Profile cover photo
Profile photo
adee orreo
Mumpung masih hidup, Jangan Pernah Menyerah !!!
Mumpung masih hidup, Jangan Pernah Menyerah !!!
About
adee's interests
View all
adee's posts

Post has attachment

Jangan kemana-mana. Jangan jadi bintang di langit. Kamu sudah sangat bersinar di mataku.

Post has attachment
Memulai Usaha Sendiri
Memiliki suatu usaha atau bisnis di masa sekarang adalah hal yang lumrah. Semua orang bisa memiliki usaha di berbagai bidang. Namun sebagian besar orang masih bertanya bagaimana cara memulai suatu usaha, bagaimana prospek usaha tersebut di kemudian hari, ba...

Post has attachment
Memulai Uasaha Sendiri
Memiliki suatu usaha atau bisnis di masa sekarang adalah hal yang lumrah. Semua orang bisa memiliki usaha di berbagai bidang. Namun sebagian besar orang masih bertanya bagaimana cara memulai suatu usaha, bagaimana prospek usaha tersebut di kemudian hari, ba...

Post has attachment
Memulai Usaha Sendiri
Memiliki suatu usaha atau bisnis di masa sekarang adalah hal yang lumrah. Semua orang bisa memiliki usaha di berbagai bidang. Namun sebagian besar orang masih bertanya bagaimana cara memulai suatu usaha, bagaimana prospek usaha tersebut di kemudian hari, ba...

Dia lemah
Seperti pasir di sungai
Dia ingin menjadi batu
Yang besar
Yang kuat
Yang pantang menyerah
Arus mengarah ke laut
Deras dan hijau
Dia hanya pasir
Sesekali dia hanyut di dasar
Bergeser terdorong air
Dia hanya pasir
Berkali-kali dia bersikap seolah batu
Tuhan pun mengubahnya jadi kerikil
Air sedikit kwalahan
Tapi dia harus bergeser juga
Air terlalu banyak dan arus semakin deras
Dia sendirian
Sebagai kerikil
Masih berusaha sekuat batu
Pantang menyerah
Dia bertahan sebagai kerikil
Sehingga Tuhan gemas padanya
DiubahNya jadi batu
Tak bergeser oleh derasnya air
Tak lagi hanyut di dasar
Dia timbul ke permukaan
Dengan bangga
Dia berkata
Aku bisa
Dia lihat lagi air
Sempat mereka merendahkannya
Dan dia kini menunduk melihat air
Seketika air meninggi
Arus mengarah ke semua mata angin
Tidak lagi hijau
Mengeruh dan semakit pekat
Dia dihantam pasir dan kerikil
Batu-batu lebih besar menghampirinya
Berteriak
Ingatlah
Kau batu hasil belas kasih Tuhan
Kau hanya pasir
Dia tergerak dan bergeser
Perlahan dia rasakan retakan
Semakin cepat
Cepat sekali
Dwarrr
Aku hanyalah pasir

Post has attachment

Sepertinya aku juga harus segera tersadar bahwa aku akan menyesal menyia-nyiakan orang yang sangat baik sepertimu jika aku melepasmu dengan amarah.

Untuk apa mempertahankan seseorang yang tidak bisa mempertahankanmu? Seseorang seperti itu tidaklah layak mendapatkan kesungguhanmu. Harusnya kamu cepat-cepat sadar dengan kemalangan nasibmu.
Tidak seharusnya niat baikmu dipermainkan. 

Telingamu-ku

Aku bercerita pada banyak orang
Tapi mereka menertawakanku
Tidak ada sedikit pun niat untuk diam
Dengan seksama mendengarkan
Atau mengeja makna dari kata per kata
Kubilang, aku hendak bercerita
Mereka tersenyum dan antusias
Tapi sinis
Aku tidak merasa didengar
Benar saja duga ku
Dipertengahan kisah yang aku narasikan
Mereka membuat bait sendiri
Melantunkannya dengan bangga
Dan untuk kesekian kalinya
Dongengku tidak pernah selesai
Tidak ada seorangpun
Dengan tulus menjadi audien ku
Ah
Itu lah mengapa aku tidak berteman
Sama saja dengan orang asing
Mungkin pula
Alasan aku menyukaimu
Mulutmu tidak pernah iri ketika telingamu adalah milikku
Wait while more posts are being loaded