Profile

Cover photo
Petualangan Singkong
1,476 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Petualangan Singkong

Shared publicly  - 
 
 
Aku (ternyata tidak perlu) iri
22 Agustus 2013 pukul 21:12
Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Mengapa teman temanku terlihat senang punya ayah
Ayah mereka tidak meninggalkan mereka waktu kecil, tidak seperti ayahku
Pulang sekolah kenapa aku tak pernah dijemput seperti mereka
Kenapa aku tak bisa jalan jalan berdua bercengkrama dan mengadu manja soal banyak hal
Kenapa tak ada proteksi seorang ayah yg pasti tak akan membiarkan anak laki laki nya terjebak
dengan cara banyak bertanya apa yg terjadi, apa ada orang yg melukaiku
Kenapa tak ada ayah yg membebaskan aku menghamburkan uang yg diberikannya
Kenapa tak ada penetral dan pembela
Kenapa tak ada sosok beliau yg mencegahku atau sekedar memberitahuku mana orang baik dan mana yg bukan
Kenapa dia meninggalkan ibu yg harus membagi secara adil kasih sayangnya pada 3 anaknya
yang aku pernah merasa bahkan ibupun tak adil
Aku pernah merasa apa apapun aku harus sendiri
Kenapa Tuhan membiarkanku susah seperti ini

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Mengapa teman temanku terlihat bahagia karena berkecukupan sedang aku hanya bisa melihat dan menahan

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Kenapa orang orang terlihat tidak perlu menutupi sesuatu... kenapa mereka terlihat terbuka dan gembira menceritakan segalanya

aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Orang orang terlihat tidak penuh cobaan, terlihat seperti tak perlu terlalu banyak bersabar dan menahan
Seperti terlihat pada para perempuan di sekitarku, terlihat di mataku selalu bersama pria baik
dan terlihat di mataku mereka mendapat kehidupan dan penghidupan yg baik pula
Lalu akhirnya menikah

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Orang orang terlihat ekspresif terhadap perasaannya
Mereka terlihat bisa marah dgn puasnya, bisa dgn berteriak caranya agar orang lain mengerti namun permasalahan terlihat cepat selesai
Tidak hanya bisa diam, menahan memelihara sesak di dada, yg sekalinya meledak hampir tak ada yg bisa mengerti, hampir tak ada yg menyukai

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Kenapa orang orang bisa terlihat begitu santai, minim kerja keras
Yang aku kalau bekerja keras dianggap terlalu ambisius

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
kenapa orang orang terlihat semudah itu melupakan sakit dan ketidakadilan orang lain pada mereka

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
kenapa orang orang terlihat seperti punya bakat dan kecerdasam secara otomatis sejak dini
yang sepertinya melancarkan kehidupan dan penghidupan mereka

Intinya aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Kenapa hidup orang terlihat selalu lebih baik

NAMUN TERNYATA
Aku MALU dan MENYESAL pada Tuhan karena aku iri
Walau seperti diam, Tuhan memerhatikan
Tuhan membiarkanku berproses
Dia tak pernah mengeluhkan, memotong atau tidak mendengarkan keluhanku yg seperti tiada habisnya ini

Dia menganugerahiku rasa mencintai proses
Dia mendidikku KUAT dgn rasa iri
Dia selalu mengarahkanku melakukan sesuatu

Dia menciptakan sebagian orang lain yang mengagumi kegigihanku
Dia menciptakan sebagian orang lain yang iri padaku
Dia menciptakan sebagian orang lain yang berkata padaku:
"kenapa kamu tak pernah terlihat susah lalu menangis??"
"kenapa kamu selalu terlihat santai dan tertawa??"
"kenapa kamu bisa mandiri??"
"kenapa pekerjaanmu sesuai bidangmu??"
"kenapa kamu begitu mirip bapakmu yg selalu lugas berbicara walau kamu mungkin cuma lewat tulisan??"
"kenapa kamu tidak lembek seperti ibumu yg kuat??"
"kenapa kamu begitu menyukai sekolah??"
"kenapa kamu begitu pintar untuk tidak emosional dan pintar untuk tidak konsumtif??"
"apa yg ada di kepala orang bodoh yg menyia nyiakan dan meninggalkanmu??"
"KENAPA AKU SANGAT SAYANG SAMA KAMU dan tak mau meninggalkanmu??"..dan banyak lainnya

hanya dengan pertanyaan pertanyaan sederhana seperti itu, aku berani memproklamirkan diri:
"Kenapa aku dulu pernah segitu tololnya menyia nyiakan hidup yg berharga cuma demi sifat iri pada yg hanya SEKEDAR TERLIHAT dari  orang orang??"sambil tersenyum

akupun sadar aku tidak setolol itu, karena inilah proses hidup untukku sendiri
semua akan kembali padaku
dan penyadaran Tuhan aku yakin tak akan ada habisnya :)
dan soal ketiadaan ayahku, itu hanya masalah raga..sosoknya akan selalu ada di hati ini :)
 ·  Translate
1
Add a comment...

Petualangan Singkong

Shared publicly  - 
 
long time no see.. 
1
Add a comment...

Petualangan Singkong

Shared publicly  - 
 
Aku (ternyata tidak perlu) iri
22 Agustus 2013 pukul 21:12
Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Mengapa teman temanku terlihat senang punya ayah
Ayah mereka tidak meninggalkan mereka waktu kecil, tidak seperti ayahku
Pulang sekolah kenapa aku tak pernah dijemput seperti mereka
Kenapa aku tak bisa jalan jalan berdua bercengkrama dan mengadu manja soal banyak hal
Kenapa tak ada proteksi seorang ayah yg pasti tak akan membiarkan anak laki laki nya terjebak
dengan cara banyak bertanya apa yg terjadi, apa ada orang yg melukaiku
Kenapa tak ada ayah yg membebaskan aku menghamburkan uang yg diberikannya
Kenapa tak ada penetral dan pembela
Kenapa tak ada sosok beliau yg mencegahku atau sekedar memberitahuku mana orang baik dan mana yg bukan
Kenapa dia meninggalkan ibu yg harus membagi secara adil kasih sayangnya pada 3 anaknya
yang aku pernah merasa bahkan ibupun tak adil
Aku pernah merasa apa apapun aku harus sendiri
Kenapa Tuhan membiarkanku susah seperti ini

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Mengapa teman temanku terlihat bahagia karena berkecukupan sedang aku hanya bisa melihat dan menahan

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Kenapa orang orang terlihat tidak perlu menutupi sesuatu... kenapa mereka terlihat terbuka dan gembira menceritakan segalanya

aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Orang orang terlihat tidak penuh cobaan, terlihat seperti tak perlu terlalu banyak bersabar dan menahan
Seperti terlihat pada para perempuan di sekitarku, terlihat di mataku selalu bersama pria baik
dan terlihat di mataku mereka mendapat kehidupan dan penghidupan yg baik pula
Lalu akhirnya menikah

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Orang orang terlihat ekspresif terhadap perasaannya
Mereka terlihat bisa marah dgn puasnya, bisa dgn berteriak caranya agar orang lain mengerti namun permasalahan terlihat cepat selesai
Tidak hanya bisa diam, menahan memelihara sesak di dada, yg sekalinya meledak hampir tak ada yg bisa mengerti, hampir tak ada yg menyukai

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Kenapa orang orang bisa terlihat begitu santai, minim kerja keras
Yang aku kalau bekerja keras dianggap terlalu ambisius

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
kenapa orang orang terlihat semudah itu melupakan sakit dan ketidakadilan orang lain pada mereka

Aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
kenapa orang orang terlihat seperti punya bakat dan kecerdasam secara otomatis sejak dini
yang sepertinya melancarkan kehidupan dan penghidupan mereka

Intinya aku pernah marah pada Tuhan karena aku iri
Kenapa hidup orang terlihat selalu lebih baik

NAMUN TERNYATA
Aku MALU dan MENYESAL pada Tuhan karena aku iri
Walau seperti diam, Tuhan memerhatikan
Tuhan membiarkanku berproses
Dia tak pernah mengeluhkan, memotong atau tidak mendengarkan keluhanku yg seperti tiada habisnya ini

Dia menganugerahiku rasa mencintai proses
Dia mendidikku KUAT dgn rasa iri
Dia selalu mengarahkanku melakukan sesuatu

Dia menciptakan sebagian orang lain yang mengagumi kegigihanku
Dia menciptakan sebagian orang lain yang iri padaku
Dia menciptakan sebagian orang lain yang berkata padaku:
"kenapa kamu tak pernah terlihat susah lalu menangis??"
"kenapa kamu selalu terlihat santai dan tertawa??"
"kenapa kamu bisa mandiri??"
"kenapa pekerjaanmu sesuai bidangmu??"
"kenapa kamu begitu mirip bapakmu yg selalu lugas berbicara walau kamu mungkin cuma lewat tulisan??"
"kenapa kamu tidak lembek seperti ibumu yg kuat??"
"kenapa kamu begitu menyukai sekolah??"
"kenapa kamu begitu pintar untuk tidak emosional dan pintar untuk tidak konsumtif??"
"apa yg ada di kepala orang bodoh yg menyia nyiakan dan meninggalkanmu??"
"KENAPA AKU SANGAT SAYANG SAMA KAMU dan tak mau meninggalkanmu??"..dan banyak lainnya

hanya dengan pertanyaan pertanyaan sederhana seperti itu, aku berani memproklamirkan diri:
"Kenapa aku dulu pernah segitu tololnya menyia nyiakan hidup yg berharga cuma demi sifat iri pada yg hanya SEKEDAR TERLIHAT dari  orang orang??"sambil tersenyum

akupun sadar aku tidak setolol itu, karena inilah proses hidup untukku sendiri
semua akan kembali padaku
dan penyadaran Tuhan aku yakin tak akan ada habisnya :)
dan soal ketiadaan ayahku, itu hanya masalah raga..sosoknya akan selalu ada di hati ini :)
 ·  Translate
1
1
Petualangan Singkong's profile photo
Add a comment...
Story
Introduction
Kritik yang mengejek adalah saran yang membangun
Bragging rights
Masih berjuang :)
Basic Information
Gender
Male