Profile cover photo
Profile photo
Alia Satriana
64 followers -
Change your water...change your life..
Change your water...change your life..

64 followers
About
Posts

Post has attachment
English Time promo kemerdekaan, full bonusnya 082111486813 www.akusukabaca.com
Photo
Add a comment...

Post has shared content
Jual Buku Ensiklopedi Peradaban Islam www.AkuSukaBaca.com 082111486823
Promo Heboh diskon 20%untuk pembelian Cash..
Jual Buku Ensiklopedia Peradaban Islam, Hubungi SMS: 082111486813 / WA: 08192153282
Anda mencari Buku Ensiklopedia Peradaban Islam? Hubungi ALIA, SMS: 082111486813 / WA: 08192153282. Dapatkan diskon 20% untuk pembelian Cash...!!!! Peradaban Islam - Makkah Tiada impian spiritual yang lebih indah bagi seorang Muslim dibandingkan hadir bersim...
Add a comment...

📚✏📚✏
Nice story,

Aku tak Mau Menghafal Doa Ini!

Aku adalah salah seorang guru di sebuah Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di salah satu kota besar di negeri ini. Hampir setiap maghrib aku habiskan waktuku bersama anak-anak kecil. Mengajari mereka membaca Al-Quran, menghafal doa-doa umum, dan menghafal surat-surat pendek bukanlah hal yang membosankan bagiku. Tawa canda mereka, kepolosan mereka, dan kenakalan mereka, seolah-olah membawa kebahagiaan tersendiri bagiku.

Pada suatu pertemuan, setelah mendampingi murid-muridku dalam membaca Al-Quran, kuminta mereka untuk menghafal seuntai doa. Ya! Doa yang telah umum diketahui, yaitu doa untuk orang tua: Rabbighfirlì waliwàlidayya warhamhumà kamà rabbayànì shaghìrà. Secara bahasa, terjemahan doa tersebut kurang lebih seperti ini, “Ya Tuhan, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil”. Aku tak pernah meminta murid-muridku untuk menghafal seuntai doa kecuali dihafal juga terjemahannya.

Seperti biasa, mereka yang telah berhasil menghafalnya dipersilakan pulang duluan. Kulihat murid-muridku menghafalkannya dan berusaha untuk menjadi yang pertama kali pulang. Satu per satu mulai menunjukkan hafalannya kepadaku. Mereka pun pulang setelah kunyatakan hafalannya diterima hingga tinggal tersisa satu anak lagi.

Kudengar hafalannya tak pernah sampai selesai. “Rabbighfirlì… waliwàlidayya… warhamhumà…”, ucapnya terbata-bata berusaha mengingat apa yang ia hafal. Ia berhenti sejenak. Lalu ia mengulanginya lagi dari awal. Ia terus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Akhirnya aku menimpali hafalannya, “Kamà rabbayànì shaghìrà”.

Rupanya, ia tak menghiraukanku. Ia kembali memperlancar potongan doa yang telah dihafalnya. Kutimpali lagi dan ia tak menghiraukanku. Pada kali yang ketiga, setelah kutimpali hafalannya, ia berhenti sejenak dan mendekatiku seraya berkata, “Pak Ustadz, aku tak mau menghafal doa ini!”
Dengan sedikit heran, aku bertanya, “Lho, kenapa?”

Dengan sedikit gugup, ia menjawab, “Ayah dan Ibu sibuk bekerja, bilang sibuk dakwah dan mengajar. Sering sekali aku tidur di rumah hanya dengan bibi (asisten rumah tangga) atau bahkan sendiri. Jika keduanya sedang ada di rumah, aku tak pernah mendengar salah satu dari mereka membaca atau menghafal Al-Quran. Keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di depan handphone atau laptopnya. Keduanya sering sekali membelikanku mainan tapi keduanya tak ada yang mau bermain denganku. Mainan itu hanya sebagai pengalih agar aku tak mengganggu pekerjaan dan keasikan mereka.”

Aku menghela nafas panjang.
“Pak Ustadz, aku tak mau menghafal doa ini. Aku tak mau Allah menyayangi orang tuaku sebagaimana orang tuaku menyayangiku”, tutupnya.
Mataku berlinang. Kukatakan kepadanya, “Semoga Allah merahmatimu. Cukuplah menghafal doanya hanya Rabbighfirlì waliwàlidayya warhamhumà dan kamu boleh pulang.”

Kini aku mengerti, sayangnya kita kepada anak-anak kita boleh jadi adalah parameter sayangnya Allah kepada kita.

Jadilah orang tua yg hebat dan sholih/sholihah, ayah bunda 😌

Ini adalah kisah nyata,

Ditulis oleh:
Rasta Taleowak
22 Desember 2015

Disunting ulang oleh:
Gus Uwik, majelis SYIAR
Add a comment...

Diskusi 6 HE-BPA Bogor
Jumat, 4 Agustus 2015
⏰ Pukul 21.00-23.00 wib

Teknis pendidikan pre aqil baligh usia 8-10th
Sumber Materi: ustad Harry Santosa.


Subject Matter Expert (SME):
Teh Kiki Barkiah

Host : Bunda Irene
Notulis: Bunda Puspa

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

🌹 Materi 🌹

Menurut pak Prof Daniel Rosyid, inti berumah tangga hanya 2, mendidik generasi dan membangun kepemimpinan berbasis potensi atau enterpreneurship bersama (berdakwah, berkomunitas, bersosial bisnis etc). Tanpa dua fungsi sejati itu hidup akan kehilangan gairah. Namun, tidak perlu juga menjadi panik dan tergesa2 atau membuat pacuan kuda. Ustadz Adriano menganjurkan Optimistic Parenting. Esensinya mendidik anak perlu rileks namun konsisten, Ithminan namun istiqomah. Sebagaimana sunnatullah, semua ada waktu dan tahapan.

Saya melihat ada periode kritis di usia 8-10. Yg pertama, bhw usia 7 tahun sholat mulai diperintah, dan usia 10 tahun boleh dipukul. Apa maknanya? Ada waktu 2-3 tahun, agar anak berlatih dan membangun kesadaran sehingga tidak perlu dipukul karena meninggalkan shalat. Bagaimana membimbing anak-anak untuk dapat mencapai fitrah-fitrah baiknya dalam fase ini?

1. Fitrah Keimanan
🌷 Keteladanan dan Membangun Kesadaran 🌷

Walau kewajiban Syar'i jatuh ketika aqil baligh, latihan dan pembiasaan dengan cara keteladanan dan membangun kesadaran mesti dimulai sejak 7 tahun, dan 10 adalah titik kritis.

Bila tahap ini gagal, dengan berbagai alasan misalnya dengan pemaksaan, trauma atau pendidikan tidak berhasil membuat terbangun kesadarannya, maka fase berikutnya akan sulit recovery nya. Masa 7/8 - 10 adalah masa transisi awal dari masa ego sentris sebagai anak di usia 0-6, kepada kesadaran awal sebagai makhluk Tuhan dan makhluk sosial.

Kembali ke tahap 8-10. Jika imaji tentang sholat dan ibadah2 lainnya sudah "negatif" di usia 0-6 tahun, di usia 7 tahun batas untuk memulai kesadaran kembali. Ada waktu 8-10 utk kembali membangun kesadaran positifnya tentang kebenaran. Jadi jangan sampai dipukul. Seingat saya tidak ada satu hadits pun yang menceritakan Rasulullah SAW pernah memukul anak. Nah, sholat adalah contoh. Ada begitu banyak nilai2 kebenaran yg bersemayam dalam fitrah keimanan anak2 kita yg sebaiknya disadarkan.

2. Fitrah Belajar.
🌷 Intelektual Curiosity 🌷

Intelektual Curiousity adalah salah satu cara untuk membangkitkan fitrah belajar. Yang paling efektif adalah experiental learning atau project based learning atau biasa disebut menggali hikmah bersama peristiwa sehari2, atau dari sejarah atau yg ada di alam semesta.

Tidak ada yang kebetulan dari peristiwa sehari2. Beternak kelinci misalnya, bukan hanya fitrah belajarnya yg digali, tetapi fitrah2 lainnya. Misalnya ketika ada kelinci yg wafat, kita bisa menemukan hikmah2 dibalik kematian kelinci dan musibah lalu bagaimana menyikapinya. Bagaimana imaji postif dibangun dari peristiwa itu bukan sebalikanya. Jangan remehkan peristiwa2 dan imaji2 di masa anak2. Banyak orang dewasa yang bersikap negatif terhadap musibah, menjadi terpuruk, depresi dstnya. Itu karena ada imaji negatif, yg membuat luka persepsi lalu melahirkan pensikapan yg buruk ketika dewasa.

Salah satu yang kita dapat gali dari Siroh Nabawiyah ketika Nabi saw berusia 8-10 tahun adalah melakukan perjalanan jauh berdagang ke Syam bersama Pamannya. Dunia luar membuka cakrawala. Nabi saw menyaksikan beragam suku bangsa bertemu di Syam, melihat bagaimana nasib pedangan yang jujur dan pedangang yang curang.

Silahkan dieksplorasi cara2 untuk INSiDE OUT semua fitrah2 baik yang ada dalam diri anak kita....

3. Fitrah Bakat

Fitrah bakat yang dimaksud adalah potensi keunikan terkait personality yang merupakan bawaan lahir. Orang menyebutnya bakat, talent, strength, grit dll. Setiap bayi adalah unik, dan keunikannya adalah keistimewaannya yang bila dikembangkan akan menjadi peran peradabannya, misi spesifiknya sbg khalifah. Tidak ada bayi yang lahir tanpa bakat dan keunikan. Inilah sesungguhnya panggilan hidup yang sudah Allah rancang. Nampak pada sifat2 dominannya sejak kecil misalnya suka memimpin, suka mengatur, suka guyub, suka meneliti, suka berfikir, suka mengait2kan, suka curigaan atau waspada dll. Maka amatilah, catatlah, fokus dan konsisten menumbuhkannya.

4. Fitrah Perkembangan terkait dengan tahapan usia. Ada cara dan metode yang berbeda untuk tiap tahap usia dan tiap jenis fitrah.

Dasar pemahaman adanya fitrah perkembangan :
- Bahwa segala sesuatu di muka bumi dan di alam semesta memiliki sunnatullah perkembangan terkait waktu dan tahapan. Fitrah adalah ibarat benih, maka punya tahapan merawat dan menumbuhkannya.
- Bahwa fitrah perkembangan punya tahun2 perkembangan manusia, yang sepenuhnya mengambil dari tahun2 yang disebut dalam alQuran maupun alHadits, yaitu 2,7,10 dan 14-15. Dimana 14-15 adalah batas antara anak dan bukan anak, antara bukan mukalaf dan mukalaf, antara tidak wajib memikul beban syariah dan wajib memikul beban syariah, antara pedagogi dan andragogi
- Bahwa semua tahapan adalah Golden Age dalam pandangan Islam, asal memahami pada tahapan apa, fitrah apa, akan mengalami puncaknya dengan cara bagaimana.

🌾🌾🌾🌸🌸🌸🌾🌾🌾


🌹Diskusi🌹

1. Bunda Ulan

Pertanyaan

Bagaimana karakteristik anak pada tiap2 tahapan perkembangan menurut Islam?

Jawab:

Sebenarnya apa yang berkembang di ilmu psikolog saat ini hanya memperjelas ttg tahapan yg dirasa spesial dalam islam. Jadi jauh sebelum ilmu tahapan perkembangan anak di psikolog ada, islam sudah punya usia usia spesial. Seperti 2 tahun di sapih, 7 tahun mulai belajar shalat, 10 tahun batas latihan akhir shalat, lalu setelah itu baligh (nah disini yg mungkin sedikit berbeda krn dalam islam tidak mengenal masa transisi remaja, dari pre akil baligh langsung baligh)

Kalau kita melihat teori psikologi yang terkenal yaitu teori erikson untuk tahapan tahun pertama kehidupan manusia yaitu Kepercayaan dan ketidakpercayaan (trust versus mistrust)

"Adalah suatu tahap psikososial pertama yang dialami dalam tahun pertama kehidupan. Suatu rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik dan sejumlah kecil ketakutan serta kekuatiran akan masa depan. Kepercayaan pada masa bayi menentukan harapan bahwa dunia akan menjadi tempat tinggal yang baik dan menyenangkan" 

atau bahasa sederhananya jika anak mendapat perlakuan dengan penuh kasih sayang dan merasakan bahwa dunia disekitarnya aman, maka iapun akan merespon dengan perilaku positif. begitu juga sebaliknya jika dunia disekitarnya menimbulkan perasaan ketidakamanan dan ketidaknyamanan maka anakpun akan merespon secara negatif.

Nah.... Jauh sebelum teori ini ada sirah Rasulullah SAW juga sangat menekankan ttg kasih sayang dan kelembutan pada bayi dan balita. Mungkin ingat kisah seorang ibu yang secara kasar memperlakukan bayi yg mengencingi Rasulullah SAW lalu ibu tsb ditegur krn air kencing masih bisa dibersihkan tp luka dalam hati anak atas perlakuan kasar lebih susah dihapus. Jd ditahapan ini mmg penuh kelembutan dan kasih sayang

Jika kita kembali meninjau teori psikologi erikson tahap selanjutnya adalah Otonomi dengan rasa malu dan keragu-raguan (autonomy versus shame and doubt)
"Adalah tahap perkembangan kedua yang berlangsung pada masa bayi dan baru mulai berjalan (1-3 tahun). Setelah memperoleh rasa percaya kepada pengasuh mereka, bayi mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah atas kehendaknya. Mereka menyadari kemauan mereka dengan rasa mandiri dan otonomi mereka. Bila bayi cenderung dibatasi maka mereka akan cenderung mengembangkan rasa malu dan keragu-raguan"


atau bahasa sederhananya pada tahapan ini anak-anak mulai merasa sebagai individu yang berbeda. Mereka cenderung memiliki keinginan untuk lebih mandiri.

Nah di islam usia 2 tahun tertulis sebagai usia yg spesial. Krn saat ini adalah masa dianjurkan untuk menyapih. Bahkan dari tinjauan ilmu pengetahuan yg saya pernah dapatkan dlm seminar, anak usia 2 tahun memang sudah tidak memerlukan kandungan nutrisi yh ada di dalam asi (cmiiw)

Selanjutnya pada tahapan usia -usia awal sekolah. Masih menengok teori psikologi erikson, pada tahapan ini adalah

Prakarsa dan rasa bersalah (initiative versus guilt)
Merupakan tahap ketiga yang berlangsung selama tahun-tahun sekolah. Ketika mereka masuk dunia sekolah mereka lebih tertantang dibanding ketika masih bayi. Anak-anak diharapkan aktif untuk menghadapi tantangan ini dengan rasa tanggung jawab atas perilaku mereka, mainan mereka, dan hewan peliharaan mereka. Anak-anak bertanggung jawab meningkatkan prakarsa. Namun, perasaan bersalah dapat muncul, bila anak tidak diberi kepercayaan dan dibuat mereka sangat cemas atau bahasa sederhananya di tahapan ini anak sudah mulai lepas dari orang tuanya dan berinterkasi secara langsung dengan lingkungan. pada tahapan ini anak-anak sudah mulai muncul inisiatif dalam bertindak bahkan sedikit demi sedikit mulai inisiatif dam pemecahan masalah di lingkungan sekitar serta memberi ide-ide sederhana yang dapat menjadi bagian dari solusi permasalahan

Nah jauh sblm teori ini di dalam islam usa 7 juga usia spesial krn ini kali pertama pembebanan ibadah berupa latihan shalat, selama 3 tahun sampai usia 10

Di usia 10 anak anak sudha harus shalat dgn disiplin, lalu dipisahkan tempat tidurnya. Ini persiapan menuju titik "der" nya baligh. Krn kira kira setelah usia 10 beragam ragam anak menuju baligh. Kalo kita persiapkan matang pada usia baligh sudah bisa melaksanakan kewajiban sbg seorang muslim krn sudah mempertanggungjawabkan setiap amal perbuatan.

Ada lagi usia spesial 12 tahun dimana Rasulullah SAW mulai belajar berdagang. Ini juga hampir beririsan dgn teori otak ala trivium, kapan kapan dibahas


2. Kang Eka

Pertanyaan

Saya mau bertanya terkait inside out, ada PR besar buat saya. Terus terang belum kebayang bagaimana nikmat dan menyenangkanya berkeluarga. Terlepas dr itu semua, sy ingin bertanya cara penerapan pembelajaran seperti yg Bubda jelaskan td sedangkan keseharian ayah dan bundanya tdk bs menemani anak sepanjang waktu krn ayah dan bundanya bekerja. Memang ada hari sabtu dan minggu tp apakah cukup waktu 2 hari untuk menerapkan pemahaman pembelajaran ttg fitrah agar ketika usia 10 sudah paham sehingga tdk harus melakukan kekerasan.
1. Bagaimana penerapan pendidikan tersebut untuk ayah dan bunda yang bekerja. ?
2. Apakah cukup 2 hari untuk memberikan suri tauladan yg baik untuk menanamkan pendidikan fitrah tadi?
3. Di rumah anak kita dididik dengan hati2 dan penuh cinta tp lingkungan dan sekolah mengajarkan hal lain, bagaimana cara kita menanggulanginya?
Terima kasih bunda Kiki

Jawab:

Untuk menjawab pertanyaan, mungkin saya coba lihat dr sisi saya sebagai seorang anak dr orang tua yang bekerja

1. Selama harta yg masuk halal dalam perut anak anak, ayah bunda bekerja karena Allah, ada alasan syar'i yang menguatkan bundanya ikut bekerja, lalu adab adab ayah bunda saat bekerja dijaga atau dengan kata lain selalu menjaga Allah, maka insya Allah anak anak akan dijaga oleh Allah

2. Ibu saya dulu tulang punggung keluarga... Ayah sakit berbaring bertahun tahun. Hanya ada sejam sebelun tidur bertemu ibu tp yg dibahas selalu seputar nilai nilai prinsipal dlm hidup, visi hidup, hikmah kehidupan, dan itu masya Allah efeknya dasyat. Sehingga sejak kecil kami semua punya mimpi besar walau secara ekonomi sederhana

3. Meski ibu saya bekerja dan jarang bertemu, kami diasuh oleh kerabat yg mmg menghantikan sebagian beaar peran ortu dalam pengawasan. Sehingga walau pernah nakal nakal sedikit, keberkahan perjuangan ortu dan doa ortu itu yg terus menjaga kami anak anaknya

Jadi 3 point:
1. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, dan doakan
2. Optimalkan waktu yg sinhkat untuk menanamkan nilai kehidupan
3. Supporting sistem yg bisa melakukan pengawasan


3. Bunda Puspa

Pertanyaan

Syifa br 2th.. belom berhasil disapih, karena harapannya ingin wwl, Selain nutrisi yg mungkin ngk dibutuhkan, apa berpengaruh dengan psikologisnya juga? Soalnya kalau dipaksa saya lebih tidak tega.

Syifa sering diajak sholat.. awal ngikutin, di tengah sholat syifa selalu ngajak bicara, krn tdk ada tanggapan dr saya (kondisi sholat) akhirnya malah mengganggu dan menangis keras.
Diakhir sholat, sering diingatkan lagi, kalau sholat tidak boleh bicara. kadang bisa terus berulang

Apakah 'pengabaian' ketika sholat itu akan berdampak negatif? Khawatirnya nanti syifa akan mendapatkan imaji negatif, bunda sholat = diabaikan/tdk diperhatikan?


Jawab

Tentang menyapih.... Saya mengambil pendapat dari sisi islam aja. Bahwa dalam al quran dan "menyempurnakan hingga 2 tahun" jadi kalo kata islam sudah sempurna, adakah yg lebih sempurna dr itu? Jadi kalo mau menyapih dengan cinta ya harus dipuayakan agar penuh cinta dan berhasil pas di usia 2 tahun

Kalo yang aliran lain ada yg sampai 3 tahun 4 tahun sampai selepasnya, saya teh gak bisa memberikan pendapat. Selama ini hanya mengusahakan anak anak merasa bangga ketika bisa lepas susu di usia dua tahun. Sehingha bukan rewel tantrum tp yg ada merasa "i am big boy now!"

Ttg shalat ..... Coba liat kisah sirah ttg Rasulullah yg sujud lama sekali krn hasan husen kuda kudaan. Jangankan marah, bangun juga nggak saking pengen sampai puas. Lihat lagi sirah.... Saat ada bayi nangis Rasulullah memeprcepat shalat supaya bayi yg nangis bs segera diurus ibunya. Juga ttg menggendong saat shalat.... Ada juga kan dalam siroh makanya islam itu luar biasa.... Kalo kita kaitkan dalam teori psikologi saat ini trust vs mistrust yg saya jelaskan diatas, maka pas sholat aja kita teh diauruh segera mengambil anak. Supaya ditahapan membangun kepercayaan ini tidak ada jiwa yg teluka


4. Kang Eka

Pertanyaan

Yg saya perhatikan bund, dan pernah dengar cerita, karena tdk ingin ke ganggu ada seorang bund solatnya sampai mengunci pintu? Apakah itu di perkenankan? Biar khusu katanya solatnya
Memang anaknya ada yg jagain tp apakah itu diperkenankan dlam islam?

Jawab

Pak eka.... Alangkah baiknya anak anak ikut dalam pengalaman beragama ayah ibunya... Karena langkah langkah untuk membangun pemahaman agama untuk anak anak adalah sbb:
1. Membangun lingkungan yang memberi pengalaman religius bagi anak
2. Memberikan teladan pengamalan agama dan kedekatan kepada Allah didalam rumah
3. Mengkaitkan sekian banyak pengalaman dan kejadian dengan nilai-nilai Ilahiah dan memperdalam pengenalan mereka akan sifat-sifat Allah
4. Membaca buku cerita yang bernuansa islam sesuai dengan tahapan usianya
5. Membaca kisah nabi yang disajikan dalam buku yang dirancang sesuai dengan tahapan usianya
6. Memperdengarkan ayat-ayat Al-quran dan mengenalkan bahwa Al-quran memuat pesan Allah kepada manusa. Misalnya ketika kita ingin memberi nasihat kepada anak kita, katakanlah "Kata Allah di dalam Al-quran........" Mungkin pada tahap awal redaksi perintah dari quran belum diberikan secara mendetail. Tapi minimal mereka mengetahui bahwa informasi tersebut didapatkan kita dari Al-Quran. Sejalan dengan pertambahan usianya, kita bisa melengkapi diskusi-diskusi kita bersama anak-anak dengan membacakan langsung ayat al-quran beserta artinya.

Jadi lebih baik anaknya ikut di ruangan shalat tetapi tidak dipaksa ikut shalat, boleh juga kasih mainan biar anteng. Kalo aman dan sudah tidak mengganghu ketertiban bisa diajak ke mesjid oleh ayahnya


5. Bunda Irene

Pertanyaan

Bagaimana menyikapi anak yg otoriter, suka perintah dan ingin dilayani. masih usia 6 th. apakah karakter ini akan terbawa terus.
nuhun teh

Jawab

Bisa terus jadi kebiasaan kalo tidak diterapi. Bagi saya pribadi, beberapa prinsip berikut  saya anut dalam membangun kemandirian, kematangan berfikir, serta kecakapan mereka dalam menyeselaikan masalah:
1. Memberi kesempatan mereka untuk membantu walau hasilnya belum bagus
2. Hanya membantu keperluan mereka yang perlu dibantu
3. Jika usia anak saya masih dibawah 7 tahun, kemudian ia meminta bantuan lebih karena ingin diperhatikan, biasanya saya tetap membantunya. Hal ini saya lakukan, dengan pertimbangan agar anak-anak tidak merasa bertubi-tubi dituntut untuk mandiri.
4. Melakukan berbagai proyek bersama dengan pembagian peran. Semua terlibat dengan porsi beban sesuai kemampuan
5. Stimulus mereka untuk memberi ide dalam penyelesaian masalah sebelum memberi arahan
6. Apresiasi setiap bantuan mereka walau sederhana
7. Fokus pada bagaimana solusi masalah,  sebelum membahas merefleksi hikmah. Apalagi sibuk membahas siapa yang salah
8. Selama keadaan aman dan tidak membahayakan, beri kesempatan anakmenyelesaikan permasalahannya dengan sesama sebelum turun membantu.
9. Ajari anak untuk meminta tolong dengan cara yang baik jika mereka merasa frustasi
10. Tidak memberi pertolongan sampai anakmemperbaiki cara meminta tolong dengan cara yang baik
11. Selama keadaan masih aman, saya memilih untuk berkali-kali mengingatkan mereka akan tugasnya dibanding mengambil alih tugasnya namun mengerjakannya sambil marah-marah
12. Saat kita meminta tolong untuk hal yang tidak wajib atau darurat, dalam keadaan tertentu saya menghargai jawaban anak saya yang berusia diatas 7 tahun yang mengatakan "mmm... honestly i dont want it!" Dan saya jawab "oke deh kalo gak mau"
13. Saya mengajarkan cara menelpon bapak dalam keadaan darurat, cara penyelamatan saat terjadi kebakaran, cara berlindung saat gempa bumi, serta apa yang harus dilakukan saat ada orang lain yang akan melakukan pelecehan seksual.
14. Stimulus mereka untuk melihat hikmah positif dari setiap kejadian yang tidak mengenakan.
15. Membangun diskusi dengan suasana kondufif dalam merefleksi kejadian terutama saat mereka memilih solusi yang kurang bijak dalam menghadapi permasalahan
16. Doakan anak-anak menjadi manusia yang arif dan bijkasana dalam menghadapi setiap persoalan


6. Bunda Yuni:

Pertanyaan

Anak laki saya agak manja dan kurang berani, gimana cara menghilangkan sifat tsb ya teh kiki. Anak saya berusia 6.5th. Dia senang bercerita tapi kurang berani berbaur dgn teman² seusianya

Jawab:

6.5 tahun masih bisa dilatih dengan tips diatas 👆🏼👆🏼targetnya 12 tahun sudah berjiwa kepemimpinan


7. Bunda Anis

Pertanyaan

Bagian manakah Peran ayah terpenting?
Berhubung suami saya sibuk, jadi kalau pas ketemu anak, sebaiknya beliau bagaimana ke anak2?
Agar quality time ttp anak dptkan dr ayahnya

Jawab

Kang Abik (ustad habiburrahman Elshirazi) sedang berkunjung ke Amerika. Dalam pengajian saya bertanya, "ustad, bagaimana memunculkan peran ayah dalam mendidik anak-anak, jika para suami sangat sibuk dengan pekerjaan? Bagaimana agar anak-anak kita tidak menjadi generasi tanpa ayah?" Alhamdulillah nasihat ustad saat itu sangat berkesan bagi saya. Sejak itu kami berkomitmen untuk menerapkannya didalam rumah. Kurang lebih nasihat beliau adalah senantiasa menjadikan ayah sebagai pengambil keputusan utama untuk setiap keputusan besar berkaitan dengan anak. Buat anak mengetahui bahwa ayahnya terlibat dalam keputusan itu. Beliau juga berpesan untuk senantiasa memanfaatkan waktu libur kerja sebagai sarana untuk meningkatkan kedekatan dan keharmonisan hubungan keluarga. 

Kalo pengalaman keluarga kami :
Saya sering meminta anak-anak menelpon ayahnya saat jam kerja jika ada hal-hal yang dirasa perlu diputuskan oleh bapak, atau meminta mereka menunggu bapak pulang untuk meminta ijin tentang hal tertentu. Ditengah kelelahan, bapak harus meluangkan waktu mendengar cerita saya tentang perkembangan anak-anak. Semua perasaan lelah, cemas, bingung, bahagia, syukur, susah, senang dalam pengasuhan anak, tercurah seluruhnya saat waktu diskusi kami. Saat itulah kami sama-sama mencari referensi ilmu, memutuskan pilihan sikap, dalam menghadapi setiap pernak-pernik pengasuhan anak. Saat itu pula kami saling menguatkan dalam kesabaran. Dengan cara inilah, saya semakin tegar, kuat, sabar, mengurus rumah tangga di negeri perantauan

Ditengah lelah, bapak juga meluangkan waktu untuk mengurus anak-anak dengan tangannya, sebagai bentuk perhatian pada mereka. Terkadang sengaja mengganti popok bayi, atau membantu anak-anak bersuci dari najis, sebagai bentuk perhatian beliau terhadap anak-anak.

Ditengah lelah, bapak secara langsung mengawasi dan mengevaluasi pencapaian pendidikan shalat dan al-quran anak-anak, meski pelaksaannya dilakukan oleh saya.

Bapak juga menyempatkan bermain dan membacakan buku sebelum tidur.

Setiap akhir pekan kami melakukan perjalanan homeschooling bersama ayah. Jadi suami saya itu ayah yg sangat dirindukan kehadirannya


🌹Penutup 🌹

Alhamdulillah diskusi hari ini kita telah terlaksana dgn lancar, mohon maaf bila masih banyak kekurangan.

Baiklah ayahbunda, Kita sudahi dulu pertemuan ini.

Langsung saja kita tutup dengan istighfar 3x dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum wr wb...


Tambahan Puisi

♥Duhai Allah, kini ku mengerti♥
By Kiki Barkiah


Duhai Allah, kini ku mengerti
Mengapa menikah menggenapkan setengah agama-Mu
Ketika malam, tak lagi banyak kulalui
Untuk hanya berdua bersama-Mu
Bermunajat di keheningan yang sunyi
Seperti masa lajang dulu
Sementara kini aku terbangun berkali-kali
Sekedar sempat berdzikir kilat lalu sibuk menyusui 
dan berkali-kali menidurkan kembali
Mereka yang menangis terbagun di tengah sunyi


Duhai Allah, kini ku mengerti
Mengapa menikah menggenapkan setengah agama-Mu
Ketika dzikir tak lagi sempat diucap
Dengan duduk tenang diatas permadani
Seperti masa lajang dulu
Sementara kini lisan kubasahi
Dengan berdzikir sambil memegang sapu


Duhai Allah, kini ku mengerti
Mengapa menikah menggenapkan setengah agama-Mu
Ketika sulit mencari waktu
Hanya berdua bersama kitab-Mu
Melantunkan dengan nikmat ayat-ayat suci
Seperti masa lajang dulu
Sementara kini aku terhenti berkali-kali
Yang harus terus melayani
Segala keperluan amanah titipan-Mu
Bahkan terjadi sering kali
Kitab-Mu dihempas dilempar karena cemburu


Duhai Allah, kini aku mengerti
Mengapa menikah menggenapkan setengah Agama-Mu
Ketika kenikmatan duduk di pojok membaca buku
Untuk mengkaji ayat-ayat suci-Mu
Seperti masa lajang dulu
Kini sulit kutemui kecuali sekedar mencuri-curi
Bahkan kadang 1 jam harus terlalui
Hanya sekedar membujuk malaikat-malaikat kecilku
Mengubah kata "tidak mau" menjadi bersedia memenuhi


Duhai Allah, kini aku mengerti
Mengapa menikah menggenapkan setengah Agama-Mu
Ketika shalat tak sering kuhiasi 
dengan sunnah yang melengkapi
Seperti masa lajang dulu
Sementara kini yang wajibpun harus kulewati
Dengan menggendong bayi sambil berdiri


Duhai Allah, kini aku mengerti
Mengapa menikah menggenapkan setengah Agama-Mu
Ketika kaki tak begitu mudah melangkah
Untuk memenuhi panggilan ladang amal dalam berkiprah
Seperti masa lajang dulu
Sedang kini tak cukup bila hanya mempersiapkan diri
Namun harus selesai menyiasati
Segala keperluan dalam melayani sang buah hati


Duhai Allah, kini aku mengerti
Mengapa menikah menggenapkan setengah Agama-Mu
Ketika keputusan hidup tak lagi sepenuhnya semau diri
Namun harus menimbang dan menyiasati
Segala kepentingan dan keinginan berbagai hati
Bahkan terkadang keinginan sang buah hati
Begitu sulit kumengerti dan kupenuhi



Duhai Allah, insya Allah aku mengerti
Bahwa pernikahanku telah menggenapkan setengah agamaku
Namun jangan biarkan diri ini terlalu banyak permisi
Dalam mengabdi kepada Mu yang seharusnya masih dapat kupenuhi
Berikan aku kekuatan, kemampuan dan kemudahan
dalam menggenapkannya sempurna menjadi satu
Dengan menjalankan perintah-Mu
Dan menghiasinya dengan sunnah Rasul-Mu
yang membuat Engkau semakin cinta padaku
Dan meridhoiku untuk masuk dalam jannah-Mu


♥ Karena Cinta♥
Karya Kiki Barkiah


Karena cinta......
Air matamu menetes dalam kerinduan
Mengenang kasih yang berpulang kepada Ar-Rahman
Mengingat pilu berjuang dalam kesendirian



Menangislah!... karena menangis tiada mengapa
Bahkan Rasulullah pun sejenak tak mampu tersenyum dan tertawa
Saat Khadijah meninggalkannya di tahun duka
Menangislah!... jika menangis membuatmu lega
Mengingat masa yang mengukir cerita 
Bangkitkan diri tuk mendaki mimpi bersama 
Menangislah!.... dan kau iringi air mata itu dengan doa
Kelak kembali merajut asa dalam istana di surga
Menagislah!..... Dan kau iringi tangisan itu dengan bukti cinta
Dengan apa saja yang kan meninggikan derajatnya


Karena cinta......
Takkan kau biarkan waktumu berlalu sekedar meratapi
Karena cinta....
Takkan kau biarkan dukamu terhiasi sekedar kenangan yang disesali
Karena cinta....
Takkan kau lewati berjuta kesempatan yang berbuah pahala yang terus mengaliri


Ya karena cinta tak berarti harus medampingi
Dan karena cinta tak harus berhenti terbukti
Saat jiwa terpisah nadi yang berhenti


Karena cinta
engkau beri ia sebaik-baik simpanan
Dengan membimbing jiwa-jiwa yang suci berakhlak Al-quran
Yang memberi doa tiada bosan
Agar jiwanya berada dalam keselamatan
Saat manusia berdiri dihari pertanggungjawaban


Karena cinta.....
Engkau bantu ia mengecup manis buah amalan
Dengan sedekah harta yang ia tinggalkan 
Dijalan Allah dengan sebaik-baik perniagaan


Karena cinta....
Engkau bantu ia memberatkan timbangan
Dari pahala yang terus berkelanjutan
Saat ilmu yang ia sampaikan 
Engkau sebar dan berbuah pengamalan


Dan karena cinta.....
Tak berarti engkau harus selalu sendiri
Dan kembali terganti tak berarti berhenti mencintai
Karena apa saja yang membuat derajatmu dan derajatnya terus meninggi
Disitulah rasa cinta terus terbukti


San Jose, California
Dari sahabatmu yang mengerti tangisanmu
Kiki Barkiah


♥Menjadi Ayah yang Dirindukan♥
Karya Kiki Barkiah


Bahagiakah engkau wahai para ayah?
Ketika tangisan melepasmu mencari nafkah
Ditengah nafas terengah engah
Pergi tergesa di pagi yang cerah
Yang terkadang membuatmu harus menahan amarah


Tak perlu engkau merasa terbebankan
Akan tangisan ditengah kesibukan
Sebuah tangisan yang menggambarkan
Betapa engkau menjadi ayah yang dirindukan


Bahagiakah engkau wahai para ayah?
Ketika dering berbunyi dan konsentrasimu terpecah
Padahal sekedar celoteh dan obrolan tak berarah
Dari mulut-mulut mungil para bocah
Yang terkadang membuat waktu bekerjamu harus bertambah


Tak perlu engkau merasa ini membosankan
Membuang waktu mengejar deadline pekerjaan
Karena ini celotehan yang membuktikan
Betapa engkau menjadi ayah yang dirindukan


Bahagiakah engkau wahai para ayah?
Ketika pulang dengan menbawa sejuta lelah
Dan betapa engkau begitu ingin merebah
Tapi para bocah begitu banyak bertingkah
Yang terkadang membuat tenagamu begitu terperah


Tak perlu engkau hiasi malam dengan kekesalan
Merespon mereka yang mencari perhatian
Mereka hanya tak ingin engkau abaikan
Setelah engkau tinggalkan selama seharian
Karena engkau adalah ayah yang dirindukan



Maka tinggalkan sejenak telepon genggam
Simpan dan tinggalkan semua pekerjaan
Duduk sejenak mendengar kisah mereka seharian
Dengarkan semua keluhan saat mereka meminta pertolongan
Hiasi malam dengan pelukan dan ciuman
Agar engkau selalu menjadi ayah yang dirindukan



Sejenak....sejenak....sejenak saja dan takkan menghilangkan pengahasilan
Karena mereka sedang membangun kepercayaan
Untuk menjadikamu sebagai sosok teladan


Sejenak...sejenak...sejenak saja dan takkan menghancurkan kemapanan
Karena mereka tak hanya membutuhkan harta bulanan
Mereka menginginkanmu sebagai sebuah kesatuan
Lengkap melengkapi kedua peran pemberi perlindungan


Tidakkah kau ingin msnjadi ayah yang dirindukan?
Yang kelak jasamu terkenang dalam ucapan doa harian
Yang kan menjadikan sebaik-baik simpanan
Dihari pengadilan saat engkau hanya berdiri sendirian


Wahai ayah... Lawanlah lelah tuk menjadi ayah yang dirindukan


Batujajar, Jawa Barat
Dari seorang ibu yang sedang menghadapi tingkah anak-anak yang merindukan ayahnya
Kiki Barkiah

Semoga Bermanfaat...^^

www.AkuSukaBaca.com
Add a comment...

Post has attachment
Cari Buku Anak Seru ? Hubungi 082111486813 www.AkuSukaBaca.com

Tahun Baru...Buku Baru....!!

"Funtastic Learning with naura & Nabil " 1 set isinya :
10 buku, kotak pas/frame, board game, kartu bermain, 1 buku panduan orang tua dan augmented reality. Dp 300.000.

Tema :
1.Diri
2. keluarga
3. Lingkungan
4. Binatang
5. seni
6. Islam
7. Bentuk dan warna
8. Angka
9. Huruf Latin
10. Huruf Hijaiyah

manfaat produk :
@menumbuhkan kecintaan belajar pada anak
@memperkenalkan anak pada diri sendiri
@meningkatkan kemampuan observasi
@meningkatkan daya konsentrasi
@membiasakan tekun dan mandiri
@mempererat ikatan orang tua dan anak

kemampuan yg bisa distimulasi :
#logika/matematika
#bahasa
#visual
#kreativitas
#imajinasi
#motorik/gerak

www.AkuSukaBaca.com
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
1/2/16
16 Photos - View album
Add a comment...

Post has attachment
Serunya liburan...
Main dirumah bareng anak2, kopdar bareng pecinta buku, main ke perpustakaan dll...
Libur masih 2 minggu lagi....ngapain lagi ya...^^
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
12/29/15
18 Photos - View album
Add a comment...

Post has shared content

Post has shared content
 
Jual Mesin Kangen Water Leveluk SD501. Hubungi 082111486812 www.DistributorAirKangenEnagic.com

#kangenwaterindonesia #enagickangenwaterindonesia #airkangenindonesia #waterkangenindonesia #kangenindonesia #hargakangenwater #kangenwaterharga #hargamesinkangenwater #hargaairkangenwater #hargakangenwaterindonesia #hargamesinairkangen water #hargaairkangen #mesinkangenwaterharga #hargamesinairkangen #hargamesinkangenwaterindonesia #hargamesinkangenwaterjakarta #hargaenagickangenwater #hargakangenwaterjakarta #hargakangenwaterbeauty #kangenwaterhargamesin #hargaairkangenbeautywater #hargastrongacidkangenwater #hargaairkangenwaterindonesia #hargabeautywaterkangenwater #hargakangenwaterbandung #hargamesinenagickangenwater #hargamesinkangenwatermurah #hargabeautykangenwater #hargajualkangenwater #hargakangenwatermachine #hargawaterkangen #hargajualairkangenwater #hargabeautywaterkangen #hargamesinwaterkangen #kangenwaterindonesiaharga #hargakangenbeautywater #airkangenharga #hargamesinkangen #hargamesinairkangenenagic #mesinkangenwater #jualmesinkangenwater #distributormesinkangenwater #kangenwatermesin #mesinairkangenwater #mesinkangenwatermurah #jualmesinkangenwatermurah #mesinalkalinewater #mesinwaterkangen #manfaatkangenwater #manfaatairkangenwater #manfaatbeautywater #kangenwatermanfaat #manfaatkangenwaterbeauty #manfaatwaterkangen #apamanfaatkangenwater #manfaatkangenwaterindonesia #manfaatbeautywaterkangenwater #manfaatbeautykangenwater #manfaatenagickangenwater #apamanfaatairkangenwater #manfaatenagicbeautywater #manfaatwaterbeauty #manfaatbeautywaterenagic #airkangenwater #airkangen #manfaatairkangen #airkangenwateradalah #airkangenadalah #kangenair #mesinairkangen #phairkangenwater #airwaterkangen #airalkalikangenwater #airkangenenagic #distributorairkangen #airkangenjakarta #tentangairkangen #enagickangenwater #kangenwaterenagic #enagicbeautywater #beautywaterenagic #enagicwater #enagicstrongacidwater #enagickangenwaterdemo #alatkangenwater #hargaalatkangenwater #jualalatkangenwater #hargaalatkangenwaterjakarta #alatkangenwaterharga #hargaalatairkangen #jualkangenwater #jualkangenwaterjakarta #jualairkangenwater #kangenwaterjual #jualairkangen #jualkangenwatermurah #jualairkangenwaterjakarta #jualkangenwaterjogja #jualmesinairkangen #kangenwatersurabaya #distributorkangenwaterdisurabaya #jualkangenwatersurabaya #jualkangenwaterdisurabaya #kangenwaterdisurabaya #distributorkangenwatersurabaya #airkangensurabaya #kangensurabaya #jualairkangensurabaya #beautywaterkangenwater #kangenwaterbeauty #beautykangenwater #kangenbeautywater #kangenwaterbeautywater #beautywaterkangen #airkangenbeautywater #beautywaterdarikangenwater #waterkangenbeauty #beautykangenwateradalah #kangenbeauty #kangenwaterbandung #kangenwaterdibandung #jualkangenwaterdibandung #distributorkangenwaterbandung #jualkangenwaterbandung #agenkangenwaterdibandung #airkangenbandung #strongacidkangenwater #kangenwaterstrongacid #kangenwateracid #kangenwaterbeautywaterstrongacid #airkangenstrongacid #strongaciddanbeautywaterkangenwater #kangenwaterbeautywaterdanstrongacid #strongacidairkangen #beautywater #jualbeautywater #beautywaterindonesia #beautywateradalah #jualbeautywatermurah #distributorbeautywater #airbeautywater #beautywaterdanstrongacid #strongaciddanbeautywater #beautywaterstrongacid #beautywaterandstrongacid #strongacidbeautywater #beautywater&strongacid #jualbeautywaterdanstrongacid #strongacidandbeautywater #airalkali #mesinairalkali #hargaairalkali #mesinairalkalimurah #hargamesinairalkali #jualmesinairalkali #hargabeautywater #hargabeautywaterdanstrongacid #hargastrongaciddanbeautywater #hargastrongacidwater #beautywaterharga #kangenwateradalah #kangenwaterreview #kangenwaterspray #kangenwaterdistributor #khasiatkangenwater #distributorkangenwater #kegunaankangenwater #fungsikangenwater #kangenwaterjakarta #efekkangenwater #kangenwaterkaskus #tentangkangenwater #waterkangen #kangenwatermurah #jeniskangenwater #kangenwaterjogja #jogjakangenwater #phkangenwater #kangenwatercirebon #waterkangenadalah #kangenwaterbatam #strongwaterkangen #kangenwaterjapan #kangenmiraclewater #hiromishinyakangenwater #apakahkangenwateritu #kangenwaterjepang #dr hiromishinyakangenwater #kangenwater #miraclewater #enagic #kangenwater #watertreatment #enagicindonesia #kangenwater #airalkaline #strongacidwater #kagenwater #airbasa #hargastrongacid #miracleofwater #alkaliwater #airkangen #leveluk sd501 #kangenjakarta #hargaalat #amazingwater #mesinkangen #kangen #kangenwaterindonesia #alkalinewaterindonesia #mesinenagic
Jual Berbagai Macam Tipe Mesin Kangen Water Enagic. Hubungi 082111486812. www.DistributorAirKangenEnagic.com
Add a comment...

Periode emas anak2

Anak2 usia 0-6 tahun adalah periode emas. Itu masa2 yang sangat penting. Apakah di momen2 ini perlu pendidikan? Ya iyalah. Sungguh butuh. Anak2 diajarin pipis di kamar mandi (tidak pakai pampers), diajarin makan sendiri, diajarin bertanggung-jawab, diajarin bersosialisasi, diajarin seni, bahkan yg lebih penting lagi diajarin agama, cara shalat, menghafal bacaan shalat, dsbgnya. Penting. Apakah PAUD, playgorup, TK itu penting? Ya iyalah, penting. Tapi jangan bablas, jangan berlebihan. Nyaris semua ahli pendidikan di dunia sepakat, bahwa usia 0-6 tahun adalah masa2 belajar yang menyenangkan, bukan masa2 belajar yang dipaksa, dinilai, diberi angka, dan sungguh terlalu ditest/diuji lulus atau tidak. Tanyakanlah ke orang2 yang paham, pasti jawabannya sama. Lantas kenapa sekarang malah sebaliknya? Banyak orang tua yang mengotot anak2nya cepat baca, cepat nulis, cepat berhitung? Karena dunia ini kejam. Mereka memang selalu bilang yang terbaik bagi anak2nya, tapi tidak tahu apakah itu sungguh baik atau tidak. Anak2 usia 6 tahun sudah dipaksa kursus siang malam. Sudah dipaksa sekolah pagi sore. Kenapa? Biar masa depannya cerah, bisa berkompetisi, dsbgnya. Tidak ada yang bisa memaksa orang tua kalau mereka mau begitu, terserah, itu anak2 mereka juga. Tapi dalam sistem yang lebih besar, harus ada peraturan lugas agar semua hal tidak bablas, berlebihan. Persyaratan ijasah TK untuk masuk SD adalah yang bablas. Catat baik2, tidak semua orang mampu menyekolahkan anak2 mereka di TK. Kita harus melindungi keluarga2 ini. Hei, kalau kalian merasa bisa menyekolahkan anak di Singapore, di Amerika atau kursus di Mars, ketahuilah, 30 juta orang di Indonesia ini penghasilannya hanya 10.000/hari. 30 juta orang jumlahnya. Kalau kita makan di kedai fast food sekali duduk 100.000, maka itu setara 10 hari kerja mereka. Bagaimana mereka ini? Tidak boleh SD karena tidak bisa TK? Aduh, nurani mana yang kejam begitu. Dan terlepas dari itu, harus diketahui semua orang, pendidikan paling dasar (SD) memang tidak membutuhkan prasyarat apapun. Namanya juga pendidikan paling dasar. Apakah anak2 harus sudah bisa berhitung, menulis dan membaca? Ini keliru sekali, fatal. Saya tahu, bisnis PAUD, TK itu besar nilainya. Saya juga tahu, memang lebih asyik, kalau saya guru SD, kalau semua anak2 sudah bisa baca, tulis dan berhitung saat masuk, tapi jangan lupakan, anak2 usia 0-6 tahun itu memang tidak diciptakan untuk jadi profesor semua. Jangan begitu terlalu melupakan prinsip2 guru yang mulia. Semua orang boleh punya pendapat. Silahkan. Ini jaman kebebasan. Tapi ingat baik2, bahkan dalam UU Sisdiknas No. 20/2003, bagian Penjelasan Pasal 28 ayat 1 ditulis: Pendidikan anak usia dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan BUKAN merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar. Itu UU, produk hukum tinggi di negeri ini, tidak bisa kita kangkangi begitu saja. Juga silahkan baca peraturan pemerintah, peraturan kementerian soal PAUD, TK, playgroup dsbgnya, jelas sekali ditulis: itu periode bermain2, periode mengenalkan dunia pendidikan dengan menyenangkan. Sama sekali bukan belajar berhitung, menulis, membaca lantas di test ini, di uji ini. Tapi kenapa banyak guru/kepsek/sekolah yang tidak tahu? Maka semoga kalian tahu setelah saya merilis catatan ini. Dan kasih tahu orang lain biar pada tahu. Itu UU sudah 10 tahun, seharusnya sosialisasinya sudah sampai galaksi planet Avatar. Tapi kenapa orang tua sendiri yang maksa agar anak2nya yg baru usia 4 tahun, 5 tahun bisa membaca, berhitung, menulis? Sekali lagi, dunia ini kejam, dek. Jangankan usia 4-5 tahun, usia 0-6 BULAN saja saking kejamnya, industri susu formula mau merangsek habis2an, jika tidak ada regulasi. Kita selalu bilang: yang terbaik bagi anak2 kita, hingga lupa, boleh jadi si kecil itu menjalaninya sambil tertawa riang karena kita paksa. Maka, kalau ada SD yang mewajibkan murid2 barunya harus sudah bisa baca, hitung, ditest, dsbgnya, punya ijasah TK+PAUD, dll, maka JANGAN masukkan anak2 kita ke sana. Kita harus cemas sekali dengan pemahaman guru2 di SD itu. Syarat masuk SD itu hanya satu: cukup umur. Carilah SD dengan guru2 yang cemerlang sekali pemahamannya soal ini, guru2 mulia yang mau repot mengajari anak2 kita membaca, menulis. Mau mengajari anak2 kita, tiada lelah dan mengeluh, bukan guru2 yang malah berseru ketus kepada anak usia 6 tahun: "anak ini kok belum bisa baca sih? sana balik ke TK lagi." Pilihlah SD dengan guru2 yg tulus. Masih banyak kok guru2 yang hebat itu. Pun sama, pilihlah PAUD, TK, playgroup yang punya guru2 dengan pemahaman tulus. Tahu posisi dan letaknya. Kalau dia minimal pernah mengambil sarjana pendidikan PAUD, pasti paham sekali hal ini. Bukan TK yang dikit2 iuran wajib, dikit2 jalan2 wajib, dikit2 semuanya uang (sorry buat yang tersinggung, kalau kalian tidak melakukannya kalian pasti tidak akan tersinggung; nah kalau tersinggung memang kuch kuch hota hai deh). Jangan cemas anak2 kita itu kelak tidak jadi orang karena tidak bisa baca tulis usia 4 tahun. Ketahuilah, orang2 sukses di dunia ini bahkan drop out sekolah formal. 'Pendidikan' itu berbeda dengan 'sekolah'. Pendidikan adalah pendidikan. Pasti pernah menonton film Three Idiots kan? Semua orang terharu nontonnya, pengin jadi Rancho, tapi lupa, saat di dunia nyata, kita ini hanya Silencer yang sibukkkkkkk dengan ukuran material, lantas mudah cemburu serta tidak bahagia ternyata. Saya menulis buat yang mau mendengarkan saja.
*Tere Liye

www.akusukabaca.com
Add a comment...

Peterpan Syndrome dan Cinderella Complex
by. Elly Risman

Peter Pan Syndrome DAN Cinderella Complex Ditentukan Lewat Pola Asuh di Rumah....
Apa itu peter pan dan cinderella syndrome?...
Peter Pan Syndrome dan cinderella syndrom..
semua berawal dari kasih sayang orang tua dan over proteksi yang tidak pada tempatnya sejak dini, sehingga membunuh kemandirian anak dan membuat rendahnya Adversity Quotient (kemampuan untuk survive dalam menghadapi msdalah kehidupan). Yang pada gilirannya akan mencetak laki-laki dengan Peter Pan syndrome, yaitu yang tidak pernah dewasa.
Atau anak perempuan dengan cinderella complex yang mengharap ‘prince charming’ datang untuk menyelamatkannya, karena tak mampu menghadapi kesulitan hidup akibat terlalu dilindungi.
Pernahkah anda menyuapkan makanan pada anak anda yang sudah SD karena kuatir dia sakit jika tidak makan ? Atau pernahkah anda melihat anak SD berjalan melenggang sementara Ibu/pengasuhnya membawakan tas mereka. Atau jika anda ditelepon anak anda dari sekolah karena buku PRnya ketinggalan, apakah anda akan tergopoh-hopoh datang ke sekolah untuk mengantarkannya, alih-alih menyuruhnya pulang atau membiarkannya disetrap karena kelalaian.
Apakah anda membuka satu per satu buku anak untuk mencari PRnya, kemudian mengoreksi PR dengan tangan anda bahkan menolong membuatkan supaya nilainya bagus. Jika ketiga hal diatas terjadi pada anda, maka waspadalah anda sedang menjerumuskan karakter diri anak anda.
Kasih sayang yang anda berikan akan merusak kemampuannya untuk survive di masa depan. Ciri-ciri anak dengan Peter Pan Syndrome adalah
-mereka terbiasa hidup nyaman tanpa beban tanggung jawab
-tidak suka bekerja keras
-kegiatannya banyak main-main
-tidak pernah punya tanggung jawab
-tidak bisa mandiri/dewasa
-tidak berani mengambil keputusan dan menanggung resiko
-kurang percaya diri, enggan hidup sendiri karena mengalami ketergantungan pada orang lain.
Pada anak-anak dengan pola asuh yang potensial menimbulkan Peter pan syndrome biasanya cenderung : Suka menentang, pemberontak, susah punya komitmen, pemarah (marah jika kemauannya tidak terpenuhi), tidak bisa menerima kritikan, mudah sakit hati, terlalu cinta pada diri sendiri, senang memanipulasi dan menolak hubungan dengan lawan jenis. Akibatnya mereka punya masalah tidak tahan terhadap invasi kekuasaan dari lingkungan, mereka tidak mampu berpikir tentang dirinya dan apalagi menangani problem yang menimpa. Karena sejak kecil semua masalanya diatasi bunda, ayah atau pengasuhnya.
Cinderella komplex biasanya menimpa anak wanita yang selalu dilindungi atau yang hidupnya dalam keadaan tertekan. Ia mengharap ada figur yang dapat menyelamatkannya di setiap masalah yang dihadapi. Tanpa berusaha untuk berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuan. Dengan pola asuh salah orang tua potensial membentuk karakter laki-laki dengan ciri Peter Pan akibat dimanja dan dibela setiap melakukan kesalahan, dilindungi dan dituruti keinginannya. Sementara anak perempuan dengan ciri Cinderella tidak dididik untuk menerima kenyataan hidup dan diberi banyak mimpi tentang kisah happy ending tanpa tahu bahwa happy ending adalah reward dari a long and winding journey of struggling in life. Kedua karakter ini di masa depan akan mengkontribusi dunia dengan generasi yang memiliki AQ (Advertsity Quotient) yang sangat rendah..
Apabila keduanya bertemu dan menikah besar kemungkinan perceraianlah yang terjadi atau never have happy ending. Karena mereka tidak memiliki cukup AQ untuk mengupayakan kehidupan yang lebih baik. AQ adalah kecerdasan untuk bertahan dan mengatasi setiap kesulitan hidup lewat perjuangan. Dengan AQ ditentukan kadar kemampuan orang mengatasi kemelut tanpa menjadi putus asa.
Akhir-akhir ini, setelah gencar ESQ ditingkatkan, sebagai cara melejitkan prestasi anak di masa depan lewat potensi spiritual. AQ muncul sebagai jawaban atas sedihnya hidup orang-orang yang secara karier dan materi sukses, tapi tidak dapat meraih kebahagian akibat rendahnya AQ.
Terutama dalam membina hubungan dlam rumah tangga.
AQ adalah indikator untuk melihat :
1. Kemampuan bertahan dalam setiap penderitaan dan tau cara mengatasi situasi yang membuat penderitaan.
2. Keterampilan untuk menerima dan menyelesaikan setiap tantangan.
3. Ilmu tentang ketabahan manusia (Human Resillience)
Perusahan maju mulai melihat indikator di atas sebagai patokan dalam merekrut karyawan baru.
Selain IQ, EQ dan ESQ. Untuk memberikan gambaran AQ ini, Stoltz meminjam terminologi para pendaki gunung. Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga jenis :
1. Quitter (Mudah menyerah). Para quitter adalah para pekerja yang sekadar untuk bertahan hidup). Mereka ini gampang putus asa dan menyerah di tengah jalan saat menerima tantangan.
2. Camper (Berkemah di tengah perjalanan). Para camper lebih baik, karena biasanya mereka berani melakukan pekerjaan yang berisiko, tetapi tetap mengambil risiko yang terukur dan aman. “Ngapain capek-capek” atau “segini juga udah cukup” adalah moto para campers. Orang-orang ini sekurang-kurangnya sudah merasakan tantangan, dan selangkah lebih maju dari para quitters. Sayangnya banyak potensi diri yang tidak teraktualisasikan, dan yang jelas pendakian itu sebenarnya belum selesai.
3. Climber (pendaki yang mencapai puncak). Para climber, yakni mereka, yang dengan segala keberaniannya menghadapi risiko, akan menuntaskan pekerjaannya. Mereka mampu menikmati proses menuju keberhasilan, walau mereka tahu bahwa akan banyak rintangan dan kesulitan yang menghadang. Namun, di balik kesulitan itu ia akan mendapatkan banyak kemudahan.”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” Dalam konteks ini, para climber dianggap memiliki AQ tinggi.
Dengan kata lain, AQ membedakan antara para climber, camper, dan quitter . AQ ternyata bukan sekadar anugerah yang bersifat given. AQ ternyata bisa dipelajari. Dengan latihan-latihan tertentu, setiap orang bisa diberi pelatihan untuk meningkatkan level AQ-nya. Tetepi hasil terhebat akan diperoleh jika kita mampu menginstal AQ ini dalam diri putra-putri kita. Untuk menghasilkan anak dengan ketangguhan seorang Climber yang memiliki AQ tinggi, kita harus memperhatikan 9 aspek perkembangan : Fisik dan kesehatan, daya tahan mental, kestabilan emosi, kemampuan sosial, keimanan dan ibadah kepada Allah SWT, keterampilan dan seksualitas yang normal. So, Smart Parents mau dibawa ke mana pola asuh yang anda terapkan di rumah sepenuhnya adalah hak anda. Tetapi untuk menjadikan anak yang tangguh perlu banyak belajar, usaha dan sabar. Sebeum bicara tentang AQ untuk anak kita, mari berkaca dan meyakini
sudah sejauh mana kita sendiri mengembangkan AQ diri kita, dan berusaha meningkatkannya. Demikian semoga bermanfaat.
Be Positive and Get Smarter Every Day..!!!

www.akusukabaca.com
Sms : 082111486813 / wa : 08192153282
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded