Profile cover photo
Profile photo
Elfizon Anwar
14 followers
14 followers
About
Posts

Post has attachment
SUBHANALLAH, HANYA SATU-SATUNYA PLANET YANG MENAMPUNG ADANYA 'KEHIDUPAN' KHUSUSNYA BUAT MAKHLUK-NYA, MANUSIA!

".... Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan BAGI KAMU ADA TEMPAT KEDIAMAN DI (PLANET) BUMI, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". [SQS. Al-Baqarah, 2:36]

Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. [SQS. Ad-Dukhan, 44:7 lht. 78:37]

"....... Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. [SQS. Al-Baqarah, 2:255 lht 39:62]

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. [SQS. Fussilat, 41:12]

Atmosfer Bumi

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi. Unsur-unsur gas yang menyusun atmosfer terutama unsur Nitrogen dan Oksigen.

Manfaat atmosfer, yaitu sebagai berikut:

1. Menjaga temperatur bumi agar tetap hangat. Atmosfer menjaga agar suhu antara siang dan malam hari tidak terlalu jauh berbeda.
2. Melindungi bumi dari jatuhnya benda-benda langit, seperti meteor, komet, dan benda-benda langit lainnya.
3. Menahan radiasi matahari yang sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup yang ada di bumi.
4. Memantulkan gelombang radio yang penting dan berguna untuk perhubungan dan komunikasi di bumi. *)

Atmosfer Bulan

Atmosfer Bulan adalah atmosfer yang berada di bulan yang berbentuk sangat tipis dan berupa kumpulan molekul-molekul yang sangat renggang, tidak mencukupi untuk bernapasnya makhluk hidup.

Sumber-sumber atmosfer diyakini berasal dari pelepasan gas-gas dari dalam bulan akibat gempa bulan (fenomena yang disebut pengeluaran gas) dan terurainya molekul-molekul dari permukaan bulan akibat tabrakan molekul-molekul luar angkasa dari matahari atau akibat tabrakan meteorit. **)

Dengan adanya perbedaan atmosfer kedua benda langit di atas maupun pada atmosfer pada benda-benda langit yang lainnya maka jelas bahwa tak pelak lagi Allah SWT memang memprioritaskan satu-satunya planet BUMI di langit yang berlapis tujuh itu untuk kehidupan hamba-Nya manusia dan makhluk-Nya yang lain. Untuk hal yang istimewa ini maka Allah SWT dalam menciptakan dan merenovasi planet BUMI sampai memerlukan 4 (empat) masa (QS. 41:10).

Simak info tentang satelit BUMI yakni bulan sbb.:

Pada pekan lalu, fenomena gerhana 'Super Blood Wolf Moon' hanya dapat disaksikan di bagian utara dan selatan Amerika. Ternyata, gerhana Bulan tersebut punya kisah lain.

Ternyata saat puncak gerhana berlangsung, ada sebuah asteroid yang menabrak Bulan. Para peneliti pun mencoba meneliti dampak yang ditimbulkan akibat tabrakan tersebut.

Bulan sebetulnya memang sering dihantam bebatuan luar angkasa, tidak seperti bumi yang memiliki lapisan atmosfer yang relatif tebal.

Dengan demikian, sebagian besar batu yang jatuh ke Bumi akan terbakar habis terlebih dahulu sebelum berhasil mencapai permukaan.

https://www.liputan6.com/tekno/read/3884393/asteroid-tabrak-bulan-dengan-kekuatan-setara-1-ton-dinamit

*) http://pengertianahli.id/2013/09/pengertian-dan-manfaat-atmosfer-2.html

**) https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bulan
Add a comment...

Post has attachment
ISLAM DAN AL QURAN MUKJIZAT ABADI KEPADA NABI MUHAMMAD SAW:

ISTILAH 'ISLAM' BARU DIKENAL DAN DIPROKLAMASIKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW DAN TERMUATNYA HANYA DALAM AL QURAN SEMENTARA DI ERA PARA NABI/RASUL SEBELUMNYA TIDAK MENGENALNYA

MUSLIM adalah nama dan identitas yang dianugerahkan Allah SWT kepada orang-orang yang percaya pada agama yang disampaikan oleh para nabi dan rasul-Nya sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW

Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.

Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang MUSLIM itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? (SQS. Al Qalam, 68:34-35)

Muslim identitas pengikut para nabi dan rasul Allah

Menurut AL QURAN adalah siapa saja yang mempercayai, meyakini dan menjadi pengikut para nabi dan rasul dengan ajarannya baik sebelum Nabi Muhammad SAW maupun terutama sejak era Nabi Muhammad SAW sampai hari kiamat nanti dan mereka tetap meyakini dan menunaikan secara istiqamah semua perintah ajarannya:

Terbukti identitas Muslim sudah disematkan dan diabadikan dari sejak dulu sebagai contoh di era umat Nabi Nuh As. (QS. 10:72), Nabi Luth As. (QS. 51:36), Nabi Ibrahim As. (QS. 2:131 dan 132), Nabi Ismail As, Nabi Ishak As. dan Nabi Ya'cub (QS. 2:133), Nabi Musa As. (QS. 7:126) serta Nabi Isa As. (QS. 3:52).

Nama dan identitas ad dinul (agama) ISLAM belum dan tidak diberitahukan kepada para nabi dan rasul sebelum era Nabi Muhammad SAW karena itu tidak termuat di dalam kitab suci samawi dari sejak shuhuf Ibrahim, kitab Zabur, kitab Taurat maupun kitab Injil

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (SQS. Asy Syura, 42:13)

Kedudukan Nabi Muhammad SAW dianatara para nabi dan rasul sebelumnya

Katakanlah (Hai Muhammad): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan (Al Quran) kepada kami, dan apa yang diturunkan (wahyu syariat-syariat) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan (Taurat dan Injil) kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami (semua adalah) orang-orang MUSLIM". [SQS. Al-Baqarah, 2:136]

Hanya Al Quran yang memuat Proklamasi ISLAM Sebagai Nama dan Identitas Ad Dien (Agama)

“… Pada hari ini orang-orang kafir (non-Muslim) telah putus asa untuk (mampu mengalahkan atau menghancurkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut (lahir batin) kepada mereka dan (hendaklah hanya) takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan (sesempurnanya hukum-hukum Allah) untuk kamu (Hai Muhammad dan umat) agamamu (diinikum), dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai (waradhiitu hanya) ISLAM itu jadi (diinikum) agama bagimu…”. [TQS. Al Maidah, 5:3]

Sejalan dengan penegasan Nabi Muhammad SAW

Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى دَارًا بِنَاءً فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ مِنْ زَوَايَاهُ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ: هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ؟ قَالَ: فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ الْأَنْبِيَاءِ

“Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membuat sebuah rumah. Diperindah dan diperbagusnya (serta disempurnakan pembangunannya) kecuali satu tempat untuk sebuah batu bata di salah satu sudutnya. Orang-orang pun mengelilingi rumah dan mengaguminya lantas bertanya, “Mengapa batu bata ini belum dipasang?” Nabi pun berkata, “Sayalah batu bata (terakhir) itu, dan sayalah penutup para nabi.” (HR. al- Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Hibban)

Dari uraian di atas rasanya maka kurang tepat jika sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW sudah diberitakan nama dan identitas istilah 'ISLAM' seperti uraian di bawah ini:

Nuh merupakan rasul pertama dari lima rasul yang ada. Empat rasul lainnya ialah Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad. Tidak keliru jika dikatakan bahwa Islam itu agama para nabi. Nabi Nuh pernah berkata Islam ibarat sebuah bangunan, setiap nabi membuat bangunannya hingga bangunan Islam dinyatakan sempurna.

Wasiat yang diturunkan dari rasul ke rasul ialah tegakkan agama. Prinsip ajaran agama yang dibawa Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad ialah keesaan Tuhan, percaya adanya kitab suci, serta percaya ada takdir baik dan buruk. Para nabi semua sepakat dan semua mengajarkan itu.

Namun, orang-orang musyrik merasa angkuh dan tidak menerima ajaran tersebut. Mereka merasa angkuh untuk berkata Tuhan itu Maha Esa. Mereka merasa angkuh untuk menerima kenyataan bahwa ada nabi utusan Allah.

Prinsip-prinsip ajaran yang disampaikan Nabi Nuh sama dengan yang disampaikan Nabi Muhammad. Sama juga dengan yang disampaikan Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.

http://mediaindonesia.com/read/detail/165912-islam-agama-para-nabi
Islam Agama para Nabi
Islam Agama para Nabi
mediaindonesia.com
Add a comment...

Post has attachment
ERA NOW, MANUSIA MENCOBA MELARIKAN DIRI DARI PLANET 'BUMI' KE PLANET KEMBARAN BUMI ATAU MARS?

MUNGKINKAH ADA ADAM DAN ISTERI ERA NOW YANG HIJRAH DARI PLANET BUMI?

Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. DAN KAMU MEMPUNYAI (1) TEMPAT KEHIDUPAN dan (2) KESENANGAN (tempat mencari kehidupan) di MUKA (ATAS PLANET) BUMI sampai waktu yang telah ditentukan". [SQS. Al-A'raf, 7:24]

Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (MENJELAJAH) penjuru langit (sampai di LANGIT KETUJUH) dan (MENEMBUS LAPIS DARI PERMUKAAN ATAS PLANET BUMI SAMPAI KE LAPIS PERMUKAAN BAGIAN BAWAHNYA BUMI) , maka LINTASI (dan TEMBUSI)LAh, KAMU TIDAK DAPAT MENJELAJAH (MENEMBUS)NYA KECUALI DENGAN KEKUATAN (ILMU DAN TEKNOLOGI). (SQS. Ar Rahman, 55:33)

Kalau Adam As dan isteri harus tergusur dari tempat yang nyaman lahir batin (surga) diturunkan ke tempat lainnya maka Tuhan, Allah SWT tetap menjamin dan menjanjikan suatu tempat yang juga nyaman untuk kehidupan serta pengembangbiakan umat manusia itulah planet BUMI (QS. 2:36 dan 38).

Akibat kemajuan peradaban umat manusia yang semakin canggih di masa sekarang dan akan datang maka manusia pun mengimpikan akan bisa menemukan planet kembaran BUMI yang kelak bisa dijadikan kloni barunya. Salah satu yang sudah diprediksi mungkin bisa jadi tempat hunian baru tersebut adalah planet MARS atau planet merah.

Al Quran dengan ketulusannya membuka diri bagi manusia untuk silahkan menjelajah kerajaan semesta langit sampai ke langit tujuh bahkan silahkan manusi menembus kedalaman akan planet bumi atau planet lainnya (QS. 55:33 di atas).

Yang pasti sampai dengan saat kini, belum ada satu planet pun yang bisa dipastikan punya kemiripan atau serupa bumi dari katakanlah jumlahnya sampai desiliunan planet. Prakira para ilmuwan dunia saat ini mungkin planet MARS inilah yang bisa dijadikan uji coba kehidupan baru umat manusia di era now masa akan datangnya.

Simak sebelum benar-benar manusia akan hijrah ke planet MARS untuk mencoba hidup di sana sbb.:

Dilansir dari USA Today, Kepala Ilmuan NASA, Jim Green telah mengonfirmasi kemungkinan manusia untuk hidup di planet merah ini. Berikut beberapa fakta di antaranya!

1. Mars adalah planet terbaik untuk dihuni manusia, setelah bumi

2. Mars juga punya pemandangan yang indah lho!

3. Meski begitu, perlu pendaratan yang presisi untuk bisa mendaratkan manusia di Mars

4. Untuk hidup di Mars, manusia perlu menggunakan pakaian antariksa sepanjang waktu.

5. Manusia perlu terbiasa dengan badai debu setiap 26 bulan!

6. Manusia yang akan tinggal di Mars harus siap membangun peradaban dengan membangun infrastruktur dan bertani. *)

Mimpi kedua pasangan di bawah ini bak Adam dan isterinya di era NOW?

Yari dan R Daniel asal Boston bertemu di sebuah grup Facebook bagi komunitas yang bercita-cita menjadi penduduk Mars. Mereka kemudian menikah pada hari posisi Mars begitu dekat dengan Bumi.

Keduanya masuk dalam 100 semifinalis dunia yang terpilih untuk mendiami Mars pada 2032. Skema tersebut digagas oleh sebuah organisasi Belanda. Yari dan R Daniel masuk dalam 100 orang yang beruntung dari 4.200 pendaftar.

Baik R Daniel maupun istrinya tak berkeberatan dengan fakta mereka tak bisa memiliki anak di Mars. "Tak satu pun dari kami ingin punya anak," ujar R Daniel yang sudah memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya.

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum koloni manusia pertama itu mendarat di Mars. Suplai keperluan akan lebih dulu dikirimkan. Pada 2031, pesawat luar angkasa Mars One akan membawa empat orang ke planet tersebut untuk perjalanan 18 bulan pertama. Mereka akan tinggal di tabung kecil dan menyesuaikan diri dengan gravitasi serta elemen lain di planet tersebut.

Demi tinggal di Mars, pasangan ini akan menjalani program pelatihan intens selama 10 tahun. Selama itu mereka akan belajar menanam bahan makanan, memperbaiki teknologi, serta penanganan medis. 100 orang tersebut akan tinggal selamanya di Mars.

https://www.liputan6.com/health/read/3861233/2032-pasangan-yari-dan-istri-akan-menghuni-planet-mars

*) https://www.idntimes.com/science/discovery/viktor-yudha/7-fakta-manusia-bisa-hidup-di-planet-mars/full

Add a comment...

Post has attachment
ERA NOW, MANUSIA MENCOBA MELARIKAN DIRI DARI PLANET 'BUMI' KE PLANET KEMBARAN BUMI ATAU MARS?

MUNGKINKAH ADA ADAM DAN ISTERI ERA NOW YANG HIJRAH DARI PLANET BUMI?

Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. DAN KAMU MEMPUNYAI (1) TEMPAT KEHIDUPAN dan (2) KESENANGAN (tempat mencari kehidupan) di MUKA (ATAS PLANET) BUMI sampai waktu yang telah ditentukan". [SQS. Al-A'raf, 7:24]

Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (MENJELAJAH) penjuru langit (sampai di LANGIT KETUJUH) dan (MENEMBUS LAPIS DARI PERMUKAAN ATAS PLANET BUMI SAMPAI KE LAPIS PERMUKAAN BAGIAN BAWAHNYA BUMI) , maka LINTASI (dan TEMBUSI)LAh, KAMU TIDAK DAPAT MENJELAJAH (MENEMBUS)NYA KECUALI DENGAN KEKUATAN (ILMU DAN TEKNOLOGI). (SQS. Ar Rahman, 55:33)

Kalau Adam As dan isteri harus tergusur dari tempat yang nyaman lahir batin (surga) diturunkan ke tempat lainnya maka Tuhan, Allah SWT tetap menjamin dan menjanjikan suatu tempat yang juga nyaman untuk kehidupan serta pengembangbiakan umat manusia itulah planet BUMI (QS. 2:36 dan 38).

Akibat kemajuan peradaban umat manusia yang semakin canggih di masa sekarang dan akan datang maka manusia pun mengimpikan akan bisa menemukan planet kembaran BUMI yang kelak bisa dijadikan kloni barunya. Salah satu yang sudah diprediksi mungkin bisa jadi tempat hunian baru tersebut adalah planet MARS atau planet merah.

Al Quran dengan ketulusannya membuka diri bagi manusia untuk silahkan menjelajah kerajaan semesta langit sampai ke langit tujuh bahkan silahkan manusi menembus kedalaman akan planet bumi atau planet lainnya (QS. 55:33 di atas).

Yang pasti sampai dengan saat kini, belum ada satu planet pun yang bisa dipastikan punya kemiripan atau serupa bumi dari katakanlah jumlahnya sampai desiliunan planet. Prakira para ilmuwan dunia saat ini mungkin planet MARS inilah yang bisa dijadikan uji coba kehidupan baru umat manusia di era now masa akan datangnya.

Simak sebelum benar-benar manusia akan hijrah ke planet MARS untuk mencoba hidup di sana sbb.:

Dilansir dari USA Today, Kepala Ilmuan NASA, Jim Green telah mengonfirmasi kemungkinan manusia untuk hidup di planet merah ini. Berikut beberapa fakta di antaranya!

1. Mars adalah planet terbaik untuk dihuni manusia, setelah bumi

2. Mars juga punya pemandangan yang indah lho!

3. Meski begitu, perlu pendaratan yang presisi untuk bisa mendaratkan manusia di Mars

4. Untuk hidup di Mars, manusia perlu menggunakan pakaian antariksa sepanjang waktu.

5. Manusia perlu terbiasa dengan badai debu setiap 26 bulan!

6. Manusia yang akan tinggal di Mars harus siap membangun peradaban dengan membangun infrastruktur dan bertani. *)

Mimpi kedua pasangan di bawah ini bak Adam dan isterinya di era NOW?

Yari dan R Daniel asal Boston bertemu di sebuah grup Facebook bagi komunitas yang bercita-cita menjadi penduduk Mars. Mereka kemudian menikah pada hari posisi Mars begitu dekat dengan Bumi.

Keduanya masuk dalam 100 semifinalis dunia yang terpilih untuk mendiami Mars pada 2032. Skema tersebut digagas oleh sebuah organisasi Belanda. Yari dan R Daniel masuk dalam 100 orang yang beruntung dari 4.200 pendaftar.

Baik R Daniel maupun istrinya tak berkeberatan dengan fakta mereka tak bisa memiliki anak di Mars. "Tak satu pun dari kami ingin punya anak," ujar R Daniel yang sudah memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya.

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum koloni manusia pertama itu mendarat di Mars. Suplai keperluan akan lebih dulu dikirimkan. Pada 2031, pesawat luar angkasa Mars One akan membawa empat orang ke planet tersebut untuk perjalanan 18 bulan pertama. Mereka akan tinggal di tabung kecil dan menyesuaikan diri dengan gravitasi serta elemen lain di planet tersebut.

Demi tinggal di Mars, pasangan ini akan menjalani program pelatihan intens selama 10 tahun. Selama itu mereka akan belajar menanam bahan makanan, memperbaiki teknologi, serta penanganan medis. 100 orang tersebut akan tinggal selamanya di Mars.

https://www.liputan6.com/health/read/3861233/2032-pasangan-yari-dan-istri-akan-menghuni-planet-mars

*) https://www.idntimes.com/science/discovery/viktor-yudha/7-fakta-manusia-bisa-hidup-di-planet-mars/full

Add a comment...

Post has attachment
IJTIHAD SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW, ABU BAKAR DKK YANG FENOMENAL TETAPI TERABAIKAN (TERLUPAKAN)

TERBENTUKNYA SISTEM KEKUASAAN KEKHALIFAHAN ATAU SISTEM KEKUASAAN PRESIDENSIAL ATAU SISTEM KEKUASAAN MANDATARIS!

KEMUDIAN DIIKUTI DENGAN MANDEGNYA PEMBENTUKAN PERADABAN UMAT MUSLIM KARENA BISA JADI PARA TOKOH, ULAMA, CENDIKIAWAN DAN PENGUAS-PENGUASA MUSLIM TAK MAMPU MEMENUHI SINYAL ANJURAN NABI MUHAMMAD SAW!

Dalam sebuah hadits yang shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا”

“Sesungguhnya Allah akan mengutus (menghadirkan) bagi umat ini (umat Islam) orang yang akan memperbaharui (urusan) agama mereka pada setiap akhir seratus tahun” *)

IJTIHAD Sistem Politik dan Kekuasaan yang terlupakan

Tidak ada wasiat Nabi Muhammad SAW tentang suksesi pengganti kepemimpinanya

Dari Aisyah ra. ia mengatakan: di waktu Rasulullah saw. sedang sakit keras, sakit yang membuat beliau meninggal, beliau saw. mengatakan: panggilkanlah saya Abdurrahman bin Abi Bakar agar saya menulis sebuah surat untuk Abi Bakar, sehingga setelah saya meninggal satupun tidak akan ada yang menyelisihinya, kemudian beliau saw. bersabda: "Mohon perlindungan Allah, jika orang-orang mukmin berselisih mengenai Abi Bakar".

Hadits ini mengisyaratkan tentang ke khalifahan Abi Bakar ra. dengan sangat jelas, dan hal ini juga termasuk tanda dari tanda-tanda kenabian Muhammad saw., karena (setelah Rasulullah saw. wafat) orang-orang muslim tidak berselisih mengenai pengangkatan Abi Bakar radhiyallah 'anhu sebagai khalifah, bahkan kesepakan para sahabat terhadapnya adalah dengan ijma', hal yang seperti ini belum pernah terjadi di atas muka bumi ini, tidak sebelum Abu Bakar ra. ataupun sesudahnya, satupun tidak terbukti mengenai pengingkaran atau penolakan Abi Bakar sebagai Khalifah, selain (kebohongan-kebohongan ) yang di buat dan di sebarkan oleh para kaum orientalis, dan orang-orang selain mereka, Insya Allah kita akan membantah mereka di pembahasan yang akan datang.

Di keluarkan oleh Imam Muslim rahimahullah dari Aisyah ra. ia di tanya: "siapa yang akan di jadikan oleh Rasulullah saw. sebagai pengganti seandainya beliau mengangkat seorang pengganti (khalifah)? (dalam hal ini beliau saw. belum mengangkat seseorang dengan jelas, tidak Abi Bakar ataupun yang lainnya".

https://rasoulallah.net/id/articles/article/1758

Sistem Kekuasaan Kekhalifahan atau Sistem Kekuasaan Presidensial

Terciptanya ijtihad tentang sistem suksesi kepemimpinan umat Muslim di awal terbentuknya suatu peradaban umat Muslim a.l. tentang suatu sistem politik dan kekuasaan pemerintahan yang Islami. Memang di dalam Al Quran tidak ada pengaturan bagaimana mengelola suatu organisasi negara dan pemerintahan tetapi yang ada ialah memberikan amanat kepada umat Muslim akan pentingnya mempunyai seorang pemimpin umat itu sendiri.

Wajarlah setelah Nabi Muhammad SAW wafat suka tidak suka harus ada sukses kepemimpinan umat Muslim yang baru saja terbentuk dan mulai berkembang maka para sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakkar dkk. sudah meletakkan teladan suksesi kepemimpinan yang melibatkan adanya peran umat sekurang-kurangnya adanya dalam perwakilan umat untuk menentukan siapa gerangan calon pemimpin yang akan dipilih atau dicoblos perwakilannya.

Simak uraian satu ini:

Sejak Rasulullah tidak ada, maka tidak ada lagi petunjuk langsung dan tempat bertanya secara langsung. Kepemimpinan masa islam saat itu dipegang oleh para pemimpin-pemimpin islam yaitu khalifah, yang digantikan oleh sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW.

Di masa tersebut, maka Sahabat-Sahabat menggunakan proses ijtihad untuk memutuskan suatu perkara yang mungkin tidak ada dalam sejarah, dalam Al-Quran, dan sunnah rasul sebelumnya. Hal ini digunakan agar dapat mengambil suatu hukum dan hikmah yang benar-benar maslahat dan tidak merugikan ummat. Hasil ijtihad mereka tidak ada yang bertentangan dengan rukun islam , rukun iman , Fungsi Iman Kepada Kitab Allah, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia.

https://dalamislam.com/hukum-islam/ijtihad-dalam-hukum-islam

Kudeta atas Sistem Kekuasaan Kekhalifahan oleh Muawiyah sehingga berubah menjadi suatu Sistem Kekuasaan Dinasti Keturunan (Keluarga) atau Sistem Kekuasaan Kerajaan atau Monarki. Dan sistem ini pula yang banyak diteladani oleh para penguasa Muslim di negeri-negeri yang rakyatnya mayoritas Muslim khusunya di kawasan Timur Tengah alias negeri-negeri Arab itu sendiri.

Simak uraian yang satu ini:

Mu’awiyah adalah penguasa Islam yang pertama yang menggantikan sistem demokratis republik Islam menjadi sistem Monarkis (kerajaan). Mu’awiyah pernah menegaskan bahwa dirinya adalah seorang raja Islam yang pertama. Ia membentuk sistem kekuasaan berdasarkan garis keturunan dengan menunjuk anaknya, Yazid, sebagai putra mahkota. Sikapnya menunjuk putra mahkota ini akhirnya menjadi model dan diikuti oleh seluruh penguasa Umayyah sesudahnya. Karenanya Mu’awiyah dipandang sebagai pendiri sistem kerajaan yang turun temurun dalam sejarah umat Islam. Tradisi demokrasi kesukuan nenek moyang bangsaArab seketika itu hilang untuk selama-lamanya dan digantikan dengan pola kekuasaan individu dan otokrasi. Dalam hal ini Mu’awiyah mengikuti tradisi kekuasaan absolutisme yang berkembang di Persia dan Bizantium. **)

Sistem Negara Khilafah itu tidak pernah ada pasca Khalifah ke-4, Ali bin Abi Thalib

Dari uraian di atas sebenarnya apa yang digagas oleh sebagian para tokoh umat yang menganggap masih ada sistem khilafah nyatanya tidak tepat karena yang berlaku itu adalah sistem kerajaan 'murni' hanya dibungkusnya dengan lebel atau merek raja diganti dengan lebel khalifah.

Dengan demikian yang merusak citra Islam dan umat Muslim itu sendiri sudah terjadi pada awal terbentuknya peradaban umat Muslim oleh para tokoh umat a.l. seperti Muawiyah dkk. atau di era masa moderen kekinian khususnya kasus terbentuknya Kerajaan Arab Saudi seperti tokoh Syarif Al Husein yang katanya 'masih' dinasti keturunan nabi walau pun sebenarnya Islam dan Al Quran tidak mengenal sama sekali dinasti keturunan karena tidak menganut sistem kasta dalam kehidupan umat Muslim.

Silahkan simak dan dengar uraian di dalam video satu ini:

https://www.youtube.com/watch?v=bmAIVbayPkc&t=11s

Mandegnya ijtihad pasca adnya ke-4 Mazhab

Uraian di atas hanya terkait dengan upaya ijtihad dibidang Muamalat khusus pula terkait dengan sistem politik dan kekuasaan. Ijtihad ini khusus diuraikan di atas dengan panjang lebarnya karena memang hasil ijtihad dibidang politik dan kekuasaan tidak terekam sebagi ijtihad umumnya. Seolah-olah ijtihad sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar dkk. tidak perlu jadi panutan bagi umat Muslim. Bisa jadi soal yang satu ini dianggap sangat tabu dan sensitif oleh para penguasa sejak era rezim Muawiyah sampai katakanlah rontoknya era Kerajaan Ottoman di Turki.

Sebaliknya wajarlah jika ijtihad dibidang selain masalah politik dan kekuasaan bisa terus berkembang dengan pesat sampai lahirnya ke-4 mazhab yang terkenal di dalam kehidupan umat Muslim. Namun, sayang setelah lahir dan ada ke-4 mazhab itu tidak ada lagi mazhab ke-5 dst. nampak para tokoh umat, cendikiawan serta ulama kita tidak ada lagi yang mampu melahirkan ijtihad baru lagi walau pun dalam kehidupan nyata peradaban umat manusia terus semakin maju segala bidang kehidupan terutama dibidang sains dan teknologi yang semakin canggih.

Oleh karena itu, sinyal hadits Nabi Muhammad SAW di atas taklah mampu diemban oleh umat Muslim kita sendiri jadi wajar jika umat Muslim tidak pernah ada ciri-ciri khas atau standar daripada bentuk peradaban umat Muslim itu sendiri.

*) https://muslim.or.id/3942-mengenal-para-ulama-pembaharu-dalam-islam.html

**) https://sababjalal.wordpress.com/2012/10/20/asal-usul-dinasti-muawiyah-2/
Add a comment...

Post has attachment
NABI MUHAMMAD SAW MENDIRIKAN NEGARA APA?

TIDAK ADA DALIL AL QURAN MAUPUN HADITS NABI MUHAMMAD SAW BAHWA UMAT MUSLIM HARUS MENDIRIKAN DAULAH ISLAMIYAH ATAU NEGARA ISLAM!

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (SQS. Al Hujuraat, 49:13)

Nabi Muhammad SAW tidak ada memberikan nama atas negara yang dipimpinnya. Tidak ada beliau mendirikan negara di Madinah dengan nama misalnya Daulah Islamiyah atau Negara Islam Madinah atau Negara Khilafah. Sinyal wahyu Al Quran di atas tidak ada 'amanat' bahwa umat Muslim wajib mendirikan suatu negara bermerek Islam seperti Negara Islam atau Daulah Islamiyah atau mendirikan khilafah (sistem negara Islam?) dsb.

Yang pasti Nabi Muhammad SAW selain sebagai Rasul Allah dan nabi beliau juga adalah khalifah sesuai dengan tuntunan teladan Al Quran yang telah dianugerahkan kepada Nabi Daud As mau pun Nabi Sulaiman adalah sebagai khalifah.

NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI KHALIFAH

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan (SQS. Saad, 38:26)

Simak uraian di bawah ini:

Di Madinah inilah Nabi Muhammad SAW mulai melakukan kegiatan dan strategi untuk membangun masyarakat Islam. Kegiatan yang dilakukannya diantaranya membangun masjid sebagai sarana ibadah dan sosial. Kemudian meningkatkan rasa ukhuwah Islamiyah dalam rangka mempersaudarakan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin. Selanjutnya menjalin hubungan persahabatan dengan orang-orang non-muslim dimana pada waktu itu, masyarakat Madinah secara sosiologis, terdiri dari tiga kelompok besar masing-masing kelompok muslim, Arab yang belum masuk Islam dan kelompok Yahudi. Untuk itu dibentuklah suatu konstitusi yang kemudian dalam sejarah dikenal dengan Konstitusi Madinah. Dengan adanya Konstitusi Madinah tersebut, hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat Madinah pada waktu itu telah membentuk satu kekuatan politik bentuk baru yang bernama ummah atau komunitas. Bentuk ummah inilah yang kemudian berkembang menjadi kekuatan politik yang besar dan akhirnya menjadi Negara.

Nabi Muhammad SAW sendiri kemudian menjadi pemimpin dari masyarakat yang baru terbentuk tersebut, yang pada giliran selanjutnya, komunitas ini menjelma menjadi suatu Entitas Negara. *)

SISTEM KEKUASAAN KEKHALIFAHAN (RASYIDIN) ATAU SISTEM KEKUASAAN MANDATARIS

Dan Dialah yang menjadikan kamu (sebagai) khalifah-khalifah (penguasa-penguasa) di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat (sesuai dengan prestasi kerja), untuk mengujimu tentang (amanat) apa yang diberikan-Nya kepadamu (yakni sebagai penguasa, entah namanya presiden, raja, sultan, gubernur, bupati atau walikota). Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya (kalau kamu berbuat zalim), dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (a.l. SQS. Al An'am, 6:165)

Karena mengelola organisasi suatu negara adalah urusan muamalat yang diamanatkan kepada sang penguasa atau khalifah (bukan khilafah) maka Al Quran hanya memberikan sinyal kepada umat manusia khususnya umat Muslim penting bagaimana mencari, memilih dan menetapkan seorang tokoh pemimpin, penguasa itu sendiri (simak a.l. QS. 5:51, 57 lebih tegas 9:23 dan 2:247 dst.).

Inilah wujud konkrit kearifan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin besar umat manusia yang jenius, jujur dan adil sehingga beliau tidak memberikan sinyal apa lagi wasiat tentang tokoh suksesi kepemimpinan umat setelah wafat tetapi semua urusan muamalat ini diserahkan sepenuhnya kembali kepada umat Muslim.

Yang pasti soal pengelolaan komunitas suatu negara itu adalah urusan umat itu sendiri bukan tergantung pada satu figur tokoh karena negara bukan milik pribadi sang tokoh.

Simak uraian di bawah ini:

Oleh sebab itu, setelah nabi Muhammad SAW wafat, persoalan pertama yang muncul adalah persoalan politik yaitu persoalan siapa yang berhak menggantikan beliau sebagai kepala Negara. Ada tiga golongan yang bersaing dalam perebutan kepemimpinan yaitu kaum Anshar, kaum Muhajirin dan keluarga Hasyim.

Persoalan ini muncul karena tidak ada wasiat dari Nabi Muhammad SAW. Proses pemilihan pemimpin politik sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW sangat menegangkan dan hamper saja menimbulkan pertumpahan darah, karena masing-masing golongan merasa dan mengklaim paling berhak sebagai pengganti Nabi. Namun setelah melalui musyawarah dan pertimbangan-pertimbangan logis-rasional, maka terpilihlah Abu Bakar Ash-shiddiq sebagai khalifah yang pertama. *)

MUAWIYAH MEMBERANGUS SISTEM KEKUASAAN KEKHALIFAHAN ATAU SISTEM KEKUASAAN PRESIDENSIAL

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. [SQS. Al-'Imran, 3:144]

Memang ini bukan soal prinsip utama dalam umat manusia menganut agama seperti soal keimanan atau akidah dan ibadah tapi hanya menyangkut tuntunan dalam bermuamalat khususnya soal politik dan kekuasaan seputar kelanjutan dan kelanggengan akan nasib umat Muslim itu sendiri.

Hasil ijtihad para sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar dkk. sampai melahirkan suatu konsep moderen yang dinamis untuk menjaga nasib keutuhan suatu umat Muslim sehingga melahirkan suatu sistem kekuasaan kekhalifahan atau sistem kekuasaan presindensial. Sayangnya, sistem moderen yang melibatakan peran umat Muslim tidak secara pemilihan atau pencoblosan langsung tetapi melalui jalur para utusannya ini tidaklah berumur panjang.

Karena setelah Khalifah ke-4, Ali bin Abi Thalib sistem yang baik ini telah diberangus total dan permanen oleh Muawiyah. Anehnya, sistem yang diterapkan oleh Muawiyah ini malah jadi panutan abadi sampai sekarang oleh para penguasa Muslim dimana negara dan rakyatnya mayoritas Muslim.

Simak uraian di bawah ini:

Mu’awiyah adalah penguasa Islam yang pertama yang menggantikan sistem demokratis republik Islam menjadi sistem Monarkis (kerajaan). Mu’awiyah pernah menegaskan bahwa dirinya adalah seorang raja Islam yang pertama. Ia membentuk sistem kekuasaan berdasarkan garis keturunan dengan menunjuk anaknya, Yazid, sebagai putra mahkota. Sikapnya menunjuk putra mahkota ini akhirnya menjadi model dan diikuti oleh seluruh penguasa Umayyah sesudahnya. Karenanya Mu’awiyah dipandang sebagai pendiri sistem kerajaan yang turun temurun dalam sejarah umat Islam. Tradisi demokrasi kesukuan nenek moyang bangsaArab seketika itu hilang untuk selama-lamanya dan digantikan dengan pola kekuasaan individu dan otokrasi. Dalam hal ini Mu’awiyah mengikuti tradisi kekuasaan absolutisme yang berkembang di Persia dan Bizantium. **)

SISTEM NEGARA KHILAFAH TIDAK PERNAH ADA

Kesimpulan dari uraian di atas sebenarnya apa yang digagas oleh sebagian para tokoh umat yang menganggap masih ada sistem khilafah nyatanya tidak tepat karena yang berlaku itu adalah sistem kerajaan 'murni' hanya dibungkusnya dengan lebel atau merek raja diganti dengan lebel khalifah.

Dengan demikian yang merusak citra Islam dan umat Muslim itu sendiri sudah terjadi pada awal terbentuknya peradaban umat Muslim oleh para tokoh umat 6a.l. seperti Muawiyah dkk. atau di era masa moderen kekinian khususnya kasus terbentuknya Kerajaan Arab Saudi seperti tokoh Syarif Al Husein yang katanya 'masih' dinasti keturunan nabi walau pun sebenarnya Islam dan Al Quran tidak mengenal sama sekali dinasti keturunan karena tidak menganut sistem kasta dalam kehidupan umat Muslim.

Silahkan simak dan dengar uraian di dalam video satu ini:

https://www.youtube.com/watch?v=bmAIVbayPkc&t=11s

*) https://saripedia.wordpress.com/tag/nabi-muhammad-saw-sebagai-kepala-negara/

**) https://sababjalal.wordpress.com/2012/10/20/asal-usul-dinasti-muawiyah-2/
Add a comment...

Post has attachment
KARUT MARUTNYA SEPUTAR MITOS AKHIR ZAMAN, TURUNNYA ISA AL MASIH DAN AKAN MUNCUL (LAHIR)NYA IMAM MAHDI SERTA MISI DWITUNGGALNYA!

NABI MUHAMMAD SAW SENDIRI TIDAK DIAKUI KEBERADAANNYA OLEH ORANG KRISTEN

AL QURAN TIDAK MENGENAL ISTILAH AKHIR ZAMAN, TIDAK ADA SINYAL NABI ISA AKAN TURUN KEMBALI KARENA SUDAH WAFAT DAN TIDAK PULA MENGENAL KEMUNCULAN IMAM MAHDI!

TURUNNYA ISA AL MASIH MENURUT KRISTEN AKAN MENJADI HAKIM DI AKHIR ZAMAN BUKANNYA MAU MEMBUNUH DAJJAL DAN ISA TIDAK MENGENAL IMAM MAHDI APA LAGI MAU BERDUET

Simak ketiga copasan di bawah ini silahkan untuk anda baca dan renungkan adanya karut marut akan paham akhir zaman dan mesianik:

Namun, kita perlu tahu bagaimana pandangan orang Kristen tentang nabi Muhammad? Apakah nabi Islam mempunyai kedudukan di hati orang Kristen?

Penilaian Alkitab dan Orang Kristen Tentang Nabi Muhammad

Orang Kristen tidak dapat memberi penilaian kepada Muhammad bukan tanpa alasan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan mereka bersikap demikian, yaitu:

Faktor pertama: Ditemukannya ajaran Muhammad yang bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih. Seperti naik haji. Menurut orang Kristen, mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali dan mencium batu hitam mustahil merupakan ajaran dari Allah. Ajaran lainnya adalah arah kiblat ketika sembahyang. Menghadap hanya pada satu arah pada saat-saat tertentu menunjukkan bahwa Allah bukanlah Allah yang tak terhitung atau terbatas, Allah yang dapat berada dimanapun pada saat yang bersamaan.

Faktor kedua: Yang menyebabkan umat Kristen menolak kenabian Muhammad adalah Shalawat Nabi yang harus disampaikan kepadanya. Pada Sura Al-Ahzab 33:56 tafsiran Al-Quran Departemen Agama RI tahun 1978, catatan kaki No.1230 berbunyi: Bershalawat jika dari Allah artinya memberi rahmat, jika dari malaikat-malaikat artinya meminta ampunan (dosa), jika dari umat Islam/Mukmin artinya berdoa supaya kepada Nabi Muhammad diberi rahmat (dan kemuliaan) seperti misalnya “Allahu-Ma Shalliala Muhammad”. No.1231 – Dengan mengucapkan perkataan seperti “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad).

Bagaimana mungkin orang Kristen dapat mengikuti seorang Pemimpin yang keselamatannya masih perlu didoakan oleh pengikutnya?

Faktor ketiga: Tidak adanya nubuat dalam Injil maupun kitab-kitab sebelumnya tentang kedatangan Muhammad.

https://www.isadanislam.org/muhammad/pandangan-orang-kristen-tentang-nabi-muhammad/

Di Akhir Zaman akan muncul Imam Mahdi menjadi Khalifah

Islam mengabarkan bahwa menjelang akhir zaman kelak, di tengah kegagalan dan kekacauan dominasi tatanan dunia saat itu, akan muncul seorang khalifah yang akan mengatur dunia dengan keadilan. Khalifah itu akan diberi gelar Al-Mahdi.

Al-Mahdi secara bahasa berarti orang yang diberi petunjuk. Ia diberi gelar Al-Mahdi karena Allah sendirilah yang memberinya hidayah dan memperbaiki dirinya yang sebelumnya memang seorang manusia biasa. Allah akan memperbaiki dirinya untuk siap menerima amanah dan tugas berat itu hanya dalam waktu satu malam. Al-Mahdi akan menjadi seorang khalifah yang adil. Karena ia telah dikabarkan oleh Rasulullah, umat Islam selalu menantikan dan siap menyambut kemunculannya untuk menjadi pasukannya kelak. Oleh itu, ia juga disebut Al-Mahdi Al-Muntazhar (Pemimpin yang diberi petunjuk dan senantiasa dinantikan).

Al-Mahdi muncul di tengah berbagai peristiwa besar dan ujian berat yang menimpa umat Islam; di tengah keputusasaan, sirnanya harapan, maraknya kezaliman, pembunuhan, bencana dan fitnah terhadap agama dan umat Islam, dan di tengah merajalelanya para pemimpin durjana dan diktator menguasai umat Islam, serta di tengah kegagalan dan kekacauan dominasi sistem tatanan dunia saat itu.

Di masa kekhilafah Al-Mahdi, dunia akan dipenuhi dengan keadilan dan kemakmuran, berbeda dengan masa-masa sebelumnya yang penuh dengan kezaliman dan kejahatan. Di zamannya, harta begitu melimpah, banyak ditumbuhi tanaman dan semakin banyak hewan ternak.

Nabi Isa akan turun ke ke Bumi membantu Imam Mahdi menerapkan syariat dan membunuh Dajjal

Pada masanya juga, Allah menurunkan Nabi Isa, yang akan turun dari Al- Manarah Al-Baidha’ (Menara Putih) yang terletak di sebelah timur Damaskus. Nabi Isa diturunkan ke dunia pada akhir zaman sebagai seorang utusan Allah yang akan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad dan bahkan tunduk kepada khalifah Al-Mahdi. Nabi Isa akan menjadi makmum shalat, sebagaimana umat Islam lainnya, dengan Al-Mahdi sebagai imamnya dalam suatu Shalat Shubuh berjamaah.

Nabi Isa AS turun ke dunia dengan tugas besar yaitu untuk membunuh Dajjal dan membinasakan Ya`juj dan Ma`juj. Sementara tugas terbesar diturunkannya Nabi Isa yaitu memberlakukan syariat Islam dan menumpas ajaran-ajaran sesat dan agama-agama yang diselewengkan. Oleh itu, Nabi Isa hanya akan menerima agama Islam. Untuk itu juga ia mematahkan Salib yang merupakan simbol agama Nasrani yang telah diselewengkan, membunuh babi yang diharamkan Islam, dan menghapuskan jizyah. Nabi Isa tidak mau menerima jizyah dari orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang diterima dari mereka hanya keislaman mereka.

Singkatnya, kemunculan Al-Mahdi dapat dikatakan sebagai sebuah reformasi (tajdid) besar terhadap tatanan dan nilai dunia pada umumnya, terkhusus dalam internal umat Islam. Pada masa itulah Islam kembali berada di atas puncak peradaban umat manusia. Al-Islam ya’lu wa laa yu’la ‘alaih.

https://www.kiblat.net/2018/02/25/laporan-syamina-al-mahdi-khalifah-yang-dibaiat-nabi-isa/

Tanda Akhir Zaman Menurut Al-Quran

Semua agama samawi di dunia percaya akan adanya akhir zaman. Juga semua percaya, bahwa sebelum peristiwa tersebut terjadi, akan diawali oleh beberapa tanda. Biasanya disebut “tanda akhir zaman.”

Agama Islam dalam kitab suci mereka, mencatat salah satu diantaranya. Yaitu, “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)” (Qs 39:68).

Islam dan Kristen Menunggu Isa Al-Masih Sebagai “Tanda” Akhir Zaman

Tanda-tanda di atas baru sebagian saja. Ada satu tanda besar, dimana baik Al-Quran maupun Kitab Suci Injil mengakuinya. Tanda yang dimaksud adalah kedatangan Isa Al-Masih ke dunia untuk kedua-kalinya.

Kitab Suci Injil menuliskan, “Lalu akan terlihat tanda Anak Manusia di langit. Semua suku bangsa di bumi ini akan meratap, dan mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan-awan dengan kuasa serta kemuliaan-Nya yang besar” (Injil, Rasul Besar Matius 24:30 KSI). Demikian juga nabi umat Muslim berkata, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya ‘Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu…” (HSM 127; HSB 1090).

Dulu Isa Datang Sebagai Juruselamat, Akhir Zaman Sebagai Hakim

“Karena kita semua akan dihadapkan pada pengadilan Al Masih, dan masing-masing orang akan menerima balasan, sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, baik ataupun jahat” (Injil, Surat 2 Korintus 5:10 KSI). Inilah tujuan Isa datang kedua-kalinya. Menjadi Hakim! Sebagai Hakim, Dia yang akan menentukan siapa yang layak masuk sorga-Nya.

Namun Dia juga akan sekaligus berdiri sebagai Pembela. Sebagai Pembela, Dia berkuasa membela Anda agar terhindar dari siksa kekal neraka. Sebab itu, datanglah pada-Nya. Karena Dia “yang akan menjadi Pembela bagi Anda!” (Injil, Surat Roma 8:34). Supaya ketika Sang Hakim itu datang, Anda sudah siap!

https://www.isadanislam.org/ulasan-berita-agama/al-quran-injil-tanda-akhir-jaman-dan-nasib-manusia/
Add a comment...

Post has attachment
PERADABAN UMAT MUSLIM BISA TERBENTUK JIKA KITA BISA MENJAWAB TANTANGAN DI BAWAH INI:

TIGA MASALAH BESAR DI DALAM TUBUH UMAT MUSLIM YANG MENGHAMBAT TERBENTUKNYA PERADABAN MUSLIM

MUHAMMAD itu TIDAK LAIN HANYALAH SEORANG RASUL, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. [SQS. Al-'Imran, 3:144]

Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)". Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. [SQS. Al-Ahzab, 33:15]

Salah satu masalah besar dalam masyarakat Muslim ialah adanya kepercayaan ‘anggapan’ ada kasta yang berkembang seperti kasta pewaris dinasti keturunan entah mereka mengaku keturunan ahlul bait, keturunan nabi atau pun keturunan rasul. Pada hal dalam ajaran Islam tidak dikenal adanya kasta anatarsesama manusia kecuali dalam ukuran pandangan Allah SWT yakni siapa yang paling bertakwa pada-Nya.

Pandangan istimewa hanya ditujukan kepada para nabi dan rasulnya serta ahlul bait yang benar-benar ahlul bait dan pewaris dinastinya sesuai dengan sinyal Al Quran itu sendiri. Sementara dinasti pewaris keturunan Nabi Muhammad SAW memang sudah tidak bersambung sebagaimana nasib dari Nabi Nuh As yang juga nasabnya diputuskan Allah SWT sehingga tidak diabadikan di dalam Al Quran simak QS. 19:58.

Lalu siapa pemimpin umat Muslim setelah Nabi Muhammad SAW wafat, ya khalifah (a.l. QS. 6:165 dan 38:26) atau penguasa atau entah apa pun namnya sesuai dengan komitmen umat Muslim itu sendiri selaku warga suatu masyarakat, bangsa dan negaranya masing-masing. Oleh karena itu, dalam masyarakat Muslim masalah pencarian kepemimpinan merupakan masalah mutlak yang harus dipenuhi karena dialah yang bakal membawa umat Muslim dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (QS. 49:13) ke arah yang diridhai Allah SWT sesuai dengan tuntunan-Nya.

Ketika seorang Muslim sehabis shalat dan berzikir, dia selalu menyebut kalimat yang satu ini: Sami'na wa Atho'na (Kami Mendengar dan Kami Taat), artinya secara tidak langsung seorang Muslim sudah berikrar dan berjanji (QS. 16:91) kepada Allah SWT untuk mendengar dan mentaati ketentuan ajaran agamanya, Islam (QS. 5:3) ya pastilah bukannya Islam Nusantara karena tidak dikenal di dalam Al Quran.

Ternyata dalam perkembangan kemajuan peradaban umat Muslim tidak sedikit pula yang berupaya untuk mencoba merongrong suatu kebenaran ajaran Islam dengan cara memasukkan paham-paham baik tradisional yang berasal dari adhiluhung alias nenek moyang maupun dari ajaran agama lain. Artinya upaya pengembosan itu baik dari luar bahkan tak kalah peran dan pentingnya yang dari dalam tubuh umat Muslim itu sendiri.

1. Adanya anggapan selama ini bahwa dlm masyarakat Muslim adanya 'pengakuan' kasta pewaris dinasti keturunan, keturunan ahlul bait, keturunan nabi & keturunan rasul. Pdhal ke-3 istilah ini tdk dikenal sama sekali dlm Al Quran, QS. 19:58.

Sama halnya dng tdk dikenal istilah keturunan presiden, keturunan ulama, keturunan profesor dsb. bgt juga dng ke-3 istilah di atas. Dng demikian kita tdk menemukan istilah & sebutan KETURUNAN MUHAMMAD sama nasibnya dng tdk adanya istilah & sebutan KETURUNAN NUH (simak QS. 19:58)

Bedanya, jika Nabi Nuh As ahlul baitnya diputuskan nasabnya oleh Allah SWT krn anaknya durhaka kepd Nuh & Allah SWT (QS. 11:42-46). Nabi Muhammad SAW s.d. Nuh mempunyai keturunan atau ahlul baitnya, tp nasabnya diputuskan Allah SWT krn anak lelaki beliau diwafatkan wkt msh kecil.

Ada anggapan melalui Fatimah shg ada yg berani menyebut & mengakunya mereka berasal dr dinasti Hasan atau Husein bin Fatimah istilah ini tdk dikenal (QS. 33:4-5) kecuali terhdp Maryam shg anak beliau disebut ISA IBNU MARYAM (QS. 19:34). Jk memakai nasab perempuan jk ada masalah.

2. Akibat adanya pengakuan pewaris dinasti keturunan timbullah paham AKHIR ZAMAN yakni masa transisi menjelang HARI KIAMAT. Al Quran sama sekali tdk mengenal istilah AKHIR ZAMAN krn istilah ini banyak termuat di Alkitab agama sebelah (a.l Yud 1:18, 2Ptr 3:3 dan Yoh 6:44), Ada apa

Dan dalam hadits Nabi Muhammad SAW pun yg disebut istilah HARI KIAMAT bkn Akhir Zaman sama halnya dng yg ada di dLm Al Quran a.l. QS. 7:187 atau 23:16 dst. Jd aneh jk ulama, ustad lbh senang menyebut istilah AKHIR ZAMAN.

3. Akibat adanya keyakinan terhdp AKHIR ZAMAN mk menyelusuplah suatu paham MESIANIK yakni menanti sang SATRIO PININGIT alias menurut umat Muslim IMAM MAHDI yg menyontek dr ajaran Yahudi dan Kristen. Kaum Yahudi meyakini akan adanya Mesias yg bakal lahir berasal dr keturunan Daud.

Kaum Yahudi sama sekali tdk meyakini mesiasnya Isa Al Masih krn dia bukan berasal dr keturunan Raja Daud malah bundanya, Maryam dituduh negatif jadi mereka tetap msh menanti mersiasnya yg dr keturunan raja Daud. Isa Al Masih ibnu Maryam sj tdk diakuinya apa lagi Nabi Muhammad SAW

Bgt pula kaum Kristen krn Yesus (sbg umat Muslim menganggap Isa Al Masih) naik ke langit mk mereka pun menanti mesiahnya turun kembali utk menjadi sang tokoh raja di kerajaannya sbg juru selamat bg umat manusia. Mereka tdk menunggu akan kelahiran sang tokoh seperti Mesias Yahudi.

Kedua paham mesianik tsb. merember virusnya ke dlm keyakinan sebagian umat Muslim tapi dng format menanti sang IMAM MAHDI. Lucunya Imam Mahdi terbelah dua sekte besar yakni Sunni si Imam Mahdinya s.d. mesiasnya Yahudi belum lahir-lahir baru menjelang Akhir Zaman dia akan lahir.

Imam Mahdi versinya Syiah jg nyontek mesi9ahnya Kristen jd Imam Mahdinya sdg raib entah ke planet mana, apa sdg nongkrong di planetnya Alien yg sdg diburu-buru oleh para ahli astronomi dunia sambil mencari planet mirip bumi. Baik Sunni maupun Syiah tkhnya dr keturunan yg sama.

Konon kabarnya Imam Mahdi ini akan berduet dng mesiahnya Yesus atau kt org Muslim, Isa ibnu Maryam tapi Imam Mahdi yg mana yg mau dijadikan pasangan duetnya, apa Imam Mahdinya Sunni atau Syiah, mungkin perlu diundi Yesus yg turun kembali utk menjalankan misinya menjadi khalifah.

Soal bakal lahir atau turunnya kembali Imam Mahdi tdk ada sinyal atau sebutan di dlm Al Quran bahwa dia akan membereskan ajaran yg dibawa oleh Nabi Muhammad SAW kelak di akhir zaman kemudian berduet alias dwitunggal utk menjadi khalifah menguber-uber sang Dajjal?

Ya itulah catatan kecil dng mengupas secara sederhana akan adanya mslh besar di dlm keyakinan umat Muslim selama ini tp sayangnya belum para ahli agama yg ada mencoba utk meneliti dan mengkaji kembali issu-issu sensitif ketiga masalah 'keyakinan' atau soal akidah ini. Apa benar?
Add a comment...

Post has attachment
PERADABAN UMAT MUSLIM BISA TERBENTUK JIKA KITA BISA MENJAWAB TANTANGAN DI BAWAH INI:

TIGA MASALAH BESAR DI DALAM TUBUH UMAT MUSLIM YANG MENGHAMBAT TERBENTUKNYA PERADABAN MUSLIM

MUHAMMAD itu TIDAK LAIN HANYALAH SEORANG RASUL, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. [SQS. Al-'Imran, 3:144]

Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)". Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. [SQS. Al-Ahzab, 33:15]

Salah satu masalah besar dalam masyarakat Muslim ialah adanya kepercayaan ‘anggapan’ ada kasta yang berkembang seperti kasta pewaris dinasti keturunan entah mereka mengaku keturunan ahlul bait, keturunan nabi atau pun keturunan rasul. Pada hal dalam ajaran Islam tidak dikenal adanya kasta anatarsesama manusia kecuali dalam ukuran pandangan Allah SWT yakni siapa yang paling bertakwa pada-Nya.

Pandangan istimewa hanya ditujukan kepada para nabi dan rasulnya serta ahlul bait yang benar-benar ahlul bait dan pewaris dinastinya sesuai dengan sinyal Al Quran itu sendiri. Sementara dinasti pewaris keturunan Nabi Muhammad SAW memang sudah tidak bersambung sebagaimana nasib dari Nabi Nuh As yang juga nasabnya diputuskan Allah SWT sehingga tidak diabadikan di dalam Al Quran simak QS. 19:58.

Lalu siapa pemimpin umat Muslim setelah Nabi Muhammad SAW wafat, ya khalifah (a.l. QS. 6:165 dan 38:26) atau penguasa atau entah apa pun namnya sesuai dengan komitmen umat Muslim itu sendiri selaku warga suatu masyarakat, bangsa dan negaranya masing-masing. Oleh karena itu, dalam masyarakat Muslim masalah pencarian kepemimpinan merupakan masalah mutlak yang harus dipenuhi karena dialah yang bakal membawa umat Muslim dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (QS. 49:13) ke arah yang diridhai Allah SWT sesuai dengan tuntunan-Nya.

Ketika seorang Muslim sehabis shalat dan berzikir, dia selalu menyebut kalimat yang satu ini: Sami'na wa Atho'na (Kami Mendengar dan Kami Taat), artinya secara tidak langsung seorang Muslim sudah berikrar dan berjanji (QS. 16:91) kepada Allah SWT untuk mendengar dan mentaati ketentuan ajaran agamanya, Islam (QS. 5:3) ya pastilah bukannya Islam Nusantara karena tidak dikenal di dalam Al Quran.

Ternyata dalam perkembangan kemajuan peradaban umat Muslim tidak sedikit pula yang berupaya untuk mencoba merongrong suatu kebenaran ajaran Islam dengan cara memasukkan paham-paham baik tradisional yang berasal dari adhiluhung alias nenek moyang maupun dari ajaran agama lain. Artinya upaya pengembosan itu baik dari luar bahkan tak kalah peran dan pentingnya yang dari dalam tubuh umat Muslim itu sendiri.

1. Adanya anggapan selama ini bahwa dlm masyarakat Muslim adanya 'pengakuan' kasta pewaris dinasti keturunan, keturunan ahlul bait, keturunan nabi & keturunan rasul. Pdhal ke-3 istilah ini tdk dikenal sama sekali dlm Al Quran, QS. 19:58.

Sama halnya dng tdk dikenal istilah keturunan presiden, keturunan ulama, keturunan profesor dsb. bgt juga dng ke-3 istilah di atas. Dng demikian kita tdk menemukan istilah & sebutan KETURUNAN MUHAMMAD sama nasibnya dng tdk adanya istilah & sebutan KETURUNAN NUH (simak QS. 19:58)

Bedanya, jika Nabi Nuh As ahlul baitnya diputuskan nasabnya oleh Allah SWT krn anaknya durhaka kepd Nuh & Allah SWT (QS. 11:42-46). Nabi Muhammad SAW s.d. Nuh mempunyai keturunan atau ahlul baitnya, tp nasabnya diputuskan Allah SWT krn anak lelaki beliau diwafatkan wkt msh kecil.

Ada anggapan melalui Fatimah shg ada yg berani menyebut & mengakunya mereka berasal dr dinasti Hasan atau Husein bin Fatimah istilah ini tdk dikenal (QS. 33:4-5) kecuali terhdp Maryam shg anak beliau disebut ISA IBNU MARYAM (QS. 19:34). Jk memakai nasab perempuan jk ada masalah.

2. Akibat adanya pengakuan pewaris dinasti keturunan timbullah paham AKHIR ZAMAN yakni masa transisi menjelang HARI KIAMAT. Al Quran sama sekali tdk mengenal istilah AKHIR ZAMAN krn istilah ini banyak termuat di Alkitab agama sebelah (a.l Yud 1:18, 2Ptr 3:3 dan Yoh 6:44), Ada apa

Dan dalam hadits Nabi Muhammad SAW pun yg disebut istilah HARI KIAMAT bkn Akhir Zaman sama halnya dng yg ada di dLm Al Quran a.l. QS. 7:187 atau 23:16 dst. Jd aneh jk ulama, ustad lbh senang menyebut istilah AKHIR ZAMAN.

3. Akibat adanya keyakinan terhdp AKHIR ZAMAN mk menyelusuplah suatu paham MESIANIK yakni menanti sang SATRIO PININGIT alias menurut umat Muslim IMAM MAHDI yg menyontek dr ajaran Yahudi dan Kristen. Kaum Yahudi meyakini akan adanya Mesias yg bakal lahir berasal dr keturunan Daud.

Kaum Yahudi sama sekali tdk meyakini mesiasnya Isa Al Masih krn dia bukan berasal dr keturunan Raja Daud malah bundanya, Maryam dituduh negatif jadi mereka tetap msh menanti mersiasnya yg dr keturunan raja Daud. Isa Al Masih ibnu Maryam sj tdk diakuinya apa lagi Nabi Muhammad SAW

Bgt pula kaum Kristen krn Yesus (sbg umat Muslim menganggap Isa Al Masih) naik ke langit mk mereka pun menanti mesiahnya turun kembali utk menjadi sang tokoh raja di kerajaannya sbg juru selamat bg umat manusia. Mereka tdk menunggu akan kelahiran sang tokoh seperti Mesias Yahudi.

Kedua paham mesianik tsb. merember virusnya ke dlm keyakinan sebagian umat Muslim tapi dng format menanti sang IMAM MAHDI. Lucunya Imam Mahdi terbelah dua sekte besar yakni Sunni si Imam Mahdinya s.d. mesiasnya Yahudi belum lahir-lahir baru menjelang Akhir Zaman dia akan lahir.

Imam Mahdi versinya Syiah jg nyontek mesi9ahnya Kristen jd Imam Mahdinya sdg raib entah ke planet mana, apa sdg nongkrong di planetnya Alien yg sdg diburu-buru oleh para ahli astronomi dunia sambil mencari planet mirip bumi. Baik Sunni maupun Syiah tkhnya dr keturunan yg sama.

Konon kabarnya Imam Mahdi ini akan berduet dng mesiahnya Yesus atau kt org Muslim, Isa ibnu Maryam tapi Imam Mahdi yg mana yg mau dijadikan pasangan duetnya, apa Imam Mahdinya Sunni atau Syiah, mungkin perlu diundi Yesus yg turun kembali utk menjalankan misinya menjadi khalifah.

Soal bakal lahir atau turunnya kembali Imam Mahdi tdk ada sinyal atau sebutan di dlm Al Quran bahwa dia akan membereskan ajaran yg dibawa oleh Nabi Muhammad SAW kelak di akhir zaman kemudian berduet alias dwitunggal utk menjadi khalifah menguber-uber sang Dajjal?

Ya itulah catatan kecil dng mengupas secara sederhana akan adanya mslh besar di dlm keyakinan umat Muslim selama ini tp sayangnya belum para ahli agama yg ada mencoba utk meneliti dan mengkaji kembali issu-issu sensitif ketiga masalah 'keyakinan' atau soal akidah ini. Apa benar?
Add a comment...

Post has attachment
PERADABAN UMAT MUSLIM BISA TERBENTUK JIKA KITA BISA MENJAWAB TANTANGAN DI BAWAH INI:

TIGA MASALAH BESAR DI DALAM TUBUH UMAT MUSLIM YANG MENGHAMBAT TERBENTUKNYA PERADABAN MUSLIM

MUHAMMAD itu TIDAK LAIN HANYALAH SEORANG RASUL, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. [SQS. Al-'Imran, 3:144]

Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)". Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. [SQS. Al-Ahzab, 33:15]

Salah satu masalah besar dalam masyarakat Muslim ialah adanya kepercayaan ‘anggapan’ ada kasta yang berkembang seperti kasta pewaris dinasti keturunan entah mereka mengaku keturunan ahlul bait, keturunan nabi atau pun keturunan rasul. Pada hal dalam ajaran Islam tidak dikenal adanya kasta anatarsesama manusia kecuali dalam ukuran pandangan Allah SWT yakni siapa yang paling bertakwa pada-Nya.

Pandangan istimewa hanya ditujukan kepada para nabi dan rasulnya serta ahlul bait yang benar-benar ahlul bait dan pewaris dinastinya sesuai dengan sinyal Al Quran itu sendiri. Sementara dinasti pewaris keturunan Nabi Muhammad SAW memang sudah tidak bersambung sebagaimana nasib dari Nabi Nuh As yang juga nasabnya diputuskan Allah SWT sehingga tidak diabadikan di dalam Al Quran simak QS. 19:58.

Lalu siapa pemimpin umat Muslim setelah Nabi Muhammad SAW wafat, ya khalifah (a.l. QS. 6:165 dan 38:26) atau penguasa atau entah apa pun namnya sesuai dengan komitmen umat Muslim itu sendiri selaku warga suatu masyarakat, bangsa dan negaranya masing-masing. Oleh karena itu, dalam masyarakat Muslim masalah pencarian kepemimpinan merupakan masalah mutlak yang harus dipenuhi karena dialah yang bakal membawa umat Muslim dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (QS. 49:13) ke arah yang diridhai Allah SWT sesuai dengan tuntunan-Nya.

Ketika seorang Muslim sehabis shalat dan berzikir, dia selalu menyebut kalimat yang satu ini: Sami'na wa Atho'na (Kami Mendengar dan Kami Taat), artinya secara tidak langsung seorang Muslim sudah berikrar dan berjanji (QS. 16:91) kepada Allah SWT untuk mendengar dan mentaati ketentuan ajaran agamanya, Islam (QS. 5:3) ya pastilah bukannya Islam Nusantara karena tidak dikenal di dalam Al Quran.

Ternyata dalam perkembangan kemajuan peradaban umat Muslim tidak sedikit pula yang berupaya untuk mencoba merongrong suatu kebenaran ajaran Islam dengan cara memasukkan paham-paham baik tradisional yang berasal dari adhiluhung alias nenek moyang maupun dari ajaran agama lain. Artinya upaya pengembosan itu baik dari luar bahkan tak kalah peran dan pentingnya yang dari dalam tubuh umat Muslim itu sendiri.

1. Adanya anggapan selama ini bahwa dlm masyarakat Muslim adanya 'pengakuan' kasta pewaris dinasti keturunan, keturunan ahlul bait, keturunan nabi & keturunan rasul. Pdhal ke-3 istilah ini tdk dikenal sama sekali dlm Al Quran, QS. 19:58.

Sama halnya dng tdk dikenal istilah keturunan presiden, keturunan ulama, keturunan profesor dsb. bgt juga dng ke-3 istilah di atas. Dng demikian kita tdk menemukan istilah & sebutan KETURUNAN MUHAMMAD sama nasibnya dng tdk adanya istilah & sebutan KETURUNAN NUH (simak QS. 19:58)

Bedanya, jika Nabi Nuh As ahlul baitnya diputuskan nasabnya oleh Allah SWT krn anaknya durhaka kepd Nuh & Allah SWT (QS. 11:42-46). Nabi Muhammad SAW s.d. Nuh mempunyai keturunan atau ahlul baitnya, tp nasabnya diputuskan Allah SWT krn anak lelaki beliau diwafatkan wkt msh kecil.

Ada anggapan melalui Fatimah shg ada yg berani menyebut & mengakunya mereka berasal dr dinasti Hasan atau Husein bin Fatimah istilah ini tdk dikenal (QS. 33:4-5) kecuali terhdp Maryam shg anak beliau disebut ISA IBNU MARYAM (QS. 19:34). Jk memakai nasab perempuan jk ada masalah.

2. Akibat adanya pengakuan pewaris dinasti keturunan timbullah paham AKHIR ZAMAN yakni masa transisi menjelang HARI KIAMAT. Al Quran sama sekali tdk mengenal istilah AKHIR ZAMAN krn istilah ini banyak termuat di Alkitab agama sebelah (a.l Yud 1:18, 2Ptr 3:3 dan Yoh 6:44), Ada apa

Dan dalam hadits Nabi Muhammad SAW pun yg disebut istilah HARI KIAMAT bkn Akhir Zaman sama halnya dng yg ada di dLm Al Quran a.l. QS. 7:187 atau 23:16 dst. Jd aneh jk ulama, ustad lbh senang menyebut istilah AKHIR ZAMAN.

3. Akibat adanya keyakinan terhdp AKHIR ZAMAN mk menyelusuplah suatu paham MESIANIK yakni menanti sang SATRIO PININGIT alias menurut umat Muslim IMAM MAHDI yg menyontek dr ajaran Yahudi dan Kristen. Kaum Yahudi meyakini akan adanya Mesias yg bakal lahir berasal dr keturunan Daud.

Kaum Yahudi sama sekali tdk meyakini mesiasnya Isa Al Masih krn dia bukan berasal dr keturunan Raja Daud malah bundanya, Maryam dituduh negatif jadi mereka tetap msh menanti mersiasnya yg dr keturunan raja Daud. Isa Al Masih ibnu Maryam sj tdk diakuinya apa lagi Nabi Muhammad SAW

Bgt pula kaum Kristen krn Yesus (sbg umat Muslim menganggap Isa Al Masih) naik ke langit mk mereka pun menanti mesiahnya turun kembali utk menjadi sang tokoh raja di kerajaannya sbg juru selamat bg umat manusia. Mereka tdk menunggu akan kelahiran sang tokoh seperti Mesias Yahudi.

Kedua paham mesianik tsb. merember virusnya ke dlm keyakinan sebagian umat Muslim tapi dng format menanti sang IMAM MAHDI. Lucunya Imam Mahdi terbelah dua sekte besar yakni Sunni si Imam Mahdinya s.d. mesiasnya Yahudi belum lahir-lahir baru menjelang Akhir Zaman dia akan lahir.

Imam Mahdi versinya Syiah jg nyontek mesi9ahnya Kristen jd Imam Mahdinya sdg raib entah ke planet mana, apa sdg nongkrong di planetnya Alien yg sdg diburu-buru oleh para ahli astronomi dunia sambil mencari planet mirip bumi. Baik Sunni maupun Syiah tkhnya dr keturunan yg sama.

Konon kabarnya Imam Mahdi ini akan berduet dng mesiahnya Yesus atau kt org Muslim, Isa ibnu Maryam tapi Imam Mahdi yg mana yg mau dijadikan pasangan duetnya, apa Imam Mahdinya Sunni atau Syiah, mungkin perlu diundi Yesus yg turun kembali utk menjalankan misinya menjadi khalifah.

Soal bakal lahir atau turunnya kembali Imam Mahdi tdk ada sinyal atau sebutan di dlm Al Quran bahwa dia akan membereskan ajaran yg dibawa oleh Nabi Muhammad SAW kelak di akhir zaman kemudian berduet alias dwitunggal utk menjadi khalifah menguber-uber sang Dajjal?

Ya itulah catatan kecil dng mengupas secara sederhana akan adanya mslh besar di dlm keyakinan umat Muslim selama ini tp sayangnya belum para ahli agama yg ada mencoba utk meneliti dan mengkaji kembali issu-issu sensitif ketiga masalah 'keyakinan' atau soal akidah ini. Apa benar?
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded