk “Orang Terpilih” maka disingkatkan masa itu, perhatikan juga dalam 1 Petrus 2:9-10. Tuhan menghendaki kehidupan kita menjadi dewasa Rohani dan perkasa serta mahir dalam peperangan iman.

Tuhan juga menghendaki supaya kita mengeluarkan buah, yaitu :
Buah-buah pertobatan, Matius 3:8.
Buah-buah Pelayanan, Yahya 15:16.
Buah-Buah Roh Kudus, Galatia 5:22-23.

Kemudian menjadi bendahari yang baik seperti apa yang dimaksud dalam 1 Petrus 4:10. Mampu bertanggung jawab atas setiap Anugerah pemberitan Tuhan.

Apa artinya masuk dalam perhitungan atau bilangan :
Tuhan perhatikan jumlahnya.
Tuhan menjaga dan memeliharakan mereka.

Mereka yang sudah masuk dalam perhitungan adalah orang-orang yang gagah dan perkasa yang mahir dalam peperangan. Demikian pula mereka yang sudah beroleh Anugrah Roh Tuhan dan sudah dewasa Rohani harus mahir dalam peperangan Rohani. Sebab itu Rasul Paulus menyuratkan dalam Epesus 6:10-18, harus dewasa Rohani dan perkasa dalam Tuhan dan disertai dengan kuat kuasa Tuhan. Itu sebabnya harus senantiasa mengenakan 7 perlengkapan Rohani.

Tidak hanya mahir dalam peperangan rohani tetapi juga mahir dalam mempergunakan Anugerah Roh Tuhan, perhatikan nasehat Firman Tuhan dalam 1 Timotius 4:14 : “Jangan engkau melalaikan karunia didalammu itu, yang telah dikaruniakan kepadamu oleh nubuat tatkala tangan ketua-ketua itu dihantarkan atasmu”.

Jadi karunia Roh (1 Korintus 12:8-11) yang Tuhan anugerahkan kepada kita itu harus dibangkitkan dan dipergunakan seperti talenta yang diberikan untuk diperdagangkan perhatikan Matius 25:14-30. Hubungkan dengan 1 Petrus 4:10 dan Yahya 15:2.

Sebab itu perhatikan Ibrani 6:1-5 dimana dikatakan : “Langsungkanlah kepada kesempurnaan”

II. Perhitungan kedua, Bilangan 26:2-4 (2-51)

Ayat 2 “Ambilah olehmu akan jumlah segenap sidang bani Israel, segala orang yang umur dua puluh tahun atau lebih, seturut suku-suku bangsanya, segala orang diantara Israil yang turut berperang”.

Ayat 3 “Maka dibilangkan oleh Musa dan Eliazar, yang imam akan mereka itu sekalian dipadang-padang Moab, pada tepi sungai Yarden bertentangan dengan Yeriko”.

Ayat 4 “Segala orang yang umur dua puluh tahun atau lebih, setuju dengan firman Tuhan yang kepada Musa dan kepada segala bani Israil, yang telah keluar dari Mesir”.

Perhitungan yang kedua ini terjadi pada waktu umat Israel berada diperbatasan dalam persiapan untuk memasuki tanah Kanaan. Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan, perhatikan Keluaran 3:17 : “Maka sebab itulah firmanku : Aku hendak membawa kamu keluar daripada sengsara Mesir itu ke negeri orang Kanani dan Heti dan Amori dan Ferizi dan Hewi dan Yebuzi, kenegeri yang berkelimpahan air susu dan madu”.

Perhitungan ini sangat penting artinya karena jumlahnya berbeda. Perhatikan Firman Tuhan :

1. Perhitungan pertama jumlahnya perhatikan Bilangan 1:46 :

“Jumlah sekalian itu enam keti tiga ribu lima ratus limapuluh banyaknya”. (603.550).

Jumlah mereka yang laki-laki berumur 20 tahun keatas yang mahir berperang dan pahlawan pada perhitungan pertama adalah 603.550 orang.

2. Perhitungan yang kedua perhatikan Bilangan 26:2-4, 51 :

“Maka sekalian inilah orang terbilang daripada bani Israel enam keti seribu tujuh ratus tiga puluh banyaknya”. Ayat 51

Dalam penghitungan ke II ini terdiri dari laki-laki yang umurnya 20 tahun ke atas jumlahnya 601.730 orang. Jadi meskipun laki-laki sudah berumur 20 tahun lebih kalau tidak turut berperang, tidak termasuk dalam penghitungan.

Perbedaan jumlah :
Perhitungan I (Bilangan 1:1-46) adalah 603.550 orang
Perhitungan II (Bilangan 26:2-4, 51) adalah 601.730 orang
Perbedaannya adalah 1.820 orang

Mereka dihitung berdasarkan suku bangsa Israel yang terdiri dari 57 suku dari keturunan 12 anak-anak Yakub. Suku Lewi tidak masuk dalam hitungan karena mereka ditetapkan untuk melayani ibadah sebagai imam-imam dan imam besar.

Kedua belas suku bangsa Israel itu terdiri dari :
Ruben terdiri dari 4 suku bangsa - ayat 5-7
Simeon terdiri dari 5 suku bangsa – ayat 12-14
Gad terdiri dari 7 suku bangsa – ayat 15-16
Yehuda terdiri dari 5 suku bangsa – ayat 19-22
Izachar terdiri dari 4 suku bangsa – ayat 23-25
Zebulon terdir dari 3 suku bangsa – ayat 26-27
Manasye terdiri dari 8 suku bangsa - ayat 28-34
Efraim terdiri dari 4 suku bangsa - ayat 35-37
Benyamin terdiri dari 7 suku bangsa - ayat 38-41
Dan terdiri dari 1 suku bangsa – ayat 42-43
Asyer terdiri dari 5 suku bangsa – ayat 44-47
Naftali terdiri dari 4 suku bangsa - ayat 48-50

Jumlah suku bangsa dari 12 Keturunan Anak Yakub Adalah 57 suku bangsa.
12 adalah angka persekutuan
57 adalah angka dibawah perlindungan.

Ke-57 suku bangsa ini dari keturunan 12 anak Yakub, ada dalam perlindungan Tuhan karena mereka adalah umat pilihan Tuhan. Silsilah keturunan dari Ibrahim sampai kepada Tuhan Yesus adalah 57 keturunan.

Keturunan dari Ibrahim sampai kepada Tuhan Yesus ada dalam perlindungan Bapa di Sorga perhatikan Firman Tuhan dalam Matius 1:17. Dan dari Adam sampai Ibrahim adalah sampai 14 keturunan. Jadi mulai dari Adam sampai Tuhan Yesus adalah 56 + Tuhan Yesus (1). Waktu Tuhan Yesus lahir masuk kepada keturunan ke 57.

Perhitungan kembali umat Israel ini terjadi ketika mereka sudah berada diperbatasan tanah Kanaan yaitu di dataran Moab ditepi sungai Yarden dan berhadapan dengan tembok Yerikho, Bilangan 26:3. Dan dalam perhitungan ini jumlah mereka berkurang 1.820 orang.

Ini menunjuk pada anak-anak Tuhan yang sudah memperoleh Anugerah Roh Kudus (Karunia-Karunia Roh Kudus) tetapi gugur atau kehilangan Anugerah Roh karena dirongrong oleh persoalan kedagingan. Perhatikan Umat Israel pada waktu berada di perbatasan didataran Moab (dipadang-padang Moab) yaitu di tepi sungai Yarden berhadapan dengan tembok Yerikho.

Moab adalah bayangan peperangan daging. Karena umat Israel banyak mengadakan peperangan dengan orang-orang Moab. Moab merangsang umat Israel secara daging, sehingga banyak diantara mereka kawin dengan perempuan Moab, perhatikan Bilangan 25:1-9. Ini suatu yang haram bagi Gereja Tuhan akhir zaman terutama bagi mereka yang menjadi umat Israel Rohani dan sudah penuh dengan Anugerah Roh Kudus.

Setelah Tuhan mengadakan perhitungan kembali dalam Bilangan 26:2-4, 51, maka umat Israel kemudian diperhadapkan dengan 3 musuh, yaitu :
Moab atau orang-orang Moab, mereka harus bertempur dengan orang orang Moab.
Yarden, mereka harus menyeberang sungai Yarden yang deras arusnya dan dalam.
Yericho, mereka harus menerobos benteng Yericho yang sangat kuat.

Itu sebabnya Tuhan memerintahkan kepada nabi Musa untuk mengadakan perhitungan kembali yaitu yang laki-laki dewasa dan yang mahir berperang. Karena mereka akan menghadapi ketiga musuh tersebut diatas. Sehingga mereka mencapai kemenangan yang gilang gemilang atas ketiga musuh tersebut dan berhasil masuk tanah Kanaan.

Kalau Tuhan menghitung GerejaNya yang penuh Anugrah Roh Kudus dan yang sudah dewasa, ini berarti Tuhan memperhatikan dan memberikan kewenangan kepadanya, perhatikan Rum 8:29-30 dan hubungkan dengan Yahya 6:44 dan Kisah Rasul 2:37-39.

Perhatikan bahwa yang gagal masuk ke tanah Kanaan adalah karena melakukan 4 perkara :
Menyembah berhala – 1 Korintus 10:7, Keluaran 32:6
Berbuat Zinah – 1 Korintus 10:8, Keluaran 25:1-9
Bersungut-sungut – 1 Korintus 10:10, Bilangan 14:2
Mencobai Aku – 1 Korintus 10:9, Bilangan 21:5-6

Begitu juga bagi Gereja Tuhan yang sudah masuk penghitungan karena sudah dewasa Rohani harus tetap waspada dan berperang dengan keempat perkara tersebut diatas. Dalam perjalanan Iman menuju persiapan keangkatan Gereja Tuhan diujung akhir zaman ini, kita harus berusaha seperti mereka yang masuk pada penghitungan yang kedua yang sampai pada perbatasan tanah Kanaan. Dipersiapkan untuk masuk pada Keangkatan Gereja Tuhan.

Diperbatasan sebelum diangkat diperhadapkan pula dengan:
Moab – bertempur dengan keinginan daging seperti berzinah dan sebagainya
Yarden – bertempur dengan percobaan dunia yang luar biasa mengikis keinginan daging.
Yericho – bertempur dengan kemanisan dunia merupakan benteng yang kuat yang menghalangi untuk masuk ke Kanaan semawi.

Itu sebabnya anak-anak Tuhan yang sudah memperoleh Anugerah Roh Kudus yang berada diperbatasan dan akan dihitung kembali untuk diseberangkan ke tanah Kanaan semawi, berdasarkan Wahyu 12:6, 14 dan Matius 24:27-31, harus tetap waspada terhadap :
Moab Rohani : Yakni peperangan daging atau hawa nafsu daging (buah buah hawa nafsu), Galatia 5:19-21.
Yarden Rohani : Berbicara sungai kematian menghadapi arus percobaan yang membawa kepada kematian Rohani, perhatikan 1 Korintus 10:13. Ingat sungai Yarden arusnya deras dan sungai yang terendah didunia sebab itu harus waspada jangan sampai mati rohani tetapi seharusnya mati kedagingan karena arus percobaan.
Yericho Rohani : Kemanisan dunia yang menarik, merupakan benteng iblis untuk menghalangi kamu menembus Kanaan semawi hubungkan ini dengan 1 Yahya 2:16-17

Umat Israel dalam mengadapi keempat perkara ini mereka mempergunakan Peti Perjanjian yang dipikul oleh Imam-imam (12 Imam) yang diurapi. Peti Perjanjian menunjuk pada Kabar Kesempurnaan (Kabar Penganten Kristus).

Sebab itu seperti mereka yang sudah menerima Kabar Kesempurnaan (Kabar Penganten Kristus) dengan bersungguh-sungguh dapat melawan ketiga perkara tersebut diatas dan dapat tembus sampai Kanaan semawi perhatikan Keluaran 14:14, Rum 8:31.

Perhatikan perhitungan pertama lebih banyak dari pada penghitungan kedua begitu juga bagi mereka yang telah menerima Anugerah Roh Tuhan harus berusaha memeliharanya, supaya jangan sampai gugur pada penghitungan kedua dan jangan sampai seperti 5 anak dara yang bodoh.

Demikianlah penghitungan umat Israel dalam arti rohani untuk Gereja Penganten akhir zaman.

Tuhan memberkati…
 ·  Translate
1
1
Gereja Segala Bangsa's profile photo
Add a comment...

Gereja Segala Bangsa

Shared publicly  - 
 
KERANG MUTIARA

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu kepada ibunya kerana sebutir pasir yang tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

“Anakku…”kata ibunya sambil bercucuran air mata..

“Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga ibu tak mampu menolongmu. Aku tahu anakku, ia sangat sakit, tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.”

” Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan pedih yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu.”

“Hanya itu yang boleh kau buat..” kata ibunya dengan sendu dan lembut. Anak kerang pun melakukan nasihat ibunya.

Ia berhasil, tetapi rasa sakit bukan kepalang. Kadang-kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.

Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disedarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya.

Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa biasa. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, berkilat dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.

Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahawa penderitaan adalah satu lorong untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”.

Penderitaan adalah proses menjadinya seorang maestro atau mengaktualnya seorang anak manusia menjadi insan sepenuhnya. Dengan kata lain, melalui VIA DOLOROSA kita sedang mewujudkan cetak biru Sang Pencipta bagi dan dalam diri kita.

Jadi, apabila anda sedang menderita hari ini, apapun jenisnya, apapun sebabnya, bagaimanapun beratnya, saran saya cuma satu : Bertahanlah ! Bergurulah pada sianak Kerang. Dan bersiap-siaplah menjadi orang luar biasa menjadi maestro ! Juga bersiap-siaplah menjadi orang bijak dan berjiwa besar, yaitu jenis manusia yang sudah mampu memahami kehidupan secara mendalam dan integral, tahu pahit getirnya, kenal kepalsuan-kepalsuannya, mengerti paradoks-paradoksnya, dan menemukan hakikat kehidupan itu sendiri secara holistik. Orang demikianlah yang mampu mengubah pasir menjadi mutiara.

Kesulitan, penderitaan dan kekecewaan dapat mengubah orang biasa menjadi orang luar biasa.

Contoh :

Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, corazon Aquino, Nelson Mandela dll.

Hal ini kita bisa lihat juga dalam Alkitab, orang-orang yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa telah melalui suatu proses penderitaan dan mereka bertahan sampai akhir, itu sebabnya nama-nama mereka tercatat dalam Alkitab sebagai teladan iman.

Contoh : Ayub, Yusuf, Musa, Daud, Daniel para Rasul dll.
 ·  Translate
1
Add a comment...
Have them in circles
17 people
ayub irawan's profile photo
Eiki Public address PA's profile photo
Jericho Maranatha's profile photo
Jakub D. Adu's profile photo
Del Fais Dini's profile photo
Public Address Eiki PA Syahrial's profile photo
GerejaInjili DiIndonesia's profile photo
Susana Bab's profile photo
Ferry Zemya's profile photo

Gereja Segala Bangsa

Shared publicly  - 
 
Pasal 4
Syirul Asyar Solaiman 4:1-16

Ayat 1 Bahwa sesungguhnya amat eloklah engkau, hai adinda! Amat eloklah engkau! Matamu seperti burung merpati dibelakang layahmu dan tokong-tokong rambutmu itu seperti sekawan kambing yang makan rumput di bukit Gilead.

Ayat tersebut diatas adalah kata-kata pujian dari Solaiman yang ditujukan pada Sulamit yang menyatakan bahwa Sulamit sangat cantik yang menunjuk pada Gereja Penganten yang sangat cantik rohaninya atau rohani yang sudah sempurna Mazmur 45:12-14. Sulamit menunjuk pada Gereja Penganten akhir zaman. Sulamit adalah gadis yang tercantik diantara segala anak dara, apalagi kalau Sulamit memakai perhiasan, maka kelihatan sangat cantik, Syirul Asyar Solaiman 4:8

MATAMU SEPERTI BURUNG MERPATI DIBELAKANG LAYAHMU DAN TOKONG-TOKONG RAMBUTMU SEPERTI SEKAWAN KAMBING YANG MAKAN RUMPUT DIBUKIT GILEAD.

Hal ini menunjuk pada suatu pandangan yang indah karena banyak rumput yang hijau, sehingga kambing-kambing itu tunduk terus tanpa mengangkat kepalanya dan kambing itu berdekatan satu dengan yang lain. Tokong rambut berbicara tentang kuasa dan kemuliaan.

Perhatikan contoh tentang Simson pada waktu ketujuh tokong rambutnya dicukur oleh Delila sehingga hilang kuasa dan kemuliaan, baca dalam Hakim-Hakim 16:19-21. Simson pada waktu ketujuh tokong ramburnya masih ada dia sangat kuat dan gagah sehingga Simson dapat mengalahkaan musuhnya. Simson artinya matahari. Simson sangat disegani oleh bangsa Israel dan orang kafir, tetapi tatkala ketujuh tokong rambutnya dipotong Simson jadi lemah. Demikian juga Gereja Penganten harus punya kuasa dan jangan jadi gereja ompong seperti apa yang digambarkan dalam Alkhatib 12:2-6 atau disebut juga gereja nenek dan bayi, berlawanan dengan Wahyu 12:1-2.

Keterangan Alkhatib 12:2-6.

Alkatib 12:2 : Dahulu daripada matahari dan terang dan bulan dan bintang-bintang digelapkan dan awan-awanpun datang kembali kemudian daripada Hujan.

Matahari, bulan dan bintang akan digelapkan adalah berbicara tentang gereja yang tidak disempurnakan (tidak mengalami kesempurnaan), karena matahari, bulan dan bintang tidak bersinar lagi. Hal ini adalah lawan dari Wahyu 12:1-2 yaitu Gereja yang sempurna.

Alkatib 12:3 : Pada hari apabila penunggu rumah akan gementar dan orang kuatpun melentur dan segala pengisar berhenti daripada mengisar dan yang menengok daripada tingkappun menjadi kabur.

Ayat 3 ini adalah berbicara tentang sifat-sifat orang tua sebagai berikut :
a. Gementar menunjuk pada segala kekuatan sudah hilang berarti kekuatan rohani sudah hilang (firman dan RohKu tidak bekerja lagi).
b. Segala pengisar berhenti daripada mengisar adalah menunjuk pada gigi rohani yang sudah ompong, pekabaran tidak ada kuasa lagi.
c. Yang menengok daripada tingkappun menjadi kabur adalah menunjuk pada mata rohani menjadi kabur.

Alkatib 12:4 : Dan kedua pintu yang arah ke jalan akan terkatub, sehingga bunyi kisaran hampir-hampir tiada kedengaran, dan orang bangun juga ketika nyanyian burung, tetapi sayuplah bunyi suara segala anak penyanyi.
Kedua papan pintu yang arah ke jalan akan terkatub menunjuk pada telinga rohani tertutup karena tuli berarti tidak pernah lagi mendengar suara RohKu.
Bunyi kisaran hampir-hampir tiada kedenganran dan orang bangun juga ketika nyanyi burung menunjuk pada tidak lagi menguasai kebangkitan rohani. Nyanyi burung adalah berbicara keagunganKu.
Sayuplah bunyi suara anak penyanyi adalah berbicara tentang suara mazmur hampir tidak kedengaran lagi.

Alkatib 12:5 : Apabila orang takut akan barang yang tinggi dan adalah kekejutan baginya pada jalan, apabila pohon adam akan berbunga dan belalangpun penat akan menanggung akan dirinya dan segala keinginan sudah hilang. Demikianlah perihal manusia pergi ke rumahnya yang kekal dan segala orang peratap pun akan berkeliling pada lorong-lorong.

Pada ayat 5 ini terdapat beberapa hal yaitu :
Takut terjunkan diri dari tempat yang tinggi adalah berbicara tentang takut kena pencobaan, kesusahan dan ujian iman.
Ada kekejutan baginya pada jalan adalah berbicara tentang selalu terganggu oleh suara kuasa kegelapan.
Penat menaggung adalah berbicara tentang tidak ada kuasa atau kekuatan rohani lagi takut berjalan jauh dan tak suka berjuang lagi

Sebabnya adalah :
Kaki tidak kuat lagi berbicara pendirian dalam firmanKu tidak kuat lagi.
Napas sudah terputus-putus atau letih berbicara tidak lagi melakukan penyembahan yang benar.
Keinginan sudah hilang berbicara segala selera rohani berhenti.

Alkatib 12:6 : Maka dahulu daripada rantai perak itu putus dan ceper keemasan terpecah-pecah dan timbapun hancur pada sisi mata air dan janterapun patah pada sisi perigi.

Dalam ayat 6 tersebut diatas ada beberapa hal sebagai berikut :

Rantai perak putus berbicara rantai kecintaan putus, bandingkan dengan nasihat Rasul Paulus dalam Rum 8:35-39 yaitu tidak ada satu perkara pun yang dapat menceraikan antara Aku dan Gereja Penganten.

Ceper / pinggan / piring keemasan pecah berarti tidak ada lagi tempat untuk menaruh makanan. Bila piring rohani Gereja Penganten yang sudah disucikan dengan RohKu itu pecah berarti Gereja Penganten berhenti maka firmanKu yang benar. Kalau orang tidak makan, lama-kelamaan lapar, sakit dan mati lalu dikuburkan.

Emas berbicara tentang RohKu.

Piring berbicara tentang Hati.

Piring Keemasan artinya hati yang sudah disucikan oleh firmanKu dan RoKu. Aku tidak berkenan pada piring-piring yang lain, tetapi Aku akan diam dalam hati yang sudah disucikan oleh RohKu.

Timba hancur pada sisi mata air. Mata air adalah bayangan RohKu. Timba adalah bayangan hati. Timba pada zaman dahulu kala terbuat dari kulit kayu. Kayu bayangan manusia. Untuk menimba air diperlukan timba dan timba itu diikat dengan tali. Tali adalah bayangan penyerahan. Jadi tanpa penyerahan, maka tidak akan dapat dipenuhi dengan RohKu .Timba pecah pada sisi mata air karena talinya putus. Tanpa penyerahan (tali putus) walaupun hati hancur tetapi RohKu tidak akan Aku curahkan.

Contoh : Seorang yang menangisi mayat, hatinya hancur, tetapi orang itu tidak menyerah pada maut.

Ayat 2 Gigimu seperti anak domba yang baharu digunting bulunya, lalu naik dari dalam tempat pembasuhan, semuanya berkembar, tiada yang timbalannya

Ayat tersebut di atas adalah kata-kata pujian dari Solaiman terhadap Sulamit yang merupakan pula pujian dari Aku terhadap Gereja Penganten. Solaiman memuji Sulamit karena Sulamit mempunyai gigi yang indah / bagus, teratur , rapi dan bersih .

GIGIMU SEPERTI SEKAWAN ANAK DOMBA YANG BAHARU DIGUNTING BULUNYA

Anak domba mempunyai bulu yang putih. Digunting bulunya berarti teratur rapi dan tajam. Ada banyak gadis yang cantik didunia tetapi belum tentu mempunyai gigi yang indah, teratur dan bersih. Kegunaan gigi adalah untuk memotong, menghancurkan serta mengunyah makanan yang keras. Walaupun makanan itu enak, kalau tanpa dikunyah maka makanan itu tidak akan terasa sedap dan banyaknya gigi juga menunjukkan umur seseorang. Anak-anak dan orang dewasa / orang tua mempunyai gigi yang tidak sama. Orang dewasa mempunyai gigi yang komplet dan sangat kuat.

Kalau makanan yang keras sudah tentu anak-anak dan bayi tidak bisa memakanya begitu juga halnya dengan orang tua / nenek-nenek, dan seringkali terjadi nenek menelan saja akan makanan tanpa mengigit atau mengunyah makanan tersebut, tetapi hal itu mendatangkan kesakitan / membuat perut terasa sakit. Makanan tidak dikunyah akan mengakibatkan tubuh kehilangan vitamin dan tubuh jadi lemah, sakit lalu mati dan akhirnya masuk kubur. Satu-satunya makanan bayi adalah susu.

Oleh karena itu GerejaKu harus dewasa rohani dan punya gigi rohani yang bagus dan teratur serta kuat dan bersih. Jangan jadi bayi rohani yang tidak punya gigi atau jadi kanak-kanak rohani yang punya gigi tidak kuat.

Perhatikan! Anak-anak kecil belum bisa kawin/menikah. Mengerti rahasia perkawinan saja, mereka tidak bisa apa lagi akan menikah, 1 Korintus 3:2-3, Ibrani 5:11-14 yaitu gereja yang bukan penganten adalah laksana bayi / kanak-kanak rohani yang wajib mendapat air susu, mereka tidak paham dari hal hakekat sebab masih kanak-kanak rohani. Mereka buta tentang Kabar Penganten. Pekerjaan seorang bayi adalah menangis, minum susu, tidur, bangun dan lain-lain.

Seorang bayi sukar untuk menceritakan keadaannya karena belum dapat berbicara, dan hanya bias menangis. Jika lapar menangis, haus menangis, tidak bisa mandi sendiri. Anak-anak tidak perlu bersolek karena belum masanya. Adapun keadaan Gereja sekarang ini hampir semuanya bagaikan bayi rohani yang hanya tahu menangis, hanya tahu minum, mereka hanya mahir dalam pelajaran dasar saja yaitu pelajaran tobat, meletakkan tangan atas orang sakit perhatikan Ibrani 6:1-2.

Gereja Penganten adalah Gereja yang benar-benar telah dewasa rohani, mahir dalam menerima pelajaran / pekabaran yang keras tanpa mengomel, sama dengan orang dewasa dapat memakan makanan yang keras tanpa mengomel. Gereja Penganten jangan suka mengomel terhadap firmanKu yang keras dan benar yang diberitakan oleh hamba-hambaKu yang Aku sudah pilih. Pemberitaan firmanKu yang benar dan keras satu-satunya makanan bagi Gereja Penganten / orang yang dewasa rohani. Sebab itu GerejaKu harus dewasa rohani agar layak bertunangan dengan Aku melalui pekerjaan RohKu lalu menikah dengan Aku.

Jadi gereja yang bukan penganten adalah bayi / kanak-kanak rohani yang hanya bisa menangis. Perhatikan cara kebaktian mereka yaitu berdoa menangis, menyanyi menangis, sama dengan tabiat seorang bayi yang hanya tahu menangis dan ribut, dan bayi kalau menangis terlalu lama, bayi tersebut buang air kecil dan buang air besar sehingga badannya penuh dengan kotoran bahkan makan dengan kotorannya sendiri jika tidak segera ditolong oleh orang tuanya atau orang lain .

Perhatikan bahwa orang yang sudah tua / nenek tidak mampu lagi untuk kawin dan sudah tidak ada keinginan untuk kawin. Gigi sudah ompong laksana Naomi dan tidak ada lagi kekuatan atau sudah lemah. Makanan kesukaan adalah bubur dan minum susu atau hanya suka pada makanan yang lembek. Nenek-nenek juga pandai menasihati orang-orang muda yaitu gadis-gadis muda / anak dara, perhatikan nasihat Naomi kepada Rut dalam Rut 3:1-4 sebagai berikut :
Naomi mengatakan bahwa ia akan mencari perhentian bagi Rut yaitu perhentian jodoh.
Naomi menasehati Rut agar turun ke tempat pengirikan untuk menemui Boaz yang sedang menunggu tumpukan gandum dan syeir. Boaz turun ke tempat pengirikan pada waktu malam, dan ditempat pengirikan gandum itulah Rut harus menunggu Boaz. Menampi gandum berarti menempelak jemaat sehingga terjadi pemisahan antara gandum dan sekam, disitulah Aku hadir. Penampihan terjadi pada malam hari. Malam adalah bayangan kelaparan rohani, terjadinya kesusahan.
Naomi yang ompong menasihati Rut agar :
Memandikan diri
Memakai pakaian
Memakai minyak bau-bauan.

Nasehat-nasehat Naomi tersebut diatas adalah sangat baik, namun dia pandai menasihati, tetapi dia sendiri tidak dapat melaksanakan nasehat tersebut sebab Naomi :
Sudah sangat tua / sudah nenek
Gigi sudah ompong
Kurang suka memakai minyak bau-bauan, dan tidak suka mandi, sebab itu sifat-sifat orang yang sudah tua.

Hal tersebut di atas berbicara tentang model daripada gereja nenek dan hamba-hambaKu yang hanya jual jamu sahaja. Gigi mereka sudah ompong sehingga tidak makan makanan yang keras, maunya bubur dan susu sahaja. Mereka tidak menempelak dosa melalui firmanKu yang keras dan benar. Walaupun rambut sudah putih bahkan botak sekalipun, tetapi mereka seperti masih bayi / kanak-kanak rohani perhatikan 1 Korintus 3:1-4 dan Ibrani 5:12-14. Aku tidak akan bertunangan dengan orang bayi / kanak-kanak rohani, tetapi Aku akan menikah dengan Gereja / Orang yang dewasa atau sudah akil balig dalam hal rohani.

Berbau busuk karena tidak suka mandi. Orang yang sudah tua takut kena air dingin dan juga takut kena air panas. Tetapi yang menjadi kesukaannya adalah air yang hangat-hangat, bandingkan dengan sidang jemaat Laodikea dalam Wahyu 3:14-22 kenapa orang tua takut terhadap air dingin dan air panas? Sebab air dingin membuat tulang mereka seakan mau patah, dan air panas membuat kulit mereka terkupas.

Air adalah bayangan firmanKu. Hamba-hambaKu dan anak-anakKu yang tidak membersihkan dirinya dengan firmanKu, tidak akan nampak anugerahKu / minyak bau-bauan sehingga akan berbau busuk dan yang suka pada hal-hal yang busuk adalah setan. Orang yang selalu mencium bau busuk mengakibatkan orang itu sakit, akhirnya mati lalu dikuburkan. Sifat yang lain gereja nenek adalah seperti nabi tua yang menipu aziz muda perhatikan 1 Raja-raja 13. Demikian juga pada akhir zaman ini yang punya sifat sama dengan orang tua / nenek yang tidak cantik rohani lagi.

Gereja yang sedemikian jangan harap akan jadi penganten. Pernahkah kamu melihat seorang pemuda kawin dengan seorang nenek karena cantik yang sejati ? Tentu tidak. Demikian juga Aku tidak akan menikah dengan gereja nenek yang ompong rohani.

Tabiat seorang nenek adalah sebagai berikut :
Suka cerewet.
Suka melamun dan tidak suka menyanyi bahkan kadang-kadang membisu dalam waktu yang lama.
Mata kabur dan pendenganran tidak tajam lagi.
Kaki dan tangan gemetar dan selalu takut.

Demikian juga gereja yang seperti nenek/oma-oma, sifatnya adalah sebagai berikut :
Suka cerewet pada Gereja Penganten, suka melamun, mereka puji diri katanya berpengalaman dan lain-lain.
Tidak suka menyanyi atau memuji Aku, doa dan penyembahannya bisu.
Mata rohani kabur dan telinga rohani tertutup sehingga tidak dapat menikmati Persekutuan dengan Aku melalui penyembahan.
Memiliki pendirian percaya yang lemah, hanya menginginkan pelayanan yang lemah lembut dan lebih takut pada manusia daripada takut kepadaKu. Apa sebabnya mereka takut ? Karena tidak punya RohKu lagi, sebab RohKulah yang memberikan keberanian perhatikan 2 Timotius 1:7.

Kadang terjadi seorang nenek menangis, dan kalau nenek menangis berarti dia sakit, apalagi kalau anak-anaknya atau cucu-cucunya meninggal dunia. Demikian juga gereja nenek hanya sewaktu-waktu menangis, tetapi bukan karena dosa melainkan karena mengalami kesusahan, kesakitan dan kematian.

LALU NAIK DARI DALAM TEMPAT PEMBASUHAN.

Keluar dari tempat pembasuhan artinya keluar dari dalam air.

Hal ini punya pengertian sebagai berikut :
Melakukan baptisan air dengan cara selam dalam nama Bapa, Anak laki-laki dan Rohulkudus yaitu Tuhan Yesus Kristus perhatikan Matius 28:19-20, Kisah Rasul 2:37-42. Gereja Penganten harus melaksanakan baptisan seperti yang Aku telah lakukan. Anak-anak / bayi tidak bisa diselamkan karena hal itu berbahaya bagi mereka. Gereja yang bagaikan bayi tidak melaksanakan baptisan selam, tetapi dipercik. Gereja Penganten harus mencontohi baptisan yang telah Aku lakukan.
FirmanKu yang benar, adalah laksana air yang membersihkan Epesus 5:26: ”Supaya Ia menguduskan sidang itu setelah disucikannya dengan baptisan air oleh firman Allah“.

Jadi Gereja Penganten harus menyelam jauh ke dalam firmanKu yang benar.
SEMUA BERKEMBAR TIADA YANG KURANG TIMBALANNYA

Adalah menunjuk pada gigi yang berpasangan rapi, tidak berlekuk-lekuk yang artinya gigi rohani Gereja Penganten sungguh indah, rapi dan tajam.

Ayat 3 Bibirmu seperti benang kirmizi, bunyi suaramu merdu, pipimu seperti buah delima separuh di belakang tudungmu

Ayat tersebut di atas adalah kata-kata pujian dari Solaiman kepada Sulamit.
BIBIRMU SEPERTI BENANG KIRMISI

Merah kirmisi yaitu sangat merah atau merah darah. Bibir Sulamit merah, bukan karena pakai lipstik seperti pada gadis-gadis dunia sekarang tetapi karena bibir Sulamit itu sehat. Bibir pecah pada seseorang menandakan bahwa orang itu sakit, karena bibir tersebut kurang darah. Bibir yang sangat merah atau berwarna merah darah adalah bibir yang sehat, karena banyak darah atau karena aliran darah baik.
Bibir yang merah menunjuk pada bibir yang sudah ditebus oleh darahKu, karena merah adalah bayangan darahKu yang telah tercurah diatas bukit Golgota.

Perhatikan Yusak 2:18 tentang tali yang dipintal dari benang kirmisi yang diulurkan melalui tingkap rumah Rahab, menjadi suatu tanda bagi Yusak dan tentara Israel, agar isi rumah Rahab selamat dan tidak dihancurkan. Benang kirmisi adalah menunjuk pada darahKu. Demikian juga pada setiap orang yang percaya pada korban tebusan darahKu yang Aku curahkan, maka orang itu akan selamat.

Hanya dengan tanda darah, anak-anak sulung orang Israel di Mesir selamat. Demikian juga darahKu adalah saksi yang utama bagi Gereja Penganten yaitu bagi mereka yang hatinya telah disucikan oleh darahKu akan selamat. Bibir Gereja Penganten adalah bibir yang sudah bertobat. Bibir hitam adalah menunjuk pada bibir yang tidak bertobat karena tidak disucikan oleh darahKu. Jadi bibir Gereja Penganten harus bertobat artinya hendaknya setiap perkataan atau kesaksian Gereja Penganten harus menjadi berkat bagi orang yang mendengarnya karena telah disucikan oleh darahKu karena Gereja Penganten adalah Gereja kesaksian. Oleh karena itu jangan mengeluarkan perkataan yang busuk perhatikan Epesus 4:28, Epesus 5:4-5. Kata-kata Gereja Penganten harus menampakkan dan mengagungkan Aku – Kolose 3:16-17 :

“Biarlah perkataan Kristus itu diam didalam dirirmu dengan limpahnya. Dengan segala hikmat ajar-mengajar dan nasehat–menasehatkan sama sendiri, dengan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani menyanyilah dengan syukur kepada Allah di dalam hatimu“. Ayat 16

“Dan barang apa yang kamu perbuat baik dengan perkataan atau pekerjaan, hendaknya sekaliannya itu dengan nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah yaitu Bapa olehNya itu“. Ayat 17

Bibir merah dari Sulamit nampak dari luar. Demikian juga bibir Gereja Penganten. Yaitu kata-kata dan kesaksian harus membawa berkat, enak didengar, oleh semua orang. Ingat ! Ucapan yang dimulut itu adalah uraian hati. Jadi kalau kata-kata Gereja Penganten baik maka hendaknya hatinya juga baik. Kesaksian berhubungan erat dengan keselamatan Rum 10:4: ”Karena Kristus itulah penyudah Taurat, menjadi kebenaran bagi tiap-tiap orang yang percaya”.

Kalau bibir Gereja Penganten selalu membicarakan Aku yaitu firman karena Aku adalah firman, maka Aku mengakuinya dihadapan BapaKu dan Gereja Penganten benar-benar mencintai Aku, maka Aku tidak lepas dari bibirnya. Contoh yaitu jika kamu mencintai seseorang, maka nama orang itu kamu selalu sebut-sebut atau orang itu kamu selalu ingat.
BUNYI SUARAMU MERDU

Bunyi suaramu merdu adalah menunjuk pada Gereja Penganten harus mengeluarkan kata-kata merdu yang membawa berkat bagi semua orang Kolose 4:6 : ”Hendaklah senantiasa perkataanmu itu berkat, dimasinkan dengan garam, supaya dapat kamu mengetahui bagaimana kamu memberi jawab bagi tiap-tiap orang“.

Perkataan Gereja Penganten harus diasinkan dengan garam. Makanan tanpa garam, rasanya tidak enak yang berbicara tentang kata-kata tanpa urapan RohKu, bukan kata-kata yang merdu.

Oleh karena itu firmanKu jangan lepas dari mulut Gereja Penganten perhatikan Ulangan 6:7 : ”Dan hendaklah kamu mengajarkan dia akan anak-anakmu, dan berkata-katalah kamu akan halnya apabila kamu duduk dalam rumahmu atau apabila kamu berdiri diluar atau apabila kamu membaringkan dirimu hendak tidur atau apabila kamu bangun dari pada tidurmu“.

Ingat! Gereja Penganten jangan membawa / memberitakan firmanKu dengan salah, karena pada akhir zaman ini banyak orang yang mencampur adukkan firmanKu dengan pelajaran akal-akal manusia dan filsafat dunia serta pelajaran setan-setan. Oleh karena itu Gereja Penganten harus teliti dalam memberitakan firmanKu agar tidak salah atau jangan menyelewengkan firmanKu, tetapi harus memberitakan berita yang benar perhatikan Titus 2:7-8. Gereja Penganten harus mendasarkan kesaksiannya atas kebenaran firmanKu, sebab kalau salah bersaksi atau memberitakan firmanKu, maka diancam oleh Amsal Solaiman 30:5-6. Oleh karena itu jadilah seperti Sidang Jemaat Berea yang tiap hari menyelidiki firmanKu Kisah Rasul 17:10-11, Yesaya 34:16, Galatia 1:6-7 agar tidak menjadi hamba organisasi dan hamba orang .

PIPIMU SEPERTI BUAH DELIMA SEPARUH DIBELAKANG TUDUNGMU.

Hal ini menunjukkan bahwa pipi Sulamit bagus / montok. Sulamit juga mempunyai rambut yang panjang, sehingga hanya separuh pipinya yang kelihatan sebab yang separuhnya tertutup rambutnya. Bukankah seseorang kelihatan cantik kalau pipinya itu baik ? Pipilah yang membentuk muka seseorang. Pipi Sulamit seperti buah delima. Jika buah delima dibelah, warnanya merah dan kelihatan banyak bijinya yang tersusun rapi. Air buah delima menghilangkan rasa haus. Buah delima dalam ayat ini adalah berbicara tentang RohKu dan buah-buahnya.Gereja Penganten harus keluarkan buah-buah RohKu, bukan buah-buah Roh daging atau buah-buah hawa nafsu. Kecantikan rohani Gerja Penganten nampak jika ada buah-buah RohKu Galatia 5:22-23, sama halnya dengan pipi tampak dari luar agar orang dapat melihatnya. Tanpa buah RohKu maka Gereja Penganten tidak ada gunanya bahkan Aku akan kerat dan kutuki perhatikan Yahya 15:2 :

”Tiap-tiap carang di dalam Aku yang tidak berbuah dikeratNya; dan tiap-tiap carang yang berbuah dibersihkanNya, supaya makin lebat lagi ia berbuah“,

Dan Matius 21:19 : ”Serta dipandangNya sepohon ara disisi jalan, pergilah Ia kesitu, dan didapatinya satu apapun tiada di pohon itu, melainkan daun saja. Lalu berkatalah Ia kepadanya : ”Janganlah jadi buah daripadamu lagi selama-lamanya”. Maka dengan seketika itu juga layulah perhatikan pohon ara itu “.

Ayat 4 Lehermu seperti menara Daud, yang dibangunkan akan gedung senjata, perisai seribu buah adalah tergantung padanya, semuanya itu adalah perisai orang pahlawan

Solaiman memuji leher Sulamit karena leher Sulamit sangat kuat seperti kuat menara Daud. Menara Daud adalah suatu menara yang didirikan oleh Daud didekat istananya diatas gunung Sion. Pada waktu terjadi peperangan, menara tersebut adalah merupakan tempat perlindungan bahkan merupakan pula benteng yang kuat dan dimenara Daud itulah tersimpan senjata untuk melawan musuh, didalamnya juga terdapat 1000 buah perisai yang tergantung dan perisai-perisai itu adalah perisai pahlawan.

Gereja Penganten harus seperti Sulamit yaitu bukan hanya cantik rohani tetapi juga harus kuat rohaninya. Leher menunjuk pada kesetiaan dan kerendahan Amsal Solaiman 3:3:

”Janganlah kiranya sifat kemurahan dan setia itu meninggalkan dikau, melainkan kalungkanlah dia pada lehermu, dan suratkanlah dia pada loh hatimu“.

Pada leher biasanya tempat untuk menaruh beban atau kuk. Jadi Gereja Penganten harus rendah hati yaitu harus menanggung kuk dan selalu setia kepadaKu karena sifat kemurahan dan setia itu adalah merupakan benteng pertahanan terhadap musuh-musuh yaitu iblis.

Sifat kesetiaan itu semakin bertambah besar kalau Gereja Penganten punya perisai rohani yaitu iman Epesus 6:16 :

”Dan senantiasa memegang perisai, yaitu iman, Maka dengan dia itu dapat kamu memadamkan segala anak panah berapi daripada si Jahat itu”.

Oleh karena itu iman Gereja Penganten harus kuat supaya dapat menangkis segala anak panah berapi / beracun dari iblis – Efesus 6:16b. Dimenara Daud ada tergantung 1000 buah perisai pahlawan dan perisai tersebut adalah perisai yang sangat kuat.

Angka 1000 berbicara tentang angka istimewa
1000 = 4 x 5 x 50
4 adalah menunjuk pada 4 Injil
5 adalah menunjuk pada penebusan dari Aku
50 adalah angka Pentakosta atau angka RohKu.

Jadi Gereja Penganten memiliki iman yang sangat kuat kalau sudah ditebus oleh darahKu dan berdiri atas empat Injil serta dipenuhi oleh RohKu dan Gereja Penganten harus agungkan namaKu, berlindung / bernaung dibawa namaKu, karena namaKu itu adalah laksana bangun-bangun yang teguh. Amsal Solaiman 18:10 :

”Nama Tuhan itu laksana bangun-bangun yang teguh, bahwa orang yang benar itu lari kesana, dan iapun dimasukkan ke dalam tempat perlindungan yang tinggi“.

Sifat kesetiaan adalah salah satu bahagian daripada buah-buah Roh dalam Galatia 5:22-23, dan ksestiaan itu berlaku dalam kehidupan Gereja Penganten apabila memiliki iman yang teguh, sehingga Gereja Penganten tetap setia kepadaKu walaupun dalam masa pencobaan sekalipun.

Ayat 5 Kedua belah susumu seperti anak kijang yang kembar, yang mencahari makan diantara segala bunga bakung

Solaiman memuji Sulamit karena Sulamit memiliki susu yang sangat bagus / montok, sehingga Solaiman mengumpamakan susu Sulamit itu seperti anak kijang kembar yang mencahari makan diantara segala bunga bakung.

KEDUA BELAH SUSUMU SEPERTI ANAK KIJANG YANG KEMBAR.

Kijang adalah salah satu binatang yang sangat elok kelihatannya. Demikianpun susu Sulamit sangat bagus dan montok. Sulamit adalah seorang gadis dewasa/anak dara. Perhatikan! Susu seorang gadis tidak sama dengan susu seorang wanita yang sudah melahirkan anak-anak dan tidak sama dengan susu seorang nenek / oma yang tidak menarik hati lagi. Gereja Penganten adalah Gereja yang sudah dewasa rohani, bukan lagi Gereja bayi atau kanak-kanak rohani yang memiliki susu kecil dan tidak menarik.

Susu adalah berbicara tentang pemberian makanan yang sejati kepada domba-dombaKu perhatikan 1 Petrus 2:2 : ”Seperti kanak-kanak yang baharu jadi hendaklah kamu ingin akan susu yang jati, yang tiada bercampur, supaya dengan dia itu kamu subur menuju keselamatan”, karena susu yang jati adalah makanan sejati pada bayi-bayi yang baru lahir. Gereja Penganten harus bertobat agar segera tumbuh menjadi dewasa rohani. FirmanKu yang benar adalah laksana susu yang jati, bukan susu yang bercampur. Susu yang jati adalah pemberitaan firmanKu yang tidak bercampur dengan pelajaran akal-akal manusia dan pelajaran setan-setan perhatikan firmanKu dalam Galatia 1:11-12, Matius 15:8-9,13-14, 1 Timotius 4:1-5.

Gereja Penganten harus pula memperhatikan bahwa banyak diantara Gereja yang bukan Penganten yang gagal memelihara bayi-bayi rohani. Apa sebab? Karena mereka tidak punya pelajaran susu jati yaitu pelajaran yang benar, laksana seorang nenek yang punya susu tetapi tidak ada air susu lagi. Oleh karena itu rebut bayi rohani itu dari mereka dan segera beri susu yang jati agar tidak mati rohani. Susu yang jati adalah susu yang sangat tinggi nilainya. Susu kaleng atau susu bubuk tidak sebanding dengan air susu ibu, dan susu bubuk itu sering tidak cocok bagi bayi, karena sering mengakibatkan terjadinya infeksi pada bayi.

Gereja yang bukan Penganten adalah laksana nenek piara bayi pakai susu bubuk, yaitu berbicara memelihara bayi rohani dengan cara memakai tafsiran-tafsiran orang lain yang akhirnya menuju pada berbagai kesesatan dan kepalsuan. Oleh karena itu hendaklah Gereja Penganten itu menaruh kasihan terhadap jiwa-jiwa yang baru bertobat, sebab apabila tiba keangkatan GerejaKu maka bayi-bayi rohani akan tertinggal dan masuk pada zaman Antikrist. Matius 24:19 : “Wai bagi segala perempuan yang mengandung dan menyusui anaknya pada masa itu”. Sebab itu usahakanlah agar mereka itu menjadi dewasa rohani”.

YANG MENCAHARI MAKAN DIANTARA SEGALA BUNGA BAKUNG.

Bunga bakung warnanya putih bersih yang menunjuk pada kesucian. Gereja Penganten adalah laksana anak kijang yang mencahari makan diantara segala bunga bakung, tetapi ingat jangan makan sembarangan atau asal makan tetapi harus makan rumput yang hijau, dan segar yang berbicara tentang firmanKu yang benar yang dipagari oleh kesucian.

Dalam ayat 5 ini dinyatakan bahwa Sulamit bukannya seorang ibu, tetapi dia adalah seorang gadis yang sangat menarik karena susunya yang montok. Oleh karena itu sekali lagi Aku tegaskan agar Gereja Penganten memberi makan kepada bayi rohani, menasehatkan mereka dengan baik supaya mereka menjadi dewasa rohani Ibrani 6:1-5.

Jadi pekerjaan Gereja Penganten adalah sebagai berikut :
Memberi susu yang jati kepada bayi rohani.
Memberi makanan keras kepada yang sudah lapar, agar cepat menjadi dewasa rohani.

Ayat 6 Bahwa aku hendak pergi ke gunung Mur dan ke bukit kemenyan sampai Hari mulai sejuk dan bayang-bayangpun lenyap

Ayat diatas adalah kata-kata Solaiman yang ditujukan kepada Sulamit yang sebenarnya dalamnya terkandung undangan kepada Sulamit untuk mengikut Solaiman ketempat yang tinggi yaitu ke gunung Mur dan ke bukit Kemenyan sampai hari mulai sejuk dan bayang-bayangpun mulai hilang.

BAHWA AKU HENDAK PERGI KEGUNUNG MUR DAN KEBUKIT KEMENYAN

Hal tersebut diatas adalah pernyataan dari Aku terhadap Gereja Penganten. Apa yang dimaksud dengan gunung Mur ? Gunung Mur ialah tempat yang tinggi dalam pengurapan RohKu. Pohon Mur adalah jenis pohon yang sangat berguna yaitu getahnya yang harum dapat diambil setelah kulitnya dihancurkan. Getah Mur dipakai sebagai minyak urapan Tabernakel. Gereja Penganten harus memelihara urapan RohKu yang ada padanya dalam setiap penyembahan dan pemberitaan firmanKu. Gereja Penganten yang selalu memelihara urapan RohKu bagaikan diatas gunung berarti lebih tinggi dari Gereja yang lain, dan diatas gununglah Gereja Penganten bersekutu denganKu.

Dalam pemelihara urapan tersebut, Gereja Penganten harus agungkan sengsara salibKu karena tanpa korbanKu, RohKu tidak akan turun. Mur itu harum baunya. Demikian juga Gereja Penganten harus berbau harum rohaninya melalui urapan RohKu yaitu kepenuhan dalam anugerah-anugerah RohKu. Gereja yang ada diatas gunung berbau harum, tetapi yang ada di bawah gunung berbau basuk karena ada banyak kotoran dan pertukaran-pertukaran hawa yang tidak lancar. Jadi Aku tinggal digunung mur dan dibukit kemenyan.

Kemenyan adalah zat yang putih warnanya dan kemenyan yang istimewa sangat mahal harganya serta kemenyan adalah salah satu bahan yang penting dalam rempah-rempah pedupaan. Kalau imam-imam membakar kemenyan diatas mezbah dupa ada bau harum yang merangsang. Jadi kemenyan menunjuk pada kenikmatan dan keharuman dalam kehidupan doa dan penyembahan. Ingat! Aku ada diatas bukit kemenyan. Oleh karena Gereja Penganten yang ingin bersekutu dengan Aku harus mendaki bukit doa dan penyembahan.

Tanpa kehidupan doa dan penyembahan yang teratur, Gereja Penganten tidak akan jumpa dengan Aku. Jadi Gereja Penganten bukan saja memelihara urapan RohKu termasuk karunia-karunia RohKu tetapi harus juga memelihara kehidupan doa dan penyembahan yang teratur. Dalam hal memelihara kehidupan doa dan penyembahan, Gereja Penganten merasa sakit / pahit bagi daging, sama halnya dengan orang yang mendaki gunung merasa lelah, daging merasa sengsara, tetapi kalau sudah sampai diatas gunung maka kelelahan berhenti dan berarti ada kemenangan, karena tabiat daging itu dimatikan dalam doa dan penyembahan.

Kenapa Aku ada diatas tempat yang tinggi? Perhatikan firmanKu dalam Ibrani 7:25-26 dan Ibrani 8:1 yang menyatakan bahwa Aku telah bangkit dari antara orang mati lalu naik ke Surga dan duduk disebelah kanan BapaKu, Aku menjadi imam besar yang berdoa atau menjadi juru syafaat bagi Gereja Penganten. Doa dan penyembahan Gereja Penganten naik kepadaKu / naik tinggi dan tembus sampai ke Surga. Oleh karena itu tanpa menyembah Aku dalam Roh dan kebenaran, maka Gereja Penganten tidak berjumpa dengan Aku, perhatikan Yahya 4:23-24 tentang penyembahan yang benar. Dalam penyembahan ada persekutuan yang manis dengan Aku melalui RohKu, Rum 8:26-27, dan persekutuan itu memberi kenikmatan yang tak dapat dikatakan bagaikan persekutuan suami dan isteri.

Gereja Penganten yang selalu memelihara doa dan penyembahan akan diliputi dengan kemuliaan dan sifat Ilahi seperti halnya waktu Aku berada diatas gunung bersama rasulKu Petrus, Yahya dan Yakub, Lukas 9:28-30, Rasul-rasulKu yang lain tinggal dibawa gunung dan waktu Aku dan ketiga rasulKu berpuasa diatas gunung maka rupaKu diliputi dengan sifat Ilahi dan kemuliaan sehingga tampak bercahaya. Ketika rasulKu sudah melihat kejadian yang luar biasa yaitu mereka melihat Musa dan Elia (orang dari Sorga) datang melawati Aku. Demikianlah juga halnya dengan Gereja penganten, hanya dengan doa dan penyembahan, Gereja Penganten dapat bersekutu dengan Aku dan melihat perkara-perkara sorga karena tanpa itu maka gereja penganten tidak akan dapat melihat kemuliaanKu sama dengan Rasul-rasulKu yang ada dibawa bukit tidak melihat orang dari Sorga yaitu Musa dan Elia. Gereja yang bukan Penganten tak bisa melihat perkara–perkara Sorga karena mata rohani mereka tertutup. Yang paling celaka lagi yaitu rasul-rasulKu yang tinggal dibawa kaki bukit tak punya kuasa sehingga mereka tak bisa mengusir setan dari dalam orang yang dirasuk setan gila babi, Lukas 9:37-44.

Perhatikan tentang 9 RasulKu yang ada dibawa kaki gunung, 9 menunjuk 9 Karunia–karunia Rohulkudus dan 9 Buah-buah Rohulkudus 1 Korintus 12:8-11, Galatia 5:22-23. Camkanlah baik-baik, bahwa kedua belas RasulKu itu Aku telah pilih mereka jadi mereka berkenan kepadaKu, mereka selalu bersama-sama dengan Aku, selalu bersekutu dengan Aku tetapi yang 9 orang aku tinggalkan dibawah gunung karena selalu mengomel dengan alasan tidak mau lelah dan hanya 3 orang yang aku bawah naik keatas gunung. Demikian juga halnya dengan hamba-hambaKu dan anak-anakku dalam Gereja Penganten yang tak suka menyangkal diri/berpuasa jarang menyembah AKU jarang berdoa, mereka itu sama dengan murid-muridKu yang ada dibawa gunung karena mereka selalu dipengaruhi keinginan daging.

Angka 9 sama dengan 6 + 3
6 adalah menunjuk pada angka manusia
3 menunjuk pada angka ke-ALLAH-an

Banyak hambah-hambaKu dan anak-anakKu yang suka bersekutu dengan Aku, tetapi tak suka mendaki bukit doa dan menyembah dan berpuasa sehingga karunia RohKu yang ada pada mereka itu hilang. Apa sebab? Karena mereka diliputi kedagingan yaitu tidak suka salibkan daging. Perhatikan! Aku tidak ada dibawah gunung tetapi diatas gunung. Aku adalah firman mereka yang tinggal dibawah gunung, tanpa Aku berarti tidak ada firman, tetapi mereka yang diatas gunung yang bersama dengan Aku berarti ada firman.

Perhatikan suratan ketiga rasulKu yang naik ke atas gunung bersama-sama dengan Aku sebagai berikut :

1. Petrus

Petrus artinya Batu Karang. Suratan Petrus berintikan dan membayangi PENGHARAPAN. Perhatikan 1 Petrus dan 2 Petrus. Gereja penganten yang suka menyangkal diri dan melihara kehidupan doa dan penyembahan, mempunyai pengharapan yang teguh akan janji Allah. Gereja Penganten harus mempunyai satu-satunya pengharapan yaitu menikah secara rohani dengan Aku.

2. Yakub

Suratan Rasul Yakub berintikan dan membayangi IMAN sebab banyak menulis tentang iman. Tulang punggung iman adalah doa dan puasa. Gereja penganten yang suka menyangkal diri dan pelihara kehidupan doa dan penyembahannya, punya iman yang teguh yang sukar digoyahkan dan punya kuasa terhadap setan.

3. Yahya

Suratan Rasul Yahya adalah berintikan dan membayangi KASIH yang sejati. Perhatikan Injil Yahya, 1 Yahya, 2 Yahya, 3 Yahya.

Gereja Pengantan yang suka menyangkal diri, sifat kedagingannya lenyap dan yang menonjol adalah kasihKu, kasih eros menjadi mati.

Rasul-RasulKu yang ada dibawah gunung tidak mau lelah karena diliputi oleh cinta daging atau kedagingan, karena hanya dengan mendaki bukit doa dan penyembahan, dapat pertolongan dan kuasa.

Dalam Lukas 9:28–36 terdapat 4 (empat) golongan yaitu :
Gereja yang kuat iman adalah yang mendaki bukit doa dan penyembahan serta puasa.
Gereja yang lemah iman adalah mereka yang tinggal dibawah kaki gunung yaitu 9 orang rasulKu karena mereka lebih cinta daging mereka mendoakan orang sakit, tetapi orang sakit tidak sembuh.
Gereja yang sakit tak punya kuasa sama dengan orang yang sakit gila babi. Orang yang sakit itu adalah orang Yahudi. Banyak gereja sekarang yang sakit rohani perlu pertolongan.
Gereja yang tak ada iman yaitu orang banyak yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang yang sakit, hanya bawa orang sakit untuk cari kesembuhan.
SAMPAI HARI MULAI SEJUK DAN BAYANG-BAYANGPUN HILANG

Perhatikan! Kalau hari mulai sejuk dan bayang-bayangpun hilang Solaiman turun dari atas gunung mur dan bukit kemenyan yang berbicara tentang Aku turun dari sorga datang diatas awan-awan untuk menjemput Gereja Penganten, pada hari keangkatan GerejaKu.

Hari mulai sejuk menunjuk pada mulainya Zaman Antikrist. Jadi sebelum Antikrist berkuasa, Aku singkirkan Gereja Penganten terlebih dahulu. Hari sejuk berarti musim dingin.

Bayang-bayang adalah menunjuk pada bayang-bayang dosa. Dosa dilenyapkan, Gereja Penganten disingkirkan. Perhatikan beberapa saat sebelum penyingkiran Gereja Penganten akan terjadi kelaparan rohani karena pemberitaan firmanKu tidak ada lagi bagaikan pada tengah malam Matius 25:1-5. Pintu kemurahan pada waktu itu tertutup, tak ada kesempatan lagi untuk bertobat. Itu sebabnya Aku peringatkan hal ini terlebih dahulu Matius 24:20 : ”Hendaklah kamu berdoa, minta pelarianmu itu janganlah berlaku pada musim dingin atau hari Sabbat”. Musim dingin / sejuk dan hari Sabbat / perhentian, berarti segala kegiatan rohani berhenti.

Ayat 7 Elok sekali engkau, hai adinda ! Dan barang satu celapun tiada padamu

Ayat tersebut diatas adalah kata-kata pujian dari Solaiman kepada Sulamit yang juga adalah merupakan kata pujian dari Aku terhadap Gereja Penganten. Aku kehendaki agar Gereja Penganten cantik rohani tidak boleh ada cacat celanya Epesus 5:27: ”Dan supaya Ia mendirikan sidang itu dihadapanNya sendiri dengan kemuliaan dengan tiada cacat atau kerut atau barang sebagainya, melainkan supaya ia menjadi kudus tiada bercela”, sehingga sempurna tubuh, jiwa dan roh, 1 Tesalonika 5:23-24.

Hal itu tercapai apabila Gereja Penganten sudah disempurnakan, tepatnya pada saat menikah dengan Aku perhatikan firmanKu dalam Mazmur 45:12-14. Apabila Gereja Penganten sudah disempurnakan, sangat elok dan tidak ada cacat celanya sebab penuh dengan anugerah RohKu.

Kecantikan rohani Gereja Penganten adalah sangat menggiurkan sehingga Aku sebagai mempelainya terpesona melihatnya. Untuk jelasnya perhatikan kembali Syirul Asyar Solaiman 1:15 : ”Bagaimana elokmu , hai adinda ! bagaimana elokmu, dan matamu seperti burung merpati”.

Ayat 8 Turunlah sertaku dari atas Libanon, hai tunanganku! Turunlah sertaku dari atas Libanon; tinggalkanlah kemuncak Amana dan kemuncak Senir dan Hermon, yaitu tempat kediaman singa dan pegunungan tempat harimau

Ayat diatas berisi ajakan Solaiman kepada Sulamit agar meninggalkan puncak gunung Libanon, Amana, Senir dan puncak tertinggi yaitu puncak Hermon. Dalam ayat ini nampak bahwa Sulamit mempunyai tempat tinggal yang tinggi, lebih tinggi dari puteri-puteri Yerusalem. Sulamit adalah bayangan Gereja Penganten yang tak ada cacat celanya yang akan menikah dengan Aku Epesus 5:27 : “Dan supaya Ia mendirikan sidang itu dihadapannya sendiri dengan kemuliaan, dengan tiada cacat atau kerut atau barang sebagainya, melainkan supaya ia menjadi kudus dengan tiada cela”.

Dalam ayat 8 ini ada terdapat 4 gunung yang mempunyai pengertian rohani sebagai berikut :

1. LIBANON

Dipegunungan Libanon terdapat banyak pohon Aras yang tinggi dan puncak Libanon senantiasa diliputi salju. Gunung Libanon adalah bayangan baptisan Roh dan kepenuhan Roh. Solaiman memanggil Sulamit agar turun dari gunung Libanon, tempat Sulamit bersembunyi dan bersenang-senang.

Kenapa Solaiman mengajak Sulamit turun? agar Sulamit menceriterakan tentang keindahan dan kebahagiaan yang dialaminya diatas puncak Libanon kepada puteri-puteri Yerusalem. Demikian juga halnya dengan Gereja Penganten, setelah mengalami Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh dan mengalami persekutuan yang manis dengan Aku, jangan tinggal berdiam diri dan bersenang-senang dengan keadaan tersebut, tetapi harus menyaksikan pengalaman-pengalaman tersebut kepada gereja-gereja palsu dan sesat yang dibayangkan pada puteri-puteri Yerusalem, karena Gereja Penganten adalah Gereja Kesaksian.

Dengan cara bersaksi tentang Aku dan pekerjaan RohKU yang heran, menyatakan bahwa Gereja Penganten benar-benar mengasihi Aku, karena cinta itu harus dibuktikan 1 Yahya 3:18 : “Hai anak-anakku jangan kita mengasihi dengan perkataan dengan lidah, melainkan dengan perbuatan dan dengan sesungguhnya“. Satu hal yang luarbiasa nampak dalam ayat ini, Syirul Asyar Solaiman 4:8 yaitu Sulamit menghendaki lebih tinggi lagi sehingga sampai ke puncak Senir, Amana dan Hermon.

2. AMANA

Amana artinya gunung perjanjian atau wahyu dari namaNya. Perjanjian apakah gerangan itu? Perjanjian itu adalah perjanjian satu nama yang baharu yang Aku berikan untuk menggantikan nama hamba-hambaKu dan anak-anakKu dalam Gereja Penganten yang tetap setia kepadaKu.

Perhatikan! Jika ingin menjadi Gereja Penganten, harus menempuh lima langkah untuk sampai ke tempat yang lebih tinggi melebihi gereja yang lain atau gereja yang bukan penganten yaitu :
Golgota artinya Pertobatan.
Libanon artinya Baptisan Roh dan kepenuhan Roh.
Amana artinya Perjanjian atau Wahyu Dari NamaNya.
Senir artinya Janji Anugerah RohKu.
Hermon artinya Gunung Kemuliaan.

3. SENIR

Senir artinya Janji Anugerah RohKu. Jadi hanya gereja yang memiliki anugerah RohKu yang akan mendapat kemuliaan dari Aku.

4. HERMON

Hermon artinya Gunung Kemuliaan. Adapun puncak Hermon selalu diliputi oleh salju. Hermon lebih tinggi daripada puncak Senir. Digunung Hermonlah Aku dipermuliakan yaitu Aku mengalami suatu kemuliaan yang luarbiasa sehingga wajahKu bercahaya perhatikan Lukas 9:25-26. Dari atas gunung Hermon, orang dapat melihat dengan jelas akan Tanah Perjanjian yaitu Tanah Kanaan. Aku bersama tiga rasulKu yaitu Peterus, Yakub dan Yahya naik ke bukit Hermon untuk mengadakan doa dan puasa.

Demikian juga Gereja Penganten jangan mendaki hanya sampai pada gunung Senir tetapi harus mendaki terus artinya bukan hanya sampai pada penuh dengan RohKu tetapi harus naik / jalan terus dan harus menyalibkan kemauan daging, sehingga tirai daging akan mati dan disitulah kemuliaanKu akan dinyatakan, kemudian sampai pada kesempurnaan. Dalam pelajaran Tabernakel dinyatakan bahwa Peti Perjanjian dalam Kamar Maha Suci akan nampak apabila tirai yang memisahkan Kamar Suci dan Kamar Maha Suci itu tercarik atau robek. Peti Perjanjian adalah bayangan kesempurnaan GerejaKu.

Tirai adalah bayangan daging yang merupakan halangan untuk menuju pada kesempurnaan. Oleh karena itu Gereja Penganten harus selalu menyalibkan keinginan daging dengan cara selalu berpuasa, berdoa dan menyembah Aku, agar dapat diliputi oleh sifat IlahiKu, diliputi oleh kesucianKu yang tinggi nilainya, bagaikan salju yang putih warnanya yang selalu menutupi puncak Hermon.

Sekali lagi Aku tegaskan bahwa hanya Gereja Penganten yang selalu bertekad dan berusaha merobek tirai daging dengan doa dan puasa, berada di tempat yang tinggi.

Solaiman memanggil Sulamit untuk meninggalkan puncak Amana, Senir dan Hermon, karena gunung tersebut adalah tempat kediaman binatang buas dan kejam yaitu singa dan harimau. Singa dan Harimau adalah bayangan Antikrist yang akan menguasai selama 42 bulan atau 3 ½ tahun Wahyu13:1-2. Bagaimana pun tingginya kedudukan Gereja Penganten didunia ini, tetapi kedudukan itu bukan merupakan perlindungan yang kuat baginya.

Ingat! Gereja Penganten akan meninggalkan dunia sebelum Antikrist merajalela dan menguasai dunia ini Wahyu 12:6,14 yaitu Gereja Penganten akan diterbangkan / disingkirkan keatas awan-awan diatas lembah Megido selama singa dan harimau / Antikrist mengaum mencarik-carik mangsanya yaitu Gereja Mengandung dan Gereja Kanak-Kanak rohani, Matius 24:19 serta Gereja Palsu dan Sesat. Oleh karena itu sekaranglah saatnya bagi gereja yang bukan penganten untuk naik ke tempat yang lebih tinggi, jangan hanya tinggal di Golgota atau pertobatan, tetapi naiklah sehingga mencapai puncak Libanon, Amana, Senir dan Hermon, karena tidak lama lagi Aku akan datang memanggil mereka yang ada diatas puncak tersebut untuk tinggal dan diam bersamaKu yaitu mereka akan meninggalkan dunia ini.

Oleh karena itu jangan lelah mendaki gunung-gunung tersebut diatas dan jangan tinggal bersama puteri-puteri Yerusalem karena aniaya Antikrist akan datang.

Ayat 9 Bahwa engkau sudah memberanikan hatiku, hai adindaku, hai tunanganku! Engkau sudah memberanikan hatiku dengan sekali pandang matamu, dengan seikal rambut yang pada lehermu

Ayat diatas adalah kata-kata pujian Solaiman kepada Sulamit karena keberanian Sulamit. Bukankah Solaiman memanggil Sulamit untuk meninggalkan gunung-gunung tempat kediaman singa dan harimau? Sulamit tak pernah takut dan gentar terhadap binatang buas tersebut.

Demikian juga halnya dengan Gereja Penganten harus berani menghadapi atau melawan setan, karena Gereja Penganten telah dilengkapi dengan perlengkapan kuasaKu Epesus 6:12-17. Gereja Penganten harus juga memiliki pendirian yang tetap dan kuat, tanpa gentar terhadap setan perhatikan Ibrani 13:6 : ”Sehingga dengan yakin kita dapat berkata : Bahwa Tuhanlah Penolong aku, tiadalah aku takut kelak. Apakah gerangan manusia boleh buat ke atasku ?”.

DENGAN SEKALI PANDANG SAJA

Solaiman mengetahui bahwa Sulamit tidak bisa ditakut-takuti. Mata itu adalah pelita tubuh dan segala sesuatu dapat dilihat oleh mata. Mata yang mengendalikan tubuh Matius 6:22-23. Oleh karena itu harus tertuju pada satu arah yaitu kepada Aku sebagai bakal suaminya secara rohani Ibrani 12:2 : “Serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman. Maka Iapun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah”.

Adapun mata rohani yang tertuju kepadaKu itu memberi pernyataan bahwa Gereja penganten takkan menghiraukan segala pencobaan dan rintangan setan yang ada disekitarnya Perhatikan Matius 14:28-31 yaitu ketiga rasulKu Petrus melihat Aku datang, maka mula-mula ia berani dan terus memandang Aku, akan tetapi pada waktu ia menoleh dan memperhatikan gelombang laut, datanglah ketakutan besar baginya dan hampir ia tenggelam dilaut. RasulKu Petrus sebenarnya tidak bisa tenggelam jika dia memandang terus kepadaKu.

SEIKAL RAMBUT PADA LEHERMU

Rambut adalah bayangan kemuliaan dan kekuatan yang datangnya dari RohKu. Rambut letaknya dikepala dekat leher. Leher menunjuk pada penurutan pada firmanKu Amsal Solaiman 3:1-5. Jadi kemuliaan Gereja Penganten harus dijalin bersama dengan pendirian yang benar, sehingga Gereja penganten tidak takut lagi.

Perhatikan tentang Simson yang dapat mengalahkan musuh-musuhnya, tetapi setelah rambutnya dicukur oleh Delilah kekuatannya hilang dan dia dikalahkan oleh musuhnya / orang Filistin. Begitu juga halnya dengan Gereja Penganten, kalau anugerah RohKu hilang laksana rambut yang di cukur, Gereja Penganten mengalami ketakutan dan akhirnya kehidupan rohaninya hancur, sehingga penurutan terhadap firmanKu undur dan mata rohani dicungkil.

Ayat 10 Bagaimana indahnya kasihmu, hai adinda, hai tunanganku! Bagaimana sedap kasihmu, lebih daripada air anggur dan daripada harum minyak bau-bauan dan segala rempah-rempah

Pada ayat 10 ini, Solaiman memuji kasih Sulamit yang begitu besar kepadanya. Dalam kata-kata pujian tersebut terkandung pengertian bahwa betapa akrabnya hubungan Solaiman dan Sulamit yang bukan lagi pernyataan cinta tetapi pelaksanaan cinta. Demikian juga dengan pelaksanaan cinta Gereja Penganten terhadap Aku, terjadi kalau pernikahan sudah berlaku, tetapi Gereja Penganten harus disempurnakan terlebih dahulu. Sekarang ini GerejaKu sedang bertunangan dengan Aku sehingga dalam masa pertunangan ini, GerejaKu hanya dapat membuat pernyatan cintanya terhadap Aku perhatikan Syirul Asyar Solaiman 1:2 : ”Hendaklah dikucupinya aku dengan kucup mulutnya karena cumbuanmu itu terlebih sedap daripada air anggur”.

Perhatikan bahwa pelaksanaan cinta itu lebih besar daripada pernyataan karena pernyataan cinta / kasih itu adalah merupakan bayangan sedangkan cinta adalah wujudnya / orangnya .Oleh karena itu sudah selayaknyalah jika Gereja Penganten menyatakan cintanya terhadap Aku, karena Akulah yang terlebih dahulu menyatakan cintaKu terhadap Gereja Penganten. Adapun cinta kasihKu yang telah Aku perlihatkan kepada Gereja Penganten tidak dapat diukur atau dikira-kirakan perhatikan Yahya 15:13, Epesus 5:27. Ingatlah bahwa Aku terlebih dahulu mengasihi Gereja Penganten lewat pengorbananKu diatas bukit Golgota, berarti Akulah yang terlebih dahulu melaksanakan pernyataan cinta terhadap Gereja Penganten 1 Yahya 4:10, sebab itu Aku minta agar mengasihi Aku jangan hanya dimulut saja / dibibir saja tetapi harus dengan perbuatan perhatikan 1 Yahya 3:18.

Dalam Syirul Asyar Solaiman 4:10 ini, Solaiman mengatakan bahwa kesedapan kasih Sulamit tidak dapat dibandingkan dengan air anggur dan minyak bau-bauan serta segala rempah-rempah dan kasih Sulamit itu dapat dirasakan oleh Solaiman pada saat mereka sudah bersatu. Begitu juga halnya antara Aku dengan Gereja Penganten yaitu Gereja Penganten akan jadi seperti Aku, 1 Yahya 3:2 : ”Hai segala kekasiku, sekarang kita ini menjadi anak-anak Allah, maka belum lagi nyata bagaimana akan jadinya kita kelak. Tetapi kita mengetahui, bahwa jikalau Ia sudah nyata kelak ,kitapun menjadi serupa dengan Dia, karena kita akan melihat Dia sebagaimana Ia ada“, sehingga kasih yang sekarang dialami oleh Gereja Penganten akan dipantulkan kelak oleh Gereja Penganten terhadap Aku setelah pernikahan terjadi.
Air anggur menunjuk pada Kegirangan Daging. Dalam suatu pesta, air anggur diutamakan agar pesta berlangsung meriah.
Minyak bau-bauan untuk keperluan tubuh jasmani sebagai pengharum.
Rempah-rempah untuk menyedapkan makanan jasmani/badani.

Jadi kasih yang sejati adalah bukan kasih daging atau kasih Eros, tetapi kasih harus melebihi semuanya itu yaitu kasih Agape, Syirul Asyar Solaiman 8:7 :

”Air banyakpun tiada dapat memadamkan kasih ini dan sagala sungaipun tida dapat meliputi dia. Jikalau kiranya orang hendak memberikan segala harta benda yang dalam rumahnya karena kasih ini, niscaya dicelakan juga akan dia“,

karena Kasih Agape mempunyai keindahan dan kesedapan. Kasih Eros / cinta birahi antara pemuda pemudi tak punya keindahan rohani, tetapi hanya kesedapan daging.

Ingat ! darah daging tidak bisa mewarisi kerajaanKu, 1 Korintus 15:50. Gereja Penganten yang hanya pentingkan kasih Eros tidak akan menikah dengan Aku, tetapi jalinkanlah kasih Agape, maka Gereja Penganten akan berkenan kepadaKu sampai pada hari pernikahan dengan Aku kelak .

Ayat 11 Bibirmu meniriskan titisan air madu, hai tunanganku ! air lebah dan susu adalah dibawah lidahmu, dan harum bau pakaianmu seperti harum bau Libanon.

Kata-kata tersebut diatas adalah kata-kata pujian Solaiman kepada Sulamit.

BIBIRMU MENIRISKAN TITISAN AIR MADU

Adalah menunjukkan pada kesaksian Gereja Penganten harus manis karena memberikan kesaksian yang benar tentang Aku, sebab bibir Gereja Penganten adalah bibir yang sudah disucikan, Syirul Asyar Solaiman 4:3 : ”Lehermu seperti manara Daud, yang dibangunkan akan gedung senjata, perisai seribu buah adalah tergantung padanya, semuanya itu perisai orang pahlawan “.

AIR LEBAH DAN AIR SUSU ADALAH DIBAWAH LIDAHMU.

Adalah menujuk pada firmanKu yang benar yang tidak bercampur dengan pelajaran palsu dan sesat, 1 Petrus 2:2 :

”Seperti kanak-kanak yang baharu jadi, hendaklah kamu ingin akan susu yang jati, yang tiada bercampur, supaya dengan dia itu kamu subur menuju keselamatan“.

Air lebah dan air susu adalah dibawah lidah berarti bahwa firmanKu yang benar menjadi dasar kesaksian Gereja Penganten, 1 Petrus 4:11 :

”Jikalau barang seorang berkata-kata, hendaklah perkataanya bersetuju dengan firman Allah; jikalau barang seorang melayani orang, hendaklah dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah , supaya Allah dipermuliakan didalam segala sesuatu oleh karena Yesus Kristus; maka Baginyalah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya ! Amin.

HARUM BAU PAKAIANMU SEPERTI HARUM BAU LIBANON

Adalah menunjuk pada pakaian rohani Gereja Penganten bukan pakaian yang berbau busuk, tetapi pakaian yang harum baunya karena Gereja Penganten telah dipenuhi oleh RohKu dan anugerah-anugerah RohKu perhatikan Mazmur 45:9 :

”Segala pakaianmu itu mur dan geharu dan cendana dari dalam mahligai gading, dari tempat mereka itu menyukakan dikau“,

tentang pakai mur, gaharu dan cendana adalah tiga zat yang sangat harum. Oleh karena itu Gereja Penganten berbau harum bagi orang yang akan diselamatkan, 2 Korintus 2:15:

”Karena kami menjadi suatu bau harum Kristus kepada Allah diantara segala orang yang akan diselamatkan dan yang akan dibinasakan“.

Dan perhatikan Yesaya 61:10 :

”Bahwa amat sukacitalah hatiku akan Tuhan ; hatikupun bergemar akan Allahku, karena sudah dikenakannya kepadaku pakaian selamat dan diselubungnya aku dengan selimut kebenaran, seperti seorang mempelai laki-laki menghiasi dirinya dengan selengkap permata“, tentang pakaian kebenaran dari Aku.

Ayat 12 Bahwa engkau laksana taman yang berpagar kelilingnya, hai adinda, hai tunanganku! bagai-kan pancaran air yang bersekat dan mata air yang termeterai

Dalam ayat 12 ini Solaiman mengumpamakan Sulamit laksana :

1. Suatu taman yang berpagar kelilingnya

2. Suatu pancaran air yang bersekat (dicap)

3. Suatu mata air yang termeterai atau tertutup

LAKSANA SUATU TAMAN YANG BERPAGAR KELILINGNYA.

Gereja Penganten harus indah kelihatannya bagaikan Taman Eden yang penuh dengan buah-buah pohon yang indah permai perhatikan Kejadian 2:8-10. Di taman Edenlah Aku bergaul dengan Adam dan Hawa sehingga ada perhubungan yang manis dan indah antara Aku dengan manusia. Jadi Gereja Penganten adalah laksana Eden yaitu penuh dengan anugrah RohKu sehingga sangat menarik hatiKu.

Dalam Kejadian 2:9 di Taman Eden terdapat 3 macam buah, yaitu :

1. Berbagai-bagai buah pohon permai.

2. Buah pohon Alhayat (buah yang memberi hidup).

3. Buah pohon pengetahuan baik dan jahat.

Ketiga buah tersebut diatas adalah membayangkan 3 alat dalam Peti Perjajian pada Kamar Maha Suci sebagai berikut :
Buah pohon yang permai adalah menunjuk pada Tongkat Harun yang berbicara tentang RohKu.
Buah pohon Alhayat menunjuk pada Bokor yang berisi Manna yang berbicara tentang firmanKu yang memberi hidup secara nyata yaitu Aku sendiri Yahya 6:31-35.
Buah pohon Pengetahuan Baik dan Jahat atau Buah Larangan menunjuk pada 2 Loh Batu yang berisi larangan yang berbicara tentang BapaKu yang mengeluarkan 10 firman (10 hukum Torat).

Peti Perjanjian yang membayangi Gereja Penganten yang sudah disempurnakan dan menikah dengan Aku, punya 3 macam buah yakni :
Buah-buah RohKu Galatia 5:22-23, bandingkan dengan buah yang permai.
Buah-buah Pertobatan – Matius 3:8, bandingkan dengan buah larangan, 2 Loh Batu dalam Peti Perjanjian – kalau Gereja Penganten benar-benar sudah bertobat maka tak mungkin melanggar firmanKu.
Buah-buah pelayanan / iman Yahya 15:16, Ibrani 13:14-16, bandingkan dengan buah pohon Alhayat. Iman yang kuat adalah iman yang berdasarkan firmanKu yaitu Aku sendiri 1 Yahya 5:4-5. Dengan iman yang teguh, Gereja Penganten akan mencapai kemenangan atas dunia.Oleh karena itu Gereja Penganten yang akan disempurnakan harus hidup dengan iman Ibrani 10:38.

Perhatikan! Taman itu dipagari berkeliling. Fungsi pagar adalah untuk melindungi taman dari binatang-binatang buas dan pencuri-pencuri. Demikian juga halnya dengan Gereja Penganten yang penuh dengan anugerah-anugerah RohKu, dipagari oleh:

a. MalaikatKu – Mazmur 34:8

MalaikatKu berpasukan mengawali / mengelilingi Gereja Penganten, hubungkan dengan Zakaria 2:5 yaitu Aku adalah merupakan pagar api berkeliling, sehingga musuh dari luar akan dihanguskan jika coba-coba menerobos pagar itu.

b. FirmanKu

FirmanKu yang benar adalah merupakan pagar yang sangat kuat untuk melindungi Gereja Penganten, sehingga Gereja Penganten akan aman dan sentosa, karena Aku adalah Firman, Yahya 1:1 :

”Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, Dan Firman itulah juga Allah“.

Oleh sebab itu Gereja Penganten tak perlu takut dan gentar, karena Gereja Penganten dapat hancurkan musuh, Mazmur 91:11-13.

BAGAIKAN PANCARAN AIR YANG BERSEKAT

Gereja Penganten bukannya kering, tetapi dibasahi oleh RohKu. Oleh karena itu Gereja Penganten harus merupakan suatu mata air yang bersekat / dicap. Gereja Penganten punya sumber mata air yang tak pernah habis, karena bersumber dari Aku. Pancaran air yang indah / bagus dibubuhi cap, dan cap itu menandakan bahwa pancaran air itu resmi. Karena Gereja Penganten itu bagaikan air maka dapat memuaskan dahaga daripada Gereja-gereja yang lain. Perhatikan di Taman Eden mengalir suatu sungai yang terbagi 4, Kejadian 2:10 :

”Maka daripada Eden mengalir suatu sungai akan membasahkan taman itu, maka dari tempat itulah dibagikan sungai itu empat batangnya”.

Dalam tubuh Gereja Penganten juga mengalir suatu sungai air hidup yaitu RohKu yang akan membasahi dan menyuburkan Gereja Penganten Yahya 7:37-39. Adapun aliran sungai RohKu itu hanya mengagungkan Aku, Yahya 16:14 :

”Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil daripada hak Aku, lalu mengkabarkan kepadamu“.

Aliran RohKu itu akan memuliakan / mengagungkan Aku dalam 4 hal yaitu :
Aku sebagai Juruselamat dan pelepas dosa.
Aku sebagai Tabib besar dari Sorga.
Aku sebagai Pembaptis Agung Roh Suci.
Aku sebagai Raja yang akan datang.

MATA AIR YANG TERMATERAI.

Gereja Penganten adalah laksana mata air yang termeterai, tak nampak dari luar, terlindung daripada kotoran. Gereja Penganten itu Aku lindungi dari semua kotoran dosa dari luar yang akan menjatuhkan.

Ayat 13 Segala pucukmu bagaikan taman yang penuh dengan pokok delima dan pelbagai buah-buah yang indah-indah, pokok kurma dan narwastu

Memperhatikan ayat tersebut diatas, nampak bahwa Sulamit sangat cantik pada pemandangan Solaiman. Sulamit adalah bayangan Gereja Penganten. Oleh karena itu Aku tuntut agar Gereja Penganten mengeluarkan buah-buah rohani supaya berkenan kepadaKu, Perhatikan nasehat firmanKu dalam Yahya 15:16 : “Bukannya kamu ini yang memilih Aku, melainkan Aku inilah yang memilih kamu serta menetapkan kamu, supaya kamu ini pergi mengeluarkan buah, dan buahmu itu kekal adanya, supaya barang apapun yang kamu pohonkan kepada Bapa dengan namaKu, Ia karuniakan kepada kamu”.

Gereja Penganten harus mengeluarkan buah-buah rohani yaitu :

1. Buah-buah Roh, Galatia 5:22-23

2. Buah-buah pelayanan / buah-buah iman, Yahya 15:16, Ibrani 13:15

3. Buah-buah pertobatan / buah-buah terang Matius 3:8, Efesus 5:9

Juga Gereja Penganten harus memperhatikan Mazmur 92:13-15. Pokok kurma adalah bayangan orang benar yang tahan uji. Adapun buah kurma itu manis rasanya. Syarat untuk mengeluarkan buah-buah rohani Perhatikan Amsal Solaiman

NARWASTU

Adalah menunjuk pada kehidupan yang penuh dengan anugerah RohKu yang berbau harum. Bau harum tersebut terjadi waktu penyembahan, perhatikan Syirul Asyar Solaiman 1:12 : ”Sementara baginda bersemayam dengan kemuliaan-nya semerbaklah bau narwastuku”.

Ayat 14 Narwastu dan kumkuma, deringu dan kayu manis serta dengan segala pokok kemenyan dan mur dan cendana dan segala jenis rempah-rempah yang terutama

Ayat ini adalah kata-kata pujian Solaiman terhadap Sulamit. Sulamit bukan hanya cantik, tetapi juga berbau wangi atau sangat harum. Gereja Penganten harus memenuhi syarat-syarat tersebut diatas yaitu harus harum baunya, bukan berbau busuk, penyembahannya tidak berbau busuk. Oleh karena itu penyembahan, kehidupan, pemberitaan firman, kesaksian dan pelayanan Gereja Penganten harus berbau harum, karena Gereja Penganten penuh dengan urapan RohKu.

KUMKUMA, DERINGU, KAYU MANIS

Adalah bahan-bahan untuk membuat minyak urapan (minyak siraman) bagi Tabernakel padang pasir.

Minyak siraman atau minyak urapan itu untuk mengurapi Tabernakel dan alat-alatnya.

Minyak urapan itu adalah bayangan Roh dan anugerah-anugerah RohKu.

KEMENYAN DAN MUR DAN CENDANA DAN SEGALA JENIS REMPAH-REMPAH

Adalah bahan-bahan untuk rempah-rempah pedupaan. Hal ini adalah menunjuk pada doa dan penyembahan yang berkenan kepadaKu.

Penyembahan yang berkenan kepadaKu hanya penyembahan dalam Roh dan kebenaran perhatikan Yahya 4:23:

”Tetapi masanya akan datang, dan sekarang sudah sampai, bahwa segala penyembah yang benar akan menyembah Bapa dengan Roh dan kebenaran; karena Bapa itu berkenan akan orang yang sedemikian itulah menyembah Dia“.

Jadi Gereja Penganten harus memiliki kedua perkara tersebut di bawah ini :
Penuh dengan RohKu dan anugerah RohKu.
Punya kehidupan doa dan penyembahan yang berkenan kepadaKu.

Ayat 15 Hai pancaran air segala taman, hai mata air hidup yang mengalir dari atas Libanon

Ayat diatas adalah berbicara tentang aliran sungai Roh Suci yang adalah merupakan satu-satunya pancaran air bagi Gereja Penganten Perhatikan firmanKu dalam Yahya 7:38-39 :

“Barang siapa yang percaya akan Daku, seperti yang tersebut dalam Alkitab dari dalamnya itu akan mengalir beberapa sungai air hidup“. Ayat 38

“Ia mengatakan ini dari hal Roh yang akan diterima oleh segala orang yang percaya akan Dia; karena pada masa itu Rohulkudus itu belum ada, sebab Yesus belum dipermuliakan“.Ayat 39

Pancaran air dalam ayat tersebut diatas mengalir dari atas Libanon.

Libanon adalah puncak yang diliputi oleh salju. Libanon adalah bayangan baptisan Roh dan kepenuhan Roh, perhatikan ungkapan Syirul Asyar Solaiman 4:8.

Ayat 16 Bangunlah engkau hai angin utara ! marilah, hai angin selatan ! bertiuplah kamu dalam tamanku supaya semerbaklah bau harum segala rempah-rempahnya ! biarlah kiranya kekasihku datang ketamannya dan makan daripada buahnya yang terutama

Dalam ayat ini nampak dan nyata bahwa Solaiman mengundang angin utara dan angin selatan agar bertiup dalam tamannya, supaya semerbaklah bau harum segala rempah-rempah. Bukankah Solaiman membandingkan Sulamit bagaikan taman yang penuh dengan pelbagai buah dan rempah-rempah, tetapi tanpa angin, maka bau harum dan semerbak tidak akan dapat tercium.

Contoh : Kalau ada seorang gadis yang memakai minyak yang harum baunya, maka minyak tersebut dapat tercium kalau ditiup oleh angin, hanya dengan tiupan angin maka bau harum daripada minyak tersebut dapat tercium ke mana-mana.

Angin dalam hal ini adalah berbicara tentang pencobaan dan aniaya, Amsal Solaiman 25:23, Lukas 12:55. Tanpa pencobaan dan aniaya, maka bau harum daripada Gereja Penganten tidak dapat tercium kemana-mana. Perhatikan baik-baik akan firmanKu dalam Kisah Rasul 4:8, yaitu GerejaKu yang pertama / mula-mula telah mengalami tiupan angin pencobaan dan aniaya. Akibat dari hal itu, murid-muridKu terpencar kemana-mana, sehingga dalam waktu singkat sahaja bau harum kuasaKu dan firmanKu tercium kemana-mana melalui pemberitaan murid-muridKu, dan hal tersebut Aku izinkan pada masa itu terjadi yaitu angin masuk dan bertiup dalam Gereja Pertama. Apakah murid-muridKu mundur ? Tidak ! Sekalipun mereka harus mati sahid, tetapi mereka tidak menyangkal iman terhadap Aku. Adapun kematian para salehKu pada Gereja Pertama adalah sangat berkenan kepadaKu atau sangat menyenangkan hatiKu, dan saat itu baharulah bau harum daripada ketekunan dan ketetapan iman kepadaKu yang merupakan bau harum yang sangat semerbak, tercium ke mana-mana.

Demikian juga Gereja Penganten pada akhir zaman ini yang rindu disempurnakan, tidak akan luput dari pencobaan dan aniaya. Ingat! Gereja Penganten adalah laksana taman yang terbuka yang siap untuk menerima angin pencobaan dan aniaya, perhatikan Wahyu 6:7-8, yaitu Aku membuka meterai berarti Aku izinkan angin bertiup dalam tamanKu yang indah yaitu Gereja Penganten.

Perhatikan baik-baik akan visiun Wahyu 6, akan ada penganiayaan yang sangat hebat pada waktu kuda kelabu dilepaskan mengakibatkan seperempat penduduk dunia akan mati, bahkan banyak hamba- hambaKu yang akan mati sahid pada Kegerakan Besar, pada saat gereja penganten sudah sempurna tubuh jiwa dan Roh adapun meterai yang Aku buka itu adalah meliputi Roh dan badani, tetapi gereja penganten tidak perlu takut dan gentar, karena Aku kehendaki terjadi demi mengenapi Matius 10:38 : “Dan barang siapa yang tiada menanggung salibnya dan mengikut Aku, tiada ia berlayak kepadaKu”.

Sudahkah kamu bersiap? Oleh karena itu ingatlah firmanKu dalam 1 Petrus 4:16-19, yaitu sebelum segala perkara yang ngeri itu terjadi, maka kini saatnya pehukuman harus terjadi lebih dahulu atas rumah Allah.

Siapakah rumah Allah itu? yang disebut rumah Allah adalah Gereja Penganten yang penuh dengan RohKu 1 Korintus 3:16 : “Tiadakah kamu ketahui bahwa kamu rumah Allah, dan Roh Allah diam didalam kamu?”

Apakah sebabnya sehingga pehukuman itu mulai dari rumah Allah? Karena banyak hamba-hambaKu dan anak-anakKu yang tidak lagi menghargai firmanKu yang benar mereka tidak lagi dengar–dengaran kepadaKu. Oleh karena itu perhatikan Amsal Solaiman 4:12–14. Kalau hamba- hambaKu dan anak-anakKu sadar, akan diampuni, tapi kalau tidak, akan dibuang keluar dari gereja penganten. Dalam rumah Allah hamba- hambaKu yang merusak tubuh Gereja Penganten dengan pelajaran palsu dan sesat, Aku akan hajar habis–habisan perhatikan 1 Korintus 3:17 : “Jikalau barang seorang membinasakan Rumah Allah, maka ia akan dibinasakan Allah; karena Rumah Allah itu kudus, yaitu kamulah”.

Jadi sekarang masanya Aku adakan pembersihan dalam tubuh Gereja Penganten.

Waktu Aku masih berada dibumi, dua kali Aku adakan pembersihan dalam Kaabah yaitu :
Pembersihan pertama menunjuk pada pembersihan Gereja Pertama.
Pembersihan kedua menunjuk kepada pembersihan Gereja Penganten yang akan disempurnakan.

Jadi pembersihan pertama untuk Gereja Hujan Awal, Yahyu 12:14–16, dan pembersihan kedua untuk Gereja Hujan Akhir, Matius 21:12–16.

Pembersihan pertama terjadi pada waktu Aku masuk Yerusalem dan menungang keledai muda sedangkan pembersihan kedua terjadi beberapa hari sebelum Aku disalibkan di Joljuta.

Pada bagian akhir dari ayat 16 ini Syirul Aysar Solaiman 4:16. Adalah permintaan dari Sulamit agar kekasihnya Solaiman datang menikmati buah- buah rohani yang terutama. Demikian juga hendaknya Gereja Penganten meminta agar Aku datang kepadanya dan makan buah – buah rohani atau menjadi surat yang terbuka, 2 Korintus 3:2–4. Gereja Penganten harus menarik hati siapapun saja terutama menarik hati kekasihnya yaitu Aku untuk menikmati buah- buahnya.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Gereja Segala Bangsa

Shared publicly  - 
 
Sedikitkah saja orang yang diselamatkan ?
Lukas 13 : 22 – 30

Tuhan Yesus memanggil 12 Rasul dan 70 orang murid untuk bersama-sama dengan Tuhan memberitakan kabar kesukaan. Pelayanan Tuhan Yesus selama 3 tahun dalam memberitakan kerajaan Surga sampai kematianNya di Golgota ditetapkan dengan berbagai tanda ajaib dan mujizat, perhatikan Kisah Rasul 10:38. Inilah yang dimaksud oleh Rasul Paulus bahwa Kerajaan Surga bukan berwujud atas perkataan melainkan atas kuasa, 1 Korintus 4:20. Sehingga orang -orang datang dan mencari Tuhan untuk mendapatkan kelepasan tubuh maupun jiwa.

Ayat 22 “Maka berjalanlah Yesus dari sebuah negri ke sebuah negri dan kampung–kampung mengajar serta melangsungkan perjalannya ke Yerusalem”.

Menjadi kebiasaan Tuhan setelah memberitakan kabar kesukaan ke berbagai tempat, kemudian Tuhan Yesus kembali ke Yerusalem. Yerusalem adalah kota Malkisedik yang menunjuk kepada Tuhan Yesus sendiri. Yerusalem artinya Kota Damai. Yerusalem merukapan kota pusat perjuangan yang sangat menentukan. Karena disini pula tempat Ahli-ahli Torat, kaum Herodiani dan orang-orang Saduki.

Ayat 23 “Maka berkatalah seorang kepadaNya :” ya Tuhan. Sedikitkah sahaja orang yang beroleh selamat?” Maka katanya kepada mereka itu:

Ayat 24 ”Usahakanlah dirimu masuk daripada pintu yang sempit, karena Aku berkata kepadamu : Banyaklah orang yang ingin masuk, tetapi tiada dapat”.
Salah seorang yang bersama-sama dengan Tuhan bertanya : “Sedikitkah saja orang yang beroleh selamat ?”. Mengapa murid ini bertanya kepada Tuhan demikian ?

Memperhatikan pelayanan Tuhan Yesus yang sungguh-sungguh dan banyak menghadapi pergumulan luar biasa dalam memberitakan kabar kesukaan. Seringkali Tuhan Yesus berdoa dan berpuasa, bahkan berdoa semalam-malaman. Dan murid-murid Tuhan harus mengikuti teladan yang sama, perhatikan 1 Korintus 11:1. Belum lagi kehidupan yang harus menjadi surat yang terbuka, 2 Korintus 3:3–4.

Pelayanan yang harus menjadi surat terbuka dan harus menerima tantangan, olokan dan nistaan. Tantangan justru banyak dialami oleh Tuhan dari orang-orang yang ada di dalam rumah sembahyang. Terutama dari 3 golongan yaitu orang-orang Parisi, Saduki dan Herodiani yang bersatu melawan Tuhan Yesus.

Itulah sebabnya murid Tuhan ini bertanya : Sedikitkah saja orang yang beroleh selamat ?

Kemudian Tuhan Yesus memberikan jawaban kepadanya : Usahakanlah dirimu masuk daripada pintu yang sempit, karena Aku berkata kepadamu banyaklah orang yang ingin masuk tetapi tiada dapat.

Tuhan tidak mengatakan bahwa memang hanya akan ada sedikit orang yang selamat atau banyak yang akan diselamatkan. Tetapi Tuhan berkata : Berusahalah atau berjuanglah masuk dari pintu yang sempit. Hubungkan dengan Firman Tuhan dalam Matius 7:13-14.

Banyak orang yang ingin masuk dalam kerajaan Surga melewati pintu yang sempit ini tetapi tidak dapat. Salah satu contoh dalam Alkitab tetang orang kaya yang datang kepada Tuhan mencari keselamatan. Tetapi pada waktu Tuhan menyuruhnya untuk menjual segala harta bendanya kemudian mengikut Tuhan, maka berduka citalah dia. Tuhan tidak menghendaki orang yang datang kepada Tuhan terikat dengan kekayaannya. Perhatikan Lukas 12:34.

Demikian juga murid-murid Tuhan memberitakan kabar kesukaan, Tuhan memberikan perintah kepada mereka :
1. Jangan membawa pundi–pundi
2. Jangan membawa kasut 2 pasang
3. Jangan membawa pakaian 2 helai
4. Jangan berpidah–pindah makan

Sehingga benar-benar harus menyangkal diri dan rela menerima tantangan dan olokan. Dengan kata lain bahwa sungguh sempit jalan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Membutuhkan usaha dan perjuangan.

Itu sebabnya Tuhan juga berkata bahwa banyak orang yang dipanggil tetapi sedikit yang terpilih dan lebih sedikit lagi yang setia. Karena kemanusiaan kita harus disalibkan bagaikan kayu penaga pada Mezbah Korban Bakaran yang dijepit tembaga luar dan dalamnya.

Itu sebabnya Rasul Paulus mengatakan seperti orang yang di hukum mati, perhatikan 1 Korintus 4:9 dan 2 Korintus 6:4-10.

Merupakan peperangan antara Roh dengan kedagingan. Itu sebabnya untuk dapat melewati Pintu yang Sempit itu bukan dengan kekuatan manusia tetapi oleh Roh Tuhan, perhatikan Zakaria 4:6.

Sebagai contoh adalah Rasul Petrus sebelum dia menerima Roh Kudus. Pada waktu imannya ditampi Petrus gugur dan menyangkali Tuhan sampai 3 kali, Matius 26:69-75. Untunglah Petrus kemudian sadar dan kembali berserah kepada Tuhan, sehingga Tuhan kembali memulihkan Petrus dan memberikan tugas untuk menggembalan domba-domba dari Tuhan.

Dalam Kisah Rasul 2, setelah murid-murid Tuhan termasuk Rasul Petrus dibaptis dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Menghadapi tantangan apapun dalam melayani Tuhan Petrus tetap kuat dan tetap setia sampai langkah yang terakhir.

Oleh karena itu hanya oleh pimpinan Roh Kudus saja kita dapat melewati pintu yang sempit itu. Dalam pelajaran Tabernakel untuk masuk ke dalam Kamar Maha Kudus harus melewati Tirai. Untuk memasuki Kegerakan Besar menuju Kesempurnaan Gereja Tuhan harus merobek Tirai kedagingan. Ini adalah suatu pertarungan yang besar, yang membutuhkan kekuatan dan kuasa Roh Kudus. Sekali lagi dengan kekuatan manusia pasti akan gagal. Seperti Sulamit yang ditarik oleh Raja Salomo kedalam mahligai raja. Tuhan sendiri yang menarik kehidupan kita dengan kuasaNya.

Banyak orang yang ingin masuk dan berusaha melewati pintu yang sempit ini tetapi tidak dapat. Karena mengandalkan kekuatannya dan tidak mau memikul salib yang Tuhan berikan. Perhatikan contoh dalam Kisah Rasul 3:1-11, tentang orang yang lumpuh dipintu Elok. Orang kristen yang berada didalam rumah Tuhan tetapi hanya mengharapkan perkara-perkara jasmani bukan kekayaan Rohani.

Ayat 25 “Apabila tuan rumah itu bangun menutup pintu, kemudian kamu datang berdiri diluar mengetuk pintu dengan kata–katanya, tuan bukakanlah kami pintu!" maka ia pun akan menjawab sambil berkata kepadamu” aku tiada tahu dari mana kamu datang”.

Tuan rumah bangun dan menutup pintu. Ini adalah menunjuk kepada Tuhan Yesus yang menutup pintu kemurahan Tuhan. Berakhirnya Kegerakan Besar dimana Gereja sudah menikah secara rohani dengan Tuhan Yesus Kristus. Telah bersatunya Kepala yaitu Tuhan Yesus Kristus dan Gereja Tuhan sebagai TubuhNya. Penginjilan sudah berhenti menggenapi Firman Tuhan dalam Amos 8:11-12, masuk pada Meterai V dan VI. Ini artinya bahwa selagi pintu kemurahan masih terbuka harus berusaha dan berjuang untuk bisa melewati pintu yang sempit, berusaha untuk mengerjakan keselamatan yang Tuhan berikan. Karena apabila sudah malam seorangpun sudah tidak bisa lagi berusaha dan berjuang, perhatikan Yahya 9:4.

Kemudian datang orang diluar dan mengetok pintu dengan berkata : Ya, tuan bukakanlah kami pintu. Maka tuan rumah itu menjawab : Aku tidak kenal darimana kamu datang.

Ini adalah orang-orang yang bermasa bodoh tidak dengar-dengaran kepada Tuhan, tidak mau memikul salib dan menolak masuk pada pesta pondok daun-daunan (Kegerakan Besar) sehingga tidak disempurnakan.

Inilah yang dimaksud perempuan yang mengandung dan menyusui dalam Matius 24:19 dan 5 anak dara yang bodoh dalam Matius 25:8–13. Mereka ingin menerima Kabar Penganten tetapi sudah terlambah, ini menunjuk kepada tuan rumah sudah menutup pintu rumah. Perhatihkan juga peristiwa pada zaman Nuh. Orang-orang tidak memperhatikan kesaksian dan penginjilan Nuh. Sampai pada akhirnya Nuh dan keluarganya masuk kedalam bahtera dan Tuhan sendiri yang menutup pintu bahtera, perhatikan Kejadian 6-7.

“Maka sekaliannya yang masuk itu masuklah jantan betina dari pada segala kejadian, setuju dengan firman Allah yang kepada Nuh itu. Setelah sudah masuk ia, maka ditutupkan Tuhan akan bahtera itu”. Kejadian 7:16

Orang banyak baru sadar dan mau berusaha tetapi sudah terlambat. Akhirnya binasa ditelan oleh air bah. Disinilah Tuhan berkata : Aku tidak tahu dari mana kamu datang.

Ayat 26 “Baharulah kamu akan mulai berkata–kata : Kami sudah makan minum dihadapan tuan, dan tuan mengajar dilorong–lorong negri kami”.

Ayat 27 “Maka ia akan berkata kepadamu : Aku tiada tahu dari mana kamu datang, undurlah dari padaku, kamu sekalian yang mengerjakan kejahatan”.

Ayat 28 “Disanalah kelak tangisan dan kertak gigi, ketika kamu memandang Ibrahim, dan Ishak, dan Yakub, dan segala Nabi didalam kerajaan Allah, tetapi kamu akan ditolakkan keluar”.

Peristiwa ini terjadi setelah pembukaan Meterai V dan VI. Ada 2 kelompok yang digambarkan dalam Matius 25:1-13, yaitu :
1. 5 Perempuan yang pandai (bijaksana)
2. 5 Perempuan yang bodoh.

5 Perempuan yang bodoh mempunyai Pelita tetapi tidak menyediakan Minyak. Mereka menyangka sebelum malam Penganten Laki-laki akan datang tetapi sampai malam hari ternyata belum datang. Pada waktu tengah malam barulah Penganten Laki-laki datang. Ini berarti harus melalui Meterai V dan VI dimana pada saat itu Firman Tuhan sudah tidak diberitakan dan penginjilan sudah berhenti. Roh Kudus sudah tidak lagi bekerja aktif karena Gereja Tuhan sudah dalam keadaan sempurna dan menikah dengan Tuhan Yesus Kristus.

5 Perempuan yang bodoh berusaha mencari karunia–karunia Roh Kudus sebagai pakaian Penganten, tetapi sia-sia karena sudah tidak dijual lagi. Semua pekabaran sudah tertutup dan berlaku Amos 8:11–12. Persiapan masuk Zaman Anti Kris.

Setelah Pintu Kemurahan ditutup, mereka memohon supaya dibuka kembali. Tetapi tuan rumah itu tidak mengijinkan lagi. Pada waktu pintu kemurahan masih terbuka, mereka bermasa bodoh. Tidak mau berusaha dan berjuang melewati pintu yang sempit. Merasa diri sudah benar dan merasa sudah memiliki keselamatan. Merasa sudah menjadi calon mempelai Kristus. Tetapi akhirnya tidak menjadi pengantin. Menjadi benih gereja yang tertinggal dalam Wahyu 12:17.

Sama seperti Umat Israel yang sudah dipimpin oleh tiang awan dan tiang api dan disebut “pengantin” dalam Yermia 2:2, tetapi tidak tembus sampai tanah Kanaan. Perhatikan juga rahasinya dalam 1 Korintus 10:1-11.

Mereka tidak mau memenuhi undangan yang ketiga yaitu Pesta Pondok Daun-daunan (Kegerakan Besar). Perhatikan Rahasia 5 Macam Undangan Pesta.

Mereka memberikan berbagai alasan diluar pintu katanya : Kami sudah makan minum dihadapan Tuhan dan Tuhan mengajar di lorong-lorong negeri kami. Ini artinya mereka sudah mendengar Firman Tuhan menerima pengajaran dari Tuhan. Mereka sudah melayani Tuhan seperti dalam Matius 7:22, yaitu sudah mengajar dengan nama Tuhan, sudah banyak mengadakan tanda mujizat dengan nama Tuhan, mengusir setan dengan nama Tuhan. Ini menunjuk kepada hamba-hamba Tuhan yang sudah dilantik oleh Tuhan sehingga dilengkapi dengan kuasa dalam pelayanan. Tetapi sayang tidak mengeluarkan Buah-Buah Roh Kudus dalam Galatia 5:22-23.

Tetap tinggal kanak–kanak Rohani seperti dalam 1 Korintus 3:1-4, 6:1–8. Meskipun disertai kuasa karena karena sudah memiliki Roh Kudus berdasarkan Kisah Rasul 1:8, Lukas 24:49. Tetapi karena tidak menjadi dewasa Rohani sehingga tidak mengetahui Rahasia Firman Allah yang membawa Gereja menuju pada pernikahan dengan Tuhan Yesus Kristus.

Menolak adanya pewahyuan Firman Tuhan berdasarkan Galatia 1:11–12, Epesus 3:3–4. Dengan alasan bahwa pewahyuan sudah berhenti dan hanya untuk Gerej Hujan Awal saja. Mereka tidak tahu rahasia dalam Hajai 2:10, Daniel 9:27, Yoel 2:23-24 dan Yakobus 5:7.

Berpegang pada 1 Yahya 2:27, bahwa orang yang berisi Roh tidak perlu diajar lagi, karena Roh Kudus yang akan memberikan pengajaran. Tetapi menolak adanya Karunia-Karunia Roh Kudus dalam 1 Korintus 12:8-11. Menolak adanya Wahyu Pengajaran berdasarkan Galatia 1:11-12.

Itu sebabnya tuan rumah tidak membukakan pintunya lagi. Disinilah ada penyesalan tetapi sudah terlambat karena pintu kemurahan Tuhan sudah tertutup.

Ayat 29 ”Maka ada orang yang datang kelak dari sebelah Timur dan Barat dari sebelah Utara dan Selatan akan dijamu dalam kerajaan Allah”.

Panggilan Tuhan pada awalnya ditujukan kepada umat Israel sebagai umat pilihan Tuhan. Tetapi karena mereka bermasa bodoh bahkan menolak kehadiran Tuhan Yesus Kristus, akhirnya panggilan Tuhan terbuka bagi segala bangsa.

Karena Umat Israel tidak mengeluarkan buah yang baik maka sudah dikerat oleh Tuhan seperti perumpamaan dalam Yahya 15:2-4. Dan dalam Rum 11:17 dikatakan bahwa beberapa cabang pohon zaitun asli yang sudah patah digantikan (disisipkan) dengan pohon Zaitun hutan.

Orang dari sebelah timur, barat, utara dan selatan ini adalah gambaran orang-orang kafir (diluar bangsa Israel) yang akan dijamu dalam Kerajaan Surga.

Perjalanan Umat Israel dari Mesir menuju Kanaan adalah bayangan perjalanan Gereja Tuhan menuju tanah Kanaan yang semawi. 1 Korintus 10:11. Yang menjadi teladan, nasehat dan peringatan bagi gereja Tuhan akhir zaman. Jangan sampai seperti yang terjadi pada Yudas Iskariot yang akhirnya digantikan oleh Rasul Paulus.

Itu sebabnya Rasul Paulus mengatakan dalam Pilipi 4:17 : “Bukannya pemberian yang kucari, melainkan aku mencari buah-buahan yang melimpah kepada perkiraanmu”.
Yang dimaksud buah-buahan dalam ayat ini adalah :

Buah–buah pertobatan, Matius 3:8.
Buah–buah pelayanan, Yahya 15:16 mencakup Yahya 15:1–8. Dituntut untuk mengeluarkan buah yang lebat. Dan meskipun sudah berbuah harus rela untuk dibersihkan oleh Tuhan. Karena sering kali Anak-anak Tuhan maupun Hamba-Hamba Tuhan yang sudah dipakai oleh Tuhan, tanpa disadari mulai timbul kesombongan dalam dirinya dan masih berbuat kesalahan. Perhatikan teguran Rasul Paulus kepada Rasul Petrus. Ini diterima oleh Rasul Petrus karena dia menyadari akan kesalahannya.
Buah–Buah Roh, Galatia 5:22–23. Sebab apabila tidak mengeluarkan Buah–Buah Roh akan sama dengan yang di maksud dalam Matius 7:22–23.
Firman Tuhan ini juga menjadi peringatan bagi hamba-hamba Tuhan yang membawakan Kabar Penganten dan Semi Penganten. Itu sebabnya sebelum memasuki Kegerakan Besar maka Firman Tuhan ini diungkapkan.

Ayat 30 “Sesungguhnya ada orang yang terkemudian akan yang menjadi terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terkemudian”.

Ayat ini ditujukan terutama kepada Umat Israel yang dipanggil terlebih dahulu sebagai Penganten Tuhan berdasarkan Amos 3:2–4, kalau tidak mengindahkan panggilan ini maka kedudukannya ini akan diganti oleh orang kafir.

Demikian juga hal ini menjadi nasehat dan peringatan bagi Gereja Tuhan Akhir Zaman. Terutama Hamba-hamba Tuhan yang ditugaskan untuk membawakan Kabar Penganten untuk tetap setia mempertahankan panggilan Tuhan. Sebab apabila tidak menghargai tugas dan panggilan ini maka akan Tuhan gantikan dengan orang lain.


Tuhan memberkati.
 ·  Translate
1
1
Devan Sahanaya's profile photo
Add a comment...

Gereja Segala Bangsa

Shared publicly  - 
1
Add a comment...
People
Have them in circles
17 people
ayub irawan's profile photo
Eiki Public address PA's profile photo
Jericho Maranatha's profile photo
Jakub D. Adu's profile photo
Del Fais Dini's profile photo
Public Address Eiki PA Syahrial's profile photo
GerejaInjili DiIndonesia's profile photo
Susana Bab's profile photo
Ferry Zemya's profile photo
Contact Information
Contact info
Phone
02270350461, 02288885843
Email
Story
Tagline
Kabarkan Injil ke seluruh dunia
Introduction
Materi-materi pengajaran yang diwahyukan oleh Tuhan melalui 1 Yohanes 2:27 dan Galatia 1:11-12, untuk membangun Tubuh Kristus menjadi MempelaiNya dan mengungkapkan Kedatangan Tuhan Yesus sesuai dengan Firman Tuhan.

Saat ini banyak orang beriman yang mulai tidak percaya dengan berita kedatangan Tuhan, Gereja belum banyak yang mempersiapkan diri, sebab beberapa kelompok orang percaya telah salah menafsirkan tentang kedatangan Tuhan.

VISI yaitu memberitakan KABAR KESEMPURNAAN (Kabar Penganten Kristus) untuk membangun Gereja Tuhan menuju pada Kesempurnaan dan menjadi Mempelai Kristus.

Untuk mencapai Visi ini maka Misi Tim Safari adalah :
Melaksanakan Pelayanan Seminar dan KKR Kesembuhan Ilahi secara optimal.
Mencetak buku-buku materi Seminar dan KKR.
Mengembangkan kualitas Seminar dan KKR dalam penyerapan sumber dara Ilahi, untuk perkembangan kuantitas di daerah-daerah yang dilalui Tim Safari.
Meningkatkan keserasian dan kerjasama untuk kemuliaan Nama Tuhan.
Menciptakan iklim kondusif.