Profile cover photo
Profile photo
Rindhu
14 followers
14 followers
About
Posts

Post has attachment

Post has attachment
Bio TH Therapy
Bio TH Therapy
mybioth.blogspot.com

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
LACTOBACILLUS SP
LACTOBACILLUS SP
mybioth.blogspot.com

Post has attachment
Kupu-Kupu di Dalam Hujan
Saat sebuah kasih sayang tak dapat dipisahkan, jarak dan waktu selalu memaksakannya. Ketika sebuah kasih sayang mulai pudar, jarak dan waktu juga yang selalu membuatnya kembali hidup dan datang.

Ada sebuah kisah antara kasih sayang Ibu dan seorang anak. Sebuah kisah penyesalan yang sangat mendalam di antara mereka. Sebuah air mata yang selalu terjatuh setiap saat mereka saling merindukan. Lantas apa yang mereka tangisi? Saat mereka merasa saling kehilangan, dan saat itu juga mereka merasakan betapa membutukannya mereka satu sama lain.

Aliza. Mereka biasa menyebutnya dengan panggilan tersebut. Dia adalah seorang anak berumur sepuluh tahun yang sangat menyayangi Ibunya. Tentu saja. Siapa lagi yang harus disayanginya kecuali sang Ibu? Dia seorang anak yatim. Dan dia adalah anak semata wayang Ibunya. Dia tak punya Kakak maupun Adik. Dia adalah satu-satunya yang Ibunya punya dan dia punya satu-satunya Ibu dan satu-satunya teman. Temannya yang tak lain bernama Nabila.

Kisah gelap itu berawal ketika sang Ibu sakit. Sang Ibu tak dapat bekerja seperti biasanya. Terpaksa sekali dia harus diam dan tinggal di rumah. Berhubung pekerjaannya adalah mencari kayu bakar di hutan, dia terlalu lemah untuk berangkat kerja. Namun dia masih bisa melakukan pekerjaan rumah yang kecil.

Pagi itu sang Ibu memasak jamur. Sementara Aliza masih tertidur pulas di kasur kecilnya yang sudah tak sama sekali empuk. Tiba-tiba hidung Aliza mencium sebuah bau yang harum. Tak lain dan tak bukan adalah aroma harum dari sup jamur yang Ibunya buat. Diapun segera bangun dan menghampiri sang Ibu. Dia menarik baju Ibunya berisyaratkan bahwa dia lapar dan ingin makan sup jamur. Ibunya pun tersenyum lemah dari wajahnya yang sedikit pucat.

“Kamu boleh makan Aliza. Tapi kamu sholat dulu ya, sayang. Udah sholat kita makan bareng,” Ucap Ibunya.

Alizapun mengangguk cepat. Dia segera berlari keluar dan menuju pancuran tempat biasa orang-orang mandi, mencuci dan hal-hal yang berhubungan dengan air yang ada di depan rumahnya. Karena masyarakat yang ada di sana kebanyakan miskin, jadi mereka tak mempunyai toilet sendiri. Rumah-rumah merekapun hanya terbuat dari bilik bambu.

Alizapun mulai mencopot plastik yang digunakan untuk menahan air yang keluar. Dia mulai membasuh anggota badannya satu per satu. Terasa sedikit dingin. Karena hari masih pukul lima pagi, tak heran jika Aliza merasa kedinginan.

Setelah selesai, dia segera berlari kembali menuju gubuk kumuh kecilnya. Dia langsung menyambar mukena dan segera melaksanakan sholat. Dia sudah tak sabar untuk bisa memakan sup jamurnya.
Kupu-kupu dalam hujan
Kupu-kupu dalam hujan
titiantasbih.blogspot.co.id

Post has attachment
UCAPAN SUMPAH DALAM ISLAM
UCAPAN SUMPAH DALAM ISLAM
telagarindhu.blogspot.co.id

Post has attachment
Vitsin Probiotik
Vitsin Probiotik
mybioth.blogspot.com
Wait while more posts are being loaded