Profile cover photo
Profile photo
Endang Susanti
1 follower
1 follower
About
Posts

Post has attachment
Mohon tuhan untuk kali ini saja...beri aku kekuatan, tuk me atap matanya....
Add a comment...

Post has attachment
Pernah sakit...tapi tak pernah sesakit ini...karena pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini...
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

When everything has changed....
Add a comment...

pikiran dan perasaan tidak sinkron....hufffttt
Add a comment...

Post has attachment
kangen sama musikmu....kangen juga dengan seseorang...:)
Add a comment...

Tulisan Ustadz Salim A. Fillah di bawah terlalu bagus untuk
tidak di share

"MAINKAN saja PERANmu, TUGASmu hanya TAAT kan?"

Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain
sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga
malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan
menjadi jalan surga bagi masa depan.
Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari
pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan
hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh
cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk
buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab.
Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah
akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja,
meninggalkan buah hati yang tiap pagi
melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja
peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya
tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi
punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah
semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah,
berujung maghfirah.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti
imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu,
bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu?
tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk
bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat
setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah
kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan
tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya
sambil tetap merayu
Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra
bersamanya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti
suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan
satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-
mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam
yang menanti Hawa di sisi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah
Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini,
membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski
bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu
untuk anak dari rahim saudarimu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari
Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang
kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya
kisah penuh hikmah, catatan takdir manusia.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa
adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap
mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas
berujung surga.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka,
dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan
tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap
bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan
untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-
Nya..

Salim A. Fillah
copas
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded