Profile

Cover photo
PONDOK PESANTREN AL-FATAH
Attended MA AL-FATAH, SMP AL-FATAH, RA AL-FATAH
Lived in Gununghalu
59 followers|3,484 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

1
Add a comment...
In their circles
23 people
Have them in circles
59 people
Fauzi Hamzah's profile photo
novella Anggrahita's profile photo
 
Krisis Moral

Dilihat dari perspektif agama, berbagai krisis yang menimpa bangsa kita, sesungguhnya berakar dari krisis moral (akhlak). 

Krisis akhlak bukanlah hal yang sepele, tetapi ia sangat berbahaya dan mengancam eksistensi kita sebagai umat dan bangsa. Krisis akhlak lebih berbahaya dibanding krisis energi, listrik, pangan, dan berbagai krisis lainnya.

Islam adalah agama akhlak. Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak (HR Baihaqi). Akhlak, menurut Yusuf al-Qardhawi, adalah energi kehidupan dan puncak keagungannya. Itu sebabnya, kata al-Qaradhawi, Islam selalu menanamkan keluhuran budi pekerti, dalam semua aspek kehidupan.

Kekuatan bangsa sangat dipengaruhi oleh kekuatan akhlak. Sejarawan Arnold Toynbe, dalam risetnya, membuktikan kebenaran tesis ini. Ia pernah meneliti lebih dari 21 peradaban yang hebat di dunia. 

Ternyata, diketahui 19 dari 21 peradaban itu musnah (runtuh). Ia runtuh bukan karena penaklukkan dari luar (not by conquest from without), melainkan melalui kerusakan moral dari dalam (by moral decay from within).

Maka, krisis akhlak harus dicegah dengan melakukan perbaikan akhlak bangsa. Secara teori, perbaikan akhlak dapat dilakukan dengan beberapa usaha. 

Pertama, menumbuhkan komitmen etis, yaitu pemihakan yang kuat pada kebenaran dan kebaikan. "Surga, dipagari oleh hal-hal yang susah (al-makarih), sedangkan neraka dihiasi oleh kesenangan-kesenangan." (HR Muslim).

Kedua, berlatih dan melakukan pembiasaan diri pada akhlak yang baik. Al-Ghazali, menyebutnya dengan istilah al-takhalluq. Pakar lain menyebutnya dengan istilah al-Tathabbu` Dalam bahasa modern, Takhalluq dan tathabbu` bermakna membangun kebiasaan (habit) dan watak (karakter) yang baik. Dan proses takhalluq membutuhkan waktu dan disiplin yang ketat. 

Menurut Ghazali, perbaikan akhlak hanya dapat dilakukan dengan metode penyembuhan terbalik (bi thariqat al-`aks). Artinya, penyakit akhlak hanya bisa disembuhkan dengan lawannya. Sifat bodoh dilawan dengan ilmu, kikir dengan dermawan, sombong dengan rendah hati (tawadhu`), dusta dengan jujur, dan lainnya.

Bertolak dari konsep ini, maka mental korup bangsa ini hanya bisa disembuhkan dengan menumbuhkan sifat jujur (al-shidq), bisa dipercaya, dan bertanggung jawab (al-amanah), serta sikap prorakyat (al-itsar). Wallahu a`lam. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/12/08/mepi3r-krisis-moral 
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
In their circles
23 people
Have them in circles
59 people
Fauzi Hamzah's profile photo
novella Anggrahita's profile photo
Education
  • MA AL-FATAH, SMP AL-FATAH, RA AL-FATAH
Basic Information
Gender
Other or Decline to State
Birthday
January 1, 1960
Other names
Pontren Al-Fatah, Ponpes Al-Fatah, PP Al-Fatah
Story
Tagline
MA AL-FATAH, SMP AL-FATAH, RA AL-FATAH (www.pp-alfatah.blogspot.com)
Introduction
SEJARAH SINGKAT

Pondok Pesantren Al-Fatah didirikan oleh K.H A. Royani sejak tahun 1960 M/1379 H di Desa Gununghalu Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

K.H. A. Royani adalah salah satu putra Mama K.H. Muhammad Nawawi yang merupakan salah satu keturunan dari Ulama Pembawa Agama Islam pertama di Wilayah Gununghalu dan sekitarnya, yakni: K.H. Alha. 

K.H. A. Royani lahir di Bandung pada tanggal 18 Pebruari 1927 dan wafat pada tanggal 29 Juni 2011 M (27 Rajab 1432 H.) bertepatan dengan tanggal/hari besar islam, yakni: Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Adapun Putra/Putri K.H. A. Royani, antara lain:

1. K.H. Cecep Burhanuddin
2. Euis Nurhayati
3. K.H. A. Saeful Muhtaz S.Ag
4. Hj. Enung Nafisah
5. Tatang Ali Imran
6. Enok Jubaedah
7. A. Ramdhan Mubarak S.Pd.I
8. Imas Fatimah S.Pd.I

Pada awalnya, Pondok Pesantren Al-Fatah hanya mendalami Diniyah dengan mempelajari secara khusus Kitab-Kitab Kuning dan permasalahan agama lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat tuntutan dari masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan formal yang alumnusnya diakui oleh pemerintah dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dengan tetap mempertahankan ciri khas Pondok Pesantren Al-Fatah sebagai lembaga tafaqquh fid din. Untuk itu, Pondok Pesantren Al-Fatah membuka/menyelenggarakan lembaga pendidikan formal (sekolah/madrasah).

SISTEM PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Al-Fatah menganut sistem pendidikan terintegrasi yang merupakan perpaduan dari Sistem Salafy (Tradisional) dan Khalafy (Modern). Hal ini tak lepas dari kultur pesantren yang terkenal dengan prinsip المحافظة علَى القديم الصالح والأخد بِاالجديد الأصلح (mempertahankan nilai-nilai/tradisi lama yang baik dan menerima nilai-nilai/tradisi baru yang lebih baik).

PROGRAM/JENJANG PENDIDIKAN
Hingga saat ini, Pondok Pesantren Al-Fatah Menaungi/Mengkoordinasi Lembaga Pendidikan Formal, Antara Lain: 

1. Madrasah Aliyah (MA/SMA Plus) Al-Fatah:
Program Studi: IPA & IPS
Muatan Lokal: Kewirausahaan (Entrepreneurship)
2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Fatah; 
3. SALAFIYAH (Keagamaan); 
4. Raudhatul Atfal (RA/TK Plus) Al-Fatah; 
5. Taman Kanak-Kanak/Pendidikan al-Qur'an (TKA/TPA) Al-Fatah; 
6. STAI Sabili (Sekolah Tinggi Agama Islam SABILI).
Program S1: PG RA/PAUD & PG SD/MI.

Insya Allah.. ke depannya, Yayasan Al-Fatah akan menyelenggarakan/mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis Pesantren (di bawah naungan/koordinasi Pondok Pesantren Al-Fatah.

Santri/Siswa berasal dari daerah sekitar dan berbagai daerah di Indonesia bahkan pernah ada yang dari luar negeri (Malaysia).

ARAH PENGEMBANGAN
Perubahan lingkungan yang serba cepat dewasa ini sebagai dampak globalisasi dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), harus diakui telah memberikan kemudahan terhadap berbagai aktifitas dan kebutuhan hidup manusia.

Di sisi lain, memunculkan kehawatiran terhadap perkembangan perilaku khususnya para pelajar dan generasi muda kita, dengan tumbuhnya budaya kehidupan baru (khususnya budaya barat) yang cenderung menjauh dari nilai-nilai spiritualitas akan mengakibatkan dampak yang negatif seperti dekadensi moral dan rendahnya nilai-nilai ketaqwaan terhadap Allah SWT. 

Memperhatikan hal tersebut di atas, maka dalam jangka panjang Pondok Pesantren Al-Fatah akan dikembangkan dengan memadukan Sistem Pendidikan/Pesantren Modern dan Pesantren Salafiyah serta mewajibkan seluruh Santri/Siswa untuk berasrama (Boarding School).

Untuk saat ini, Pondok Pesantren Al-Fatah belum mewajibkan seluruh santri/siswa untuk berasrama karena keterbatasan daya tampung asrama, baik asrama putra maupun putri.

PROSPEK
Secara geografis, Kampus/Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah dikelilingi oleh areal persawahan yang cukup luas, didukung dengan SDM lulusan Pondok Pesantren, baik Pesantren Salafiyah Maupun Pesantren Modern juga lulusan Perguruan Tinggi, baik Perguruan Tinggi Agama maupun Perguruan Tinggi Umum.

Oleh karena itu, dalam jangka panjang Pondok Pesantren Al-Fatah memungkinkan untuk diperluas dan dikembangkan.

Selain itu, Kampus/Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah juga dilintasi Jalan Propinsi yang menghubungkan 2 (dua) kabupaten, yakni: Kabupaten Bandung Barat & Kabupaten Bandung (Gununghalu - Ciwidey).

Selengkapnya: www.pp-alfatah.blogspot.com
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Previously
Gununghalu - Kab. Bandung Barat - Provinsi Jawa Barat
Contact Information
Work
Phone
022-70919788
Address
Jl. Al-Fatah Ds/Kec. Gununghalu Kab. Bandung Barat Prov. Jawa Barat, Indonesia 40565
Website: www.pp-alfatah.blogspot.com