Profile cover photo
Profile photo
bintang ulama
15 followers
15 followers
About
Communities and Collections
View all
Posts

Post has attachment

Post has attachment

Post has shared content

ada yang mengatakan :

" kesempurnaan akal itu mengikuti keridoan allah swt.dan menjauhi murkanya "

karena itu , mengembangkan akal dengan cara yang bertolak belakang dengan hal itu menuju kegilaan.

pengertian salat
arti salat menurut istilah syara ialah rangkaian kata dan perbuatan yang telah ditentukan,dimulai dengan membaca takbir dan diakhiri dengan salam,disebutkan demikian karena mencakup arti salat secara bahasa,yaitu "doa". salat hukumnya fardhu 'ain.ada lima waktu salat dalam sehari semalam,hal itu merupakan perkara agama yang harus diketahui.yaitu lohor,asar maghrib,isa,dan subuh.jumlah seluruhnya 17 rakaat.kafir hukumnya bagi orang yang mengingkarinya.selain bagi nabi kita muhammad s.a.w,kelima waktu salat tersebut tidak merupakan suatu ketentuan.(salat subuh adalah salat nabi adam a.s , salat lohor adalah salat nabi daud a.s , salah asar adalah salat nabi sulaiman a.s , salat maghrib adalah salat nabi ya'qub a.s dan isya adalah salat nabi yunus a.s)
(salat mulai di fardukan pada malam isra , sepul tahun tiga bulan sesudah kenabian , tepatnya pada malam 27 rajab.salat subuh belum diwajibkan pada malam itu karena belum diketahui tata caranya.
salat lima waktu diwajibkan setelah lahir dan batin nabi muhammad s.a.w dibersihkan dari sifat - sifat yang kotor oleh malaikat jibril a.s dengan menggunakan air zam - zam . adapun hikmah rakaat salat yang 17 itu ialah waktu bangun rata - rata 17 jam , dengan rincian siang 12 jam dan malam 5 jam , jadi setiap rakaat merupakan kifarat dari kelalain setiap jam)
salat yang difardukan ada 5 , wajib dikerjakan oleh muslim yang mukalaf , balig , berakal , laki - laki atau yang lainnya (perempuan dan waria) yang suci . tidak diwajibkan kepada kafir tulen (belum membaca syahadat) , anak kecil , orang gila , orang yang berpenyakit ayan , dan orang mabuk yang melampui batas. mereka tidak dituntut untuk mengerjakannya (karena tidak berakal atau rusak akalnya) tidak diwajibkan pula atas perempuan yang haid atau nifas , salatnya tidak sah (karena kotor atau najis) bagi mereka tidak wajib qadha , tetapi bagi orang yang murtad dan menyengaja mabuk , wajib mengqadha salatnya.

orang muslim mukalaf yang suci kalau meninggalkan salat fardu dengan sengaja dari waktu jamaknya (umpamanya meninggalkan salat lohor dan asar),meninggalkan salat karena malas dan mengi'tikadkan bahwa salat itu wajib , kemudian ia tidak bertobat sesudah disuruh bertobat (oleh hakim atau pemerintah),maka ia harus dihukum mati dengan cara dipancung lehernya.

(hukuman dilaksanakan sesudah matahari terbenam , kalau ia meninggalkan salat maghrib dan isya hukumannya dijatuhkan sesudah terbit fajar , tindakan pertama ialah ia harus diperiksa , dan diperintahkan kepadanya agar mengerjakan salat , kalau ia tidak mau mengerjakan salat sampai lewat waktu jamak yaitu 2 waktu salat , baru hukan itu dijatuhkan kepadanya , jadi tidak langsung dibunuh begitu saja , tanpa diproses oleh hakim islam terlebih dahulu.
sebagaimana sabda nabi muhammad saw :
"aku mendapat perintah memerangi manusia , sehingga mereka membaca 2 kalimat syahadat , mengerjakan salat , dan mengeluarkan zakat.kalau mereka mngerjakan perintah itu , maka darah dan harta mereka berhak dipelihara atau dilindungi dari hukumanku , kecuali karena hak islam dan hisaban mereka terserah kepada allah." (riwayat shakhikain)

(hukum memerintah seseorang solat itu sunat namun menurut pendapat lain hal itu wajib) bagi hakim.menurut kaul yang menyunatkan perintah tobat , orang yang memancungnya sebelum tobat , tidak dimintai pertanggung jawaban melainkan pemancung itu berdosa (karena main hakim sendiri , sedangkan yang berwenang menetapkan hukum dan menindaknya adalah pemerintah).
orang yang meninggalkan salat karena ingkar terhadap kewajiban tersebut harus di bunuh (karena hukumnya kafir)karena itu jenazahnya tidak perlu dimandikan dan disalatkan.
apabila seorang mukalaf meninggalkan salat tanpa uzur ia wajib segera mengqada salatnya.
syeh ahmad bin hajar rahimahullah berkata " hukumnya jelas sesungguhnya orang yang meninggalkan salat tanpa udzur , wajib menggunakan seluruh waktunya untuk mengqada salatnya kecuali selain waktu yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang sangat penting baginya (seperti tidur , bekerja , dan sebagainya )

haram bagi orang tersebut (yang meninggalkan salat tanpa uzur) mengerjakan solat sunat sebab qada lebih penting dari pada solat sunat . sedangkan bagi yang mengerjakan mengqada solat yang tertinggal karena udzur hukumnya adalah sunat.misalnya karena tidur yang tidak disengaja atau pun karena hujan yang menyebabkan terjadinya musibah dan yang semisalnya.

cara mengerjakan qada salat :

1.sunat menertibkan qada salat yang tertinggalnya misalnya , mengqada salat subuh sebelum salat lohor , dan seterusnya . sunat pula mendahulukan qada yang tertinggal karena udzur sebelum salat ada (tepat waktunya) yang tidak dikhawatirkan kehabisan waktu.

menurut kaul yang mu'tamad , walaupun dikhawatirkan tertinggal solat berjamaah , qada tetap harus didahulukan.(sebagaimana sunat rasulullah saw pada waktu perang khandaq , belia mendahulukan qada solat asar sebelum solat fardu magrib,padahal waktu itu matahari sudah terbenam)
2.bila salat tertinggal bukan karena udzur , maka wajib mendahulukan qada sebelum salat hadir (ada)
3.apabila khawatir kehabisan waktu bagi salat hadir --baik karena sebagian rakaatnya--sekalipun sesaat diluar waktu yang telah ditentukan , ia wajib memulainya dengan salat hadir.
4.wajib mendahulakn qada salat yang tertinggal bukan karena udzur daripada salat yang tertinggal karena udzur , walaupun tidak tertib , sebab tertib itu hukumnya sunat, sedangkan menyegerakan qada tanpa udzur itu adalah wajib.
5.disunatkan mengakhirkan salat sunat rawtib daripada mengqada salat yang tertinggal karena udzur.
6.wajib mengakhirkan sunat rawatib dari pada mengqada salat yang tertinggal tanpa udzur
peringatan :
barang siapa yang meninggal dunia dan ia meninggalkan salat fardhu (hukumnya adalah sebagai berikut)
1.salatnya tidak perlu diqadakan dan tidak perlu difidyahkan
2.menurut pendapatan yang lain , salatnya boleh saja di qadakan baik almarhum/almarhumah (mayat) itu berwasiat atai tidak , syaikh ubadi telah menceritakan pendapat ini dari imam syafi'i,berdasarkan hadis imam bukhari dan lainnya.syaikh subki pernah mengqadakan salat sebagian kerabatnya yang meninggal dunia.
menurut sebagian ulama boleh difidyahkan dengan satu mud bagi setiap salat fardu ,sebagaimana jawaban nabi muhammad saw kepada sahabatnya yang menanyakan cara berbuat baik kepada orang tua yang telah meninggal dunia,yaitu:
berbuat baik kepada orang tua setelah mereka tiada hendaklah kamu salat (qhada) untuk keduanya beserta salatmu dan berpuasa (qhada) untuknya beserta puasamu.(riwayat imam daruquthni)
orang tua (bapak dan ibu) , kakek serta orang yang diwasiati (mengurus anak) wajib memerintahkan anak lelaki dan perempuannya yang sudah tamyiz ---yaitu yang sudah bisa makan dan minum dan bersuci sendiri---untuk mengerjakan ibadah kepada allah (misalnya , salat , puasa , mengaji , dan sebagainya).demikian pula pemilik hamba sahaya , wajib memerintahkan salat kepada hamba sahayanya , termasuk qhada berikut persyaratannya , yaitu apabila mereka telah berumur 7 tahun atau sudah tamyiz sebelumnya (sebelum umur 7 tahun) apabila mereka tidak mengerjakannya , hendaklah perintah itu disertai dengan sedikit keras.
orang tua atau wali wajib memukul anak yang telah berumur 10 tahun dengan pukulan yang tidak melukai , bila anak tersebut meninggalkan salat , sekalipun qhada atau meninggalkan salah satu syarat dari syarat - syarat salat.hal ini berdasarkan dari hadis sahih berikut ,"perintahkanlah anak-anakmu bila mereka telah berumur 7 tahun , dan bila mereka telah berumur 10 tahun meninggalkan salat , maka pukullah ia.
demikianlah puasa apabila ia sudah kuat.anak-anak harus diperintahkan berpuasa bila sudah berumur 7 tahun , bila sudah berumur 10 masih tidak berpuasa , maka pukullah sebagaiamana perintah salat , hikmahnya ialah mendidik agar mereka membiasakan beribadah dan tidak meninggalkannya.imam adzra'i telah membahas masalah memerintah hamba sahaya yang masih kecil serta kafir namun pernah membaca dua kalimat syahadat , maka memerintahkan mereka untuk mengerjakan salat dan puasa hukumnya sunat . tetapi tuannya wajib untuk menganjurkan agar ia mengerjakan salat dan puasa, tanpa memukulnya.hal ini dimaksudkan supaya setelah balig anak itu dapat membiasakan diri beribadah , walaupun yang demikian itu bertentangan dengan qiyas .(menurut qiyas,hamba yang masih kecil dianggap kafir , kalau orang tuanya kafir)

orang tua,orang yang diwasiati mengurus anak , tuan pemilik hamba sahaya , dan pemuka kaum muslimin wajib melarang anak-anak melakukan pekerjaan haram;wajib menganjurkan yang wajib dan sebagainya dari semua syariat islam yang bersifat lahiriyah ,walaupun hukumnya sunat .misalnya bersiwak , serta wajib pula memerintahkan atau mengerjakan yang tersebut tadi .

kewajiban mendidik anak bagi orang - orang yang telah diwajibkan di atas ( baca postingan saya sebelumnya ) tidak boleh berhenti , kecuali anak - anak itu telah baligh daan cerdik , adapun biaya untuk mempelajari syariat islam , seperti membaca alquran dan ilmu adab (etika) , diambil dari hartanya jika ada , bila sianak itu tidak mampu , maka menjadi kewajiban bapaknya , jika bapaknya tidak mampu maka menjadi kewajiban ibunya.
(peringatan):
imam sam 'ani menjelaskan perihal mendidik istri yang masih kecil tapi masih memiliki kedua orang tua .tetaplah kewajiban mendidiknya adalah kewajiban orang tuanya.(jika kedua orang tuanya meninggal) menjadi kewajiban suaminya . wajib memukulnya (jika ia meninggalkan shalat) , hal ini berlaku pula bagi istri yang sudah dewasa , demikianlah penjelsan dari syeh jamalul islam al-bazaari.
guru kami mengatakan bahwa hal (boleh memukul)itu jelas,kalau tidak dikhawatirkan nusyuz, menurut imam zarkasyih.'sunat mukulnya secara mutlak , baik terhadap istri yang masih kecil atau pun yang sudah dewasa
yang pertama berkewajiban (mendidik anak) , termasuk dalam hal melaksanakan perintah salat , sebagaimana perkataan ulama , yaitu para bapak , kemudian adalah orang - orang yang telah di kemukakan di atas , yaitu wali , agar mengajarkan anak yang mumayiz , bahwa nabi kita muahmmad saw diutus dan dilahirkan di mekkah dan meninggal dikebumikan di madinah.
Syarat shalat berarti sesuatu yang menentukan sahnya shalat , meskipun sesuatu itu bukan merupakan pekerjaan shalat , seperti bersuci dari hadas , menutup aurat dan menghadap kiblat dan lain-lainnya.penjelasan mengenai syarat didahulukan dari pada rukun sebab syarat merupakan sesuatu yang wajib dipenuhi sebelum mengerjakan shalat . oleh karena itu , lebih tepat didahulukan dadri pada rukun-rukunya dan wajib dipenuhi selama shalat .menurut kaidah ushul fiqih :
Syarat ialah sesuatu yang wajib ada dan tetap

Post has attachment

Post has attachment
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded