Profile cover photo
Profile photo
Claudia Liberani
About
Posts

Post has attachment
“Kalau hutan habis, tidak ada tanah untuk berladang, tidak ada gawai,”
Melihat praktik bijak masyarakat Dayak Seberuang di Dusun Silit ketika berladang.

Post has attachment
Catatan Perjalanan Rimba Terakhir Silit; Menanam Benih Padi, Menanam Kehidupan
Masyarakat Dayak Seberuang di Dusun Silit sedang gotong royong menugal / Tim Rimba Terakhir Hari sudah agak sore ketika saya dan teman-teman yang tergabung dalam tim Rimba Terakhir Silit berkunjung ke ladang seorang warga yang sedang mengadakan gotong royon...

Post has attachment
Kalau kalian sedang jenuh dengan rutinitas dan keramaian, melakukan perjalanan ke air terjun Supit, Kiara, dan Sentarum bisa jadi pilihan. Jika sehari saja tidak cukup, kalian bisa menginap di rumah kepala dusun. Ambil beberapa hari di sana, menyepi sambil menyatu bersama masyarakat yang masih sangat terhubung dengan alam.

Post has attachment
Catatan Perjalanan Rimba Terakhir; Menyepi Sejenak ke Air Terjun Supit, Kiara, dan Sentarum
Tim Rimba Terakhir Silit berfoto di depan Air Terjun Sentarum / Dok. Tim Rimba Terakhir Bicara tentang pariwisata di daerah Sintang pasti dua destinasi ini langsung terlintas, Bukit Kelam dan Air Terjun Nokan Kayan. Siapa yang tidak tahu keduanya, Bukit Kel...

Post has attachment
Mereka tidak memiliki gedung pencakar langit, rumah yang mereka tinggali juga cukup sederhana, pendidikan formal juga tidak tinggi. Tapi mereka sangat mandiri. Saat negara tidak bisa memberi mereka penerangan, mereka membuat PLTMH sendiri. Saat korporasi datang melirik hutan dan sungai di dusun ini, mereka dengan keras menolak. Di Silit yang bagi sebagian orang merupakan perkampungan tertinggal, saya justru melihat masyarakatnya memiliki pikiran yang lebih maju.


Ketika orang-orang berpendidikan yang berpihak pada korporasi datang dan berusaha mengambil sumberdaya kebendaan komunal yang mereka miliki dan sudah lestarikan turun temurun, orang-orang Silit yang bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengecap bangku pendidikan tinggi dengan lantang menyuarakan bahwa mereka menolak berbagai upaya penguasaan hutan maupun sungai oleh satu golongan.

Post has attachment
Catatan Perjalanan Rimba Terakhir; Silit, Dusun Berdaulat di Pedalaman Sintang
Air Terjun Sentarum di Silit / Dok. Tim Rimba Terakhir Silit Setelah melakukan pagelaran seni di Sendi, Mojokerto, mengunjungi hutan Dayak Tomunt di Lamandau, Kalimantan Tengah, menyambangi dataran tinggi Tokalekaju di Sulawesi Selatan, dan menyapa Sikerei ...

Post has attachment
Sabung Patana; Proses Pencarian Kebenaran dalam Komunitas Adat Tamambaloh
Sabungpatana, hakim terakhir yang dipercaya suku Tamambaloh ketika menyelesaikan sengketa dengan cara tradisional./ National Geographic Indonesia Lelah menyaksikan perang tagar jelang pemilihan presiden tahun depan, mari kita berkunjung ke Kapuas Hulu. Meli...

Post has attachment
If You Can Dream It, You Can Do It
If you can dream it, you can do it. Kalimat dari Walt Disney ini ibaratkan lentera penuntun yang menerangi langkahku. Hahaha. Serius, aku penuhi sampul buku catatan semasa SMA-ku dengan kutipan ini. Karena aku yakin, kalau aku bisa memimpikan sesuatu aku pa...

Post has attachment
film yang harus ditonton oleh anarkis atau siapapun yang mencari fim yang berkualitas.

Post has attachment
Romantisme Sepasang Anarkis dalam Film Anarchist from Colony
Film yang membuat bulu kuduk merinding, bukan karena sadisme yang ditampilkan. Tapi keberanian sepasang anarkis melawan penindasan dan pemerintahan yang otoriter ketika Jepang menjajah Korea. Seperti janji saya di postingan sebelumnya untuk mengulas film se...
Wait while more posts are being loaded